Parenting

Begini Cara Merawat Bayi Yang Lahir Prematur Dengan Perawatan Metode Kangguru

pexels-photo-105890

Seperti kita tahu bahwa pada umumnya bayi akan lahir setelah usia kandungan ibunya mencapai 9 bulan, 10 hari atau 37 minggu. Jika seorang bayi lahir sebelum usia kandungan ibunya mencapai 9 bulan maka disebut dengan bayi prematur. Merawat bayi yang lahir secara prematur tidaklah sama dengan merawat bayi yang lahir normal.

2 tahun pada awal kehidupannya, bayi prematur membutuhkan perawatan ekstra, apa lagi jika berat badannya tidak mencapai 1,4 kg. Namun anda tidak perlu terlalu khawatir, berikut ini adalah tips untuk merawat bayi yang lahir secara prematur.

Untuk Membuat Bayi Merasa Hangat Dan Nyaman, Bunda Bisa Melakukan Perawatan Metode Kangguru (PMK)

Perawatan Metode Kangguru dilakukan dengan memasukan bayi ke dalam baju anda. Atau cara lainnya adalah dengan menggunakan gendongan khusus yang memungkinkan terjadi sentuhan antara kulit anda dengan kulit bayi. Lakukan cara ini dengan teliti dan pastikan posisi bayi dalam kondisi yang nyaman.

Dengan menggunakan cara ini, maka secara otomatis kulit anda akan bersentuhan langsung dengan kulit bayi. Si kecil akan mengetahui aroma tubuh, kehangatan kulit anda, dan irama nafas anda sehingga bayi merasa hangat. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan perawatan yang satu ini, karena ada rumah sakit yang langsung memperbolehkan perawatan ini sesaat setelah bayi lahir, namun ada juga yang harus menunggu sampai kesehatan bayi stabil.

Pastikan Posisi Tidur Si Kecil Terlentang Ya Bun!

Pastikan bahwa bayi telah tidur dalam posisi terlentang. Hal ini bertujuan untuk menghindari sindrom kematian mendadak pada bayi karena bayi prematur lebih rentan terkena sindrom tersebut dibandingkan bayi lahir normal.

Mungkin bayi akan sering bangun malam sampai 6 bulan ke depan dari tanggal lahir yang seharusnya. Hal ini disebabkan bayi prematur biasanya memiliki frekuensi tidur yang lebih banyak namun dengan durasi yang lebih singkat daripada bayi lahir normal.

Penting Untuk Menjauhkan Bayi Dari Orang Sakit

Jauhkan bayi dari orang-orang yang sedang sakit, baik itu dari anggota keluarga maupun dari orang-orang yang menjenguknya. Hal ini untuk menghindari resiko tertularnya si kecil dari virus penyakit yang sedang diderita oleh orang lain.

Selain itu, usahakan bayi untuk terhindar dari paparan asap, seperti asap rokok, kendaraan bermotor, asap pembakaran sampah, dan berbagai jenis asap lainnya. Hal itu karena kondisi paru-paru bayi prematur belumlah sempurna hingga usianya mencapai 2 tahun.

Lakukan Pemberian Vaksin dan Imunisasi  Sesuai Jadwal Ya Bun!

Pada dasarnya jadwal pemberian imunisasi dan vaksin pada bayi prematur sama dengan jadwal yang diberikan untuk bayi bukan prematur. Bedanya, pada bayi prematur disarankan untuk disuntik vaksin hepatitis B.

Setelah usianya mencapai 6 bulan biasanya dokter akan menyarankan untuk diberikan vaksin flu. Bahkan anggota keluarga pun biasanya disarankan untuk mendapatkan vaksin flu agar menghindarkan bayi dari virus flu.

Bunda Juga Harus Memperhatikan Jadwal Minum ASI Bayi

Pada umumnya bayi akan menyusu antara 8 sampai 10 kali dalam sehari. Jangan sampai jeda lebih dari 4 jam dengan waktu menyusui berikutnya. Hal ini dapat menyebabkan bayi terkena dehidrasi atau kekurangan cairan.

Tanda si kecil telah mendapatkan asupan ASI yang cukup adalah dia akan pipis antara 6 sampai dengan 8 kali dalam sehari. Dan jika bayi gumoh setelah diberikan ASI, maka anda tidak perlu panik, asal berat badannya tidak menurun. Tapi jika ada penurunan berat badan maka anda harus segera memeriksakannya ke dokter. Biasanya dokter akan menyarankan untuk memberikan makanan padat antara usia 4 hingga 6 bulan dihitung dari kelahirannya yang seharusnya.

Sebab Untuk Merawat Bayi Prematur Membutuhkan Usaha Lebih, Bunda Pun Harus Menjaga Kesehatan Diri Sendiri

Sekali lagi merawat bayi prematur membutuhkan usaha yang lebih dibandingkan dengan merawat bayi yang lahir tidak prematur. Untuk itu, selain menjaga kesehatan bayi, anda juga harus menjaga kesehatan diri sendiri. Jangan ragu untuk menerima bantuan orang lain jika memang membutuhkannya. Dan yang paling penting adalah sering-seringlah berkonsultasi dengan bidan atau dokter anak untuk terus memantau perkembangannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top