Parenting

Asah Bakat Luar Biasa Anak, Perhatikan Beberapa Hal ini Terlebih Dahulu

bakatnaka

Saat ini orang tua semakin sadar bahwa kecerdasan anak tidak bisa diukur hanya dari kepintaran dari segi akademis saja, tetapi juga dari segi non akademis. Atau keinginan dari orang tua yang ingin kecerdasan anak seimbang antara akademis dan non akademis membuat beberapa orang tua mencarikan cara untuk mengasah bakat anak dalam non akademis.

Yang menjadi permasalahan adalah terkadang bakat anak dengan orang tua berbeda, dan orang tua tidak ada sedikitpun keahlian untuk mengajarkan anak mengasah bakatnya, hingga memutuskan untuk mendaftarkan ke lembaga bakat. Tetapi bagaimana caranya memilihkan sang anak lembaga bakat yang sesuai dengan sang anak? Apa yang harus diperhatikan agar kita sebagai orang tua tidak sia-sia memasukkan anak ke lembaga?

Biarkan Anak yang Menentukan Apa yang Dia Suka, berikan Kebebasan Penuh Untuknya Memilih.

Sebagai orang tua ada harapan tertentu ingin anak menjadi apa yang di ekspetasikan. Tetapi kita harus sadar bahwa pada akhirnya pengembangan bakat anak bersifat pribadi sehingga tidak bisa memaksakan, tugas orang tua hanya mendampingi sang anak sampai mencapai apa yang dia cita-citakan. Saat orang tua memiliki keinginan untuk anaknya mengasah suatu bakat, misalnya bakat dalam bidang musik orang tua juga harus melihat apakah sang anak memang memiliki antusias terhadap musik.

Sebaiknya diskusikan dengan anak, atau lihat aktivitas kesehariannya apa yang dia suka lakukan ada kemungkinan itulah minat dan bakatnya yang harus dikembangkan. Atau bisa ajak anak ke tempat bermain yang mengutamakan minat dan bakat serta profesi sebagai wahana bermainnya, di situ orang tua bisa menilai atau sang anak bisa merasakan apa yang benar-benar dia inginkan. Sehingga ketika memasukkannya ke dalam lembaga bakat, anak tidak akan merasa bosan dengan rutinitasnya.

Bukan Soal Mahal atau Murah Suatu Lembaga Kursus Bakat, Perhatikan Metode yang Digunakan Jauh Lebih Penting

Ketika orang tua sudah mengetahui apa yang anak suka dan ingin mengembangkan bakatnya, namun tidak bisa mengajarkan kepada sang anak karena bakatnya yang berbeda dengan orang tuanya. Hal yang bisa dilakukan orang tua adalah memilih lembaga kursus untuk mengasah bakatnya lebih berkembang lagi. Biasanya orang tua akan memilihkan lembaga yang terkemuka, atau bahkan diajarkan oleh maestro di bidang yang sesuai dengan bakat anak. Namun yang paling penting adalah metode apa yang mereka gunakan dalam pembelajaran tersebut.

Jangan sampai ketika sang anak belajar atau bahkan memenangkan berbagai lomba, tetapi justru tidak menguasai tehnik dasar yang sebenarnya sangat penting. Ada beberapa lembaga yang hanya berkonsentrasi terhadap pembelajaran cepat dan hafalan untuk memenangkan lomba, tanpa mengajarkan ilmu dasar yang justru bisa membuat anak mengembangkan bakatnya sendiri. Ada baiknya sebelum mendaftarkan anak ke lembaga tersebut, orang tua bertanya detai mengenai metode apa yang dipakai, apa saja yang dipelajari, bagaimana sistem penilaian bagi anaknya, sekalipun di lembaga bakat terkemuka.

Bakat Anak Sifatnya Alamiah, Jangan Paksakan Anak untuk Memenangkan Suatu Perlombaan

Lembaga bakat biasanya mengadakan lomba tingkat cabang sampai internasional. Lomba tersebut berfungsi untuk melatih sang anak selain dalam bakat, juga mentalnya dalam bertanding. Keinginan menang disetiap perlombaan pasti ada bagi kita sebagai orang tua, ataupun bagi pribadi anak sendiri. Tetapi apa jadinya jika ternyata dalam perlombaan anak tidak memenangkan juara. Kita harus ingat niat awal mendaftarkan anak ke lembaga tersebut, untuk mengasah bakat anak, bukan untuk menjadi mesin juara.

Meskipun kemenangan dalam lomba adalah suatu kebanggaan, ada baiknya orang tua lebih fokus ke proges pengembangan bakat anak. Berikan semangat penuh pada anak, meskipun tidak memenangkan perlombaan, tetapi bakatnya semakin berkembang, ditambah mentalnya untuk bersaing semakin terasah. Ajarkan sang anak untuk menerima kekalahan dan terus mengembangkan bakatnya, serta belajar dari kesalahan. Dengan begitu kita sebagai orang tua tidak hanya mengembangkan bakatnya saja, tetapi juga mengajarkan anak untuk melatih kecerdasan emosinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Karena Setiap Anak Terlahir Berbeda, Maka Mendidiknya Pun Perlu Cara Unik

panadol anak

“Semua orang itu pintar. Tapi kalau kamu menilai ikan dari kemampuannya memanjat pohon, maka seumur hidupnya si ikan akan menganggap dirinya bodoh”

Mungkin tak satu dua kali kita membaca atau mendengar kalimat tersebut. Istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan bahwa setiap anak itu unik dan berbeda. Kemampuan, keinginan dan mimpi setiap anak tentulah tak serupa. Memaksanya “sama” dengan orang lain sementara kemampuannya berbeda, ibarat menyuruh seekor ikan yang paling pandai berenang untuk memanjat pohon.

Namun meski sudah sering mendengar istilah serupa itu, tak sedikit dari kita yang melulu membandingkan anak kita dengan anak lainnya. Beberapa bahkan baru bangga sebagai orang tua jika si anak bisa melakukan hal melebihi yang bisa dilakukan oleh anak lainnya. Jika tak sama maka anak belum lah berhasil dan kita sebagai orang tua masih gagal.

Lantas bagaimana agar tak terjebak dengan kondisi pemikiran seperti itu?

Setiap Anak Berkembang Dengan Fasenya Masing-Masing, Karena Itu Bersabarlah

Dari sisi kesehatan dan medis memang ada fase perkembangan anak. Namun yang sering kita lupa bahwa daftar tersebut adalah patokan yang tidak kaku. Karena masing-masing anak tentunya punya fase perkembangannya sendiri.

Jangan lantas panik apalagi memarahi seandainya anak belum lancar membaca sementara kawannya sudah. Jangan pula panik terburu-buru jika jumlah gigi si kecil belum nampak sebanyak temannya. Kuncinya adalah kesabaran. Bisa jadi anak kita unggul di beberapa bidang perkembangan, dan sedikit tertinggal di area perkembangan yang lain. Tidak lekas jalan tapi lekas bicara misalnya. Atau sebaliknya.

Sayangnya orang tua yang tak sabaran sering kali akhirnya hanya melihat area-area yang anaknya tertinggal tanpa perduli area yang anaknya unggul. Padahal memaksakan sesuatu kepada anak, tentunya akan membuatnya tak nyaman. Dan bukan tak mungkin malah akan menghambat perkembangannya yang lain bukan?

Setiap Anak Akan Menghadapi Jenis Dan Tingkat Kesulitannya Masing-Masing, Karena Itu Berhentilah Membandingkan

Sebagai mana kelebihan yang berbeda-beda, masing-masing anak juga akan punya tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Kita tak bisa memaksakannya sama seperti anak lainnya. Coba kembalikan ke diri kita yang sudah dewasa, apakah kita nyaman jika diminta menyamai atlit rekor atlit lari misalnya. Atau bagaimana perasaan kita jika diminta bekerja di belakang meja sementara kita orang yang senang keluar. Tentunya tidak akan nyaman bukan?

Demikian juga dengan anak. Jadi kalau anak tak semudah itu makan sayur atau tak mau minum susu, kita tak boleh lantas mengatakan bahwa kawannya yang lain bisa menghabiskan sayur dan susu dengan segera. Atau kalau si anak masih takut bermain air, tentunya kitalah yang harus pintar mengajaknya bermain tanpa perlu mengatakannya penakut, dan sejenisnya.

Setiap Anak Punya Keinginan Yang Berbeda, Karena Itu Dengarkanlah

Cara termudah untuk membuat anak kecewa dan minder adalah dengan mentertawakan dan menganggap remeh ide dan mimpi-mimpi ajaibnya. Banyak dari kita yang dengan mudahnya mengatakan “itu tidak mungkin” ketika anak sedang bercerita.

Padahal, coba misalnya bayangkan jika dulu kita diceritakan bahwa memesan makanan dan transportasi tinggal tekan handphone yang pintar dengan petanya. Tentunya 10-20 tahun lalu ide dan impian itu terasa sangat aneh dan tidak mungkin.

Itulah yang terjadi pada anak-anak kita. Mereka sedang membangun mimpi-mimpinya yang bisa jadi sangat tak terbayangkan oleh kita. Karena itu cobalah untuk mendengarkannya. Misalnya, apa alasannya tak mau tidur. Perhatikan misalnya kenapa si kecil belum mau melepas jempolnya yang terus dihisap.

Anakmu Juga Unik? Coba Ceritakan Pengalaman Istimewamu Ketika Menganjarkannya Hal Baru, Biar Orang Lain Bisa Mendapat manfaatnya!

panadol anak

Tentu Bunda punya anak yang unik dan berbeda juga bukan? Pastinya punya pengalaman istimewa juga mengahadapi uniknya calon-calon pemimpin masa depan ini. Terkadang, ada saja tingkah Si Kecil yang membuat kita menggelengkan kepala. Maka itu sebagai seorang ibu, kita harus belajar dari satu sama lain untuk menghindari kesalahan dalam mengasuh anak.

Nah, coba ceritakan pengalaman Bunda ini, karena Panadol Anak sedang mengadakan kontes #TipsPanadolAnak. Kontes ini mengajak Bunda untuk mengirimkan tips dalam mengasuh anak yang tentunya harus kreatif, berguna, dan mampu menginspirasi Bunda lainnya!

Caranya?

1. Peserta wajib Peserta wajib follow akun social media dari Panadol Anak Indonesia di halaman Facebook (Panadol Ibu Peduli) ini.

2.Kemudian upload foto atau video beserta captionnya yang berkaitan dengan tips mengasuh anak sesuai tema mingguan yang telah ditetapkan berikut ini di akun facebook bunda masing-masing:

Minggu 1 (18 – 24 Juli): Tips Mengatasi Anak Susah Makan Sayur
Minggu 2 (25 – 31 Juli): Tips Mengatasi Anak Yang Takut Air
Minggu 3 (1 – 7 Agustus): Tips Mengatasi Sakit Kepala Pada Anak
Minggu 4 (8 – 14 Agustus): Tips Mengatasi Demam Pada Anak Setelah Imunisasi
Minggu 5 (15 – 21 Agustus): Tips Mengajari Anak Membaca
Minggu 6 (22 – 28 Agustus): Tips Mengatasi Anak Susah Minum Susu
Minggu 7 (29 Agustus – 4 September): Tips Mengatasi Demam Pada Anak Saat Flu
Minggu 8 (5 – 11 September): Tips Mengatasi Demam Saat Anak Tumbuh Gigi
Minggu 9 (12 – 18 September): Tips Membuat Anak Berhenti Melakukan Kebiasaan Menghisap Jempol
Minggu 10 (19 – 25 September): Tips Mengatasi Anak Yang Susah Tidur Siang

3. Jangan lupa posting photo dan  tips seting privasinya harus public

4. Tag ke social media Panadol Anak Indonesia dengan menggunakan hashtag #TipsPanadolAnak #TipsIbuPeduli #MakeNoMistake #KLNpanadol di caption Anda

5. #TipsPanadolAnak yang dikirim harus orisinal, kreatif dan inspiratif serta belum pernah dipublikasikan sebelumnya

Akan ada 5 pemenang yang mendapatkan hadiah menarik setiap minggunya dan 2 pemenang yang mendapatkan hadiah utama: Giant Keyboard dan Bip Bip Watch. #TipsPanadolAnak yang paling orisinal, kreatif dan menginspirasi berhak menjadi pemenang. Yuk berbagi tips mengasuh anak versi anda.

Untuk keterangan lengkapnya bisa dilihat di sini.

tips panadol anak

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top