Parenting

Bantu Buah Hati Menghadapi Hari Dengan Memberinya Manfaat Baik Dari Sarapan Gandum Utuh Bun

sereal

Sarapan merupakan aktivitas pada pagi hari yang jangan sampai terlewatkan begitu saja. Selain sebagai sumber energy, sarapan juga menjaga daya tahan sehingga tak gampang terserang penyakit. Terutama untuk menghindarkan diri dari penyakit maag yang kebanyakan dikarenakan kerap meninggalkan sarapan.

Untuk mendapatkan sarapan yang berkualitas tak melulu harus dengan nasi putih. Sarapan dengan jumlah karbohidrat terlebih tanpa diimbangin dengan serat justru akan menimbulkan rasa kantuk. Untuk itu gandum utuh dapat menjadi alternatif yang sangat bagus untuk menu sarapan buah hati.

Sarapan sereal yang terbuat dari gandum utuh dan segelas susu sudah cukup sebagai pembangkit energi pagi. Selain mudah untuk membuatnya, menu sarapan yang satu ini juga sehat dan dapat mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh. Lalu apa saja kebaikan sarapan gandum utuh?

Gandum Utuh Kaya Kandungan Nutrisi Sehingga Cocok Untuk Sarapan

Gandum utuh terdiri menjadi 3 bagian, yaitu dedak atau kulit, biji, dan endosperma. Di dalam whole grain sendiri terkandung berbagai zat bioaktif, seperti serat, antioksidan, vitamin, dan juga berbagai zat fitokimia. Melihat kandungan nutrisinya yang begitu beragam, rasanya Bunda tak perlu ragu untuk menyajikan sereal dari gandum utuh sebagai sarapan untuk buah hati.

Kandungan Serat Tinggi Dalam Gandum Utuh Sangat Baik Untuk Pencernaan

Manfaat lainnya dari konsumsi gandum utuh adalah dapat membuat sistem pencernaan menjadi lancar. Hal itu disebabkan di dalam gandum utuh terdapat serat dalam jumlah yang tinggi. Serat inilah yang membuat pencernaan menjadi lancar. Apa agi jika konsumsi gandum utuh juga diiringi dengan buah atau sayuran yang tentu sangat baik untuk menutrisi tubuh.

Rutin Mengonsumsi Gandum Utuh Mampu Menurunkan Resiko Kanker Usus

Kanker adalah salah satu penyakit yang mematikan yang ada di dunia ini, termasuk juga kanker usus. Dengan mengonsumsi gandum utuh secara rutin maka penyakit tersebut dapat dihindari. Kandungan serat yang tinggi dalam gandum utuh dapat membuat sistem pencernaan jadi lancar. Dengan demikian resiko kanker usus pun dapat menurun.

Bahkan Dapat Mengurasi Resiko Terkena Diabetes Tipe 2

Jika dulu penyakit diabetes kebanyakan menyerang para orang tua saja, tapi kini penyakit tersebut dapat menyerang siapa saja. Namun anda tidak perlu khawatir, dengan mengonsumsi gandum utuh secara teratur maka resiko anak untuk terkena penyakit diabetes tipe 2 pun dapat jauh berkurang. Lagi-lagi hal itu disebabkan karena tingginya kandungan serat yang ada di dalamnya.

Selain serat, gandum utuh juga mengandun magnesium yang mana dapat bertindak sebagai mineral co-faktor untuk lebih dari 300 enzim. Enzim-enzim inilah yang terlibat dalam penggunaan insulin dan juga sekresi di dalam tubuh. Bukan hanya itu saja, konsumsi gandum utuh secara teratur akan mengontrol kadar gula darah di dalam tubuh. Faktor-faktor tersebutlah yang menjadikan gandum utuh sangat baik untuk menurunkan resiko diabetes tipe 2 pada anak.

Hanya Dengan Menambahkan Sayur Atau Buah Favorit Anak Pada Sereal, Maka Anak Pun Akan Lahab Makan

Banyak orang yang kurang lahab saat sarapan. Bukan hanya pada orang tua saja tapi hal itu juga terjadi pada anak-anak. tapi dengan menyediakan sereal bersama sayur dan buah-buahan yang menjadi kegemaran anak, maka sarapan pun menjadi aktivitas yang menyenangkan. Anak akan makan lahab dengan sendirinya jika menu makanan yang anda sediakan adalah menu yang menjadi favoritnya.

Sudah tahu kan apa saja manfaat dari sarapan gandum utuh? Untuk itu mulai sekarang anda dapat mengonsumsi gandum utuh sebagai menu sarapan anda dan keluarga. Selain praktis, jenis sarapan yang satu ini juga kaya akan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bunda yang Sedang Hamil, Ketika Tidur Usahakan Miring Ke Kiri Ya

pexels-photo-1464822

Selama kehamilan Bunda mungkin dilanda kecemasan karena khawatir terjadi sesuatu pada bayi dalam kandungan karena kesalahan perilaku. Karena itu kemudian Bunda berlaku sangat berhati-hati dalam melakukan segala sesuatu.

Setelah si kecil lahir, bukan berarti perasaan langsung lega begitu saja. Bunda lagi-lagi merasa cemas melakukan kekeliruan dalam merawat si kecil. Semua hal itu wajar dan tak perlu panik ya Bunda.

Sebab semua orang tua pasti ingin yang terbaik bagi anaknya. Namun kebanyakan dari kita tidak punya pengetahuan yang cukup untuk menangani bayi yang baru lahir. Karena itu Bunda dilanda kecemasan soal hal ini.

Nah mari coba menenangkan diri ya Bunda, setidaknya ada beberapa hal yang menjadi dasar penting yang wajib bunda kuasai dalam hal merawat bayi yang baru lahir. Dengan melakukannya sesuai petunjuk, si kecil akan baik-baik saja dan Bunda akan membantunya dalam perkembangannya di kemudian hari kelak.

Selama Tali Pusat Belum Puput, Harus Dirawat Ya Bunda

newborn-1399193_640

Tali pusat jadi bagian penting dari bayi ketika dalam kandungan karena organ ini menjadi sumber makanan dan mengalirkan oksigen dari Bunda. Setelah bayi lahir, tali pusat yang tadinya jadi penghubung oksigen dari bunda pada bayi akan dipotong sekitar 2 sampai 3 cm. Sisa tali pusat nantinya akan puput dengan sendirinya.

Meski akan puput secara alami, ada hal penting yang harus Bunda perhatikan ketika menanganinya. Gusti Ayu Puspita Devi S.Keb, seorang Bidan yang sudah mengedukasi lebih dari 1.000 bayi menuturkan bahwa selama tali pusat belum puput, bunda disarankan untuk tetap memastikan tali pusat tetap bersih dan kering. Sebisa mungkin mandikan bayi dengan washlap atau spons. Hindari pula memandikan bayi ke dalam bak mandi yang airnya penuh, agar tali pusat tidak terendam air.

Sebab hal ini akan mengakibatkan tali pusat basah dan lembap, yang tidak baik untuk kesehatan si Bayi. Hindari pula untuk membersihkan tali pusat dengan sabun atau cairan antiseptik lainnya. Seusai mandi, keringkan tali pusat dengan kain bersih dan balut dengan kain kasa yang steril.

Selanjutnya bunda juga perlu memastikan pemasangan popok. Pastikan jika tali pusat tak akan terkena air seni dan tinja untuk menghindari infeksi pada tali pusat. Jangan pula menarik tali pusat dengan paksa, karena ini bisa menyebabkan pendarahan pada pusat. Biarkan ia kering dan puput dengan sendirinya, dengan memastikan tali pusat tetap bersih dan tidak basah.

Bayi Boleh Dipijat Dari Usia 0, Tapi…

Mother massaging her child's foot, shallow focus

Faktanya pemijatan pada bayi dapat dilakukan sejak bayi baru lahir, dari usia 0 hingga 3 tahun. Namun alangkah lebih baik, jika dilakukan pada masa 6 atau 7 bulan kehidupannya. Dengan catatan, si kecil sedang dalam kondisi baik dan stabil dari segi medis.

Bunda bisa memberikan sentuhan-sentuhan lembut untuk memijatnya. Bunda juga boleh melakukannya dengan penyertaan komunikasi secara verbal kepada dirinya sebagai bentuk cinta kasih. Hal ini akan jadi salah satu cara untuk meningkatkan bonding antara bunda dan bayi.

Stimulasi ini akan jadi pengaruh baik yang akan mendukung tumbuh kembang si kecil. Mulai dari meningkatkan sistem imunitas tubuh, membantu bayi belajar rileksasi, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur miliknya.

Bayi Boleh Dimandikan, Tapi Jangan Terlalu Sering

279228-P5UI7Z-794

Tak ada patokan pasti, sebaiknya berapa kali bayi dimandikan dalam sehari. Ada yang 2 kali sehari, dan ada pula yang 1 kali sehari. Atau pagi hari dimandikan, sorenya cukup diseka saja.

Namun yang utama beberapa ahli pun menganjurkan untuk memandikan bayi 2 hingga 3 kali per minggu. Dan frekuensinya bisa ditingkatkan, seiring bertambahnya usia.

Caranya? Setidaknya ada 3 cara yang biasa digunakan oleh beberapa perawat, untuk memandikan bayi yang baru saja lahir. Pertama dengan memakai washlap dan diusapkan ke Bayi. Kedua memandikan bayi dengan dicelupkan ke bak mandi. Sedangkan ketiga memandikan bayi dengan dibedong menggunakan selimut. Bunda boleh memilih. Kira-kira cara mana yang paling sesuai untuk bunda lakukan pada si kecil sesuai dengan kebutuhan.

Meski tata cara memandikannya berbeda, hal lain yang perlu dilakukan dalam proses memandikan hampir serupa untuk ketiga tekniknya. Diawali dengan membersihkan area mata dari dalam keluar, mulut, dan membersihkan wajah bayi hingga ke kepala sampai ujung kakinya. Selanjutnya, bunda boleh mengeringkan bayi dengan menggunakan handuk berbahan lembut.

Hal Lain yang Juga Perlu Bunda Perhatikan Adalah Tata Cara Mengganti Popok yang Sesuai Anjuran

pexels-photo-1556706

Sekilas kegiatan ini mungkin terlihat sepele, karena dalam bayangan bunda mungkin mengganti popok hanyalah membuka dan memasang pakaian bawah pada tubunya si kecil saja. Tapi, untuk mengganti popok pada bayi baru lahir beda loh bun.

Karena setidaknya ada beberapa hal yang bunda perlu siapkan, mulai dari matras pelapis, popok yang bersih, wadah berisi air hangat, kapas untuk membersihkan bokong bayi dan baby cream.

Mulailah dengan meletakkan si kecil di atas matras dengan memastikan posisinya aman. Lepaskan popok yang ia kenakan, lalu bersihkan bagian pinggang kebawah menggunakan kapas yang dibasahi dengan air hangat dari depan ke belakang. Keringkan bagian lipatan bokongnya dengan handuk bersih dan oleskan baby cream.

Selanjutnya, pasang popok yang bersih dengan posisi menutupi bokong dan tubuh bagian depan dengan baik, lalu ikat tali popok dengan tidak terlalu longgar tapi juga tidak terlalu kencang.

Jika Masih Dirasa Kurang, Bunda Juga Boleh Belajar Tentang Cara Perawatan Bayi yang Baru Lahir Lainnya dari Para Ahli di Bidangnya

pexels-photo-789786

Menjadi orangtua baru atau kembali merawat bayi yang baru lahir, memang bukanlah sebuah tugas mudah. Tapi bukan berarti juga, bunda tak bisa melakoninya. Beruntungnya, kini kita ada pada masa yang bisa dengan mudah mempelajari banyak hal hanya dengan telepon genggam saja. Termasuk tata cara perawatan si kecil yang baru saja lahir.

Menariknya, untuk urusan hal terbaik dan perawatan bayi baru lahir, bunda bisa menengok beberapa video yang disajikan oleh JOHNSON’S® . Menjadi, standar dunia dalam perawatan kulit bayi selama lebih dari 125 tahun ini, kali ini JOHNSON’S® menghadirkan 125 video edukasi yang mencakup hal-hal yang “Terbaik Untuk Bayi”, dan salah satunya bagiannya adalah “Perawatan Bayi Baru Lahir” yang bisa bunda lihat disini.

Informasi yang disajikan tersebut bekerja sama dengan beberapa tenaga ahli kesehatan yang ahli di bidangnya masing-masing. Video-video ini ditujukan oleh JOHNSON’S® sebagai bentuk apresiasi kepada para ibu di seluruh Indonesia.

Bagaimana bunda? Yuk, belajar bersama-sama agar lebih paham tata cara perawatan bayi baru lahir yang benar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top