Parenting

Boleh Sih Membantu Anak Mengerjakan PR, Namun Agar Tak Berdampak Buruk Pada Anak Tetap Ikuti Aturannya Ya Bun!

doing homework

Pernahkah anda menjumpai kondisi saat anak kesulitan mengerjakan pekerjaan rumah? Sebagai orangtua anda mungkin memiliki keinginann untuk membantunya. Lagi pula mana ada orangtua yang bisa berdiam diri saat tahu anaknya sedang mengalami kesulitan, pun dalam hal mengerjakan PR.

Namun anda juga tak  bisa serta merta mengambil alih PR anak. Ingat Bun, saat anda membantu mengerjakan PR anak, tetap ada batasan-batasan yang sebaiknya ditepati. Hal itu dilakukan agar anak mau berusaha sendiri mengerjakan PR-nya. Lantas apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan orangtua saat membantu anak mengerjakan PR?

Jangan Berekspetasi Terlalu Tinggi Pada Kemampuan Anak Bun!

Terkadang ketika kita membantu anak mengerjakan PR, orangtua malah merasa geregetan. Hal itu karena terkadang sikap anak yang terlalu santai, terlihat ogah-ogahan ketika mengerjakan PR, sampai dengan hasilnya yang terkadang kurang maksimal. Tentu hal itu berdasarkan penilaian kita sebagai orangtua.

Namun sebagai orangtua, kita harus segera menyadari bahwa PR merupakan bagian dari proses belajar anak. Artinya, hasilnya juga boleh-boleh saja tidak sempurna. Terkadang karena ekspetasi yang terlalu tinggi malah membuat dan memancing kita lebih emosi saat menghadapi anak yang dirasa kurang maksimal dalam mengerjakan PR. Maka dari itulah, kita sebagai orangtua janganlah memiliki ekspetasi yang terlalu tinggi.

Bunda Juga Bisa Mencari Informasi Tentang Pembelajaran Anak Di Sekolah Melalui Wali Kelas Atau Sesama Orangtua Murid

Memang komunikasi itu sangatlah penting. Hal tersebut berlaku dalam segala aspek. Hubungan dengan kantor atau pasangan, bahkan termasuk dengan pihak sekolah anak. Maka beruntunglah jika komunikasi dengan wali kelas atau sesama orangtua murid dapat terjalin dengan sangat baik.

Selain itu, komunikasi tersebut juga dapat dilakukan melalui buku komunikasi. Dengan demikian, orangtua pun bisa mengetahui secara detail materi-materi apa saja yang dirasa memang belum dikuasai oleh anak anda, sehingga perlu adanya pendalaman. Jika komunikasi sudah dapat berjalan dengan baik, maka anda pun akan mengetahui perkembangan anak anda. Jangan-jangan anak anda memiliki masalah dalam belajar, susah konsentrasi atau memiliki masalah dengan teman-temannya.

Tekankah, Bahwa PR-nya Adalah Tanggung Jawabnya!

Sejak dini anak memang harus diajarkan bertanggungjawab. Oleh karena itulah, kita sebagai orangtua wajib menekankan pada anak kita bahwa PR merupakan tanggungjawabnya sehingga harus dikerjakannya sendiri. Jika anak anda tidak mau menyelesaikan, artinya ada konskuensi setimpal yang harus dia rasakan. Namun tentu saja kesepakatan tersebut perlu didiskusikan sejak awal. Sebagai contoh saja, jika anak tidak mau mengerjakan PR maka jatah uang saku berkurang.

Tak Perlu Terlalu Ikut Campur Bun, Cukup Awasi Saja!

PR merupakan sebuah pekerjaan rumah untuk anak. Artinya jangan sampai orangtua yang mengerjakan tugas anak. Jika anda yang mengerjakan, maka sama saja anda ikut andil menjadikan anak anda malas mengerjakannya. Nah, jika anak sudah benar-benar merasa kesulitan dan tak  bisa mengerjakannya lagi, barulah kita bisa membantunya. Itu pun sambil memberikan contoh soal lain untuk latihan, sehingga anak memiliki gambaran dan mampu memahami bagaimana melanjutkan PR-nya sendiri. Setelah selesai, Bunda bisa mengoreksinya bersama anak.

Berikan Pujian Pada Anak Tetapi Jangan Berlebihan

Siapa pun orangnya pasti akan senang jika dipuji, apalagi jika pujian itu dilakukan dengan tulus. Begitu juga dengan si kecil, dia pun merasa senang jika dipuji oleh anda setelah mengerjakan PR-nya dengan baik. Usaha yang dilakukan oleh anak sangat layak untuk diapresiasi. Apalagi bila dia melakukan tugasnya dengan sangat baik dan tidak banyak mengeluh.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Apa Bunda Termasuk Orang Yang Bahagia? Simak hasil surveynya yuk!

Bahagia itu sederhana, begitu katanya. Tapi sebetulnya apa bahagia itu? Jawabannya mungkin relatif dan berbeda untuk masing-masing orang. Namun beberapa lembaga mencoba untuk membuat pengukuran kebahagian ini. Salah satunya adalah Badan Pusat Statistik alias BPS.

Lembaga ini melakukan survei yang terdiri atas indeks komposit yang disusun oleh tiga dimensi. Dimana ketiga dimensi ini terdiri dari Kepuasan Hidup (Life Satisfaction), Perasaan (Affect), dan Makna Hidup (Eudaimonia). Nah, berdasarkan tiga kompenen inilah kemudian ditentukan kategori orang-orang yang bahagia itu.

Kalau Bunda Mau Lebih Bahagia Mungkin Bisa Pindah Dari Kota

desa

Lupakan dulu materi dan infrastruktur yang ada, mari bicara soal bahagia dari dalam diri setiap orang. Mereka yang tinggal di desa tentu memiliki lebih banyak waktu untuk sekedar bercengkrama dengan tetangga rumahnya. Sangat jauh berbeda dengan orang-orang yang hidup di kota, dengan predikat yang sangat individualis.

Jika di desa Bunda tak akan susah payah untuk mendapatkan hasil bumi dan tanaman. Sebaliknya di kota Bunda sering kelabakan akan harga dari barang yang sering menguras pendapatan.

Hal ini tercermin dari hasil survei dari BPS. Mulai dari tingkat kenyamanan dan juga keamanan, nilai dari kepuasan hidup di desa terbukti lebih unggul daripada mereka yang di kota. Dengan nilai perbandingan 71,64% untuk orang desa menyatakan dirinya puas dan bahagia. Berbanding hanya 69,75% bagi mereka yang hidup di kota.

Bunda Tinggal Di Provinsi Mana? Maluku Utara Terpilih Sebagai Provinsi Paling Bahagia Loh

maluku

Yap, penduduk dari provinsi yang resmi berdiri sejak 4 Oktober 1999 ini memang nampaknya beda dari penduduk lain di Nusantara. Provinsi yang terdiri dari 1.474 pulau ini jadi urutan pertama untuk gelar provinsi paling bahagia dengan angka 75,68.

Suhariyanto selaku ketua BPS, menyebutkan bahwa hal yang membuat Maluku Utara menjadi provinsi paling bahagia adalah kemampuan mereka dalam soal memaknai hidup jauh lebih tinggi dibanding beberapa provinsi lainnya. Maka tak heran jika provinsi ini jadi provinsi paling bahagia se-Indonesia.

Mana Lebih Bahagia Laki-laki Atau Perempuan? Hasilnya Hanya Selisih Sedikit

lakiperempuan

Ini mungkin bisa jadi perdebatan tiada akhir. Soal mana yang lebih bahagia antara laki-laki dan perempuan. Apalagi struktur sosial di Indonesia belum bisa dikatakan sama kesempatannya untuk laki-laki dan perempuan.

Tapi hasil data dari BPS menujukan bahwa bahagia antara laki-laki dan perempuan cenderung sama. Malah angka tepatnya perempuan justru lebih unggul. Berdasarkan nilai yang dihasilkan, wanita bisa bahagia dengan indeks sebesar 71,12% lebih unggul sedikit dari laki-laki yang cuma 70,30% saja.

Dan Meski Kalah dengan Orang Tua Dalam Hal Pengalaman, Orang Muda Menang Pada Indeks Kebahagiaan

orang-tua

Data terakhir yang disajikan oleh BPS menyebutkan, bahwa kepuasan para milenial lebih tinggi dibandingkan mereka yang sudah lebih senior. Karena semakin seseorang memasuki usia tua, indeks kepuasan hidup personal semakin menurun.

Fakta ini diambil dari usia rata-rata orang tua yang telah 65 Tahun, hanya mendapat indeks kebahagiaan di angka 69,18% sedang mereka kaum muda yang masih 24 tahun berada di nilai 71,29%. Survei indeks kebahagiaan yang dilakukan oleh BPS ini, diambil pada waktu April 2017 di 487 kabupaten atau kota di 34 provinsi, dengan sampel sekitar 72.317 rumah tangga.

Selain BPS, Tabolid Otomotif Juga Mengadakan Survei Kebahagian, Hasilnya…

address

Nah tabloid otomotif juga mengadakan survei tentang kebahagian. Fokusnya adalah soal Indeks Kebahagiaan Berkendara. Indeks Kebahagiaan Berkendara merupakan formulasi dari kepuasan berkendara, kondisi kendaraan dan tingkat emosi saat berkendara yang semuanya mempengaruhi seberapa besar kebahagiaan seseorang dalam berkendara.

Survey IKB 2017 ini diadakan pada bulan Juli hingga Agustus 2017. Melibatkan responden yang berusia lebih dari 18 tahun, mengendarai kendaraan sendiri, tahun produksi kendaraan minimal tahun 2000, serta kendaraan milik pribadi. Para responden yang terdiri dari pria dan wanita dengan kategori SES A sampai SES C melakukan survei IKB 2017 dengan mengisi angket online di website OTOMOTIFNET melibatkan pengguna kendaraan motor dan mobil.

piagam address

Hasilnya? Mereka yang memakai motor Suzuki Address FI merajai kategori Skutik 110-125 cc dalam hal kebahagian berkendara. berkat transmisi CVT yang membuatnya semakin nyaman dikendarai. Apalagi Address FI dilengkapi dengan mesin SOHC 4 langkah kapasitas 113 cc yang menghasilkan performa yang baik. Teknologi full injectionnya mampu menekan konsumsi bahan bakar dengan perbandingan kompresi yang mencapai 9.4:1.

Selain itu, walau memiliki kabin yang luas bodi Suzuki Address FI cukup ramping dengan desain sporty yang menjadi andalan ke-210 responden yang mengendarai motor. Dimensi bodi panjang 1855 mm, lebarnya 655 mm dan tinggi 1095 mm serta memiliki jarak sumbu roda atau wheelbase 1260 mm. Bodi yang cukup mungil dengan jarak pijak hanya 120 mm dan ramping karena hanya memiliki bobot sebesar 97 Kg.

Itu dia list kategori mereka yang bahagia, jadi Bunda sudah masuk kategori mereka yang bahagia atau belum?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top