Mom Life

Bertengkar di Depan Anak Tak Akan Bawa Manfaat Apapun, untuk Itu Bunda Perlu Mensiasatinya!

pexels-photo-1648396

Bun, pasti pernah kan yang namanya menahan kekesalan atau emosi atau bahkan amarah Bunda tersulut karena kesalahan pasangan? Nah, pernahkah Bunda mengalami hal ini saat berada di dekat anak-anak? Bun, ada cara tersendiri saat Bunda sedang bertengkar dengan ayah.

Terutama bila pertengkaran terjadi di depan anak. Bukan apa-apa Bun, bertengkar di depan anak tak memberikan nilai positif padanya. Justru membuatnya berpikir aneh-aneh. Untuk itu, saat Bunda sedang kesal pada ayah, atau sebaliknya, siasati dengan cara-cara ini ya.

Turunkan Kemarahan Bunda Terlebih Dulu

Setiap orang pasti punya tingkat agresi yang akan ditoleransi pasangannya. Saat Bunda dan Ayah sudah mulai masuk ke tanda-tanda ingin bertengkar, ada baiknya Bunda atau Ayah yang segera meredakan amarah tersebut. Apalagi di depan anak. Kalau memang perlu beranjak menjauh dari pasangan dan anak-anak, maka lakukan hal itu untuk sejenak.

Ambil napas, minum air, buka majalah, dan kembalilah bicara ketika Bunda sudah tenang kembali. Bila pertengkaran terjadi saat keluarga ada di dalam mobil, ganti topik pembicaraan dan rencanakan untuk membahasnya kembali nanti. Bunda mungkin merasa anak tidak mendengar pertengkaran. Tapi percayalah, mereka mendengarnya.

Buat Catatan

Kalau memanng sedang marah, cukup pergi saja Bun ke ruangan terpisah. Tuangkan kemarahan Bunda lewat tulisan dan tuliskan atau uraikan satu persatu di atas kertas atau gawai. Setelahnya, Bunda bisa buat komitmen untuk membicarakannya dengan pasangan dalam waktu 24 jam.

Tuliskan point yang ingin Bunda utarakan. Tindakan simpel seperti menulis bisa membantu mengatur pikiran dan memperjelas sebuah masalah. Bunda akan lebih siap berbicara dengan tenang ketika Bunda dan ayah sudah mulai berdiskusi.

Tak Usah Paksa Anak Jadi Wasit ya Bun

Yang anak inginkan adalah orangtua berhenti bertengkar. Anak tidak boleh membagi loyalitas mereka. Ketika Bunda mendengar, “Bunda jangan  marah sama Ayah,” ini jadi tanda kalau Bunda perlu menurunkan emosi.

Jangan Berusaha Jadi “pemenang” ya Bun

Lihat argumen seobjektif mungkin. Argumen adalah masalah yang perlu diselesaikan. Ketika Bunda merespon pendapat tiap orang dengan baik, anak melihat kalau ada lebih dari satu solusi untuk sebuah masalah. Dan berkompromi bukan satu hal yang buruk.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Jangan Biarkan Si Kecil Menghirup Asap Rokok

adult-art-baby-235243

Berhenti merokok berarti memberi diri kesempatan untuk hidup lebih sehat dan lebih lama. Kepada orangtua perokok yang berniat menghentikan kebiasaan buruk ini, tapi masih belum berhasil dengan satu cara, jangan cemas. Masih banyak jalan lain yang dapat dicoba untuk sukses menjalankan cara berhenti merokok.

Sering jadi sesuatu yang membuat dilema, terutama bagi mereka yang ingin berhenti merokok demi anaknya. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar berhasil berhenti merokok. Berikut ini tips-tipsnya.

Lagipula, Merokok Serupa dengan Melakukan Penganiayaan terhadap Sang Bayi

Di lain sisi, paparan asap rokok diketahui bisa meningkatkan risiko tejadinya berbagai gangguan kesehatan dan penyakit. Bayi dan anak-anak yang terpapar asap rokok berisiko tinggi mengalami iritasi mata, infeksi telinga, alergi, asma, bronkitis, pneumonia, meningitis, dan sindrom kematian bayi mendadak. Bahkan, membiarkan bayi terpapar asap rokok sama dengan melakukan penganiayaan lho! Tak percaya? Ini dia alasannya

Ketahui Dulu Cara Agar Si Kecil Bisa Menolak Rokok yang Akan Ia Hadapi di Pergaulan Ketika Nanti Remaja

Si kecil lambat laun akan mengenal dunia luar. Ada banyak hal yang semula tak ia ketahui namun ia jadi penasaran karena pergaulan. Termasuk urusan rokok. Akan ada potensi si kecil nantinya penasaran apa itu rokok dan bagaimana sensasi saat merasakannya. Untuk itu, jika Bunda keberatan si kecil nantinya jadi perokok, ada baiknya sejak kecil diajarkan dan diberi pengertian tentang beberapa hal ini ya Bun.

Namun, Meski Bunda Masih Merokok, Memberi ASI Tak Boleh Ditunda ya Bun

Sementara itu, untuk ibu yang memang sudah jadi perokok aktif, tak perlu minder apalagi melepaskan tanggung jawab memberi ASI ya Bun. Pertanyaan mengenai bolehkah bayi mendapatkan asi dari ibu yang masih merokok, boleh Bunda tilik sendiri di tulisan ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Ingin Berhenti Merokok demi Anak? Berikut Tips-tipsnya!

family-2899274_640

Ada banyak bukti nyata tentang dampak buruk dari merokok. Riset menyebutkan kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko stroke, mengembangkan penyakit jantung, dan kanker tertentu. Layanan kesehatan masyarakat di Inggris (NHS) mengungkapkan, sekitar 85 persen kasus kanker paru-paru terkait dengan gaya hidup merokok.

Banyak orang menyadari bahaya tersebut, namun kesulitan menghentikan kebiasaan merokok. Tak heran bila niat ini menjadi salah satu resolusi pada tiap pergantian tahun. Namun, kenyataannya, kebanyakan orang menyerah dan melupakan resolusi yang dibuatnya hanya beberapa bulan atau bahkan beberapa hari setelah niat itu dicetuskan.

Nah, bagi Bunda atau Ayah yang ingin hidup sehat dengan menghentikan kebiasaan merokok, mulailah dengan melakukan tujuh tips ini.

Tentunya Dimulai dengan Belajar Menghindari Orang-orang dan Tempat yang Membuat Bunda Ingin Merokok

Sebagai orang dewasa, kita selalu merokok saat bersama si A, atau Bunda selalu ingin merokok dibarengi ngopi di kafe bersama si B, maka untuk melancarkan misi kali ini, sebaiknya hindari dulu datang ke tempat-tempat ini. Bunda bisa memilih tempat ngopi tanpa smoking area. Namun jika memang tak sanggup menghindari, maka jangan sungkan memberitahu bahwa kita sedang berusaha berhenti merokok dan minta bantuan mereka untuk tidak “menggoda” Bunda atau Ayah untuk tak merokok di hadapan kita.

Ubahlah Rutinitas yang Biasa Dilakukan Saat Sembari Merokok

Kalau Bunda atau Ayah terbiasa menikmati kopi atau minuman lainnya seperti alkohol sembari merokok, hindari dulu dua minuman ini terutama saat minggu-minggu pertama saat sedang berhenti merokok. Pilih jus atau air putih yang lebih sehat ya Bun.

Jika Bunda merasa “mulut asam” setelah makan makanan tertentu dan membuat diri ingin merokok, hindari dulu makan makanan tersebut ya Bun, Yah. Dan setelah break makan siang, daripada dilanjut merokok, Bunda coba berjalan-jalan saja di sekitar, sambil menenangkan pikiran. Lebih sehat, bukan?

Coba Sibukkan Diri Agar Teralihkan dari Kebiasaan Merokok

Saat diri merasa sedang stres, biasanya berdiam diri hanya justru membuat kita merasakan stress yang semakin lebih lagi dan jauh lebih tertekan. Alih-alih mencari pelarian yang tepat, merokok biasanya dipilih jadi cara yang paling dianggap nyaman untuk menenangkan diri.

Nah, saat Bunda merasa ingin merokok karena sedang stres, coba cari kegiatan lain demi membuat tangan terasa lebih sibuk, seperti menggambar, menyulam atau bahkan membantu menyusun lego bersama si kecil. Kegiatan ini jauh lebih bermanfaat dibanding memanjakan tangan untuk diajak merokok.

Dan Biasakan Bernapas Dalam-dalam

Kendati kelihatan klise, ada kalanya orang memilih merokok karena dianggap bisa menenangkan. Ini sebenarnya disebabkan karaena saat merokok, perokok harus menghirup napas dalam-dalam sembari merokok. Maka saat Anda merasakan keinginan merokok, pejamkan mata, kemudian ambil napas dalam-dalam dan perlahan. Rasakan udara bersih tanpa nikotin masuk ke paru-paru kita dan menyebar ke seluruh tubuh. Sembari melakukan itu, ingat-ingat lagi alasan Bunda daan Ayah berhenti merokok.

Kemudian, Saat Berhasil, Jangan Lupa Beri Hadiah Pada Diri Sendiri

Berhenti merokok bukan perkara mudah. Siapapun yang sudah berhasil patut diberi acungan jempol. Jika Bunda dan Ayah punya budget khusus untuk membeli rokok setiap harinya, pertahankan budget ini saat mulai berhenti merokok. Tapi dibanding untuk beli rokok, lebih baik pakai uang ini di toples khusus. Baru setelah seminggu atau sebulan, buka toples tersebut dan gunakan uangnya untuk makan di restoran favorit, atau membeli barang yang kita inginkan.

Cari Pengganti Rokok Seperti Camilan agar Merasa Sedikit Terdistraksi

Kalau Bunda tak tahan dengan kekosongan mulut, buatlah mulut kita sibuk dengan hal lain selain rokok. Kita bisa mengunyah permen karet bebas gula, mengemut permen, ngemil kuaci, ngemil buah-buahan, bahkan beberapa orang menghalau rasa ingin merokok dengan cara menggigit-gigit sedotan. Selamat mencoba!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Bun, Agar Si Kecil Tak Terbawa Pergaulan, Sedari Dini Ajarkan Ia Tentang Bahaya Rokok

adorable-baby-beautiful-35188

Saat kita masih kecil, tentu ada kalanya kita dihampiri rasa penasaran seperti apa rasanya merokok. Bukan hanya remaja, anak-anak pun biasanya punya rasa ingin tahu besar dan tak ragu untuk mencoba. Kondisi ini pun masih terjadi sampai hari ini.

Banyak anak dibawah umur yang justru jadi perokok aktif berangkat dari ketidaktahuannya dan semula hanya penasaran pada sensasi merokok. Karenanya, daripada coba-coba, yang ada malah berisiko ketagihan, ada baiknya Bunda memberikan pengertian tentang rokok dan cari cara pencegahan yang paling aman.

Sebab kalau hanya melarang, biasanya seorang anak bila dilarang bisa saja ia jadi kian penasaran. Nah, ada tujuh tips dari SayangiAnak yang Bunda boleh coba terapkan pada buah hati.

Tentunya Dari Orangtua Sebisa Mungkin untuk Tidak Jadi Perokok

Seorang anak biasanya mengambil keputusan dan perilaku dari orangtuanya. Untuk itu, ada anjuran orangtua harus lebih dulu berhenti merokok bila tak mau anaknya merokok juga. Penelitian dari University of Washington membuktikan jika anak-anak yang orangtuanya merokok biasanya punya kemungkinaan besar mulai merokok di usia yang relatif belia yaitu 13-14 tahun.

Kepada orangtua yang sekiranya masih merokok namun tak ingin putra putrinya kelak jadi perokok, sederhananya begini, percuma saja melarang anak merokok atau coba-coba jika Anda sendiri belum lepas dari kebiasaan merokok.

Selalu Ingatkan Buah Hati Mengenai Sisi Negatif Merokok ya Bun

Sama halnya dengan pendidikaan seks untuk anak, memberikan pendidikan mengenai bahaya rokok pun harus dimulai sejak dini ya Bun. Kendati anak masih duduk di bangku taman kanak-kanak atau sekolah dasar, Bunda harus terus mengingatkan anak apa saja dampak negatif merokok.

Misalnya saat Bunda sekeluarga berada di tempat umum dan ada orang yang merokok di dekat Bunda, maka beritahu bahwa merokok itu membawa sederet dampak negatif seperti merusak kesehatan, mengganggu orang lain, dan menghabiskan banyak uang.

Nah, supaya dampaknya bisa dibayangkan anak, beri contoh yang sederhana. Jelaskan bahwa harga sebungkus rokok sama dengan harga satu buah mainan favoritnya

Rutinlah Berkomunikasi dengan Buah Hati

Mencegah anak merokok bukan berarti mengekang kebebasannya lho Bun. Tak perlu melarang anak bergaul dengan teman sebaya yang orangtuanya perokok atau menonton film yang ada adegan merokoknya. Kuncinya justru membangun komunikasi dan kepercayaan antara Bunda dengan si kecil.

Dengan komunikasi yang baik, percayalah Bun, segala nasihat dan nilai yang ditanamkan pada si kecil akan terus melekat dalam benaknya, sekalipun ia nanti akan menemukan teman sekelasnya merokok atau ia sering menonton film dengan adegan merokok.

Hal ini akan sangat berguna kalau anak ditawari rokok waktu Bunda tidak ada bersamanya. Mengekang anak malah akan membuatnya mencari kesempatan di belakang Bunda.

Kenali Teman dan Lingkungan si Kecil ya Bun

Bukan hanya berkomunikasi, Bunda pun perlu mengenal langsung teman-teman si kecil supaya dapat membantu Bunda memantau pergaulannya. Ajak teman-teman si kecil main ke rumah supaya Bunda bisa mengobrol juga dengan mereka.

Dari situpun Bunda bisa menilai apakah ada kencenderungan anak mencoba rokok bersama teman-temannya atau tidak. Kalau Bunda tak kenal dengan teman-teman si kecil, maka kelak akan susah mencaritahu dan memantau pergaulannya.

Kalau dari luar saja memang tak bisa menjamin seratus persen anak-anak bebas dari rokok. Karenanya, paling tidak Bunda tahu seperti apa teman bermain yang dipilih anak sehingga Bunda bisa membantunya mengambil keputusan yang bijak.

Ajari Si Kecil untuk Menolak Ajakan Merokok Bila Diajak Teman-temannya

Walaupun anak tidak menunjukkan kecenderungan merokok di usia dini, bekali dengan kemampuan menolak ajakan dari teman-temannya. Ada anak yang bila tak dilatih untuk mengatakan penolakan, maka ia tak bisa mengatakan “tidak” saat berada di bawah tekanan teman sebayanya.

Padahal, untuk menolak ajakan tersebut, ucapan”tidak” saja tak cukup. Jangan lupa ajari anak untuk mencari alasan kuat seperti, “Aku tidak suka bau rokok,” atau “Pamanku sakit karena merokok,”.

Bantu Buah Hati Meningkatkan Rasa Percaya Diri Si Anak

Bunda perlu tahu, anak dan remaja biasanya didorong keinginan agar merasa diterima oleh teman-temannya sehingga mereka merokok. Bisa juga karena merokok membuatnya merasa seperti orang dewasa. Ini berarti anak kurang kepercayaan diri.

Karenanya, untuk mecegah anak merokok, Bunda harus meningkatkan kepercayan diri anak. Si kecil harus tahu jika merokok bukanlah satu-satunya cara supaya ia diterima dalam pergaulan ya Bun. Ia juga harus percaya diri bahwa ada orang dan teman lain yang mau menerima dirinya apa adanya. Bunda juga bisa memercayakan tanggung jawab penting pada anak supaya ia merasa lebih dewasa, misalnya tidur di kamar sendiri.

Alihkan Perhatiannya dengan Mendorong Minat serta Bakatnya

Banyak anak merokok karena merasa mendapatkan sesuatu, misalnya kepuasan atau sensasi rileks dari rokok. Kalau begini situasinya, berarti mungkin ia merasakan ada kekosongan atau belum merasa nyaman dengan aktivitasnya sekarang.

Nah, demi mengalihkan perhatiannya, Bunda bisa mencoba dengan mendorong si anak untuk menekuni minat dan bakatnya sehingga ia jauh dari pengaruh negatif rokok di usia dini. Ajak anak untuk ikut sanggar seni atau bergabung ekstrakurikuler olahraga supaya lingkungan dan pergaulannya fokus pada kebugaran tubuh, bukan pada hal-hal yang merusak kesehatan.

Sebab, menekuni aktivitas positif lain juga bisa membantu anak mencari pelepasan stres yang sehat selain merokok.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top