Kesehatan Ibu & Anak

Andien Sekeluarga yang Tidur dengan Mulut Diplester, Aman Tidak ya?

andien

Penyanyi Andien Aisyah punya metode unik yang ia terapkan saat tidur nih Bun. Andien sekeluarga sudah beberapa bulan terakhir tidur dengan mulut tertutup plester. Pengalaman pribadinya ini dibagikan di Instagram stories @andienaisyah. Mulanya belum tertarik untuk melakukan hal tersebut, namun setelah dicoba, dia merasakan manfaatnya.

Pelantun lagu Indahnya Dunia itu merasakan kualitas tidur yang jauh lebih baik bahkan lebih nyenyak. Andien menuturkan, saat bangun, ia merasa jauh lebih segar bahkan tak ada aroma mulut yang tak sedap. Tak hanya itu, ibunda Anaku Askara Biru itu bahkan membuktikan manfaat lain tidur dengan mulut diplester saat sedang flu.

“Aku bahkan udah membuktikan pada saat aku mampet hidungnya karena flu dan sinus. Aku sangat cenderung bernapas dengan mulut ketika tidur. Eh, nggak tahunya pas diplester malahan hidungnya sedikit demi sedikit terbuka dan ada celah untuk masuk udara. Badan kita ternyata memang segitu pintarnya ya. Dia akan selalu mencari cara,” jelas Andien.

Metode ini juga diterapkan Andien pada putranya yang akrab disapa Kawa. Menurut dia, kebiasaan ini memang lebih baik dilakukan sejak dini, dengan tidak ada paksaan tentunya.

“Kawa juga masih on and off. Kadang mau kadang enggak, mulai dari orangtuanya dulu, kalau dia terbiasa melihat, dia akan melakukan dengan senang hati,” tuturnya.

Lantas Apa Kata Para Pakar Tentang Metode Ini?

Banyak yang setuju dengan pendapat Andien, namun tak sedikit juga yang menolak pendapat penyanyi 33 tahun itu. Faktanya, bernapas dengan mulut saat tidur tentu akan membuat tidak nyaman. Seperti yang dilansir dari epainassist.com, menyebutkan sesuai penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Journal Of Oral Rehabilitation, ditemukan bahwa tidur dengan mulut terbuka bisa lebih buruk bagi gigi daripada minuman bersoda.

Hal ini disebabkan aliran udara melalui mulut mengeringkan mulut dan menghilangkan keduanya, plak pelindung pada gigi dan air liur, yang mampu membunuh bakteri di dalam mulut secara alami sehingga menyebabkan mulut menjadi bau.

Kebiasaan bernapas dengan mulut terbuka bisa jadi disebabkan adanya sumbatan pada tenggorokan. Nah, jika memang ada gejala mouth breathing (bernapas melalui mulut) sebaiknya konsultasi dengan dokter THT.

Di lain sisi, bahkan orang yang memiliki gangguan tidur sleep apnea pun tidak akan bisa diatasi walau tidur dengan mulut diplester. Mungkin dapat efektif untuk sebagian orang, tapi tak berlaku bagi semua orang.

Meski demikian, tidur dengan mulut diplester aman, Bun. Hanya saja, hati-hati, jangan lakukan hal tersebut saat hidung tersumbat, nanti malah sukar bernapas.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Memberikan Bubur Pada Si Kecil Tak Sebaiknya Pakai Botol Susu, Bun

adult-baby-blur-1667578 (1)

Belum lama ini, seorang ibu di Malaysia mencuri perhatian para ibu lantaran memberi makan bubur pada anaknya dengan memberikan botol susu. Bubur tersebut dimasukkan ke dalam botol lalu pada bagian dot tersebut digunting supaya bayi lebih mudah menelan.

Di Malaysia, ternyata memberi makan bayi dengan botol susu merupakan praktik yang lumrah. Menurut mereka, cara tersebeut dipercaya dapat membuat bayi cepat kenyang serta tidur lebih pulas. Padahal Bun, memberikan makanan dengan botol susu sejatinya berisiko lho Bun.

Di Indonesia sendiri, praktik ini juga dilakukan beberapa ibu yang memberikan makan bayi dengan metode yang sama. Jika Bunda salah satunya, sebaiknya simak dulu mengapa cara ini sebaiknya tidak perlu dilakukan.

Si Kecil Rentan Tersedak

Mengutip The Asian Parent, saat minum dari botol susu, biasanya bayi akan memiliki waktu bernapas untuk mempermudah proses menelan. Namun lantaran bubur berbeda dari susu, justru si kecil bisa saja tersedak di sela-sela ia menghisap. Selain itu, apabila bubur tidak bisa ditelan dengan baik oleh bayi, bubur tersebut justru berisiko besar masuk ke dalam paru-parunya.

Botol Susu Tak Akan Memberikan Stimulasi

Tahukah Bunda, perkembangan motorik si kecil tak sebatas menghisap dan menelan saaat ia menggunakan botol susu saat makan. Justru Di mana bayi akan belajar bagaimana cara menguyah, menggerakkan lidah, serta menelan makanan dengan lebih mudah. Kemampuan bayi akan jauh berkembang apabila Bunda memberikan MPASI dengan cara menyuapinya.

Dot Pada Botol Sejatinya Cepat Kotor

Bun, dot pada botol susu haruslah diganti setiap tiga bulan apalagi bila sering digunakan untuk memberi bubur untuk si kecil. Hal ini karena noda makanan akan tetap menempel pada botol apabila tidak dibersihkan secara teliti. Bekas noda yang menempel juga menjadikan makanan yang disimpan di sana lebih cepat basi dan menimbulkan masalah lambung pada bayi.

Risiko Alergi Sulit Diketahui

Memasuki masa MPASI, tubuh bayi biasanya mampu memilah makanan apa yang cocok untuknya. Ketika cara makan bayi sudah salah, maka reaksi bayi terhadap alergi juga akan sulit diketahui nih Bun. Untuk pilihan yang lebih aman, Bunda bisa menggunakan botol khusus untuk bubur bayi yang sudah dilengkapi dengan sendok. Meskipun begitu, menyuapi bayi makan dengan sendok merupakan pilihan yang lebih aman dan terbaik lho Bun.

Si Kecil Bisa Jadi Mogok Menyusu

Seiring berjalannya waktu, si kecil akan mampu merasakan makanan yang masuk ke dalam mulutnya. Apabila dia tidak menyukai rasa bubur, kemungkinan dia akan menolak minum susu di botol. Hal itu karena bubur dan susu diberikan pada bayi lewat alat makan yang sama, sehingga dia keliru dalam mengenali rasa keduanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mom Life

Mitos Soal Hubungan Seks yang Sebaiknya Tak Perlu Dipercaya

Mitos tentang Hubungan Seks

Bun, dalam hubungan rumah tangga, topik soal seks selalu menjadi bahan menarik untuk dibicarakan. Bahkan sebagai manusia, pasti ada keinginan untuk mencari tahu hal-hal soal seks yang selama ini belum banyak diketahui, khususnya para pasangan baru.

Di internet pun muncul berbagai informasi tekait hubungan seks. Sayangnya, tak semua informasi tersebut sesuai fakta. Meski begitu, tak sedikit orang yang mempercayai mitos-mitos yang beredar. Berikut lima mitos tentang hubungan seks yang tidak tepat yang Bunda perlu tahu.

Katanya, Menggunakan Dua Kondom Jauh Lebih Baik. Benarkah?

Bunda perlu tahu, faktanya menggunakan kondom makin banyak bukan berarti semakin baik. Bahkan kalau memakai dua kondom, kemungkinan kondom tersebut bocor justru lebih besar. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), menggunakan kondom dengan benar dapat mencegah transmisi infeksi menular seksual (IMS) dan HIV, serta kehamilan yang tidak direncanakan.

Namun bila Bunda tak mau tertular IMS, tentu cara terbaik adalah tidak bergonta-ganti pasangan, melainkan setia dengan satu pasangan saja.

Ada yang Bilang kalau KB Tak Dapat Diandalkan

Faktanya nih Bun, KB dapat mencegah kehamilan bila dilakukan dengan benar. Bahkan menurut Departement of Health and Human Services (HHS). KB alami merupakan cara mencegah kehamilan dengan tidak menggunakan obat-obatan atau alat apa pun. KB alami menggunakan indikator suhu tubuh, siklus menstruasi, dan lendir serviks sebelum berhubungan seks.

KB alami sejatinya sama efektifnya dengan pil kontrasepsi. Dalam sebuah penelitian, dari 100 responden yang menggunakan KB alami, hanya satu di antara 25 orang yang hamil. Kendati demikian, metode ini tidak dapat diandalkan untuk mencegah transmisi IMS ya Bun.

Baca juga: Untuk Pengantin Baru, Ketahui Posisi Seks Agar Cepat Hamil

Mitos Selanjutnya yaitu Berhubungan Seks Saat Haid Katanya Tak Akan Hamil. Benarkah?

Meski kemungkinannya rendah, perempuan tetap bisa hamil dalam periode apapun dalam siklus menstruasinya, Bun. “Sperma dapat hidup di dalam tubuh hingga satu minggu. Jadi jika Anda berhubungan badan saat haid dan memiliki siklus menstruasi yang singkat, maka sperma tetap dapat membuahi sel telur Anda yang sudah matang,” ujar Sherman Silber, direktur Infertility Center di St Louis.

Lelaki Dapat Orgasme Berkali-kali, Faktanya Tidak lho Bun

Mengutip Kompas.com, lelaki membutuhkan cukup waktu untuk mulai merasakan kenyamanan kembali setelah ejakulasi. Namun faktanya, pria dapat merasakan beberapa puncak kenyamanan saat berhubungan seksual. Beberapa pakar seks percaya, bahwa pria dapat mengontrol ejakulasinya, sehingga dapat menahannya untuk merasakan beberapa kali puncak kenikmatan.

Ini yang Paling Aneh, Katanya Ukuran Penis Dilihat dari Ukuran Sepatu

Bukan hanya ukuran sepatu, tapi katanya ukuran penis bisa dilihat dari ukuran jempol kaki lelaki. Faktanya, tidak ada penelitian yang menemukan hubungan antara keduanya. Bahkan studi di tahun 2002 berusaha membuktikan ada tidaknya keterkaitan kedua hal tersebut, dan para peneliti tidak mendapatkannya.

Baca juga: Posisi Bercinta yang Tepat untuk Membakar Kalori

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Bahaya untuk Anak, Setop Kebiasaan Menggelitik

baby-babysitter-babysitting-1116050

Sebagai orangtua, seringkali kita gemas oleh si kecil dan ingin sekali menggelitik mereka supaya memancing mereka tertawa terbahak-bahak karena tawa anak kecil memang lucu ya Bun. Tapi tahukah Bunda, ternyata menggelitik merupakan kebiasaan buruk yang harus dihentikan?

Ada efek negatif yang akan merugikan anak bahkan memancing anak sampai tertawa sangat geli itu tak dianjurkan nih Bun. Berikut penjelasannya seperti dikutip dari situs Brightside pada Selasa, 25 Juni 2019.

Si Kecil Jadi Tak Nyaman

Bunda perlu tahu, hanya karena seorang anak tertawa, bukan berarti mereka senang lho saat digelitik. Anak-anak, terutama yang geli, tidak bisa berhenti tertawa ketika digelitik. Bahkan jika mereka benar-benar membencinya.

Tawa karena geli ini seperti ilusi. Anak seperti menikmatinya padahal sebenarnya tidak. Bahkan dalam sebuah penelitian yang dilakukan di University of California pada 1997, para ilmuwan menemukan bahwa menggelitik tidak menciptakan perasaan bahagia yang sama seperti yang diciptakan ketika seseorang menertawakan lelucon lucu. Menggelitik hanya menciptakan ilusi lahiriah bahwa seseorang sedang tertawa.

Ia Justru Tak Bisa Mengontrol Dirinya Loh Bun

Tahukah Bunda, digelitik kehilangan kendali dirinya. Perjuangan untuk mendapatkan kendali bisa jadi hal sangat sulit bagi anak dan bisa meninggalkan kenangan yang tidak menyenangkan seumur hidup. Ketika orang dewasa menggelitik anak-anak, mereka kebanyakan bermaksud bersenang-senang.

Menurut Dr. Richard Alexander, Profesor Biologi Evolusi di University of Michigan, menggelitik bisa menjadi bentuk dominasi dan tawa yang mengikuti adalah cara untuk menunjukkan kepatuhan. Kalau dibiasakan, si kecil akan memiliki sifat penurut atas dominasi seseorang yang dilihatnya lebih dominan. Ia jadi tak percaya diri dan tak tahu cara menunjukkan dominasinya.

Dan Si Kecil Bisa Kesulitan Bernapas

Menggelitik dapat menyebabkan tawa yang tidak terkendali dan sulit untuk dihentikan. Tawa yang disebabkan oleh gelitik terus-menerus dapat mencapai titik di mana orang yang digelitik tidak lagi dapat bernapas dengan benar. Bila hal ini terjadi, tentu membahayakan si kecil sebab ia jadi mengalami sesak napas.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top