Mom Life

Berdasarkan Penelitian, Melahirkan Bayi Laki-laki Jauh Lebih Sakit Dibanding Bayi Perempuan

chi-n-ph-m-223833-unsplash

Melahirkan baik normal maupun Caesar memang sama-sama sakit, Bun. Tapi ternyata ada penelitian yang bisa menimbang rasa sakit berdasarkan jenis kelamin bayi yang akan dilahirkan. Menurut Jurnal Pediatric Research, dalam sebuah penelitian di San Cecilio Clinical Hospital di Granada yang dilakukan oleh Javier Diaz Castro dan Julio Ochoa Herrera, mereka menemukan alasan melahirkan bayi laki-laki akan lebih sakit dibanding bayi perempuan.

Dalam penelitian ini, para ilmuwan mempelajari data dari 56 orang ibu hamil yang sehat. Dari 56 kehamilan yang mereka teliti, 27 ibu ternyata mengandung anak laki-laki sedangkan 29 lainnya mengandung bayi perempuan. Pasca melahirkan, para dokter kemudian menganalisis kerusakan di tubuh ibu dimana ternyata mereka menemukan biomolekul pada ibu yang melahirkan bayi perempuan memiliki tingkat kerusakan yang lebih minim.

Javier dan Julio mengatakan, analisis ini mengungkap fakta menarik mengenai proses kehamilan dan persalinan serta kolerasi antara jenis kelamin dengan risiko yang bisa terjadi saat persalinan berlangsung.

Berdasarkan studi ini, para peneliti menyimpulkan bahwa jenis kelamin bayi bisa memengaruhi proses persalinan. Alasannya karena bayi perempuan memiliki kemampuan lebih baik dalam menghadapi stres. Peneliti juga menemukan, sistem enzim yang ada di dalam tubuh janin perempuan telah matang ketika mereka siap untuk lahir. Hal ini menciptakan sebuah penghalang yang membantu mencegah terjadinya kerusakan sel pada bayi.

Selain itu, dalam tubuh bayi perempuan terdapat antioksidan defensif yang bekerja lebih baik dibandingkan dalam tubuh bayi laki-laki. Dengan adanya antioksidan ini membuat bayi perempuan memiliki risiko lebih rendah mengalami kerusakan membran sel saat dilahirkan. Bahkan antioksidan ini juga bekerja meningkatkan metabolisme sel dalam tubuh si kecil.

Dan dari sisi sang ibu, kelebihan yang dimiliki bayi perempuan ini juga mengurangi risiko ibu mengalami inflamasi dan persalinan tidak terlalu sakit. Sementara itu, Dr. Petra Verburg dari Robinson Research Institute dari  University of Adelaide di Australia mengatakan kalau jenis kelamin bayi yang akan dilahirkan pun memiliki pengaruh langsung terhadap komplikasi yang mungkin terjadi selama masa kehamilan.

Berikut ini adalah kemungkinan komplikasi yang terjadi saat Bunda melahirkan bayi laki-laki, berdasarkan beberapa studi yang pernah dilakukan.

  • Bayi laki-laki bisa lahir lebih awal dari HPL yang sudah diperkirakan. Hal ini bisa memicu banyak komplikasi pada bayi.
  • Bayi laki-laki cenderung lahir prematur. Peluang kelahiran prematur antara minggu ke-20 dan minggu ke-24 sebesar 27% lebih tinggi. Sedangkan peluang kelahiran prematur antara minggu ke-30 dan minggu ke-33 sebesar 24%. Dan kelahiran prematur antara minggu ke-34 dan minggu ke-36 sebesar 17%.
  • Ibu hamil bayi laki-laki lebih rentan terkena diabetes gestasional, preeclampsia, dan tekanan darah tinggi saat proses persalinan.

Dengan risiko yang demikian, Bunda memang diharapkan untuk rutin melakukan kontrol ke dokter, dan memeriksakan kondisi kesehatan Bunda setiap bulan. Di lain sisi, jangan lupa terapkan pola hidup sehat selama masa kehamilan untuk mengurangi risiko-risiko di atas.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Cerita Donna Agnesia Urus Tiga Buah Hati yang Beranjak Remaja

donna

Bun, sebagai seorang ibu, tentu kita punya tantangan masing-masing dalam menjalankan peran ya. Nah, hal ini juga yang dirasakan oleh Donna Agnesia. Perempuan yang menikah dengan Darius Sinathrya ini dikaruniai tiga orang anak yaitu Lionel Nathan Sinathrya Kartoprawiro, Diego Andres Sinathrya dan Quinesha Sabrina Sinathrya.

Sebagai wanita karier sekaligus ibu dengan tiga anak, Donna pun dituntut untuk dapat membagi waktu. Bagi Donna, salah satu hal penting yang harus diperhatikan oleh ibu bekerja adalah memastikan kebutuhan anak-anaknya terpenuhi, meskipun tak bisa mendampingi selama 24 jam.

“Saya pergi keluar rumah, saya pastikan anak-anak di rumah kebutuhannya terpenuhi. Dia tidak pernah kehilangan kasih sayang, walaupun papa mamanya sibuk bekerja,” kata Donna Agnesia seperti dikutip dari Kumparan, Selasa (25/6).

Donna mengatakan seorang ibu harus bisa menguasai banyak hal. Bukan hanya pintar mengatur keuangan dan anak, tapi juga bisa melihat bakat dan masa depan anak-anaknya.

“Aku juga masih belajar terus jadi ibu yang sempurna, paling enggak buat anak-anak saya dan oh ya, happy mom, happy life. Happy mom, happy kids,” tuturnya.

Ia juga mengatakan, sosok seorang ibu pun harus mampu menjadi teman, kakak, bahkan menjadi sosok ayah untuk anak-anaknya. Ia pernah merasakan peran sebagai ayah ketika Darius meninggalkan rumah untuk bekerja dalam waktu yang lama.

Kendati demikian, tanggung jawab untuk mengurus buah hati bukan hanya ada di tangan ibu saja. Kehadiran ayah juga penting untuk tumbuh kembang anak-anaknya.

“Saya bilang ke Darius, ‘kita punya dua anak laki-laki, tapi di rumah isinya perempuan semua, butuh figur laki-laki. Jadi, kalau kamu lagi punya waktu di rumah manfaatkanlah itu untuk quality time sama anak-anak’,” ujar Donna.

Darius pun selalu menanamkan cara menjadi laki-laki yang baik kepada anak-anaknya ketika mereka sedang berkumpul bersama.

“Supaya anak bisa jadi laki-laki yang baik dan membangun keluarga, enggak bisa salah satu. Anak-anak bahagia itu, kalau melihat orang tuanya akur, rukun, gitu kan anak-anak jadi rasakan di keluarga,” tutup Donna Agnesia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mom Life

Tips Me Time untuk Ibu Muda Ala Cynthia Riza

cynthia rizaa

Sebagai seorang ibu, ada baiknya Bunda tak hanya bekerja, tapi juga merawat diri sendiri atau melakukan self-care. Setelah bekerja seharian, entah di kantor atau merapikan rumah, maka Bunda punya hak istimewa yaitu melakoni me time guna relaksasi atau membuat seorang ibu jadi lebih percaya diri. Nah, salah satu ibu muda yang selalu menyediakan waktu untuk me time yakni Cynthia Riza, influencer sekaligus istri Giring Ganesha.

Cynthia bercerita setiap hari ia bangun setidaknya 1 jam sebelum suami dan anak-anaknya. Tujuannya, agar ia punya quality time untuk diri sendiri di pagi hari.

“Aku bangun jam 5 setiap hari. Biasanya aku siapin sarapan dulu, keperluan sekolah anak setelah semua beres baru aku mandi, pakai make-up, bangunin suami deh. Jadi aku bangunin suami udah cantik dan wangi. Merawat diri di pagi hari itu penting buat bikin mood enak sepanjang hari,” papar Cynthia.

Tak hanya di pagi hari, Cynthia juga meluangkan waktu untuk “mandi mewah” setiap sore. Yang dimaksud mandi mewah adalah mandi tanpa diteriaki anak sehingga ia tak perlu buru-buru. Tentu momen seperti itu langka ya, Moms, bagi para ibu. Namun karena dukungan suami dan anak-anaknya, Cyntia bisa menikmati mandi mewah ini setiap sore.

“Setiap hari aku butuh quality time di mandi sore aku. Anak-anak sudah tahu, kalau mama mandi sore, butuh 15 menit minimal, jangan diganggu dulu. Biasanya aku mandi sambil dengerin musik, nyanyi lagu kesukaan, kadang juga luluran. Keluar juga, sudah happy lagi,” cerita Cyntia.

Selain itu, Giring juga mendukung Cyntia untuk merawat diri dengan memberinya waktu untuk ke salon. Dalam seminggu, ia bisa 2-3 kali pergi ke salon. Cynthia mengaku kegiatan self-care ini membuatnya lebih nyaman dengan dirinya sendiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Seiring Bertambahnya Usia, Kesehatan Kognitif Bunda Juga Perlu Diprioritaskan Juga

active-activity-beach-634030

Bun, kesehatan kognitif seseorang sangat penting untuk dijaga. Sekalipun Bunda sekarang selalu memprioritaskan kesehatan keluarga, jangan lupa untuk tetap menjaga badan dan pikiran Bunda sendiri agar tetap sehat.

Kesehatan fungsi kognitif tak bisa diabaikan, sebab bila terjadi penurunan fungsi, hal ini akan berdampak dengan penyakit yang sudah menanti di usia lanjut. Salah satu penyakitnya adalah Alzheimer, di mana penyakit yang satu ini akan menurunkan kualitas hidup.

Bunda perlu tahu, bila sudah mengalami alzheimer, maka ketrampilan berpikir dan fungsi mental pun akan menurun sehingga seseorang akan kehilangan kemampuan untuk melakukan tugas-tugas bahkan yang paling sederhana sekalipun.

Untuk mengatasi masalah ini, jadi penting untuk kita meningkatkan kesehatan kognitif ini. Melansir dari Boldsky inilah beberapa hal yang dapat membantu Bunda untuk mempertahankan fungsi kognitif.

Bunda Perlu Memantau Sekaligus Mempertahankan Tekanan Darah dan Kolesterol

Banyak penelitian yang menunjukkan bila ternyata ada korelasi antara tekanan darah dan kesehatan otak nih Bun. Jadi, ketika ada gangguan pada tekanan darah maka akan terjadi kerusakan jaringan otak. Tekanan darah yang tinggi akan menurunkan fungsi kognitif dan merusak jaringan otak. Untuk itu, memantau sekaligus menjaga agar tekanan darah tetap stabil akan sangat membantu Bunda meminimalisir penyakit Alzheimer.

Selalu Perbanyak Asupan Asam Lemak Omega 3 Serta Asupan Vitamin B12, Bun

Bun, asam lemak omega 3 memiliki peran untuk mencegah penyakit neurodegeneratif di kemudian hari. Salah satu penyakit yang berhubungan dengan neuro adalah Alzheimer. Untuk itu, yuk Bun tingkatkan lagi asupan asam lemak omega 3 dari bahan-bahan seperti ikan berlemak, telur, kacang, dan biji-bijian akan menurunkan risiko Alzheimer. Selain itu, juga cukupkan gizi si kecil dengan vitamin B12. Vitamin yang satu ini punya peran penting untuk meningkatkan fungsi kognitif lho Bun.

Bila Perlu, Perbanyak Makanan atau Minuman Herbal

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa memadukan herbal seperti ginko biloba dan ginseng akan meningkatkan fungsi kognitif. Herbal ini dipercaya sebagai nutrisi untuk meningkatkan daya ingat dan menajamkan otak. Selain itu herbal ini dapat menurunkan kecemasan dan melindungi otak dari tumor.

Bunda Juga Disarankan untuk Mengonsumsi Buah-buahan yang Kaya Akan Antioksidan

Nutrisi yang ada di dalam buah beri berperan untuk melindungi otak dan akan memperlambat penurunan fungsi otak akibat usia. Fitokimia dan antioksidan yang ada pada beri juga membantu mengurangi stres dan peradangan otak yang meningkatkan risiko penyakit Alzheimer.

Serta Tetap Aktif Secara Fisik ya Bun

Terlepas dari asupan bernutrisi, untuk menurunkan risiko terkena penyakit Alzheimer Moms juga harus aktif secara fisik. Hal ini karena aktivitas fisik dapat meningkatkan aliran darah ke otak dan menjaga pembuluh darah tetap sehat.

Untuk itu, tetap sering-sering melakoni aktivitas fisik seperti jogging atau jalan cepat ya Bun. Aktivitas ini tentu akan membantu jaringan otak untuk menghasilkan banyak mitokondria yang dapat menjaga fungsi kogniti, Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top