Kesehatan Ibu & Anak

Ayah Tidak Disarankan Tidur Seranjang dengan Bayi, Tetapi Ibu Boleh, Ini Manfaat Ibu Tidur Seranjang dengan Bayi

ibutidurseranjangdenganbyi

Bagi orang tua, menempatkan bayi pada ranjang tersendiri atau tidur seranjang dengan orang tua adalah suatu pilihan. Tidur pisah ranjang maksudnya bayi tidur di ranjang bayi namun tetap di kamar yang sama dengan orang tua.

Ibu memiliki insting untuk tidak menindih bayinya, Ini berbeda dengan ayah, sehingga mereka tidak disarankan tidur bersama dengan bayi

Meskipun beberapa orang tua was-was tidur seranjang dengan orang dewasa termasuk orang tua akan meningkatkan resiko kematiaan bayi mendadak. Penelitian membuktikan adanya peningkatan resiko bayi terkena SIDS (Suddent Infant Death Syndrome) atau kematian mendadak pada bayi yang tidur bersama dengan orang tuanya.

Tidur seranjang dengan bayi sebenarnya menyimpan berbagai manfaat, salah satunya lebih membangun attachment parenting (AP) antara orangtua dengan anaknya.

Soal keamanaan tidur seranjang, sebenarnya ibu memiliki insting untuk tidak menindih bayinya. Ini berbeda dengan suami atau anak-anak (kakak, misal), sehingga mereka tidak disarankan tidur bersama dengan bayi.

Ini manfaat Ibu tidur seranjang dengan bayi

Dibandingkan sekamar, tidur seranjang lebih banyak memberikan manfaat karena orangtua dapat lebih dekat dengan anaknya. Tak ada kerugian atau sisi negatif tidur seranjang dengan bayi. Berikut beberapa manfaat tidur seranjang dengan bayi:

1. Ibu tidur seranjang dengan bayi itu mempererat hubungan ibu dan bayi

Hubungan yang istimewa antara ibu dan anak dapat terjalin karena ada kedekatan. Jarak yang sangat dekat saat ibu dan bayi tidur berdampingan, menciptakan keselarasan.

Karena, posisi ibu dan bayi saling bertemu muka, posisi hidung keduanya pun saling berhadapan. Pada saat ibu mengembuskan nafas lembutnya, maka akan dirasakan oleh bayi. Embusan nafas ibu ini mampu merangsang bayi menjadi lebih teratur dan baik.

Posisi tidur bayi yang dekat dengan ibu juga membuat sang buah hati dapat membaui aroma tubuh ibu dan memeroleh sentuhan hangat dengan lebih intens. Selain membuat lebih tenang, hal itu juga menurunkan stres pada bayi.

2. Umumnya ibu sangat paham akan bayinya sehingga kualitas dan kuantitas tidur ibu menjadi lebih baik

Dengan tidur seranjang, ibu dapat segera menenangkan atau menyusui saat bayinya terbangun di tengah malam. Umumnya ibu dapat segera tertidur kembali dan keduanya bisa menyelaraskan siklus tidurnya satu dengan lainnya. Kondisi ini tentunya menguntungkan karena dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur ibu.

Umumnya ibu sangat paham akan bayinya, sehingga posisi tidurnya tidak akan menganggu atau membahayakan bayinya. Hormon-hormon yang muncul saat bayi menyusu juga menimbulkan efek rileks, yang dibutuhkan ibu agar dapat tidur kembali.

3. Ibu tidur seranjang dengan bayi itu membuat bayi tidur lebih tenang dan lelap

Tidur berdampingan dengan sang bunda membuat bayi lebih tenang dan lelap. Kualitas tidurnya yang lebih baik ini akan berdampak pada tumbuh kembang bayi kelak.

Berdasarkan penelitian, selama tidur semua sel tubuh manusia, termasuk sel otot, hati, ginjal, tulang sumsum, dan sel otak mengalami pemulihan. Hormon-hormon pun lebih aktif diproduksi. Semua itu penting untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi kerja otak.

4. Ibu tidur seranjang dengan bayi itu membantu perkembangan bayi

.
Tidur seranjang memungkinkan bayi tidur dengan tenang dan lebih pulas. Ketika tidur, bayi mengalami pertumbuhan yang pesat.

Bayi juga dapat menyusu lebih lama. Pengisapan tambahan ini memberikan lebih banyak hindmilk (ASI belakang yang biasanya mengalir setelah 15 menit menyusui). Hindmilk mengandung tinggi lemak dan merangsang produksi ASI.
AddThis Sharing Buttons

5. Ibu tidur seranjang dengan bayi itu membuat Ibu lebih mudah menyusui

Posisi berdekatan akan membantu bayi menyusu dengan lebih mudah pada sang bunda. Bayi yang menyusu pada malam hari juga membantu ibu terhindari dari payudara yang bengkak dan berdenyut-denyut.

Berbagai gejala ini dapat menimbulkan mastitis (infeksi saluran ASI). Tidur bersama bayi juga menguntungkan bagi orangtua bekerja karena dapat membantu ibu menjalin kelekatan kembali setelah siang tidak bertemu dengan bayinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Kalau Bunda Ingin Suasana Hatinya Lebih Berwarna, Ini Caranya

Urusan suasana hati kadang jadi sesuatu yang membuat Bunda bingung sendiri. Jika berubah ke arah yang lebih baik sih, tentu tak akan jadi masalah. Tapi yang kadang membuat kita resah, justru mood yang tadinya baik tiba-tiba rusak tak tahu karena apa.

Masalahnya, efek perubahan mood ini bukan hanya berpengaruh terhadap Bunda secara pribadi, namun juga ke anggota keluarga yang lain. Si kecil yang hanya manja dan ingin diperhatikan Bunda, bisa menjadi sasaran omelan jika mood Bunda tak baik.

Nah tak perlu buru-buru menyalahkan orang lain untuk urusan ini, sebab ada beberapa langkah yang bisa Bunda lakukan untuk dapat mengembalikan mood yang tadinya buruk berubah menjadi baik lagi.

Mendengarkan Lagu Kesukaan Secara Berulang-ulang

1b

Musik memang punya nyawa tersendiri untuk segala situasi. Jadi jangan heran jika disetiap kesempatan baik sedang bahagia atau bersedih, ada lagu yang tetap dilantunkan. Bahkan Berdasarkan riset yang dilakukan Ferguson, yang juga telah dipublikasikan di The Journal of Positive Psychology, seseorang yang sedang bad mood bisa lebih sukses meningkatkan mood mereka dengan cara mendengarkan musik.

Caranya pun terbilang cukup sederhana, sebab ketenangan ini bisa kita dapatkan dari hal kecil yang setiap hari kta pegang. Baik dari telepon genggam, atau dari komputer di ruang kerja. Pilihlah musik atau lagu yang benar-benar Bunda suka, ritme dan lirik yang masuk ke telinga akan mendorong energi baru untuk meningkatkan mood kembali baik.

Nikmati Camilan Favoritmu, Meski Harus Sejenak Melupakan Dietmu

2

Lupakan dulu urusan dietmu, jika memang benar-benar ingin mengembalikan mood menjadi baik lagi. Sah-sah saja jika Bunda ingin coba menikmati beberapa cemilan kesukaan. Sebab dari beberapa penelitian yang ada, Kalau mood sudah tak menentu, mengonsumsi makanan yang tepat bisa jadi salah satu hal yang bisa membangkitkan semangat.

Bunda juga bebas memiik cemilannya apa, mulai dari makanan atau perman hingga beberapa jenis coklat pilihan. Selain membuat perut juga kenyang, manfaat lain dari makanan yang Bunda konsumsi saat sedang bad mood dipercaya memberi ketenangan dan kenyamanan jiwa. Jadi tak heran, setiap kali seorang perempuan sedang berada pada situasi mood yang buruk. Ia akan kembali baik sesaat setelah ia mengkonsumsi beberapa cemilan atau makanan ringan.

Atur kembali Perabot Agar Ada Suasana Baru

3

Situasi sekitar sangat berpengaruh pada mood seseorang. Karena itu jika berhari-hari dilanda mood jelek, cobalah untuk melakukan perubahan pada kondisi sekitarmu. Salah satunya adalah dengan mengatur ulang tata letak perabotanmu.

Di rumah misalnya, Bunda bisa mengganti posisi tempat tidur atau sofa. Bisa juga dengan mengubah-ubah hiasan yang ada di rumah. Sementara di kantor, Bunda bisa mulai membereskan meja kerjamu. Mengatur ulang yang apa yang seharusnya ada di meja dan apa yang tidak. Dengan melakukan ini, Bunda akan merasa berada disituasi yang baru, dan mood Bunda akan membaik.

Ubah Penampilan Untuk Bisa Dapat Mood Yang Baru

4

Kapan terakhir Bunda mengubah penampilan? Bisa jadi model potongan rambut sudah lama sekali tak berganti. Atau kapan terakhir Bunda memilih model baju yang berbeda? Hal-hal statis macam ini yang kadang membuat perasaanmu jadi bosan. Ujungnya moodmu jadi jelek. Sudah punya si kecil bukan berarti Bunda lantas cuek dengan penampilan bukan?

Cobalah penampilan-penampilan baru yang di luar kebiasaanmu. Meski di awal mungkin terasa ada yang janggal namun tak lama kemudian Bunda akan mendapati dirimu yang baru dengan suasana hati yang lebih baik.

Ubah Juga Kendaraan Yang Bunda Gunakan Sehari-Hari

suzui 1

Ketika berbicara soal mengganti penampilan tentunya akan sangat berpengaruh dengan kendaraan yang Bunda gunakan. Sebab kendaraan menjadi hal yang setiap hari Bunda gunakan bukan? Bayangkan Bunda setiap hari menggunakan motor dengan taampilan yang membosankan. Tentunya mood Bunda juga tidak akan beranjak baik.

Nah, Bunda bisa melirik motor Address Playful dari Suzuki untuk ini. Sebagai skuter yang didedikasikan untuk pasar anak muda dengan beragam karakter dan aktivitas, SIS merancang Suzuki Address Playful dengan panel bodi yang menarik yang bisa menceriakan harimu.

Aksesori panel bodi yang penuh warna pada skutik ini meliputi bagian frame cover, handle cover, leg shield dan stripping set. Serunya aksesoris panel bodi ini juga bisa dibeli di jaringan dealer resmi Suzuki berikut jaringan bengkel resminya di Indonesia.

Tak tanggung-tanggung varian ini punya 10 pilihan warna yang diterapkan pada aksesoris panel bodi menarik dan penuh gaya yang dapat disesuaikan dengan karakter Bunda. Terdapat warna Stronger Red, Aura Yellow, Fresh Green, Macho Bright Blue, Majestic Gold, Dark Grey, Brilliant White, Hyper Pink, Luminous Orange dan Ice Silver

Suzuki Address Playful ini dibekali mesin SOHC 4 langkah kapasitas 113 cc yang menghasilkan performa yang baik. Teknologi full injectionnya mampu menekan konsumsi bahan bakar dengan perbandingan kompresi yang mencapai 9.4:1. Dengan kombinasi penampilan menarik dan teknologi canggih ini, Bunda pasti akan mendapatkan suasana hati yang lebih baik lagi.

Yuk kembalikan mood positifmu sekarang!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Dear Calon Ibu; Begini Ciri Tempat Tidur yang Aman dan Nyaman untuk Bayi!

pexels-photo-266061

Setiap orangtua tentu ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya. Termasuk dalam hal memilihkan tempat tidur untuk bayi. Apa lagi sebagian besar bayi memang akan menghabiskan waktunya di atas tempat tidur.

Dengan demikian, maka Bunda pun harus memilih tempat tidur yang aman dan nyaman untuk bayi. Mengingat bayi yang baru lahir bisa tidur selama 16-20 jam dalam sehari. Lantas bagaimana kriteria tempat tidur yang aman dan nyaman untuk bayi? Simak ulasan di bawah ini Bun!

Pilih Tempat Tidur Dengan Jarak Antar Bilah Kurang Dari 6 Cm Agar Kepala Bayi Tak Terselip Di Antara Bilah

Saat memilih tempat tidur untuk bayi Bunda juga harus memperhatikan keamanan bayi. Salah satunya dengan memperhatikan jarak antar bilah. Tentu akan sangat berbahaya bila kepala bayi terselip di antara bilah tempat tidurnya. Oleh karena itu, sebaiknya Bunda mengantisapasi hal itu dengan memilih tempat tidur yang jarak antar bilahnya kurang dari 6 cm.

Sebaiknya Hindari Tempat Tidur yang Bilahnya Bisa Dinaikan atau Diturunkan

Tempat tidur seperti ini sebaiknya Bunda hindari, karena terkadang bisa saja terjadi kesalahan ketika merakitnya dengan desain bilah yang semacam itu. Apabila salah dalam merakit, maka bayi bisa terjepit atau terjatuh pada saat sedang berpegangan pada bilah yang kurang kokoh.

Perhatikan Baut, Sekrup, Paku, dan Bahan-bahan Material Lainnya

Pastikan material tersebut terpasang dengan kencang supaya tempat tidur bayi bisa berdiri dengan kuat dan kokoh. Akan lebih baik jika Bunda rutin mengeceknya demi memastikan keamanan bayi. Sebab bukan tak mungkin jika pemasangan baut, sekrup, dan paku pada tempat bayi yang tidak sempurna bisa berakibat fatal pada buah hati.

Sangat Dianjurkan untuk Membeli Tempat Tidur yang Baru demi Kenyamanan dan Keamanannya

Perlu Bunda ketahui bahwa tempat tidur yang telah lama dibuat terkadang menggunakan cat yang mengandung bahan beracun, seperti halnya timah. Nah, untuk menghindari resiko tersebut, sebaiknya Bunda membeli tempat tidur yang baru. Apa lagi bayi dikenal suka menggerogoti benda-benda yang ada di dekatnya. Jangan sampai keputusan Bunda untuk tidak membeli tempat tidur baru, justru jadi berdampak fatal bagi buah hati!

Perhatikan Juga Matras Yang Akan Digunakan Bayi

Untuk tempat tidur bayi sebaiknya menggunakan matras yang didesain khusus. Beberapa produsen ada yang menjual tempat tidur tanpa diberi matras.Ketika Bunda memilih matras, maka pilihlah matras yang didesain khusus untuk bayi. Matras yang didesain untuk bayi pada umumnya sangat kuat, kokoh, serta keras untuk mencegah terjadinya SIDS (sudden infant death sydrome) atau sindrom kematian bayi mendadak, dan mampu menopang tulang punggung bayi. Tetapi hindari pula menggunakan matras yang terlalu empuk.

Sesuaikan Luas Matras dengan Ukuran Bayi

Sebaiknya Bunda juga memberikan matras yang sesuai dengan ukuran bayi, Dengan begitu si kecil akan merasa nyaman. Usahakan jangan sampai ada celah sedikit pun antara matras dengan bilah. Pastikan telah melepas plastik sebelum memasang matras ya Bun!

Barang-barang yang Lembut pun Sebaiknya Dihindari

Meski terlihat lucu dan menggemaskan, barang-barang yang lembut seperti boneka berbulu halus, selimut, sprai, dan bantal yang lembut sebaiknya dihindari  dengan tujuan untuk mencegah SIDS. Barang dengan tekstur lembut bisa menjadikan bayi sulit bernafas karena memiliki resiko menutupi wajah si kecil.

Setelah Itu, Sebaiknya Bunda Menidurkan Bayi Dalam Posisi Terlentang Untuk Mencegah Terjadinya SIDS

Mama, sebaiknya bayi tidur dalam posisi terlentang, hal itu untuk menghindari kesulitan bernafas yang bisa mengakibatkan SIDS. Untuk mencegah terjadinya SIDS pada bayi sebaiknya tempat tidur bayi diletakan di kamar Bunda. Sehingga sewaktu-waktu bayi menangis atau memerlukan pertolongan, Bunda bisa dengan cepat menanganinya.

Sebaiknya hindarilah meletakan tempat tidur bayi di dekat jendela, hal ini untuk menghindari segala sesuatu yang tidak diinginkan, tertimpa besi yang menopang tirai misalnya. Selain itu penempatan tempat tidur di dekat jendela juga bisa membuat leher bayi terlilit tirai.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Terkesan Biasa Sih, Namun Membiarkan Buah Hati Anda Tidur Di Dada Bisa Mengakibatkan Sindrom Kematian Bayi Mendadak!

anaktidur

“Dada ayah dan ibu adalah tempat terbaik untuk si kecil bisa terlelap”

Dalam hal pendampingan tidur untuk mengasuh si kecil, kalimat ini tentu sangat sering kita dengarkan. Digambarkan sebagai alternatif untuk bisa membantu pada orang tua dalam hal menidurkan bayi, terlebih ketika si kecil sedang rewel. Sayangnya kebiasaan membiarkan buah hati tidur di dada orang tua ternyata memiliki bahaya tersendiri.

Mungkin satu atau dua orangtua yang pernah melakukannya akan menggeleng tanda tak setuju, karena mereka pernah melakukannya dan si kecil ternyata tidak mendapat masalah. Namun sebagai orangtua kita tentu tetap harus waspada, karena kebiasaan ini justru berbahaya.

Menyajikan Pemandangan Yang Manis, Hal Ini Justru Sering Berakhir Dengan Tragis

Selain membuatnya terlelap lebih cepat kebiasaan ini jadi sesuatu yang tentu terlihat manis. Namun Lullaby Trust, sebuah organisasi yang memberi saran keamanan tidur pada bayi. Mengatakan bahwa keputusan orangtua yang membiarkan bayi terlelap di dadanya adalah sesuatu yang berbahaya. Karena ketika si kecil sedang lelap di dada  kita, resiko SIDS pada bayi meningkat sebanyak 50%.

Hal ini dibuktikan oleh sebuah kasus yang telah terjadi pada seorang dokter bernama Sam Hanke. Beliau bercerita bahwa pada tahun 2010 ia telah mengalami pengalaman pahit karena telah kehilangan bayinya yang bernama Charlie. Ia menuturkan kejadian itu bermula saat dirinya sedang tiduran di sofa sambil membawa bayinya di dalam dekapan dadanya. Dokter Hanke membiarkan Charlie tertidur dengan posisi tengkurap di dadanya. Karena ikut merasa nyaman dirinya ikut tertidur, tapi ketika terbangun bayinya sudah tak lagi membuka matanya. Setelah dicari tahu penyebabnya ternyata Charlie mengalami Sudden Infant Death Syndrome atau yang sering dikenal sebagai sidrom kematian mendadak.

Lalu Apa Sebenarnya Sudden Infant Death Syndrome Itu?

SIDS - Sudden infant death syndrome

Sindrom ini adalah sebuah keadaan yang menjelaskan kematian pada bayi secara mendadak, meski kelihatannya sedang baik-baik saja. Selain itu hal ini juga disebut sebagai salah satu penyebab kematian yang paling sering ditemukan, pada bayi yang berusia antara 2 minggu – 1 tahun. Sedikitnya 3 dari 2000 bayi mengalami SIDS ketika mereka sedang tidur.

Meski penyebab ketidaknormalan itu masih belum ditemukan dengan jelas. Salah satu bukti statistik menunjukkan bahwa tidur tengkurap pada bayi adalah penyebabnya. Meski meletakkan bayi pada dada kita tak selalu dengan posisi tengkurap, namun para peneliti tidak menyarankan hal ini untuk dilakukan. Apalagi untuk si kecil yang masih berusia 2 minggu hingga 1 tahun. Hal ini juga dikuatkan oleh juru bicara dari Lullaby Trust yang mengatakan bahwa, “Tidur di sofa atau kursi dengan bayi adalah salah satu situasi paling beresiko”.

Fakta Ini Tentu Membuat Kita Lebih Hati-Hati, Terlebih Ketika Menemani Si Kecil Tidur

Untuk penanganan yang satu ini kita memang harus ekstra hati-hati, jangan biarkan sembarangan orang tidur dengan si kecil. Sebagai orangtua, kita tentu tak ingin memberikan pengaruh buruk, apalagi hingga membahayakan buah hati. Oleh karena itu, jika anda atau pasangan adalah seorang perokok, maka sebisa mungkin tidak menyentuh anak secara intim dan tidur sekamar dengannya.

Meski tak terlihat kita ada ribuan sumber bakteri dan penyakit yang mungkin bisa tertular pada anak. Mengingat ketahanan tubuhnya yang masih sangat lemah, tidak ada salahnya jika kita membatasi aktivitas untuk tak membiarkannnya tersentuh oleh sembarangan orang. Bahkan oleh orangtuanya sendiri sekalipun, demi menjaga kesehatan dan keselamatannya.

Hal Lain Yang Patut Diperhatikan Adalah Lebih Jeli Dalam Memilih Tempat Tidur Untuk Si Kecil

Ini jadi salah satu kunci penting dalam menjaganya dari hal-hal yang mungkin membahayakan kesehatan si kecil. Red Nose, sebuah lembaga nirlaba di Australia mengungkapkan beberapa tips dan trik aman untuk bayi yang sedang tidur yang mungkin bisa kita jadikan patokan. Menurutnya sebaiknya orangtua memilih kasur atau tempat tidur yang kencang, bersih dan memiliki permukaan yang rasa. Hindari pemakaian selimut yang terlalu tebal dan tak sesuai dengan panjang tubuh si kecil. Selanjutnya hindari pula penggunaan bantal dan mainan yang terlalu banyak di sekitar tempat tidur. Serta jangan sesekali membiarkan anak tertidur dengan posisi tengkurap, atau memakaikan selimut hingga ke permukaan wajahnya.

Berhentilah Berpikir Bahwa Mendekap Si Kecil Di Dada Adalah Sesuatu Yang Baik

Pilihan kita untuk tidur dengan si kecil memang jadi pembahasan yang cukup kontroversial. Dibeberapa budaya, pemandangan bayi yang tertidur di dada orangtua adalah hal biasa, termasuk di negara kita. Namun di beberapa negara barat hal ini justru bukanlah sesuatu yang direkomendasikan. Jika memang meletakkannya di dada membuatnya tenang dan bisa tertidur lebih lelap, segera pindahkan si kecil ke tempat tidurnya. Karena meski dada orangtua adalah tempat terhangat untuknya, ini bukanlah sesuatu yang baik untuk kesehatannya.

Meski menurut anda satu-satunya cara untuk membantu si kecil untuk lebih cepat terlelap dengan menaruhnya di dada. Charlie’s Kids sebuah yayasan yang juga milik Dr. Sam Hanke, menyarankan para orangtua untuk selalu meletakkan bayi tidur di ranjang sendiri, baik saat siang maupun malam hari.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Ketahui Rahasia Penting Tumbuh Kembang Anak Dari Sebuah Sentuhan

Merawat dan membesarkan anak rasanya sudah menjadi prioritas kita sebagai orangtua. Mulai dari makanan yang dikonsumsi, perawatan tubuh yang didapatkannya hingga hal-hal lain yang akan membantu tumbuh kembangnya tak pernah luput dari perhatian orangtua. Dari begitu banyak hal yang bisa kita berikan kepadanya ada satu hal yang sebenarnya terlihat sederhana tapi memiliki manfaat luar biasa bagi si kecil, yaitu stimulasi dari sebuah sentuhan.

Bukan hanya ampuh untuk mendekatkan orang tua dengan anak. Hal ini juga jadi isyarat cinta dan kasih sayang orangtua untuknya. Setiap satu sentuhan yang kita berikan akan memberikan ketenangan dan kesenangan baginya. Hal ini juga sudah dibuktikan oleh sebuah riset yang mengatakan bahwa, “Interaksi orangtua dengan anak tidak hanya penting untuk menjalin kedekatan tapi penting juga untuk perkembangan fisik dan sosialnya”. Hal ini tentu membuat kita semakin penasaran, apa saja hal baik apa yang sebenarnya bisa didapat dari sebuah sentuhan. Untuk menjawab rasa penasaran Bunda, ulasan di bawah ini akan menjadi jawababnya.

Sebuah Sentuhan Dari Orangtua Mampu Menstimulasi Perkembangan Si Kecil

Ketika kita sudah membiasakan diri untuk memberikan si kecil sebuah sentuhan dengan rasa cinta, itu berarti kita telah membantunya untuk tumbuh dan berkembang. Setiap sentuhan yang kita berikan akan merangsang terbentuknya hormon pertumbuhan dan beberapa enzim tertentu yang berperan penting dalam masa tumbuh kembang anak. Dimana enzim tersebut akan memberikan rasa sensitif terhadap hormon pertumbuhan, serta mengoptimalkan setiap pertumbuhan dan perkembangan si kecil nantinya.

Bukti nyata yang bisa kita lihat dari hebatnya sebuah sentuhan orangtua adalah kondisi bayi yang terlahir prematur. Untuk bisa tumbuh dan berkembang lebih pesat ia butuh banyak sentuhan terutama dari orangtuanya. Hal ini dipercaya akan meningkatkan berat badannya hingga 47% lebih cepat dibanding anak yang jarang mendapatkan sentuhan. Sentuhan dari orang tua  juga mampu memperkuat ikatan batin dengan anak.

Bahkan Mampu Menghantarkan Energi Positif Bagi Sikap Dan Perilaku Selama Tumbuh Kembangnya

Hasil dari beberapa studi mengungkapkan bahwa seorang anak yang dirawat dengan banyak sentuhan akan lebih mudah untuk diarahkan terutama dalam hal perilakunya. Tak hanya perilakunya, hal ini juga akan merambat kepada beberapa kebiasaan hidup anak. Mulai dari waktu sebelum tidur yang lebih mudah, karena kita tidak akan menjumpai kerewelan-kerewelan kecil darinya. Membuatnya mengerti akan sesuatu yang ingin kita sampaikan, contoh kecilnya ketika ia menangis lalu kita mengusap-usap tubuhnya, anak akan mengartikan itu sebagai perintah bahwa dirinya tidak boleh menangis lagi. Disamping karena rasa nyaman yang dimiliki, ia akan lebih merasa tenang dan bahagia. Ini adalah bukti nyata dari sebuah manfaat baik dari sebuah sentuhan. Kelak ia akan tumbuh sebagai anak yang mudah mengendalikan diri serta jadi pribadi yang hangat dan ramah pada sekelilingnya.

Sebuah Sentuhan Akan Membantu Anak Untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri Yang Dimilikinya Sejak Dini

Percaya diri adalah sesuatu yang sangat penting bagi semua orang tak terkecuali si kecil. Kabar baiknya sentuhan dari orangtua ternyata bisa membantu anak untuk menemukan rasa percaya diri yang dimilikinya. Vera Itabiliana Hadiwidjojo dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (LPTUI) juga membenarkan hal ini. Katanya, “ Sentuhan ibu kepada si kecil mampu memberikan kenyamanan sekaligus membangun emosi antara orang tua dengan anak”. Jika selama ini masih ada beberapa ungkapan yang mengatakan, jika sentuhan hanya akan membuat anak manja. Kenyataan yang sebenarnya ternyata berbanding terbalik, justru ini jadi sesuatu yang akan membantu dirinya. Perlakuan yang diterimanya membuatnya merasa berharga, untuk itu ia akan tumbuh sebagai anak dengan rasa percaya diri yang kuat. Setiap sentuhan yang kita berikan pada si kecil itu artinya satu energi positif telah didapatkannya dari kita.

Pun Sentuhan Adalah Alat Penghantar Yang Akan Merangsang Perkembangan Otaknya

Menurut Dr. Nadja Reissland dari Jurusan Psikologi di Durham University, Inggris, ada lima langkah sentuhan yang akan membantu merangsang tumbuh kembang otak pada si kecil. Mulai dari menyentuh, menggendong, memeluk, mencium hingga memijatnya. Meski disampaikan dengan cara-cara yang berbeda tapi inilah cara menyentuh anak yang dianjurkan. Selain itu rasa nyaman yang telah diterima oleh si kecil akan membuatnya merasa lebih baik, perkembangan otaknya dapat lebih optimal karena minimnya produksi hormon kortisol. Suatu  hormon yang hanya akan diproduksi otak ketika seseorang merasa stres. Semakin tinggi produksi hormon kortisol  pada si kecil tentu akan berpengaruh buruk baginya. Bahkan bisa meningkatkan risiko terganggunya jaringan otak pada hippocampus atau bagian otak yang menyimpan ingatan. Itu berarti dirinya akan mengalami hambatan dalam menjalani proses belajar. Untuk itu banyak memberinya sentuhan akan membantu tumbuh kembang otaknya.

Menumbuhkan Ikatan Batin Yang Kuat Antara Orangtua Dengan Dirinya Adalah Kebaikan Yang Diperoleh Dari Sebuah Sentuhan

Memberikan sentuhan tak hanya memberi pengaruh baik pada anak, tapi juga untuk orangtuanya. Ikatan atau bonding yang terjalin selama bersentuhan akan menguatkan ikatan batin. Sebagai orangtua kita akan lebih mudah memahami satiap gerak dan bahasa tubuhnya. Mengerti ketika tidak menyukai sesuatu dan paham jika dirinya memang sedang ingin dekat dengan kita. Dari hal ini akan lahir komunikasi antara orangtua dan si kecil. Dengan kata lain kita akan jauh lebih sensitif untuk hal-hal yang dirasakan anak. Begitupula dengannya yang akan lebih responsif lagi untuk semua hal yang kita sampaikan. Saat komunikasi dan jalinan batin ini berjalan dengan baik, maka secara keseluruhan tumbuh kembangnya akan jauh lebih optimal.

Bukan hanya sentuhan dari orangtuanya, sesekali mintalah anggota keluarga yang lain untuk bersentuhan langsung dengan si kecil demi menumbuhkan ikatan batin yang jauh lebih kuat lagi. Sebuah sentuhan sederhana yang terlihat sepele ini nyatanya mampu memberikan manfaat luar biasa untuknya, hal ini akan menjadi benteng yang kokoh bagi dirinya ketika kelak tumbuh dewasa.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top