Kesehatan Ibu & Anak

Benarkah Normal Jika Bayi Mendengkur? Ketahui Penyebab Dan Cara Mengatasinya Bun

adorable-21998_640

Pada umumnya mendengkur terjadi pada orang dewasa yang sedang tidur. Namun bagaimanakah jika seorang bayi tidur mendengkur? Ini tentu jadi pertanyaan tersendiri bagi para orangtua. Bahkan bisa saja hal ini membuat Bunda begitu cemas.

Lalu apa sebenarnya yang terjadi saat bayi sedang mendengkur? Perlu Bunda ketahui bahwa suara-suara yang timbul saat bayi tertidur sebenarnya bukanlah sebuah dengkuran.

Belum Sempurnanya Sistem Pernafasan Pada Bayi Bisa Menjadi Penyebab Timbulnya Suara Mirip Dengkuran Tersebut

Suara mirip dengkuran itu terjadi karena belum sempurnanya sistem pernafasan pada bayi. Suara tersebut berasal dari selaput dan cairan yang berada di sekitar saluran pernafasan. Selaput dan cairan tersebut kemudian bergetar saat bayi sedang tertidur. Hal inilah yang menjadikan bayi seperti mendengkur saat dia sedang tidur Bun.

Namun Bunda tidak perlu khawatir karena biasanya suara tersebut akan hilang seiring dengan bertambahnya usia anak. biasanya ketika anak sudah bisa menelan ludahnya sendiri maka secara otomatis suara seperti dengkuran tersebut akan hilang dengan sendirinya.

Apa lagi saat gigi si kecil sudah mulai tumbuh, maka otomatis suara seperti dengkuran tersebut akan semakin berkurang. Hal ini disebabkan pada masa itu tubuh si kecil telah memproduksi saliva dalam jumlah yang banyak.

Saat Bayi Mengeluarkan Suara Mirip Dengkuran Karena Saluran Pernafasannya Tersumbat Ingus, Atasi Dengan Nasal Aspirator dan NaCl Fisiologis 0,9% Bunda

Untuk mengatasi saluran pernafasan bayi yang tersumbat Bunda bisa menggunakan nasal aspirator atau penyedot ingus dan NaCl fisiologis yang bisa diperoleh di apotek. Bila ingus bayi padat, berikan NaCl fisiologis 0,9% dengan cara memasukkan sedikit bagian pipet yang telah terisi NaCl fisiologis 0,9% ke dalam hidung bayi, lalu teteskan dengan lembut. NaCl fisiologis 0,9% ini berfungsi untuk mengencerkan ingus agar mudah dikeluarkan Bun!

Setelah itu Bunda bisa memasukkan nasal aspirator khusus untuk bayi ke dalam hidung si kecil, tapi jangan terlalu dalam. Saat memasukkan, ujung karet yang berfungsi sebagai penyedot harus dalam keadaan ditekan, kemudian lepas perlahan saat sudah berada di dalam hidung. Lakukan dengan lembut agar hidung buah hati tak iritasi ya Bun! Bila Bunda menggunakan nasal aspirator terbaru, maka Bunda tinggal memasukkannya ke dalam hidung di kecil dengan lembut dan tekan tombol pelan-pelan.

Bunda Juga Bisa Menggunakan Uap Air Hangat

Cara lain yang bisa digunakan untuk mengatasi sumbatan pernafasan pada bayi adalah dengan menggunakan uap air hangat. Udara yang lembab akibat dari uap air panas akan bermanfaat untuk menghilangkan sumbatan pada hidung. Caranya ajaklah si kecil untuk berdiri di depan shower air hangat atau di dekat bak yang berisi air hangat. Lakukan cara ini setiap hari, terutama saat si kecil akan tidur.

Singkirkan Benda-benda Penyebab Alergi Dari Sekitar Si Kecil Agar Tak Menyumbat Saluran Pernafasannya

Benda-benda yang berdebu adalah salah satu faktor yang menyebabkan tersumbatnya saluran pernafasan pada bayi. Selain itu, bulu binatang juga bisa menyumbat  saluran pernafasan. Untuk itu, Bunda perlu menyingkirkan benda-benda yang dapat menyebabkan alergi agar tak menyumbat saluran pernafasan si kecil.

Bila Suara Mirip Dengkuran Itu Tak Kunjung Hilang Padahal Anak Sudah Bisa Menelan Ludahnya Sendiri, Maka Bunda Harus Segera Membawanya Ke Dokter

Mungkin Bunda bertanya-tanya sampai kapankah dengkuran tersebut akan terjadi? Pada saat anak sudah bisa menelan ludahnya sendiri seharusnya suara mirip dengkuran itu sudah tak terjadi. Namun jika dengkuran anak tak juga kunjung reda juga, maka Bunda harus segera membawanya ke dokter. Dokter akan mengecek saluran pernafasan bayi dan memastikan apakah benar ada sumbatan pada saluran pernafasannya atau tidak. Jika dianggap memerlukan penanganan khusus, maka dokter pun akan segera memberikan perawatan yang dibutuhkan untuk si kecil.

Setelah mengetahui tips untuk mengatasi bayi yang mendengkur, maka kini Bunda tidak perlu cemas lagi. Namun tetap amati suara tersebut dan kenali perbedaannya. Jika dengkuran tersebut hilang sendiri seiring dengan bertambahnya usia, maka suara seperti dengkuran tersebut adalah hal yang wajar. Tapi jika tak kunjung hilang, bahkan setelah si kecil bisa menelan ludahnya sendiri, maka Bunda harus segera membawanya ke dokter anak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bunda yang Sedang Hamil, Ketika Tidur Usahakan Miring Ke Kiri Ya

pexels-photo-1464822

Selama kehamilan Bunda mungkin dilanda kecemasan karena khawatir terjadi sesuatu pada bayi dalam kandungan karena kesalahan perilaku. Karena itu kemudian Bunda berlaku sangat berhati-hati dalam melakukan segala sesuatu.

Setelah si kecil lahir, bukan berarti perasaan langsung lega begitu saja. Bunda lagi-lagi merasa cemas melakukan kekeliruan dalam merawat si kecil. Semua hal itu wajar dan tak perlu panik ya Bunda.

Sebab semua orang tua pasti ingin yang terbaik bagi anaknya. Namun kebanyakan dari kita tidak punya pengetahuan yang cukup untuk menangani bayi yang baru lahir. Karena itu Bunda dilanda kecemasan soal hal ini.

Nah mari coba menenangkan diri ya Bunda, setidaknya ada beberapa hal yang menjadi dasar penting yang wajib bunda kuasai dalam hal merawat bayi yang baru lahir. Dengan melakukannya sesuai petunjuk, si kecil akan baik-baik saja dan Bunda akan membantunya dalam perkembangannya di kemudian hari kelak.

Selama Tali Pusat Belum Puput, Harus Dirawat Ya Bunda

newborn-1399193_640

Tali pusat jadi bagian penting dari bayi ketika dalam kandungan karena organ ini menjadi sumber makanan dan mengalirkan oksigen dari Bunda. Setelah bayi lahir, tali pusat yang tadinya jadi penghubung oksigen dari bunda pada bayi akan dipotong sekitar 2 sampai 3 cm. Sisa tali pusat nantinya akan puput dengan sendirinya.

Meski akan puput secara alami, ada hal penting yang harus Bunda perhatikan ketika menanganinya. Gusti Ayu Puspita Devi S.Keb, seorang Bidan yang sudah mengedukasi lebih dari 1.000 bayi menuturkan bahwa selama tali pusat belum puput, bunda disarankan untuk tetap memastikan tali pusat tetap bersih dan kering. Sebisa mungkin mandikan bayi dengan washlap atau spons. Hindari pula memandikan bayi ke dalam bak mandi yang airnya penuh, agar tali pusat tidak terendam air.

Sebab hal ini akan mengakibatkan tali pusat basah dan lembap, yang tidak baik untuk kesehatan si Bayi. Hindari pula untuk membersihkan tali pusat dengan sabun atau cairan antiseptik lainnya. Seusai mandi, keringkan tali pusat dengan kain bersih dan balut dengan kain kasa yang steril.

Selanjutnya bunda juga perlu memastikan pemasangan popok. Pastikan jika tali pusat tak akan terkena air seni dan tinja untuk menghindari infeksi pada tali pusat. Jangan pula menarik tali pusat dengan paksa, karena ini bisa menyebabkan pendarahan pada pusat. Biarkan ia kering dan puput dengan sendirinya, dengan memastikan tali pusat tetap bersih dan tidak basah.

Bayi Boleh Dipijat Dari Usia 0, Tapi…

Mother massaging her child's foot, shallow focus

Faktanya pemijatan pada bayi dapat dilakukan sejak bayi baru lahir, dari usia 0 hingga 3 tahun. Namun alangkah lebih baik, jika dilakukan pada masa 6 atau 7 bulan kehidupannya. Dengan catatan, si kecil sedang dalam kondisi baik dan stabil dari segi medis.

Bunda bisa memberikan sentuhan-sentuhan lembut untuk memijatnya. Bunda juga boleh melakukannya dengan penyertaan komunikasi secara verbal kepada dirinya sebagai bentuk cinta kasih. Hal ini akan jadi salah satu cara untuk meningkatkan bonding antara bunda dan bayi.

Stimulasi ini akan jadi pengaruh baik yang akan mendukung tumbuh kembang si kecil. Mulai dari meningkatkan sistem imunitas tubuh, membantu bayi belajar rileksasi, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur miliknya.

Bayi Boleh Dimandikan, Tapi Jangan Terlalu Sering

279228-P5UI7Z-794

Tak ada patokan pasti, sebaiknya berapa kali bayi dimandikan dalam sehari. Ada yang 2 kali sehari, dan ada pula yang 1 kali sehari. Atau pagi hari dimandikan, sorenya cukup diseka saja.

Namun yang utama beberapa ahli pun menganjurkan untuk memandikan bayi 2 hingga 3 kali per minggu. Dan frekuensinya bisa ditingkatkan, seiring bertambahnya usia.

Caranya? Setidaknya ada 3 cara yang biasa digunakan oleh beberapa perawat, untuk memandikan bayi yang baru saja lahir. Pertama dengan memakai washlap dan diusapkan ke Bayi. Kedua memandikan bayi dengan dicelupkan ke bak mandi. Sedangkan ketiga memandikan bayi dengan dibedong menggunakan selimut. Bunda boleh memilih. Kira-kira cara mana yang paling sesuai untuk bunda lakukan pada si kecil sesuai dengan kebutuhan.

Meski tata cara memandikannya berbeda, hal lain yang perlu dilakukan dalam proses memandikan hampir serupa untuk ketiga tekniknya. Diawali dengan membersihkan area mata dari dalam keluar, mulut, dan membersihkan wajah bayi hingga ke kepala sampai ujung kakinya. Selanjutnya, bunda boleh mengeringkan bayi dengan menggunakan handuk berbahan lembut.

Hal Lain yang Juga Perlu Bunda Perhatikan Adalah Tata Cara Mengganti Popok yang Sesuai Anjuran

pexels-photo-1556706

Sekilas kegiatan ini mungkin terlihat sepele, karena dalam bayangan bunda mungkin mengganti popok hanyalah membuka dan memasang pakaian bawah pada tubunya si kecil saja. Tapi, untuk mengganti popok pada bayi baru lahir beda loh bun.

Karena setidaknya ada beberapa hal yang bunda perlu siapkan, mulai dari matras pelapis, popok yang bersih, wadah berisi air hangat, kapas untuk membersihkan bokong bayi dan baby cream.

Mulailah dengan meletakkan si kecil di atas matras dengan memastikan posisinya aman. Lepaskan popok yang ia kenakan, lalu bersihkan bagian pinggang kebawah menggunakan kapas yang dibasahi dengan air hangat dari depan ke belakang. Keringkan bagian lipatan bokongnya dengan handuk bersih dan oleskan baby cream.

Selanjutnya, pasang popok yang bersih dengan posisi menutupi bokong dan tubuh bagian depan dengan baik, lalu ikat tali popok dengan tidak terlalu longgar tapi juga tidak terlalu kencang.

Jika Masih Dirasa Kurang, Bunda Juga Boleh Belajar Tentang Cara Perawatan Bayi yang Baru Lahir Lainnya dari Para Ahli di Bidangnya

pexels-photo-789786

Menjadi orangtua baru atau kembali merawat bayi yang baru lahir, memang bukanlah sebuah tugas mudah. Tapi bukan berarti juga, bunda tak bisa melakoninya. Beruntungnya, kini kita ada pada masa yang bisa dengan mudah mempelajari banyak hal hanya dengan telepon genggam saja. Termasuk tata cara perawatan si kecil yang baru saja lahir.

Menariknya, untuk urusan hal terbaik dan perawatan bayi baru lahir, bunda bisa menengok beberapa video yang disajikan oleh JOHNSON’S® . Menjadi, standar dunia dalam perawatan kulit bayi selama lebih dari 125 tahun ini, kali ini JOHNSON’S® menghadirkan 125 video edukasi yang mencakup hal-hal yang “Terbaik Untuk Bayi”, dan salah satunya bagiannya adalah “Perawatan Bayi Baru Lahir” yang bisa bunda lihat disini.

Informasi yang disajikan tersebut bekerja sama dengan beberapa tenaga ahli kesehatan yang ahli di bidangnya masing-masing. Video-video ini ditujukan oleh JOHNSON’S® sebagai bentuk apresiasi kepada para ibu di seluruh Indonesia.

Bagaimana bunda? Yuk, belajar bersama-sama agar lebih paham tata cara perawatan bayi baru lahir yang benar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Penyebab Anak Susah Tidur Bisa Dipicu Dari Hal Sederhana yang Ternyata Tak Bunda Sadari

pexels-photo-1296145

Anak susah tidur sering jadi beban tersendiri untuk orangtuanya. Bunda pernah berada di situasi semacam ini? Entah mengapa rasanya sukar sekali membuat buah hati tertidur di jam yang telah ditentukan. Kendati sudah membujuk atau mencoba menidurkannya, tetap saja si kecil tetap segar sepanjang malam.

Sejatinya, saat anak menginjak usia empat tahun, mereka mulai memiliki jam tidur yang normal lho Bun. Karenanya, kalau si kecil mulai kesulitan tidur, berarti ada hal yang mungkin membuatnya merasa tak nyaman untuk memejamkan mata. Apa saja ya kira-kira? Ini dia beberapa diantaranya.

Si Kecil Mengalami Masalah Kesehatan

Bunda berasumsi si kecil sehat-sehat saja, padahal di malam hari, ia justru sukar sekali terlelap. Atau, kondisinya mungkin ia sudah tertidur, namun tiba-tiba bangun di tengah malam. Jika Bunda menemukan kondisi semacam ini, sebaiknya Bunda perlu curiga ya.

Terlebih jika anak mengorok atau mengeluarkan bunyi saat berbaring, keesokan paginya lebih baik Bunda bawa si kecil ke dokter anak. Dari sekian banyak persoalan, masalah kesehatan yang seringkali memicu buah hati jadi sulit tidur adalah sleep apnea. Sleep apnea adalah gangguan pernapasan yang disebabkan oleh sesuatu yang mengganjal atau menghambat saluran pernapasan.

Si Kecil Mungkin Saja Mengalami Sleep Walking

Bunda wajib berhati-hati dengan masalah yang satu ini. Bayangkan saja, si kecil yang mengalami sleepwalking umumnya melakukan sesuatu secara tak sadar. Kejadian ini pun memiliki presentase yanng cukup tinggi di kalangan anak usia sekolah, sekitar 20 hingga 40 persen. Menurut dr Karen Ballaban-Gill, seorang dokter spesalis anak dan neurologist dari Children’s Hospital di Montefiore, penyebab sleepwalking adalah tahapan transisi tidur yang tak komplet.

Akibatnya otak merasa badan sudah tidur namun badan belum merasa istirahat. Karenanya, apabila si kecil mengalami sleepwalking, pastikan lantai aman dan tak ada barang berbahaya yang membuat si kecil rentan terpeleset. Di lain sisi, ada baiknya juga Bunda dan Ayah mengajak si kecil berkonsultasi ke dokter demi meredakan masalah sleepwalking-nya ini Bun.

Sering Gelisah pun Bisa Jadi Pemicunya

Bun, kondisi gelisah tak hanya dialami oleh orang-orang dewasa. Tapi juga anak-anak, kendati penyebab gelisahnya pun berbeda-beda. Kegelisahan anak-anak biasanya berasal dari ketakutan seperti tak mau tidur sendiri. Yang terpenting, yang perlu diingat adalah jangan sampai orangtua marah saat mengatasi anak yang susah tidur dan gelisah.

Bunda sebaiknya menenangkan dan bertanya tentang apa yang dikhawatirkan oleh buah hati. Kita bisa meminta anak mengatakan ketakutannya lewat tulisan atau gambar. Jika memang butuh ke dokter atau terapis, jangan sungkan untuk berkonsultasi ya, Bun.

Sudahkah Si Kecil Sering Diajak Berolahraga?

Mager alias malas gerak sejatinya bisa memicu anak jadi kian susah tidur. Coba perhatikan lagi keseharian si kecil, apakah dia tipikal yang aktif, atau justru lebih banyak waktu untuk menghabiskan waktu dengan duduk berjam-jam di depan gawai? Hati-hati Bun, hal itu bisa membuat mereka susah tidur.

Menurut dr Shariar Shahzeidi dari University of Miami, olahraga bisa memproduksi zat kimia pada otak yang bisa membuat anak lebih mudah tidur dan rileks ketika jam tidur tiba. Karenanya, pastikan anak kita berolahraga atau beraktivitas fisik setiap hari. Jika memang anak tak olahraga di sekolah, ajak mereka keluar rumah dan bermain. Yoga juga bisa menjadi pilihan untuk membuat anak tetap aktif lho. Apalagi yoga juga bisa membuat mereka tenang.

Mulailah Kurangi Waktu Bermain Gawai Pada Si Kecil

Bun, screen time yang terlalu sering dan relatif lama bisa membuat anak susah tidur. Apalagi kalau main gadget-nya menjelang waktu tidur. Untuk itu, yuk Bun atur jadwal anak main gadget sebijak mungkin supaya anak tak kecanduan.

Susah tidur juga bisa membuat anak berisiko mengalami obesitas lho. Dibanding membiarkan buah hati terlalu lama menatap gawai, lebih baik ajak anak melakukan hal yang bisa membuatnya tidur seperti baca buku dongeng atau saling bertukar cerita ya Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Kenapa Buah Hati Wajib Tidur Tepat Waktu? Ini Dia Jawabannya Bun!

pexels-photo-1789388

Para peneliti mengungkapkan, pentingnya orangtua mengajarkan buah hati agar tidur tepat waktu akan berdampak baik pada kualitas tidurnya lho Bun. Sementara anak yang cenderung tak terbiasa tidur tepat waktu akan membawa dampak pada konsentrasinya di keesokan harinya. Lama kelamaan, hal ini pun juga membawa pengaruh terhadap kecerdasan si kecil.

Membiasakan si Kecil Tidur Lebih Awal Pertanda Bunda Bersikap Bijaksana

Bunda tentu tahu bahwa anak-anak yang masih berusia balita membutuhkan waktu tidur paling tidak selama 12 jam perhari demi perkembangan tubuh dan otak yang lebih baik. Hanya saja, masih banyak orangtua yang lalai dan tak membiasakan anak-anak tidur pada jam yang sama setiap malam.

Padahal ini perlu diterapkan agar anak-anak juga dapat terbangun pada jam yang sama keesokan harinya. Sementara untuk Bunda yang sudah terbiasa melakukan hal ini, berarti Bunda sudah melakukan hal bijak terhadap kesehatan dan pertumbuhan buah hati Bunda.

Ajarkan Si Kecil Untuk Tidur Tepat Waktu demi Peningkatan Kemampuan Kognitifnya

Para peneliti di Inggris menemukan bahwa anak-anak yang memiliki jam tidur terjadwal dan tepat waktu menunjukkan kecenderungan memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik Melansir dari Hufftington Post, lebih dari 11 ribu anak di Inggris dari berbagai usia, yaitu 3,5 dan 7 tahun dianalisa dan diuji dalam hal kemampuan membaca, matematika dan ketrampilan spasial.

Dalam penelitian tersebut, menunjukkan jika anak-anak yang tidur di jam yang berbeda-beda setiap harinya mendapatkan nilai yang lebih rendah dalam tes membaca dan matematika. Sedangkan anak-anak yang sering tidur larut menunjukkan adanya kekurangan dalam hal kemampuan kognitif. Karenanya, supaya perkembangan otaknya tetap berjalan dengan baik, pastikan si kecil tidur cukup dan waktunya pun sama setiap harinya ya Bun.

Jangan Biarkan si Kecil Terbiasa Begadang ya

Bun, kenapa si kecil perlu diajarkan untuk tidur teratur? Ini karena menerapkan jam istirahat yang sama setiap malam penting untuk menjaga ritme sirkadian untuk berfungsi dengan baik sehingga tubuh dan otak akan menjadi lebih sehat. Jam internal ini dijalankan oleh jadwal kita, cahaya serta pelepasan melatonin.

Bunda perlu tahu, penerapan jam istirahat bisa dilakukan dengan pergi tidur pada jam yang sama selama tujuh hari dalam satu minggu, hal ini agar jam internal dapat diatur secara otomatis dan tingkat melatonin meningkat pada jam yang sama setiap hari.

Dan Ini yang Perlu Bunda Lakukan Saat Jam Tidur Si Kecil Bermasalah

Menurut hasil survey, seorang anak berumur 4 tahun yang tidur kurang dari 9 jam 45 menit di malam hari ternyata memiliki bermasalah dalam hal mengontrol emosi, rasa marah, dan cenderung agresif. Sementara seorang anak dengan jam istirahat yang konsisten tidak hanya mengalami perkembangan kognitif yang lebih baik, namun juga kebiasaan dan sikap yang lebih baik.

Demi memenuhi kebutuhan tidur buah hati, Bunda perlu mengikuti anjuran National Sleep Foundation yang merekomendasikan agar anak-anak usia 1 sampai 3 tahun tidur selama 12-24 jam per hari. Anak-anak usia 3 sampai 5 tahun memerlukan tidur selama 11 hingga 12 jam per hari, sementara anak-anak usia 5 hingga 12 tahun memerlukan waktu tidur selama 10-11 jam per hari.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Siapkan Langkah Tangani Drama Sang Kakak Terlanjur Cemburu pada Adik yang Masih Dalam Kandungan

pexels-photo-264166

Ketika si kecil baru berusia dua atau tiga tahun, ternyata Bunda kembali mengandung. Bagi Bunda dan ayah tentu akan jadi berita yang menyenangkan dan disambut oleh sukacita. Namun, hal serupa belum tentu dirasakan oleh si kecil lho Bun. Terlebih kalau ia belum memahami arti kehamilan, ada potensi si kecil jadi cemburu lantaran ia belum siap jadi kakak dan tak mengerti respon apa yang harus ia tunjukkan saat itu.

Tidak bisa dipungkiri, kehadiran adik bayi pasti akan memengaruhi perkembangan psikologi anak pertama. Jika sebelumnya ia adalah bintang dan satu-satunya pusat perhatian di tengah keluarga, sebentar lagi keadaan itu akan berubah.

Mungkin itu yang ia pikirkan. Ia khawatir kalau orangtuanya kelak hanya akan memperhatikan sang adik bayi. Untuk itu, agar peralihan status dari anak satu-satunya menjadi kakak tak memberatkan anak pertama Bunda, ada tips yang perlu Bunda kenalkan padanya.

Beritahukan dengan hati-hati

Bun, cari waktu yang tepat demi memberitahu si kecil kalau ia akan menjadi kakak. Tidak ada perkiraan waktu untuk melakukan hal ini. Yang penting, Bunda wajib memberitahunya. Langkah ini bisa dilakukan di awal kehamilan atau memasuki trimester ketiga saat perut Bunda sudah membesar.

Libatkan Si Kecil Dalam Mempersiapkan Penyambutan Adik

Jangan lupa untuk melibatkan si kecil dalam menyambut kehadiran calon adiknya ya, Bun. Ajak ia saat Bunda melakukan pemeriksaan kehamilan agar ia merasakan kedekatan dengan si calon adik, juga saat ayah dan Bunda berbelanja keperluan bayi. Hal ini perlu dilakukan agar si kecil tak merasa terabaikan, satu lagi, jangan lupa untuk tetap memerhatikan keinginannya, misalnya saat memilihkan mainan untuk bayi.

Cara lain yang bisa Bunda lakukan adalah meminta pendapatnya mengenai pilihan nama untuk calon adiknya. Kalau sekiranya ia bertanya kapan si adik akan lahir, berikan perkiraan waktu yang sederhana, misalnya setelah ulang tahun Bunda atau saat liburan panjang.

Tak Usah Menuntutnya untuk Lebih Bertanggungjawab 

Bagaimana pun juga, ia masih kecil dan membutuhkan perhatian yang tak kalah besar dari Mam dan Pap. Fokuslah pada upaya mendekatkan si kakak dan si bayi setelah Bunda melahirkan nanti. Percayalah bahwa kehadiran bayi di dalam keluarga dapat menimbulkan efek positif pada perkembangan psikologi anak pertama.

Jika Ia Terus Bertanya mengenai Proses Melahirkan, Beritahu Saja Bun

Bunda bisa menceritakan pengalaman saat Bunda melahirkan sang kakak. Berikan gambaran tentang proses melahirkan dengan bahasa yang lebih dipahami anak. Hal ini membantu calon kakak baru untuk lebih tenang. Atau kalau perlu ajak calon kakak saat berkonsultasi ke dokter kandungan, hal ini dapat membantu calon kakak membangun kedekatan emosional. Ajak si kakak berkomunikasi dengan calon adik dengan memegang perut Bunda dan merasakan gerakan sang calon adik juga membantu membangun kedekatan emosional calon kakak.

Ajak Ia Membayangkan Terus Mengenai Kelahiran Sang Adik

Meskipun sang adik belum lahir, Bunda dapat melatihnya dengan cara membiasakan kehadiran bayi di kehidupan sehari-hari. Misalnya dengan mengajak melihat bayi lain, mengajaknya berkhayal jika nanti sang adik lahir ia akan memiliki teman bermain yang lucu. Ajak sang kakak untuk memahami bahwa sebentar lagi ia memiliki seorang adik. Posisikan kakak sebagai pelindung yang juga memiliki peranan bagi kehidupan adiknya ya Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top