Kesehatan Ibu & Anak

Ayah Tidak Disarankan Tidur Seranjang dengan Bayi, Tetapi Ibu Boleh, Ini Manfaat Ibu Tidur Seranjang dengan Bayi

ibutidurseranjangdenganbyi

Bagi orang tua, menempatkan bayi pada ranjang tersendiri atau tidur seranjang dengan orang tua adalah suatu pilihan. Tidur pisah ranjang maksudnya bayi tidur di ranjang bayi namun tetap di kamar yang sama dengan orang tua.

Ibu memiliki insting untuk tidak menindih bayinya, Ini berbeda dengan ayah, sehingga mereka tidak disarankan tidur bersama dengan bayi

Meskipun beberapa orang tua was-was tidur seranjang dengan orang dewasa termasuk orang tua akan meningkatkan resiko kematiaan bayi mendadak. Penelitian membuktikan adanya peningkatan resiko bayi terkena SIDS (Suddent Infant Death Syndrome) atau kematian mendadak pada bayi yang tidur bersama dengan orang tuanya.

Tidur seranjang dengan bayi sebenarnya menyimpan berbagai manfaat, salah satunya lebih membangun attachment parenting (AP) antara orangtua dengan anaknya.

Soal keamanaan tidur seranjang, sebenarnya ibu memiliki insting untuk tidak menindih bayinya. Ini berbeda dengan suami atau anak-anak (kakak, misal), sehingga mereka tidak disarankan tidur bersama dengan bayi.

Ini manfaat Ibu tidur seranjang dengan bayi

Dibandingkan sekamar, tidur seranjang lebih banyak memberikan manfaat karena orangtua dapat lebih dekat dengan anaknya. Tak ada kerugian atau sisi negatif tidur seranjang dengan bayi. Berikut beberapa manfaat tidur seranjang dengan bayi:

1. Ibu tidur seranjang dengan bayi itu mempererat hubungan ibu dan bayi

Hubungan yang istimewa antara ibu dan anak dapat terjalin karena ada kedekatan. Jarak yang sangat dekat saat ibu dan bayi tidur berdampingan, menciptakan keselarasan.

Karena, posisi ibu dan bayi saling bertemu muka, posisi hidung keduanya pun saling berhadapan. Pada saat ibu mengembuskan nafas lembutnya, maka akan dirasakan oleh bayi. Embusan nafas ibu ini mampu merangsang bayi menjadi lebih teratur dan baik.

Posisi tidur bayi yang dekat dengan ibu juga membuat sang buah hati dapat membaui aroma tubuh ibu dan memeroleh sentuhan hangat dengan lebih intens. Selain membuat lebih tenang, hal itu juga menurunkan stres pada bayi.

2. Umumnya ibu sangat paham akan bayinya sehingga kualitas dan kuantitas tidur ibu menjadi lebih baik

Dengan tidur seranjang, ibu dapat segera menenangkan atau menyusui saat bayinya terbangun di tengah malam. Umumnya ibu dapat segera tertidur kembali dan keduanya bisa menyelaraskan siklus tidurnya satu dengan lainnya. Kondisi ini tentunya menguntungkan karena dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur ibu.

Umumnya ibu sangat paham akan bayinya, sehingga posisi tidurnya tidak akan menganggu atau membahayakan bayinya. Hormon-hormon yang muncul saat bayi menyusu juga menimbulkan efek rileks, yang dibutuhkan ibu agar dapat tidur kembali.

3. Ibu tidur seranjang dengan bayi itu membuat bayi tidur lebih tenang dan lelap

Tidur berdampingan dengan sang bunda membuat bayi lebih tenang dan lelap. Kualitas tidurnya yang lebih baik ini akan berdampak pada tumbuh kembang bayi kelak.

Berdasarkan penelitian, selama tidur semua sel tubuh manusia, termasuk sel otot, hati, ginjal, tulang sumsum, dan sel otak mengalami pemulihan. Hormon-hormon pun lebih aktif diproduksi. Semua itu penting untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi kerja otak.

4. Ibu tidur seranjang dengan bayi itu membantu perkembangan bayi

.
Tidur seranjang memungkinkan bayi tidur dengan tenang dan lebih pulas. Ketika tidur, bayi mengalami pertumbuhan yang pesat.

Bayi juga dapat menyusu lebih lama. Pengisapan tambahan ini memberikan lebih banyak hindmilk (ASI belakang yang biasanya mengalir setelah 15 menit menyusui). Hindmilk mengandung tinggi lemak dan merangsang produksi ASI.
AddThis Sharing Buttons

5. Ibu tidur seranjang dengan bayi itu membuat Ibu lebih mudah menyusui

Posisi berdekatan akan membantu bayi menyusu dengan lebih mudah pada sang bunda. Bayi yang menyusu pada malam hari juga membantu ibu terhindari dari payudara yang bengkak dan berdenyut-denyut.

Berbagai gejala ini dapat menimbulkan mastitis (infeksi saluran ASI). Tidur bersama bayi juga menguntungkan bagi orangtua bekerja karena dapat membantu ibu menjalin kelekatan kembali setelah siang tidak bertemu dengan bayinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Kompetisi Foto Wefie Momen Cinta Keluargamu, Kirimkan Foto Terbaik Keluargamu

momenkeluarga

Zaman dahulu kenangan keluarga diceritakan hanya melalui kisah-kisah verbal orang tua kepada anak cucunya. Kemudian datang era tulisan, dimana kenangan dituliskan dalam buku tulis dan untuk diberikan kepada generasi selanjutnya.

Lalu cara itu berganti ketika Kodak memperkenalkan kamera portabel yang bisa dibawa kemana-mana. Momen-momen penting keluarga tersimpan manis dalam album-album foto atau pigura yang dipajang di ruang-ruang tamu.

Tapi kemudian cara itu mulai luntur ketika datang era telepon pintar. Foto-foto kebersamaanmu Kini seringnya hanya tersimpan dalam penyimpanan gadget atau dalam unggahan sosial media. Saat itu pula kita tak lagi melihat keberadaan foto-foto itu sepenting ketika era dalam album dahulu.

Berapa banyak foto yang hilang karena gadgetmu bermasalah dan harus direset? Bagaimana pulak dengan foto jalan pertama si kecil yang kini hilang karena akun sosial mediamu diretas orang tak bertanggung jawab?

Ah, apakah kamu termasuk orang yang sangat telaten menyimpan semua foto-foto kenangan itu? Kamu menyimpan salah satu foto terbaik momen bersama keluargamu yang mungkin tak pernah terulang?

Kirimkan foto terbaikmu itu, agar semua bisa belajar dari kasih dan sayangmu bersama keluarga. Foto terbaik akan memenangkan Smartpone dan Smartfren MIFI

Ikuti Kompetisi Foto Wefie Momen Cinta Keluargamu

Upload

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Karena pola tidur yang baik akan mengembangakan kinerja otaknya, lakukan ini agar anak anda tidak tidur larut malam

tidurbayi

Pola tidur anak memang sangat berpengaruh besar dalam perkembangannya, baik dalam perkembangan kejiwaannya ataupun perkembangan otaknya. Menurut seorang dokter anak yang banyak melakukan penelitian seputar masalah tidur pada anak, Judith A. Owens, M.D., MPH, anak balita membutuhkan 12-14 jam dalam sehari semalam untuk tidur. Jika si kecil tidur 10-12 jam diwaktu malam, Upayakan agar mereka tidur siang selama 2 jam. Seiring dengan pertambahan usia anak balita, jam tidur siang biasanya akan berkurang atau bahkan mereka tidak tidur siang lagi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50% anak usia 4 tahun masih perlu tidur siang, sedang ketika usia mereka menginjak 5 tahun, 70% di antaranya sudah berhenti tidur siang.

 

Tetapi tidak terlepas dengan gangguan tidur yang dialami oleh anak, sehingga orang tua mempunyai tugas lebih untuk mengatasi supaya anak bisa tidur dengan pola yang teratur dan cukup sehingga tidak mengganggu perkembangan jiwa dan kesehatan anak.

 

Sebelum mengatasi, kenali dulu penyebab kenapa anak memiliki gangguan pola tidurnya

Ada berbagai macam penyebab mengapa anak anda memilih untuk tidur larut malam, seperti belum mengantk karena tidur siang yang terlalu lama, kekhawatiran berpisah dengan orang tua, ada tekanan emosi yang tidak bisa diungkapkan sehingga menyebabkan sang anak gelisah dan susah tidur atau kemungkinan anak anda sedang mengembangkan onotominya sehingga sang anak merasa punya kekuatan untuk mengatur dirinya sehingga dia mencoba melawan perintah orang lain. Dan untuk orang tua yang bekerja kemungkinan alasan anak suka tidur larut adalah menunggu kehadiran orang tuanya di rumah.

 

Selain susah tidur ada kemungkinan si anak terbangun di tengah malam, dan anda bisa atasi dengan cara ini

Ketika anak bisa tidur malam sesuai dengan waktunya, bukan berarti si anak tidak memiliki kemungkinan untuk gangguan tidurnya. Bisa jadi anak terbangun di tengah malam, hal ini wajar jika anak terbangun karena ingin buang air kecil atau haus. Akan tetapi ada juga yang terbangun dan tidak ingin kembali tidur, hal itu terjadi ada kemungkinan dia mengalami kekecewaan sebelum tertidur, bisa juga mimpi buruk sehingga tidak ingin kembali tidur, atau terlalu banyak makan sehingga pencernaan tetap bekerja, aktivitas di siang hari berlebihan sehingga membuat si anak susah tidur.

 

Setelah mengetahui penyebabnya, mulai lah atasi dengan baik sehingga pola tidurnya bisa teratur kembali

Setelah memperhatikan penyebab mengapa anak anda sulit tidur ataupun terbangun di tengah malam. Anda bisa mengatasi beberapa hal tersebut dengan beberapa cara seperti, lakukan pembiasaan waktu tidur yang teratur secara konsisten sehingga melatih jam biologis anak akan mengikuti, berikan waktu pada saat mengajak anak tidur seperti mengajaknya berganti piyama, cuci tangan serta menggosok giginya, membacakan cerita di tempat tidur juga bisa menjadi salah satu cara agar dia bisa terlelap.

Lakukan dengan suasana menjelang tidur yang mendukung seperti pencahayaan yang redup serta tidak ada lagi aktivitas yang memancing anak untuk aktif. Jangan lupa untuk memperhatikan kenyaman yang anak butuhkan di kamar untuk memancingnya agar terlelap dengan cepat. Dan hal yang tidak kalah penting adalah dengan memperhatikan jam tidur siang sang anak, karena semakin lama dia tidur di siang hari maka akan semakin lama dia mengantuk di malam hari.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Mengapa Bayi sering Bangun di Malam Hari? Ketahui Penyebab dan Tips untuk Mengatasinya

anaktidur

Memiliki bayi tentu menjadi pengalaman luar biasa yang membahagiakan.  Dan ketika sudah ada bayi di tengah keluarga, maka harus ada banyak waktu untuk merawat dan mengasuhnya dengan baik.  Biasanya bayi yang baru lahir bisa tidur sekitar 16 jam setiap hari dengan durasi 3-4 jam per sesi tidur.

Bagi orangtua yang baru pertama kali memiliki bayi, tentu membutuhkan penyesuaian dengan ritme tidur bayi yang biasanya akan sering bangun di malam hari.  Sebagai orangtua tentu Anda harus telaten dalam memberikan kasih sayang dan merawat bayi yang baru lahir.

Manfaat tidur yang cukup untuk bayi

Salah satu hal yang penting untuk diperhatikan adalah memastikan bahwa bayi Anda memiliki tidur yang cukup dan berkualitas.  Mengapa?  Karena waktu istirahat yang cukup pada bayi memiliki banyak manfaat untuk perkembangan bayi.

Berikut ini adalah beberapa manfaat tidur yang cukup bagi bayi:

  • Dengan tidur yang cukup, tumbuh kembang bayi bisa berlangsung secara optimal termasuk dalam hal ini adalah perkembangan otak bayi.  Karena pada saat tidur, otak bayi tetap bekerja aktif dan perkembangannya tetap berlangsung.
  • Waktu tidur yang cukup pada bayi juga akan berpengaruh positif terhadap pertumbuhan sistem syaraf pusatnya, selain itu bayi akan merasa lebih rileks dan membawanya pada mood yang positif.
  • Tidur yang cukup pada bayi juga sangat bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh bayi sehingga lebih kuat dan tidak mudah sakit.

Penyebab bayi sering terbangun di malam hari

Pada minggu-minggu pertama kelahirannya, bayi memang memiliki ritme tidur yang membuatnya sering terjaga di malam hari sehingga Andapun harus selalu menjaga dan memenuhi kebutuhannya dengan penuh kasih sayang.

Biasanya seiring dengan bertambahnya usia, bayi akan memiliki ritme tidur yang lebih teratur, dimana akan sedikit tidur di siang hari dan waktu tidur lebih lama di malam hari.

Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab mengapa bayi sering terbangun di malam hari, yaitu:

Bayi merasa lapar dan haus

Biasanya bayi sering terbangun di malam hari karena merasa lapar atau haus, sehingga ibu harus segera memberikannya ASI agar bayi bisa kembali tidur nyenyak.

Bayi tidur lebih awal

Ketika bayi tertidur lebih awal dari biasanya, maka kemungkinan besar mereka akan terbangun di malam hari sehingga orangtuanya pun harus menemani.

Bayi merasa risih karena mengompol atau pup

Pada bayi yang menggunakan popok kain, aktivitas buang air kecil atau pup bisa membuat mereka merasa risih dan akhirnya terbangun dari tidur.

Bayi dalam kondisi sakit

Ketika bayi sedang sakit, mereka akan cenderung rewel dan sering terbangun di malam hari karena merasa tidak nyaman dengan kondisi tubuhnya.

Bayi bersemangat dengan kemampuan barunya

Pada bayi yang sedang bersemangat dengan kemampuan barunya seperti merangkak atau duduk, maka hal itu bisa terbawa ke tempat tidur sehingga mereka cenderung ingin melakukannya meskipun di waktu tidur.

Bayi sedang tumbuh gigi

Rasa tidak nyaman karena tumbuh gigi pada bayi bisa membuat mereka sering terbangun di malam hari.

Rasa cemas berpisah dari ibu

Bayi cenderung merasa cemas dan tidak aman ketika berpisah dari ibu, demikian juga ketika tidur sehingga mereka khawatir akan ditinggal oleh ibu.

Tips agar bayi mendapatkan tidur yang berkualitas

Tidur yang berkualitas pada bayi sangat penting agar bayi bisa tumbuh dan berkembang dengan baik dan optimal.

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dilakukan ketika menghadapi bayi yang sering terbangun di malam hari:

Cobalah untuk menstimulasi dengan aktifitas di siang hari
Memperbanyak porsi aktifitas dengan mengajak si kecil bermain, bernyanyi dan berbincang di siang hari bisa memungkinkan si kecil untuk tidur lebih lama di malam hari.  Pastikan bahwa aktifitas bersama si kecil tetap proporsional agar tidak mengganggu ritme tidur siangnya.

Biasakan si kecil untuk tidur dengan jadwal yang teratur
Anda bisa membiasakan jadwal tidur yang konsisten untuk si kecil agar mereka merasa terbiasa dengan jadwal tersebut sehingga mendapatkan tidur yang berkualitas.

Pastikan si kecil merasa kenyang
Ketika si kecil terbangun di malam hari karena merasa lapar, maka pastikan bahwa Anda memberinya ASI.  Namun perlu diperhatikan untuk tetap mengkondisikan ruangan dalam pencahayaan yang temaram agar bayi mengerti bahwa sekarang adalah waktu tidur dan bukan waktunya bermain.

Menyesuaikan ritme tidur bayi
Pada awal-awal kelahirannya tentu sebagai orangtua Anda akan merasa kerepotan dengan ritme tidur si kecil yang banyak terbangun di malam hari.  Namun demikian, cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan menyesuaikan diri dengan ritme tidur bayi sehingga mereka bisa mendapatkan tidur yang berkualitas.

Memberikan suasana yang nyaman dan penuh kasih sayang kepada si kecil akan membantu mereka merasa nyaman dan tidur nyenyak di malam hari.  Pastikan bayi Anda mendapatkan tidur yang berkualitas untuk mendukung tumbuh kembangnya secara optimal.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

10 Cara Membuat Anak Tidur Di Kamar Sendiri

tiduranakkunci

Mengubah kebiasaan tidur untuk anak-anak adalah tugas yang sulit bagi semua orang tua. Hal ini seperti peribahasa ‘menggarami luka’ bagi anak, karena akan sangat menyakitkan, bisa jadi melibatkan air mata, dan Anda mungkin harus memutuskan sendiri apakah Anda lebih suka melakukannya dengan cepat atau dengan transisi yang perlahan.

Banyak orangtua memilih untuk memiliki anak tidur di tempat tidur mereka. Pilihan ini dapat sangat membatasi bagi orang tua, karena anak menjadi tergantung pada kehadiran orang tua agar dapat tidur di malam hari. Dengan kata lain, beberapa orang tua lebih memilih tidur bersama anak seterusnya dan bersedia mengorbankan kemerdekaan mereka untuk mewujudkannya.

Banyak ahli menyarankan bahwa kunci untuk membangun rutinitas tidur adalah dengan memberitahukan anak mengenai harapan Anda dan menjaga konsistensi. Memang benar bahwa perubahan kecil dalam rutinitas (seperti anak yang sakit atau bermimpi buruk) dapat menyebabkan rutinaitas ini kembal ke awal, tapi itulah tantangan pengasuhan

tiduranakkunci

Jika anak Anda tidak pernah tidur sendiri, tugas ini akan menjadi lebih sulit lagi. Bahkan, hal itu akan menjadi lebih buruk sebelum menjadi lebih baik. Anda akan kehilangan waktu tidur, ada yang mungkina akan menangis, dan Anda mungkin menemukan diri Anda ragu-ragu atas keputusan Anda saat Anda mendengarkan tangisan anak di malam yang larut. Jadi, sebelum itu terjadi, pastikan bahwa Anda merasa cukup kuat tentang untuk melalui semua ujian dalam mengubah rutinitas ini.

Inilah sebabnya mengapa penting untuk berbicara tentang rencana Anda. Pastikan Anda memiliki pasangan yang memiliki komitmen yang sama, baik saat mengambil keputusan ataupun dalam proses menjalaninya. Bicaralah pula dengan tentang apa harapan Anda. Tapi pada rencana Anda di malam hari, dan gunakan hari berikutnya untuk mengevaluasi strategi Anda. Jika kemudian Anda masih menemukan anak kembali tidur di tempat tidur Anda, cobalah proses dua langkah: satu atau dua minggu di lantai di kamar Anda, diikuti dengan transisi ke kamar mereka sendiri.

Berikut 10 tips untuk  membuat anak tidur di kamar sendiri:

1. Berkomunikasi. Pastikan anak Anda mengerti harapan baru Anda dengan baik sebelum tidur. Jangan gunakan tengah malam sebagai waktu untuk negosiasi. Lakukan hal ini di siang atau hari, maupun sebelum tidur.

2. Akui ketakutan dan kecemasan anak Anda. Jangan mengecilkan betapa sulitnya ini bagi mereka. Anda dapat menunjukkan empati untuk tetap menjaga batas-batas Anda. Pikirkan hal-hal yang dapat menawarkan kenyamanan selama transisi, seperti lampu tidur yang lucu atau membacakan buku tambahan.

3. Pastikan untuk memberikan kenyamanan ekstra, kasih sayang, dan perhatian pada siang hari. Jika Anda hanya memeluk pada waktu tidur, mereka akan cenderung ingin selalu tidur bersama Anda. Tawarkan pelukan ketika menonton atau bermain bersama dan kurangi itu di malam hari untuk mengisi kebutuhan mereka akan kasih sayang.

4. Gunakan sistem reward dan tawarkan hadiah. Mungkin anak Anda bisa mendapatkan tamasya khusus atau satu set mainan baru setelah seminggu tidur di kamar sendiri. Anda dapat meningkatkan kesulitan hingga sebulan

5. Transisi Menggunakan Tenda. Mulailah dengan kompromi bahwa anak bisa tinggal di kamar tapi tidak bisa tidur di tempat tidur orang tua. Dirikanlah tenda anak di kaki tempat tidur dan biarkan dia keluar kemah setiap malam. Setelah dia mulai terbiasa dengan hal itu, pindahkan tenda keluar dari kamar orang tua menuju kamarnya. Jika ia pindah ke tempat tidur orang tua, pindahkan ke tenda kembali sampai ia menyadari bahwa itu lebih nyaman tidur di kamar sendiri.

6. Usir Monster. Beberapa anak-anak tidak ingin tidur di kamar mereka karena mereka takut. Jadi, cari tahu apa yang membuat mereka takut! Kadang-kadang, ketakutan itu sederhana. Bisa jadi yang membuat mereka takur adalah memindahkan beberapa perabot yang memantulkan bayangan seperti monter

7. Tenang dan pindahkan. Hal ini memang sulit, tapi sangat bekerja. Setiap kali anak-anak keluar dari tempat tidur, bawa mereka kembali dan dengan tenang menempatkan mereka di tempat tidur mereka. Kata kunci di sini adalah tenang. Jangan berteriak. Jangan mengomel. Bahkan, tidak mengatakan mengatakan sepatah kata pun.

8. Tinggallah di dalam kamar sampai mereka tertidur. Trik ini memang mengambil banyak waktu, namun beberapa ibu menunggui anak mereka sampai tertidur. Caranya? Setiap malam, bergeraklah lebih jauh Jadi malam pertama, tinggallah di dalam ruangan di sisi mereka. Malam kedua, pindahlah ke tengah ruangan. Malam ketiga, di ambang pintu. Malam keempat, di luar ruangan dengan pintu terbuka. Dan seterusnya. Dengan proses ini, Anda dapat mengendalikan diri untuk tidak berteriak atau terlibat dengan anak Anda.

9. Menutup Pintu. Namun tentu saja, jangan mengunc Jauhkan godaan untuk membuka pintu ke kamar anak atau membiarkannya karena untuk membuatnya merasa lebih baik.

10. Tentukan waktu yang tepat untuk memulai. Apakah ada transisi lain yang terjadi? Mungkin layak untuk menunda program tidur beda kamr ini satu atau dua minggu ke depan jika terdapat hal-hal yang besar terjadi dalam hidup anak Anda.

Apa pun yang Anda putuskan, gunakan strategi yang tepat untuk keluarga Anda, dan kemudian taati hal itu. Satu hal yang disepakati para ahli adalah jangan biarkan anak tidur di tempat tidur Anda di atas pukul 10 malam. Tapi ijinkan mereka melakukannya pada pukul 5:00 dini hari untuk mengembangkan kebiasaan bangun hanya untuk bergabung dengan Anda ketika dia tahu waktu yang tepat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top