Parenting

Bunda, Ingin Agar Si Kecil Cepat Berbicara? Lakukan 6 Tips Di Bawah Ini!

terlambatbicara

Jika kita perhatikan, setiap anak memiliki perkembangan yang tidak sama, termasuk juga waktu baginya untuk bisa berbicara. Pada umumnya, anak akan mulai belajar berbicara saat usianya memasuki 3 tahun awal. Namun begitu, saat usia anak antara 12 – 18 bulan, seharusnya dia sudah bisa mengucapkan antara 1 – 5 kata dengan jelas.

Misalnya saja kata ayah/bapak/papah, ibu/mamah, maem, bola, dan lain sebagainya. kata-kata tersebut termasuk mudah untuk diucapkan sehingga pada umumnya mereka sudah bisa mengucapkannya saat berusia antara 12 – 18 bulan. Selain itu, ada juga kata-kata yang kurang jelas tapi dia bisa mengucapkan sebagian. Misalnya num (minum), icak (cicak), dan lain sebagainya. dan sebagai orang tua, anda harus bisa memahaminya.

Tips menjadikan anak cepat berbicara

Ada beberapa hal yang perlu anda lakukan untuk mempercepat anak berbicara, yaitu:

  1. Sering-seringlah mengajak berbicara

Salah satu cara yang bisa anda lakukan agar anak cepat berbicara adalah dengan sering-sering mengajaknya untuk berbicara. Memang kelihatannya dia belumlah mengerti apa yang anda katakan. Namun saat dia sudah mampu berbicara, kata-kata tersebut akan diekspresikannya. Untuk itu, ajaklah anak berbicara sesering mungkin agar dia memiliki perbendaharaan kata yang banyak.

  1. Buat suasana bicara yang menyenangkan

Buatlah suasana yang semenarik mungkin saat anda mengajaknya untuk berbicara. Ada banyak cara yang bisa anda lakukan untuk membuat suasana pembicaraan menjadi menyenangkan, salah satunya adalah dengan mempraktekan secara langsung apa yang anda bicarakan kepada anak. misalnya saja saat anda berbicara tentang hujan. Maka usahakan pembicaraan itu terjadi pada saat sedang turun hujan. Tidak ada salahnya juga anda memperbolehkan si kecil untuk mengenadahkan tangannya di bawah air hujan. Ini bertujuan agar si kecil tahu apa itu hujan dan apa itu basah.

  1. Hati-hati dalam memilih kata-kata

Perlu anda tahu bahwa anak-anak memiliki daya tangkap yang tajam. Dia akan menangkap apapun yang anda lakukan, termasuk juga ucapan-ucapan anda. bisa dibayangkan jika yang anda ucapkan adalah kata-kata buruk, maka dia pun akan mengucapkan kata-kata tersebut saat sudah bisa berbicara nanti. Untuk itu, berhati-hatilah saat melakukan segala sesuatu di depan anak.

  1. Berbicara mulai dari ketertarikan anak

Memang ada banyak sekali hal yang bisa anda bicarakan bersama si kecil. Namun akan lebih efektif jika pembicaraan tersebut dimulai dari hal-hal yang membuatnya menarik. misalnya saja saat anak anda sedang memperhatikan langit yang biru. Maka manfaatkanlah waktu tersebut untuk berbicara tentang langit. Dan yang harus anda ingat adalah saat anda sedang berbicara, buat anak untuk fokus terhadap anda atau terhadap sesuatu yang sedang anda bicarakan.

  1. Memberikan makanan padat

Ini merupakan langkah dalam hal pemenuhan kebutuhan nutrisi. Makanan yang padat akan melatih otot-otot bicaranya. Yang harus diingat adalah sesuaikan makanan padat itu dengan usia anak saat itu. jangan sekali-kali memberikan makanan yang teksturnya terlalu keras untuk usianya.

  1. Lakukan dengan sabar

Semua proses di atas harus anda lakukan dengan penuh kesabaran karena hal ini akan sangat membantu anda untuk menemukan berbagai cara yang tepat untuk membuat si kecil cepat berbicara.

Di atas merupakan tips yang bisa anda lakukan untuk membuat anak cepat berbicara. Lakukan tips di atas sesering mungkin sehingga anda akan mendapatkan hasil yang memuaskan. Dan yang juga tidak boleh anda lupakan adalah lakukanlah dengan penuh kesabaran dan kasih sayang. Karena hal itu akan sangat membantu si kecil untuk mempercepat proses bicaranya.

Itulah pembahasan mengenai tips agar si kecil cepat berbicara. Semoga pembahasan tersebut bermanfaat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bunda yang Sedang Hamil, Ketika Tidur Usahakan Miring Ke Kiri Ya

pexels-photo-1464822

Selama kehamilan Bunda mungkin dilanda kecemasan karena khawatir terjadi sesuatu pada bayi dalam kandungan karena kesalahan perilaku. Karena itu kemudian Bunda berlaku sangat berhati-hati dalam melakukan segala sesuatu.

Setelah si kecil lahir, bukan berarti perasaan langsung lega begitu saja. Bunda lagi-lagi merasa cemas melakukan kekeliruan dalam merawat si kecil. Semua hal itu wajar dan tak perlu panik ya Bunda.

Sebab semua orang tua pasti ingin yang terbaik bagi anaknya. Namun kebanyakan dari kita tidak punya pengetahuan yang cukup untuk menangani bayi yang baru lahir. Karena itu Bunda dilanda kecemasan soal hal ini.

Nah mari coba menenangkan diri ya Bunda, setidaknya ada beberapa hal yang menjadi dasar penting yang wajib bunda kuasai dalam hal merawat bayi yang baru lahir. Dengan melakukannya sesuai petunjuk, si kecil akan baik-baik saja dan Bunda akan membantunya dalam perkembangannya di kemudian hari kelak.

Selama Tali Pusat Belum Puput, Harus Dirawat Ya Bunda

newborn-1399193_640

Tali pusat jadi bagian penting dari bayi ketika dalam kandungan karena organ ini menjadi sumber makanan dan mengalirkan oksigen dari Bunda. Setelah bayi lahir, tali pusat yang tadinya jadi penghubung oksigen dari bunda pada bayi akan dipotong sekitar 2 sampai 3 cm. Sisa tali pusat nantinya akan puput dengan sendirinya.

Meski akan puput secara alami, ada hal penting yang harus Bunda perhatikan ketika menanganinya. Gusti Ayu Puspita Devi S.Keb, seorang Bidan yang sudah mengedukasi lebih dari 1.000 bayi menuturkan bahwa selama tali pusat belum puput, bunda disarankan untuk tetap memastikan tali pusat tetap bersih dan kering. Sebisa mungkin mandikan bayi dengan washlap atau spons. Hindari pula memandikan bayi ke dalam bak mandi yang airnya penuh, agar tali pusat tidak terendam air.

Sebab hal ini akan mengakibatkan tali pusat basah dan lembap, yang tidak baik untuk kesehatan si Bayi. Hindari pula untuk membersihkan tali pusat dengan sabun atau cairan antiseptik lainnya. Seusai mandi, keringkan tali pusat dengan kain bersih dan balut dengan kain kasa yang steril.

Selanjutnya bunda juga perlu memastikan pemasangan popok. Pastikan jika tali pusat tak akan terkena air seni dan tinja untuk menghindari infeksi pada tali pusat. Jangan pula menarik tali pusat dengan paksa, karena ini bisa menyebabkan pendarahan pada pusat. Biarkan ia kering dan puput dengan sendirinya, dengan memastikan tali pusat tetap bersih dan tidak basah.

Bayi Boleh Dipijat Dari Usia 0, Tapi…

Mother massaging her child's foot, shallow focus

Faktanya pemijatan pada bayi dapat dilakukan sejak bayi baru lahir, dari usia 0 hingga 3 tahun. Namun alangkah lebih baik, jika dilakukan pada masa 6 atau 7 bulan kehidupannya. Dengan catatan, si kecil sedang dalam kondisi baik dan stabil dari segi medis.

Bunda bisa memberikan sentuhan-sentuhan lembut untuk memijatnya. Bunda juga boleh melakukannya dengan penyertaan komunikasi secara verbal kepada dirinya sebagai bentuk cinta kasih. Hal ini akan jadi salah satu cara untuk meningkatkan bonding antara bunda dan bayi.

Stimulasi ini akan jadi pengaruh baik yang akan mendukung tumbuh kembang si kecil. Mulai dari meningkatkan sistem imunitas tubuh, membantu bayi belajar rileksasi, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur miliknya.

Bayi Boleh Dimandikan, Tapi Jangan Terlalu Sering

279228-P5UI7Z-794

Tak ada patokan pasti, sebaiknya berapa kali bayi dimandikan dalam sehari. Ada yang 2 kali sehari, dan ada pula yang 1 kali sehari. Atau pagi hari dimandikan, sorenya cukup diseka saja.

Namun yang utama beberapa ahli pun menganjurkan untuk memandikan bayi 2 hingga 3 kali per minggu. Dan frekuensinya bisa ditingkatkan, seiring bertambahnya usia.

Caranya? Setidaknya ada 3 cara yang biasa digunakan oleh beberapa perawat, untuk memandikan bayi yang baru saja lahir. Pertama dengan memakai washlap dan diusapkan ke Bayi. Kedua memandikan bayi dengan dicelupkan ke bak mandi. Sedangkan ketiga memandikan bayi dengan dibedong menggunakan selimut. Bunda boleh memilih. Kira-kira cara mana yang paling sesuai untuk bunda lakukan pada si kecil sesuai dengan kebutuhan.

Meski tata cara memandikannya berbeda, hal lain yang perlu dilakukan dalam proses memandikan hampir serupa untuk ketiga tekniknya. Diawali dengan membersihkan area mata dari dalam keluar, mulut, dan membersihkan wajah bayi hingga ke kepala sampai ujung kakinya. Selanjutnya, bunda boleh mengeringkan bayi dengan menggunakan handuk berbahan lembut.

Hal Lain yang Juga Perlu Bunda Perhatikan Adalah Tata Cara Mengganti Popok yang Sesuai Anjuran

pexels-photo-1556706

Sekilas kegiatan ini mungkin terlihat sepele, karena dalam bayangan bunda mungkin mengganti popok hanyalah membuka dan memasang pakaian bawah pada tubunya si kecil saja. Tapi, untuk mengganti popok pada bayi baru lahir beda loh bun.

Karena setidaknya ada beberapa hal yang bunda perlu siapkan, mulai dari matras pelapis, popok yang bersih, wadah berisi air hangat, kapas untuk membersihkan bokong bayi dan baby cream.

Mulailah dengan meletakkan si kecil di atas matras dengan memastikan posisinya aman. Lepaskan popok yang ia kenakan, lalu bersihkan bagian pinggang kebawah menggunakan kapas yang dibasahi dengan air hangat dari depan ke belakang. Keringkan bagian lipatan bokongnya dengan handuk bersih dan oleskan baby cream.

Selanjutnya, pasang popok yang bersih dengan posisi menutupi bokong dan tubuh bagian depan dengan baik, lalu ikat tali popok dengan tidak terlalu longgar tapi juga tidak terlalu kencang.

Jika Masih Dirasa Kurang, Bunda Juga Boleh Belajar Tentang Cara Perawatan Bayi yang Baru Lahir Lainnya dari Para Ahli di Bidangnya

pexels-photo-789786

Menjadi orangtua baru atau kembali merawat bayi yang baru lahir, memang bukanlah sebuah tugas mudah. Tapi bukan berarti juga, bunda tak bisa melakoninya. Beruntungnya, kini kita ada pada masa yang bisa dengan mudah mempelajari banyak hal hanya dengan telepon genggam saja. Termasuk tata cara perawatan si kecil yang baru saja lahir.

Menariknya, untuk urusan hal terbaik dan perawatan bayi baru lahir, bunda bisa menengok beberapa video yang disajikan oleh JOHNSON’S® . Menjadi, standar dunia dalam perawatan kulit bayi selama lebih dari 125 tahun ini, kali ini JOHNSON’S® menghadirkan 125 video edukasi yang mencakup hal-hal yang “Terbaik Untuk Bayi”, dan salah satunya bagiannya adalah “Perawatan Bayi Baru Lahir” yang bisa bunda lihat disini.

Informasi yang disajikan tersebut bekerja sama dengan beberapa tenaga ahli kesehatan yang ahli di bidangnya masing-masing. Video-video ini ditujukan oleh JOHNSON’S® sebagai bentuk apresiasi kepada para ibu di seluruh Indonesia.

Bagaimana bunda? Yuk, belajar bersama-sama agar lebih paham tata cara perawatan bayi baru lahir yang benar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top