Parenting

Bulan Ramadan telah tiba, Ini Hal-Hal Terkait Puasa dan Anak yang Harus Orangtua Ketahui

anakpuasaCover

Bulan Ramadan telah tiba, selain harus meningkatkan kualitas ibadah puasa orangtua itu sendiri, kita sebagai orangtua pun diwajibkan untuk melatih anak-anak untuk melaksanakan ibadah mulia ini.

Alasan Mengapa Ajarkan Anak Puasa Sejak Dini

Perkara membimbing anak ini pun telah disajikan jelas bagi umat islam di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.  Islam menjelaskan kepada kita untuk melatih anak berpuasa dan bukan mewajibkan mereka untuk berpuasa, perkara wajib atau tidaknya seseorang wajib melaksanakan ajaran islam dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Pena diangkat dari tiga orang: orang yang tidur sampai bangun, anak kecil sampai balig, dan orang gila sampai sadar.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dishahihkan oleh al-Albani dalam al-Irwa).

Selain umat Islam diwajibkan melatih anak sejak dini,  Adapun alasan ilmiah dan psikologis mengapa kita harus melatih anak beribadah semenjak kecil, sebagaimana di kutip dari majalahmuslimsehat.com:

1. Anak pada usia dini lebih mudah menerima nilai dan kebiasan yang kita tanamkan sekaligus meyakininya

Bahwa anak itu terlahir dalam keadaan fitrah, sebagaimana telah maklum dari hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. “Setiap anak dilahirkan di atas fitrah. Orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi atau Nasrani atau Majusi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim). Maksudnya bahwa anak-anak mudah dibentuk sesuai dengan apa yang dikehendaki syariat Islam.

Anak pada usia dini lebih mudah menerima nilai dan kebiasan yang kita tanamkan sekaligus meyakininya. Selain itu, masa anak-anak adalah masa yang sangat menentukan bagi pembentukan kepribadiannya di masa datang. Perkara yang baik maupun buruk yang dialami pada masa anak-anak, akan mempunyai pengaruh yang besar dalam hidupnya kelak.

2. Daya ingat anak-anak masih kuat pada masa kecil mereka dan lingkungannya masih lingkungan keluarga

Daya ingat anak-anak masih kuat pada masa kecil mereka. Pepatah Arab mengatakan: “Belajar di waktu kecil bagaikan mengukir di atas batu, sedangkan belajar sesudah dewasa bagaikan mengukir di atas air”.

Telah dipahami, bahwa anak dengan usia 5 tahun ke bawah akan mengenal orang tua sebagai tokoh utamanya. Kemudian, jika dia bertambah besar, maka lingkungan pergaulannya melebar dari lingkungan yang berada hanya di sekitar rumahnya kepada lingkungan yang lebih luas lagi, sehingga anak juga mulai mengidentifikasi perilaku orang lain di sekitarnya. Maka, sebelum mereka banyak menyerap kondisi lingkungan di sekitarnya, saat itulah pembelajaran sudah harus dimulai sejak dini dengan pembelajaran yang sesuai dengansyariat.

Bahwasanya mendidik anak tidak sama dengan mengajar. Mendidik anak adalah proses membimbing anak dalam mencapai kedewasaannya, baik dari aspek akal, fisik, maupun psikologisnya. Jadi, apa-apa yang dilakukan oleh orangtua, sebenarnya adalah dalam rangka membantu anak untuk mengenal dan mengetahui sesuatu, sehingga kemudian anak-anak mau dan kemudian menjadi terbiasa dan terampil mengamalkannya.

Lantas, Berapa Usia Ideal Anak Diajarkan Puasa dan wajib berpuasa?

Berpuasa bisa memberi dampak positif bagi perkembangan fisik dan mental anak. Beberapa ahli meyakini puasa meningkatkan hormon pertumbuhan anak dan meningkatkan daya tahan tubuh. Secara psikologis anak yang berpuasa memiliki pola hidup lebih disiplin, sabar, mau berbagi dan mengendalikan diri.

Namun, anak memiliki kemampuan terbatas, jangan terlalu memaksakan mereka berpuasa.Sejak kapankah tepatnya mulai memperkenalkan dan mengajarkan si kecil tentang puasa?

Berdasarkan laman Pediatrica Gadjah Mada, orangtua boleh memperkenalkan puasa kepada anak saat memasuki usia empat tahun. karena pada usia 4 tahun peraturan yang jelas dapat membantunya menjalani hari-hari.

Dalam usia 4 tahun, otang tuamelatih dasar pola berpikirnya dengan mengatur barang-barang yang ada di sekitarnya, seperti menggolongkan barang berdasarkan warna, bentuk atau tempat. Rasa penasaran akan menguasai si Kecil, dan otaknya akan berusaha mencari koneksi antara satu hal dengan hal lain.

Sedangkan usia berapa anak wajib berpuasa?

“Anak diwajibkan berpuasa ketika memasuki akil balig, yaitu sekitar usia 12 tahun. Jadi di bawah usia ini sebenarnya belum diwajibkan, namun melatih anak berpuasa sejak kecil sangat dianjurkan agar di usia akil balig nanti anak sudah kuat dan terbiasa,” ujar psikolog Siti Kiptiyah A.Md.TW.,S.Psi seperti dikutif dari tabloidnova.com.

Dalam hal ini, melatih puasa dapat dilakukan dalam berbagai cara. Anak balita dapat dikenalkan berpuasa dengan memberi tahu ketika orangtua sedang berpuasa, disertai dengan pengetahuan umum mengenai puasa.

Cara Mengajarkan Anak Berpuasa

Orangtua harus dapat mengajarkan pada anaknya bagaimana membuat puasa dibulah Ramadan menjadi sebuah pengalaman belajar yang menarik bagi anak-anak. Agar orangtua dapat mengajarkan anak-anak untuk menghormati bulan puasa dan memaknainya sebagai bulan dimana hati, pikiran, jiwa dan kesabaran harus bisa dikendalikan.

1.    Ajaklah Merekan Untuk Berbuka Puasa

Memintalah anak-anak untuk duduk bersama dengan seluruh anggota keluarganya diruang makan untuk berbuka puasa ketika waktunya tiba, bahkan ketika mereka tidak menjalankan ibadah puasa. Selain itu, sediakan makanan favorit anak diatas meja. Hal ini semata-mata untuk menarik perhatian mereka , cara ini akan mengajarkan mereka untuk melihat bagimana oranglain berbuka puasa dengan mengucap syukur. Setelahnya, ajaklah anak-anak untuk pergi ke mesjid  bersama dengan ayah mereka untuk menunaikan ibadah shalat Maghrib. Dengan begitu, lambat laun, ia akan mengerti dan terbiasa.

2.    Ajaklah Shalat Tarawih

Ajaklah anak-anak anda untuk menunaikan ibadah shalat tarawih setelah berbuka puasa sehingga mereka dapat terbiasa dan mengerti akan hal ini. Anak-anak mungkin hanya akan duduk atau tinggal dibagian belakang mesjid jika mereka bosan. Namun seiring berjalannya waktu, anda dapat memberikan pengertian bahwa shalat adalah hal yang penting yang harus mereka jalankan. Jika saat membawa serta sikecil ke mesjid untuk shalat tarawih dan anda tidak ingin mereka mengganggu orang lain, anda dapat membawa buku-buku bacaan yang biasa ia baca untuk membuatnya tetap sibuk. Hal ini layak dilakukan untuk menimbulkan rasa persatuan dan menghormati Ramadhan pada sikecil.

3.    Ajarkan Anak Untuk Berbagi

Anda bisa melakukannya dengan menyiapkan makanan yang bisa anda bagikan pada orang yang membutuhkan ketika berbuka puasa. Selain itu, buat sikecil ikut menyiapkan makanan ini dan buat pula ia terlibat saat memberikan makanan ini pada orang yang membutuhkan. Hal ini akan sangat berguna untuk mengajarkannya berbagi dan beramal kepada orang lain yang lebih membutuhkan terutama saat bulan Ramadhan yang mana beramal dan berbagi menjadi bagian dari ibadah dalam Islam.

4.    Berikan Penghargaan

Pada dasarnya setiap orang akan senang jika diberikan hadiah, begitupun dengan sikecil. Ajarkan ia berpuasa dengan memberikannya penghargaan berupa pujian ataupun memberikan apa yang ia harapkan selama itu masih dibatas normal. Seperti memasakan makanan kesukaan yang ia minta jika ia ikut menjalankan ibadah puasa meski puasa yang dijalaninya belum ful. Anda bisa melakukannya secara bertahap, dan lambat laun semangat anak akan semakin terpacu. Seiring berjalannya waktu anda bisa memberikan pengertian dan mulai mengurangi hadiah-hadah atau penghargaan yang anda berikan dan mengajarkannya bahwa puasa adalah ibadah wajib yang harus dilakukan dengan ikhlas.

Manfaat Puasa Bagi Anak

Puasa tidak sekadar melaksanakan kewajiban, tapi sarat dengan manfaat. Berikut 6 manfaat puasa bagi anak :

• Membatasi makanan camilan

Manfaat puasa bagi anak adalah membatasi kebiasan mencamil makanan sambil menonton TV atau main games dapat menyebabkan anak mempunyai kebiasaan sedikit-sedikit makan. Nah, di saat berpuasa, kebiasaan mencamil  ini sementara waktu dihilangkan.

• Mengontrol makan

Saat berpuasa, anak sebenarnya tetap makan sebanyak 3 kali makan utama,  hanya saja dengan jadwal bergeser. Konsumsi makanannya pun tidak berarti dilebihkan atau dikurangi. Porsi makan anak tetap seperti biasa dengan memerhatikan komposisi gizi seimbang. Namun istimewanya, dengan berpuasa anak belajar mengontrol makanannya. Demikian manfaat puasa bagi anak yang kedua.

• Mengendalikan berat badan

Bukan berarti berpuasa dijadikan ajang untuk menurunkan berat badan anak, lo. Tidak demikian. Tetap harus ada target yang dicapai. Artinya, orangtua harus memerhatikan asupan kalori anaknya selama berpuasa. Bagaimana caranya agar selama berpuasa anak gemuk bisa dapat diturunkan berat badannya. Juga bagi anak kurus tetap tidak membuatnya bertambah kurus. Karena itulah, berpuasa dapat membantu mengendalikan berat badan anak. Manfaat puasa bagi anak ini tentunya dengan cara yang benar.

Bagi anak yang kelebihan berat badan, hindari sajian banyak lemak (seperti junkfood) di saat berbuka atau sahur, namun sajikan  banyak hidangan sayur mayur dan buah-buahan. Pengurangan berat badan pun harus secara bertahap, tidak drastis. Jangan mengharapkan penurunan terlalu besar. Dengan berpuasa paling tidak anak dapat menurunkan BB sekitar 0,5—1  kg.

• Organ pencernaan bisa beristirahat

Selama sebulan penuh, usus yang biasanya selalu bekerja terus, diberi kesempatan untuk beristirahat. Demikian pula dengan kerja hormon-hormonnya. Tak perlu khawatir anak akan terserang mag. Sakit mag pada anak berbeda dan tak spesifik seperti halnya orang dewasa yang umumnya lantaran terlambat makan. Sakit mag pada anak umumnya lebih karena faktor makanan yang tidak sehat. Banyak mengonsumsi makanan berpengawet atau menggunakan pewarna dapat menyebabkan dinding lambung anak menjadi rusak dan anak sakit mag. Manfaat puasa bagi anak ini dapat dirasakan semua orang dari berbagai kalangan usia.

• Untuk detoksifikasi

Di saat berpuasa, hormon dan organ tubuh tidak bekerja keras seperti biasanya. Pada saat ini tubuh juga melakukan pengeluaran zat-zat yang tak berguna lewat keringat, air seni, maupun BAB. Untuk kelancaran pembuangan zat-zat sisa tersebut hendaknya anak mendapatkan kecukupan cairan saat sahur maupun berbuka puasa.

~ Anak dilatih makan pagi

Bila anak biasanya malas-malasan untuk sarapan, maka dengan berpuasa ia dilatih bangun pagi dan makan pagi. Tentunya, kebiasaan-kebiasaan semacam ini tak hanya berlaku selama sebulan saja, melainkan menjadi kebiasaan anak di usia-usia selanjutnya. Manfaat puasa bagi anak adalah membiasakannya untuk makan pagi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Meski Jadi Ibu Rumah Tangga, Bunda Juga Tetap Perlu Me Time

Hampir semua perempuan yang memilih menjadi istri sekaligus ibu, tak pernah membayangkan apa yang kemudian akan dihadapinya kelak. Ini adalah pekerjaan yang membutuhkan waktu 24 jam sehari dengan 7 hari seminggu. Tidak mengenal jam istirahat dan tak ada hari libur. Mulai dari merawat anak, mendidiknya, menyayangi pasangan, merawat rumah dan setumpuk kewajiban lain yang harus diselesaikan tiap harinya.

Hal tersebut memang benar adanya. Namun Bunda, meski demikian keadaannya, bukan berarti bunda harus melupakan me time yang mungkin saat sebelum menikah jauh lebih sering dilakukan. Me time atau waktu untuk menyenangkan diri sendiri adalah hak setiap orang, termasuk bagi seorang ibu rumah tangga.

Mengapa? Karena dengan me time nyatanya ampuh mengusir rasa suntuk, penat, bosan, atau bahkan lelah dari seorang ibu rumah tangga. Bukankah rumah tangga akan bahagia bila bunda pun bahagia?

Ibu yang Tak Punya Me Time Rentan Depresi yang Membuat Emosinya Bisa Meledak Sewaktu-waktu

ibu depresi

Meski dari luar terlihat baik-baik saja, bunda yang tak punya kesempatan untuk me time sejatinya tengah menimbun depresi. Jika terus dibiarkan, emosi dan depresi bunda yang sudah menumpuk bisa saja meledak sewaktu-waktu. Sayangnya banyak Bunda yang tak menyadari hal ini dan membiarkan tekanan ini terus menumpuk dalam diri.

Bahkan Sedihnya Karena Tertekan dengan Segala Rutinitas Pekerjaan Rumah, Bunda pun Rentan Melampiaskan Kekesalan pada Anak-anak

anak takut

Nyatanya me time memang sangat diperlukan. Efeknya bukan hanya pada bunda saja, karena seringkali jika bunda sudah kesal, anak-anak menjadi pelampiasan. Karena depresi dan lelah menyatu, bunda mulai berpikir bahwa anak-anak yang membuatnya tak memiliki me time seperti dulu.

Bunda itu Ibarat ceret air kebahagian. Tak mungkin bisa menuang kebahagiaan ke seluruh keluarga jika bunda sendiri tak bahagia bukan?

Ujungnya Bunda Bisa Mulai Menyesal dengan Pernikahan. Agar Hal itu Tak Terjadi, Sebaiknya Bunda Segera Konsultasi dengan Suami untuk Melakukan Me Time

berdua suami

Berkonsultasi dengan suami mengenai masalah ini sangatlah perlu. Karena nyatanya masih ada yang merasa tidak puas dengan kehidupan pernikahannya meski sang suami memenuhi segala kebutuhan rumah tangga. Padahal, Pernikahan yang telah bunda lalui bersama suami bukanlah hal yang layak disesali. Pasti suami mengizinkan apalagi demi kebahagiaan bunda.

Penelitian pun Mengatakan Menyediakan Waktu Me Time Ternyata Memberi Manfaat Baik Secara Psikologis dan Meningkatkan Kesejahteraan di dalam Keluarga

keluarga

Hasil studi dari Alyssa Westring, asisten professor di DePaul University, Chicago dan Stew Friedman, professor manajemen di Wharton School membuktikan bahwa me time penting dan bermanfaat bagi individu. Mereka melakukan penelitian terhadap sekumpulan orang dewasa yang berstatus ayah dan ibu yang rutin menyediakan waktu me time sepanjang 12-15 minggu ternyata mengalami peningkatan dalam hal kesejahteraan pribadi, kepuasan kerja, maupun kepuasan bersama keluarga mereka. Hal itu lantaran me time memberi manfaat baik secara psikologis dan fisik.

Saat Sudah Merencanakan Waktu Me Time, Yakinkan pada Suami Bahwa Semua Urusan Rumah Tangga Tetap Akan Berjalan Normal Selama Bunda Istirahat

ayah anak

Ada kalanya saat berkonsultasi, suami bisa saja tak setuju saat bunda harus meninggalkan urusan rumah tangga. Jika demikian, bunda harus pintar-pintar bernegosiasi dan meyakinkannya. Apalagi jika bunda telah memiliki rencana yang matang dan optimis jika me time tak akan mengganggu rutinitas dan urusan rumah tangga yang selama ini bunda kerjakan.

Tak ada salahnya meminta tolong pada orang terdekat selain suami jika memang bunda merasa perlu bantuan untuk membereskan urusan ini. Namun bunda juga bisa mencoba cara lain yaitu dengan melibatkan suami dalam mengurus rumah dan mengasuh anak secara bertahap. Jadi ketika tiba waktunya bunda beristirahat, suami tak akan kaget dan lebih santai karena sudah terbiasa menangani masalah keluarga.

Me Time Bisa Dilakukan Dimana Saja, Termasuk Di Rumah Menonton Tayangan Favorit

menonton televisi

Kekeliruan yang sering terjadi adalah berpikir bahwa me time haruslah berlibur dengan memakan waktu yang lama dan perlu perencanaan matang. Padahal sesungguhnya esensi dari me time adalah dengan menyisihkan waktu “istirahat” untuk diri sendiri.

Hal ini bisa bunda lakukan di rumah dan setiap hari kok. Seperti juga semua aktivitas pekerjaan lainnya, Bunda bisa beristirahat dan menarik nafas sejenak. Banyak aktivitas yang bisa dilakukan mulai dari membaca buku hingga menonton tayangan televisi yang mengasyikan.

Nah, untuk Me Time tentunya bunda akan membutuhkan banyak pilihan tayangan bukan? Jangan sampai waktu istirahat bunda tak maksimal karena terpaksa menonton tayangan dengan pilihan program yang terbatas.

Salah satu yang pantas Bunda lirik itu BigTV. Apalagi penyedia layanan televisi satelit terbesar di Indonesia ini punya promo gelegar kemerdekaan. Dengan berlangganan paket Eazy 12 bulan bunda bisa merdeka selama 3 bulan plus bisa mengupgrade semua channel.

Atau Bunda boleh mencoba paket Eazy 1 Big Deal 20 GB dari BigTV ini. Dengan 299 ribu rupiah per bulan, kita sudah memperoleh 69 channel pilihan. Asyiknya lagi Bunda diberikan akses ke FirstMediaX, layanan yang memungkinkan Bunda mengakses program-program televisi dari gadget dimana saja.

Paling tidak, untuk di rumah Bunda bisa menikmati tayangan FirstMediaX dimana saja di seluruh ruangan. Apalagi paket ini sudah juga disertakan internet dengan kecepatan hingga 100 Mbps unlimited. Sementara untuk akses internet di luar rumah akan diberikan starter pack bolt gratis.

Kalau 69 channel belum cukup, Bunda bisa memilih Eazy 1 Big Star Unlimited dengan harga 439 ribu rupiah per bulan. Pilihan Channelnya lebih banyak hingga 92 channel dengan 32 diantaranya sudah berkualitas HD. Tambahannya Bunda tetap punya akses ke FirstMediaX, plus akses internet hingga 20 Mbps unlimited dan starter pack bolt gratis.

Kalau masih penasaran Bunda bisa simak pilihan paket lainnya dari BigTV di sini. Yuk siapkan fasilitas untuk Me time Bunda!

big-tv

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Karena Setiap Anak Terlahir Berbeda, Maka Mendidiknya Pun Perlu Cara Unik

panadol anak

“Semua orang itu pintar. Tapi kalau kamu menilai ikan dari kemampuannya memanjat pohon, maka seumur hidupnya si ikan akan menganggap dirinya bodoh”

Mungkin tak satu dua kali kita membaca atau mendengar kalimat tersebut. Istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan bahwa setiap anak itu unik dan berbeda. Kemampuan, keinginan dan mimpi setiap anak tentulah tak serupa. Memaksanya “sama” dengan orang lain sementara kemampuannya berbeda, ibarat menyuruh seekor ikan yang paling pandai berenang untuk memanjat pohon.

Namun meski sudah sering mendengar istilah serupa itu, tak sedikit dari kita yang melulu membandingkan anak kita dengan anak lainnya. Beberapa bahkan baru bangga sebagai orang tua jika si anak bisa melakukan hal melebihi yang bisa dilakukan oleh anak lainnya. Jika tak sama maka anak belum lah berhasil dan kita sebagai orang tua masih gagal.

Lantas bagaimana agar tak terjebak dengan kondisi pemikiran seperti itu?

Setiap Anak Berkembang Dengan Fasenya Masing-Masing, Karena Itu Bersabarlah

Dari sisi kesehatan dan medis memang ada fase perkembangan anak. Namun yang sering kita lupa bahwa daftar tersebut adalah patokan yang tidak kaku. Karena masing-masing anak tentunya punya fase perkembangannya sendiri.

Jangan lantas panik apalagi memarahi seandainya anak belum lancar membaca sementara kawannya sudah. Jangan pula panik terburu-buru jika jumlah gigi si kecil belum nampak sebanyak temannya. Kuncinya adalah kesabaran. Bisa jadi anak kita unggul di beberapa bidang perkembangan, dan sedikit tertinggal di area perkembangan yang lain. Tidak lekas jalan tapi lekas bicara misalnya. Atau sebaliknya.

Sayangnya orang tua yang tak sabaran sering kali akhirnya hanya melihat area-area yang anaknya tertinggal tanpa perduli area yang anaknya unggul. Padahal memaksakan sesuatu kepada anak, tentunya akan membuatnya tak nyaman. Dan bukan tak mungkin malah akan menghambat perkembangannya yang lain bukan?

Setiap Anak Akan Menghadapi Jenis Dan Tingkat Kesulitannya Masing-Masing, Karena Itu Berhentilah Membandingkan

Sebagai mana kelebihan yang berbeda-beda, masing-masing anak juga akan punya tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Kita tak bisa memaksakannya sama seperti anak lainnya. Coba kembalikan ke diri kita yang sudah dewasa, apakah kita nyaman jika diminta menyamai atlit rekor atlit lari misalnya. Atau bagaimana perasaan kita jika diminta bekerja di belakang meja sementara kita orang yang senang keluar. Tentunya tidak akan nyaman bukan?

Demikian juga dengan anak. Jadi kalau anak tak semudah itu makan sayur atau tak mau minum susu, kita tak boleh lantas mengatakan bahwa kawannya yang lain bisa menghabiskan sayur dan susu dengan segera. Atau kalau si anak masih takut bermain air, tentunya kitalah yang harus pintar mengajaknya bermain tanpa perlu mengatakannya penakut, dan sejenisnya.

Setiap Anak Punya Keinginan Yang Berbeda, Karena Itu Dengarkanlah

Cara termudah untuk membuat anak kecewa dan minder adalah dengan mentertawakan dan menganggap remeh ide dan mimpi-mimpi ajaibnya. Banyak dari kita yang dengan mudahnya mengatakan “itu tidak mungkin” ketika anak sedang bercerita.

Padahal, coba misalnya bayangkan jika dulu kita diceritakan bahwa memesan makanan dan transportasi tinggal tekan handphone yang pintar dengan petanya. Tentunya 10-20 tahun lalu ide dan impian itu terasa sangat aneh dan tidak mungkin.

Itulah yang terjadi pada anak-anak kita. Mereka sedang membangun mimpi-mimpinya yang bisa jadi sangat tak terbayangkan oleh kita. Karena itu cobalah untuk mendengarkannya. Misalnya, apa alasannya tak mau tidur. Perhatikan misalnya kenapa si kecil belum mau melepas jempolnya yang terus dihisap.

Anakmu Juga Unik? Coba Ceritakan Pengalaman Istimewamu Ketika Menganjarkannya Hal Baru, Biar Orang Lain Bisa Mendapat manfaatnya!

panadol anak

Tentu Bunda punya anak yang unik dan berbeda juga bukan? Pastinya punya pengalaman istimewa juga mengahadapi uniknya calon-calon pemimpin masa depan ini. Terkadang, ada saja tingkah Si Kecil yang membuat kita menggelengkan kepala. Maka itu sebagai seorang ibu, kita harus belajar dari satu sama lain untuk menghindari kesalahan dalam mengasuh anak.

Nah, coba ceritakan pengalaman Bunda ini, karena Panadol Anak sedang mengadakan kontes #TipsPanadolAnak. Kontes ini mengajak Bunda untuk mengirimkan tips dalam mengasuh anak yang tentunya harus kreatif, berguna, dan mampu menginspirasi Bunda lainnya!

Caranya?

1. Peserta wajib Peserta wajib follow akun social media dari Panadol Anak Indonesia di halaman Facebook (Panadol Ibu Peduli) ini.

2.Kemudian upload foto atau video beserta captionnya yang berkaitan dengan tips mengasuh anak sesuai tema mingguan yang telah ditetapkan berikut ini di akun facebook bunda masing-masing:

Minggu 1 (18 – 24 Juli): Tips Mengatasi Anak Susah Makan Sayur
Minggu 2 (25 – 31 Juli): Tips Mengatasi Anak Yang Takut Air
Minggu 3 (1 – 7 Agustus): Tips Mengatasi Sakit Kepala Pada Anak
Minggu 4 (8 – 14 Agustus): Tips Mengatasi Demam Pada Anak Setelah Imunisasi
Minggu 5 (15 – 21 Agustus): Tips Mengajari Anak Membaca
Minggu 6 (22 – 28 Agustus): Tips Mengatasi Anak Susah Minum Susu
Minggu 7 (29 Agustus – 4 September): Tips Mengatasi Demam Pada Anak Saat Flu
Minggu 8 (5 – 11 September): Tips Mengatasi Demam Saat Anak Tumbuh Gigi
Minggu 9 (12 – 18 September): Tips Membuat Anak Berhenti Melakukan Kebiasaan Menghisap Jempol
Minggu 10 (19 – 25 September): Tips Mengatasi Anak Yang Susah Tidur Siang

3. Jangan lupa posting photo dan  tips seting privasinya harus public

4. Tag ke social media Panadol Anak Indonesia dengan menggunakan hashtag #TipsPanadolAnak #TipsIbuPeduli #MakeNoMistake #KLNpanadol di caption Anda

5. #TipsPanadolAnak yang dikirim harus orisinal, kreatif dan inspiratif serta belum pernah dipublikasikan sebelumnya

Akan ada 5 pemenang yang mendapatkan hadiah menarik setiap minggunya dan 2 pemenang yang mendapatkan hadiah utama: Giant Keyboard dan Bip Bip Watch. #TipsPanadolAnak yang paling orisinal, kreatif dan menginspirasi berhak menjadi pemenang. Yuk berbagi tips mengasuh anak versi anda.

Untuk keterangan lengkapnya bisa dilihat di sini.

tips panadol anak

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top