Parenting

Bukan Asal Terlihat Lucu Saja, 5 Hal Ini Juga Wajib Anda Perhatikan Saat Memilih Baju Untuk Anak Perempuan

ajarkan kecerdasan emosi anak sejak dini

Ada perbedaan antara perempuan dan laki-laki dalam hal fashion item. Perempuan jelas memiliki fashion item perempuan yang lebih banyak. Hal ini berlaku untuk semua umur, bahkan untuk anak-anak sekalipun. Ragam pilihan baju anak yang tersedia di pasaran bisa memudahkan seorang ibu, namun hal itu juga bisa jadi masalah bila salah dalam menyikapinya.

Pakaian merupakan cermin kepribadian seseorang, maka  sudah menjadi tugas seorang ibu untuk memilihkan baju yang tidak hanya terlihat cantik tetapi juga pantas dikenakan anak. Nyatanya dalam berpakaian anak memiliki sedikit kebutuhan yang berbeda bila dibandingkan orang dewasa. Nah, agar si kecil merasa nyaman, pastikan untuk mempertimbangkan 5 hal ini saat membelikan baju untuknya Bun!

Nyaman Belum Tentu Aman, Pastikan Juga Bahan Baju Anak Aman Digunakan

Jika orang dewasa masih bisa bertahan dengan beberapa jenis baju yang tidak nyaman untuk badan, hal itu tidak berlaku untuk anak anda. Karena hal yang paling penting bagi mereka adalah kenyamanan, sehingga tugas ibu adalah memilih bahan yang nyaman dan tidak panas. Akan lebih baik bila anda bisa memberikan baju dengan bahan yang mudah menyerap keringat dan juga tidak membatasi ruang geraknya.

Hal yang tidak kalah penting adalah mencari bahan baju yang aman sehingga tidak menyebabkan iritasi kulit pada anak ataupun alergi. Kenali jenis kulit anak anda untuk mengetahui apakah mudah iritasi atau tidak.Untuk meminimilasir hal itu anda dapat memilih baju yang berbahan katun atau wol. Hindari juga penggunaan benda tajam pada baju anak anda seperti peniti atau jarum.

Model Yang Berlimpah Jangan Sampai Membuat Anda Lupa Dengan Usia Anak. Sesuaikan Baju Dengan Usia Si Kecil Ya Bun!

Model yang beragam tentunya bisa sangat memudahkan ibu untuk memilihkan baju untuk anak, terutama model baju anak perempuan yang memiliki lebih banyak ragam model, jenis dan warna. Tidak jarang sang ibu ingin memiliki baju yang berpasangan dengan buah hatinya. Hal tersebut boleh saja dilakukan, namun sesuaikan juga pakaian dengan umur anak ya Bun! Jangan sampai buah hati terlihat ‘dewasa’ karena model dan warna baju yang tidak pas.

Pilihan Ukuran Yang Tepat Bisa Membantu Stimulasi Gerak Anak, Pastikan Ukurannya Pas!

Salah satu cara menstimulasi kreatif anak adalah dengan membiarkan ruang geraknya. Salah satunya bisa dilakukan dengan memberikan baju yang nyaman dan juga sesuai dengan ukurannya. Jangan biarkan baju tersebut terlalu sempit sehingga membuatnya tidak bisa bergerak bebas bahkan cenderung sesak sehingga membuatnya tidak nyaman. Belikan ukuran yang pas sehingga kemungkinan anak menangis dan gelisah karena bajunya yang tidak enak dipakai bisa dihindari.

Dunia Anak Penuh Dengan Warna, Eksplor Dunianya Dengan Pemilihan Warna Yang Cerah Dan Beragam

Selain aspek-aspek di atas, pemilihan warna menjadi hal yang perlu mendapat perhatian. Pilihlah warna-warna cerah yang menggambarkan keceriaan dan kebahagiaan dunia anak. Untungnya baju-baju anak perempuan cenderung memiliki lebih banyak pilihan jadi untuk memilih baju yang bernuansa ceria dengan warna cerah bukanlah perkara sulit. Pakaian dengan motif yang beragam seperti bunga ataupun tokoh kartun favorit juga bisa menjadi pilihan.

Teliti Dan Jeli Saat Membeli Baju Anak Ya Bun! Tak Harus Mahal Kok!

Baju anak memang tidak murah, meski ukuran yang jauh lebih kecil namun harganya beda tipis dengan  pakaian dewasa. Ini yang harus jadi salah satu perhatian besar ibu dalam pemilihan pakaian anak. Saat membeli baju untuk anak, sesuaikan dengan kondisi keuangan anda. Jangan memaksakan diri untuk membeli pakaian dengan harga yang tak sebanding dengan kemampuan anda. Mengingat baju tidak menjadi kebutuhan satu-satunya, lebih bijaklah dalam membeli pakaian anak. Sebaiknya jangan terlalu banyak membelikan pakaian untuk anak karena ukuran pakaian anak akan sangat cepat berubah mengikuti pertumbuhannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Jangan Mau Didikte Tayangan Yang Itu-Itu Saja, Bunda Harus Merdeka Memilih Program TV Untuk Anak

Four-kids-watching-a-movie

Sejatinya sah-sah saja mengizinkan anak-anak menonton televisi. Apalagi saat momen golden age, anak-anak lebih cepat menangkap informasi. Apabila mereka menonton tayangan yang mengandung konten positif, bukankah hal itu baik bagi perkembangan si kecil?

Hanya saja belakangan muatan dalam acara televisi tak lagi ‘ramah’ untuk anak-anak. Di samping itu, kurangnya perhatian orangtua menyortir tayangan mana yang layak menjadi tontonan buah hati membuat banyak anak-anak yang akhirnya terperangkap pada tayangan televisi yang hanya mengejar rating penonton. Belum lagi dengan dampak yang akan ditimbulkan ke depannya.

pexels-photo-236215

Jumlah Tayangan Sinetron di Beberapa Stasiun TV Membuat Anak Tak Punya Pilihan Saat Menonton

Satu stasiun tv paling sedikit menayangkan dua sinetron dalam durasi lebih dari dua jam. Jika dua hingga lima stasiun tv lokal menjadikan sinetron sebagai program andalan mereka, maka anak-anak pun mau tak mau ikut menonton tayangan yang ada di tv. Jika si kecil terus-menerus melakukan hal ini, akan timbul pula dampak bagi psikologisnya.

pexels-photo-301977

Selain Krisis Tayangan Bermutu, Nyatanya Anak-Anak Pun Mulai Kesulitan Mendengar Lagu-Lagu Sesuai Usianya

Mulai dari radio hingga televisi, bunda pasti kesulitan menemukan lagu bergenre anak-anak. Karena memang saat ini lagu-lagu yang ada ditujukkan untuk orang dewasa. Tapi lantaran tak ada lagu yang mewakili usianya, mau tak mau anak-anak ikut mendengarkan lagu tersebut kemudian jadi hapal di benaknya. Bukankah tak lazim melihat anak-anak fasih menyanyikan lagu cinta-cintaan?

pexels-photo-321441

Efek Paling Buruk Yaitu Saat Si Kecil Mulai Menirukan Apa Yang Ditontonnya Lewat Televisi

Anak-anak dikenal sebagai peniru yang cakap. Baik meniru kebiasaan orangtuanya maupun sekitarnya. Selain itu, mereka pun akan meniru tokoh yang menurutnya layak dijadikan figur idola. Tak jarang aksi para tokoh utama dalam sinetron masa kini pada akhirnya ditiru dan dijadikan ‘mainan’ anak-anak saat berinteraksi dengan teman sebayanya. Hal ini mulai masuk fase yang mengkhawatirkan jika si kecil mulai meniru adegan yang tergolong kasar seperti berkelahi, melabrak, atau melakukan bullying lewat kata-kata.

pexels-photo-235554

Apabila Sudah Terlanjur, Perlu Peran Aktif Orangtua Untuk Memberi Penjelasan

Tidak ada kata terlambat bagi orangtua untuk mengarahkan buah hati mereka. Jika si anak sudah terlanjur menonton sinetron atau menyanyikan lagu-lagu dewasa yang berbau percintaan, sudah selayaknya orangtua memberi penjelasan sesuai dengan kapasitas perkembangan si kecil. Misalnya menjelaskan pada si kecil apa itu cinta dan apa yang membuat orang harus mencintai orang lain atau sesama.

Mengarahkan anak kepada hal yang positif adalah salah satu cara menghalau dampak negatif yang sewaktu-waktu bisa timbul jika sudah terlanjur menonton tayangan tersebut. Baru kemudian orangtua bisa mengarahkan anak agar tak lagi menonton sinetron. Sejatinya tak perlu larangan keras, kuncinya hanya pengawasan yang lebih jeli dari orangtua.

pexels-photo-333529

Kedepannya Anak Perlu Dilindungi Dan Diberi Pilihan Tayangan Yang Sesuai Usianya

Nah, tentunya kita sebagai orang tua yang harus pandai mengatur tayangan untuk anak bukan? Agar tak lagi “kecolongan”, Bunda bisa memilih BigTV sebagai penyedia layanan televisi di rumah. Karena BIGTV memberikan solusi tayangan TV yang BERKUALITAS, MENDIDIK dan AMAN bagi perkembangan anak Anda. Setidaknya ada 5 fitur BigTV yang bisa dimanfaatkan untuk memberi anak tayangan yang berkualitas.

Pertama Decoder Lock, BIGTV memberikan fasilitas untuk orang tua dapat mengatur/membatasi waktu anak kita dalam menonton tayangan televisi. Hal ini penting karena mengatur durasi alias lamanya anak menonton televisi jadi faktor utama sukses tidaknya orang tua mendidik anak dengan televisi.

Kedua Parental Lock, BIGTV memberikan kemudahan untuk mengatur tayangan atau program sesuai usia anak. Dengan opsi ini tentunya tidak ada lagi cerita anak mengakses tayangan yang belum sesuai usianya bukan?

Ketiga Channel Lock, BIGTV membantu kita untuk dapat mengunci channel/program tertentu yang tidak aman untuk anak Anda. Untuk channel yang memang sama sekali tak boleh diakses, bunda punya pilihan untuk menguncinya total sehingga aman dari jangkauan anak-anak.

Keempat HD Quality, Channel BIGTV berkualitas High Definition/HD, sehingga tayangan BIGTV lebih tajam, jelas dan nyaman ditonton oleh anak. Mengingat anak secara indera masih terus dalam perkembangan tentunya penting untuk membuat matanya tetap nyaman dengan tayangan yang tajam dengan kualitas High Definition.

Kelima Bilingual, BIGTV hadir dalam 2 bahasa yaitu Indonesia dan Inggris yang dapat meningkatkan kemampuan bahasa Inggris anak. Melalui fitur ini anak akan secara tak sadar dan gembira mempelajari bahasa inggris melalui tayangan favoritnya.

Untuk mencicipi fitur tersebut Bunda bisa memanfaatkan program promo Gelegar Kemerdekaan Big TV. Salah satunya Bunda boleh mencoba paket Eazy 1 Big Deal 20 GB dari BigTV ini. Dengan 299 ribu rupiah per bulan, kita sudah memperoleh 69 channel pilihan. Asyiknya lagi Bunda diberikan akses ke FirstMediaX, layanan yang memungkinkan Bunda mengakses program-program televisi dari gadget dimana saja.

Atau bisa mencoba Paket BIG SUN UNLIMITED yang dengan harga terjangkau mulai dari 329 ribu/bulan kita akan mendapatkan 80 Channel (53 Channel SD + 27 Channel HD), akses internet unlimited dan akses gratis untuk menonton channel-channel BIGTV melalui laptop, tablet atau smartphone.

Kalau masih penasaran Bunda bisa simak pilihan paket lainnya dari BigTV. Yuk siapkan fasilitas tayangan sehat untuk si buah hati!

big-tv

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Meski Jadi Ibu Rumah Tangga, Bunda Juga Tetap Perlu Me Time

Hampir semua perempuan yang memilih menjadi istri sekaligus ibu, tak pernah membayangkan apa yang kemudian akan dihadapinya kelak. Ini adalah pekerjaan yang membutuhkan waktu 24 jam sehari dengan 7 hari seminggu. Tidak mengenal jam istirahat dan tak ada hari libur. Mulai dari merawat anak, mendidiknya, menyayangi pasangan, merawat rumah dan setumpuk kewajiban lain yang harus diselesaikan tiap harinya.

Hal tersebut memang benar adanya. Namun Bunda, meski demikian keadaannya, bukan berarti bunda harus melupakan me time yang mungkin saat sebelum menikah jauh lebih sering dilakukan. Me time atau waktu untuk menyenangkan diri sendiri adalah hak setiap orang, termasuk bagi seorang ibu rumah tangga.

Mengapa? Karena dengan me time nyatanya ampuh mengusir rasa suntuk, penat, bosan, atau bahkan lelah dari seorang ibu rumah tangga. Bukankah rumah tangga akan bahagia bila bunda pun bahagia?

Ibu yang Tak Punya Me Time Rentan Depresi yang Membuat Emosinya Bisa Meledak Sewaktu-waktu

ibu depresi

Meski dari luar terlihat baik-baik saja, bunda yang tak punya kesempatan untuk me time sejatinya tengah menimbun depresi. Jika terus dibiarkan, emosi dan depresi bunda yang sudah menumpuk bisa saja meledak sewaktu-waktu. Sayangnya banyak Bunda yang tak menyadari hal ini dan membiarkan tekanan ini terus menumpuk dalam diri.

Bahkan Sedihnya Karena Tertekan dengan Segala Rutinitas Pekerjaan Rumah, Bunda pun Rentan Melampiaskan Kekesalan pada Anak-anak

anak takut

Nyatanya me time memang sangat diperlukan. Efeknya bukan hanya pada bunda saja, karena seringkali jika bunda sudah kesal, anak-anak menjadi pelampiasan. Karena depresi dan lelah menyatu, bunda mulai berpikir bahwa anak-anak yang membuatnya tak memiliki me time seperti dulu.

Bunda itu Ibarat ceret air kebahagian. Tak mungkin bisa menuang kebahagiaan ke seluruh keluarga jika bunda sendiri tak bahagia bukan?

Ujungnya Bunda Bisa Mulai Menyesal dengan Pernikahan. Agar Hal itu Tak Terjadi, Sebaiknya Bunda Segera Konsultasi dengan Suami untuk Melakukan Me Time

berdua suami

Berkonsultasi dengan suami mengenai masalah ini sangatlah perlu. Karena nyatanya masih ada yang merasa tidak puas dengan kehidupan pernikahannya meski sang suami memenuhi segala kebutuhan rumah tangga. Padahal, Pernikahan yang telah bunda lalui bersama suami bukanlah hal yang layak disesali. Pasti suami mengizinkan apalagi demi kebahagiaan bunda.

Penelitian pun Mengatakan Menyediakan Waktu Me Time Ternyata Memberi Manfaat Baik Secara Psikologis dan Meningkatkan Kesejahteraan di dalam Keluarga

keluarga

Hasil studi dari Alyssa Westring, asisten professor di DePaul University, Chicago dan Stew Friedman, professor manajemen di Wharton School membuktikan bahwa me time penting dan bermanfaat bagi individu. Mereka melakukan penelitian terhadap sekumpulan orang dewasa yang berstatus ayah dan ibu yang rutin menyediakan waktu me time sepanjang 12-15 minggu ternyata mengalami peningkatan dalam hal kesejahteraan pribadi, kepuasan kerja, maupun kepuasan bersama keluarga mereka. Hal itu lantaran me time memberi manfaat baik secara psikologis dan fisik.

Saat Sudah Merencanakan Waktu Me Time, Yakinkan pada Suami Bahwa Semua Urusan Rumah Tangga Tetap Akan Berjalan Normal Selama Bunda Istirahat

ayah anak

Ada kalanya saat berkonsultasi, suami bisa saja tak setuju saat bunda harus meninggalkan urusan rumah tangga. Jika demikian, bunda harus pintar-pintar bernegosiasi dan meyakinkannya. Apalagi jika bunda telah memiliki rencana yang matang dan optimis jika me time tak akan mengganggu rutinitas dan urusan rumah tangga yang selama ini bunda kerjakan.

Tak ada salahnya meminta tolong pada orang terdekat selain suami jika memang bunda merasa perlu bantuan untuk membereskan urusan ini. Namun bunda juga bisa mencoba cara lain yaitu dengan melibatkan suami dalam mengurus rumah dan mengasuh anak secara bertahap. Jadi ketika tiba waktunya bunda beristirahat, suami tak akan kaget dan lebih santai karena sudah terbiasa menangani masalah keluarga.

Me Time Bisa Dilakukan Dimana Saja, Termasuk Di Rumah Menonton Tayangan Favorit

menonton televisi

Kekeliruan yang sering terjadi adalah berpikir bahwa me time haruslah berlibur dengan memakan waktu yang lama dan perlu perencanaan matang. Padahal sesungguhnya esensi dari me time adalah dengan menyisihkan waktu “istirahat” untuk diri sendiri.

Hal ini bisa bunda lakukan di rumah dan setiap hari kok. Seperti juga semua aktivitas pekerjaan lainnya, Bunda bisa beristirahat dan menarik nafas sejenak. Banyak aktivitas yang bisa dilakukan mulai dari membaca buku hingga menonton tayangan televisi yang mengasyikan.

Nah, untuk Me Time tentunya bunda akan membutuhkan banyak pilihan tayangan bukan? Jangan sampai waktu istirahat bunda tak maksimal karena terpaksa menonton tayangan dengan pilihan program yang terbatas.

Salah satu yang pantas Bunda lirik itu BigTV. Apalagi penyedia layanan televisi satelit terbesar di Indonesia ini punya promo gelegar kemerdekaan. Dengan berlangganan paket Eazy 12 bulan bunda bisa merdeka selama 3 bulan plus bisa mengupgrade semua channel.

Atau Bunda boleh mencoba paket Eazy 1 Big Deal 20 GB dari BigTV ini. Dengan 299 ribu rupiah per bulan, kita sudah memperoleh 69 channel pilihan. Asyiknya lagi Bunda diberikan akses ke FirstMediaX, layanan yang memungkinkan Bunda mengakses program-program televisi dari gadget dimana saja.

Paling tidak, untuk di rumah Bunda bisa menikmati tayangan FirstMediaX dimana saja di seluruh ruangan. Apalagi paket ini sudah juga disertakan internet dengan kecepatan hingga 100 Mbps unlimited. Sementara untuk akses internet di luar rumah akan diberikan starter pack bolt gratis.

Kalau 69 channel belum cukup, Bunda bisa memilih Eazy 1 Big Star Unlimited dengan harga 439 ribu rupiah per bulan. Pilihan Channelnya lebih banyak hingga 92 channel dengan 32 diantaranya sudah berkualitas HD. Tambahannya Bunda tetap punya akses ke FirstMediaX, plus akses internet hingga 20 Mbps unlimited dan starter pack bolt gratis.

Kalau masih penasaran Bunda bisa simak pilihan paket lainnya dari BigTV di sini. Yuk siapkan fasilitas untuk Me time Bunda!

big-tv

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Si Kecil Mulai Bertanya Banyak Hal? Siasati Dengan Cara Ini Jika Bunda Mulai Kesulitan Menjawabnya

pexels-photo-326575

Semakin bertambahnya usia anak, semakin besar juga rasa ingin tahunya terhadap hal yang menurutnya baru. Mungkin bunda merasakan, ada saja hal yang ingin ditanyakan. Mulai dari, “Mengapa ayam bertelur?”, “Mengapa Bunda melahirkan tapi Ayah tidak?”, hingga bertanya siapa itu pencipta manusia.

Berbagai pertanyaan spontan dari si kecil sejatinya tak boleh diabaikan. Jangan memberikan jawaban manipulatif atau bahkan berbohong padanya. Bagaimanapun, Bunda harus tetap bijak memberikan jawaban positif atas pertanyaannya. Meski memang kenyataannya, orangtua pun sering kewalahan menanggapi pertanyaan si kecil. Karenanya, Bunda perlu memahami tips-tips ini agar tak salah kaprah ketika si kecil mulai aktif bertanya.

 

Berikan Jawaban yang Bunda Pahami, Dengan Demikian Si Anak Akan Ikut Berpikir Sesuai Arahan Anda

Bila anak mulai bertanya hal-hal yang menurut bunda terlalu rumit, hindari memberi jawaban semisal “Nanti kamu akan mengerti kalau sudah dewasa” atau “Jangan terlalu dipikirin, kamu masih kecil”. Dua tipe jawaban itu justru membuat si anak semakin penasaran dan akan kembali bertanya dengan pertanyaan yang sama di kemudian hari.

Lebih baik Bunda menjelaskan dengan respon yang memang bunda pahami. Anak yang memiliki rasa ingin tahu yang besar tak akan pernah puas dan pasti terus bertanya tentang berbagai hal. Tinggal sebagai orangtua, Bunda jangan lelah untuk membimbing dan arahkan mereka dengan pengetahuan-pengetahuan yang sudah bunda ketahui.

pexels-photo-326539

Libatkan Si Kecil Untuk Bersama-sama Mencari Jawaban. Anak Seusianya Akan Senang Mengeksplorasi Hal Baru

Kadang memang ada kalanya orangtua bingung memberikan jawaban lantaran tak tahu sama sekali dengan topik yang ditanyakan sang anak. Jika situasinya demikian, tak perlu gengsi untuk mengakui jika anda memang belum tahu jawabannya. Selanjutnya, tinggal ajak buah hati untuk mencari jawabannya bersama-sama. Bereksplorasi bersama-sama akan menjadi kegiatan yang menyenangkan.

Alternatifnya bisa Bunda lakukan dengan mencari buku yang sekiranya memuat jawaban atas pertanyaan sang anak atau jika memang terlalu sulit, browsing bersama-sama si kecil pun tak masalah. Disamping itu, jika pertanyaan si kecil berbau pengetahuan, anda bisa mengajaknya ke museum.

Bunda perlu tahu, berdasarkan paparan dari Carol Davenport, peneliti dari Northumbria University, dengan mengakui kalau orangtua tak tahu jawabannya lalu mencari jawabannya, orangtua telah memberikan contoh yang baik pada anak-anaknya.

pexels-photo-139106

Jika Bunda Tak Bisa Menjawab Saat Itu Juga, Sebaiknya Mintalah Waktu pada Anak Untuk Mencari Jawabannya

Saat anak bertanya, ada baiknya memang langsung merespon dan menjawab saat itu juga. Namun kadang situasinya berbeda. Terutama jika si kecil tergolong kritis dan mengajukan pertanyaan yang sukar sehingga anda pun perlu waktu untuk menjawabnya.

Bunda tak perlu ragu, kalau memang anda bingung atau blank tak ada jawaban di dalam benak, mintalah waktu pada si kecil. Hal ini tak akan membuat orangtua terkesan bodoh di depan anak, justru saat itulah kita menunjukkan sikap bahwa kita menghargai tindakan si kecil yang memliki rasa ingin tahu begitu besar.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Bunda, Membacakan Jenis-jenis Buku Ini Ternyata Berpengaruh Baik Untuk Perkembangan Anak Loh!

child book (2)

Perlu anda tahu bahwa sebelum tidur merupakan waktu berharga dengan anak. Hal itu terjadi karena pada saat-saat seperti itu kondisi anak dalam keadaan yang rileks sehingga mereka siap untuk menerima sesuatu yang baru. Tentu saja waktu yang begitu berharga tersebut jangan sampai anda sia-siakan begitu ssaja. Banyak hal yang bisa anda lakukan bersama si kecil untuk mengisi ‘quality time’, yang salah satunya adalah dengan membacakan buku.

Membacakan buku pada anak sebelum tidur memiliki banyak manfaat. Sebagaimana hasil penelitian yang dikutip oleh parents.com yang menyatakan bahwa anak yang sudah memiliki kebiasaan membaca atau dibacakan sejak dini akan memiliki pengetahuan linguistik yang lebih banyak dan pengetahuan yang lebih baik jika dibandingkan dengan anak yang tidak mendapatkan perlakuan tersebut. Untuk itulah, mulai kebiasaan ini sejak dini untuk meningkatkan kemampuan anak-anak. Agar mendapat manfaat yang optimal, berikut jenis buku yang sebaiknya dibacakan untuk anak sebelum dia tidur.

Membacakan Buku Seri Pembentukan Karakter Akan Sangat Bermanfaat Untuk Tumbuh Kembang Anak

Ini adalah buku yang berisi tentang nilai-nilai dan karakter-karakter tentang kebaikan. Cari buku tentang karakter yang bahasanya mudah untuk dipahami dan diingat oleh si kecil sehingga mereka tidak kesulitan ketika harus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Bukan Hanya Berisi Kisah Indah, Dongeng anak Juga Banyak Mengandung Suri Teladan

Siapa yang tidak suka dengan dongeng? Sepertinya mulai dari anak-anak ssampai orang dewasa pun menyukai dongeng. Anda dapat membacakan sebuah dongeng untuk anak saat mereka akan beranjak tidur. Berbagai cerita dari seluruh Indonesia disajikan dalam bentuk cerita yang menarik dan mudah untuk dipahami. Dengan membacakan dongeng pada anak, maka selain akan menambah pengetahuannya juga hal itu akan membuat anak lebih mudah untuk memahami kearifan lokal.

Bunda Juga dapat Membacakan Kisah-kisah Religi

Jenis buku yang selanjutnya yang bisa dijadikan sebagai bacaan menjelang anak tidur adalah buku-buku tentang kisah keagamaan. Membacakan buku kisah keagamaan pada anak akan membuat mereka mengidolakan tokoh-tokoh agamanya yang hebat-hebat tersebut. Selain itu, membacakan buku kisah keagamaan bagi anak juga akan membuatnya mudah untuk memahami ajaran agama.

Buku Seri Usborne Bisa Anda Pilih Untuk Menambah Pengetahuan Anak

Ini termasuk buku bacaan ringan yang isinya penuh dengan berbagai informasi yang menarik. itulah sebabnya jenis buku ini termasuk direkomendasikan untuk dibacakan pada anak menjelang tidur. Bukan hanya menjadi penghantar tidur, buku seri usborne juga bisa membuat pengetahuan anak semakin bertambah.

Bisa Juga Membacakan Ensiklopedia Anak

Ini adalah buku yang berisi tentang kehidupan anak-anak. membacakan buku ini akan membuat anak tidak sabar untuk menunggu ‘bedtime reading’ setiap harinya. Anda dapat mencari buku tentang pengetahuan sehari-hari yang perlu dipelajari oleh anak atau buku yang berisi tentang pengetahuan tentang dunia anak.

Kenalkan Dunia Pada Anak Lewat Atlas

Selain buku-buku yang berisi tentang pengetahuan umum dan cerita, atlas juga tidak kalah menariknya untuk dikenalkan kepada anak. Kenalkan kondisi geografis yang ada di sekitarnya, mulai dari geografis tempat anda dan anak tinggal sampai geografis negaranya. Jika sudah, tidak ada salahnya juga jika anda mulai mengenalkan keadaan geografis di negara lain. Hal ini akan menambah daya imajinasi anak tentang kondisi bumi yang menjadi tempat tinggalnya.

Majalah Anak Selalu Menarik Untuk Dibacakan Sebelum Tidur Bun!

Saat ini isi majalah anak begitu bervariasi, mulai dari berbagai aktivitas yang bisa dilakukan oleh anak sampai dengan cerita-cerita anak. Semuanya tersaji di dalam majalah khusus anak, ditambah lagi dengan gambar-gambar yang menarik dan warna-warni tentunya akan membuat anak kian antusias. Untuk mudahnya, anda bisa berlangganan majalah anak.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Mau Pergi? Pastikan Untuk Melakukan 4 Persiapan Penting Ini Sebelum Menitipkan Anak Pada Ayahnya Ya Bun!

father

Pasa jaman modern sekarang, ibu yang bekerja di luar rumah merupakan hal yang biasa. Banyak para ibu yang memiliki segudang aktivitas, bahkan tak kalah dengan kesibukan suami mereka. Tak heran bila kemudian kewajiban mengurus anak pun menjadi tanggung jawab bersama. Kesibukan ibu yang banyak sepintas tidak ada masalah, tapi bagaimana jika suatu waktu ibu ditugaskan untuk keluar kota untuk urusan pekerjaan? Tentu saja jika hal itu terjadi yang menjadi tumpuan adalah sang ayah.

Saat hal itu terjadi, bukan tidak mungkin sang ayah akan merasa kerepotan saat harus mengasuh balita yang masih gampang menangis, aktif, dan terus minta susu. Untuk itu, Ayoe Sutomo yang merupakan seorang psikolog memberikan tipsnya untuk anda.

Lakukan Secara Bertahap Bunda, Dengan Begitu Si Kecil Bisa Beradaptasi Dengan Pola Asuh Ayahnya

Sebaiknya ibu jangan langsung meninggalkan anak begitu saja. Apa lagi jika anda tahu bahwa suami bukanlah seseorang yang cukup telaten untuk mengurusi anak kecil. Sebelum hari penugasan itu tiba, pastilah akan ada pemberitahuan sebelumnya. Gunakan waktu tersebut untuk membiasakan si kecil bersama dengan ayah. Mungkin untuk tahap awal anda bisa melakukannya selama 30 menit, kemudian 1 jam, dan selanjutnya untuk beberapa jam. Hal ini dilakukan agar anak dapat beradaptasi dengan pola asuh ayahnya. Dengan begitu, anak pun akan terbiasa saat anda harus pergi untuk bertugas.

Cukupi Kebutuhan Anak, Bila Perlu Berikan Pengarahan Kepada Ayahnya Juga

Jangan tinggalkan anak bersama ayahnya tanpa lebih dulu memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Ini bisa menjadi masalah. Sebelum pergi, siapkan berbagai keperluan anak seperti makanan, minuman, diapers, camilan, jadwal tidur, mainan, dan lain sebagainya. Hal ini penting agar ayah bisa beradaptasi dengan aneke kebutuhan anak tersebut. Harapannya jika anak tiba-tiba rewel saat anda sudah pergi, maka ayah dapat mengatasinya. Ayah tidak menjadi stres dan emosional dengan tangisan si kecil.

Bekali Ayahnya Dengan Strategi Khusus Untuk Meng-handle Si Kecil

Tentunya anda sebagai ibu lebih tahu tentang bagaimana caranya membuat anak agar mau makan, tidur, atau mendiamkannya saat dia menangis. Ajarkan cara-cara untuk melakukan hal tersebut pada suami, dengan demikian anak rewel pun tak lagi jadi masalah untuknya. Kelihatannya ini sepele tapi jika dilakukan oleh orang yang tidak mengetahuinya maka bisa menyulitkan.

Sesibuk Apa Pun Anda Tetap Luangkan Waktu Untuk Berkomunikasi Dengan Suami

Sesibuk apa pun di tempat tugas, anda harus meluangkan waktu untuk menelepon suami. Beri dia semangat karena itulah yang dia butuhkan saat harus mengasuh anak di rumah. Jangan ucapkan kata-kata yang memojokkan atau menghakimi suami karena bisa menyebabkan stress dan emosi. Jika suami melakukan kesalahan, maka tegurlah dengan kata-kata yang halus, dan usahakan untuk tidak membuatnya emosi.

Nah dengan melakukan persiapan yang matang sebelum meninggalkan anak bersama ayah, anda pun menjadi tenang di tempat kerja. Anda tentunya tidak mau direpotkan oleh pertanyaan-pertanyaan atau keluhan-keluhan suami saat mengasuh si kecil di rumah. Sebab bukan tidak mungkin suami akan terus menghubungi anda melalui telepon karena ulah si kecil yang menurutnya merepotkan itu. Hal itu wajar karena dia tidak terbiasa untuk mengasuh anaknya secara langsung. Untuk itulah, mempersiapkan sejak dini adalah hal yang penting dan harus anda lakukan. Dengan begitu suami anda akan dapat mengasuh si kecil dengan baik, si kecil juga akan merasa nyaman bersama ayahnya, dan anda pun akan tenang saat bekerja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top