Parenting

Bukan Asal Terlihat Lucu Saja, 5 Hal Ini Juga Wajib Anda Perhatikan Saat Memilih Baju Untuk Anak Perempuan

ajarkan kecerdasan emosi anak sejak dini

Ada perbedaan antara perempuan dan laki-laki dalam hal fashion item. Perempuan jelas memiliki fashion item perempuan yang lebih banyak. Hal ini berlaku untuk semua umur, bahkan untuk anak-anak sekalipun. Ragam pilihan baju anak yang tersedia di pasaran bisa memudahkan seorang ibu, namun hal itu juga bisa jadi masalah bila salah dalam menyikapinya.

Pakaian merupakan cermin kepribadian seseorang, maka  sudah menjadi tugas seorang ibu untuk memilihkan baju yang tidak hanya terlihat cantik tetapi juga pantas dikenakan anak. Nyatanya dalam berpakaian anak memiliki sedikit kebutuhan yang berbeda bila dibandingkan orang dewasa. Nah, agar si kecil merasa nyaman, pastikan untuk mempertimbangkan 5 hal ini saat membelikan baju untuknya Bun!

Nyaman Belum Tentu Aman, Pastikan Juga Bahan Baju Anak Aman Digunakan

Jika orang dewasa masih bisa bertahan dengan beberapa jenis baju yang tidak nyaman untuk badan, hal itu tidak berlaku untuk anak anda. Karena hal yang paling penting bagi mereka adalah kenyamanan, sehingga tugas ibu adalah memilih bahan yang nyaman dan tidak panas. Akan lebih baik bila anda bisa memberikan baju dengan bahan yang mudah menyerap keringat dan juga tidak membatasi ruang geraknya.

Hal yang tidak kalah penting adalah mencari bahan baju yang aman sehingga tidak menyebabkan iritasi kulit pada anak ataupun alergi. Kenali jenis kulit anak anda untuk mengetahui apakah mudah iritasi atau tidak.Untuk meminimilasir hal itu anda dapat memilih baju yang berbahan katun atau wol. Hindari juga penggunaan benda tajam pada baju anak anda seperti peniti atau jarum.

Model Yang Berlimpah Jangan Sampai Membuat Anda Lupa Dengan Usia Anak. Sesuaikan Baju Dengan Usia Si Kecil Ya Bun!

Model yang beragam tentunya bisa sangat memudahkan ibu untuk memilihkan baju untuk anak, terutama model baju anak perempuan yang memiliki lebih banyak ragam model, jenis dan warna. Tidak jarang sang ibu ingin memiliki baju yang berpasangan dengan buah hatinya. Hal tersebut boleh saja dilakukan, namun sesuaikan juga pakaian dengan umur anak ya Bun! Jangan sampai buah hati terlihat ‘dewasa’ karena model dan warna baju yang tidak pas.

Pilihan Ukuran Yang Tepat Bisa Membantu Stimulasi Gerak Anak, Pastikan Ukurannya Pas!

Salah satu cara menstimulasi kreatif anak adalah dengan membiarkan ruang geraknya. Salah satunya bisa dilakukan dengan memberikan baju yang nyaman dan juga sesuai dengan ukurannya. Jangan biarkan baju tersebut terlalu sempit sehingga membuatnya tidak bisa bergerak bebas bahkan cenderung sesak sehingga membuatnya tidak nyaman. Belikan ukuran yang pas sehingga kemungkinan anak menangis dan gelisah karena bajunya yang tidak enak dipakai bisa dihindari.

Dunia Anak Penuh Dengan Warna, Eksplor Dunianya Dengan Pemilihan Warna Yang Cerah Dan Beragam

Selain aspek-aspek di atas, pemilihan warna menjadi hal yang perlu mendapat perhatian. Pilihlah warna-warna cerah yang menggambarkan keceriaan dan kebahagiaan dunia anak. Untungnya baju-baju anak perempuan cenderung memiliki lebih banyak pilihan jadi untuk memilih baju yang bernuansa ceria dengan warna cerah bukanlah perkara sulit. Pakaian dengan motif yang beragam seperti bunga ataupun tokoh kartun favorit juga bisa menjadi pilihan.

Teliti Dan Jeli Saat Membeli Baju Anak Ya Bun! Tak Harus Mahal Kok!

Baju anak memang tidak murah, meski ukuran yang jauh lebih kecil namun harganya beda tipis dengan  pakaian dewasa. Ini yang harus jadi salah satu perhatian besar ibu dalam pemilihan pakaian anak. Saat membeli baju untuk anak, sesuaikan dengan kondisi keuangan anda. Jangan memaksakan diri untuk membeli pakaian dengan harga yang tak sebanding dengan kemampuan anda. Mengingat baju tidak menjadi kebutuhan satu-satunya, lebih bijaklah dalam membeli pakaian anak. Sebaiknya jangan terlalu banyak membelikan pakaian untuk anak karena ukuran pakaian anak akan sangat cepat berubah mengikuti pertumbuhannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Baterai Gawai Harus Dihemat Karena Takut Ada Hal Darurat

samson-vowles-191386-unsplash

Gawai alias gadget pasti menemani Bunda kemana-mana saat ini. Mulai dari alat untuk selfie ketika ketemu kawan hingga update urusan sosial media. Terkadang malah kita terlupa fungsi utama dari gawai kita, yaitu untuk komunikasi. Seringkali gawai digunakan terus menerus untuk urusan remeh temeh. Tanpa pernah berpikir jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam keadaan mendesak.

Mulai dari hal sederhana misalnya ketika dalam janji bertemu teman sudah di lokasi malah terkendala memberi kabar. Atau ketika di tengah jalan ingin memesan ojek online, jadi terhambat karena baterai habis. Lalu adakah tipsnya untuk memaksimalkan urusan baterai ini?

Jangan Mengaktifkan WiFi dan Bluetooth, Apabila Tak Memakai Karena Berimbas Kepada Baterai

bernard-hermant-667645-unsplash

Mengaktifkan fitur-fitur tersebut saat tidak menggunakannya akan membuat baterai cepat habis karena wifi dan bluetooth dalam kondisi ON membuat sinyal terus bekerja dan mencari. Sehingga ini berimbas terhadap baterai Bunda yang tergerus secara cepat. Maka dari itu apabila tidak digunakan jangan diaktifkan.

Kunci Gawai Bunda Saat Tidak Digunakan, Jangan Dibiarkan

fabian-albert-450447-unsplash

Langkah lainnya yang dapat Bunda lakukan jangan lupa untuk menguci gawai anda. Karena mengunci gawai menjadikan smartphone ke dalam mode rehat dan istirahat, maka dari itu layar pun dalam kondisi mati tidak stand by saat Bunda mengunci gawai. Hal ini dilakukan agar gawai Bunda dapat bertahan lebih lama.

Jangan Membiasakan Menggunakan Gawai Saat Sedang Dicharge

chelsia-qiao-483318-unsplash

Apabila Bunda menggunakan gawai saat sedang dicharge itu akan memicu kerusakan pada baterai. Memang sekilas terlihat kalau gawai nampaknya normal-normal saja dan tak menghasilkan efek apa saja. Tetapi apabila Bunda kerap mekainnya dalam waktu yang lama dan sering, kondisi baterai akan cepat bocor sehingga gawai gampang sekali untuk lowbatt meskipun pemakaian belum menghabiskan waktu sampai seharian.

Lowbat Itu Tanda, Jangan Diabaikan Begitu Saja

fancycrave-698664-unsplash

Gawai memiliki kekuatan masing-masing tergantung seberapa besar daya yang dimiliki. Apabila daya dimiliki sangat banyak mungkin ia dapat bertahan hingga satu hari penuh. Seperti halnya gawai yang memiliki kapasitas baterai 5.000 mAh. Namun, tak berarti saat sedang lowbat Bunda dapat memakai sesuka hati, karena membiarkan gawai dalam kondisi mati baru charger dapat membuat baterai smartphone cepat rusak.

Miliki Tunggangan yang Bisa Charger, Karena Gawai Menyala itu Penting Jadi Jangan Diambil Pusing

Membawa Powerbank kemana-mana mungkin terlalu ribet, belum lagi kalau powerbank mati karena dayanya habis. Mungkin membeli Suzuki Nex II tak ada salahnya, selain dapat membantu Bunda lebih cepat untuk urusan mobilitas di dalam kota. Kuda besi satu ini menawarkan satu fitur yang berguna di era sekarang yakni USB Charger, yang dapat menyelamatkan Bunda saat kehabisan daya gawai di tengah perjalanan.

nex-brilliant-white2

Ditambah lagi kalau Bunda menempuh perjalanan jauh menggunakan motor maka makin pas saja menggunakan motor ini. Karena ukurannya kompak. Dari segi panjang saja Nex II berukuran 1.890 mm, kemudian lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm, yang sangat nyaman untuk di bawa berkendara selama berjam-jam. Apalagi ruang kakinya sangat lega sehingga bisa mengubah-ubah posisi kaki selama perjalanan.

Macet pun bukan lagi masalah serius bagi Suzuki Nex II. Karena motor ini mengusung Suzuki Eco Performance (SEP) dengan konfigurasi 1 silinder SOHC yang berkapasitas 113 cc mampu menyalurkan tenaga ke roda secara maksimal. Dengan kapasitas tangki penuh 3,6 Liter, konon bahan bakar tersebut bisa dipakai untuk jarak tempuh sejauh 176 km. Jadi Bunda tak perlu sering-sering mengisi bahan bakar.

Layaknya gawai yang selalu melengkapi penampilan Bunda, motor Suzuki Nex II ini juga penampilan yang menarik. Dengan bentuk lampu yang modern berbentuk meruncing disematkan pada bagian depannya. Bunda juga punya banyak pilihan warna dan grafis sesuai dengan selera.

Jadi jangan lupa menerapkan tips di atas agar bisa menjaga gawai selalu online ya Bunda.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mom Life

Sabar Tak Ada Batasnya, Ibu Baru Perlu Lakukan Lima Hal Ini Agar Tak Rentan Stress

sharon-mccutcheon-519968-unsplash

Menjadi ibu baru ternyata tak semudah yang dibayangkan. Bukan hanya urusan buah hati, ibu pun sering bertanggung jawab atas setumpuk pekerjaan rumah yang sudah menanti. Lelah sudah pasti, hanya saja, kadang jika melihat kelakukan si kecil, seperti tidak ada habisnya berulah ya Bun.

Diakui atau tidak hal tersebut tentunya akan membuat Bunda kesal dan marah luar biasa. Namun, satu hal yang perlu Bunda perhatikan, yaitu tidak meluapkan amarah di depan anak-anak. Bagaimanapun, menunjukkan amarah di depan buah hati hanya akan membawa akibat buruk. Karenanya, yuk Bun, ikuti tips berikut ini agar Bunda semakin sabar ya.

Kumpulkan Energi Setiap Harinya ya Bun, Cari Cara untuk Meningkatkan Konsentrasi

Setelah seharian beraktivitas, kelelahan mendera dan membuat Bunda stres. Tersisa waktu untuk istirahat yang harus Bunda manfaatkan sebaik-baiknya. Ketika si kecil sudah tidur lelap, Bunda pun bisa tidur sejenak sekitar 20-30 menit. Hal ini bermanfaat untuk mengurangi rasa lelah dan meningkatkan konsentrasi Bunda kembali.

Bunda Juga Harus Pintar Mengelola Emosi

Di tengah-tengah aktivitas, pasti ada saja yanng menguji kesabaran Bunda. Misalnya saja si kecil selalu kabur dari kursi saat makan, dan Bunda harus main kejar-kejaran. Atau mulutnya bungkam saat sesendok makanan sudah menanti di depan mulutnya.

Wajar jika Bunda merasakan kesal, ingin marah, bahkan berteriak jika harus dihadapkan dengan situasi yang menekan. Tapi jangan langsung ambil kesimpulan kalau perbuatan itu dibenarkan ya Bunda. Ketika marah, alangkah baiknya untuk tanyakan kepada diri Bunda, “Mengapa saya harus marah? Adakah manfaatnya?”

Jika Bunda tak bisa menahan emosi, tinggalkan sejenak situasi itu. Tarik-hembuskan napas sampai Bunda tenang kembali.

Bunda Harus Jadi Perencana yang Baik dalam Segala Hal

Yup! Jadilah ibu yang keren dan cerdas dengan memiliki perencaan yang matang setiap harinya. Misalnya kalau anak kabur dari kursi saat makan, apa yang harus Bunda lakukan. Sediakan pula rencana “B” untuk kemungkinan terburuk, jika rencana awal Bunda gagal. Dalam menjalani hari, Bunda harus memiliki perencanaan yang kuat.

Misalnya, tulislah rencana hari ini dari awal bangun pagi hingga menjelang tidur malam, sertakan pula waktunya. Daftar rencana yang telah disusun bisa membantu Bunda agar tidak kehilangan waktu dengan percuma lho Bun.

Jadilah Ibu yang Open Minded

Mulai dari sekarang, Bunda harus banyak-banyak membaca buku tentang pengasuhan anak. Dengan begitu pemikiran Bunda lebih luas dan terbuka terhadap perkembangan. Satu hal yang harus Bunda ingat, tugas utama seorang ibu adalah mencintai dan mengasuh anak-anaknya.

Hal lainnya, otak anak sedang berkembang, segala perilaku muncul untuk menguji konsistensi Bunda. Senakal-nakalnya si kecil, sudah pasti memiliki sifat alami yang diwariskan dari kedua orang tuanya dulu. Meskipun begitu, dengan pertambahan usia si buah hati, anak akan semakin dewasa dan meninggalkan hal-hal yang buruk.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Mengatasi Si Kecil yang Kecanduan Gawai Bukanlah Dimarahi, Melainkan Ajaklah Ia Bernegosiasi

Innocent little kid using mobile phone

Bun, kalau si kecil mulai menunjukkan gejala kecanduan gawai, seperti tak bisa lepas dari gawai atau bahkan sampai merasa gelisah saat tak memegang gawai, jangan langsung melarang, memarahi, atau melakukan berbagai cara kasar demi membuat mereka jera. Cara semacam itu bukanlah cara yang efektif untuk membuat si kecil memahami perintah atau larangan dari Bunda.

Tapi kalau ditanya, pernahkah Bunda sebagai orangtua mencoba bernegoisasi dengan anak? Tanya Goodin, pendiri Time to Log off, mengatakan bahwa bernegosiasi dengan anak yang kecanduan gadget merupakan pendekatan yang lebih seimbang, Bun. Dibandingkan kalau Bunda hanya memarahi dan melarang.

Bunda perlu tahu, dalam bernegosiasi dengan anak, perlu siasat yang pintar lho. Hal pertama yang bisa dilakukan adalah dengan meluangkan waktu dengan buah hati. Nah, di saat Bunda dan buah hati berbicara empat mata, jelaskan padanya kalau gawai memang dibuat untuk membuat orang kecanduan, dengan segala kemudahan berhubungan dengan orang di berbagai tempat dan waktu, serta notifikasi yang selalu memanggil-manggil.

“Diskusikan sebagai sebuah keluarga. Anak-anak yang lebih besar pasti akan tertarik dan itu akan membuat mereka lebih sadar akan jebakan kecanduan gadget yang dapat mereka alami,” jelas Tanya.

Penulis buku Stop Staring at Screens ini juga yakin, untuk “mengobati” anak yang kecanduan gawai tentu dimulai dari orangtuanya. Coba evaluasi sejenak Bun, kalau Bunda juga justru sering ‘bercengkrama’ dengan gawai, maka akan sulit untuk bernegosiasi dengan buah hati. Ini karena anak kemungkinan akan mengikuti Bunda. Jadi, Bunda pun juga perlu melakukan langkah yang resolutif yaitu mengurangi penggunaan gawai di depan buah hati.

Selain itu, yang terpenting menurut Tanya adalah tidak perlu berteriak, yang justru hanya akan membuat situasi menjadi lebih rumit. Ajak anak untuk mengungkapkan perasaan mereka dengan tenang dan temukan jalan keluar yang terbaik untuk semua.

“Terkadang pendekatan terbaik adalah membiarkan anak merasa bosan tanpa gadget, sehingga mereka menemukan solusi hiburan sendiri atau bisa dengan bantuan Anda, yang bisa membuat kecanduan gawai mereka dapat teratasi,” saran Tanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mom Life

Tips Makan Sehat untuk Ibu Hamil yang Masih Sibuk Bekerja di Kantor

ibu hamil

Bekerja saat Bunda sedang mengandung bukanlah hal yang salah. Bunda boleh melakukannya selagi tahu batasan apa saja yang perlu diperhatikan. Bagaimanapun, Bunda harus tetap memprioritaskan kesehatan. Salah satu yang tak boleh dilupakan adalah menerapkan pola makan sehat.

Jangan sampai di kantor Bunda justru sering menunda waktu makan atau bahkan melewatkan jam makan siang. Ingat Bun, janin pun perlu nutrisi yang cukup guna menunjang proses tumbuh kembangnya. Diantara sederet tips, ini dia tips yang perlu Bunda lakukan supaya tetap produktif serta tak mengganggu pola makan sehat Bunda yang sedang hamil.

Siapkan Stok Cemilan Sehat ya Bun

Jika biasanya meja kerja Bunda kosong tak ada camilan, maka saat hamil, jangan sampai Bunda tak memiliki stok camilan yang sehat ya. Sebab biasanya saat hamil, Bunda seringkali mudah merasa lapar dan maunya ngemil. Nah, agar rasa lapar tak terabaikan, maka atasi dengan ngemil makanan sehat.

Di lain sisi, menyiapkan stok camilan menghindari Mama dari risiko mengonsumsi camilan tak sehat yang mungkin dijual di sekitar tempat kerja. Misalnya seperti gorengan atau kue-kue manis. Siapkan stok camilan di tempat kerja seperti yoghurt, kacang, buah kering, sereal, dan biskuit gandum utuh ya Bun.

Jangan Lupa Untuk Bawa Bekal Juga Dari Rumah

Untuk menghindari konsumsi bahan pengawet, perasa atau pewarna makanan yang mungkin ada di restoran-restoran dekat tempat kerja, sebaiknya siapkan bekal makanan sendiri dari rumah ya Bun. Selain membantu memastikan kesehatan dan keamanan dari bahan makanan yang Bunda konsumsi, membawa bekal juga membuat waktu Bunda jadi lebih efisien saat di kantor serta menghemat uang lebih banyak.

Nah, demi persiapan membawa bekal di pagi hari tak merepotkan, siapkan bahan-bahan masakan sejak malam sebelumnya. Dengan begitu, saat pagi hari Bunda tinggal mengolah bahan tersebut. Selain membawa bekal nasi atau pasta untuk makan siang, Bunda juga bisa membawa bekal sarapan atau camilan seperti roti atau buah potong.

Jika perlu, tulis rencana menu bekal mingguan untuk mempermudah Bunda belanja bahan masakan dan menyiapkan stok bahan di kulkas.

Jangan Lupa Minum yang Cukup ya Bun

Rutin minum sama pentingnya seperti makan dan ngemil selama hamil dan bekerja, Bun. Bagaimanapun, Bunda harus menjaga kondisi tubuh agar tetap terhidrasi. Di lain sisi, mmencukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih membantu mencegah infeksi saluran kemih dan mengurangi risiko persalinan prematur. Manfaat lainnya, cukup minum air putih juga sangat baik bagi kesehatan kulit Bunda selama hamil.

Kalau Bunda biasanya mengonsumsi kopi atau teh, boleh saja, kok. Tapi batasi jumlahnya ya, Bun. Cukup satu cangkir saja per hari. Nah, demi memastikan Bunda cukup minum air putih selama sehari, siapkan sebotol besar air putih di meja Mama.

Tetap Konsisten dan Patuhi Jadwal Makan Setiap Harinya

Kesibukan dan padatnya jadwal pekerjaan seringkali membuat Bunda lupa waktu untuk makan. Makan pun jadi terburu-buru, terlambat dan bahkan bisa terlewati. Bun, hati-hati, kebiasaan semacam ini tak baik kalau dibiasakan. Bisa-bisa baik Bunda maupun buah hati yang ada dalam kandungan jadi kekurangan asupan nutrisi, lho.

Demi menyiasatinya, Bunda bisa membuat memo di depan komputer Mama tentang jadwal makan dan ngemil, patuhi setiap jadwal tersebut. Ingat Bun, bukan cuma tubuh Bunda yang memerlukan asupan nutrisi, si Kecil pun lebih membutuhkannya dari Bunda Jadi, jangan lupa jadwal makan meski sibuk dengan pekerjaan, ya Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top