Parenting

Bunda, Kenali Sikap-sikap Orangtua Yang Justru Menghambat Kreativitas Anak

Woman with short hair and two siblings together playing with  toys indoor

Kreativitas merupakan sesuatu yang sangat penting, termasuk juga bagi anak-anak. Dengan kreativitas kita bisa mengembangkan diri dan mewujudkan keinginan. Setiap orangtua pastilah menginginkan anak-anaknya tumbuh mejadi sosok yang kreatif. Berbagai macam cara pun dilakukan untuk membuat anak memiliki kreativitas tinggi.

Sayangnya, seringkali para orangtua tidak menyadari bahwa apa yang dilakukan terhadap anaknya justru bisa menghambat kreativitasnya. Untuk itu, dalam tulisan kali ini akan dibahas mengenai apa saja sikap orangtua yang bisa menghambat kreativitas anak.

Sering Dimarahi Akan Membuat Si Kecil Tak Kreatif

Kebanyakan anak yang sering mendapat marah dari orangtuanya akan menjadi seorang anak yang penakut. Dia akan selalu merasa khawatir saat akan melakukan sesuatu. Ada perasaan khawatir jika apa yang dilakukannya salah dan membuatnya dimarahi orangtuanya. Hal inilah yang bisa menghambat kreativitas anak karena ia merasa khawatir dan takut saat akan melakukan hal baru.

Terlalu Banyak Larangan Juga Akan Mematikan Kreativitasnya

Entah karena tujuan untuk melindungi anak atau karena sebab lainnya, beberapa orangtua terlalu banyak membuat larangan untuk anaknya. Mau bermain ini tidak boleh, mau bermain yang itu juga tidak boleh. Hal ini justru akan membuat kreativitas anak menjadi mati. Dia akan merasa takut dan khawatir jika yang dilakukannya adalah hal yang dilarang oleh orangtuanya. Alangkah lebih baik lagi jika Bunda memberikan saran-saran kepada si kecil. Kemudian berilah pilihan yang menurut Bunda baik untuk dirinya.

Tidak Memberikan Pujian Terhadap Hasil Karya Anak

Sikap orangtua lainnya yang bisa mematikan kreativitas anak adalah jika orangtua terlalu jarang, atau bahkan tidak pernah memberikan pujian terhadap hasil karyanya. Mungkin hasil kreasi yang dibuat anak tidak sebagus seperti yang Bunda inginkan. Namun perlu Bunda tahu bahwa itu adalah hasil karyanya. Anak-anak masih dalam tahap untuk belajar sehingga yang dihasilkannya belum bisa sebagus seperti yang dilakukan oleh orang dewasa. Untuk itu sudah seharusnya Bunda memberikan pujian atas karya anak. Dengan pujian itu, anak akan memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Rasa percaya diri ini sangat penting untuk membuat anak menjadi seorang yang kreatif.

Tidak Menjawab Pertanyaannya Juga Akan Membuatnya Tumbuh Menjadi Anak Yang Tak Kreatif

Seringkali anak-anak memberikan pertanyaan yang bagi orangtua cukup aneh dan sulit untuk dijawab. Biasanya jika sudah menghadapi pertanyan seperti ini, beberapa orangtua tidak mau menjawabnya, bahkan beberapa diantara oran tua justru ada yang malah memarahi anak. Padahal pertanyaan tersebut diberikan karena rasa ingin tahu anak-anak yang masih tinggi. mereka ingin tahu apa yang dia lihat, dia dengar, dan dia lakukan.Tapi jika Bunda selalu tidak mau menjawab setiap anak bertanya yang aneh-aneh, maka hal itu bisa menghambat kreativitasnya. Langkah paling tepat yang bisa dilakukan adalah memberikan jawaban semampu Bunda dengan bahasa  yang bisa dipahami oleh si kecil

Terlalu Banyak Jadwal Pun Tak Baik Untuk Perkembangannya

Faktor yang lain yang bisa menghambat kreativitas anak adalah banyaknya jadwal yang harus diikuti oleh anak. Memang setiap orangtua ingin memiliki anak yang pandai dan cerdas. Namun tidak seharusnya Bunda memberikan jadwal yang terlalu padat untuk si kecil

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Berkaca dari Kasus Anak Denada, Bunda Perlu Tahu Apa Saja Tanda-tanda Gejala Leukimia

Cover Denada

Baru-baru ini, ada berita yang cukup menarik perhatian atas anak dari penyanyi Denada. Karena beberapa hari lalu, sang anak divonis mengidap Leukimia atau kanker darah. Sebagai seorang ibu yang memang memiliki ikatan batin yang kuat dengan sang anak, sebelum sang putri Shakira, divonis Leukimia, konon Denada sudah merasa ada yang tak biasa pada anaknya.

“Itu kelihatan mulai dari dia pulang dari liburan. Walau dia tetap ceria, adalah beberapa tanda-tanda dan gejala yang aku lihat secara fisik. Dia lebam-lebam, dua hari setelah kita ketemu, dia demam tinggi.” papar Denada pada salah satu kesempatan wawancara dengan awak media. 

Meski berusaha untuk tetap tak menaruh curiga, kekhawatirannya pun terjawab kala mendengar Vonis yang dijatuhi Dokter beberapa hari lalu atas putrinya tersebut.

chinh-le-duc-132753-unsplash (1)

Hal ini juga jadi pengingat untuk semua orangtua, termaksud bunda-bunda di rumah. Karena berdasarkan data kesehatan, kasus kanker pada anak terus meningkat setiap tahunnya. Termaksud kanker darah atau Leukimia yang diidap putri dari Denada tersebut.

Mengutip dari data di Depertemen Kementrian Kesehatan berupa Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 (Riskesdas), data yang didapat menunjukkan jumlah kasus (prevelensi) kanker anak umur 0-14 tahun sebesar sekitar 16.291 kasus. Sementara jenis kanker yang paling banyak diderita anak di Indonesia yaitu Leukemia.

Gejala penyakit yang satu ini memang sulit dideteksi, apalagi jika sudah menyerang anak yang masih kecil. Sebab, bayi atau si kecil masih belum bisa menceritakan bagaimana gejala yang sedang dialaminya. Disinilah kita sebagai orangtua memiliki peranan yang mungkin bisa menentukan, langkah mana yang harus diambil jika hal tersebut mungkin terjadi.

larm-rmah-216854-unsplash

Jenis penyakit Leukemia sendiri, bisa terjadi karena multifaktor, mulai dari faktor genetik, zat kimia, virus, dan radiasi. Dikutip dari depkes.go.id, kanker dapat menyerang anak mulai dari usia bayi hingga usia 18 tahun. Dan beradasarkan informasi di Bidanku, ada beberapa gejala yang perlu diwaspadai sebagai tanda dari Leukimia.

Demam Malam Hari,

Si kecil sering mengalami demam bahkan hingga mengeluarkan keringat pada malam hari. Sang anak juga sering mengalami demam karena darah putih yang menurun sehingga penderita mudah infeksi.

Wajah yang Terlihat Pucat

Dirinya seringkali mengalami pucat dan kelelahan. Hal ini terjadi dikarenakan, menurunnya sel darah merah dalam tubuhnya. 

Sang Rentan dan Mudah Jatuh Sakit

Kekebalan tubuhnya sering menurun, hingga lelah sedikit saja kadang ia jatuh sakit. Hal ini bisa juga disebabkan oleh sel darah putih yang menurun, sehingga ia mudah pula terkena infeksi. 

Sering Mengeluhkan Nyeri pada Beberapa Bagian Tubuhnya

Anak lebih sering mengalami nyeri-nyeri pada bagian tulang yang disebabkan karena sel darah yang terkena Leukemia masuk ke dalam selaput antara tulang dan juga otot.

Berat Badannya Berangsur Menurun Drastis

Si kecil mengalami penurunan berat badan disertai dengann gangguan kesehatan yang lebih rentan terkena infeksi

Serta yang Terakhir, Terjadi Pembengkakan

Dirinya mengalami pembengkakan pada bagian leher dan juga ketiak. Jika pada kelenjar getah bening terjadi pembengkakan harus segera diperiksakan ke dokter. Si kecil juga mengalami perut yang membesar dikarenakan limfa yang ada di bagian perut mengalami beberapa masalah.

fahri-ramdani-588932-unsplash

Gejala yang khas pada anak yang mengalami leukemia adalah seringkali terjadi mimisan yang disertai dengan bintik-bintik merah ataupun lebam yang terjadi pada beberapa bagian tubuh.

Hal ini dikarenakan terjadi pembengkakan limfa pada anak. Nah, jika beberapa tanda tersebut terlihat pada si kecil. Jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter ya bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Orangtua Muda Perlu Tahu Caranya Membesarkan Anak Demi Tumbuh Jadi Balita yang Selalu Bahagia

pexels-photo-713959 (1)

Menjadi orangtua itu tak ada pendidikan, pelatihan, atau sekolahnya. Semua tugas selama jadi ibu dan ayah semula dilakoni dengan bermodalkan intuisi, keyakinan, dan rasa percaya kalau kita bisa jadi orangtua yang baik untuk anak-anak kita. Tapi pernahkah kita memikirkan, sudah bahagiakah anak kita selama ini? Sebab di usianya, terutama untuk anak Bunda yang masih berusia balita, kebahagiaan ditentukan juga karena pola asuh orangtuanya lho. Selagi ia masih kecil dan masih membutuhkan dua tangan orangtuanya untuk selalu menjaganya, maka kebahagiaan anak adalah tanggung jawab besar setiap orangtua.

Berusaha Tidak Jaim Saat Menghabiskan Waktu Bersama Anak

Ada tipikal anak yang suka aktivitas di luar ruangan dan aktif sekali. Ia suka main sepeda, berlari kesana kemari, bahkan sering mengajak ayah ibunya untuk mau melibatkan diri dengannya alias jadi teman mainnya. Tapi sayangnya, ada tipikal orangtua yang masih merasa jaim sehingga memilih untuk membiarkan si anak main sendiri kendati buah hatinya sudah meminta agar ditemani main. Hmmm, besok-besok coba yuk Bun untuk menepis dahulu rasa malu atau jaim dan utamakan keceriaan si kecil karena puas dan senang bisa bermain dengan orangtuanya.

Menyuapi Anak Tidak Membuat Anak Lantas Jadi Manja, Justru Itu Semakin Membuatmu Akrab dengan Buah Hati

Tak usah ambil pusing perkara omongan orang yang suka bilang kalau terbiasa menyuapi anak justru bisa membuat si anak menjadi manja. Di lain sisi, menyuapi anak sebenarnya memperkuat ikatan orangtua dan kita jadi lebih sering bercengkrama dengan si kecil lho Bun. Si kecl akan merasa diperhatikan dan menemukan kawan yang tepat yang bisa selalu ada untuknya, yaitu Bunda sebagai orangtuanya. Karenanya, jangan pikirkan pendapat orang ya Bun. Kalau mau suapi si kecil, suapi saja sembari mengajaknya bercengkrama.

Mengajarkan Si Kecil Untuk Menganalisis Sesuatu Lebih Baik Dimulai Sejak Ia Masih Kecil, Bun!

Kelak saat ia dewasa, modal yang diperlukan untuk jadi sosok yang bahagia adalah bisa melihat segala sisi dengan tetap positif. Hal ini tak akan diperoleh si kecil kalau sejak dini Bunda tak mengajarkan ia untuk menganalisis sesuatu. Membuat si kecil untuk lebih peka terhadap sekitarnya ya saat usianya masih balita. Ajarkan hal-hal yang sekiranya bisa mengasah intuisinya agar lebih detail dan berempati dalam melihat sekitarnya ya Bun.

Orangtua Pun Punya Peran Mengenalkan Cara Komunikasi yang Baik pada Si Kecil

Bun, soal etika dan perilaku si kecil, ini juga jadi tanggung jawab Bunda. Mendidik si kecil agar tumbuh jadi anak yang sopan akan membuatnya disukai lingkungannya dan akhirnya membuatnya ceria dan tidak jadi anak yang minder. Mendidiknya untuk bisa berkomunikasi dengan baik, tak hanya dengan anak sebaya tapi juga dengan orang dewasa, akan membuat si kecil belajar menghargai dan menumbuhkan semangat positif dalam dirinya.

Orangtua yang Mau Anaknya Bahagia, Tak Akan Pernah Membentak Anak Mereka

Ini juga penting. Ketika anak melakukan kesalahan atau ia sedang sedih namun tak mau menceritakan sesuatu pada orangtuanya, Bunda jangan sampai membentaknya ya. Hal semacam itu hanya membuat psikologisnya jadi terganggu dan menurunkan rasa percaya buah hati ke orangtuanya. Jadilah orangtua yang hangat yang bisa mau melembutkan hati untuk terus memahami si kecil ya Bun!

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Info Penting Nih Bun, Belajar Piano Bisa Meningkatkan Kemampuan Bahasa pada Si Kecil Lho!

kids play piano

Mungkin untuk sebagian orangtua, bermain musik tak sepenting memberikan pendidikan formal di sekolah. Terutama di Indonesia, masih banyak orangtua yang mengedepankan edukasi tapi melupakan untuk mengenalkan musik pada si kecil. Padahal, melatih si kecil bermain alat musik seperti main piano membawa manfaat yang bisa meningkatkan kecerdasannya lho, Bun!

Dalam sebuah penelitian, disebutkan 88 kunci dan ratusan senar internal dalam piano standar yang bisa menghasilkan banyak suara dan nada dapat mendorong anak-anak untuk membangun kemampuan bahasa mereka. Hal ini dipaparkan oleh ahli saraf kognitif di Institut McGovern, John Gabrieli untuk penelitian tentang otak di Massachusetts Institute of Technology. John bersama rekan-rekannya kemudian menerbitkan makalah berjudul ‘Proceedings of National Academy of Sciences’, dalam makalah tersebut dijelaskan bahwa belajar main piano bisa membantu anak mempelajari bahasa.

Hasil gambar untuk kids play piano

“Saat telinga anak-anak dilatih untuk membedakan antara nada-nada yang berbeda di piano, mereka juga tampaknya lebih baik dalam menguraikan perbedaan halus antara kata-kata yang diucapkan yang merupakan elemen kunci dari penguasaan bahasa,” kata John seperti dikutip dari Time.

Begini Cara Kerja Para Peneliti…

Dalam studi ini para peneliti mengurutkan 74 anak yang berusia 4 hingga 5 tahun dari taman kanak-kanak berbahasa Mandarin menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama adalah yang melakukan les piano tiga kali seminggu dengan durasi 45 menit. Kemudian kelompok kedua adalah yang hanya mendapat pelajaran membaca tambahan. Sementara kelompok terakhir adalah kelompok yang tidak belajar piano maupun diberi pelajaran bacaan tambahan.

Setelah enam bulan, dua kelompok terakhir tidak menunjukkan perubahan yang signifikan dalam pengukuran kemampuan kognitif secara umum seperti IQ, ingatan, dan rentang perhatian. Tapi, kelompok yang mengikuti les piano menunjukkan mereka lebih unggul secara kognitif.

Bahkan dibandingkan dengan kelompok bacaan tambahan, kelompok anak-anak yang belajar piano lebih baik dalam membedakan kata-kata yang diucapkan berbeda hanya dengan satu konsonan.

Nah Efeknya…

Efek ini sangat menonjol bagi penutur bahasa Mandarin, kata Gabrieli, mengingat bahasa tersebut terutama pada penuturan lisan sangat bergantung pada perbedaan nada halus. Namun dia mengatakan penelitian lain telah menunjukkan bahwa kemampuan musik dapat bermanfaat untuk pengguna bahasa non-tonal seperti bahasa Inggris.

Hasilnya sangat mengejutkan bahwa sekolah di Beijing tempat penelitian dilakukan, terus menawarkan pelajaran piano kepada murid-muridnya bahkan setelah percobaan berakhir.

“Semakin sering mereka belajar piano semakin baik mereka maju pada perbedaan pitch dan itu membantu mereka dalam perkembangan bahasanya,” kata Gabrieli. Bahkan penelitian lainnya juga telah menemukan bahwa dengan belajar bermusik ternyata bisa memfasilitasi anak untuk belajar mata pelajaran lain serta meningkatkan keterampilan yang pasti digunakan anak-anak di daerah lain.

Sementara itu menurut Children’s Music Workshop, pengaruh pendidikan musik pada perkembangan bahasa dapat dilihat di otak. Hubungan antara musik dan perkembangan bahasa juga menguntungkan secara sosial bagi anak-anak.

“Perkembangan bahasa dari waktu ke waktu cenderung meningkatkan bagian otak yang membantu proses musik,” kata Dr Kyle Pruett, profesor klinis psikiatri anak di Yale School of Medicine dan praktisi musik.

Bunda sendiri bagaimana? Apakah tertarik mengenalkan musik sejak dini pada si kecil?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top