Sponsored Content

Belajar Hidup Hemat, yang Perlu Bunda Ingat

jordan-rowland-716367-unsplash

Hemat merupakan salah satu cara jitu untuk hidup dengan aman. Di era modern seperti sekarang, ada juga fakta yang belakang mulai kita sadari. Apalagi kalau bukan, mengetahui bahwa biaya gaya hidup lebih mahal dari biaya hidup. Bunda pasti pernah, atau setidaknya melihat beberapa teman, yang memilih nongkrong di tempat beken, dengan nuansa yang sangat instagramabl. Hanya untuk keplerluan postingan semata.

Tanpa terkecuali, semua orang memang nampaknya ingin terlihat tenar dengan postingan-postingan kece di media sosial. Tapi bun, apa ita itu adalah sesuatu yang kita butuh? sayangnya, seringkali tidak kan?

Lebih penting dari hal-hal itu, nampaknya keperluan anak dan biaya rumah tangga jadi hal lain yang lebih perlu. Nah, jika memang selama ini bunda merasa masih tak bisa belajar untuk berhemat. Bunda boleh memulainya dari sini…

Mulai Merincikan Pengeluaran Dengan Mencatat Berapa Banyak Pengeluaran

tomas-yates-696872-unsplash

Pengeluaran bunda dalam waktu sebulan bisa menjadi salah satu hal yang sulit dipahami. Terkadang bunda merasa, “kok uang sudah habis saja ya”, ya bagaimana tidak habis kalau tiap hari bunda bergaya bak sosialita yang tak memperhitungan pengeluaran harian sampai bulanan.

Jangan malas untuk menghitung pengeluaran bun, sebab dengan membuat buku pengeluaran kita bisa tahu apakah selama ini lebih besar pasak dari pada tiang. Sehingga dari sini kita kan paham, mana anggaran yang perlu dipanggas untuk memperkecil pengeluaran.

Kurangi Bepergian Akhir Pekan, Coba Ganti dengan Aktivitas yang Tak Kalah Menyenangkan

kelly-sikkema-605025-unsplash

Aktivitas akhir pekan bersama dengan suami dan si kecil, lazimnya akan dihabiskan dengan mengunjungi beberapa tempat makan di luar. Bersantai di Mall, atau cafe kesukaan sampai pengeluaran untuk anak demi bebas bermain di area pilihan. Bukan tak mungkin, bunda akan mengeluarkan kocek ratusan ribu bahkan jutaan hanya untuk satu kali akhir pekan saja.

Nah, sebagai alternatifnya. Cobalah ganti kegiatan ini dengan hal lain yang sama serunya. Bunda bisa memberi arahan pada si kecil untuk bermain di rumah dulu. Membuatkan mereka cemilan kesukaan, hingga memasak makanan spesial pada pasangan. Ini akan jauh lebih menghemat loh bun.

Wajib Membagi Pendapatan Dengan Tabungan dan Pengeluaran

artem-bali-590545-unsplash

Tak perduli bunda bekerja atau tidak, yang namanya mengatur keuangan memang jadi tanggung jawab setiap perempuan. Maka, bunda harus bijak untuk menempatkan semua dana sesuai pada porsinya. Berapa banyak yang akan masuk pada tabungan pendidikan anak, dana mendesak, tabungan masa depan, pengeluaran bulanan, sampai biaya lain-lain yang mungkin diperlukan.

Belajar untuk membuat kalkulasi yang jelas, akan memudahkan bunda dalam mengatur keuangan keluarga. Kalau memang sama-sama bekerja dengan suami, cobalah pakai pola Pendapatan istri untuk biaya rumah tangga, pendapat suami untuk alokasi tabungan dan pendidikan anak di masa depan.

Dan Jika Memang Sempat Untuk Memasak, Membawa Bekal Untuk Bekerja Jadi Hal yang Cukup Membantu Kita 

sharon-chen-352895-unsplash

Aroma masakan di kantin kantor mungkin sangat menggoda, sehingga membuat kita kerap merogoh kocek untuk jajan. Nah, bukannya bermaksud pelit. Ada baiknya bunda membawa makan dari rumah, begitu pula dengan si ayah. Selain untuk menjaga kesehatan dengan tak makan sembarangan, dana untuk memberli makan bisa di alokasikan pada kebutuhan lain yang mungkin diperlukan.

Entah untuk menambah-nambah tabungan liburan keluarga, membeli perabotan baru di rumah, dan hal-hal lain yang menjadi keinginan bunda.

Hal Lain yang Tak Kalah Penting, Membawa Tunggangan yang Irit dan Tidak Boros

Jarak yang ditempuh dari rumah ke kantor sangat jauh. Sehingga bunda atau si ayah harus rela merogoh kocek cukup banyak untuk biaya transportasi saja. Dan jika akan dikalikan dalam sebulan, bisa jadi 30 persen jadi habis untuk biaya di jalan.

Nah Lebih baik bunda membeli tunggangan yang ramah di kantong. Yakni Suzuki Nex II, yang dibanderol Rp 13 jutaan on the road Jakarta. Dengan harga yang ekonomis seperti ini, bunda sudah dapat motor yang punya tampilan modern. Bisa dipakai untuk bekerja, atau mengantar jempur si kecil ke sekolah.

nex-elegant-premium-black

Selain itu, Suzuki Nex II ini, bisa dibilang benar-benar berbeda dari motor generasi sebelumnya. Tampilan yang tadinya minimalis diterabas pada generasi terbaru ini. Dan salah satu faktor yang membuat motor ini nampak modern dan futuristik, adalah tampilan headlamp yang berada di dalam fairing depannya. Sementara di samping lampu terdapat lubang udara kecil yang menunjang aerodimikanya. Desain bentuk lampu depan dan lapisan pelindung yang futuristik, terdapat unsur DNA dari motor sport Suzuki bermesin besar seperti GSX-1000.

Tidak hanya murah dari segi pembelian, Suzuki Nex II juga mengedepankan soal konsumsi bahan bakar yang irit lho. Nah, fakta lain yang bunda juga perlu tahu adalah, berdasarkan Worldwide Motorcycles Cycle Test (WMCT) dengan kapasitas penuh sekitar 3,6 liter bisa diandalkan untuk melaju sejauh 176,4 km. Wah, irit kan bun?

Skutik irit ini dimodali oleh Suzuki dengan mesin berkapasitas 115cc dengan teknologi SEP (Suzuki Eco Performance). Mesin ini mampu menyemburkan tenaga sebesar 6,7 KW pada 8000 RPM. Torsinya sendiri saja bisa mencapai 8,5 Nm di 6000 RPM. Kombinasi ini tentunya cocok untuk penggunaan harian, jika akan bunda pakai untuk bekerja atau antar jemput si kecil ke sekolah. Selain itu, skuter matic ini juga memiliki fitur lain yang membuatnya mudah dihidupkan. Jadi bunda tak perlu khawatir jika, motornya nanti akan mendadak mati di jalan.

Nah jika hal-hal yang tadi sudah dijelaskan, bisa bunda jalankan. Maka itu artinya bunda berhasil untuk bisa mengingat semua langkah-langkah hidup hemat yang perlu kita ingat.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top