Parenting

Bumi Semakin Tua, Ajak Si Kecil Peduli Lingkungan Mulai Dari Sekarang Bun

pexels-photo-193035

Banyak hal yang bisa kita tanamkan pada anak untuk bekal hidupnya kelak, salah satunya kepedulian terhadap lingkungan. Tentang bagaimana pemanasan global bisa memberikan pengaruh buruk pada kondisi bumi yang kita tinggali. Disamping itu si kecil juga perlu memahami bahwa kondisi lingkungan yang semakin buruk akan membunuh bumi secara perlahan. Dan sebagai anak yang akan bertumbuh semakin besar, si kecil akan menjadi sosok yang sangat berperan untuk hal ini.

Mulailah Dari Hal Kecil, Beri Pemahaman Pada Buah Hati Untuk Membuang Sampah Pada Tempatnya

Poin ini akan menjadi hal dasar untuk menanamkan kepeduliannya terhadap lingkungan. Tunjukkan sikap yang memperlihatkan bahwa kita harus membuang sampah pada tempatnya. Dengan begitu buah hati pun akan mulai belajar untuk meniru sikap Bunda.

Selain itu kita juga perlu memberinya pemahaman akan bahaya membuang sampah sembarang. Pakailah objek nyata yang bisa kita jadikan contoh dalam kehidupan sehari-hari. Tentang bagaimana sampah yang dibuang di sungai dengan sembarangan akan mengakibatkan banjir. Pada momen tersebut, Bunda dapat sekaligus melatih buah hati untuk dapat membedakan jenis-jenis sampah yang ada. Jika si kecil sudah terbiasa sejak dini untuk selalu membuang sampah pada tempatnya, hal ini akan menjadi kebiasaan yang akan selalu terbawa, bahkan hingga kelak ia dewasa.

Berikan Ruang Untuk Melakukan Beberapa Aktivitas Di Alam Bebas

Ada banyak hal yang sedang digalang oleh orang-orang untuk menanggulangi kondisi bumi. Kesempatan ini bisa kita gunakan untuk memberinya pemahaman pada buah hati. Kita bisa mengajak si kecil untuk ikut serta berpartisipasi dalam beberapa kegiatan yang bisa dilakukan di alam bebas, misalnya menanam pohon. Beri tahu mereka bahwa setiap pohon sangat berperan dalam menopang bumi dan kehidupan manusia.

Pemahaman Untuk Peduli Terhadap Kelestarian Hewan Juga Harus Diajarkan

Mengajari si kecil untuk selalu berlaku baik terhadap orang lain dan lingkungan adalah penting yang memang harus diajarkan. Namun seringnya kita lupa untuk menyertakan kepedulian pada hewan sebagai faktor penting yang harus disematkan. Meski terdengar sepele, hal ini jadi faktor penting yang akan membantu buah hati untuk mengerti pentingnya menjaga kelestarian hewan.

Bunda Bisa Mengajak Buah Hati Untuk Berkreasi Dengan Barang-barang Bekas

Barang atau sampah anti lingkungan bisa kita jadikan objek untuk mengajari si kecil berkreasi dan mengembangkan imajinasinya. Selain memberinya kesenangan akan kegiatan yang dia lakukan, hal ini juga akan membuatnya sadar pentingnya menjaga lingkungan dari sampah yang sulit di uraikan oleh tanah, dan mengurangi pemakaian barang-barang anti lingkungan.

Ajak Dirinya Untuk Mulai Berhemat Pada Beberapa Hal Penting Yang Akan Membantu Kelestarian Lingkungan

Untuk kegiatan yang satu ini kita bisa melakukannya dari hal kecil yang dekat dengan aktivitas sehari-hari. Misalnya dengan berhemat agar tidak terlalu konsumtif akan pengeluaran dan sumber daya alam yang ada. Salah satunya berhemat dalam hal pemakaian listrik yang sedang banyak dikampanyekan oleh media.

Kita bisa menjelaskan pada buah hati dengan cara yang sangat sederhana tentang apa yang akan terjadi dimasa depan bila memakai listrik dan air yang secara berlebihan. Untuk itu kita perlu mengoptimalkan pemakaian barang-barang elektronik sesuai dengan aturan dan porsinya. Ajak mereka untuk terbiasa mematikan segala barang elektronik yang tidak sedang dipakai. Buatlah hal tersebut semenarik mungkin sehingga menjadi hal yang menyenangkan untuk dilakukan.

Bunda Juga Harus Menjadi Contoh Yang Baik Dengan Menjadikan Semua Hal Tersebut Mudah Dipahami Oleh Si Kecil

Membuat si kecil mengerti dan paham akan pentingnya menjaga lingkungan jadi bagian tersulit yang akan kita hadapi. Sebisa mungkin kita harus bisa menjelaskannya dengan bahasa dan contoh yang mudah untuk dipahaminya. Meski ini adalah permasalahan yang cukup kompleks, percayalah mereka bisa dengan mudah memahaminya.

Kita juga harus jadi contoh yang baik untuknya. Karena segala sesuatu yang kita ajarkan padanya akan dengan senang hati dilakukan jika diikuti dengan contoh nyata. Dengan demikian dirinya akan tumbuh jadi seseorang yang peduli terhadap lingkungannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Manfaat Bernyanyi untuk Anak; Meningkatkan Memori dan Semangat Belajarnya

mother-84628_640

Musik merupakan salah satu bagian yang penting dalam kehidupan ini. Bukan hanya orang dewasa saja, tapi anak-anak pun menyukai musik beserta nyanyiannya. Itulah sebabnya banyak para orangtua dan guru yang sering menggunakan metode menyanyi saat mengajarkan sesuatu kepada anak. Dengan metode menyanyi inilah anak akan lebih cepat menyerap sesuatu yang sedang diajarkan. Selain itu, musik pun memiliki fungsi sebagai sarana untuk menenangkan anak. Hal itu terbukti saat anak menangis atau saat mereka mau tidur, para orangtua biasanya akan menyanyikan lagu-lagu untuk anaknya sampai dia tertidur.

Sementara menurut psikolog dari Kanada, Sandra Trehub mengungkapkan bahwa bayi lebih cepat untuk mengenal suara ibunya dibandingkan dengan wajah. Ini sebagai bukti bahwa suara ibu merupakan stimulus yang sangat baik untuk anak. Sehingga wajar saja jika banyak orang tua jaman dulu banyak yang menggunakan suara, baik itu berbentuk nyanyian maupun dongeng saat akan menidurkan anaknya.

Memberikan Ketenangan bagi Anak

Seperti yang sudah dijelaskan secara singkat di atas bahwa salah satu manfaat dari nyanyian adalah dapat memberi efek menenangkan bagi anak. Si kecil akan meraasa tenang saat dia mendengarkan nyanyian, terutama jika itu dinyanyikan oleh ibunya.

Karena dapat menenangkan, maka alangkah baiknya jika anda menyanyikan beberapa lagu saat anak berisik dan membuat suara-suara gaduh. Cara tersebut akan jauh lebih baik dibandingkan bila Bunda marah-marah yang justru membuat anak menjadi stres oleh ucapan Bunda. Apalagi jika Bunda sampai mengucapkan kata-kata yang tidak seharusnya diketahui oleh anak. Namun dengan musik dan nyanyian, Bunda bisa menenangkan anak tanpa harus berteriak dan marah-marah.

Sarana untuk Memberi Pemahaman Emosi pada Buah Hati

Manfaat kedua dari nyanyian adalah dapat menjadi sarana untuk memberi pemahaman emosi kepada anak. Musik merupakan sarana yang baik untuk mengungkapkan perasaan yang tidak bisa diungkapkan dengan ucapan. Baik ada liriknya ataupun tidak, musik tetap bisa membuat suasana hati menjadi lebih baik lagi. Selain itu, musik pun mampu mengatur ritme kegiatan sehari-hari seseorang. Melalui musik, anak bisa belajar untuk mengartikan emosinya.

Mempererat Hubungan Antara Bunda dan Si Kecil

Ternyata musik juga memiliki manfaat untuk mempererat hubungan antara orangtua dengan anaknya. Suara-suara seluruh anggota keluarga, terutama suara ibu merupakan stimulus yang sangat baik untuk perkembangan bayi. Selain itu, melalui musik pula bayi akan mengikuti kondisi yang ada di sekitarnya. Si kecil akan mengingat suara-suara yang didengarnya. Begitu banyak hasil penelitian yang mengungkapkan bahwa musik merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan memori dan semangat belajar.

Media Belajar yang Menyenangkan untuk Anak

Salah satu cara yang cukup efektif untuk mempercepat anak dalam menangkap materi pelajaran adalah dengan menggunakan metode menyanyi. Melalui metode yang satu ini, belajar menjadi sebuah kegiatan yang menyenangkan dan selalu ditunggu-tunggu. Hal ini akan sangat baik untuk perkembangan anak, dia akan lebih cepat menerima pelajaran karena suasana belajar yang menyenangkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Ingin Punya Anak Secerdas Kirana? 7 Ilmu Parenting dari Retno Hening Ini Wajib Bunda Punya

Kira

Sesuai dengan bio dari laman akun instagram pribadinya. Retno Hening Palupi adalah seorang Ibu(agak) muda, Ibunya kirana dan rumaysaa. Ibu biasa yang masih suka pusing sama urusan rumah dan masi suka marah-marah. Yap, ibok sapaan akrab untuk Retno dari Kirana, baru saja melahirkan anak keduanya.

Kirana1

Pada setiap postingan yang ibunya kirimkan, Kirana memang selalu jadi pusat perhatian, berkat kecerdasan dan pola pikir yang kerap ia tunjukkan. Lagipula siapa sih yang tak berdelik gemas, lihat anak perempuan lucu yang tak pernah lupa untuk berujar “tolong” kala meminta bantuan, “meminta maaf” jika ia merasa salah, dan tak pernah lupa untuk berkata “terimakasih” untuk segala yang ia terima.

Demi menjawab banyaknya rasa penasaran, bagaimana Kirana bisa tumbuh sebaik dan secerdas itu. Ada beberapa gaya parenting yang sudah berhasil kami rangkum dari ibok Retno yang sebagian besar sudah dituliskan pada buku berjudul “Happy Little Soul”, yang memang berisi semua kesehariannya dalam hal mendidik dan membesarkan Kirana.

Merespon Apapun Bentuk Bahasa yang Kirana Sampaikan, Sedari Ia Masih Bayi

Belum jelas ngomomgnya hahaha ini kirana 20 bulan.

A post shared by retno hening palupi (@retnohening) on

Pada salah satu bagian dalam buku “Happy Little Soul”, tepatnya pada halaman 24, ada satu kalimat dari Retno yang membuat saya cukup terkesan yakni “Berbicara dengan bayi yang belum bisa merespon kembali omongan kita, mungkin dianggap sebagian orang konyol dan tidak terlalu penting, tetapi penting bagi saya”. 

Bagi Ibok Retno berbicara dan berkomunikasi dengan anak adalah sesuatu yang harus dibangun sedari kecil. Tanpa perduli Kirana akan mengerti atau tidak, yang ia tetap berlaku seperti sedang berkomunikasi dengan seseorang yang sudah paham. Sehingga, apapun yang Kirana sampaikan sejak bayi, entah menangis atau apa saja yang dikatakannya, membuat sang Ibu berusaha menerka apa yang Kirana mau secara tepat.

Dan ini juga bisa bunda lihat pada beberapa postingan di Instagram milik sang ibu, ada banyak vidio yang tengah memperlihatkan bahwa Ibok Retno memang selalu menjalin komunikasi yang baik dengan kirana, termaksud memberinya pemahaman akan berbagai macam ekspresi. “Kirana happy nggak?” , jadi salah satu ungkapan yang kerap ia pakai untuk mengetahui sejauh mana sang anak menyukai apa yang sedang dilakoni. Sehingga Kirana tumbuh jadi anak yang terbuka, dan tak segan untuk membuka suara akan hal yang dirasakannya.

Selalu Menghargai Segala Bentuk Kegiatan yang Kirana Lakukan 

Kirana2

Memang kala bunda ingin si kecil tumbuh sesuatu gambaran yang kita inginkan, ada banyak hal yang perlu kita contohkan secara langsung. Bukan hanya lewat kata-kata yang mungkin masiH susah dimengerti olehnya. Maka menurut ibok Retno menghargai segala karya tangan Kirana adalah salah satu upaya yang dipakai hingga kini ia tumbuh jadi anak yang selalu ingin tahu, dan mencoba banyak hal-hal baru.

Misalnya si Kecil mungkin akan menggambar sebuah awan, namun hasil yang ia peroleh sama sekali tak menyerupai bentuk awan. Dengan tak menurunkan semangatnya, alangkah baiknya bunda memberinya pujian dan sembari memberi tambahan. “Kalau menggambar awan lebih bagus itu begini kak,…” Bukan perkara hasil yang si kecil dapatkan, tapi bagaimana ia berusaha untuk melakukan.

Tidak Buru-buru Marah, Ibok Retno Selalu Menyampaikan Nasihat dengan Cara yang Menarik

Kirana4

Ya, Ibok Retno juga manusia biasa sama seperti bunda-bunda di rumah. Bahkan pada laman bio instagramnya pun ia berkata masih sering marah-marah. Namun lebih daripada itu, dari beberapa tulisan yang ia sampaikan pada buku “Happy Little Soul” dapat disimpulkan, bahkan marah-marah jadi perbuatan yang jauh darinya. Sesekali mungkin iya, tapi lebih seringnya tidak loh bun.

Dan menariknya, dogeng jadi salah satu media yang kerap dipakai untuk menyampaikan hal-hal baik yang ingin diajarkan. Yap, Ibok lebih memilih mengarang sendiri dongeng sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan pada Kirana.

Sedari Kecil Kirana Sudah Diajarkan Untuk Membaca Buku

Perlu bunda tahu, tak hanya untuk pengetahuannya kelak. Mengajak anak membaca buku jadi salah satu cara jitu yang akan mempengaruhi sebagian besar pertumbuhan dan kemampuan si kecil. Dan hal itu pulala yang jadi salah satu kiat Ibok Retno untuk mendidik dan merawat Kirana sejak kecil.

Sebab sejak bayi Kirana sudah dibacakan buku oleh sang ibu. Mulai dari buku softbook, buku feel and touch (sentuh rasa), buku pop up, dengan cara yang menarik. Seperti mengubah-ubah suara. Dan hal lain yang tak kalah penting utnuk dipahami, ini bukan perkara si kecil paham atau tidak akan isi buku yang kita bacakan. Lebih kepada proses pendekatan dalam hal mengenalkan suara dan ekspresi yang ditunjukkan kita sebagai orang tua kepada dirinya.

Dijauhkan dari Gadget, Ibok Lebi Memilik Memberi Kirana Berbagai Macam Mainan Edukatif yang Banyak Memanjing Ijaminasinya

Kirana5

Nah selanjutnya, hal yang juga menarik perhatian dari buku kisah Ibok dan Kirana ini, ada pada halaman 87. Yap, bahkan mungkin jadi sindirin juga bagi beberapa bunda yang kerap meninggalkan buah hatinya untuk bermain sendirian, tapi ikut serta memberi pemahaman.

Begini isinya “Sebenarnya untuk mainan, entah itu dibeli atau dibuat sendiri, yang penting bagi saya sering ikut bermain bersama Kirana. Dengan ikut bermain, mainan tersebut akan bertambah manfaatnya. Misalnya menyusun balok yang dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar halus, meransang kreativitas, dan imajinasi. Ketika saya ikut bermain bersama Kirana, saya bisa sambil menyebutkan warna-warna yang ada di baloknya. Dengan begitu, dia bisa sambil belajar mengenali warna”

Hmm, kalau bunda begitu tidak ya?

Kirana Dididik dengan Berbagai Macam Kalimat Empati, “Tolong”, “Terimakasih” dan “Maaf”

Kirana7

Dari banyak vidio yang dikirimkan di Instagram, Retno selalu membiasakan sang anak untuk mengucapkan kalimat bernada sederhana yang sebenarnya akan selalu berguna. Dengan tak hanya meminta Kirana yang mengucapkannya, Ibok juga berbuat hal yang sama jika mungkin melakukan sesuatu yang salah pada Kirana.

Kirana tak lantas menangis kala sang ibu tidak mempebolehkannya memakan coklat karena memang tak bisa. Selebihnya ia hanya bertanya, mengapa ia tak bisa memakan coklat seperti anak lainnya. Untuk kemudian dibalas dengan sedikit penjelasan bahwa kirana memang berbeda, jadi coklat tak baik untuknya. Gadis kecil itu menurut, lalu mengembalikan coklat pada rak makanan tempat tadi dia mengambilnya. Untuk kemudian sang ibu berucap “Terimakasih Kirana”. Ah manis sekali ya bun!

Bahkan Kalimat “Gak papa. It’s okay. I like my self”, Jadi Kalimat Pamungkas yang Dipakai Untuk Menerangkan Dirinya yang Memang Berbeda dari Anak Seusinya

Kirana8

Sejak kecil Kirana sudah diajarkan utnuk mencintai dirinya sendiri dengan apa adanya ia. Bahkan pada saat salah seorang teman sekolahnya berkata ia adalah anak laki-laki karena berambut pendek dan tak pakai jepitan rambut.

Mendengar cerita itu dari sang anak, Retno pun memberi pengertian pada kirana dengan berkata “Kirana.. Kirana itu girl..kirana cantik with or without hair clip.. Rambut kirana pendek gegara kirana gatel kalo panjang.. Bsok kita panjangin kalo udah bsa panjang.. Kirana cantik.. Yang penting smile.. Kalo pake jepit tapi dia mukanya ga smile cantiknya ga keliatan.. Kirana cuma smile aja udah cantik kok.. Hehe kirana girl walaupun ga pake jepit.. Pake jepitpun cantik..semua girl itu cantik ” 

Dan cara Ibok Retno mengajarkan Kirana akan arti pentingnya mencintai diri sendiri, jadi salah satu teladan yang perlu kita ikuti. Ya, hal-hal yang ia bagikan baik pada sosial media atau bukunya, bisa jadi bahan evaluasi untuk kita para bunda. Sudah sejauh mana kita menjadi teman sekaligus orangtua yang baik untuk anak kita. Sebab si Gadis kecil bernama Kirana itu takkan tumbuh sercerdas itu, jika tak ada sosok Ibok Retno yang luar biasa.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Bunda Wajib Tahu, Kesibukan Bunda di Tempat Kerja Bisa Jadi Penyebab Si Kecil Tumbuh dan Punya Sifat Pemalu

baby-boy-hat-covered-101537

Bunda yang masih memilih bekerja pasti punya alasan tersendiri. Baik untuk membantu suami, ataupun karena memang sudah jadi prinsipnya untuk tetap bekerja meski berstatus ibu. Ya, untuk mengejar karier lantaran sudah bertahun-tahun dinantikan. Tapi bukan berarti keputusan semacam ini tak ada dampaknya. Baik dampak positif maupun negatifnya pun pasti ada.

Bunda perlu tahu, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Harvard Business School, anak yang terbiasa ditinggal ibunya bekerja memang punya mental yang lebih tangguh lantaran setiap harinya melihat rutinitas Bunda membagi waktu antara bekerja dan berumah tangga. Namun di lain sisi, tetap ada harga yang harus dibayar lantaran absennya Bunda pada masa-masa tumbuh kembang si kecil.

Buah Hati Jelas Akan Kehilangan Banyak Momen Bersama Kalau Bunda Sibuk Bekerja

pexels-photo-69100

Bergelut dengan pekerjaan setiap harinya pada akhirnya akan membuat Bunda sukar membangun quality time yang berkesan dengan si kecil. Misalnya saat si kecil sudah mulai bisa berjalan, belum tentu Bunda jadi orang pertama yang menyaksikannya. Pun saat si kecil beranjak masuk sekolah, nantinya Bunda jadi harus kompromi dengan acara-acara penting si kecil seperti festival di sekolah, perayaan 17-an, pertemuan guru dan orangtua, dan semacamnya. Kalaupun memungkinkan, mungkin Bunda hanya bisa menghadirinya sesekali saja.

Saat Sudah Tumbuh Mandiri, Tak Menutup Kemungkinan Dia Akan Jadi Anak yang Tidak Percaya Diri

pexels-photo-755028

Dampak jika Bunda memilih bekerja saat si kecil masih terlalu dini untuk ditinggal, ada kemungkinan dia akan tumbuh jadi sosok yang tidak percaya diri. Bagaimana tidak, saat teman-teman si kecil dijemput dan diantar oleh orangtuanya, ia tak bisa mengalami hal tersebut dan akhirnya muncul perasaan minder sedari dini hingga nanti ia besar.

Mereka Pun Cenderung Tumbuh Jadi Pribadi yang Lebih Pendiam 

pexels-photo-701014

Sifat dan sikap pendiam bisa muncul lantaran si kecil kurang menghabiskan waktu dengan Bunda. Ya, si kecil pun jadi terbiasa memendam perasaannya sendiri lantaran sejak kecil Bunda tak punya waktu untuk mendengarkan ceritanya. Karenanya, ada baiknya sesibuk apa pun Bunda atau orangtua, tetap berusahalah untuk rutin melakukan quality time bersama si kecil.

Kemungkinan Besar, Anak pun Jadi Lebih Dekat dengan Pengasuhnya

pexels-photo-755049

Bunda pasti pernah menyaksikan fenomena dimana si kecil justru lebih akrab dengan pengasuhnya bukan? Ini bisa terjadi kalau Bunda bekerja namun saking sibuknya jadi lupa meluangkan waktu untuk si kecil saat di rumah. Akibatnya, si kecil pun kehilangan sosok panutan yaitu orangtuanya sendiri. Seiring berjalannya waktu, anak yang terlalu dekat dengan pengasuh akan punya kecenderungan untuk lebih mendengarkan pengasuhnya dibanding ibunya sendiri.

Di Lain Sisi, Buah Hati Bisa Saja Merasa Kesepian

baby-boy-hat-covered-101537

Bagaimana pun situasinya, tak ada yang bisa menggantikan kasih sayang Bunda terhadap anak. Sekalipun sudah ada babysitter maupun orangtua yang membantu merawat si kecil. Ya, anak tetap membutuhkan perhatian orangtua untuk melengkapi tumbuh kembangnya. Apalagi kehadiran Bunda tak hanya untuk memenuhi panggilan sebagai orangtua, namun juga sebagai teman yang nantinya bisa memberikan jawaban ketika si kecil mulai bertanya tentang dunia dan lingkungan sekitarnya. Sayangnya, yang sering terjadi, anak justru akhirnya mendapatkan pemahaman yang salah mengenai sebuah informasi hanya karena ibunya sibuk bekerja.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top