Parenting

Bun, Siapkan Mental Kuat Saat Memiliki Bayi Kembar dan Menghadapi Segala Dinamikanya

pexels-photo-225017

Beberapa orang mungkin ingin punya anak kembar. Bahkan anak kembar seringkali membuat para orangtua baru bertanya-tanya dan bingung. Dari mana munculnya anak kembar? Apa harus memiliki keturunan kembar baru bisa punya anak kembar? Atau apa harus melompati satu generasi baru akan punya anak kembar?

Nah bun, kali ini Tim Sayangianak akan berbagi hal-hal yang berhubungan dengan anak kembar. Baca sampai selesai ya.

Selalu Ada Peluang untuk Mendapatkan Bayi Kembar

Kendati faktor genetik memiliki peran cukup penting dalam menentukan seberapa besar peluang pasangan bisa memiliki anak kembar, untuk Bunda yang mendambakan anak kembar, tak usah berkecil hati. Nyatanya, ada peluang yang bisa Bunda lakukan dan usahakan bersama ayah demi mendapatkan keturunan berupa sepasang anak kembar. Berikut ulasannya.

Eits, Tapi Mengasuh Anak Kembar Tak Semudah Kelihatannya

Ya, Bun. Mengasuh anak kembar butuh energi ekstra. Jika satu anak saja sudah menguras tenaga, memiliki anak kembar tentu ada tantangannya tersendiri. Mulai dari keduanya ada di dalam perut, sudahkah Bunda terpikir bagaimana cara yang tepat memberikan asupan nutrisi supaya tumbuh kembang keduanya terjaga? Nutrisi untuk bayi kembar harus diawasi dengan ketat semenjak si kembar masih dalam kandungan ya Bun. Simak tips-tips ini.

Di lain sisi, salah satu yang penting dan tak bisa diabaikan oleh Bunda adalah momen menyusui. Seperti apa kira-kira menyusui si kembar dalam waktu bersamaan? Cek disini ya Bun.

Dan Jangan Lupa, Ajarkan Keduanya untuk Tak Jadi Saudara yang Saling Cemburu

Saat mereka sudah mulai tumbuh jadi balita, setiap interaksi yang terjalin diantara keduanya pun juga akan menemui banyak hal baru. Salah satunya saat mereka saling cemburu satu sama lain. Disinilah peran Bunda sebagai penasehat ulung jelas diperlukan.

Sekalipun mereka selalu berbagi dalam banyak hal, jangan biarkan rasa cemburu tumbuh dan jadi dinding pemisah diantara keduanya ya Bun. Mengajarkan tentang cinta terhadap saudara jelas perlu. Ini tips-tipsnya.

Di lain sisi, menurut Bunda, perlukah membelikan barang-barang yang sama pada si kembar? Sebab ternyata ada alasan tersendiri lho kenapa anak kembar dianjurkan untuk memiliki barang yang berbeda-beda. Untuk alasannya, bisa bunda cek disini ya.

 

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Kalau Harus Makan Mie Instan, Pilih Yang Seperti Ini

asian-food-close-up-cooked-2093410

Mie instan menjadi salah satu primadona di dunia kuliner. Makanan ini dikenal punya aroma yang menggoda dan rasa yang bikin ketagihan. Bahkan berdasarkan data dari World Instan Noodles Association, Indonesia merupakan negara nomor dua terbesar yang mengonsumsi mie instan paling banyak.

Setidaknya penduduk Indonesia mengonsumsi 12,54 miliar porsi mi instan di sepanjang 2018. Angka ini melampaui Jepang yakni 5,66 miliar porsi, dan India 5,42 miliar porsi. Kendati ada mitos bahwa mie instan bukanlah makanan yang menyehatkan, hal tersebut tak mempengaruhi minat orang Indonesia untuk mengonsumsinya.

Tapi tahukah Bunda, menurut para pakar, sejatinya mie instan bisa dijadikan makanan sehat selama bahan bakunya pun sehat, Bun. Salah satu jenis mie instan yang dianjurkan yaitu yang memakai bahan baku konnyaku.

Mie instan memang umumnya memakai tepung beras atau tepung terigu. Sementara untuk mie instan dengan bahan baku konnyaku, biasanya mengandung 97 persen air sehingga kadar kalorinya jauh lebih rendah, Bun. Di lain sisi, kandungan konnyaku sudah dikenal baik untuk tubuh. Bahkan membantu mengontrol gula darah, menurunkan berat badan, hingga mengurangi kolesterol.

Mengutip dari sejumlah media, Co-Founder The Fit Company, Bambang Reguna Bukit mengatakan, bahan baku konnyaku ini bisa sebagai pengganti karbohidrat. Karena tingkat kalorinya rendah, berkisar 60 – 150 kkal, sementara mi instan biasa menyimpan sekitar 350 – 500 kkal.

“Konnyaku mempunyai tingkat kalori yang sangat rendah dan sering digunakan sebagai pengganti karbohidrat oleh pelaku diet ketogenic,” katanya.

Lantas Bagaimana Cara Memasak Mie Instan yang Benar?

Healthy-food chef Nova Eugenia menyarankan, saat merebus mie instan, maka nanti air rebusan pertama sebaiknya dibuang.

“Kalau mi instan yang biasa airnya kan keruh, ada tepungnya gitu kan, saya lebih saranin dibuang ya. Kalau saya lihat, warnanya keruh jadi agak ngeri,” kata Nova.

Selain itu, usahakan tak usah memasak mie instan terlalu lama. Sebab bila teksturnya mengembang, justru jadi kurang sedap untuk dimakan. Nah, agar lebih enak juga, untuk mi rebus, Bunda bisa tambahkan susu low fat atau full fat sebagai tambahan gizinya. Dan lebih baik lagi, beri tambahan sayur, daging, dan telur. Dengan tambahan kandungan yang kaya nutrisi, tubuh pun mengasup serat dan vitamin. Tapi yang terpenting, konsumsi mi jangan berlebihan ya, Bunda. Karena segala sesuatu yang berlebihan itu pastinya enggak baik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Tak Usah Gengsi Menggendong Bayi, Ada Banyak Manfaatnya Loh Bun

adult-child-daughter-1683975

Bun, saat si kecil belum bisa berjalan, tentu Bunda akan terus menggendongnya agar ia beranjak dari tempat tidur ya Bun. Gendongan pun jadi peralatan yang tak boleh terlupa. Momen menggendong bayi, sekalipun terkadang terasa melelahkan, ternyata membawa manfaat yang beragam lho Bun.

Tak perlu ragu dengan sebutan ‘nanti si kecil bau tangan’, karena sebenarnya bayi pun bisa tak rewel saat tak sedang digendong. Nyatanya, momen menggendong pun menciptakan banyak interaksi.

Menciptakan Ikatan antara Ibu dan Anak

Ya, dengan menggendong si kecil, keintiman antara Bunda dan si kecil semakin erat. Bunda tentu mendambakan bisa akrab dengan si kecil sejak ia bayi sampai dewasa nanti, bukan? Karenanya, jangan sungkan atau ragu untuk menggendong si kecil saat ia masih membutuhkan dekapan Bunda.

Aktivitas ini secara langsung membuat ibu dan anak banyak berinteraksi berdua, terjadi skin to skin contact, dan tercipta rasa aman serta nyaman. Menggendong bayi pun membuat Bunda jadi lebih perhatian.

Posisi bayi yang berada di pelukan ibu yang dekat dengan pandangan, menjadikan Anda lebih dapat memerhatikan gerak-geriknya. Anda belajar untuk peka dan merespon bayi dengan tepat. Misalnya ketika dia sedang lapar, maka Anda akan segera mengetahui bahwa ia memang sedang lapar dan segera menyusuinya atau memberikannya susu.

Mengenalkan Tentang Dunia Pada Si Kecil

Saat si kecil dalam gendongan Bunda, maka ia pun akan melihat apa yang dilihat Bundanya. Si kecil sigap untuk berinteraksi dengan lingkugan. Ya, dalam dekapan Anda, bayi dapat melihat dan mengamati kejadian di sekitar dengan perasaan aman. Ketika ia melihat ekspresi Anda, ia juga belajar tentang emosi, seperti tersenyum, tertawa, dan mengernyitkan dahi, misalnya.

Si Kecil Jadi Merasa Aman dan Nyaman

Bun, aktivitas menggendong akan membuat Bunda dan si kecil beraktivitas bersama. Bayi akan mendengar suara Bunda ketika Anda berbicara dengan orang lain. Ia juga turut merasakan emosi Bunda dan yakin jika Bunda akan memberikannya rasa aman serta nyaman. Keadaan ini membuat ia tak punya alasan untuk rewel karena ia masih menempel pada ibunya.

Bunda Membantu Meningkatkan Perkembangan Otak Bayi

Tak banyak Bunda yang tahu, faktanya, sering menggendong bayi dapat membantu perkembangan otaknya lho, Bun. Ketika bayi digendong, saraf-saraf yang berada pada otaknya akan terhubung satu sama lain karena perasaan senang, aman, dan nyaman.

Serta Mencegah Post Partum Blues

Lebih jauh lagi, saat Bunda sering menggendong si kecil yang baru lahir, hal ini akan mencegah ibu mengalami post partum blues, yaitu masalah kesehatan mental umum yang biasanya terjadi pada wanita setelah melahirkan.

Hal ini dikarenakan menggendong bayi membuat ibu dan bayi melakukan skin to skin. Kontak kulit antara kedunya dapat membantu mengeluarkan hormon oksitosin atau hormon cinta pada ibu, yang akhirnya bisa mempengaruhi keadaan fisik dan psikologisnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Supaya Si Kecil Tak Dehidrasi Saat Puasa

boy-child-drinking-1210005

Sebagai orang dewasa, mungkin kita sudah mengerti aturan dan tata cara berpuasa. Sementara itu, menjelaskan makna dan cara berpuasa pada anak-anak tak semudah kelihatannya lho Bun. Anak-anak pun belum diwajibkan menjalankan ibadah ini. Kendati demikian, orang tua boleh mulai memperkenalkan ibadah puasa kepada anak sejak dini.

Pengenalan tersebut dapat Bunda lakukan secara bertahap. Mula-mula ajak anak berpuasa selama beberapa jam, jika sudah dapat melakukannya dengan baik, tingkatkan menjadi setengah hari, hingga akhirnya dia dapat berpuasa seharian penuh. Salah satu hal yang patut Bunda perhatikan adalah asupan cairannya. Bukan tak mungkin si kecil bisa saja mengalami dehidrasi.

Tetap menjalankan aktivitas normal sambil berpuasa, juga akan berpengaruh terhadap hilangnya cairan dalam tubuh anak. Untuk itu, yuk Bun cegah dehidrasi pada anak saat berpuasa:

Dorong Si Kecil Agar Mau Mengonsumsi Delapan Gelas

Setiap orang perlu minum sekitar delapan gelas setiap hari untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Nah karena saat berpuasa kita tak boleh minum, maka tuntun si kecil untuk mengganti kesempatan minum delapan gelas per hari saat berbuka puasa, sebelum tidur, dan saat sahur.

Bunda Dapat Menyajikan Buah-buahan dan Kandungan Air Tinggi untuk Dikonsumsi Si Kecil

Sajikan buah-buahan yang mengandung banyak air seperti melon, semangka, dan pir sangat cocok dikonsumsi saat berbuka puasa. Buah-buahan yang mengandung banyak air akan membantu si kecil agar tetap terhindar dari dehidrasi sepanjang hari. Selain itu, buah-buahan ini juga kaya nutrisi untuk membantu tumbuh kembang anak.

Sediakan Susu guna Memenuhi Kebutuhan Cairan dan Nutrisinya

Bun, susu kaya akan kandungan elektrolit, kalsium, dan protein, serta karbohidrat. Untuk tubuh agar terhindar dari dehidrasi, lebih baik berikan susu pada si kecil dibanding mengonsumsi suplemen. Di samping itu, varian susu yang mulai banyak rasanya akan membuat si kecil lebih tertarik untuk meminumnya lho Bun.

Bunda Bisa Mengakali dengan Memberikan Rasa Pada Air Putih yang Disajikan pada Anak

Air putih memang tidak memiliki rasa. Ini dapat membuat motivasi anak untuk minum cukup air berkurang. Untuk menyiasatinya, tambahkan rasa alami pada air putih tersebut. Disarankan untuk menambahkan perasan jeruk atau madu pada air mineral, agar si kecil lebih tertarik untuk meminumnya. Jangan menambahkan gula pada air minum tersebut, hal ini guna mencegah si kecil jadi mengonsumsi gula berlebih.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top