Parenting

Anak Bunda Suka Sekali Jajan? Siasati Dengan Menyesuaikan Uang Saku Dan Kebutuhannya Bun

girl-person-human-female

Jajan merupakan aktivitas yang menjadi kegemaran anak. Jika kita perhatikan, sebagian besar anak-anak suka jajan. Meski begitu memberikan uang jajan secara berlebihan juga tidak baik untuk perkembangan anak.

Anak yang mendapatkan uang jajan banyak akan cenderung berperilaku konsumtif sehingga jadi sulit untuk membedakan mana yang menjadi kebutuhan dan sekedar keinginannya saja. Untuk itu, berikanlah uang saku secukupnya kepada anak. Tips-tips berikut akan membantu Bunda untuk mengatur uang saku anak.

Pertama, Bandingkan Uang Saku Anak Dengan Teman Sebayanya

Sebelum anda menentukan uang jajan untuk anak, sebaiknya cari tahu jumlah uang saku yang didapat oleh teman-teman sebayanya. Hal ini bertujuan agar anda tidak berlebihan saat memberikan uang untuk anak. Pemberian uang saku dengan nominal yang relatif sama juga dapat menghindarkan terjadinya kecemburuan sosial antara anak dan teman-temannya.

Selanjutnya Sesuaikan Uang Saku Anak Dengan Kebutuhannya

Tips berikutnya adalah anda harus menghitung apa saja yang anak butuhkan dalam sehari atau seminggu. Hitunglah biaya untuk jajan, transportasi, iuran sekolah, dan sebagainya, setelah itu baru berikan uang sesuai dengan perhitungan anda. Jangan lupa memberikan sedikit uang tambahan untuk berjaga-jaga jika ada kebutuhan mendadak diluar perhitungan. Tapi ingat, berikan uang tersebut secukupnya saja.

Beri Pemahaman Pada Anak Untuk Memilah-milah Antara Kebutuhan dan Keinginan

Selain anda menghitung apa saja yang menjadi kebutuhan anak, anda juga perlu mengenalkan apa itu kebutuhan dan apa itu keinginan. Anak harus tahu dua hal itu. Setelah mereka memahaminya, maka anda perlu menekankan kepada anak untuk mendahulukan kebutuhan daripada keinginan. Dengan begitu anak dapat menggunakan uangnya sesuai dengan kebutuhan.

Ajari Anak Menabung Dengan Menggunakan Celengan Atau Membuka Rekening Tabungan Di Bank

Suatu waktu pastilah akan ada uang saku yang sisa dan tidak terpakai. Apalagi jika uang jaga-jaga tersebut rutin anda berikan, sedangkan kebutuhan mendadak tidak terjadi setiap hari, maka pastinya dia memiliki uang yang tidak terpakai. Untuk menghindari sifat konsumtifnya, berikan anak celengan dengan karakter favoritnya.

Jika anak anda sudah besar, maka ajaklah dia untuk membuka rekening tabungan di bank sendiri, selain dapat menghindarkan anak dari sifat konsumtif, cara ini juga dapat melatih anak untuk menabung. Hasilnya mereka akan kegirangan saat membuka celengan ataupun isi tabungannya.

Dalam Jangka Waktu Tertentu, Sebaiknya Bunda Melakukan Evaluasi Untuk Mengetahui Apakah Uang Saku Yang Anda Berikan Saat Itu Masih Sesuai Dengan Kebutuhan Anak

Tidak ada salahnya suatu waktu anda mengevaluasi uang jajan yang sudah diberikan kepada anak. Evaluasi ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui apakah uang saku yang dia terima masih sesuai dengan kebutuhannya atau tidak. Sebab harga-harga kebutuhan terus mengalami perubahan, bahkan cenderung mengalami kenaikan. Sedangkan seiring dengan pertambahan usia kebutuhan anak pun semakin bertambah.

Sebagai contoh saja jika dulu anak akan kenyang saat makan bubur ayam 5 ribu, maka seiring dengan pertambahan usianya bubur ayam 5 ribu sudah tidak lagi mengenyangkannya. Untuk itu, perlu dilakukan evaluasi. Usahakan untuk mengajak anak saat melakukan evaluasi. Hal ini agar anda dapat menentukan uang saku sesuai dengan kebutuhan anak saat itu.

Lima tips di atas perlu anda lakukan saat mengatur uang saku anak. anak harus sejak dini diajarkan untuk mengatur keuangannya sendiri sehingga ketika dia sudah besar dan sudah mengetahui banyak hal, dia dapat mengatur keuangannya sesuai dengan kebutuhannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Apa Bunda Termasuk Orang Yang Bahagia? Simak hasil surveynya yuk!

Bahagia itu sederhana, begitu katanya. Tapi sebetulnya apa bahagia itu? Jawabannya mungkin relatif dan berbeda untuk masing-masing orang. Namun beberapa lembaga mencoba untuk membuat pengukuran kebahagian ini. Salah satunya adalah Badan Pusat Statistik alias BPS.

Lembaga ini melakukan survei yang terdiri atas indeks komposit yang disusun oleh tiga dimensi. Dimana ketiga dimensi ini terdiri dari Kepuasan Hidup (Life Satisfaction), Perasaan (Affect), dan Makna Hidup (Eudaimonia). Nah, berdasarkan tiga kompenen inilah kemudian ditentukan kategori orang-orang yang bahagia itu.

Kalau Bunda Mau Lebih Bahagia Mungkin Bisa Pindah Dari Kota

desa

Lupakan dulu materi dan infrastruktur yang ada, mari bicara soal bahagia dari dalam diri setiap orang. Mereka yang tinggal di desa tentu memiliki lebih banyak waktu untuk sekedar bercengkrama dengan tetangga rumahnya. Sangat jauh berbeda dengan orang-orang yang hidup di kota, dengan predikat yang sangat individualis.

Jika di desa Bunda tak akan susah payah untuk mendapatkan hasil bumi dan tanaman. Sebaliknya di kota Bunda sering kelabakan akan harga dari barang yang sering menguras pendapatan.

Hal ini tercermin dari hasil survei dari BPS. Mulai dari tingkat kenyamanan dan juga keamanan, nilai dari kepuasan hidup di desa terbukti lebih unggul daripada mereka yang di kota. Dengan nilai perbandingan 71,64% untuk orang desa menyatakan dirinya puas dan bahagia. Berbanding hanya 69,75% bagi mereka yang hidup di kota.

Bunda Tinggal Di Provinsi Mana? Maluku Utara Terpilih Sebagai Provinsi Paling Bahagia Loh

maluku

Yap, penduduk dari provinsi yang resmi berdiri sejak 4 Oktober 1999 ini memang nampaknya beda dari penduduk lain di Nusantara. Provinsi yang terdiri dari 1.474 pulau ini jadi urutan pertama untuk gelar provinsi paling bahagia dengan angka 75,68.

Suhariyanto selaku ketua BPS, menyebutkan bahwa hal yang membuat Maluku Utara menjadi provinsi paling bahagia adalah kemampuan mereka dalam soal memaknai hidup jauh lebih tinggi dibanding beberapa provinsi lainnya. Maka tak heran jika provinsi ini jadi provinsi paling bahagia se-Indonesia.

Mana Lebih Bahagia Laki-laki Atau Perempuan? Hasilnya Hanya Selisih Sedikit

lakiperempuan

Ini mungkin bisa jadi perdebatan tiada akhir. Soal mana yang lebih bahagia antara laki-laki dan perempuan. Apalagi struktur sosial di Indonesia belum bisa dikatakan sama kesempatannya untuk laki-laki dan perempuan.

Tapi hasil data dari BPS menujukan bahwa bahagia antara laki-laki dan perempuan cenderung sama. Malah angka tepatnya perempuan justru lebih unggul. Berdasarkan nilai yang dihasilkan, wanita bisa bahagia dengan indeks sebesar 71,12% lebih unggul sedikit dari laki-laki yang cuma 70,30% saja.

Dan Meski Kalah dengan Orang Tua Dalam Hal Pengalaman, Orang Muda Menang Pada Indeks Kebahagiaan

orang-tua

Data terakhir yang disajikan oleh BPS menyebutkan, bahwa kepuasan para milenial lebih tinggi dibandingkan mereka yang sudah lebih senior. Karena semakin seseorang memasuki usia tua, indeks kepuasan hidup personal semakin menurun.

Fakta ini diambil dari usia rata-rata orang tua yang telah 65 Tahun, hanya mendapat indeks kebahagiaan di angka 69,18% sedang mereka kaum muda yang masih 24 tahun berada di nilai 71,29%. Survei indeks kebahagiaan yang dilakukan oleh BPS ini, diambil pada waktu April 2017 di 487 kabupaten atau kota di 34 provinsi, dengan sampel sekitar 72.317 rumah tangga.

Selain BPS, Tabolid Otomotif Juga Mengadakan Survei Kebahagian, Hasilnya…

address

Nah tabloid otomotif juga mengadakan survei tentang kebahagian. Fokusnya adalah soal Indeks Kebahagiaan Berkendara. Indeks Kebahagiaan Berkendara merupakan formulasi dari kepuasan berkendara, kondisi kendaraan dan tingkat emosi saat berkendara yang semuanya mempengaruhi seberapa besar kebahagiaan seseorang dalam berkendara.

Survey IKB 2017 ini diadakan pada bulan Juli hingga Agustus 2017. Melibatkan responden yang berusia lebih dari 18 tahun, mengendarai kendaraan sendiri, tahun produksi kendaraan minimal tahun 2000, serta kendaraan milik pribadi. Para responden yang terdiri dari pria dan wanita dengan kategori SES A sampai SES C melakukan survei IKB 2017 dengan mengisi angket online di website OTOMOTIFNET melibatkan pengguna kendaraan motor dan mobil.

piagam address

Hasilnya? Mereka yang memakai motor Suzuki Address FI merajai kategori Skutik 110-125 cc dalam hal kebahagian berkendara. berkat transmisi CVT yang membuatnya semakin nyaman dikendarai. Apalagi Address FI dilengkapi dengan mesin SOHC 4 langkah kapasitas 113 cc yang menghasilkan performa yang baik. Teknologi full injectionnya mampu menekan konsumsi bahan bakar dengan perbandingan kompresi yang mencapai 9.4:1.

Selain itu, walau memiliki kabin yang luas bodi Suzuki Address FI cukup ramping dengan desain sporty yang menjadi andalan ke-210 responden yang mengendarai motor. Dimensi bodi panjang 1855 mm, lebarnya 655 mm dan tinggi 1095 mm serta memiliki jarak sumbu roda atau wheelbase 1260 mm. Bodi yang cukup mungil dengan jarak pijak hanya 120 mm dan ramping karena hanya memiliki bobot sebesar 97 Kg.

Itu dia list kategori mereka yang bahagia, jadi Bunda sudah masuk kategori mereka yang bahagia atau belum?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Dear Calon Ibu; Begini Ciri Tempat Tidur yang Aman dan Nyaman untuk Bayi!

pexels-photo-266061

Setiap orangtua tentu ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya. Termasuk dalam hal memilihkan tempat tidur untuk bayi. Apa lagi sebagian besar bayi memang akan menghabiskan waktunya di atas tempat tidur.

Dengan demikian, maka Bunda pun harus memilih tempat tidur yang aman dan nyaman untuk bayi. Mengingat bayi yang baru lahir bisa tidur selama 16-20 jam dalam sehari. Lantas bagaimana kriteria tempat tidur yang aman dan nyaman untuk bayi? Simak ulasan di bawah ini Bun!

Pilih Tempat Tidur Dengan Jarak Antar Bilah Kurang Dari 6 Cm Agar Kepala Bayi Tak Terselip Di Antara Bilah

Saat memilih tempat tidur untuk bayi Bunda juga harus memperhatikan keamanan bayi. Salah satunya dengan memperhatikan jarak antar bilah. Tentu akan sangat berbahaya bila kepala bayi terselip di antara bilah tempat tidurnya. Oleh karena itu, sebaiknya Bunda mengantisapasi hal itu dengan memilih tempat tidur yang jarak antar bilahnya kurang dari 6 cm.

Sebaiknya Hindari Tempat Tidur yang Bilahnya Bisa Dinaikan atau Diturunkan

Tempat tidur seperti ini sebaiknya Bunda hindari, karena terkadang bisa saja terjadi kesalahan ketika merakitnya dengan desain bilah yang semacam itu. Apabila salah dalam merakit, maka bayi bisa terjepit atau terjatuh pada saat sedang berpegangan pada bilah yang kurang kokoh.

Perhatikan Baut, Sekrup, Paku, dan Bahan-bahan Material Lainnya

Pastikan material tersebut terpasang dengan kencang supaya tempat tidur bayi bisa berdiri dengan kuat dan kokoh. Akan lebih baik jika Bunda rutin mengeceknya demi memastikan keamanan bayi. Sebab bukan tak mungkin jika pemasangan baut, sekrup, dan paku pada tempat bayi yang tidak sempurna bisa berakibat fatal pada buah hati.

Sangat Dianjurkan untuk Membeli Tempat Tidur yang Baru demi Kenyamanan dan Keamanannya

Perlu Bunda ketahui bahwa tempat tidur yang telah lama dibuat terkadang menggunakan cat yang mengandung bahan beracun, seperti halnya timah. Nah, untuk menghindari resiko tersebut, sebaiknya Bunda membeli tempat tidur yang baru. Apa lagi bayi dikenal suka menggerogoti benda-benda yang ada di dekatnya. Jangan sampai keputusan Bunda untuk tidak membeli tempat tidur baru, justru jadi berdampak fatal bagi buah hati!

Perhatikan Juga Matras Yang Akan Digunakan Bayi

Untuk tempat tidur bayi sebaiknya menggunakan matras yang didesain khusus. Beberapa produsen ada yang menjual tempat tidur tanpa diberi matras.Ketika Bunda memilih matras, maka pilihlah matras yang didesain khusus untuk bayi. Matras yang didesain untuk bayi pada umumnya sangat kuat, kokoh, serta keras untuk mencegah terjadinya SIDS (sudden infant death sydrome) atau sindrom kematian bayi mendadak, dan mampu menopang tulang punggung bayi. Tetapi hindari pula menggunakan matras yang terlalu empuk.

Sesuaikan Luas Matras dengan Ukuran Bayi

Sebaiknya Bunda juga memberikan matras yang sesuai dengan ukuran bayi, Dengan begitu si kecil akan merasa nyaman. Usahakan jangan sampai ada celah sedikit pun antara matras dengan bilah. Pastikan telah melepas plastik sebelum memasang matras ya Bun!

Barang-barang yang Lembut pun Sebaiknya Dihindari

Meski terlihat lucu dan menggemaskan, barang-barang yang lembut seperti boneka berbulu halus, selimut, sprai, dan bantal yang lembut sebaiknya dihindari  dengan tujuan untuk mencegah SIDS. Barang dengan tekstur lembut bisa menjadikan bayi sulit bernafas karena memiliki resiko menutupi wajah si kecil.

Setelah Itu, Sebaiknya Bunda Menidurkan Bayi Dalam Posisi Terlentang Untuk Mencegah Terjadinya SIDS

Mama, sebaiknya bayi tidur dalam posisi terlentang, hal itu untuk menghindari kesulitan bernafas yang bisa mengakibatkan SIDS. Untuk mencegah terjadinya SIDS pada bayi sebaiknya tempat tidur bayi diletakan di kamar Bunda. Sehingga sewaktu-waktu bayi menangis atau memerlukan pertolongan, Bunda bisa dengan cepat menanganinya.

Sebaiknya hindarilah meletakan tempat tidur bayi di dekat jendela, hal ini untuk menghindari segala sesuatu yang tidak diinginkan, tertimpa besi yang menopang tirai misalnya. Selain itu penempatan tempat tidur di dekat jendela juga bisa membuat leher bayi terlilit tirai.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Bunda, Produk Perawatan Bayi Ini Bisa Diandalkan Untuk Mengatasi Kulit Bayi Yang Sensitif

baby-feet-847202_640

Bayi memiliki kulit yang sangat halus dan lembut. Kulit bayi juga tipis, serta lebih rentan jika dibandingkan dengan kulit anak-anak maupun orang dewasa, baik itu dari segi strukturnya, fungsi, maupun komposisinya.

Ketebalan kulit bayi yang hanya 2/3 dari kulit orang dewasa membuatnya memiliki pelindung alami yang belum optimal. Kondisi ini menyebabkan kulit bayi rawan mengalami iritasi, kering, dan juga lebih sensitif terhadap beberapa benda-benda yang ada di sekitarnya. Lalu bagaimanakah untuk mengatasinya?

Sebenarnya Ada Beberapa Hal Yang Menyebabkan Kulit Bayi Menjadi Lebih Sensitif

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan kulit bayi menjadi sensitif. Tidak dapat dipungkiri bahwa pada bayi berusia antara 0-6 bulan memiliki kulit yang lebih tipis. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab sensitifnya kulit bayi. Penggunaan popok yang tidak tepat juga bisa menyebabkan kulit bayi menjadi sensitif. Bahan popok yang terlalu kerap ataupun penggantian popok yang sering terlambat pun menjadi salah satu faktor penyebab kulit bayi menjadi sensitif.

Makanan ternyata memiliki pengaruh terhadap sensitifnya kulit bayi. Area kurang bersih seperti kasur, selimut, lantai, dan tempat-tempat lain yang seringkaliimenjadi pusat aktivitas bayi dapat menjadi penyebab sensitifnya kulit bayi. Tempat-tempat tersebut jika tidak dijaga kebersihannya akan menyebabkan kulit bayi menjadi sensitif.

Untuk Mengatasi Kulit Sensitif Pada Bayi, Bunda Dapat Memanfaatkan Baby Oil

Syarat utama untuk menjaga kualitas kulit bayi adalah dengan menjaga agar kulit bayi tetap dalam kondisi yang lembab dan tidak teriritasi dengan benda-benda yang ada di sekitarnya. Untuk mengatasinya Bunda dapat menggunakan baby oil.

Hampir setiap ibu mengenal minyak bayi yang satu ini. Baby oil dibuat dari minyak mineral yang sangat bagus untuk kulit bayi. Baby oil dapat menjaga kelembaban kulit bayi sehingga kulit pun akan terus dalam kondisi yang lembab. Hal ini dapat mengatasi iritasi yang terjadi pada kulit bayi.

Bedak Bayi Juga Memiliki Khasiat Untuk Menangani Kulit Sensitif Si Kecil

Produk perawatan bayi lainnya yang bisa digunakan untuk mengatasi kulit sensitif bayi adalah dengan memanfaatkan bedak bayi. Saat ini sudah banyak produsen kosmetika bayi yang menawarkan bedak untuk mengatasi kulit sensitif pada bayi. Bunda dapat memanfaatkan produk perawatan yang satu ini untuk mengatasi kulit sensitif pada bayi.

Baby Lotion Bisa Bunda Andalkan Untuk Menjaga Kelembapan Kulit Bayi

Selain baby oil dan bedak, Bunda juga bisa memanfaatkan baby lotion. Baby lotion adalah produk perawatan bayi yang dibuat dari campuran minyak dan air. Selain bisa menghaluskan kulit, baby lotion pun dapat dimanfaatkan untuk menjaga kelembaban kulit bayi. Dengan terjaganya kelembaban kulit bayi, maka tingkat sensitivitas kulit bayi pun akan berkurang.

Meski Begitu, Bunda Juga Harus Tetap Cermat Dalam Memilih Produk Perawatan Bayi yang Cocok Untuk Si Kecil

Jeli dalam memilih produk perawatan bayi juga harus Bunda lakukan. Produk perawatan bayi memang dapat diguankan untuk mengatasi kulit sensitif pada bayi, tapi disisi lain juga produk tersebut bisa menjadi penyebab sensitifnya kulit bayi. Untuk itulah, pilih produk perawatan bayi yang sesuai dengan kulit bayi Bunda.

Tentu setiap anak memiliki kecocokan yang berbeda-beda terhadap produk kosmetika bayi. Untuk itu, amati perkembangan kulit bayi saat Bunda memutuskan untuk menggunakan kosmetika bayi dari produk tertentu. Jika tidak ada perubahan apa pun maka artinya kulit bayi Bunda cocok dengan produk tersebut, tapi jika muncul bintik-bintik ataupun gatal-gatal pada kulit bayi, maka hentikan pemakaian. Itu berarti kulitnya tidak cocok dengan produk perawatan bayi yang Bunda pilih.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Tanpa Obat Kimia, Atasi Sembelit Pada Anak Dengan Memberinya Cukup Air Putih, Sayuran, Dan Buah

people-2942909_640

Gangguan pencernaan yang satu ini dapat menyerang siapa saja, termasuk juga pada bayi dan anak-anak Bun. Konstipasi pada anak-anak bisa terjadi selama beberapa hari, minggu, bahkan ada yang mengalaminya sampai beberapa bulan.

Konstipasi atau sembelit merupakan salah satu gangguan pencernaan dimana terjadi pengerasan tinja yang menyebabkan tinja tersebut sulit untuk dikeluarkan. Biasanya konstipasi akan diikuti rasa sakit pada perut, kram pada perut, dan gejala lainnya. Namun kadang tanda-tanda tersebut muncul secara tidak jelas sehingga kadang sulit untuk diketahui.

Sebelum Mengatasinya, Ketahui Hal-hal yang Bisa Menyebabkan Sembelit

Secara umum, konstipasi yang terjadi pada bayi dan anak disebabkan oleh pola makan yang tidak tepat, beberapa diantaranya adalah kurang minum, kurang asupan makanan berserat seperti sereal, biji-bijian, buah-buahan, dan juga sayur-sayuran, terlalu banyak mengkonsumsi junk food yang memang rendah gizi, jarang atau sering menahan buang air besar atau BAB yang disebabkan ketakutan saat memasuki toilet sehingga terjadi pengerasan tinja di perut dan faktor keturunan.

Beberapa faktor yang menyebabkan konstipasi pada anak di atas sebenarnya dapat dihindari jika ada keinginan dan usaha. Namun sayangnya beberapa orangtua mengabaikan faktor-faktor tersebut sehingga si kecil pun sampai mengalami konstipasi.

Memberikan Cukup Minum Air Putih Bisa Membantu Mengatasi Sembelit Bun

Beberapa ahli kesehatan anak berpendapat bahwa pada anak usia antara 1 – 3 tahun paling tidak membutuhkan air putih 1,3 liter per hari. Kebutuhan ini harus Bunda cukupi untuk mengatasi konstipasi yang terjadi pada anak. Mengkonsumsi cukup air putih dapat membuat tinja jadi lunak, sehingga lebih mudah keluar. Dengan begitu sembelit pada anak pun bisa teratasi

Bunda Juga Bisa Memberikan Buah Dan Sayuran

Aneka jenis buah dan sayur sangat penting untuk perkembangan anak, terutama buah dan sayuran yang mengandung banyak serat. Buah-buahan seperti pepaya, pir, apel, kurma, dan alpukat baik untuk mengatasi konstipasi pada anak. Sedangkan aneka jenis sayuran seperti kembang kol, brokoli, selada, dan kacang polong pun sangat bermanfaat untuk anak. Disamping buah dan sayuran, Bunda pun dapat memberikan makanan yang kaya serat seperti roti gandum utuh dan juga sereal.

Saat Anak Sedang Sembelit, Sebaiknya Bunda Hindari Memberikan Makanan Pemicu Konstipasi

Ada sejumlah makanan yang dianggap sebagai pemicu terjadinya konstipasi. Makanan seperti keripik kentang dan olahan susu dianggap sebagai jenis makanan yang dapat menyebabkan konstipasi. Hal itu karena beberapa jenis makanan tersebut adalah termasuk makanan rendah serat yang dapat menyebabkan terjadinya sembelit pada bayi dan anak.

Meski Begitu Bila Sembelit Masih Saja Terjadi, Bunda Harus Segera Mengkonsultasikannya Pada Dokter

Bagaimana? Cukup mudah bukan untuk mengatasi konstipasi atau sembelit pada anak? Hanya saja dibutuhkan kesabaran yang lebih untuk menghilangkan konstipasi pada anak karena memang tips di atas dilakukan tanpa menggunakan obat kimia sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama. Meskipun begitu cara tersebut relatif jauh lebih aman dibandingkan dengan Bunda menggunakan obat-obat kimia yang beredar di pasaran untuk mengatasi konstipasi pada anak, karena tips di atas hanya menggunakan air putih, buah, dan sayuran jadi tidak menimbulkan efek samping.

Jika tips di atas sudah Bunda lakukan dengan baik namun konstipasi masih juga berlanjut, maka Bunda harus segera menghubungi dokter anak. Langkah ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada anak. Untuk itu, amati perkembangan anak dari waktu ke waktu ya Bun!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top