Parenting

Anak Anda Cengeng? Ini 6 Faktor penyebab Anak Cengeng dan 7 Cara Mendidiknya yang dapat Diterapkan

anakcengeng

Perasaan marah, malu atau sedih adalah bagian dari emosi yang normal pada masa kanak-kanak. Tetapi sebagai orang tua perlu mengetahui cara meredakan emosi anak yang meluap-luap agar anak tidak tumbuh menjadi anak cengeng.

anakcengeng

Anak yang gampang menangis cenderung mengungkapkan keinginan dengan disertai tangisan. Secara umum tangisan masih menjadi salah satu bentuk komunikasi, terutama bayi di bawah tiga tahun atau batita, karena terbatasnya kemampuan verbal. Hal ini perlahan-lahan harus dihilangkan.

Ada banyak banyak faktor anak cengeng. Berikut beberapa faktor penyebab anak cengeng:

1.  Emosi anak tidak stabil berawal Emosi ibu tak stabil saat hamil

Kalau mau dirunut ke belakang, salah satu penyebab anak gampang menangis adalah kondisi psikologis ibu kurang mendukung saat hamil, seperti sedang banyak masalah, sehingga emosinya tidak stabil. Kondisi ini bisa “menular” pada janin dan bila tidak terselesaikan, bukan tidak mungkin terus terbawa hingga batita. Jadi salah satu penyebab anak cengeng karena emosi anak tidak stabil yang disebabkan oleh  Emosi ibu tak stabil saat hamil.

2. Mencari perhatian karena kadang-kadang anak menangis karena ingin diperhatikan

Terutama sewaktu masih bayi dan hanya itu yang dapat dia lakukan untuk mendapatkan perhatian kita. Tetapi tentu saja ada alasan mengapa dia menginginkan perhatian kita. Bisa saja karena sakit, lapar, haus atau bisa saja karena dia mendambakan kasih sayang, ingin dipeluk dan dimanja. Pelukan dan kasih sayang sama pentingnya bagi pertumbuhan rohani seperti makanan bagi pertumbuhan jasmani. Konon di zaman perang dunia banyak anak bayi di rumah yatim yang haus kasih sayang meninggal karena lebih rentan terhadap penyakit.

3. Anak cenderung lebih sensitif

Selain itu, ada anak-anak yang memang lebih sensitif. Perasaannya halus, sehingga apa saja gampang memancing tangisannya. Ada orang bersuara keras, ia menangis, karena merasa dirinya sedang dimarahi.

4. Pentingnya Orangtua konsisten, dia bisa saja menggunakan tangisan sebagai upaya terhindar dari hukuman atau teguran

Kalau diperhatikan, ada juga anak yang selalu menangis saat melakukan kesalahan sehingga orangtua merasa kasihan atau mengurungkan niat untuk menegur atau menghukumnya. Meski masih batita, anak sudah bisa melihat celah, menggunakan tangisnya sebagai upaya terhindar dari hukuman atau teguran.

5. karena Pola asuh yang terapkan Ia selalu tidak yakin dengan apa yang dilakukannya

Pola asuh orangtua juga ikut berperan. Anak yang serba dilarang akan tumbuh menjadi pribadi penakut atau pencemas. Ia selalu tidak yakin dengan apa yang dilakukannya. Akibatnya ia mudah menangis bila menghadapi situasi yang membuatnya takut atau khawatir.

6. Anak yang serba boleh atau dimanja berlebihan juga berpotensi menjadi anak cengeng

Ia akan menggunakan tangisan untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Apalagi kalau anak ini sudah bisa “menandai” orangtua akan memberikan apa saja kalau ia menangis di muka umum. Menangis menjadi pilihan caranya manakala menginginkan sesuatu.

Untuk membantu anak agar tidak cengeng, berikut beberapa strategi mendidik anak agar tidak cengeng:

1. Anak dengan karakter cengeng mudah dikenali pada usia ini, Jadi kenali sejak dini

Tak ada seorang pun di dunia ini yang mengenali karakter manusia selain orang tuanya sendiri, terutama ibu. orangtua diharapkan dapat mengetahui arah perkembangan karakter anak sejak ia mulai berusia satu atau dua tahun, agar dapat menentukan pola pengasuhan yang tepat untuknya. Anak dengan karakter cengeng mudah dikenali pada usia ini, apalagi jika ia adalah anak bungsu.

2. Jangan menganggap tangisan anak sebagai suatu kesalahan

Beberapa anak yang lebih sensitif kadang mengekspresikan perasaannya tersebut dengan menangis. Tangisan anak bukanlah suatu kesalahan besar, sehingga Anda harus menghadapinya dengan tenang.

3. Ketika anak menangis, jangan memarahi anak dan memaksanya untuk diam

Hal ini biasanya terjadi saat Anda mengajak anak menghadiri suatu acara, kebanyakan orang tua merasa malu jika anaknya menangis berteriak hingga menjadi perhatian banyak orang.

4. Hindari menakut-nakuti anak terhadap suatu hal

Seperti ada monster yang akan muncul pada tengah malam jika anak tidak segera tidur. Mungkin tujuan Anda baik, yaitu mendisiplinkan anak agar tidur pada waktu yang sama setiap harinya, tetapi cara yang Anda gunakan salah.

5. Bantu anak agar merasa aman

Perasaan anak yang terlalu sensitif juga dapat ditunjukkan dengan ketakutan yang berlebihan. Yang perlu Anda lakukan adalah memberikan ruang dan waktu pada anak agar terbiasa dengan kegiatan baru yang mungkin membuatnya cemas atau ketakutan. Menurut para psikolog, anak yang terlalu sensitif hanya perlu merasa aman dan membutuhkan dukungan dari orang tua agar dapat lebih percaya diri, sehingga mampu mengenali kekuatannya sendiri dalam berperang melawan rasa takut.

6. Pelajari strategi khusus untuk mengatasi kemarahan anak

Meredakan kemarahan anak sebenarnya bukan suatu hal yang sulit, cukup memberikan apa yang diinginkan oleh anak. Tetapi hal ini hanya berlaku pada satu waktu saja dan anak akan tumbuh menjadi pribadi yang manja jika semua keinginannya terpenuhi dengan mudah. Cobalah mempelajari strategi terapi untuk mengendalikan emosi anak, misalnya dengan permainan berhitung atau melempar bola. Cara ini dapat melatih kesabaran anak sehingga anak lebih mudah mengendalikan kemarahannya dan tidak mudah menangis.

7. Meminta bantuan psikolog anak

Jika anak sering sekali marah, merasa cemas atau depresi yang melebihi sensitivitas alaminya dan tidak dapat Anda atasi dengan ketiga cara tersebut di atas, jangan mengabaikannya. Hal ini mungkin merupakan tanda-tanda masalah serius pada kondisi psikologi anak.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Anak Anda Cengeng? Ini 6 Faktor Penyebab Anak Cengeng Dan 7 Cara Mendidiknya Yang Dapat Diterapkan | Triple "F" Corner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Karena Setiap Anak Terlahir Berbeda, Maka Mendidiknya Pun Perlu Cara Unik

panadol anak

“Semua orang itu pintar. Tapi kalau kamu menilai ikan dari kemampuannya memanjat pohon, maka seumur hidupnya si ikan akan menganggap dirinya bodoh”

Mungkin tak satu dua kali kita membaca atau mendengar kalimat tersebut. Istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan bahwa setiap anak itu unik dan berbeda. Kemampuan, keinginan dan mimpi setiap anak tentulah tak serupa. Memaksanya “sama” dengan orang lain sementara kemampuannya berbeda, ibarat menyuruh seekor ikan yang paling pandai berenang untuk memanjat pohon.

Namun meski sudah sering mendengar istilah serupa itu, tak sedikit dari kita yang melulu membandingkan anak kita dengan anak lainnya. Beberapa bahkan baru bangga sebagai orang tua jika si anak bisa melakukan hal melebihi yang bisa dilakukan oleh anak lainnya. Jika tak sama maka anak belum lah berhasil dan kita sebagai orang tua masih gagal.

Lantas bagaimana agar tak terjebak dengan kondisi pemikiran seperti itu?

Setiap Anak Berkembang Dengan Fasenya Masing-Masing, Karena Itu Bersabarlah

Dari sisi kesehatan dan medis memang ada fase perkembangan anak. Namun yang sering kita lupa bahwa daftar tersebut adalah patokan yang tidak kaku. Karena masing-masing anak tentunya punya fase perkembangannya sendiri.

Jangan lantas panik apalagi memarahi seandainya anak belum lancar membaca sementara kawannya sudah. Jangan pula panik terburu-buru jika jumlah gigi si kecil belum nampak sebanyak temannya. Kuncinya adalah kesabaran. Bisa jadi anak kita unggul di beberapa bidang perkembangan, dan sedikit tertinggal di area perkembangan yang lain. Tidak lekas jalan tapi lekas bicara misalnya. Atau sebaliknya.

Sayangnya orang tua yang tak sabaran sering kali akhirnya hanya melihat area-area yang anaknya tertinggal tanpa perduli area yang anaknya unggul. Padahal memaksakan sesuatu kepada anak, tentunya akan membuatnya tak nyaman. Dan bukan tak mungkin malah akan menghambat perkembangannya yang lain bukan?

Setiap Anak Akan Menghadapi Jenis Dan Tingkat Kesulitannya Masing-Masing, Karena Itu Berhentilah Membandingkan

Sebagai mana kelebihan yang berbeda-beda, masing-masing anak juga akan punya tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Kita tak bisa memaksakannya sama seperti anak lainnya. Coba kembalikan ke diri kita yang sudah dewasa, apakah kita nyaman jika diminta menyamai atlit rekor atlit lari misalnya. Atau bagaimana perasaan kita jika diminta bekerja di belakang meja sementara kita orang yang senang keluar. Tentunya tidak akan nyaman bukan?

Demikian juga dengan anak. Jadi kalau anak tak semudah itu makan sayur atau tak mau minum susu, kita tak boleh lantas mengatakan bahwa kawannya yang lain bisa menghabiskan sayur dan susu dengan segera. Atau kalau si anak masih takut bermain air, tentunya kitalah yang harus pintar mengajaknya bermain tanpa perlu mengatakannya penakut, dan sejenisnya.

Setiap Anak Punya Keinginan Yang Berbeda, Karena Itu Dengarkanlah

Cara termudah untuk membuat anak kecewa dan minder adalah dengan mentertawakan dan menganggap remeh ide dan mimpi-mimpi ajaibnya. Banyak dari kita yang dengan mudahnya mengatakan “itu tidak mungkin” ketika anak sedang bercerita.

Padahal, coba misalnya bayangkan jika dulu kita diceritakan bahwa memesan makanan dan transportasi tinggal tekan handphone yang pintar dengan petanya. Tentunya 10-20 tahun lalu ide dan impian itu terasa sangat aneh dan tidak mungkin.

Itulah yang terjadi pada anak-anak kita. Mereka sedang membangun mimpi-mimpinya yang bisa jadi sangat tak terbayangkan oleh kita. Karena itu cobalah untuk mendengarkannya. Misalnya, apa alasannya tak mau tidur. Perhatikan misalnya kenapa si kecil belum mau melepas jempolnya yang terus dihisap.

Anakmu Juga Unik? Coba Ceritakan Pengalaman Istimewamu Ketika Menganjarkannya Hal Baru, Biar Orang Lain Bisa Mendapat manfaatnya!

panadol anak

Tentu Bunda punya anak yang unik dan berbeda juga bukan? Pastinya punya pengalaman istimewa juga mengahadapi uniknya calon-calon pemimpin masa depan ini. Terkadang, ada saja tingkah Si Kecil yang membuat kita menggelengkan kepala. Maka itu sebagai seorang ibu, kita harus belajar dari satu sama lain untuk menghindari kesalahan dalam mengasuh anak.

Nah, coba ceritakan pengalaman Bunda ini, karena Panadol Anak sedang mengadakan kontes #TipsPanadolAnak. Kontes ini mengajak Bunda untuk mengirimkan tips dalam mengasuh anak yang tentunya harus kreatif, berguna, dan mampu menginspirasi Bunda lainnya!

Caranya?

1. Peserta wajib Peserta wajib follow akun social media dari Panadol Anak Indonesia di halaman Facebook (Panadol Ibu Peduli) ini.

2.Kemudian upload foto atau video beserta captionnya yang berkaitan dengan tips mengasuh anak sesuai tema mingguan yang telah ditetapkan berikut ini di akun facebook bunda masing-masing:

Minggu 1 (18 – 24 Juli): Tips Mengatasi Anak Susah Makan Sayur
Minggu 2 (25 – 31 Juli): Tips Mengatasi Anak Yang Takut Air
Minggu 3 (1 – 7 Agustus): Tips Mengatasi Sakit Kepala Pada Anak
Minggu 4 (8 – 14 Agustus): Tips Mengatasi Demam Pada Anak Setelah Imunisasi
Minggu 5 (15 – 21 Agustus): Tips Mengajari Anak Membaca
Minggu 6 (22 – 28 Agustus): Tips Mengatasi Anak Susah Minum Susu
Minggu 7 (29 Agustus – 4 September): Tips Mengatasi Demam Pada Anak Saat Flu
Minggu 8 (5 – 11 September): Tips Mengatasi Demam Saat Anak Tumbuh Gigi
Minggu 9 (12 – 18 September): Tips Membuat Anak Berhenti Melakukan Kebiasaan Menghisap Jempol
Minggu 10 (19 – 25 September): Tips Mengatasi Anak Yang Susah Tidur Siang

3. Jangan lupa posting photo dan  tips seting privasinya harus public

4. Tag ke social media Panadol Anak Indonesia dengan menggunakan hashtag #TipsPanadolAnak #TipsIbuPeduli #MakeNoMistake #KLNpanadol di caption Anda

5. #TipsPanadolAnak yang dikirim harus orisinal, kreatif dan inspiratif serta belum pernah dipublikasikan sebelumnya

Akan ada 5 pemenang yang mendapatkan hadiah menarik setiap minggunya dan 2 pemenang yang mendapatkan hadiah utama: Giant Keyboard dan Bip Bip Watch. #TipsPanadolAnak yang paling orisinal, kreatif dan menginspirasi berhak menjadi pemenang. Yuk berbagi tips mengasuh anak versi anda.

Untuk keterangan lengkapnya bisa dilihat di sini.

tips panadol anak

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Anak Anda Cengeng? Ini 6 Faktor Penyebab Anak Cengeng Dan 7 Cara Mendidiknya Yang Dapat Diterapkan | Triple "F" Corner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Bukan Sekedar Tiup Lilin, Merayakan Ulang Tahun Anak Juga Akan Memberikan Banyak Manfaat Untuknya. Bunda Harus Tahu Nih!

Mungkin Bunda Pikir Merayakan Ulangtahun Si Kecil Tak Terlalu Penting, Tapi Coba Tengok Dulu Manfaat Ini

Perihal baik dan buruknya perayaan ulang tahun anak memang telah lama diperdebatkan. Tak mudah untuk mendapatkan kesimpulan dari pro kontra tesebut. Namun, terlepas dari itu, pesta ulang tahun anak sebenarnya merupakan bentuk apresiasi orangtua untuk buah hati.

Sebagai orangtua, tentu kita ingin memberikan segala yang terbaik untuk buah hati. Termasuk menyiapkan perayaan ulang tahun. Kalau sudah begitu, rasanya tak perlu terlalu menanggapi cibiran orang-orang yang kurang setuju dengan perayaan ulang tahun. Bagaimana pun anda yang paling tahu apa yang terbaik untuk buah hati. Toh, merayakan ulang tahun juga akan memberi banyak manfaat untuk anak.

Merayakan Ulang Tahun Bisa Jadi Langkah Awal Untuk Mengajarinya Berbagi Dan Bersosialisasi Dengan Lingkungan

Jika sebagian orangtua akan menggambarkan perayaan ulangtahun dengan pesta yang sia-sia, itu adalah sebuah kesalahan. Justru disini kita bisa mulai memberinya pelajaran berharga, yang kelak tentu berguna untuknya. Kita bisa mengajari si kecil untuk berbagi dengan teman seusianya, lewat perayaan ulangtahun yang kita gelar. Momen makan bersama, bernyanyi hingga bermain bersama dengan teman dan saudara-saudaranya akan membuatnya mengerti bahwa berbagi itu indah.

Secara tak langsung dia jadi paham, bahwa sosialiasi yang kita ajarkan adalah sebuah kegiatan yang mengasyikkan. Hingga kelak ia akan tumbuh jadi seseorang yang tahu arti dari nilai-nilai yang terkandung dalam kehidupan. Baik dalam hubungannya dengan saudara maupun orang-orang yang ada di lingkungan sekitarnya.

Secara Tak Langsung Perayaan Ulang Tahun Juga Mendidiknya Untuk Belajar Bertanggung Jawab

Sedini mungkin si kecil memang sudah harus kita ajarkan untuk mulai bertanggung jawab atas beberapa hal. Momen ulang tahun menjadi waktu yang tepat untuk mengajarinya bertanggung jawab. Mintalah dia untuk memilih siapa saja teman yang akan diundang, hingga konsep perayaan seperti apa yang dia inginkan. Jika ternyata ada beberapa hal yang tak dia suka, maka itu adalah kesempatan untuk memberitahunya bahwa itu adalah bagian dari pilihan yang sudah dia buat. Hingga apapun hasilnya nanti, si kecil harus bisa menerima dan memahaminya. Dengan begitu buah hati pun jadi tahu bahwa setiap pilihan yang telah dia putuskan, adalah sebuah tanggung jawab yang harus dijalankan.

Membantu Anak Untuk Belajar Menghargai Setiap Orang Yang Hadir Dalam Perayaan Ulang Tahunnya

Pesta ulang tahun tanpa kado jadi sesuatu yang terasa kurang lengkap. Hal ini jadi poin penting lain yang akan membantu kita untuk membimbingnya. Pada sesi membuka setiap kado, tentu ada beberapa jenis kado yang berbeda-beda. Biasanya si kecil akan merasa kecewa jika ternyata ada beberapa kado yang dia dapati tak sesuai dengan keinginannya.

Peran kita sebagai orangtua adalah memberinya pemahaman untuk hadiah yang tak disukainya tersebut. Jelaskan padanya bahwa tak semua yang dia mau, bisa didapatkan. Dengan demikian dia akan belajar untuk lebih menghargai setiap proses yang ada. Mulai dari usaha orangtua yang memberinya perayaan ulang tahun, hingga kado-kado yang dia terima sebagai hadiah.

Lagi Pula Ini Adalah Bentuk Syukur Terhadap Sang Pemilik Hidup, Atas Hadirnya Buah Hati Dalam Kehidupan Orangtuanya

Beberapa orangtua lain bisa saja memilih tak pernah merayakan ulangtahun anaknya. Toh itu adalah hak masing-masing orang. Meski disebut-sebut sebagai budaya atau trend ikut-ikutan, kita bisa menilai ini sebagai ungkapan rasa syukur. Kehadiran si kecil ditengah-tengah keluarga, tentu jadi hal penting dalam hidup kita. Lalu apa salahnya jika kita ingin bersyukur atas pemberian ini. Lagi pula sebagai orangtua setiap orang tentu punya cara yang berbeda-beda untuk mensyukuri karunia tersebut. Namun pandangan yang tak sama, bukan berarti jadi alasan kita untuk menyalahkan mereka yang berbeda. 

Karena Selama Tak Diadakan Secara Berlebihan, Perayaan Ulang Tahun Akan Jadi Kado Termanis Yang Kelak Akan Ia Kenang

Tak hanya kegembiraan untuk senyum dan tawa yang kita lihat saat perasaan tersebut. Momen tersebut sampai kapan pun akan menjadi kenangan manis untuk buah hati dan kita sebagai orangtuanya. Sehingga kelak jika ada yang bertanya tentang perayaan ulang tahun semasa dia kecil, buah hati pun akan menjawab dengan wajah bahagia dan senyum mengembang. Mulai dari mengingat wajah-wajah orang yang hadir, kejadian lucu yang tak terlupa, hingga legitnya kue ulang tahun semasa kecil.

Sebagai orangtua, kita tentu punya pandangan masing-masing dalam hal mendidik dan memperlakukan anak. Namun bukan berarti karena benar dan salah. Sebab apa pun itu, setiap orangtua pasti memiliki alasan dan hal itu tentu dilakukan demi kebaikan anak.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Anak Anda Cengeng? Ini 6 Faktor Penyebab Anak Cengeng Dan 7 Cara Mendidiknya Yang Dapat Diterapkan | Triple "F" Corner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Terkesan Biasa Sih, Namun Membiarkan Buah Hati Anda Tidur Di Dada Bisa Mengakibatkan Sindrom Kematian Bayi Mendadak!

anaktidur

“Dada ayah dan ibu adalah tempat terbaik untuk si kecil bisa terlelap”

Dalam hal pendampingan tidur untuk mengasuh si kecil, kalimat ini tentu sangat sering kita dengarkan. Digambarkan sebagai alternatif untuk bisa membantu pada orang tua dalam hal menidurkan bayi, terlebih ketika si kecil sedang rewel. Sayangnya kebiasaan membiarkan buah hati tidur di dada orang tua ternyata memiliki bahaya tersendiri.

Mungkin satu atau dua orangtua yang pernah melakukannya akan menggeleng tanda tak setuju, karena mereka pernah melakukannya dan si kecil ternyata tidak mendapat masalah. Namun sebagai orangtua kita tentu tetap harus waspada, karena kebiasaan ini justru berbahaya.

Menyajikan Pemandangan Yang Manis, Hal Ini Justru Sering Berakhir Dengan Tragis

Selain membuatnya terlelap lebih cepat kebiasaan ini jadi sesuatu yang tentu terlihat manis. Namun Lullaby Trust, sebuah organisasi yang memberi saran keamanan tidur pada bayi. Mengatakan bahwa keputusan orangtua yang membiarkan bayi terlelap di dadanya adalah sesuatu yang berbahaya. Karena ketika si kecil sedang lelap di dada  kita, resiko SIDS pada bayi meningkat sebanyak 50%.

Hal ini dibuktikan oleh sebuah kasus yang telah terjadi pada seorang dokter bernama Sam Hanke. Beliau bercerita bahwa pada tahun 2010 ia telah mengalami pengalaman pahit karena telah kehilangan bayinya yang bernama Charlie. Ia menuturkan kejadian itu bermula saat dirinya sedang tiduran di sofa sambil membawa bayinya di dalam dekapan dadanya. Dokter Hanke membiarkan Charlie tertidur dengan posisi tengkurap di dadanya. Karena ikut merasa nyaman dirinya ikut tertidur, tapi ketika terbangun bayinya sudah tak lagi membuka matanya. Setelah dicari tahu penyebabnya ternyata Charlie mengalami Sudden Infant Death Syndrome atau yang sering dikenal sebagai sidrom kematian mendadak.

Lalu Apa Sebenarnya Sudden Infant Death Syndrome Itu?

SIDS - Sudden infant death syndrome

Sindrom ini adalah sebuah keadaan yang menjelaskan kematian pada bayi secara mendadak, meski kelihatannya sedang baik-baik saja. Selain itu hal ini juga disebut sebagai salah satu penyebab kematian yang paling sering ditemukan, pada bayi yang berusia antara 2 minggu – 1 tahun. Sedikitnya 3 dari 2000 bayi mengalami SIDS ketika mereka sedang tidur.

Meski penyebab ketidaknormalan itu masih belum ditemukan dengan jelas. Salah satu bukti statistik menunjukkan bahwa tidur tengkurap pada bayi adalah penyebabnya. Meski meletakkan bayi pada dada kita tak selalu dengan posisi tengkurap, namun para peneliti tidak menyarankan hal ini untuk dilakukan. Apalagi untuk si kecil yang masih berusia 2 minggu hingga 1 tahun. Hal ini juga dikuatkan oleh juru bicara dari Lullaby Trust yang mengatakan bahwa, “Tidur di sofa atau kursi dengan bayi adalah salah satu situasi paling beresiko”.

Fakta Ini Tentu Membuat Kita Lebih Hati-Hati, Terlebih Ketika Menemani Si Kecil Tidur

Untuk penanganan yang satu ini kita memang harus ekstra hati-hati, jangan biarkan sembarangan orang tidur dengan si kecil. Sebagai orangtua, kita tentu tak ingin memberikan pengaruh buruk, apalagi hingga membahayakan buah hati. Oleh karena itu, jika anda atau pasangan adalah seorang perokok, maka sebisa mungkin tidak menyentuh anak secara intim dan tidur sekamar dengannya.

Meski tak terlihat kita ada ribuan sumber bakteri dan penyakit yang mungkin bisa tertular pada anak. Mengingat ketahanan tubuhnya yang masih sangat lemah, tidak ada salahnya jika kita membatasi aktivitas untuk tak membiarkannnya tersentuh oleh sembarangan orang. Bahkan oleh orangtuanya sendiri sekalipun, demi menjaga kesehatan dan keselamatannya.

Hal Lain Yang Patut Diperhatikan Adalah Lebih Jeli Dalam Memilih Tempat Tidur Untuk Si Kecil

Ini jadi salah satu kunci penting dalam menjaganya dari hal-hal yang mungkin membahayakan kesehatan si kecil. Red Nose, sebuah lembaga nirlaba di Australia mengungkapkan beberapa tips dan trik aman untuk bayi yang sedang tidur yang mungkin bisa kita jadikan patokan. Menurutnya sebaiknya orangtua memilih kasur atau tempat tidur yang kencang, bersih dan memiliki permukaan yang rasa. Hindari pemakaian selimut yang terlalu tebal dan tak sesuai dengan panjang tubuh si kecil. Selanjutnya hindari pula penggunaan bantal dan mainan yang terlalu banyak di sekitar tempat tidur. Serta jangan sesekali membiarkan anak tertidur dengan posisi tengkurap, atau memakaikan selimut hingga ke permukaan wajahnya.

Berhentilah Berpikir Bahwa Mendekap Si Kecil Di Dada Adalah Sesuatu Yang Baik

Pilihan kita untuk tidur dengan si kecil memang jadi pembahasan yang cukup kontroversial. Dibeberapa budaya, pemandangan bayi yang tertidur di dada orangtua adalah hal biasa, termasuk di negara kita. Namun di beberapa negara barat hal ini justru bukanlah sesuatu yang direkomendasikan. Jika memang meletakkannya di dada membuatnya tenang dan bisa tertidur lebih lelap, segera pindahkan si kecil ke tempat tidurnya. Karena meski dada orangtua adalah tempat terhangat untuknya, ini bukanlah sesuatu yang baik untuk kesehatannya.

Meski menurut anda satu-satunya cara untuk membantu si kecil untuk lebih cepat terlelap dengan menaruhnya di dada. Charlie’s Kids sebuah yayasan yang juga milik Dr. Sam Hanke, menyarankan para orangtua untuk selalu meletakkan bayi tidur di ranjang sendiri, baik saat siang maupun malam hari.

 

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Anak Anda Cengeng? Ini 6 Faktor Penyebab Anak Cengeng Dan 7 Cara Mendidiknya Yang Dapat Diterapkan | Triple "F" Corner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Menjadi Ibu Rumah Tangga Sekaligus Pengusaha, Anak Tak Terbengkalai, Bisnis Pun Tetap Jalan. Begini Caranya!

women (2)

Bisa menyaksikan tumbuh kembang anak merupakan suatu kebahagiaan yang tak ternilai bagi orangtua. Sayangnya tidak semua orangtua berkesempatan untuk merasakan hal itu. Kesibukan sehari-hari membuat kita sibuk dengan aktivitas pribadi. Hingga tanpa terasa, kita pun melewatkan momen tumbuh kembang buah hati.

Sebagian dari kita yang menjadi pengusaha, pasti pernah merasa kewalahan saat harus mengurus usaha dan anak pada waktu yang bersamaan. Dua hal yang sama-sama membutuhkan perhatian. Sebenarnya, bila kita mampu mengatur waktu maka mengurus anak sembari menjalankan usaha bukanlah hal yang mustahil. Untuk mewujudkan hal itu, Bunda hanya perlu melakukan 4 hal ini.

Bunda Bisa Memulainya Dengan Melakukan Manajemen Waktu Dan Membentuk Tim Yang Solid

Peranan manajemen waktu yang baik bagi bisnis adalah salah satu hal yang paling penting untuk mendukung kelancarannya, begitu pula dalam mendidik anak. Kita harus mampu menyeimbangkan waktu untuk menjalankan bisnis dan mengurus mereka, walau kadang akan ada  penolakan kecil yang mereka sampaikan.

Tidak perlu langsung memaksanya untuk memahami apa yang sedang anda jalani, pelan-pelan beri tahu mereka bahwa apa yang sedang anda geluti saat ini juga demi kebaikannya. Untuk menyiasati hal itu, ciptakan momen berkualitas saat bersama anak. Tak harus lama, yang penting anda bisa konsisten meluangkan waktu untuk anak setiap hari. Dengan begini bukan hanya bisnis saja yang berjalan lancar, anda pun tetap bisa menyaksikan tumbuh kembang buah hati.

Rancanglah Skema Kegiatan Yang Tetap Menghubungkan Anda Dengan Anak

Sesekali mungkin kita akan merasa khawatir dengan kegiatan anak disaat tidak bersama dengan orangtuanya. Untuk menyiasati hal itu, anda bisa mencoba memberikannya masukan terhadap kegiataan yang akan dilakukannya. Setelah sampai di rumah, anda bisa membahasnya bersama anak. Hal ini akan membuat anda selalu terhubung dengan anak walaupun disibukkan dengan aktivitas masing-masing.

Anda juga bisa memberi tugas untuk membaca sebuah buku yang sudah disiapkan untuknya. Pilihlan sebuah buku yang memang sesuai dengan usianya dan tentunya memiliki pesan moral yang baik. Lalu anda bisa meminta anak untuk menceritakan apa yang telah dibacanya tersebut. Memberikan ragam aktivitas lain yang tidak membosankan juga bisa dilakuakn. Selain buku, anda juga bisa memintanya untuk menonton film, memberikanya lagu, atau permainan baru yang bisa dilakukannya sendiri. Jangan lupa untuk memberikannya saran dan evaluasi yang membangun, serta apresiasi atas apa yang telah dikerjakannya ya Bun!

Tetap Ciptakan Komunikasi Yang Baik Dengannya Agar Mereka Merasa Bahwa Kesibukan Tak Membuat Anda Melupakannya

Didalam hubungan apa pun sepertinya komunikasi tetap menjadi hal yang penting. Hal itu juga berlaku dalam hubungan bisnis juga dalam hal mengurus anak. Jalinan komunikasi yang kita harus bangun dengan anak kadang tak  melulu harus secara intens yang mengharuskan kita bertatap muka secara langsung. Komunikasi pun bisa dilakukan lewat handphone jika kebetulan sedang tak bersama.

Memberikan beberapa pertanyaan seputar kegiatannya akan membuatnya lebih bersemangat dan merasa diperhatikan. Hal ini akan tetap membuat hubungan dan perhatian kita sebagai orangtua tercurah kepadanya. Meski  tidak sedang bersama, meraka tidak akan merasa sendirian atau jauh dari orangtua karena disela-sela kesibukan dan aktivitas kita masih bisa mencurahkan kasih sayang untuknya.

Tetap Berikan Pengawasan Yang Baik Untuk Semua Kegiatan Dan Perubahan Tumbuh Kembangnya

Aktivitas mengontrol dan memeriksa semua hal yang berhubungan langsung dalam bisnis yang anda jalani rasanya telah menjadi kewajiban. Namun hal itu juga berlaku saat mengurus anak. Kita harus memerhatikan semua kegiatan lengkap dengan berbagai sebab akibat yang akan ditimbulkan dari kegiatan yang dia lakukan. Pastikan apakah perubahan yang dia terima itu positif atau negatif.  Ketahui juga apakah dia memang benar menyukai hal tersebut atau malah sebaliknya. Kita bisa memberikan saran untuk segala kegiatannya, dengan begitu sang anak tetap merasa diperhatikan meski orangtuanya sibuk menjalankan usahanya.

Empat kiat di atas merupakan hal yang paling penting kita perhatikan ditengah-tengah kesibukan menjalankan kegiatan usaha dan kewajiban mengurus anak. Kunci utamanya adalah dengan tetap menyeimbangkan segala sesuatu sesuai kebutuhannya baik itu untuk kegiatan usaha maupun anak. Sebab momen tumbuh kembang anak tak akan lagi terulang, maka tak ada salahnya bila Bunda memprioritaskan kepentingan buah hati.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Anak Anda Cengeng? Ini 6 Faktor Penyebab Anak Cengeng Dan 7 Cara Mendidiknya Yang Dapat Diterapkan | Triple "F" Corner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top