Parenting

Belajar dari Cynthia Lamusu yang Mengasuh Anak Kembar Tanpa Stress

pexels-photo-1470110

Punya anak kembar adalah sebuah anugerah yang belum tentu dialami oleh setiap pasangan. Bagi mereka yang melihat pasangan dengan anak kembar, pasti melontarkan kalimat seperti “Wah, enak banget ya punya anak kembar.” atau “Sekali hamil dan melahirkan tapi langsung mendapat dua anak. Duh, mereka lucu dan menggemaskan banget pula. Kalian beruntung banget sebagai orangtua!”

Dari luar memang terlihat seru dan menyenangkan saat memiliki anak kembar. Tapi Bun, mengurus seorang anak saja sudah cukup memusingkan, bayangkan bila harus mengurus dua atau bahkan tiga orang anak pada satu waktu. Salah satu pasangan artis yaitu Cynthia Lamusu dan Surya Saputra tentu punya cerita mereka sendiri saat mengasuh Tatjana dan Bima.

Tentu ada masa-masa yang membuat banyak sang ibu anak kembar yang merasa stress lho. Namun bagaimanapun situasinya, panggilan jadi ibu sudah seharusnya tetap dilakoni, kan? Belajar dari Cynthia, sekalipun stress pasti ada, ibu harus tetap kuat, supaya buah hatinya bisa tetap sehat dan bahagia. Untuk itu, ini dia lima tips supaya Bunda bisa mengatasi stress yang mendera saat harus merawat si kecil yang kembar.

Tentukan Waktu Makan dan Tidur Secara Teratur

Sejak mereka lahir, Bunda perlu menentukan dan waktu makan dan tidur mereka secara bersamaan serta selalu menjalankannya dengan tegas dan disiplin tanpa kompromi. Bun, hal ini baik untuk kesehatan mereka serta dapat mengajarkan mereka untuk hidup teratur sejak dini. Tidak hanya itu, kebiasaan ini pun turut membawa dampak positif bagi orangtuanya.

Urusan mengatur jadwal tidur, mulanya mungkin terasa sukar. Terlebih jika dua anak tak memiliki jadwal tidur yang sama yaitu yang satu akan tidur pukul 8 malam, sedangkan anak yang lain bisa saja tidur pukul 3 pagi, dan sebagai orang tua, tentunya Bunda harus pasang badan mengurusnya, bahkan mungkin terjaga 24 jam sehari. Yang penting, terus ajari si kecil untuk tidur teratur dulu ya Bun. Bila kelak berhasil, hal ini meminimalisir stress yang Bunda alami.

Jadikan Kelucuan Mereka Sebagai Semangat Bunda

Saat Bunda sudah merasa lelah, putus asa, bahkan mulai muncul indikasi stress. Maka yang perlu Bunda lakukan pertama kali adalah beristirahat. Dalam waktu istirahat tersebut, Bunda bisa selalu mengingat kelucuan tingkah dan sikap anak kembar Bunda yang memang unik dan menggemaskan.

Bunda juga perlu menanamkan pola pikir bahwa setiap kelelahan akan terbayar dengan melihat keduanya tertawa dan berkembang menjadi anak yang baik dibawah asuhanmu. Dijamin, Bun. Hal-hal semacam ini akan mematikan segala bentuk pikiran negatif yang mungkin terbentuk bahkan justru memberimu semangat ekstra untuk mengasuh mereka!

Pastikan Bahwa Buah Hati Sama-sama Memiliki Mainan atau Barang-barang yang Sama

Stress biasanya bertambah bila dua buah hati Bunda rewel. Pemicunya bisa saja saat Bunda hanya membelikan satu mainan, atau justru beli mainan yang berbeda. Untuk itu, menyiasatinnya pun harus dengan membelikan barang seperti mainan, makanan, ataupun pakaian, dengan bentuk dan warna yang sama.

Bukan semata-mata demi mendapatkan penampilan yang sama persisi, tapi mengantisipasi agar tak muncul kecemburuan antar saudara. Jadi, daripada salah satunya marah, merengek, maupun berteriak histeris karena tidak memiliki barang seperti saudaranya atau barang miliknya direbut paksa oleh saudara kembarnya, lebih baik biarkan mereka memiliki barang yang sama persis hingga mereka menunjukkkan preferensi masing-masing.

Mengasuh Anak Kembar Perlu Melibatkan Peran Suami Sebagai Ayah ya Bun

Sekuat-kuatnya seorang Bunda mengasuh dua orang anak dalam satu waktu yang sama, tentu Bunda tetap manusia yang mempunyai batas kemampuan dan energi. Karenanya, jangan lupa untuk melibatkan dan mengajak suami untuk mengasuh si kembar. Bagi tugas itu perlu lho, sehingga kalian bisa sama-sama belajar serta memiliki pengalaman mppengasuh yang menyenangkan.

Di lain sisi, melibatkan suami pasti juga akan menyenangkan karena ia pasti juga merasa akan sangat bahagia karena dapat menyaksikan perkembangan anak-anaknya dan menghabiskan waktu bersama mereka.

Jangan Lupa, Berikan ‘Me Time’ Pada Diri Sendiri

Tips mengasuh anak kembar lainnya adalah dengan menikmati “me time”, Bun. Demi menghindari stress berkepanjangan, Bunda butuh menarik diri sejenak dari aktivitas mengasuh si kembar, untuk menyegarkan kembali pikira Bunda.

Mintalah tolong kepada pasangan atau kerabat terdekat yang kamu percayai untuk menggantikanmu menjaga si kembar selama Bunda melakukan ‘me time’. Bunda bisa menikmati pelayanan di salon dan spa, ataupun melakukan kegiatan refreshing lain yang Bunda sukai, seperti berbelanja, bertemu teman, menghabiskan waktu di toko buku, berolahraga, hangout di café hits, atau ikut komunitas.

Jadikan kegiatan ‘me time’ tersebut sebagai kegiatan rutin, mungkin 2 minggu sekali atau sebulan sekali, agar kondisi psikis Bunda tetap tenang dan positif selama mengasuh si kembar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Bila Si Kecil Demam, Tak Usah Panik, Hadapi dengan Tips-tips ini Bun…

adorable-21998_640

Semua bayi pasti pernah mengalami demam. Kondisi ini memang umum terjadi pada semua orang, termasuk si Kecil. Bayi dikatakan demam bila suhu tubuhnya mencapai 38 derajat Celcius. Sebagai orang tua, Bunda pasti sempat didera panik dan khawatir mendapati situasi semacam ini. Tenang, tidak perlu tergesa-gesa ke dokter ketika menghadapi situasi semacam ini. Ada kalanya demam pada bayi adalah suatu kondisi yang normal terjadi dan bisa ditangani di rumah.

Demam sendiri sejatinya adalah suatu gejala dimana tubuh si kecil sedang melawan penyakit. Misalnya demam lantaran si kecil baru saja diimunisasi. Pada kondisi ini, demam bisa dianggap menjadi bukti bahwa sistem kekebalan tubuhnya bekerja dengan baik.

Demam juga bisa menyeranng bayi jika terlalu lama beraktivitas di luar ruangan lantaran cuaca panas. Atau bisa juga terjadi ketika Anda memakaikan baju yang terlalu tebal. Karenanya, Bunda tidak perlu khawatir secara berlebihan jika tubuh bayi terasa panas, tapi dia masih terlihat aktif dan masih mau minum susu.

toddler-1245674_640

Bun, demam pada bayi tak selalu menandakan hal yang berbahaya. Namun terdapat kondisi tertentu yang membutuhkan perhatian lebih. Bunda harus waspada ketika bayi mengalami demam yang disertai dengan tanda-tanda seperti tak nafsu makan, terlihat lesu dan tidak bersemangat saat diajak bermain, tidak responsif, si kecil memiliki ruam, diare, sesak napas, bahkan dehidrasi.

Selain itu, demam pada bayi yang usianya masih kurang dari 3 bulan, sebaiknya segera rujuk si kecil ke dokter ya Bun. Karena demam pada usia ini bisa menandakan bahwa bayi mengalami kondisi yang serius. Bayi berusia 3 bulan ke bawah belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik. Ini memungkinkan kuman dan virus dapat lebih mudah menyebar dan merusak jaringan tubuhnya dengan cepat.

adorable-21998_640

Sementara, untuk bayi di atas tiga bulan, Bunda dapat membawanya ke dokter jika demam tidak kunjung turun atau makin parah dalam waktu 24 jam, atau jika bayi tidak mau minum.

Demi Mengatasi Demam Tersebut, Bunda bisa melakukan beberapa langkah sederhana seperti:

  1. Bunda harus bersikap tenang. Sebab bila orangtua panik atau gugup, hal itu akan dirasakan oleh bayi dan gejala demamnya bisa bertambah parah karena ia akan terus menangis.
  2. Memeriksa suhu tubuh bayi. Dengan mengetahui seberapa tinggi suhu tubuhnya, Bunda akan tahu cara tepat menanganinya.
  3. Dan yang terpenting, berikan pengobatan yang sesuai. Bila suhu tubuh bayi 38 derajat celcius, gunakan obat penurun demam bagi bayi dibawah usia 1 tahun. Diatas satu tahun, Bunda bisa memberikan kompres hingga suhu tubuhnya menurun.
  4. Jika kesulitan menghubungi dokter, kendalikan suhu tubuh bayi agar tidak naik. Dan catat obat apa yang diberikan untuk menurunkan demam sebagai bahan laporan jika nanti dokter datang. Dinginkan suhu ruangan dengan membuka jendela agar ruangan terasa lebih sejuk dan tidak pengap. Basahi handuk dengan air dingin, kemudian usapkan pada kening bayi, serta leher dan lengannya. Bunda juga bisa mengusap seluruh tubuh bayi dengan air bersuhu ruang. Jangan gunakan air es karena bisa mengakibatkan gejalanya bertambah parah.
  5. Beri minuman dingin jika bayi cukup umur untuk konsumsi selain ASI
  6. Beri obat penurun demam sesuai anjuran dokter
  7. Menyusui bayi sesuai keinginannya, bila bayi tak ingin menyusu jangan memaksanya
  8. Periksa suhu tubuhnya secara rutin, setiap beberapa jam sekali
  9. Hubungi dokter jika semua perawatan diatas tidak kunjung membuat demamnya turun. Demam bisa menyebabkan bayi mudah terkena dehidrasi, karena itu usahakan untuk memberinya minum yang banyak. Bila sudah MPASI, berikan dia jus buah dan sayuran buatan sendiri. Tubuh yang kekurangan cairan bisa membuatnya sulit melawan demam, karena itu beri cairan yang banyak.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Jangan Biarkan Si Kecil Menghirup Asap Rokok

adult-art-baby-235243

Berhenti merokok berarti memberi diri kesempatan untuk hidup lebih sehat dan lebih lama. Kepada orangtua perokok yang berniat menghentikan kebiasaan buruk ini, tapi masih belum berhasil dengan satu cara, jangan cemas. Masih banyak jalan lain yang dapat dicoba untuk sukses menjalankan cara berhenti merokok.

Sering jadi sesuatu yang membuat dilema, terutama bagi mereka yang ingin berhenti merokok demi anaknya. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar berhasil berhenti merokok. Berikut ini tips-tipsnya.

Lagipula, Merokok Serupa dengan Melakukan Penganiayaan terhadap Sang Bayi

Di lain sisi, paparan asap rokok diketahui bisa meningkatkan risiko tejadinya berbagai gangguan kesehatan dan penyakit. Bayi dan anak-anak yang terpapar asap rokok berisiko tinggi mengalami iritasi mata, infeksi telinga, alergi, asma, bronkitis, pneumonia, meningitis, dan sindrom kematian bayi mendadak. Bahkan, membiarkan bayi terpapar asap rokok sama dengan melakukan penganiayaan lho! Tak percaya? Ini dia alasannya

Ketahui Dulu Cara Agar Si Kecil Bisa Menolak Rokok yang Akan Ia Hadapi di Pergaulan Ketika Nanti Remaja

Si kecil lambat laun akan mengenal dunia luar. Ada banyak hal yang semula tak ia ketahui namun ia jadi penasaran karena pergaulan. Termasuk urusan rokok. Akan ada potensi si kecil nantinya penasaran apa itu rokok dan bagaimana sensasi saat merasakannya. Untuk itu, jika Bunda keberatan si kecil nantinya jadi perokok, ada baiknya sejak kecil diajarkan dan diberi pengertian tentang beberapa hal ini ya Bun.

Namun, Meski Bunda Masih Merokok, Memberi ASI Tak Boleh Ditunda ya Bun

Sementara itu, untuk ibu yang memang sudah jadi perokok aktif, tak perlu minder apalagi melepaskan tanggung jawab memberi ASI ya Bun. Pertanyaan mengenai bolehkah bayi mendapatkan asi dari ibu yang masih merokok, boleh Bunda tilik sendiri di tulisan ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Ingin Berhenti Merokok demi Anak? Berikut Tips-tipsnya!

family-2899274_640

Ada banyak bukti nyata tentang dampak buruk dari merokok. Riset menyebutkan kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko stroke, mengembangkan penyakit jantung, dan kanker tertentu. Layanan kesehatan masyarakat di Inggris (NHS) mengungkapkan, sekitar 85 persen kasus kanker paru-paru terkait dengan gaya hidup merokok.

Banyak orang menyadari bahaya tersebut, namun kesulitan menghentikan kebiasaan merokok. Tak heran bila niat ini menjadi salah satu resolusi pada tiap pergantian tahun. Namun, kenyataannya, kebanyakan orang menyerah dan melupakan resolusi yang dibuatnya hanya beberapa bulan atau bahkan beberapa hari setelah niat itu dicetuskan.

Nah, bagi Bunda atau Ayah yang ingin hidup sehat dengan menghentikan kebiasaan merokok, mulailah dengan melakukan tujuh tips ini.

Tentunya Dimulai dengan Belajar Menghindari Orang-orang dan Tempat yang Membuat Bunda Ingin Merokok

Sebagai orang dewasa, kita selalu merokok saat bersama si A, atau Bunda selalu ingin merokok dibarengi ngopi di kafe bersama si B, maka untuk melancarkan misi kali ini, sebaiknya hindari dulu datang ke tempat-tempat ini. Bunda bisa memilih tempat ngopi tanpa smoking area. Namun jika memang tak sanggup menghindari, maka jangan sungkan memberitahu bahwa kita sedang berusaha berhenti merokok dan minta bantuan mereka untuk tidak “menggoda” Bunda atau Ayah untuk tak merokok di hadapan kita.

Ubahlah Rutinitas yang Biasa Dilakukan Saat Sembari Merokok

Kalau Bunda atau Ayah terbiasa menikmati kopi atau minuman lainnya seperti alkohol sembari merokok, hindari dulu dua minuman ini terutama saat minggu-minggu pertama saat sedang berhenti merokok. Pilih jus atau air putih yang lebih sehat ya Bun.

Jika Bunda merasa “mulut asam” setelah makan makanan tertentu dan membuat diri ingin merokok, hindari dulu makan makanan tersebut ya Bun, Yah. Dan setelah break makan siang, daripada dilanjut merokok, Bunda coba berjalan-jalan saja di sekitar, sambil menenangkan pikiran. Lebih sehat, bukan?

Coba Sibukkan Diri Agar Teralihkan dari Kebiasaan Merokok

Saat diri merasa sedang stres, biasanya berdiam diri hanya justru membuat kita merasakan stress yang semakin lebih lagi dan jauh lebih tertekan. Alih-alih mencari pelarian yang tepat, merokok biasanya dipilih jadi cara yang paling dianggap nyaman untuk menenangkan diri.

Nah, saat Bunda merasa ingin merokok karena sedang stres, coba cari kegiatan lain demi membuat tangan terasa lebih sibuk, seperti menggambar, menyulam atau bahkan membantu menyusun lego bersama si kecil. Kegiatan ini jauh lebih bermanfaat dibanding memanjakan tangan untuk diajak merokok.

Dan Biasakan Bernapas Dalam-dalam

Kendati kelihatan klise, ada kalanya orang memilih merokok karena dianggap bisa menenangkan. Ini sebenarnya disebabkan karaena saat merokok, perokok harus menghirup napas dalam-dalam sembari merokok. Maka saat Anda merasakan keinginan merokok, pejamkan mata, kemudian ambil napas dalam-dalam dan perlahan. Rasakan udara bersih tanpa nikotin masuk ke paru-paru kita dan menyebar ke seluruh tubuh. Sembari melakukan itu, ingat-ingat lagi alasan Bunda daan Ayah berhenti merokok.

Kemudian, Saat Berhasil, Jangan Lupa Beri Hadiah Pada Diri Sendiri

Berhenti merokok bukan perkara mudah. Siapapun yang sudah berhasil patut diberi acungan jempol. Jika Bunda dan Ayah punya budget khusus untuk membeli rokok setiap harinya, pertahankan budget ini saat mulai berhenti merokok. Tapi dibanding untuk beli rokok, lebih baik pakai uang ini di toples khusus. Baru setelah seminggu atau sebulan, buka toples tersebut dan gunakan uangnya untuk makan di restoran favorit, atau membeli barang yang kita inginkan.

Cari Pengganti Rokok Seperti Camilan agar Merasa Sedikit Terdistraksi

Kalau Bunda tak tahan dengan kekosongan mulut, buatlah mulut kita sibuk dengan hal lain selain rokok. Kita bisa mengunyah permen karet bebas gula, mengemut permen, ngemil kuaci, ngemil buah-buahan, bahkan beberapa orang menghalau rasa ingin merokok dengan cara menggigit-gigit sedotan. Selamat mencoba!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top