Mom Life

Bun, Apa itu Bayi Tabung dan Bagaimana Prosesnya, Berikut Ini Penjelasannya

abdomen-adult-anticipation-1464822

Tentu Bunda pernah mendengar mengenai bayi tabung. Keberadaan teknologi ini tentu sangat menolong pasutri yang kesulitan memiliki keturunan sebab kini mereka tak perlu merasa kecewa. Secara medis proses bayi tabung disebut in vitro fertilization (IVF). Kehamilan yang terjadi diawali dengan sel telur dibuahi oleh sperma di luar tubuh yaitu di dalam sebuah tabung.

Lantas, Sebenarnya Apa itu Bayi Tabung?

Bayi tabung adalah suatu proses pembuahan sel telur oleh sperma di luar tubuh manusia, tepatnya di dalam tabung pembuahan. Setelah sel telur berhasil dibuahi dan ada di dalam fase siap, maka akan dipindahkan ke dalam rahim. Untuk pasangan yang memiliki masalah infertilitas sejatinya program bayi tabung bukan satu-satunya solusi. Ada beberapa pilihan seperti menggunakan obat kesuburan guna meningkatkan produksi sel telu. Namun untuk sebagian wanita terutama yang usianya diatas 40 tahun, disarankan menggunakan metode ini. Lebih lanjut lagi, Bunda harus tahu proses bayi tabung ini.

Kira-kira Bagaimana Prosesnya?

1. Stimulasi Ovarium adalah Tahapan Pertama

Stimulasi ini harus dilakukan guna meningkatkan jumlah sel telur yang diproduksi oleh ovarium, Bun. Semakin banyak sel telur yang dapat diambil dan dibuahi selama proses bayi tabung, maka semakin besar pula kesempatan terjadinya kehamilan.

Nah, biasanya Bunda akan diberikan obat atau stimulus guna meningkatkan produksi sel telur. Setelahnya, dokter akan memantau pertumbuhan sekaligus perkembangan folikel dalam beberapa hari melalui USG dan tes darah guna memantau perkembangan telur dalam ovarium dan untuk mengetahui kadar hormon.

Bunda perlu tahu, telur yang akan dibuahi di dalam tabung pembuahan harus menyelesaikan pertumbuhan dan perkembangannya terlebih dahulu. Sel telur yang masih berada dalam ovarium ini disebut oosit. Biasanya guna memicu pematangan oosit, dokter akan menyuntikan hormon human chorionic gonadotropin (hCG) guna pematangan telurnya maksimal.

Suntikan hormon ini dilakukan sebanyak satu kali dan harus dilakukan pada waktu yang tepat, Bun. Karena jika dilakukan terlalu dini, telur bisa menjadi tidak cukup matang. Namun, jika suntikan dilakukan terlalu lama, telur malah akan menjadi terlalu tua dan tidak bisa berbuah dengan baik. Untuk melihat kapan waktu yang tepat dalam melakukan suntikan, maka diperlukan melakukan ultrasound kembali.

2. Sel Telur pun Diambil

Pengambilan telur baru biasanya dilakukan sekitar 34-36 jam setelah Bunda menerima suntikan hCG. Agar tidak merasakan sakit saat pengambilan telur, maka Bunda akan dianestesi terlebih dulu. Kemudian, USG transvaginal dilakukan untuk memandu dokter dalam pengambilan telur Bunda.

Menariknya, proses pengambilan telur akan dilakukan menggunakan jarum yang akan menghisap folikel dalam ovarium Mama. Nantinya, hanya akan ada satu oosit (telur) tiap satu folikel yang diambil dari ovarium. Oosit ini kemudian akan dibawa ke laboratorium embriologi untuk dilakukan pembuahan, Bun.

3. Pembuahan Telur

Para dokter akan memilih telur atau folikel yang paling baik, setelahnya akan dilakukan inseminasi atau pembuahan, Bun. Disinilah sperma akan bertemu sel telur, kemudian hasil gabungan keduanya dimasukkan ke dalam ruangan khusus.

Biasanya dalam waktu 12-24 jam diharapkan sudah terjadi pembuahan antara sperma dengan telur. Namun, jika suami yang mengalami masalah ketidaksuburan atau yang mempunyai kualitas sperma rendah, sperma perlu disuntikkan langsung ke masing-masing telur yang matang. Teknik ini disebut dengan intra-cytoplasmic sperm injection (ICSI).

4. Telur yang Sudah Dibuahi pun Dipindahkan

Beberapa hari sebelum embrio dipindahkan, biasanya Bunda akan diberikan hormon progesteron untuk membantu mempersiapkan dinding rahim Bunda untuk menerima embrio. Setelah telur dibuahi, maka telur tersebut akan disimpan selama 3-5 hari di tempat khusus sebelum dipindahkan ke rahim ibu. Pemindahan telur yang sudah dibuahi (embrio) biasanya dilakukan pada hari kelima setelah pembuahan, dimana embrio sudah berada pada fase blastosit. Embrio pada fase blastosit ini sudah mampu menempel dengan baik pada rahim Mama.

Nah, satu hal yang perlu Bunda tahu, ada beberapa faktor yang menentukan keberhasilan prosedur program bayi tabung ini, Bun. Salah satu faktor utama yang sangat berpengaruh adalah usia perempuan itu sendiri. Usia optimal dari perempuan yang biasanya menentukan keberhasilan proses bayi tabung yaitu sekitar 23-39 tahun, dengan persentase tertinggi adalah di bawah usia 35 tahun, Bun.

Tapi tak hanya usia, sejumlah faktor seperti penyebab infertilitas dan faktor gaya hidup. Untuk mengetahui hasilnya, sebaiknya setelah dilakukan pemindahan embrio ke rahim, Bunda harus menunggu waktu selama dua minggu untuk melihat apakah Bunda berhasil hamil atau tidak.

Saat proses menunggu itu, sebaiknya Bunda pun melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasanya. Jangan sampai didera stress ya Bun. Sebab kalau Bunda didera rasa lelah atau stress, justru hal inilah yang akan menghambat proses kehamilan Bunda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Tips Ajarkan Anak Tetap Tenang Saat Ia Tersesat di Jalan

adorable-book-boy-1250722

Sebagai orangtua, Bunda pasti merasa senang saat memiliki anak yang aktif dan punya rasa ingin tahu yang tinggi ya Bun. Apalagi untuk si kecil yang punya hobi sekali bereksplorasi, pasti ia tak betah bila hanya bermain di lingkungan rumahnya. Saking aktifnya, kadang si kecil terlalu jauh mainnya sehingga ia pun rentan tersesat dan hilang lantaran fokus dengan apa yang dilihatnya, Bun.

Sebagai orangtua, Bunda tentu hal tersebut sampai terjadi. Namun memang hal-hal buruk tersebut perlu dicegah dan diantisipasi ya Bun. Dilansir dari The Bumps, berikut lima hal yang bisa Anda sampaikan ke anak jika suatu waktu hilang atau tersesat.

Ajarkan Si Kecil untuk Menghapal Nomor ya Bun

Saat si kecil sadar bahwa ia tersesat, maka orang yang pertama dicari tentu orangtuanya. Untuk itu, ajarkan si kecil menghapal nomor telepon Bunda atau ayahnya ya. Kendati demikian, mengajarkan si kecil untuk mengapal nomor telepon bukanlah hal yang mudah ya Bun. Elisabeth Stitt dari Joyful Parenting Coaching menyarankan untuk membantu proses penghafalan melalui sebuah lagu. Namun Bunda juga bisa menyesuaikan dengan cara lain yang dianggap lebih efektif.

Ajarkan Pula Si Kecil untuk Menghapal Nama Lengkap Bunda

Selain mengajarkan si kecil menghafal nomor telepon, maka beritahu juga ya Bun bil aia perlu tahu siapa saja nama lengkap orangtuanya. Karena bisa saja, si kecil meminta bantuan orang lain untuk mencari Bunda, sehingga hal itu bisa mempermudah pencarian.

Ajarkan untuk Berada Tetap di Satu Tempat

Biasanya, bila orangtua terpisah dengan anaknya, mereka akan kembali menelusuri jalan dan tempat yang akan dilewati. Karenanya, Bunda bisa menjelaskan ke anak betapa pentingnya untuk tetap diam di suatu tempat jika terpisah, agar mudah untuk ditemukan.

Serta, ajarkan agar si kecil tetap tenang dan tidak panik saat berpisah dengan Bunda. Melainkan harus diam di lokasi tersebut menuju tempat yang mudah terlihat ya Bun.

Ajarkan Juga Si Kecil untuk Meminta Bantuan ke Ibu Lainnya

Selanjutnya, ajarkan anak untuk meminta bantuan ke ibu lain yang juga terlihat membawa anak. Menurut Keating, naluri yang dimiliki seorang ibu, biasanya akan membantu anak Bunda ke tempat yang aman atau bahkan hingga bertemu kembali dengan orang tuanya.

Ajarkan Ia untuk Tidak Jauh dari Orang yang Menolongnya

Yang tak kalah penting adalah mengajarkan anak untuk tetap berada di sisi orang yang menolongnya. Namun yang harus lebih ditekankan adalah untuk selalu berada di suatu tempat dan tidak pergi kemana-mana.
Ajarkan anak untuk selalu dekat dengan orang yang membantunya. Kemudian mintalah orang tersebut tersebut untuk menelepon Anda atau mengantarkannya ke pusat informasi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mom Life

Mengenal Treatment Femilift untuk Vagina yang Lebih Sehat

bed-bedroom-blanket-545015 (2)

Sebagai wanita, kita tak hanya mendambakan kulit yang sehat atau wajah cantik. Sebab ada hal lain yang tak boleh dilewatkan yakni kesehatan organ intim. Bunda sendiri, apakah tetap rutin merawat organ intim? Terutama untuk yang baru atau memang sudah pernah melahirkan, biasanya merawat organ intim akan jadi prioritas demi menyenangkan suami ya Bun.

Tapi tak hanya itu, dari sisi kesehatan, merawat organ intim memang perlu sebab banyak penyakit yang bisa Bunda alami apabila tidak menjaga kesehatan vagina. Nah, salah satu perawatan peremajaan vagina yaitu dengan femilift, Bun. Apa itu femilift, simak ulasannya berikut ini ya.

Apa Itu Treatment Femilift?

Femilift adalah sebuah proses peremajaan vagina dengan memakai teknologi laser CO2 guna memanaskan jaringan kulit dan mukosa yang dapat meningkatkan pembentukan kolagen baru. Rejuvenation tersebut berguna untuk mengembalikan rasa percaya diri yang hilang sebelumnya karena banyak hal yang terjadi di area vagina.

Apalagi untuk ibu yang baru melahirkan, pasti biasanya merasa vagina lebih kendur sehingga merasa kehilangan sensasi sensual. Atau wanita yang memang menjalani pengobatan akibat radiasi penyakit kanker. Lantas, siapa saja yang dapat melakukan treatment ini?

Tentunya semua wanita yang sudah pernah berhubungan intim bisa melakukan perawatan ini biasanya dari umur 18 ke atas. Namun perlu dipertimbangkan lagi, untuk perempuan yang masih perawan, disarankan untuk tidak melakukan perawatan ini ya Bun lantaran saat proses perawatan, dokter akan memasukkan sebuah alat berukuran kecil yakni sebuah laser ke dalam vagina.

Namun, untuk perempuan yang masih virgin disarankan untuk tidak melakukan perawatan ini karena saat melakukan treatment ini dokter akan memasukan sebuah alat berukuran kecil semacam laser ke dalam vagina.

Prosedur Femilift Seperti Apa Sih?

Sejatinya prosedur femilift adalah berupa laser yang membentuk vagina terasa lebih kenyal serta merangsang pembentukan kolagen. Tapi perlu diketahui, prosedur laser ini tidak menggantikan prosedur operasi. Tetapi operasi benar-benar menutup celah yang longgar dengan menghilangkan mukosa dan menarik otot yang longgar jadi tidak bisa mengembalikan bentuk pada vagina.

Tenang, untuk urusan keamanan, perawatan ini tidak berbahaya bahkan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat letah menyetujui fraksional perawatan ini.

Perawatan rejuvenation vagina tidak berbahaya, bahkan food and drug administration (FDA) telah menyetujui fraksional perawatan ini pada brand-brand tertentu sehingga diklaim aman dan tikda menimbulkan efek samping jangka panjang, Bun.

Perlu diingat pula, melakukan perawatan ini juga perlu pengulangan, sama halnya seperti melakukan laser di wajah. Pengulangan bisa dilakukan setelah 6 bulan untuk hasil maksimal. Biasanya memerlukan sampai 3 kali treatment agar hasil sempurna.

Dan Ada Sesi Pemeriksaan Sebelum Kamu Melakukan Perawatan

Bun, ternyata melakukan perawatan femilift bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Perlu ketelitian dan pemeriksaan lebih dulu jika Bunda memang ingin melakukan perawatan ini. Bahkan dokter yang bertanggungjawab pun sudah harus dengan dokter yang memiliki sertifikat internasional.

Dengan melakukan prosedur perawatan ini, maka masalah seperti vagina yang kering. Dan tentu saja, untuk pasien yang ingin melakukan femilift, diutamakan pasien yang memiliki kondisi kesehatan yang baik akan lebih mendapatkan hasil yang lebih efektif jika melakukan perawatan Femilift.

Bagi pasien yang mungkin memiliki riwayat merokok, sebaiknya hentikan dulu rutinitas tersebut lantaran pasien yang merokok akan lebih lama mengalami perubahan dari perawatan ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Supaya Tak Khawatir Kolesterol Naik, Olah Daging dengan Cara Ini Bun

asparagus-barbecue-bbq-675951

Beberapa hari setelah momen Idul Adha, hidangan berbahan dasar daging sapi dan kambing masih akan menjadi primadona di sejumlah meja makan keluarga. Rasanya sayang saja melewatkan menu berbahan dasar daging kurban tersebut.

Namun di lain sisi, keinginan untuk memperbanyak konsumsi daging diiringi ketakutan jika olahan daging kambing dapat memicu peningkatan kolesterol dalam tubuh. Duh, padahal daging merah seperti sapi, kambing, dan domba sebenarnya merupakan sumber protein yang bagus.

Tapi ingat, kalau dikonsumsi dalam jumlah yang seimbang ya, Bun. Tenang Bun, tak usah dibawa khawatir berlebih. Sebab ada lho tips aman untuk Bunda tetap bisa menyantap hidangan daging tanpa perlu was-was. Berikut ini empat tipsnya, Bun.

Masak Daging dengan Direbus atau Dikukus ya Bun

Ini adalah tips mudah pertama, yakni usahakan untuk mengolah daging dengan cara direbus atau dikukus. Kalaupun ingin menggoreng atau menumis, maksimal gunakan hanya lima sendok minyak goreng. Makanan yang digoreng akan meningkatkan kandungan kolesterol dan lemak trans pada daging. Sebaiknya, penggunaan santan pada hidangan daging juga dihindari.

Terapkan Prinsip ‘Isi Piringku’

Bun, aplikasikan program isi piringku saat makan ya Bun. Sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan, saat kita makan sebaiknya menerapkan porsi dalam satu piring yakni seperempat bagian untuk karbohidrat, seperempat bagian untuk protein dan setengahnya untuk sayuran dan buah-buahan.

Katanya, sayur-sayuran dan kacang-kacangan merupakan sumber serat yang baik bagi tubuh. Seperti kita ketahui, serat membantu mengikat kolesterol. Jadi, selalu imbangi konsumsi hidangan daging dengan makan lebih banyak sayuran, Bun

Dan Hindari Makan Daging Setelah Jam 7 Malam, ya Bun

Sejatinya saat dini hari, sistem pencernaan kita secara alamiah akan mengistirahatkan diri sehingga bila kita makan terlalu malam, daging pun akan disimpan sebagai lemak, bukan dikonversikan sebagai energi. Makan malam sebaiknya dilakukan 3 jam sebelum tidur, agar lambung punya dan usus punya kesempatan mencerna dan memetabolisme makanan dengan lebih baik sebelum tidur.

Selain itu, imbangi sistem imun tubuh dengan mengonsumsi multivitamin supaya beberapa vitamin dan mineral dapat membantu tubuh mencerna daging menjadi sumber energi yang bagus untuk aktivitas sehari-hari, seperti B kompleks dan iodium.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top