Kesehatan Ibu & Anak

Bunda, Ini Cara Mengatasi Perut Kembung Pada Bayi

Perut kembung pada bayi seringkali membuat bayi rewel, muntah bahkan sampai demam. Tentu, Bunda merasa khawatir dengan kondisi buah hati yang seperti ini. Jangan khwatir, Bunda! Segera atasi kembung pada bayi dengan praktikkan langkah jitunya berikut ini!

1. Menepuk lembut punggung bayi

Atasi kembung pada bayi dengan menepuk lembut punggungnya setiap kali ia habis menyusui. Caranya, angkat tubuh bayi dalam posisi tegak dan posisikan kepalanya berada di pundak Anda. Setelah itu, tepuk-tepuk punggungnya secara lembut hingga ia sendawa. Mudah, bukan?

2. Gosok perut bayi

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan menelentangkan tubuh si kecil, lalu oleskan sedikit minyak telon atau minyak kayu putih ke permukaan perutnya. Setelah itu, gosok lembut perut bayi searah jarum jam. Cara ini dijamin dapat membuat perut bayi terasa nyaman sekaligus mendorong gas berlebih agar keluar.

3. Betulkan posisi menyusui

Satu hal yang sering terlupakan oleh ibu muda adalah seperti apa posisi menyusui yang benar. Karena, jika sampai salah, maka hal ini justru akan membuat perut bayi kembung dan begah. Untuk menghindari kemungkinan buruk ini, selalu pastikan bahwa kepala bayi lebih tinggi dibanding perutnya. Dengan begitu, bayi akan lebih mudah sendawa karena susu akan langsung mengalir ke perut dan mendorong gas berlebih keluar

4. Buat bayi agar lebih aktif

Bagi Anda yang memiliki buah hati yang sudah bisa berjalan atau merangkak, maka selalu berikan ia stimulus agar terus bergerak aktif. Nah, khusus untuk bayi yang masih belum bisa berjalan atau merangkak, maka cobalah cara berikut ini: posisi tubuh bayi dalam keadaan telentang, lalu angkat kedua kakinya dan buatlah gerakan seakan-akan sedang berjalan. Jika dilakukan dengan benar, cara ini dijamin dapat membuat kembung pada bayi reda dengan segera..

5. Mandikan dengan air hangat

Cara mengatasi perut kembung pada bayi yang terakhir adalah dengan memandikannya menggunakan air hangat. Jika si kecil sudah mulai rewel, dan cara yang telah disebutkan sebelumnya tetap tidak memberikan hasil maksimal, maka segera mandikan ia dengan air hangat suam-suam kuku. Suhu hangat terbukti dapat membuat perut bayi terasa lebih nyaman, Dengan begitu, dijamin kondisinya akan membaik dan tidak akan rewel lagi.

Itu tadi 6 cara mengatasi perut kembung pada bayi yang dapat dicoba oleh para ibu. Semoga bermanfaat, Bunda!

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: 5 Cara Mudah Atasi Masalah Perut Bayi Kembung - BumBumCak.my

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Ketika Bunda Sudah Kembali Bekerja dan Si Kecil Mulai MPASI

Aulia adalah ibu bekerja dengan anak yang belum lagi menginjak usia 1 tahun. Setiap hari Aulia berangkat pukul 6.30 pagi dan baru pulang kembali pukul 18.00. Kendati begitu semangatnya tak pernah luntur untuk menyiapkan yang terbaik untuk buah hatinya.

Seiring bertambahnya bulan, aktivitas Aulia makin terasa padat. Pasalnya si kecil mulai butuh untuk mendapat asupan makanan pendamping ASI (MPASI). Otomatis Ia pun harus pintar berstrategi memenuhi kebutuhan buah hatinya ini.

Bunda juga sedang mengalami pengalaman serupa Aulia? Tak perlu panik ya Bunda. Meskipun bekerja, Bunda bisa tetap menyiapkan makanan pendamping ASI yang sehat untuk si kecil lho. Berikut ini ada beberapa tips agar para Bunda bisa menghemat waktu saat menyiapkan variasi MPASI di rumah.

Agar Lebih Yakin Ikuti Prinsip Tekstur Makanan Berdasarkan Usia Si Kecil

d28c24696d3b6b33

Buat Bunda yang baru pertama kali memiliki anak pastinya punya keraguan ketika memberikan asupan makanan tambahan. Khawatir anak tersedak atau justru khawatir anak tak berkembangan semestinya karena makanan terlalu halus.

Nah prinsipnya sederhana ya Bunda. Untuk usia 6-7 bulan, sebaiknya makanan yang diberikan masih sangat halus. Jadi setelah dihaluskan, makanan perlu untuk disaring lagi. Bentuk teksturnya harus lumat dan kental. Sementara ketika sudah masuk usia 8-9 bulan, makanan tidak perlu lagi bersifat cairan kental. Namun harus tetap berbentuk makanan lumat ya. Nantinya ketika sudah 9-12 bulan barulah diberikan makanan yang agak bertekstur kasar atau nasi yang dihaluskan sebentar dengan lauk cincang.

Berbelanja untuk Stok 2-3 Hari, Bisa Dilakukan Sambil Melewati Perjalanan Ke Kantor

scott-warman-525481-unsplash

Bagian satu ini memang perlu strategi. Mengingat waktu Bunda yang begitu padat. Apalagi buat Bunda yang tidak memiliki Asisten Rumah Tangga (ART) dan harus melakukannya sendiri.

Karena itu cobalah atur durasi belanja untuk stok 2-3 hari, sehingga tidak perlu setiap hari dihabiskan buat berbelanja. Siapkan dulu listnya sebelum di hari belanja untuk mempercepat durasi belanja. Bunda perlu sedikit menyesuaikan rute perjalanan agar bisa melewati area perbelanjaan agar belanja bisa dilakukan sambil dalam perjalanan.

Menyiapkan Peralatan Tepat Akan Mempermudah Aktivitas MPASI

Alat mpasi

Agar proses memasak MPASI bisa dilakukan lebih mudah, tepat dan cepat, Bunda bisa menggunakan beberapa peralatan rumah tangga yang mendukung. Misalnya slow cooker yang dapat membantu Anda memasak bubur atau sup dengan mudah. Selain itu, blender juga bisa membantu haluskan tekstur makanan.

Bunda bisa melirik produk Philips Avent dengan Essential Steamer Blender SCF862 Baru yang memudahkan dalam membuat MPASI rumahan yang sehat. Mempunyai sirkulasi penguapan dari atas ke bawah untuk memastikan makanan matang merata, sehingga tekstur dan nutrisi makanan tetap terjaga.

Design tutup wadah nya yang cerdas sehingga semua bahan makanan aman di dalam wadah, mencegah makanan masuk ke dalam tangki air. Tangki air ekstra besar membuatnya mudah dibersihkan dan diisi ulang, memungkinkan Ibu memasak dengan uap bersih setiap saat.

Bunda Perlu Menyimpan Makanan Yang Tak Perlu Dimasak

alyson-mcphee-499812-unsplash

Memasak MPASI memang membutuhkan waktu yang lebih panjang. Namun hal ini bisa disiasati dengan memilih secara berselang-seling bahan makanan yang tak perlu dimasak. Contohnya Bunda bisa membeli buah pisang, pepaya dan juga alpukat.

Namun ingat ya Bunda, porsinya harus bergantian. Karena jika ingin membuat MPASI sendiri, Bunda harus memastikan komponen makannya diselingi dengan protein hewani atau nabati.

Kalau Mau Dimasak, Buatlah Seiring Menu Keluarga

syd-wachs-120739-unsplash

Ini salah satu siasat menghemat waktu yang paling praktis jika Bunda memutuskan membuat MPASI yang dimasak. Yaitu dengan tidak membedakan menu keluarga yang lain dengan menu si kecil. Jadi saat Bunda ingin masak untuk anggota keluarga, Bunda juga dapat sekaligus membuat MPASI.

Misalnya, anggota keluarga lain bisa disiapkan makan sayur bayam atau sup. Nah si kecil juga bisa mengkonsumsi menu yang sama. Tentunya dengan dihaluskan sesuai patokan usianya tadi. Ini bisa diberikan sekaligus sebagai makanan bergizi untuk si kecil.

Siasati Waktu Kegiatan Bersih-bersih di Malam Hari

Ibu Mpasi

Kenapa aktivitas bersih-bersih ini tidak dilakukan pagi ketika sebelum berangkat atau sore setelah pulang kantor? Ini untuk menghindari waktu yang terlalu terburu-buru. Dikhawatirkan Bunda tidak membersihkannya secara tepat karena diburu waktu.

Lagi pula ketika pulang atau berangkat kerja biasanya jadi momen si kecil sedikit rewel karena ingin menghabiskan waktu bersama kita. Biarkanlah waktu tersebut menjadi momen quality time bersamanya. Bunda bisa memanfaatkan waktu di sela-sela waktu bangunnya di malam hari untuk membersihkan peralatan setelah ia tertidur kembali.

Blender Philips

Bunda juga bisa menghemat waktu bersih-bersih ini dengan menggunakan peralatan yang melakukan berbagai tugas sekaligus. Ini untuk mengurangi jumlah item yang harus dibersihkan. Contohnya saja Philips Avent Essential Steamer Blender SCF862 tadi. Bunda tidak memerlukan wadah yang banyak serta tidak perlu pusing dengan dapur penuh tumpukan panci kotor karena dengan satu alat yang praktis dapur tetap bersih dan Bunda bisa menyambi melakukan kegiatan yang lain saat proses steamer maupun blender. Apalagi harga lebih ekonomis karena alat bisa dipakai untuk menyiapkan makanan dan minuman keluarga seperti smoothie atau jus segar.

Jadi, yuk Bunda Semangat menyiapkan MPASI untuk si kecil!

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: 5 Cara Mudah Atasi Masalah Perut Bayi Kembung - BumBumCak.my

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Anak-anak Berpenyakit Langka: Tak Banyak Tapi Mereka Ada

P1040708

Bunda pasti tahu, betapa hancurnya hati seorang orangtua ketika mendapati anaknya mengidap satu penyakit. Apa lagi jika ternyata penyakit tersebut adalah jenis penyakit langka, yang pengobatannya jelas butuh biaya tak sedikit.

Dan berkenaan dengan itu, kemarin untuk yang ketiga kalinya sejak 2016 lalu, bertempat di Aula IMERI FKUI, Salemba, Indonesia Rare Disorders menggelar acara peringatan Hari Penyakit Langka, yang jatuh pada tanggal 28 Februari setiap tahunnya. Dengan serangkaian acara seminar singkat dan diskusi dengan beberapa narasumber baik dari dalam dan luar negeri. Dihadiri sekitar 150 orang peserta, yang diantaranya adalah keluarga pasien dan para perwakilan lembaga pemerintahan terkait. Acara ini jadi salah satu ajang yang kembali membuka mata kita, akan mereka yang selama ini ada namun jarang terdengar beritanya.

Sebelum berjalan lebih jauh, ada baiknya Bunda pahami lebih dulu apa itu sebenarnya penyakit langka.

Langka Memang Berarti Jarang, Namun Bukan Berarti Tak Ada

P1040726

Masih dalam acara yang sama, Direktur Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Czeresna Heriawan Soejono yang juga hadir ditengah-tengah acara memaparkan bahwa penderita penyakit ini kurang dari 2.000 orang.

“Di indonesia kurang dari 5 persen (pasien penyakit langka) yang tertolong. Penyakitnya menahun, makin lama makin berat. Sebagian berinvestasi saat masih kecil sebagian saat sudah dewasa,” ujar beliau saat memberi kata sambutan dalam acara Media Gathering Rare Disease Day 2018 di Aula IMERI Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rabu kemarin.

Lebih lanjut, Heriawan juga menuturkan bahwa berbeda dengan jenis penyakit lain, diagnosis penyakit langka memang mengalami ketertinggalan, untuk itu jenis penyakit ini disebut langka. Tapi bukan berarti lantas akan terabaikan.

Tak hanya itu saja, ketua Yayasan MPS dan Penyakit Langka Indonesia, Peni Utami juga menambahkan bahwa di Indonesia sendiri, banyak penyakit langka yang ditemukan namun belum pernah diidentifikasi. Untuk itu dirinya berharap, pemerintah dapat memberi solusi terhadap kebutuhan obat dan terapi bagi para pasien penderita. Mengingat biaya yang dibutuhkan cukup banyak.

Mereka yang Menangani Masih Kesulitan, Meski Sekarang Sudah Mulai Ada Beberapa Jalan yang Memudahkan

P1040708

Masih dalam acara yang sama, Dr. dr. Damayanti Sjarif, SpA(K) dari RSCM yang juga jadi salah satu promotor dalam menangani penyakit langka di Indonesia berujar, bahkan para pakar kesehatan pun memiliki tantangan tersendiri dalam menghadapi kasus penyakit langka.

Sebab, data dari penyakit ini terbilang cenderung masih sangat terbatas. Maka tak heran jika akhirnya banyak pasien yang akhirnya meninggal dunia sebelum berhasil terdiagnosis, apa lagi sampai diobati. Tak hanya itu saja, Dr. Damayanti juga menyebutkan fasilitas kesehatan yang ada di tanah air pun masih belum bisa dikatakan sempurna, sehingga kerap jadi tantangan untuk memberi penanganan penderita penyakit langka.

Selain itu, biaya dan kurangnya informasi dan pengetahuan ilmiah akan penyakit langka juga jadi hambatan bagi para keluarga. Dan hal lain yang kerap jadi masalah, adalah perihal biaya untuk mendapat obat yang memang sangat mahal. Bahkan untuk mendapatkan obat berupa susu saja, bisa mencapai angka 3 miliar rupiah.

Dan Umumnya Penyakit Ini Menyerang Mereka yang Masih Terbilang Belia

P1040760

Di Indonesia sendiri, penyakit dikatakan langka apabila dialami kurang dari 2000 orang yang juga bersifat sangat kronis dan bisa mengancam kehidupan penderitanya. Dan faktanya ada sekitar 75 persen penderita penyakit langka adalah anak-anak. Dimana 30 persen diantaranya kerap meninggal sebelum berusia 5 tahun. Bunda juga perlu tahu jika 80 persen penyakit langka disebabkan oleh kelainan genetik, dan faktor lingkungan seperti sinar radiasi.

Sulitnya lagi, dari hampir 8000 jenis penyakit langka ini, gejala dan tanda-tanda yang ditunjukkan sering tak sama dan berbeda satu dengan yang lainnya. Akan tetapi Dr. Damayanti, menyampaikan bahwa setidaknya ada 3 gejala utama yang bisa Bunda perhatikan, mulai dari penerimaan ASI, kemunduran perilaku, dan sakit yang tidak kunjung sembuh.

“Saat anak lahir normal, lalu beberapa hari setelahnya tidak bisa minum ASI, itu salah satu gejala yang banyak terjadi. Yang kedua, terjadi kemunduran dari yang bisa duduk atau jalan lalu tidak bisa. Lalu, sakit yang diobati tapi tidak sembuh-sembuh. Ini patut curiga,” begitu sang dokter menjelaskan. Hal lain yang bisa Bunda perhatikan adalah bentuk wajah seperti kepala membesar. Walau pada kenyataannya penyakit langka ini sulit didiagnosis karena harus melalui banyak tes.

Menggandeng Brand Ambassador dan Beberapa Pihak Terkait, Semoga Akan Banyak Orang yang Lebih Peka Akan Penyakit yang Sebenarnya Ada

P1040757

Bersamaan dengan peringatan yang diadakan kemarin, untuk pertama kalinya Yayasan MPS juga memperkenalkan Brand Ambassador Penyakit Langka untuk Indonesia, yakni Joanna Alexandra dan Raditya Oloan yang juga jadi orangtua dari Ziona Eden Alexandra, salah satu anak berpenyakit langka.

Tak hanya itu saja, sejumlah instansi pemerintah terkait, mulai dari BPOM, Kementerian Kesehatan, dan Direktorat Bea Cukai Kementerian Keuangan dengan beberapa perusahaan yang memproduksi obat-obatan bersama-sama menyepakati alur akses, emergensi untuk obat, dan makanan bagi pasien penderita penyakit langka.

P1040747

“Di luar negeri penanganan penyakit langka cukup bagus karena mereka disupport oleh pemerintah. Semoga di Indonesia juga bisa seperti itu,” tegas dr Damayanti. Sebab sama seperti penderita penyakit lainnya, anak-anak yang berpenyakit langka juga memiliki hak yang sama guna mendapat bantuan pengobatan untuk disembuhkan.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: 5 Cara Mudah Atasi Masalah Perut Bayi Kembung - BumBumCak.my

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Cara Jitu Manajemen ASI Eksklusif untuk Ibu Bekerja


Setelah masa cuti selama tiga bulan terlewati, mau tak mau Bunda harus kembali bekerja. Semua hal yang dahulu jadi kegiatan sehari-hari, kini akan kembali berjalan seperti biasa. Namun kali ini tantangannya mungkin agak sedikit berbeda, karena ada si buah hati yang masih membutuhkan ASI dari bunda untuk asupannya.

Terlebih bagi Bunda yang baru memiliki anak pertama, tentu ini akan jadi hal yang mendebarkan. Karena mengingat ini pengalaman pertama memberikan ASI. Momen ini akan jadi membuat Bunda didera bermacam-macam perasaan. Mulai dari takut, bingung, khawatir stok ASI tak akan cukup, hingga pada kualitas ASI yang tentu berpengaruh tumbuh kembangnya.

Tapi tentunya beragam kekhawatiran itu tak akan menghentikan Bunda memberikan ASI. Curahan kasih sayang lewat ASI yang terbagi selama ini masih membalut romansa Bunda dan si kecil. Pengalaman memberikan asupan terbaik lewat ASI pasti ingin bunda lakukan hingga waktu paling optimal. Nah, supaya pengalaman memberi ASI ini bisa tetap berlangsung ketika bunda melanjutkan aktivitas bekerja, berikut beberapa hal yang perlu dicermati.

BreastFeeding_1_054_EBP_rgb

Langkah Awal Tenangkan Diri, Karena Relaksnya Perasaan Akan Mempengaruhi Produksi ASI

Ketika melakukannya pertama kali memang tidak akan mudah. Bunda bisa saja merasa gugup, takut dan bahkan malu. Belum lagi bayang-bayang si kecil akan melintas di kepala yang bisa jadi membuat Bunda merasa sedih dan jadi lebih tertekan.

Padahal kuncinya adalah Ibu Nyaman ASI Lancar. Karena masalah kecemasan seperti ini bisa mempengaruhi produksi ASI yang keluar loh Bun. Kondisi tubuh yang sedang stres atau tak nyaman, bisa berujung pada berhentinya produksi ASI.

Karena itu, hal pertama yang harus Bunda lakukan adalah menenangkan perasaan dan pikiran terlebih dahulu. Tarik napas yang dalam dan resapi kondisi yang sedang bunda jalani. Bayangkan kebahagian si kecil dan sehatnya pertumbuhannya ketika bisa meminum ASI. Intinya, tidak perlu memaksakan diri, lakukan sebagaimana membuat Bunda nyaman.

 

Pelajari Interval Waktu Yang Pas Untuk Melakukan Pumping, Sekaligus Menjaga Stock Untuk Si Kecil

Untuk Bunda menyusui yang tinggal di rumah hanya perlu memerah ASI paling tidak setiap 8 jam sekali. Itu dilakukan jika produksi ASI terus berlimpah sementara konsumsi susu si kecil tidak sebanyak itu. Tujuannya agar payudara lebih nyaman, mencegah mastitis atau peradangan jaringan payudara, sekaligus untuk terus menjaga produksi ASI.

Lain ceritanya untuk Bunda yang bekerja. Menurut pakar laktasi, dr Wiyarni Pambudi, SpA, memerah ASI perlu dilakukan setiap 3 – 4 jam sekali atau sesuai dengan kebiasaan menyusui bayi. Selain untuk alasan mencegah peradangan dan menjaga produksi, percepatan interval ini juga bertujuan untuk menyiapkan stok ASI pada hari kerja berikutnya untuk bayi di rumah.

Cobalah mengkomunikasikan interval ini kepada orang-orang di sekeliling Bunda bekerja. Tujuannya apa? Agar kegiatan pumping ASI ini bisa berjalan mulus di sela-sela aktivitas bekerja. Jadwal meeting yang diatur rekan kantor misalnya, akan disesuaikan dengan interval ini. Beberapa deadline juga akan diatur menghindari interval ini.

 

Jika Memang Tempat Kerja Tak Punya Ruang Khusus Untuk Pumping, Bunda Bisa Mencari Ruangan Yang Benar-Benar Nyaman

Dari sekian banyaknya perusahaan di negara kita, rasanya masih sedikit kantor yang memang benar-benar peduli pada ibu menyusui. Ini terlihat dari kecilnya angka kantor-kantor yang menyediakan ruang khusus untuk pegawainya yang juga seorang ibu menyusui.

Tapi Bunda tak boleh putus asa, setidaknya pasti ada beberapa ruang yang bisa dimanfaatkan dengan baik. Bunda bisa memilih untuk menggunakan ruang istirahat yang diperuntukkan bagi perempuan, atau ruangan di mushola yang khusus diperuntukkan untuk perempuan bila ingin merasa lebih nyaman. Perhatikan pula kondisi sekitar, pastikan bersih dan tidak akan mengundang bakteri pada ASI yang akan disimpan.

 

Gunakan Metode Sight, Smell, Touch, Taste, Hearing dan Mind Untuk Membantu Proses Pumping Yang Nyaman

Bunda mungkin akan bingung jika harus memerah ASI tanpa stimulus apa-apa. Terlebih jika melakukannya bukan di ruangan yang desain interiornya dan suasananya khusus diperuntukan bagi ibu menyusui

Solusi mudahnya bunda bisa menggunakan metode Sight, Smell, Touch, Taste, Hearing dan Mind. Seperti apa itu? Strategi sight adalah melihat foto bayi yang disimpan di dalam handphone atau yang dicetak. Strategi smell dengan cara mencium aroma-aroma khas bayi seperti bedak bayi. Strategi touch adalah meraba payudara seolah-olah bayi sedang menyusui, strategi taste dengan cara merasakan kenyamanan ruangan, strategi hearing adalah dengan memutar suara-suara ocehan bayi dan strategi mind adalah membayangkan bayinya sendiri.

Dengan menerapkan metode ini Bunda akan dengan cepat menyesuaikan diri dengan proses pumping. Efeknya bunda akan lebih nyaman dan proses pumping bisa berjalan dengan lebih lancar.

asi menyusui

 

Peralatan Pumping Bak Amunisi Saat Perang, Jangan Sampai Ketinggalan Bun!

Banyak dari Bunda yang kebingungan mencari tahu teknik yang tepat untuk memompa ASI. Untungnya saat ini sudah ada alat yang didesain untuk memerah ASI sekaligus membuat Bunda tetap merasa nyaman. Misalnya Bunda bisa melirik produk dari Philips Avent untuk urusan yang pompa ASI ini. Asiknya Bunda bisa memilih produk Philips Avent yang manual atau yang sudah dilengkapi dengan fasilitas elektrik.

Contohnya tipe Comfort Manual Breast Pump SCF330/20. Tipe satu ini punya bantal pijat lembut dengan rasa hangat untuk menciptakan rangsangan yang lembut. Breastpump nyaman yang satu ini juga sudah termasuk botol (125ml) dan dot untuk memudahkan penyimpanan sekaligus proses menyusui.

Sementara untuk Bunda yang produksi ASI-nya banyak sementara waktu pumping lebih sedikit, bisa mencoba tipe Comfort Double Electric Pump SCF334/02. Tipe electric ini punya pompa ganda sehingga bisa memproduksi ASI dalam waktu lebih singkat. Meski begitu kenyamanan Bunda tetap terjaga karena metode pemerasannya dapat diatur dalam tiga tingkatan. Nah, Bunda bisa memilih dan menyesuaikan kebutuhan Bunda dengan beragam produk Philips Avent Indonesia secara lengkap di sini.

 

Setelah Diperah, Penyimpanan Dan Penyajian ASI juga perlu diperhatikan Ya Bunda

Tentunya yang tak kalah penting adalah proses penyimpanannya ya Bunda. Karena Produksi ASI yang baik tentunya akan menjadi sia-sia jika kita tak memahami cara penyimpanan yang tepat.

Perlu diperhatikan, pada suhu ruang sekitar 23 -25 derajat Celcius, ASI hanya bisa awet selama 4- 6 jam saja. Pada suhu 15 derajat Celcius, ASI dapat bertahan sampai 24 jam. Pada suhu kulkas sekitar 4 derajat Celcius, ASI akan bertahan sampai 3 – 8 hari.

Setelah diperah, ASI sebaiknya disimpan dalam wadah botol kaca, stainless atau plastik. Ingat ya Bunda seluruh wadah penyimpanan itu harus terbuat dari bahan khusus foodgrade. Agar tak ragu Bunda bisa juga memilih produk dari Philips Avent yang sudah menjamin kualitasnya.

Untuk pengalaman natural si kecil Bunda bisa saja memilihkan tipe botol Natural Feeding Bottle SCF690/27 dari Philips Avent. Karena produk satu ini sudah dilengkapi dot yang lembut, anti kolik yang tentunya nyaman untuk si buah hati. Bunda juga bisa memilih produk peralatan ibu bayi lainnya dari Philips Avent di sini.

 

Dan Bila Sedang Berada Bersamanya, Utamakan Untuk Menyusui Si Kecil Secara Langsung Ya Bun!

Hal penting lain yang memang perlu untuk Bunda lakukan adalah menyusui anak secara langsung saat sedang bersama. Baik itu pada malam hari atau ketika sedang berada di rumah saat akhir pekan. Bunda juga bisa dengan leluasa menyusui si kecil hingga dia merasa kenyang, sesaat sebelum berangkat kerja.

Bunda tak perlu merasa takut kalau aktivitas ini akan menganggu kinerja kita di kantor. Selama dilakukan dengan porsi dan manajemen waktu yang tepat, tentu tak akan menjadi masalah. Kita hanya perlu mempersiapkan diri dengan hal-hal lain yang mungkin terjadi. Yuk Bunda kita persiapkan untuk ASI si buah hati!

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: 5 Cara Mudah Atasi Masalah Perut Bayi Kembung - BumBumCak.my

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top