Kesehatan Ibu & Anak

Boleh Sih Gemes, Tapi Mencium Bibir Si Kecil Bukan Kebiasaan Yang Baik Loh Bun!

Sejak awal kehadiran si kecil memang jadi kebahagian besar untuk kita sebagai orangtua. Tingkahnya yang lucu dan menggemaskan menjadi sumber kegembiraan. Saking gemesnya pada si kecil, kita sering sekali melampiaskannya dengan sebuah ciuman pada pipi bahkan bibirnya.

Meski dianggap sebagai ungkapan kasih sayang, justru kebiasaan ini harus dihentikan. Bukan ingin mengurangi kedekatan kita dengan si kecil, justru hal ini dilakukan untuk melindunginya dari bahaya penyakit yang bisa saja tertular. Bukti nyata yang bisa kita percaya adalah pengakuan seorang ibu bernama Claire Henderson, asal Doncaster, Inggris. Dimana dirinya pernah menghebohkan jagat dunia maya karena postingan status yang menjelaskan penyakit yang diderita anaknya yang dirawat di rumah sakit akibat luka dari virus herpes.

Lebih mengejutkan lagi, penularan virus herpes ini disebabkan oleh orang lain yang mencium bayinya tepat di bibir. Dokter yang menangani menjelaskan ada beberapa virus herpes pada dagu, pipi, dan bibir si kecil tersebut. Tanpa bermaksud untuk menjauhkan anak-anak dari siapa saja yang ingin menciumnya, kebiasaan ini memang tak boleh dilakukan. Untuk itu kita harus tahu apa saja yang bisa menimpa si kecil jika ada orang yang menciumnya tepat di bibir.

Terkena Ancaman Penyakit Berbahaya Salah Satunya IPD!

Pada satu kesempatan dalam acara seminar, dr. Theresia Adhitirta, Product Manager PT Wyeth Indonesia,  mengatakan bahwa kebiasaan mencium si kecil berpotensi menyebabkan bayi terkena penyakit Invasive Pneumococcal Disease (IPD), yaitu sekelompok penyakit infeksi pneumokokus seperti radang paru (pneumonia), infeksi darah (bakteremia), dan radang selaput otak (meningitis). Tak tanggung-tanggung penyakit ini jadi salah satu jenis penyakit yang bisa menyebabkan kematian atau kecacatan pada anak.

Mengingat banyak virus yang bisa tertular kepadanya lewat percikan air ludah, atau sentuhan bibir yang ia terima, mencium si kecil yang tadinya kita anggap jadi bentuk sayang malah bisa menjadi pemicu penyakit yang sangat berbahaya. Hal ini terjadi karena sistem kekebalan tubuhnya masih sangat rentan. Jadi masih sangat mudah terserang penyakit, meski hanya lewat sebuah sentuhan atau kecupan saja.

Tubuhnya Akan Lebih Gampang Demam Hingga Tertular Flu

Suatu waktu anda mungkin pernah menemukan adanya perubahan kesehatan dan kondisi fisik si kecil. Dia yang tadinya masih ceria tiba-tiba tampak lesu dan tak bersemangat. Hingga sering sekali berujung dengan kondisi anak yang kemudian demam dan flu yang tiba-tiba menyerang. Anehnya kejadian ini tak berselang lama  dari sejak anda menciumnya.

Kita tak boleh lengah dan menganggap hal tersebut sebagai gejala yang sepele. Pertolongan pertama yang bisa kita berikan padanya adalah dengan memberikan obat penurun panas dan antibiotik yang berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Namun jika demamnya tak juga reda sebaiknya lekas konsultasikan pada dokter untuk menghindari sesuatu yang tak diinginkan.

Terdengar Tak Mungkin, Tapi Ini Bisa Meningkatkan Potensi Radang Otak Meski Dia Masih Belia

Kita memang tak bisa memastikan kesehatan orang dewasa yang sedang menciumnya, bisa saja tampilan fisiknya  terlihat sehat namun sebenarnya ia tak benar-benar sehat. Sedikit saja lalai dalam menjaganya dari orang-orang yang mungkin terlihat gemas, tubuh kecilnya bisa saja terserang penyakit menular yang berbahaya. Jenis penyakit yang bisa saja terjadi pada tubuh mungilnya adalah radang otak atau meningitis. Untuk itu kita perlu selalu waspada dengan memerhatikan tanda-tanda perubahan kesehatannya. Gejala ini biasanya ditandai dengan demam tinggi, sakit kepala, mual, muntah. Jadi tak ada salahnya jika kita dengan tegas menolak siapa saja yang ingin menciumnya.

Virus Cytomegalovirus Yang Dapat Menginfeksi Siapa Saja, Apalagi Jika Si Kecil Memang Sering Dicium

Lebih dikenal dengan sebutan virus CMV, salah satu bentuk virus yang menyerupai herpes. Ditandai dengan gejala  si kecil yang mendadak flu, atau bahkan tidak ditandai dengan gejala apapun. Penularannya biasanya menyebar lewat air liur dari orang yang menciumnya. Jika ternyata orang yang mencium anak tersebut mengidap CMV, maka besar kemungkinan si kecil juga akan terjangkit. Penyakit ini cukup berbahaya, karena bisa bertahan bertahun-tahun dalam tubuhnya. Sekaligus jadi ancaman bagi nyawa si kecil, karena memang cukup berbahaya.

Penyakit Lain Yang Bisa Saja Diterimanya Adalah Virus Herpes

Salah satu penyebaran virus ini terjadi atas hubungan seksual yang diantaranya adalah berciuman. Bukan tak mungkin anak kita jadi salah satu korban dari orang lain yang tak sengaja menularkannya. Tak hanya itu herpes juga bisa ditularkan kepadas si kecil dari kontak langsung antar kulit yang terjadi, karena kulit merupakan bagian tubuh yang sering kali terjangkit oleh virus ini. Hampir sama dengan cacar air, penyakit juga ditandai dengan munculnya beberapa gelombang air bening yang kemudian berubah menjadi seperti luka bakar. Lebih parah lagi, penyakit ini bisa bersarang dalam tubuhnya dalam waktu lama.

Tanpa bermaksud untuk menjauhkan si kecil dari orang-orang yang mungkin merasa gemas terhadapnya, cobalah untuk sedikit tega untuk menolak orang yang ingin menciumnya. Apa lagi jika orang tersebut bukanlah orang terdekat yang kita sendiri belum tahu riwayat kesehatannya. Lakukan hal ini demi menjaga si kecil dari beberapa penyakit yang bisa mengancam kesehatannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Memiliki Anak Yang Tak Manja Dan Mandiri Hanya Bisa Dicapai Jika Bunda Mendidiknya Dengan Tepat. Simak Tips Pentingnya!

pexels-photo-54536

Bisa memiliki anak-anak yang memiliki kepribadian baik, perilaku sopan, serta dapat diandalkan adalah harapan setiap orangtua. Maka tak heran, bila banyak orangtua yang rela melakukan segala hal demi mewujudkan keinginannya. Termasuk menyediakan beragam fasilitas untuk mencukupi kebutuhan anak.

Namun tindakan tersebut malah mendorong anak untuk berperilaku manja. Aneka macam fasilitas yang disediakan malah disikapi anak dengan bertingkah manja. Lalu apa yang sebenarnya harus dilakukan orangtua agar anak tak jadi manja dan lekas mandiri?

Mari Mulai Dengan Tidak Selalu Menuruti Kemauan Anak

Setiap orangtua tentulah memiliki cinta kasih yang sangat mendalam kepada anak-anaknya. Namun bukan berarti anda lantas menuruti apa pun yang dia inginkan. Sikap ini dapat menjadikannya manja dan pemalas. Untuk itu, anda harus memilah-milah mana saja keinginan anak yang harus dipenuhi dan tidak. Sikap ini akan melatih anak untuk berpikir membedakan antara kebutuhan dengan keinginan.

Jangan Membombardir Anak Dengan Larangan, Terus Mengekangnya Juga Membuat Si Kecil Tak Berkembang Optimal

Seringkali karena kehawatiran terhadap keselamatan anak orangtua memberlakukan aturan yang sangat ketat. Apa pun yang dilakukan anak akan diawasi orangtua, bahkan bila perlu memberikan larangan padanya. Memang tujuan awalnya baik tapi jika ini dilakukan secara berlebihan justru akan membuatnya merasa terkekang.

Perlu anda ketahui bahwa anak-anak cenderung memiliki rasa penasaran sangat tinggi. Dia ingin mengetahui lebih detail apa yang didengar dan dilihatnya. Untuk mengatasinya, anda bisa melakukan komunikasi dua arah. Beri tahu apa yang harus dia lakukan saat ingin melakukan sesuatu.

Kejujuran Adalah Hal Yang Sangat Penting. Biasakan Anak Untuk Jujur Ya Bun!

Biasakan anak untuk berbicara apa adanya. Ajari si kecil untuk bersikap terbuka tentang apa yang dia rasakan saat itu. Sikap tersebut akan sangat bermanfaat agar jika ada sesuatu yang harus dicegah maka anda bisa mengantisipasinya lebih awal. Selain itu, sikap ini akan semakin meningkatkan kualitas hubungan antara anda sebagai orangtua dengan anak.

Sebisa Mungkin Hindari Memberi Hukuman Fisik Untuk Anak!

Terkadang perilaku anak membuat orangtua jengkel dan marah. Sebagai akibatnya banyak orangtua yang menghukum anaknya dengan hukuman fisik. Perlu anda ketahui apa pun bentuknya hukuman fisik tidak baik untuk perkembangan anak. Anak yang terlalu sering mendapat hukuman fisik akan terluka jiwanya.

Hal itu juga akan berdampak pada kepribadiannya saat dia dewasa nanti. Selain itu, hukuman fisik dapat menjadikan anak berani dan memberontak kepada anda sehingga semakin lama dia lagi menghargai anda. Daripada memberinya hukuman fisik, menasihatinya dengan bahasa yang mudah dipahami akan jauh lebih efektif.

Memberikan Tugas Pada Anak Akan Membuat Kemandirianya Terlatih

Memang masa anak-anak adalah masa-masa untuk belajar dan bermain. Tapi tidak ada salahnya jika anda memberikan sejumlah tugas yang harus dilakukannya diluar tugas-tugas belajar anak. Hal itu bisa melatih kemandiriannya agar anak mengerti tentang tugas dan kewajibannya sendiri.

Jangan lupa juga untuk melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap hasil pekerjaannya. Berikan arahan dengan bahasa yang mudah dipahami saat dia melakukan kesalahan dalam mengerjakan tugasnya.

Sebab kepribadian anak harus dibentuk sejak kecil. Pola asuh dan cara Bunda memperlakukan anak akan berpengaruh bagi kehidupannya saat dewasa nanti.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Bisa Jadi Solusi Mudah, Nyatanya Menyerahkan Pengasuhan Anak Pada Kakek Dan Neneknya Tetap Memiliki Dampak Positif Dan Negatif

pexels-photo-302083

Jaman terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Bukan hanya perubahan pada berkembangnya teknologi dan informasi saja, tapi juga pada sektor tatanan masyarakat atau sosial pun ikut berubah. Sebagai contoh adalah kini banyak sosok ibu mencari nafkah. Jika pada jaman dulu suami atau ayah adalah satu-satunya orang yang menjadi tulang punggung keluarga, maka kini ibu pun memiliki peran yang sama.

Keputusan ibu untuk mencari nafkah ternyata membawa konsekuensi sendiri, khususnya pada pola pengasuhan anak. Ibu yang bekerja di luar akan menyerahkan pengasuhan anaknya kepada baby sitter atau pembantu. Atau beberapa orang menyerahkan pengasuhan anaknya kepada kakek dan neneknya. Lalu apakah keputusan menyerahkan pengasuhan anak kepada kakek dan nenek juga memiliki dampak negatif?

Terbantu Dari Segi Teknis dan Vinansial Merupakan Dampak Positifnya Yang Sangat Berarti

Jika anda menyerahkan pengasuhan anak kepada kakek dan neneknya atau kedua orang tua anda sendiri, maka itu merupakan bantuan teknis dan vinansial yang tidak ternilai. Mereka adalah pengasuh yang baik sebagaimana dulu mengasuh anda. Mereka dapat melakukan semua pekerjaan pengasuhan, mulai dari menidurkannya, mengajaknya bermain, membuatkan mainan untuk anak, dan sebagainya.

Menyerahkan pengasuhan anak pada kakek dan neneknya juga memberikan bantuan finansial untuk anda. Bisa anda bayangkan berapa uang yang harus anda keluarkan jika menyerahkan pengasuhan anak kepada baby sitter ataupun daycare. Tapi dengan menyerahkan pengasuhan kepada kakek dan neneknya,  biaya-biaya tersebut tidak perlu anda keluarkan.

Anda Pun Dapat Bekerja Dengan Lebih Tenang Sebab Anak Benar-benar Berada Dalam Asuhan Orang Terpercaya

Meskipun telah lanjut usia tapi kedua orangtua anda adalah orang-orang yang dapat dipercaya. Mereka memiliki pengalaman yang sangat banyak dalam hal pengasuhan pada anak. Hal ini membuat anda relatif tenang saat meninggalkan anak-anak untuk bekerja.

Kakek Nenek Si Kecil Pun Tak Lagi Merasa Sepi. Celoteh Dan Gelak Tawanya Akan Membuat Seisi Rumah Penuh Kebahagiaan

Salah satu beban yang biasanya ditanggung oleh para lansia adalah rasa kesepian. Sedikit demi sedikit orang-orang yang dulu dekat dengan mereka akan pergi, mulai dari teman kerja, anak-anak yang sudah menikah, hingga teman-teman sebayanya yang sudah meninggal. Namun dengan diberikannya tanggung jawab untuk mengasuh cucu, maka semangat hidupnya pun berkobar kembali. Mereka menganggap bahwa mengasuh cucu bukanlah sebuah beban tapi hiburan yang dapat mengusir kesepiannya.

Bukan Tanpa Dampak Negatif, Dalam Pengasuhan Kakek Neneknya Pun Biasanya Anak Akan Cenderung Dimanja

Dalam kebanyakan kasus, kakek dan nenek justru lebih memanjakan cucunya daripada orangtuanya sendiri. Hal ini terjadi karena bagi mereka kehadiran cucu merupakan hiburan tersendiri. Jika terus dibiarkan, hal itu akan memiliki dampak kurang baik untuk perkembangan anak. Anak pun akan cenderung manja dan kurang mandiri.

Bisa Jadi Ada Perbedaan Pola Pengasuhan Anak Yang Bisa Membuat Si Kecil Kebingungan

Meskipun anda tinggal dalam satu atap dengan kedua orangtua tapi kadang terjadi perbedaan dalam hal mengasuh anak. Orangtua anda merasa lebih berpengalaman dalam mengasuh anak, sedangkan anda merasa  memiliki hak sepenuhnya terhadap pola pengasuhan buah hati.

Akibatnya terjadi pola pengasuhan yang tidak konsisten. Misalnya anda melarang anak untuk makan permen, tapi ternyata oleh kakek dan neneknya diperbolehkan untuk makan permen. Kondisi ini jika dibiarkan terus menerus akan membingungkan anak. Maka jangan heran jika anak akan memilih aturan yang dianggap menguntungkannya.

Hingga Terjadi persaingan Dalam Hal Mengasuh Anak Antara Anda Dan Orangtua

Saat kedua belah pihak merasa memiliki hak yang sama untuk mengasuh anak, maka disitulah persaingan pengasuhan anak terjadi. Kondisi ini dapat menyebabkan keretakan hubungan antara anda dengan kedua orangtua anda. Untuk menyikapinya anda dapat melakukan komunikasi dua arah dengan orangtua anda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Tumbuh Kembang Balita Adalah Indikator Penting Status Kesehatannya, Oleh Karena Itu Pastikan Tumbuh kembangnya Sudah Sesuai Usianya

StockSnap_AXIRTFTYRA

Pertumbuhan memiliki kaitan yang alamiah dan sangat erat mengenai perubahan dalam besar, jumlah, atau juga ukuran yang memang bisa diukur dengan menggunakan ukuran berat, ukuran panjang, usia, hingga struktur tulang yang berkembang secara alami sesuai dengan usianya dan keseimbangan metabolisme.

Sedangkan perkembangan adalah bertambahnya kemampuan pada struktur serta fungsi tubuh yang semakin bertambah komplit dalam sistem pola yang teratur dan mampu untuk diramalkan, sebagai hasil dari pelaksanaan proses pematangan.

Begitupun yang terjadi pada anak. Setelah melewati masa tumbuh kembang di dalam rahim, si kecil akan mulai mengenal dan beradaptasi dengan lingkungannya. Berbagai aspek perkembangan motorik, kognitif, serta bahasa pada anak balita terjadi sangat pesat. Lantas bagaimana perkembangan dan pertumbuhan yang terjadi pada anak balita?

Pada Usia 0-4 Bulan Bayi Mulai Berbicara

Melatih senyum dan bicara dari si kecil, membiasakan bayi usia ini untuk mengenal tentang music juga sangat membantu dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Bayi juga sudah mampu diajak tersenyum dan mulai berbicara.

Bayi Berusia 1 Bulan Mengeluarkan suara “o….o…o…”, Menggerakkan Tangan Serta Kakinya, Dan Tersenyum.

Fokus si kecil akan semakin bertambah pada usia ini. karena bayi akan mampu fokus menatap ke Ibu jika sedang di ajak berbicara. Mengeluarkan suara “o….o…o…”, menggerakkan tangan serta kakinya, dan tersenyum.

Pada Usia 3 Bulan Bayi Bisa mengangkat kepala secara tegap saat tengkurap Dan Mengoceh

Pertumbuhan dengan mengangkat kepala secara tegap saat tengkurap dan spontanitas mulai mengoceh adalah langkah lanjutan pertumbuhan dan perkembangannya.

Di Usia 4-6 Bulan Bayi Mulai Bisa Diajak Bermain Bun

Pada usia 4-6 bulan bayi akan lebih sering tengkurep. Bayi juga sudah mulai dapat diajak bermain dengan bantuan benda yang menarik motoriknya, dan matanya dengan warna-warna dari benda tersebut.

Pada Usia 6 Bulan Bayi Dapat Berbalik Dari Posisi Tengkurap Ke Telentang

Mulai dapat berbalik dari posisi tengkurap ke posisi telentang, dan si kecil juga sudah mulai mampu mempertahankan kepalanya dalam posisi tegak.

Saat Si Kecil Berusia 6-12 Bulan, Dia Sudah Mulai Bisa Duduk

Permainan ci-luk-ba sudah mulai dimainkan, karena bayi sudah mulai bisa duduk, memegang biskuitnya sendiri, hingga mulai berjalan dengan berpegangan.

“Ma…ma…Pa…pa…” Akan Mulai Terdengar Saat Bayi Berumur 9 Bulan

Ma…ma…Pa…pa… sudah mulai bisa memanggil sapaan pada orang tua dengan baik, bayi juga sudah mulai bisa mencari atau mengikuti mainannya yang bergerak atau yang jatuh.

Pada Usia 12 Bulan Bayi Mulai Berjalan Dengan Cara Berpegangan

Bayi sudah mulai dapat berjalan dengan cara berpegangan, bayi juga bisa mengenali anggota keluarga, hingga respon menangis jika ada orang baru.

Bayi Berusia 1-2 Tahun Sudah Dapat Mencoret-coret Kertas Dan Bercerita

Memulai mengajari anak berjalan di anak tangga dapat mulai Anda lakukan, bayi juga sudah dapat mencorat-coret di kertas, hingga menyebut anggota tubuh dan juga bercerita.

Pada Usia 2 Tahun Anak Dapat Berlari-lari Dan Menyebut 3-6 Kata Yang Mempunyai Arti

Naik tangga dan berlari-lari, selanjutnya adalah menyebut 3-6 kata yang mempunyai arti, seperti bola, piring dan sebagainya, mengajari anak untuk mulai berpakaian sendiri, cuci tangan, juga buang air kecil dan buang air besar di tempatnya.

Anak Dapat Berdiri Satu Kaki Tanpa Berpegangan Tangan Saat Berusia 3 Tahun

Anak sudah dapat mengayuh sepeda roda tiga, anak juga bisa mulai berdiri satu kaki tanpa berpegangan tangan, serta mampu memakai sepatunya sendiri.

Pada usia 3-5 tahun Anak Sudah Dapat Menceritakan Apa Yang Dilakukannya

Anak sudah dapat menceritakan apa yang dilakukan, bahkan anak juga mampu menceritakan sesuatu yang merupakan hal baru yang ia coba.

Di Usia 5 Tahun Anak Bisa Melakukan Banyak Hal. Dari Berinteraksi Dengan Temannya, Melompat, Berlari, Hingga Bersekolah

Anak sudah dapat melakukan banyak hal, dari berinteraksi dengan teman seumurannya, melompat, berlari, sekolah, hingga menyebut angka dan pengertian tentang pelajaran si sekolah, anak juga sudah mampu diberikan tanggung jawab seperti berpakaian sendiri serta menggosok giginya saat mandi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top