Parenting

Bila Si Kecil Terbuka Tunjukkan Setiap Emosinya, Itu Tanda Orangtua Berhasil dalam Pola Asuhnya

kidsss1

Urusan menerapkan pola asuh pada si kecil tak semudah kelihatannya. Ada banyak aspek yang harus dipahami atau diterapkan orangtua. Kalau keliru, bukannya membuat anak semakin disiplin, justru ia bisa saja jadi mudah berontak atau bahkan enggan mendengar masukkan.

Karenanya, Bun, orangtua harus kompak dahulu dalam menentukan pola asuh apa yang akan diterapkan. Dengan begitu, si kecil pun tak akan bingung. Nah, menurut psikolog klinis Nadene van der Linden, ada beberapa tanda anak mendapatkan pola asuh yang tepat dan sesuai dengan kepribadiannya.

Ia Mau Terbuka dalam Menunjukkan Setiap Emosi kepada Orangtuanya

Saat si Kecil sudah percaya sepenuhnya pada orangtuanya, percayalah, ia tak akan ragu menunjukkan setiap ekspresi emosinya. Baik saat ia marah, sedih, senang, atau bahkan takut. Kalau si kecil justru tertutup, ini yang justru perlu dikhawatirkan.

Bisa jadi ini terjadi karena selama ini ia merasa jarang diperhatikan, sehingga enggan untuk mencari perhatian. Kalau Bunda merasakan hal demikian, cobalah kesampingkan dulu gawai atau hal-hal lain yang membuat jarak antara Bunda dan buah hati serta mulailah memberikan banyak waktu untuk bicara atau bermain bersamanya.

Ia Pun Tak Masalah Membicarakan Tiap Masalah pada Orangtuanya

Kalau hubungan Bunda dan buah hati sudah dekat, sudah pasti si kecil akan mencari kedua orangtuanya saat mengalami masalah. Mereka akan menganggap orangtua sebagai pihak yang bisa memberi solusi. Kalau hubungan seperti ini sudah terjadi, tandanya orangtuanya sudah memberikan rasa aman, sehingga si kecil mau mencari bantuan saat sedang bermasalah.

Perlu diingat Bun, respon yang diharapkan si kecil tentu saja orangtuanya mau mendengarkan mereka terlebih dahulu. Di lain sisi, hindari memarahi atau menolak cerita anak ya, Bun. Hal ini justru bisa membuat anak jadi ragu untuk bercerita lagi untuk kali kedua.

Saat Diberi Nasehat, Mereka Pun Tak Keberatan Untuk Mendengar Masukkan dari Orangtuanya

Salah satu tanda positif dari hubungan antara orang tua dan anak adalah ketika masing-masing mau saling mendengarkan masukan. Beberapa orang tua tanpa sadar seringkali membatasi komunikasi dengan anak. Entah lewat perilaku maupun emosi yang suka mempertanyakan masalah anak dengan nada tinggi.

Bahkan ada pula orangtua yang justru menutup diri dan enggan mendengar keluhan anak sehingga lambat laun si kecil pun merasa enggan menambah beban dan memilih untuk tak mengungkap masalah. Kalau begini, justru bahaya lho Bun. Hindari meremehkan anak karena bisa membuatnya jadi tidak percaya diri.

Orangtua Bisa Untuk Tidak Memberi Label Pada Anak

Hindari memberikan label dengan menyebut anak menggunakan kata ganti lain ya Bun, Misalnya ‘si Nakal’, ‘si Cengeng’, atau ‘si Malas’. Sementara kalau Bunda berkomunikasi dengannya tanpa memanggil anak dengan sebutan nama dan tanpa label, ini adalah salah satu tanda positif.

Menyebut anak dengan sebutan label tertentu justru akan membuatnya lebih fokus pada hal tersebut. Ia jadi tidak mau mencari kebaikan lain dalam dirinya. Bahkan bukan tak mungkin label yang tersemat padanya bisa membuatnya jadi tak percaya diri dan mudah emosi.

Bunda Secara Adil dan Terbuka Mendukung Bakat Buah Hati

Memberikan kesempatan untuk anak mengejar minat dan bakatnya merupakan salah satu tanda pengasuhan yang positif, Bun. Saat anak didukung, ia akan menjadi lebih tekun. Kalau ia mampu mengikuti kegiatan atau fokus di bidang tertentu yang hanya sebagai tuntutan orang tua, bisa jadi ia akan merasa terkendali dan tidak mau mengungkapkan pendapat.

Ada Batasan yang Jelas dan Bisa Ditaati oleh Anggota Keluarga

Meski hubungan Bunda dan si kecil kian akrab, tetap perlu diterapkan batasan agar anak mau berperilaku sopan. Hal Bimbingan yang tepat akan membantu anak bisa memahami batasan tersebu. Sebab kalau si kecil dibiarkan tanpa batasan, seiring bertambahnya usia anak justru bisa semakin hilang kendali dan jadi bermasalah.

Bun, penting sekali untuk tak sekedar tegas, tapi juga memberi batasan. Hal ini akan membantu si kecil merasa dicintai dan dihargai, bahkan jika mereka sebenarnya tidak menyukai batasan tersebut. Beberapa contoh batasan dan aturan yang perlu diterapkan orang tua yakni jadwal rutinitas sehari-hari dan bahasa sopan terhadap anggota keluarga.

Kalau Bunda Salah, Bunda Mau mengakui kesalahan

Salah satu tanda lain pengasuhan Bunda sebagai orang tua sudah berhasil kalau Bunda mau mengakui kesalahan dan meminta maaf di hadapan si kecil. Selain bisa menjadi contoh positif untuk anak, hal ini juga akan membantu memperbaiki hubungan orang tua dan anak saat terjadi masalah.

Bicarakan pada anak tentang kesalahan yang mungkin dilakukan oleh orangtua, minta maaf dan diskusikan bagaimana cara untuk memperbaiki kesalahan tersebut ya Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Supaya Si Kecil Mau Mendengarkan Bunda tanpa Harus Diancam

boy-child-cute-1598122

Bun, saat si kecil tak mau menuruti nasihat orangtua, biasanya hal ini membuat para orangtua kehabisan akal untuk mengendalikan si kecil. Apalagi kalau kondisi orangtua sudah lelah, misalnya baru pulang kerja atau sedang sibuk mengurus adiknya. Akhirnya, alih-alih menasehati, tak sedikit orangtua yang akhirnya mengancam sang anak. Ini karena ancaman, dianggap salah satu cara paling mudah untuk mendapatkan hasil secepat mungkin.

Sebenarnya, kita para orang tua, perlu tahu: ancaman tidak efektif untuk membuat anak menurut. Ya Bun, pasalnya ancaman hanya ampuh sesaat saja tapi tidak untuk jangka panjang.

Lagipula anak yang sering diancam kelak menjadi anak yang terbiasa diancam dulu baru mau melakukan sesuatu. Tentu kebiasaan semacam ini jadi tak mendidik si kecil, kan? Tugas orangtua tak hanya mengasuh si kecil, tapi juga menumbuhkan sifat tanggung jawab dan rasa percaya diri padanya. Lantas bagaimana solusinya, Bun?

Adele Feber, seorang penulis buku berjudul How to Talk so Kids Will Listen and Listen so Kids Will Talk menyampaikan tiga tips ini, Bun.

Berikan Pilihan Padanya dan Jangan Mengekangnya

Berikan pilihan yang mudah dipahami oleh anak. Misalnya, “Rapikan mainanmu sekarang supaya kamu masih punya waktu nonton televisi sebelum tidur, atau rapikannya nanti saja tapi kamu enggak nonton televisi sama sekali.” Dengan memberikan pilihan, si kecil merasa mendapat kepercayaan sehingga ia akan percaya diri untuk melakukan hal tersebut. Selanjutnya, biarkan ia memilih dan Bunda tak perlu mengekangnya.

Beri Batasan

Bila Bunda memberikan perintah, maka berikan batasan yang jelas padanya. Batasan ini melatih kepekaan dan rasa tanggung jawabnya, Bun. Misalnya, “Ibu akan pergi ke rumah Nenek 30 menit lagi. Kamu bisa ikut kalau sekarang segera mandi dan berpakaian. Kalau kamu belum siap saat ibu akan berangkat, kamu bisa tidak bisa ikut dan main di rumah saja.”

Dan Tetapkan aturan

Buatlah aturan yang jelas dan sampaikan aturan ini di awal serta pastikan anak paham apa saja yang menjadi tugas atau kewajibannya berikut konsekuensi jika ia tidak memenuhinya. Entah mengenai jam main, atau hal-hal seputar aktivitasnya. Bila si kecil menunjukkan perilaku melanggar aturan, maka Bunda tak perlu kesal. Tetap ingatkan ia lagi dan lagi. Dengan begitu, Bunda tidak perlu lagi mengancam.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Cerita Donna Agnesia Urus Tiga Buah Hati yang Beranjak Remaja

donna

Bun, sebagai seorang ibu, tentu kita punya tantangan masing-masing dalam menjalankan peran ya. Nah, hal ini juga yang dirasakan oleh Donna Agnesia. Perempuan yang menikah dengan Darius Sinathrya ini dikaruniai tiga orang anak yaitu Lionel Nathan Sinathrya Kartoprawiro, Diego Andres Sinathrya dan Quinesha Sabrina Sinathrya.

Sebagai wanita karier sekaligus ibu dengan tiga anak, Donna pun dituntut untuk dapat membagi waktu. Bagi Donna, salah satu hal penting yang harus diperhatikan oleh ibu bekerja adalah memastikan kebutuhan anak-anaknya terpenuhi, meskipun tak bisa mendampingi selama 24 jam.

“Saya pergi keluar rumah, saya pastikan anak-anak di rumah kebutuhannya terpenuhi. Dia tidak pernah kehilangan kasih sayang, walaupun papa mamanya sibuk bekerja,” kata Donna Agnesia seperti dikutip dari Kumparan, Selasa (25/6).

Donna mengatakan seorang ibu harus bisa menguasai banyak hal. Bukan hanya pintar mengatur keuangan dan anak, tapi juga bisa melihat bakat dan masa depan anak-anaknya.

“Aku juga masih belajar terus jadi ibu yang sempurna, paling enggak buat anak-anak saya dan oh ya, happy mom, happy life. Happy mom, happy kids,” tuturnya.

Ia juga mengatakan, sosok seorang ibu pun harus mampu menjadi teman, kakak, bahkan menjadi sosok ayah untuk anak-anaknya. Ia pernah merasakan peran sebagai ayah ketika Darius meninggalkan rumah untuk bekerja dalam waktu yang lama.

Kendati demikian, tanggung jawab untuk mengurus buah hati bukan hanya ada di tangan ibu saja. Kehadiran ayah juga penting untuk tumbuh kembang anak-anaknya.

“Saya bilang ke Darius, ‘kita punya dua anak laki-laki, tapi di rumah isinya perempuan semua, butuh figur laki-laki. Jadi, kalau kamu lagi punya waktu di rumah manfaatkanlah itu untuk quality time sama anak-anak’,” ujar Donna.

Darius pun selalu menanamkan cara menjadi laki-laki yang baik kepada anak-anaknya ketika mereka sedang berkumpul bersama.

“Supaya anak bisa jadi laki-laki yang baik dan membangun keluarga, enggak bisa salah satu. Anak-anak bahagia itu, kalau melihat orang tuanya akur, rukun, gitu kan anak-anak jadi rasakan di keluarga,” tutup Donna Agnesia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mom Life

Tips Me Time untuk Ibu Muda Ala Cynthia Riza

cynthia rizaa

Sebagai seorang ibu, ada baiknya Bunda tak hanya bekerja, tapi juga merawat diri sendiri atau melakukan self-care. Setelah bekerja seharian, entah di kantor atau merapikan rumah, maka Bunda punya hak istimewa yaitu melakoni me time guna relaksasi atau membuat seorang ibu jadi lebih percaya diri. Nah, salah satu ibu muda yang selalu menyediakan waktu untuk me time yakni Cynthia Riza, influencer sekaligus istri Giring Ganesha.

Cynthia bercerita setiap hari ia bangun setidaknya 1 jam sebelum suami dan anak-anaknya. Tujuannya, agar ia punya quality time untuk diri sendiri di pagi hari.

“Aku bangun jam 5 setiap hari. Biasanya aku siapin sarapan dulu, keperluan sekolah anak setelah semua beres baru aku mandi, pakai make-up, bangunin suami deh. Jadi aku bangunin suami udah cantik dan wangi. Merawat diri di pagi hari itu penting buat bikin mood enak sepanjang hari,” papar Cynthia.

Tak hanya di pagi hari, Cynthia juga meluangkan waktu untuk “mandi mewah” setiap sore. Yang dimaksud mandi mewah adalah mandi tanpa diteriaki anak sehingga ia tak perlu buru-buru. Tentu momen seperti itu langka ya, Moms, bagi para ibu. Namun karena dukungan suami dan anak-anaknya, Cyntia bisa menikmati mandi mewah ini setiap sore.

“Setiap hari aku butuh quality time di mandi sore aku. Anak-anak sudah tahu, kalau mama mandi sore, butuh 15 menit minimal, jangan diganggu dulu. Biasanya aku mandi sambil dengerin musik, nyanyi lagu kesukaan, kadang juga luluran. Keluar juga, sudah happy lagi,” cerita Cyntia.

Selain itu, Giring juga mendukung Cyntia untuk merawat diri dengan memberinya waktu untuk ke salon. Dalam seminggu, ia bisa 2-3 kali pergi ke salon. Cynthia mengaku kegiatan self-care ini membuatnya lebih nyaman dengan dirinya sendiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top