Parenting

Bunda, Pahami ‘Aturan’ Ini Bila Hendak Mengunggah Foto si Kecil

baby-boys-brothers-50692

Bagi sebagian orangtua, mengunggah foto buah hati ke media sosial adalah sebuah ‘budaya’ yang sudah mengakar guna memperlihatkan kedekatan orangtua pada buah hati. Padahal, dalam mengunggah foto anak di media sosial orangtua, alangkah bijaknya jika Bunda meminta izin terlebih dahulu pada anak.

Baru-baru ini, aktris Gwyneth Paltrow bahkan sempat diprotes oleh sang putri, Apple Martin lantaran Gwyneth memajang foto dirinya bersama Apple di Instagram saat sedang bermain ski. Tak ketinggalan, ia menyertai tiga emoji sebagai caption yaitu buah apel, ski meluncur dan simbol hati berwarna merah.

Terlihat di dalam foto, sang putri yang sudah menginjak 14 tahun itu mengenakan kacamata ski yang menutupi sebagian wajahnya. Siapa sangka, tak lama Apple menanggapi kolom komentar instagram ibunya, “Bu, kita sudah pernah membahas hal ini. Kamu tidak boleh mengunggah foto tanpa persetujuanku,” demikian tulis Apple. Sontak Gwyneth pun membela diri dengan membalas bahwa bahkan wajah putrinya itu tidak sepenuhnya terlihat.

Nah, menurut pendapat pribadi Bunda, kegiatan mengunggah foto anak di media sosial apakah harus dilakukan tanpa persetujuan anak tersebut? Studi pada 2010 yang dilakukan di Amerika Serikat menunjukkan sebanyak 90% anak batita dan 80% bayi rutin eksis di media sosial orangtuanya.

Bahkan pada November 2018, Komisaris Anak di Inggris merilis laporan bertajuk “Who Knows About Me?” yang menunjukkan sejak anak berusia 13 tahun, orangtua telah membagikan 1300 foto dan video anak mereka di platform media sosial yang dimiliki. Padahal, media sosial adalah pedang bermata dua, sebab lantaran perkembangan teknologi yanng semakin canggih, tentu meningkatkan risiko anak mengalami pelecehan seksual, diskriminasi, dan isu lain yang merugikan anak.

Kendati si kecil masih tergolong anak-anak, orangtua pun dianjurkan menanyakan lebih dulu pada anak saat akan mengunggah foto mereka. Walaupun foto tersebut mungkin hanya untuk diketahui teman terdekat atau keluarga, setidaknya pikirkan dampak foto tersebut untuk masa depan si kecil ya Bun.

Baru kelak, jika si kecil sudah lebih besar, lakukan dialog dua arah agar tidak terjadi konflik di masa mendatang. Untuk itu, sebelum memposting foto si kecil, cobalah untuk memikirkan beberapa hal ini dulu, Bun.

  1. Bila si kecil sudah bisa diajak berkomunikasi, maka pastikan anak menyetujui foto yang dibagikan. Ingat bahwa material apapun yang Bunda unggah bisa dilihat oleh banyak manusia di luar sana.
  2. Jangan mengunggah hal yang akan membuat anak malu atau kehilangan kepercayaan dirinya Bun.
  3. Ubah pengaturan akun pribadi sosial menjadi ‘private‘. Pastikan unggahan anak hanya bisa dilihat oleh keluarga atau kerabat yang benar-benar bisa dipercaya. Bunda tentu tidak mau anak menjadi konsumsi orang asing yang ternyata pedofil, kan?
  4. Kelak saat anak sudah beranjak remaja, hargai privasi anak dengan tidak berteman dengan teman anakya Bun. Mungkin Bunda melakukan hal ini dengan tujuan baik, namun bisa saja hal ini membuat anak tidak nyaman.
  5. Sebisa mungkin tahan diri Bunda untuk tak mengomentari unggahan foto anak di sosial media, apalagi komentar yang akan membuatnya malu.
  6. Hindari stalking akun instagram anak atau teman dekatnya di sekolah.
  7. Penting sekali untuk mempelajari aplikasi media sosial yang digunakan anak penting untuk dilakukan.
  8. Jangan mengunggah foto atau video disertai informasi pribadi tentang anak ya Bun. Selalu pikirkan apa dampaknya dalam jangka panjang tentang apa yang akan diunggah.
  9. Bicarakan dengan orangtua, mertua, teman terdekat juga pengasuh apa saja yang boleh dan sebaiknya tidak dibagikan di media sosial.
  10. Pelajari fitur yang ada di media sosial. Ingatlah bahwa media sosial masa kini memiliki fitur yang memungkinkan untuk difoto, di screen capture, diunduh atau direkam banyak orang yang belum tentu bisa dipertanggung jawabkanya Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Supaya Si Kecil Mau Mendengarkan Bunda tanpa Harus Diancam

boy-child-cute-1598122

Bun, saat si kecil tak mau menuruti nasihat orangtua, biasanya hal ini membuat para orangtua kehabisan akal untuk mengendalikan si kecil. Apalagi kalau kondisi orangtua sudah lelah, misalnya baru pulang kerja atau sedang sibuk mengurus adiknya. Akhirnya, alih-alih menasehati, tak sedikit orangtua yang akhirnya mengancam sang anak. Ini karena ancaman, dianggap salah satu cara paling mudah untuk mendapatkan hasil secepat mungkin.

Sebenarnya, kita para orang tua, perlu tahu: ancaman tidak efektif untuk membuat anak menurut. Ya Bun, pasalnya ancaman hanya ampuh sesaat saja tapi tidak untuk jangka panjang.

Lagipula anak yang sering diancam kelak menjadi anak yang terbiasa diancam dulu baru mau melakukan sesuatu. Tentu kebiasaan semacam ini jadi tak mendidik si kecil, kan? Tugas orangtua tak hanya mengasuh si kecil, tapi juga menumbuhkan sifat tanggung jawab dan rasa percaya diri padanya. Lantas bagaimana solusinya, Bun?

Adele Feber, seorang penulis buku berjudul How to Talk so Kids Will Listen and Listen so Kids Will Talk menyampaikan tiga tips ini, Bun.

Berikan Pilihan Padanya dan Jangan Mengekangnya

Berikan pilihan yang mudah dipahami oleh anak. Misalnya, “Rapikan mainanmu sekarang supaya kamu masih punya waktu nonton televisi sebelum tidur, atau rapikannya nanti saja tapi kamu enggak nonton televisi sama sekali.” Dengan memberikan pilihan, si kecil merasa mendapat kepercayaan sehingga ia akan percaya diri untuk melakukan hal tersebut. Selanjutnya, biarkan ia memilih dan Bunda tak perlu mengekangnya.

Beri Batasan

Bila Bunda memberikan perintah, maka berikan batasan yang jelas padanya. Batasan ini melatih kepekaan dan rasa tanggung jawabnya, Bun. Misalnya, “Ibu akan pergi ke rumah Nenek 30 menit lagi. Kamu bisa ikut kalau sekarang segera mandi dan berpakaian. Kalau kamu belum siap saat ibu akan berangkat, kamu bisa tidak bisa ikut dan main di rumah saja.”

Dan Tetapkan aturan

Buatlah aturan yang jelas dan sampaikan aturan ini di awal serta pastikan anak paham apa saja yang menjadi tugas atau kewajibannya berikut konsekuensi jika ia tidak memenuhinya. Entah mengenai jam main, atau hal-hal seputar aktivitasnya. Bila si kecil menunjukkan perilaku melanggar aturan, maka Bunda tak perlu kesal. Tetap ingatkan ia lagi dan lagi. Dengan begitu, Bunda tidak perlu lagi mengancam.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Cerita Donna Agnesia Urus Tiga Buah Hati yang Beranjak Remaja

donna

Bun, sebagai seorang ibu, tentu kita punya tantangan masing-masing dalam menjalankan peran ya. Nah, hal ini juga yang dirasakan oleh Donna Agnesia. Perempuan yang menikah dengan Darius Sinathrya ini dikaruniai tiga orang anak yaitu Lionel Nathan Sinathrya Kartoprawiro, Diego Andres Sinathrya dan Quinesha Sabrina Sinathrya.

Sebagai wanita karier sekaligus ibu dengan tiga anak, Donna pun dituntut untuk dapat membagi waktu. Bagi Donna, salah satu hal penting yang harus diperhatikan oleh ibu bekerja adalah memastikan kebutuhan anak-anaknya terpenuhi, meskipun tak bisa mendampingi selama 24 jam.

“Saya pergi keluar rumah, saya pastikan anak-anak di rumah kebutuhannya terpenuhi. Dia tidak pernah kehilangan kasih sayang, walaupun papa mamanya sibuk bekerja,” kata Donna Agnesia seperti dikutip dari Kumparan, Selasa (25/6).

Donna mengatakan seorang ibu harus bisa menguasai banyak hal. Bukan hanya pintar mengatur keuangan dan anak, tapi juga bisa melihat bakat dan masa depan anak-anaknya.

“Aku juga masih belajar terus jadi ibu yang sempurna, paling enggak buat anak-anak saya dan oh ya, happy mom, happy life. Happy mom, happy kids,” tuturnya.

Ia juga mengatakan, sosok seorang ibu pun harus mampu menjadi teman, kakak, bahkan menjadi sosok ayah untuk anak-anaknya. Ia pernah merasakan peran sebagai ayah ketika Darius meninggalkan rumah untuk bekerja dalam waktu yang lama.

Kendati demikian, tanggung jawab untuk mengurus buah hati bukan hanya ada di tangan ibu saja. Kehadiran ayah juga penting untuk tumbuh kembang anak-anaknya.

“Saya bilang ke Darius, ‘kita punya dua anak laki-laki, tapi di rumah isinya perempuan semua, butuh figur laki-laki. Jadi, kalau kamu lagi punya waktu di rumah manfaatkanlah itu untuk quality time sama anak-anak’,” ujar Donna.

Darius pun selalu menanamkan cara menjadi laki-laki yang baik kepada anak-anaknya ketika mereka sedang berkumpul bersama.

“Supaya anak bisa jadi laki-laki yang baik dan membangun keluarga, enggak bisa salah satu. Anak-anak bahagia itu, kalau melihat orang tuanya akur, rukun, gitu kan anak-anak jadi rasakan di keluarga,” tutup Donna Agnesia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mom Life

Tips Me Time untuk Ibu Muda Ala Cynthia Riza

cynthia rizaa

Sebagai seorang ibu, ada baiknya Bunda tak hanya bekerja, tapi juga merawat diri sendiri atau melakukan self-care. Setelah bekerja seharian, entah di kantor atau merapikan rumah, maka Bunda punya hak istimewa yaitu melakoni me time guna relaksasi atau membuat seorang ibu jadi lebih percaya diri. Nah, salah satu ibu muda yang selalu menyediakan waktu untuk me time yakni Cynthia Riza, influencer sekaligus istri Giring Ganesha.

Cynthia bercerita setiap hari ia bangun setidaknya 1 jam sebelum suami dan anak-anaknya. Tujuannya, agar ia punya quality time untuk diri sendiri di pagi hari.

“Aku bangun jam 5 setiap hari. Biasanya aku siapin sarapan dulu, keperluan sekolah anak setelah semua beres baru aku mandi, pakai make-up, bangunin suami deh. Jadi aku bangunin suami udah cantik dan wangi. Merawat diri di pagi hari itu penting buat bikin mood enak sepanjang hari,” papar Cynthia.

Tak hanya di pagi hari, Cynthia juga meluangkan waktu untuk “mandi mewah” setiap sore. Yang dimaksud mandi mewah adalah mandi tanpa diteriaki anak sehingga ia tak perlu buru-buru. Tentu momen seperti itu langka ya, Moms, bagi para ibu. Namun karena dukungan suami dan anak-anaknya, Cyntia bisa menikmati mandi mewah ini setiap sore.

“Setiap hari aku butuh quality time di mandi sore aku. Anak-anak sudah tahu, kalau mama mandi sore, butuh 15 menit minimal, jangan diganggu dulu. Biasanya aku mandi sambil dengerin musik, nyanyi lagu kesukaan, kadang juga luluran. Keluar juga, sudah happy lagi,” cerita Cyntia.

Selain itu, Giring juga mendukung Cyntia untuk merawat diri dengan memberinya waktu untuk ke salon. Dalam seminggu, ia bisa 2-3 kali pergi ke salon. Cynthia mengaku kegiatan self-care ini membuatnya lebih nyaman dengan dirinya sendiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top