Parenting

Bunda Mesti Tahu, Inilah Dampak Negatif Buruknya Pola Asuh bagi Si Kecil

pexels-photo-236215 (1)

Pola asuh memiliki peranan yang sangat penting dalam pembentukan kepribadian seseorang. Terutama saat masih anak-anak, pola asuh akan ikut menentukan kepribadian dan karakter seseorang saat dia dewasa nantinya. Untuk itulah, para orangtua hendaknya memperhatikan pola asuh yang selama ini diterapkan kepada anak-anaknya karena salah dalam memberikan pengasuhan akan berdampak buruk bagi pertumbuhan anak.

Secara umum ada dua macam dampak dari buruknya pola asuh, yaitu dampak untuk perkembangan kepribadian anak serta pertumbuhan fisiknya.

Dampak bagi Perkembangan Kepribadian Anak

chinh-le-duc-132753-unsplash (1)

Pola asuh yang baik akan menjadikan anak memiliki kepribadian yang baik, dan pola asuh yang buruk menyebabkan anak memiliki kepribadian yang buruk. untuk lebih jelasnya, di bawah ini adalah dampak yang mungkin terjadi pada anak akibat kesalahan pola asuh:

  • Keterlambatan dalam berpikir dewasa

Seorang anak yang mendapat pola asuh yang tidak tepat cenderung akan berdampak pada keterlambatannya untuk berpikir dewasa. Tentu ini menjadi sebuah hambatan yang harus segera diselesaikan karena kedewasaan sangat penting dalam kehidupan ini.

  • Takut dalam mengambil keputusan

Dampak berikutnya akibat dari pola asuh yang salah adalah akan menyebabkan anak tidak berani untuk mengambil keputusan sendiri. Biasanya hal itu disebabkan karena anak terlalu dimanja sehingga akan ada rasa takut saat dia harus menanggung resiko dari apa yang diperbuatnya.

  • Emosi yang kurang matang

Kematangan emosi merupakan salah satu aspek yang harus dimiliki oleh setiap manusia. Seseorang yang memiliki kematangan emosi akan cenderung tenang dan bisa menghadapi segala sesuatunya sendiri. namun berbeda dengan anak yang mengalami pola asuh yang salah. Dia akan cenderung takut untuk mengambil keputusan, penakut, ataupun mudah marah. Ini semua akibat dari pola asuh yang salah.

  • Cenderung minder ketika bergaul dengan teman-temannya

Bergaul merupakan kebutuhan setiap manusia. Semakin tinggi rasa percaya diri yang dimiliki oleh seseorang, maka pergaulannya pun akan semakin luas. Namun hal ini berbeda dengan mereka yang salah memperoleh pengasuhan. Dia akan cenderung minder untuk bergaul dengan teman-temannya. Akibatnya hubungan dengan teman-temannya pun menjadi kurang baik.

  • Kurang mengenal nilai-nilai kebaikan

Seharusnya nilai-nilai kebaikan seperti suka menolong, suka membantu, ramah, dan lain sebagainya bisa dikenalkan sejak usia dini. Namun karena adanya pola asuh yang diterapkan menjadikan setiap anak tidak memiliki kemampuan tersebut sejak masih kecil.

Dari kelima poin yang sudah dijelaskan di atas, intinya adalah anak yang mengalami pola asuh yang buruk akan mengalami keterlambatan dalam segi perkembangan kepribadiannya.

Dampak bagi Pertumbuhan Fisik Anak

pexels-photo-262103 (1)

Selain berdampak bagi perkembangan atau secara psikologis, pola asuh yang buruk juga berdampak pada pertumbuhannya secara fisik. Di bawah ini adalah beberapa dampak salah pola asuh bagi perkembangan anak:

  • Menyebabkan obesitas

Secara sekilas obesitas disebabkan oleh hormon yang ada di dalam tubuh. Tapi jika diperhatikan lagi, maka hal itu disebabkan oleh orangtua yang kurang cukup memberikan pengetahuan tentang penyebab dan cara mengatasi obesitas tersebut.

  • Bisa juga berimbas pada fisik anak yang jadi terlalu kurus

Berbeda dengan obesitas yang memiliki tubuh terlalu gemuk, terlalu kurus pun bisa disebabkan karena kurangnya perhatian orang tua dalam mengontrol waktu anak. Akibatnya anak tak cukup makan dan kurang istirahat. Kondisi ini jelas akan berpengaruh pada fisik anak.

  • Penampilan anak terlihat buruk

Orangtua perlu memberikan pengetahuan terhadap anak tentang cara-cara untuk bisa tampil dengan baik. Padahal, orangtua sudah seharusnya memberikan masukan pada anak agar dia bisa berpenampilan semestinya

  • Dan yang terakhir, anak kerap sakit-sakitan

Anak yang sering mengalami sakit bisa jadi karena kurangnya kontrol dari orangtuanya. Orangtua tidak mengetahui seberapa besar nutrisi yang dibutuhkan oleh anak sehingga kadang dosisnya kurang atau melebihi dosis yang telah ditetapkan.

Nah, ternyata ada banyak sekali akibat yang ditimbulkan dari pola asuh yang salah ya, Bun. Untuk itulah, sebagai orangtua kita harus memperhatikan setiap pertumbuhan dan perkembangan anak-anak kita.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Kalau Harus Makan Mie Instan, Pilih Yang Seperti Ini

asian-food-close-up-cooked-2093410

Mie instan menjadi salah satu primadona di dunia kuliner. Makanan ini dikenal punya aroma yang menggoda dan rasa yang bikin ketagihan. Bahkan berdasarkan data dari World Instan Noodles Association, Indonesia merupakan negara nomor dua terbesar yang mengonsumsi mie instan paling banyak.

Setidaknya penduduk Indonesia mengonsumsi 12,54 miliar porsi mi instan di sepanjang 2018. Angka ini melampaui Jepang yakni 5,66 miliar porsi, dan India 5,42 miliar porsi. Kendati ada mitos bahwa mie instan bukanlah makanan yang menyehatkan, hal tersebut tak mempengaruhi minat orang Indonesia untuk mengonsumsinya.

Tapi tahukah Bunda, menurut para pakar, sejatinya mie instan bisa dijadikan makanan sehat selama bahan bakunya pun sehat, Bun. Salah satu jenis mie instan yang dianjurkan yaitu yang memakai bahan baku konnyaku.

Mie instan memang umumnya memakai tepung beras atau tepung terigu. Sementara untuk mie instan dengan bahan baku konnyaku, biasanya mengandung 97 persen air sehingga kadar kalorinya jauh lebih rendah, Bun. Di lain sisi, kandungan konnyaku sudah dikenal baik untuk tubuh. Bahkan membantu mengontrol gula darah, menurunkan berat badan, hingga mengurangi kolesterol.

Mengutip dari sejumlah media, Co-Founder The Fit Company, Bambang Reguna Bukit mengatakan, bahan baku konnyaku ini bisa sebagai pengganti karbohidrat. Karena tingkat kalorinya rendah, berkisar 60 – 150 kkal, sementara mi instan biasa menyimpan sekitar 350 – 500 kkal.

“Konnyaku mempunyai tingkat kalori yang sangat rendah dan sering digunakan sebagai pengganti karbohidrat oleh pelaku diet ketogenic,” katanya.

Lantas Bagaimana Cara Memasak Mie Instan yang Benar?

Healthy-food chef Nova Eugenia menyarankan, saat merebus mie instan, maka nanti air rebusan pertama sebaiknya dibuang.

“Kalau mi instan yang biasa airnya kan keruh, ada tepungnya gitu kan, saya lebih saranin dibuang ya. Kalau saya lihat, warnanya keruh jadi agak ngeri,” kata Nova.

Selain itu, usahakan tak usah memasak mie instan terlalu lama. Sebab bila teksturnya mengembang, justru jadi kurang sedap untuk dimakan. Nah, agar lebih enak juga, untuk mi rebus, Bunda bisa tambahkan susu low fat atau full fat sebagai tambahan gizinya. Dan lebih baik lagi, beri tambahan sayur, daging, dan telur. Dengan tambahan kandungan yang kaya nutrisi, tubuh pun mengasup serat dan vitamin. Tapi yang terpenting, konsumsi mi jangan berlebihan ya, Bunda. Karena segala sesuatu yang berlebihan itu pastinya enggak baik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Supaya Si Kecil Tak Dehidrasi Saat Puasa

boy-child-drinking-1210005

Sebagai orang dewasa, mungkin kita sudah mengerti aturan dan tata cara berpuasa. Sementara itu, menjelaskan makna dan cara berpuasa pada anak-anak tak semudah kelihatannya lho Bun. Anak-anak pun belum diwajibkan menjalankan ibadah ini. Kendati demikian, orang tua boleh mulai memperkenalkan ibadah puasa kepada anak sejak dini.

Pengenalan tersebut dapat Bunda lakukan secara bertahap. Mula-mula ajak anak berpuasa selama beberapa jam, jika sudah dapat melakukannya dengan baik, tingkatkan menjadi setengah hari, hingga akhirnya dia dapat berpuasa seharian penuh. Salah satu hal yang patut Bunda perhatikan adalah asupan cairannya. Bukan tak mungkin si kecil bisa saja mengalami dehidrasi.

Tetap menjalankan aktivitas normal sambil berpuasa, juga akan berpengaruh terhadap hilangnya cairan dalam tubuh anak. Untuk itu, yuk Bun cegah dehidrasi pada anak saat berpuasa:

Dorong Si Kecil Agar Mau Mengonsumsi Delapan Gelas

Setiap orang perlu minum sekitar delapan gelas setiap hari untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Nah karena saat berpuasa kita tak boleh minum, maka tuntun si kecil untuk mengganti kesempatan minum delapan gelas per hari saat berbuka puasa, sebelum tidur, dan saat sahur.

Bunda Dapat Menyajikan Buah-buahan dan Kandungan Air Tinggi untuk Dikonsumsi Si Kecil

Sajikan buah-buahan yang mengandung banyak air seperti melon, semangka, dan pir sangat cocok dikonsumsi saat berbuka puasa. Buah-buahan yang mengandung banyak air akan membantu si kecil agar tetap terhindar dari dehidrasi sepanjang hari. Selain itu, buah-buahan ini juga kaya nutrisi untuk membantu tumbuh kembang anak.

Sediakan Susu guna Memenuhi Kebutuhan Cairan dan Nutrisinya

Bun, susu kaya akan kandungan elektrolit, kalsium, dan protein, serta karbohidrat. Untuk tubuh agar terhindar dari dehidrasi, lebih baik berikan susu pada si kecil dibanding mengonsumsi suplemen. Di samping itu, varian susu yang mulai banyak rasanya akan membuat si kecil lebih tertarik untuk meminumnya lho Bun.

Bunda Bisa Mengakali dengan Memberikan Rasa Pada Air Putih yang Disajikan pada Anak

Air putih memang tidak memiliki rasa. Ini dapat membuat motivasi anak untuk minum cukup air berkurang. Untuk menyiasatinya, tambahkan rasa alami pada air putih tersebut. Disarankan untuk menambahkan perasan jeruk atau madu pada air mineral, agar si kecil lebih tertarik untuk meminumnya. Jangan menambahkan gula pada air minum tersebut, hal ini guna mencegah si kecil jadi mengonsumsi gula berlebih.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Saat Si Kecil Diam-diam Ketahuan Membatalkan Puasa, Lakukan Hal Ini Bun

adorable-blonde-blur-1912868 (1)

Saat si kecil terbangun lebih awal untuk sahur tentu membuat Bunda bangga. Artinya, ia mau belajar untuk berpuasa ya Bun. Tapi lucunya, kadang kala justru sebelum adzam maghrib berkumandang, Bunda tak sengaja mendapati si kecil makan atau minum sembunyi-sembunyi. Saat melihat si kecil berlaku demikian, kira-kira apa yang akan Bunda lakukan?

Untuk anak-anak dibawah usia 11 tahun, berpuasa masih butuh latihan. Mereka masih beradaptasi dengan ibadah wajib yang harus mereka jalani di bulan Ramadan. Untuk itu, jangan menciptakan momen yang membuat si kecil jadi merasa ngeri ya Bun. Sebab kalau Bunda langsung melontarkan omelan, yang ada mereka justru tertekan dan jadi malas berpuasa lagi.

Nah, berikut ini hal-hal yang dapat Bunda lakukan saat si kecil ketahuan membatalkan puasanya dengan sembunyi-sembunyi.

Bunda Tak Perlu Reaktif

Si Kecil akan terkejut bila melihat respon Bunda yang reaktif saat ia ketahuan membatalkan puasa. Tak usah mengagetkan atau membuatnya merasa sangat bersalah, justru tunjukkan ekspresi yang tenang dan diskusikan mengenai puasa tanpa mengintimdasinya ya Bun. Dengan begini ia akan tetap tenang.

Diskusi dan Komunikasi Adalah Kunci

Cobalah tanyakan dulu pada si kecil, apa yang membuat ia tak kuat. Bantu ia menemukan masalahnya ya Bun. Misalkan saja, ia merasa tak kuat berpuasa lantaran tak sempat sahur karena sulit dibangunkan. Atau ia tak kuat puasa karena menurutnya terlalu lamaa menahan rasa lapar.

Tetap diskusikan apapun masalahnya ya Bun. Hal ini akan melatih kemampuan analisisnya. Setelah ia menemukan akar masalahnya, bantu ia menemukan solusi. Misalnya saja, tidur lebih awal agar bisa bangun saat jam sahur.

Berikan Respon Pada Sanggahannya

Saat diajak berdiskusi mengenai apa yang membuat ia tak kuat, bisa saja lho Bun ia mengeluarkan beberapa kalimat sanggahan yang menjelaskan bahwa ia bukan satu-satunya anak yang membatalkan puasanya diam-diam.

Bila anak berkata: “Tapi si A juga membatalkan puasa. Tadi aku lihat dia, makanya aku juga ikut membatalkan.”
Jawab dengan: “Barangkali cara dia berpuasa berbeda dengan cara kamu. Dia mungkin sudah bikin kesepakatan untuk bisa membatalkan puasa di jam itu untuk kemudian dilanjutkan lagi.”
Bila anak berkata: “Si B nggak puasa. Enak banget dia bisa minum es siang-siang gitu.”
Jawab dengan: “Tidak semua orang punya kewajiban puasa. Kalau di agama kita, memang ada perintah puasa di bulan Ramadan. Lagi pula, nanti kalau sudah buka puasa, kan, kamu juga bisa minum es.”

Kuncinya, respon yang tepat diperlukan saat si kecil mencoba memberi sanggahan. Tak usah emosi, tetap tenang ya Bun.

Beritahu Mengenai Konsekuensi Logis yang Akan Dihadapinya

Bila Bunda dan si kecil sebelumnya sudah membuat kesepakatan tentang puasa, maka ini waktunya untuk menjalankan aturan dan konsekuensinya. Kesepakatan bisa saja berisi tentang pada pukul berapa ia bisa membatalkan puasa dan pada pukul berapa ia harus melanjutkan.

Sementara itu, contoh konsekuensi yang bisa diambil misalnya, Bunda tidak jadi memasakkan apa yang dia inginkan untuk berbuka atau tidak jadi membelikan minuman kesukaannya. Konsekuensi tidak perlu berlebihan agar anak-anak tidak terbebani. Yang paling penting, konsekuensi itu harus ada kaitannya dengan tindakannya.

Dan Begini Caranya Agar Tak Terjadi Lagi ya Bun

Walaupun berpuasa untuk anak-anak sifatnya baru latihan, namun ia juga patut terus didorong agar bisa menjalankannya lebih baik. Untuk meminimalisir risikonya membatalkan puasa diam-diam. Untuk Bunda yang belum pernah membuat kesepakatan dengan si kecil, inilah saatnya.

Evaluasilah kekuatan si kecil menjalankan puasa. Lalu buat kesepakatan yang berisi kapan ia boleh membatalkan. Yang penting lakukan pelan-pelan hingga ia terbiasa dan lebih kuat lagi. Itu akan lebih mudah. Kesepakatan ini dapat mengakomodir kebutuhan mereka dan membuatnya lebih bahagia menjalani puasa.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top