Parenting

Bunda, Belajar Bahasa Asing Memang Penting Untuk Anak. Ketahui Waktu Tepat Untuk Memulainya Agar Tak Salah Langkah

child

Setiap orangtua menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Oleh karena itu anak pun dididik dan diberi keterampilan sebanyak mungkin untuk bekal kehidupannya nanti. Hal itu karena dewasa ini persaingan kian ketat, untuk menyikapi situasi tersebut orangtua pun dituntut untuk dapat memberikan bekal sebanyak-banyaknya. Baik dari segi moral, fisik, intelektual maupun keterampilan.

Dunia Pendidikan Pun Ikut Berkembang. Kini Pelajaran Bahasa Sudah Mulai Diberikan Sejak Anak Masih SD

Menyikapi hal itu, pendidikan pun ikut berkembang. Beberapa pelajaran yang dulunya hanya ada di lavel ssekolah tinggi saat ini sudah mulai diajarkan pada sekolah dasar. Misalnya saja pendidikan bahasa. Pelajaran ini dulunya hanya ada pada sekolah level tinggi saja, seperti SMP ataupun SMA. Tapi kini pelajaran bahasa ini sudah mulai diberikan sejak anak masih SD.

Keterampilan Berbahasa Menjadi Hal Yang Banyak Disyaratkan Lowongan Kerja Masa Kini

Pemberian bahasa sejak dini tidak lepas dari semakin ketatnya kompetisi saat ini. Seperti yang kita lihat bahwa saat ini banyak sekali lowongan-lowongan pekerjaan yang mensyaratkan bagi para pencari kerja untuk memiliki keterampilan bahasa. Hal itu kemudian direspon oleh pendidikan dengan mengajarkan bahasa sejak usia anak masih dini.

Masa Emas Bagi Anak Untuk Belajar Bahasa Asing Antara 6-12 Tahun

Mungkin timbul pertanyaan pada diri kita kapankah sebaiknya anak mulai diajarkan bahasa? Menurut Dr. Bambang K. Purwo yang merupakan ketua Program Studi Linguistik Terapan Bahasa Inggris dari Universitas Katolik Atma Jaya menyatakan bahwa masa emas bagi anak yang paling tepat untuk belajar bahasa asing antara usia 6 – 12 tahun.

Hal itu disebabkan pada anak-anak yang berusia antara 6 – 12 tahun memiliki daya serap bahasa. Kemampuan ini akan berfungsi secara otomatis pada anak-anak usia antara 6 – 12 tersebut. Meskipun begitu bukan berarti orang dewasa tidak bisa mempelajari bahasa. Orang dewasa yang berusia diatas 12 tahun masih bisa mempelajari bahasa tapi tidak secepat seperti anak-anak.

Oleh Karena Itu Jangan Bebani Anak Yang Berusia Dibawah 6 Tahun Untuk Belajar Bahasa Asing Bun!

Dari penjelasan di atas sudah jelas bahwa sebaiknya anak yang berusia dibawah 6 tahun jangan dibebani untuk belajar bahasa asing. hal itu akan menghambat dia untuk mempelajari bahasa utamanya. Hambatan tersebut bisa bermacam-macam bentuknya. Seperti penguasaan kosa kata, struktur bahasa, dan juga bentuk kata. Munculnya hambatan itu disebabkan oleh beban psikologis yang terlalu berat bagi anak. Untuk itulah, biarkan dia belajar dan memahami bahasa pertamanya. Bahasa pertama yang dimaksud  adalah bahasa ibu atau bahasa yang digunakan oleh kedua orangtuanya.

Bahasa Asing Memang Penting

Memang bahasa asing akan berpengaruh pada sendi-sendi kehidupan. Misalnya saja bahasa inggris yang dianggap sebagai bahasa universal sehingga banyak orang tua yang tergesa-gesa ingin anaknya menguasai bahasa inggris lebih banyak lagi. Hal ini tidak salah karena semua itu pastinya akan bermanfaat bagi anak dikemudian hari. Anak tentunya akan mendapatkan banyak keuntungan jika menguasai bahasa inggris dengan baik.

Namun Kesiapan Anak Jangan Sampai Diabaikan

Sebagai orangtua kita juga harus bisa bersikap bijaksana. Jangan sampai niat kita untuk memberi keterampilan tambahan bagi anak justru akan membuat dia merasa terbebani atau tertekan dalam lingkungan pergaulannya. Kita harus bisa memahami kebutuhan anak terhadap bahasa asing. Dengan memahami apa yang menjadi kebutuhan anak maka kita akan dapat memberikan keterampilan itu sesuai dengan apa yang dia inginkan.

Selain itu, kita juga harus bersikap bijaksana dalam hal kesiapan anak. Tentunya sebagai orangtua kita tahu betul kapan anak benar-benar siap untuk mempelajari bahasa asing. Jika anak dirasa sudah siap untuk mempelajari bahasa asing, maka kita pun dapat memberikan keterampilan itu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mainan Anak

Mengapa Bermain Sangat Penting bagi Anak-anak? Dengan Bermain Kemampuan Anak bisa Berkembang Secara Sempurna

meimeikarta

Bermain sangatlah penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Dengan bermain kemampuan-kemampuan motorik dan kognitif anak Anda bisa berkembang secara sempurna. Dengan bermain anak-anak belajar berinteraksi, berlatih dan mengembangkan kemampuan-kemampuan dalam diri mereka.Selain itu, kemampuan-kemampuan dasar lainnya seperti perkembangan emosi dan psikis anak Anda akan semakin terasah dengan seringnya anak Anda bermain.

Jadi berilah waktu pada anak Anda bermain, jangan pernah menyepelekan waktu bermain bersama anak Anda. Dengan bermain dia mempelajari semua hal mengenai dirinya dan dunia luar serta bagaimana mengembangkan kemampuan semua indera-indera yang ada pada diri buah hati Anda. Lalu tipe permainan seperti apakah yang mampu mengembangkan dan meningkatkan kemampuan juga tumbuh kembang anak Anda?

Simaklah uraian berikut ini yang mungkin bisa menjadi inspirasi bagi Anda, para orangtua ketika akan bermain bersama buah hati Anda.

Permainan ditentukan oleh usia

Ketahuilah bahwa permainan yang baik haruslah membantu mengembangkan kemampuan fisik dan psikis anak Anda. Dan ketahui pula bahwa setiap usia memiliki tahapan-tahapan perkembangan yang harus dicapai. Jadi ada baiknya Anda bisa memilih permainan yang bisa membantu si kecil mencapai tahapan-tahapan perkembangan tersebut.

Sebagai contoh, anak yang berusia 20 bulan sedang senang-senangnya melakukan kegiatan panjat memanjat, maka permainan terbaik yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kemampuannya tersebut adalah ajak si kecil untuk berolahraga. Pilihlah olahraga yang mengharuskan dia melakukan kegiatan memanjat.

Carilah permainan yang mengharuskan si kecil berinteraksi dengan orang lain

Anak-anak usia 6 bulan-12 bulan mereka sedang berada dalam tahap berinteraksi dengan Anda dan orang di sekitarnya. Berinteraksi dengan orang disekitarnya sangatlah penting dalam tahap tumbuh kembang buah hati Anda. Pada usia ini anak Anda akan sangat menikmati ketika dia tersenyum, tertawa atau memperhatikan lawan bicaranya.

aka dari itu cobalah mengajak si kecil berbicara dan bermain permainan yang mengharuskan dia berinteraksi dengan Anda dan orang sekitar. Misalnya saja Anda mengajak si kecil bermain peekaboo atau cilukba, menggelitik perutnya untuk membuat si kecil tertawa, mengajak si kecil bercanda dengan mimik muka Anda yang dibuat lucu dan banyak berbicara padanya.

Bermain dengan benda-benda di sekitarnya

Anak yang berusia 4 bulan sampai 10 bulan, mereka sedang mengalami fase merasakan indera-inderanya seperti bagaimana menyentuh, memukul, berkata-kata, menendang, melemparkan benda-benda, mendorong dan lain-lain sebagainya. Jadi berilah ruang bagi si kecil untuk bisa mengembangkan indera-inreda pada dirinya dengan bantuan mainan-mainan yang ada di rumah Anda

Biarkan si kecil bermain dengan teman-temannya yang lain

Membiarkan anak Anda bermain sendiri diluar dengan teman-temannya sangatlah penting dan bermanfaat untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan berinteraksi anak dengan lingkungan sekitar.

Bermain dengan teman-temannya akan Anda tak usah khawatir karena harus meninggalkan si kecil bermain sendiri, karena dengan begitu si kecil bisa mempelajari sendiri bagaimana cara berinteraksi dengan baik pada teman-temannya.

Karena Itu Penting Buat Orang Tua Mencari Hunian Yang Mendukung Kebiasaan Bermain Anak

Karena bermain adalah hal yang penting untuk perkembangan si kecil tentunya orang tua harus menyediakan fasilitas yang mendukung berbagai aktivitas bermain ini. Paling awal adalah dengan memberikan hunian yang nyaman dan memudahkan anak untuk beraktivias bermain.

Salah satunya adalah hunian di Meikarta. Apartemen yang dibangun di Meikarta berada di tengah kota baru di daerah Cikarang yang memiliki fasilitas lengkap dari perkantoran, pendidikan, pusat perbelanjaan, hiburan, pusat kesehatan dan rekreasi.

Faktor kenyamanan bagi penghuni apartemen jadi salah satu faktor penting. Hampir seluruh apartemen di Meikarta memiliki fasilitas yang sangat lengkap seperti lapangan tenis, taman bermain untuk anak, kolam renang, sauna, fitness center dan lainnnya.

Semua fasilitas tersebut dapat kita digunakan secara cuma-cuma oleh penghuni.Meikarta telah membangun Central Park, yakni sebuah taman terbuka hijau seluas 100 hektar. Taman ini memiliki berbagai tanaman, lengkap dengan kebun binatang mini hingga jogging track,  membuat taman tersebut cocok digunakan untuk bersosialisasi, rekreasi dan bersantai, sehingga penghuni bisa menikmati kenyamanan.

Dengan segala fasilitas itu, berapa dana yang harus disiapkan ayah bunda? Harga apartemen di Meikarta Rp 5,8 juta per meter persegi, harga ini bisa naik sewaktu-waktu. Lalu disertai dengan kredit pemilikan rumah atau apartemen selama 20-25 tahun, dengan bunga dimulai dari 8,25 persen. Pembeli juga bisa membayar booking fee hanya Rp 2 juta dan selanjutnya uang muka sebesar 10 persen. Sementara biaya perawatan di Meikarta Rp5.000 per meter persegi.

Nah, tak sulit bukan untuk ayah bunda memperhatikan kepentingan bermain si kecil. Yuk perhatikan kebutuhan main mereka sedari sekarang!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Membuat Si Kecil Merasa Nyaman Saat Bermain Dan Belajar Di Rumah, Jadi Sesuatu Yang Wajib Kita Perhatikan

Punya anak yang sedang aktif-aktifnya bergerak kesana kemari, tentu jadi momen bahagia yang kadang membuat kita kewalahan. Tapi bunda tak perlu khawatir, karena begitulah momen tumbuh kembang pada setiap mereka.

Hal yang menjadi tugas kita sebagai orangtua adalah menemani mereka pada satiap perkembangan dan aktivitasnya. Tentu dengan sesuatu yang menyenangkan dan sesuai dengan keinginannya.

Nah yang jadi pertanyaan, bagaimana menciptakan kegiatan yang menyenangkan untuknya? Bunda bisa contek beberapa hal ini untuk dilakukan di rumah.

 

Untuk Mengasah Kemampuan Imajinasi Miliknya, Berikan Dirinya Kebebasan Untuk Memilih Kegiatan

rsz_stocksnap_q5fjuk9ofh

Jika selama ini kebanyakan orangtua selalu menilai tingkat perkembangan otak seorang anak dari tingkat kecerdasan yang ia punya. Ini adalah salah! Lebih dari itu, sebenarnya ada hal lain yang perlu kita perhatikan. Yakni kemampuan berkonsentrasi untuk menemukan imajinasi. Untuk itu biarkan ia memilih sendiri.

Jika memang pilihan yang ia pilih adalah bermain mewarnai. selanjutnya Bunda bisa memberinya kesempatan untuk memilih sendiri model gambar yang akan ia warnai sendiri. Meski terkesan seperti sedang bermain, nyatanya aktivitas ini telah memintanya untuk berkonsentrasi. Bahkan melibatkan anggota tubuh dan perasaan miliknya.

 

Tak Hanya Mendengarkan Kita Bercerita, Biarkan Ia Bermain Dengan Bercerita

rsz_josh-applegate-149609

Jika bunda merasa bahwa mendongeng tak lagi efektif untuknya, sepertinya bunda sedang keliru. Sampai kapanpun aktivitas storytelling lewat mendongeng tentu jadi hal yang akan membantu tumbuh kembangnya. Maka buatlah sesuatu yang baru, dengan bertukar peran dengannya.

Jika biasanya bunda jadi si pencerita, sekarang giliran si kecil yang akan bercerita lewaat sebuat permainan. Dengan begitu ia akan terlatih untuk berkata-kata. Dan ini jadi kegiatan yang akan berbeda dari sekedar mendengar atau membaca saja. Karena ketika ia sedang bercerita ada stimulasi otak untuk yang berbeda dengan aktivitas lainnya. Sehingga kemampuannya dalam mengingat sesuatu pelan-pelan akan terasah.

 

Kemudian Manfaatkan Segala Sesuatu Yang Bisa Membuatnya Bermain Lebih Leluasa

rsz_markus-spiske-135763

Ruang keluarga dan kamar miliknya jadi tempat yang baik untuk si kecil bisa berkreasi sesukanya. Bunda bisa memilah beberapa perabotan yang ada untuk mendukung suasana bermain yang semakin mendukung kegiatannya. Mulai dari kursi, bantal, hingga benda lain yang memungkinkan membantu proses bermainnya.

Tak selalu harus mewah, yang penting suasanya bisa membantu untuk berkreasi sesukanya. Setelah itu, ajar pula ia untuk terbiasa membereskan semua alat bermain yang baru saja ia pakai. Jangan sampai semua benda-benda itu ditinggalkan begitu saja. Karena meski usianya masih kecil, membiasakan ia berberes mainan itu perlu. Ini akan menjadikannya tumbuh sebagai anak yang disiplin, termaksud dalam hal bermain.

Pastikan Pula Area Bermainnya Bersih Dan Tak Berbahaya

rsz_stocksnap_pbhff6rjph

Nah untuk yang satu ini, jangan sampai luput dari perhatian ya bun. Kita harus memastikan bahwa ia berada pada tempat yang aman. Karena tempat bermainnya berada di dalam rumah. Bukan tak mungkin ia lepas dari pengawasan yang kita punya. Apalagi di usia yang terbilang masih sangat kecil, tentu ia tak tahu jika hal-hal di sekitarnya bisa membahayakan keselamatannya.

Untuk itu, hindari menempatkan dirinya di sekitar tempat yang terdapat stop kontak, terminal listrik, kabel rol, atau disekitar lemari yang tentu berbahaya. Karena kemampuannya yang sedang ingin tahu banyak hal, sering mendorongnya melakukan sesuatu yang tak seharusnya. Tentu bunda tak ingin kan, jika tiba-tiba si kecil memasukkan jari miliknya kedalam terminal listrik yang ada di dekatnya.

 

Serta Lindungi Ia Dari Gigitan Nyamuk Selama Bermain

Hal yang tak kalah penting untuk di perhatikan adalah melindungi ia dari gangguan serangga, khususnya nyamuk. Karena kulit si kecil yang masih tergolong lembut, sering jadi mangsa sedap untuk si nyamuk. Jangan sampai aktivitasnya bermain terganggu hanya karena adanya nyamuk yang berkeliaran di sekelilingnya.

Untuk mengatasi hal itu bunda bisa pilih kipas angin Ony series yang terbaru dari cosmos. Loh kipas angin apa hubungannya dengan nyamuk?

kipas angin

Nah, kipas angin yang diperkenalkan pada Selasa, 19 September 2017 kemarin di Hotel Ciputra Grogol, bersamaan dengan acara Gathering Cosmos dalam rangka ulang tahun yang ke 41 Tahun ini memang berbeda.

Utet Siregar Selaku General Marketing marketing Cosmos mengatakan bahwa selama ini kita melindungi keluarga dari nyamuk dengan cara yang sedikit keliru. Karena menyemprotkan anti nyamuk hanya akan menghilangkan nyamuk sementara, dan jika efek obat hilang nyamuk lain akan kembali.

“Jika selama ini kita mungkin percaya bahwa menyemprot obat nyaman, itu berarti kita telah mengusir nyamuk. Padahal itu hanya akan mengusirnya sementara saja, kalau bau dari obat yang kita semprot maka nyamuk akan kembali datang” Terang Utet.

Untuk itu, PT.Star Cosmos kembali melahirkan produk barunya yakni kipas angin seri ony. Uniknya kipas angin ini dilengkapi dengan tempat obat nyamuk. Jadi kita tinggal memilih obat nyamuk brand apa pun dan tinggal memasukannya ke dalam tempat yang disediakan di kipas angin tersebut.

Tentunya ini akan membantu si kecil, untuk tetap merasa nyaman saat bermain atau belajar di dalam rumah. Dan sebagai orangtua kita juga tak lagi khawatir jika ia akan di gigit nyamuk selama bermain. Karena ada kipas angin dari cosmos yang siap menemani ia bermain sepanjang hari.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Sebab Setiap Anak Istimewa, Jangan Paksa Mereka Menjadi Seperti Yang Anda Mau. Kenali Karakter Anak Untuk Lebih Bisa Memahaminya

memilikianak

Tidak ada anak yang sama. Tiap anak hadir dengan karakternya masing-masing. Sekalipun anak kembar, mereka tetap tak sama. Karena perbedaan itu, orangtua pun tak bisa menggunakan cara yang sama untuk menangani buah hatinya.

Setiap karakter tentu membutuhkan cara tersendiri untuk menghadapi. Agar bisa ditangani dengan tepat, orangtua harus lebih dulu mengetahui bagaimana karakter anak tersebut. Dengan demikian salah penangananan yang bisa berakibat buruk pada anak pun tak akan terjadi.

Jangan Memaksa Anak Dengan Karakter Dominan Penakut Dan Pemalu Untuk Aktif Di Depan Orang Banyak

Jika anda merasa karakter anak anda dominan penakut dan juga pemalu, jangan paksakan mereka aktif di depan orang banyak. Karena dengan memaksakan hal tersebut bisa membuat mereka mengalami trauma. Memang tidak mudah baginya untuk bisa langsung bergabung dalam suatu aktivitas dengan mudah.

Hal yang mungkin dilakukan adalah dengan membawa anak anda ketempat yang sama secara berulang, mengenali mereka dengan lingkungan sekitar, menceritakan bahwa tempat tersebut menyenangkan sehingga bisa membuat si anak menjadi nyaman bersosialisasi di tempat tersebut. Jika anak sudah bisa berbaur maka anda bisa pelan-pelan melepaskan anak anda.

Menangani Anak Yang Aktif, Cerewet, Dan Rewel Memang Butuh Tenaga Ekstra Bun!

Berbeda dengan anak yang penakut dan pemalu, menghadapi anak yang aktif akan membuat anda harus menyiapkan tenaga ekstra. Selain tenaga fisik juga harus memiliki kesabaran yang ekstra untuk bisa menghadapi karakter anak yang aktif. Menurut Alice Sterling Honig, Ph.D, penulis secure relationships; nurturing infant-Toddler Attachment in early care settings, anak-anak yang suka rewel, moody, atau gampang ngambek memiliki perasaan yang lebih peka dibandingkan karakter yang lain.

Untuk bisa menghadapi anak yang mempunyai karakter seperti itu cobalah lebih fleksibel terhadapnya. Jika dia sedang asik bermain jangan menghentikan kegiatannya untuk tidur siang. Bukan mengikuti kehendak anda, justru bisa memberikan respon tantrum kepada ada. Berikan pula ruang gerak yang lebih leluasa untuknya bisa berekspresi. Ketika anda ingin dia mengikuti keinginan anda, ada baiknya anda memberikan alasan yang tepat. Jika sudah sesuai berikan apresiasi kepadanya hingga dia merasa senang.

Berbeda Dengan Anak Yang Aktif, Memiliki Buah Hati Yang Manis Dan Penurut Membuat Anda Tidak Perlu Mengeluarkan Banyak Tenaga

Mungkin ini adalah idaman semua orang tua ketika memiliki anak yang manis dan penurut. Karena anda bisa lebih santai melewatkan waktu bersamanya. Karena dia tidak terlalu meminta perhatian, tetapi anda harus lebih peka dengan memberikan dia perhatian yang lebih untuknya, agar dia merasa anda menyayanginya. Karena meskipun anak anda manis dan penurut, hatinya juga tidak kalah peka, yang membedakan adalah dia tidak akan mengatakan apa yang dia rasakan. Jadi anda bertugas untuk melatih dia mengungkapkan apa yang sedang dia rasakan baik itu sedih atau bahagia.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Jadi Ibu Rumah Tangga Atau Ibu Yang Bekerja Itu Sama-sama Baik. Toh Pada Dasarnya Setiap Ibu Tetap Bekerja

Setelah menikah dan menjadi ibu untuk anak pertama, rasanya pilihan membingungkan pun langsung terpampang didepan mata. Cerita yang hingga kini belum mememukan titik temu pun seperti kembali diputar ulang, pertentangan antara ibu rumah tangga dan ibu yang bekerja. Seakan tak ingin jadi pihak yang tersudutkan, masing-masing pihak tentu ingin jadi versi terbaik.

Perempuan cantik dan berpendidikan tinggi namun memilih untuk tinggal di rumah demi mengurus rumah tangga tentu bukanlah suatu kesalahan. Dia yang berkarir cemerlang dan meneruskan mimpinya untuk tetap bekerja juga tak salah. Lalu kenapa masih terus saja diperdebatkan?

Bukan Tanpa Alasan Pilihan Tersebut Sudah Tentu Sudah Dipertimbangkan

Jika bagi sebagian perempuan memilih menjadi ibu rumah tangga adalah sesuatu yang patut disesalkan, maka mereka sudah salah besar. Satu hal yang juga kita perlu ingat sebagai ibu yang memilih untuk dirumah kita tak berhak untuk berpikir bahwa perempuan yang memilih berkarir adalah seseorang yang egois.

Sama halnya ketika kita memilih menikah dengan mereka yang sebaliknya tak ingin menikah. Kedua hal tersebut sudah jadi keputusan pribadi yang tentu sudah melewati beberapa peertimbangan. Lalu masa iya, kita yang tak sepaham datang kemudian menyalahkan?

Lalu apa  kabarnya dengan kita yang juga tentu tak ingin ada orang yang memojokkan. Untuk bisa menemukan sisi terang yang akan sedikit membantu. Cobalah lihat kedua pilihan ini dengan menempatkan diri sebagai orang yang melakoninya. Hal ini akan sedikit membantu daripada bertahan pada anggapan bahwa kamu yang paling benar.

Karena Perdebatan Tersebut Nyatanya Hanya Akan Menghasilkan Dilema Bagi Kita Yang Ingin Menentukan Pilihan

Sama halnya pilihan-pilihan lain yang ada dalam hidup, pertentangan antara ibu rumah tangga dan ibu bekerja juga banyak diperbincangkan. Tapi berita baiknya sudah banyak orang yang jadi penengah untuk perdebatan ini. Mulai dari artikel-artikel yang menjelaskan sisi baik dan buruknya pilihan tersebut. Hingga tanggapan menarik dari mereka yang memang sudah ahli.

Namun untuk yang kesekian kalinya, sebagai perempuan yang baru menjadi ibu. Hal ini justru jadi pertimbangan yang susah untuk diputuskan. Disatu sisi  ada mimpi yang ingin tetap kita jalankan, tapi disisi lain kita pun tak ingin si kecil kurang perhatian. Bukan menemukan titik terang hal ini justru membuat hati semakin tak karuan.

Jika Perkembangan Anak Dijadikan Patokan, Bukankah Setiap Anak Itu Berbeda. Begitu Pula Dengan Ibunya

Memang akan jauh lebih baik jika seorang anak bisa tumbuh dan berkembang dalam pengasuhan ibu setiap saat. Tapi bukan berarti anak yang ibunya bekerja akan memiliki perkembangan yang buruk. Tak selalu begitu, karena setiap anak memiliki tingkat dan cara perkembangan yang berbeda. Bisa jadi naluri dari si kecil yang ibunya bekerja membuatnya lebih pandai memahami situasi, dalam artian ia tak menuntut ibunya harus berada di sampingnya selalu. Semuanya kembali kepada kita lagi sebagai ibu dan orangtua.

Karena pada dasarnya seorang ibu tentu selalu ingin mempersembahkan yang terbaik untuk anaknya. Asal bisa membagi waktu dengan baik, kenapa tidak? Toh hasil dari yang dikerjakan juga bermanfaat untuk si kecil.

Tak Ada Yang Lebih Baik Dan Lebih Buruk, Karena Setiap Ibu Pada Dasarnya Tetaplah Bekerja

Pilihan yang telah kita perbuat akan jadi sesuatu yang terbaik untuk kita, asal dijalani dengan tulus dan sepenuh hati. Tak usah dengar kata orang di luar, hal itu hanya akan membuat kita bimbang.

Jika kedua pilihan ini masih saja di perdebatkan, mungkin orang-orang itu lupa bahwa pada kenyataannya setiap ibu itu bekerja. Dia yang memilih bekerja akan menghabiskan hari dikantor dengan bekerja. Sebaliknya seorang ibu rumah tangga juga akan mendedikasikan waktunya untuk segala pekerjaan rumah. Meski penempatan pekerjaan yang dilakukan berbeda, kita tetaplah jadi ibu rumah tangga yang sama-sama bekerja.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top