Parenting

Berikut Ini Cara Ilmiah Mendapat Anak Perempuan

adorable-adult-baby-1588081

Banyak pasangan yang menanti kehadiran anak perempuan. Mungkin karena anak-anak terdahulu didominasi oleh bayi berjenis kelami laki-laki, atau memang ada juga yang mendambakan anak pertama yaitu perempuan. Selain bisa didandani dengan beragam aksesoris, tentu ada keinginan lain yang mendorong pasangan agar mendapatkan anak perempuan. Tenang Bun, ada beberapa cara ilmiah yang dapat Bunda lakukan demi mewujudkan hamil anak perempuan. Berikut ini tips-tipsnya.

1. Metode Shettles

Metode ini sudah berkembang sejak tahun 1960 dan ditemukan oleh Dr Shettles. Ia menjelaskan bahwa faktor paling penting dalam penentuan jenis kelamin adalah waktu berhubungan seksual dan kromosom pembawa sperma.

Sperma penentu jenis kelamin laki-laki berenang lebih cepat namun bertahan dalam jangka waktu yang lebih pendek. Sementara sperma penentu jenis kelamin perempuan lebih kuat dan tangguh namun berenang lebih lambat. Selain itu Bun, pasangan disarankan melakukan hubungan seksual setidaknya 2-4 hari sekali sebelum masa ovulasi sehingga saat ovulasi terjadi, maka yang terjadi hanyalah proses membuahi sel telur saja.

2. Metode Whelan

Cara membuat anak perempuan lainnya yang dapat Bunda coba yakni metode Whelan. Hampir mirip dengan metode Shettles, namun perbedaannya di waktu berhubungan seksual. Metode ini menyarankan agar kamu berhubungan badan di waktu 2-3 hari sebelum ovulasi. Metode Whelan sendiri mengklaim tingkat keberhasilan mencapai 57%.

3. Upayakan untuk Mencoba Posisi Misionari

Bun, posisi seksual yang satu ini juga dipercaya dapat membuat pasutri mendapatkan anak perempuan.
Posisi misionari diketahui dapat membatasi kedalaman penetrasi suami, yang berarti dapat mengontrol seberapa jauh sperma yang harus berenang guna mencapai sel telur, Bun.

4. Bunda Tidak Mencapai Orgasme

Bun, orgasme sejatinya adalah hal penting dalam sebuah hubungan seksual. Orgasme yang terjadi malah menandakan bahwa hubungan seksual yang dilakukan sukses berlangsung. Sementara bila Bunda sedang mengusahakan anak perempuan, maka Bunda justru disarankan untuk tidak mencapai orgasme. S

ebab orgasme akan menciptakan kondisi tubuh yang lebih basah sehingga sperma akan bertahan hidup lebih lama. Padahal kondisi ini adalah kondisi yang tidak mendukung untuk cara membuat anak perempuan.

5. Sering melakukan hubungan seks

Kendati pihak perempuan disarankan untuk tak mencapai orgasme, hubungan seks justru harus lebih sering dilakukan. Kondisi ini akan membuat produktivitas sperma sedikit menurun sehingga mendukung sperma berkromosom X yang akan membuahi sel telur.

6. Perbanyak Konsumsi Sayur ya Bun

Berdasarkan penelitian, makan buah dan banyak sayur akan meningkatkan peluang untuk hamil anak perempuan, Bun. Beberapa orang juga percaya bahwa banyak mengonsumsi sayuran hijau seperti bayam, brokoli, dan buah-buahan kaya kalsium bisa mendukung cara membuat anak perempuan.

7. Tubuh dalam keadaan asam

Tahukah Bunda, sperma dengan kromosom Y dimana penentu jenis kelamin laki-laki ternyata kurang suka hidup di dalam lingkungan yang asam. Kebalikannya, kondisi tubuh yang asam adalah faktor penentu cara membuat anak perempuan. Untuk itulah wanita disarankan agar banyak makan cokelat dan menghindari makanan mengandung alkali seperti apel, kacang almond, dan buah alpukat.

8. Kurangi makan garam

Selain menghindari makanan yang mengandung alkali, Bunda juga disarankan untuk mengurangi makan garam. Makanan yang terlalu banyak mengandung garam ternyata juga membuat sperma pembawa kromosom X sukar mencapai sel telur. Untuk itu, kurangi konsumsi makanan olahan dan batasi penggunaan garam untuk memasak ya Bun.

9. Mandi air hangat

Sebelum berhubungan badan, usahakan pihak wanita untuk mandi dengan air hangat. Sebabnya dipercaya bahwa suhu panas akan mematikan sperma pembawa gen anak laki-laki.

10. Gunakan Kondom

Mungkin bagi Bunda terdengar sedikit aneh, padahal selama ini kondom termasuk alat kontrasepsi guna mencegah kehamilan. Tapi ternyata banyak pasangan yang mengatakan bahwa memakai kondom saat berhubungan seks akan mendukung cara membuat anak perempuan.

Teorinya adalah penggunaan kondom akan mematikan sperma pembawa gen anak laki-laki. Dengan kata lain akan memberi kesempatan bagi sperma pembawa gen anak perempuan untuk bertahan.

11. Kurangi Pemakaian Pelumas

Jika Bunda dan suami justru sering menggunakan pelumas guna memberikan sensasi menyenangkan, maka sebaiknya dikurangi ya Bun. Terutama jika Bunda tengah mengusahakan anak perempuan. Sebabnya kondisi saluran vagina yang kekurangan cairan justru mendukung perjalanan sperma pembawa gen laki-laki.

12. Hindari konsumsi obat Influenza

Semasa ovulasi, tubuh wanita akan banyak menciptakan lender yang membantu mengangkut sperma ke sel telur yang menunggu. Sperma jantan yang kondisinya lebih rapuh dianggap lebih sulit menembus lendir.

Sementara sperma pembawa gen perempuan justru menyukai area yang berlendir. Hal inilah yang membuat seorang wanita harus menghindari obat apapun yang akan mengencerkan lendir seperti obat untuk sinus dan flu yang mengandung guafenesin. Sebabnya hal ini akan mendukung cara membuat anak perempuan.

13. Hindari Posisi Standing sex

Selain disarankan melakukan posisi misionaris, Bunda dan suami juga tidak disarankan untuk melakukan posisi seks dengan berdiri sebagai cara membuat anak perempuan. Sebabnya saat berhubungan seks berdiri, kemungkinan sperma pembawa gen anak perempuan untuk mencapai ovula jadi jauh berkurang. Jadi jika kamu ingin anak perempuan, sebaiknya hindari standing sex.

14. Hindari hubungan seksual setelah masa ovulasi

Cara lain yang dapat dicoba yaitu tidak berhubungan seksual setelah masa ovulasi. Sperma perempuan atau yang membawa kromosom X diketahui bertahan hidup di saluran vagina lebih lama dibandingkan dengan sperma pria yang membawa kromosom Y. Hal ini berarti hubungan seksual yang dilakukan setelah masa ovulasi bisa merusak proses pembuahan yang terjadi dan memperkecil kemungkinan untuk memililiki anak perempuan.

15. Banyak makan biji-bijian

Biji-bijian mengandung vitamin E, seng, dan glutamat yang bisa mengurangi kecemasan dan membuat seseorang jadi lebih santai. Nutrisi ini juga akan menciptakan lingkungan yang sehat bagi sperma yang membawa kromosom X perempuan.

Dengan mengonsumsi banyak makan biji-bijian, Bunda turut membuat tubuh menjadi lebih sehat dan sel telur siap untuk berovulasi bertemu dengan kromosom X dari sperma ayah. Perlu diingat, selain dengan cara ilmiah, tentu cara mendapatkan anak perempuan juga harus disertai dengan doa. Sebab pertolongan Tuhan tak dipungkiri akan melancarkan usaha tersebut.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mom Life

Jenis-Jenis Kontraksi Jelang Proses Bersalin yang Bunda Perlu Kenali

Tanda pasti hamil

Dalam proses kehamilan, salah satu tahapan yang tak mudah adalah Bunda harus mengalami proses kontraksi. Situasi ini datang biasanya ditandai dengan sakit perut yang melilit di area pinggang dan terjadi berulang setiap 5-8 menit.

Kendati terdengar menyakitkan, kontraksi memang membawa manfaat yakni menghasilkan hormon oksitosin yang memicu bayi keluar dari rahim. Sebab setiap perut berkontraksi, otot-otot rahim otomatis akan meregang dan melebar sehingga memberi jalan keluar untuk si kecil.

Namun tak jarang, ibu hamil bingung apakah gejala yang mereka alami sekadar kram perut biasa atau kontraksi yang sesungguhnya. Untuk itu, Bunda pun perlu mengenali apa itu kontraksi.

Kontraksi Braxton Hicks

Kontraksi yang satu ini memiliki sebuah gejala yang mirip dengan kontraksi persalinan, Bun. Bahkan tak jarang disebut kontraksi palsu karena bertujuan untuk menyiapkan mulut rahim untuk membesar dan meningkatkan aliran darah dalam plasenta, Bun.

Bun, biasanya kontraksi ini akan terjadi pada trimester kedua atau ketiga. Ada ciri-cirinya lho Bun, antara lain kontraksi yang tak teratur, bahkan sensasinya lebih ke arah tak nyaman, bukan yang menyakitkan. Umumnya kontraksi ini terjadi di sekitar pangkal paha atau di depan tubuh ibu hamil dan bisa diatasi dengan berjalan atau berbaring.

Kontraksi Persalinan Prodromal

Persalinan yang satu ini mengacu pada kontraksi kelahiran yang dialami beberapa minggu sampai beberapa jam sebelum melahirkan. Munculnya pun relatif teratur bahkan durasinya lebih lama dari kontraksi braxton-hicks. Tapi sekali lagi, kontraksi ini bukan pertanda kelahiran.

Menurut dokter, persalinan prodromal bisa membantu bayi berpidah dari posisi yang salah ke posisi yang benar, Bun. Ciri-cirinya antara lain seperti tidak ada perubahan serviks setelah 24-36 jam, berbaring tidak membantu kontraksi tersebut hilang, dan cenderung lebih kuat dan tidak sering terjadi.

Kontraksi Persalinan Prematur

Mengutip Kumparan.com, nama lain persalinan ini yaitu early labor, dimana ibu hamil berada di tahap mengalami kontraksi saat usia kandungan di bawah 37 minggu. Nah biasanya, kondisi serviks Bunda akan melebar sampai 6 sentimeter. Kontraksi ini biasanya terjadi karena kondisi kehamilan yang tidak normal, misalnya ibu mengalami suatu penyakit atau kelainan bentuk rahim, bahkan stress bisa jadi pemicunya nih Bun.

Bila Bunda mengalami ciri-ciri seperti merasakan sakit pada punggung, kesulitan bernapas saat kontraksi muncul, ada tekanan pada panggul, rasa sakit yang menjalar dari belakang hingga ke bagian depan, dan mengalami kram yang kuat, berarti Bunda wajib mengunjungi rumah sakit dan menghubungi bidan atau dokter.

Kontraksi Persalinan Aktif

Nah, bila kandungan memasuki usia 42 minggu, ibu hamil umumnya mulai mengalami kontraksi yang satu ini. Bunda perlu tahu, pada tahapan ini, serviks akan melebar bahkan mencapai 6 sentimeter yang artinya Bunda sudah siap melahirkan.

Gejala yang dialami adalah kontraksi terjadi setiap 5 menit sekali atau lebih sering, kontraksi berlangsung 60 detik atau lebih, rahim mulai tidak rileks, ada rasa sakit dan tekanan yang signifikan di punggung saat kepala bayi bergerak menuju jalan lahir. Selain itu, pada saat ini mungkin Anda akan merasa seolah-olah akan buang air besar dan merasa akan mendorong sesuatu keluar.

Tips untuk Bunda, cobalah catat beberapa kali kontraksi kelahiran terjadi dalam kurun waktu satu jam. Termasuk durasi dan intensitasnya. Kemudian cobalah untuk berbaring selama beberapa menit, apakah kontraksi membaik atau justru semakin sering. Selain soal durasi dan intensitas kontraksi, penting diingat bila air ketuban pecah disertai cairan berwarna hijau atau coklat, maka sudah saatnya Bunda ke rumah sakit.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Benarkah Bentuk Perut Ibu Hamil Tentukan Jenis Kelamin Bayi?

anticipation-belly-body-1376959 (1)

Sebagai seorang ibu, Bunda mungkin pernah mendengar beberapa mitos tentang bayi dalam kandungan. Mitos yang paling sering terdengar juga tentang jenis kelamin bayi yang bisa ditebak dari bentuk perut ibunya. Bunda sendiri apakah percaya dengan hal itu? Kendati sumber pastinya tak dapat dipastikan, kenyataannya banyak ibu yang percaya dengan mitos tersebut.

Misalnya, konon katanya bila perut bagian atas lebih besar maka bayi yang dikandung adalah perempuan. Sebaliknya, jika yang besar bagian bawah maka bayinya adalah laki-laki. Selain teori itu, ada juga yang mengatakan kalau perut ibu hamil melebar maka anaknya perempuan. Sementara, apabila perut ibu hamil lonjong ke depan maka ibu mengandung bayi laki-laki. Lantas, benar tidak ya anggapan tersebut?

Dikutip dari Kumparan.com, dalam bukunya yang berjudul Mitos Seputar Masalah Seksualitas & Kesehatan Reproduksi, dokter umum dr. Handrawan Nadesul dan dr. Kartono Mohamad menjelaskan bahwa kedua teori itu tidak benar. Sebab, bentuk dan tinggi perut ditentukan oleh otot perut, rahim dan bayi yang ada di dalamnya.

Sementara untuk perut yang besar di bagian bawah–dekat pelvis atau selangkangan, justru menandakan ibu hamil semakin dekat dengan waktu melahirkan. Bentuk perut yang lebar atau menonjol ke depan juga dipengaruhi oleh kandungan kemih dan posisi bayi di dalam perut.

Sementara mengenai tinggi atau rendahnya bentuk perut saat hamil lantaran dikarenakan bentuk tubuh serta riwayat kehamilan, Bunda perlu tahu lebih lanjut. Justru misalnya Bunda tengah mengandung anak kedua, otot perut sudah lebih kendur sehingga bentuk perut tampak lebih rendah. Dilansir BBC, sebuah penelitian menunjukkan rata-rata bayi laki-laki memang lebih berat daripada bayi perempuan saat lahir. Sehingga logikanya, perut ibu hamil cenderung lebih besar saat mengandung bayi laki-laki.

Jadi jika suatu waktu keluarga ataupun tetangga melihat bentuk perut Bunda dan mengomentari jenis bayi di dalam kandungan, jangan percaya sepenuhnya ya. Berikan saja senyuman padanya dan berterima kasih atas perhatian mereka.Kalaupun tebakan mereka benar, ya memang mungkin terjadi. Apalagi memang lantaran semua kehamilan punya peluang 50 persen bayi perempuan dan 50 persen bayi laki-laki.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mom Life

Waktu Tepat Melakukan Latihan Kontak Menyusui yang Bunda Perlu Tahu

adult-art-baby-235243 (6)

Setiap ibu yang baru saja melahirkan tentu mendambakan proses menyusui bisa berjalan dengan lancar supaya si kecil mendapatkan nutrisi yang cukup dan terbaik untuk tumbuh kembangnya. Menariknya, memikirkan urusan mengASIhi ternyata tidak dimulai ketika si kecil sudah lahir, melainkan dari jauh-jauh hari saat Bunda tengah mengandung atau yang disebut dengan proses kontak menyusui atau perlekatan.

Konselor laktasi yakni dr Ameetha Drupadi mengatakan, Bunda juga disarankan untuk sering-sering melakukan konseling. Lebih jauh lagi, Ameetha mengatakan, perlekatan adalah hal terpenting dalam menyusui agar bayi nyaman dan Bunda tidak merasakan sakit pada puting.

Nah, berikut ini ada tujuh opsi waktu yang disarankan agar Bunda dapat belajar perlekatan dengan benar dan proses menyusui dengan tepat Bun.

Saat Usia Kehamilan Menginjak 28 Minggu

Kontak pertama kali dilakukan saat trimester yang akan membahas hal dasar tentang menyusui seperti anatomi payudara, proses produksi ASI, dan cara menyusui. Sebagai calon ibu, mungkin ada kalanya Bunda masih bingung memilih ASI atau susu formula. Nah, inilah waktunya bertanya pada konselor laktasi, Bun.

Kelak Bunda juga akan dijelaskan seputar Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan mulai dikenalkan teori posisi dan perlekatan menyusui bayi. Cara merawat payudara saat hamil juga bisa Bunda ketahui dalam tahap ini, lho.

Di Usia Kehamilan Menginjak 36 Minggu

Bun, mendekati masa persalinan, Bunda pun harus tetap melakoni konseling. Biasanya, bahasan yang ditekankan pada tahap ini adalah soal IMD. Tak hanya berkonsultasi pada konselor laktasi, Bunda pun diarahkan untuk bertanya pada obgyn tentang apa yang perlu disiapkan guna kelancaran IMD. Pertemuan kedua ini diajarkan proses produksi ASI di tiga hari pertama pasca persalinan dan ada praktek menyusui menggunakan boneka.

Lakukan IMD ya Bun

Setelah bayi baru lahir sehat dan tidak membutuhkan penanganan khusus, Bunda bisa langsung melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Caranya, bayi diletakan di atas dada atau perut Bunda dalam posisi tengkurap minimal selama 1 jam untuk menemukan puting Bunda. Skin to skin contact ini sangat baik lho Bun untuk menciptakan bonding antara ibu dan bayi dan yang terpenting akan menstimulasi keluarnya kolostrum.

Pastikan Bunda Melakukan Masa Perawatan 1-2 Hari Pasca Melahirkan

Saat dalam perawatan rumah sakit atau tempat bersalin, keberadaan konselor laktasi sangat diperlukan guna membimbing Bunda caranya memposisikan si kecil agar terjadi perlekatan yang benar saat ia sedang menyusu. Bunda juga akan diberi tahu mengenai perkembangan BB bayi ASI eksklusif, banyaknya produksi ASI yang bergantung dari frekuensi bayi menyusu, bonding dan kapasitas lambung bayi serta pentingnya mengASIhi.

Kemudian setelah Bunda dan si kecil keluar dari rumah sakit, pada hari yang ke-7 perkembangan bayi akan dicek lagi Bun. Bunda juga akan kembali konselor laktasi untuk mengkroscek cara menyusui selama sepekan. Bunda masih terus diajarkan cara menyusui yang benar agar bayi mendapatkan ASI dengan tepat.

Khusus untuk Working Mom, Dua Minggu Sebelum Kembali Bekerja, Penting Sekali Mengetahui Tahap Perlekatan Khusus

Di tahap ini, Bunda akan diajarkan cara pumping atau memerah ASI yang benar. Manajemen dan penyimpanan serta pemberian ASI perah juga dibahas tuntas di kontak ke 7 ini. Mama juga disarankan “menabung” ASI perah tidak kurang dan tidak lebih dari 1 bulan sebelum masuk kerja. Kuncinya, persiapkan diri dan jangan lupa mengikuti konseling ASI ya Bun, agar proses mengASIhi Bunda berjalan lancar dan si Kecil mendapatkan ASI yang cukup untuk kesehatan dan tumbuh kembangnya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top