Parenting

Anak Anda Cengeng? Ini 6 Faktor penyebab Anak Cengeng dan 7 Cara Mendidiknya yang dapat Diterapkan

anakcengeng

Perasaan marah, malu atau sedih adalah bagian dari emosi yang normal pada masa kanak-kanak. Tetapi sebagai orang tua perlu mengetahui cara meredakan emosi anak yang meluap-luap agar anak tidak tumbuh menjadi anak cengeng.

anakcengeng

Anak yang gampang menangis cenderung mengungkapkan keinginan dengan disertai tangisan. Secara umum tangisan masih menjadi salah satu bentuk komunikasi, terutama bayi di bawah tiga tahun atau batita, karena terbatasnya kemampuan verbal. Hal ini perlahan-lahan harus dihilangkan.

Ada banyak banyak faktor anak cengeng. Berikut beberapa faktor penyebab anak cengeng:

1.  Emosi anak tidak stabil berawal Emosi ibu tak stabil saat hamil

Kalau mau dirunut ke belakang, salah satu penyebab anak gampang menangis adalah kondisi psikologis ibu kurang mendukung saat hamil, seperti sedang banyak masalah, sehingga emosinya tidak stabil. Kondisi ini bisa “menular” pada janin dan bila tidak terselesaikan, bukan tidak mungkin terus terbawa hingga batita. Jadi salah satu penyebab anak cengeng karena emosi anak tidak stabil yang disebabkan oleh  Emosi ibu tak stabil saat hamil.

2. Mencari perhatian karena kadang-kadang anak menangis karena ingin diperhatikan

Terutama sewaktu masih bayi dan hanya itu yang dapat dia lakukan untuk mendapatkan perhatian kita. Tetapi tentu saja ada alasan mengapa dia menginginkan perhatian kita. Bisa saja karena sakit, lapar, haus atau bisa saja karena dia mendambakan kasih sayang, ingin dipeluk dan dimanja. Pelukan dan kasih sayang sama pentingnya bagi pertumbuhan rohani seperti makanan bagi pertumbuhan jasmani. Konon di zaman perang dunia banyak anak bayi di rumah yatim yang haus kasih sayang meninggal karena lebih rentan terhadap penyakit.

3. Anak cenderung lebih sensitif

Selain itu, ada anak-anak yang memang lebih sensitif. Perasaannya halus, sehingga apa saja gampang memancing tangisannya. Ada orang bersuara keras, ia menangis, karena merasa dirinya sedang dimarahi.

4. Pentingnya Orangtua konsisten, dia bisa saja menggunakan tangisan sebagai upaya terhindar dari hukuman atau teguran

Kalau diperhatikan, ada juga anak yang selalu menangis saat melakukan kesalahan sehingga orangtua merasa kasihan atau mengurungkan niat untuk menegur atau menghukumnya. Meski masih batita, anak sudah bisa melihat celah, menggunakan tangisnya sebagai upaya terhindar dari hukuman atau teguran.

5. karena Pola asuh yang terapkan Ia selalu tidak yakin dengan apa yang dilakukannya

Pola asuh orangtua juga ikut berperan. Anak yang serba dilarang akan tumbuh menjadi pribadi penakut atau pencemas. Ia selalu tidak yakin dengan apa yang dilakukannya. Akibatnya ia mudah menangis bila menghadapi situasi yang membuatnya takut atau khawatir.

6. Anak yang serba boleh atau dimanja berlebihan juga berpotensi menjadi anak cengeng

Ia akan menggunakan tangisan untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Apalagi kalau anak ini sudah bisa “menandai” orangtua akan memberikan apa saja kalau ia menangis di muka umum. Menangis menjadi pilihan caranya manakala menginginkan sesuatu.

Untuk membantu anak agar tidak cengeng, berikut beberapa strategi mendidik anak agar tidak cengeng:

1. Anak dengan karakter cengeng mudah dikenali pada usia ini, Jadi kenali sejak dini

Tak ada seorang pun di dunia ini yang mengenali karakter manusia selain orang tuanya sendiri, terutama ibu. orangtua diharapkan dapat mengetahui arah perkembangan karakter anak sejak ia mulai berusia satu atau dua tahun, agar dapat menentukan pola pengasuhan yang tepat untuknya. Anak dengan karakter cengeng mudah dikenali pada usia ini, apalagi jika ia adalah anak bungsu.

2. Jangan menganggap tangisan anak sebagai suatu kesalahan

Beberapa anak yang lebih sensitif kadang mengekspresikan perasaannya tersebut dengan menangis. Tangisan anak bukanlah suatu kesalahan besar, sehingga Anda harus menghadapinya dengan tenang.

3. Ketika anak menangis, jangan memarahi anak dan memaksanya untuk diam

Hal ini biasanya terjadi saat Anda mengajak anak menghadiri suatu acara, kebanyakan orang tua merasa malu jika anaknya menangis berteriak hingga menjadi perhatian banyak orang.

4. Hindari menakut-nakuti anak terhadap suatu hal

Seperti ada monster yang akan muncul pada tengah malam jika anak tidak segera tidur. Mungkin tujuan Anda baik, yaitu mendisiplinkan anak agar tidur pada waktu yang sama setiap harinya, tetapi cara yang Anda gunakan salah.

5. Bantu anak agar merasa aman

Perasaan anak yang terlalu sensitif juga dapat ditunjukkan dengan ketakutan yang berlebihan. Yang perlu Anda lakukan adalah memberikan ruang dan waktu pada anak agar terbiasa dengan kegiatan baru yang mungkin membuatnya cemas atau ketakutan. Menurut para psikolog, anak yang terlalu sensitif hanya perlu merasa aman dan membutuhkan dukungan dari orang tua agar dapat lebih percaya diri, sehingga mampu mengenali kekuatannya sendiri dalam berperang melawan rasa takut.

6. Pelajari strategi khusus untuk mengatasi kemarahan anak

Meredakan kemarahan anak sebenarnya bukan suatu hal yang sulit, cukup memberikan apa yang diinginkan oleh anak. Tetapi hal ini hanya berlaku pada satu waktu saja dan anak akan tumbuh menjadi pribadi yang manja jika semua keinginannya terpenuhi dengan mudah. Cobalah mempelajari strategi terapi untuk mengendalikan emosi anak, misalnya dengan permainan berhitung atau melempar bola. Cara ini dapat melatih kesabaran anak sehingga anak lebih mudah mengendalikan kemarahannya dan tidak mudah menangis.

7. Meminta bantuan psikolog anak

Jika anak sering sekali marah, merasa cemas atau depresi yang melebihi sensitivitas alaminya dan tidak dapat Anda atasi dengan ketiga cara tersebut di atas, jangan mengabaikannya. Hal ini mungkin merupakan tanda-tanda masalah serius pada kondisi psikologi anak.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Anak Anda Cengeng? Ini 6 Faktor Penyebab Anak Cengeng Dan 7 Cara Mendidiknya Yang Dapat Diterapkan | Triple "F" Corner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Kompetisi Foto Wefie Momen Cinta Keluargamu, Kirimkan Foto Terbaik Keluargamu

momenkeluarga

Zaman dahulu kenangan keluarga diceritakan hanya melalui kisah-kisah verbal orang tua kepada anak cucunya. Kemudian datang era tulisan, dimana kenangan dituliskan dalam buku tulis dan untuk diberikan kepada generasi selanjutnya.

Lalu cara itu berganti ketika Kodak memperkenalkan kamera portabel yang bisa dibawa kemana-mana. Momen-momen penting keluarga tersimpan manis dalam album-album foto atau pigura yang dipajang di ruang-ruang tamu.

Tapi kemudian cara itu mulai luntur ketika datang era telepon pintar. Foto-foto kebersamaanmu Kini seringnya hanya tersimpan dalam penyimpanan gadget atau dalam unggahan sosial media. Saat itu pula kita tak lagi melihat keberadaan foto-foto itu sepenting ketika era dalam album dahulu.

Berapa banyak foto yang hilang karena gadgetmu bermasalah dan harus direset? Bagaimana pulak dengan foto jalan pertama si kecil yang kini hilang karena akun sosial mediamu diretas orang tak bertanggung jawab?

Ah, apakah kamu termasuk orang yang sangat telaten menyimpan semua foto-foto kenangan itu? Kamu menyimpan salah satu foto terbaik momen bersama keluargamu yang mungkin tak pernah terulang?

Kirimkan foto terbaikmu itu, agar semua bisa belajar dari kasih dan sayangmu bersama keluarga. Foto terbaik akan memenangkan Smartpone dan Smartfren MIFI

Ikuti Kompetisi Foto Wefie Momen Cinta Keluargamu

Upload

 

 

 

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Anak Anda Cengeng? Ini 6 Faktor Penyebab Anak Cengeng Dan 7 Cara Mendidiknya Yang Dapat Diterapkan | Triple "F" Corner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Si Kecil Cengeng dan Gampang Marah? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

menangis

Pernahkah Anda mengajak si kecil dalam sebuah acara namun tiba-tiba mereka menangis tanpa sebab yang jelas, bahkan menunjukkan reaksi menangis yang lebih keras dan marah ketika dibujuk untuk diam.  Tentu hal ini akan membuat Anda merasa tidak nyaman karena akan ada banyak orang yang memperhatikan tingkah si kecil dalam acara tersebut.

Mungkin si kecil memang sering menangis hanya karena masalah sepele, dan Anda pun memakluminya karena menganggap si kecil memang cengeng.  Namun ketika mereka sangat sering menagis, bahkan marah dan meronta-ronta di depan umum tentu hal itu akan menjadi sesuatu yang kurang menyenangkan bagi Anda.

Sebelum Anda merasa jengkel dan bingung harus bagaimana menghadapi reaksi si kecil yang cengeng dan gampang marah, berikut ini adalah beberapa informasi mengenai penyebab dan tips untuk mengatasinya.

Kenali penyebab mengapa si kecil cengeng dan gampang marah

Reaksi anak yang tiba-tiba menangis dan marah ketika dihadapkan pada situasi tertentu yang kurang menyenangkan baginya seringkali terjadi.

Biasanya kondisi ini dianggap normal ketika anak berusia 2,5 – 3,5 tahun atau di bawah 6 tahun,
dimana pada fase ini anak akan cenderung memiliki emosi yang mudah ‘meledak’ dan sulit untuk diarahkan.

Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab seorang anak berperilaku cengeng dan gampang marah, diantaranya adalah sebagai berikut:

Anak merasa frustasi

Ketika anak dihadapkan pada situasi dimana mereka menginginkan sesuatu dan tidak dipenuhi oleh orangtuanya atau teman sebaya ketika mereka sedang bermain. Maka hal itu akan diekspresikan dalam reaksi menangis untuk mengungkapkan kekesalannya.

Dihadapkan pada situasi baru

Ada kalanya anak akan merasa kurang suka dengan situasi yang baru sehingga membuat mereka merasa tidak betah, seperti misalnya ketika mereka diajak dalam sebuah acara yang penuh dengan orang yang tidak dikenalnya.  Kesulitan untuk mengungkapkan ketidaknyamanan tersebut akhirnya diekspresikan dalam bentuk tangisan.

Anak sedang dalam kondisi tidak fit atau sakit

Kondisi anak yang tidak fit atau sedang sakit bisa membuat anak cenderung rewel atau cengeng.  Hal ini sangat wajar karena pada saat sakit mereka merasakan kondisi tubuhnya tidak nyaman dan lesu, mulai dari makan yang tidak enak hingga sulit untuk tidur nyenyak.

Anak merasa kelalahan

Jika orang dewasa mampu mengungkapakan bahwa tubuhnya lelah, maka berbeda dengan anak-anak.  Mereka akan cenderung merespon rasa lelah dengan menangis atau bahkan cenderung mudah marah, yang sebenarnya merupakan sebuah sinyal bahwa mereka ingin beristirahat.

Terlalu banyak dilarang

Ketika anak terlalu banyak dilarang ini dan itu, mereka akan cenderung merasa kesal dan biasanya akan menunjukkannya dengan tangisan atau marah.  Seperti misalnya tidak boleh lari-lari atau lompat-lompat.  Bukankah pada usia tersebut mereka mengalami perkembangan motorik yang kuat?  Sehingga ketika Anda terlalu banyak melarangnya melakukan aktifitas fisik hal itu justru akan menghambat perkembangan motoriknya.

Menghadapi situasi yang tidak nyaman

Kondisi cuaca yang panas, berada dalam ruangan yang sempit atau terganggu dengan suara yang terlalu bising bisa menyebabkan anak merasa tidak nyaman dan cenderung cengeng menghadapinya.
Anak cari perhatian

Ketika anak melihat orangtuan tidak sedang fokus memberikan perhatian kepada mereka, maka anak akan cenderung mencari perhatian dengan cara menangis.  Biasanya mereka juga akan melakukan tindakan untuk memancing perhatian Anda.

Kehilangan figur yang mereka sayangi

Ketika dihadapkan pada situasi dimana mereka harus berjauhan dengan Anda sebagai figur yang mereka sayangi, maka situasi tersebut bisa membuat mereka bersikap lebih cengeng dan merasa kehilangan.

Cara mengatasi si kecil yang cengeng dan gampang marah

Menghadapi si kecil yang cengeng dengan reaksi marah tidak akan banyak membantu Anda untuk membuatnya merasa lebih baik tapi justru akan membuat mereka semakin tertekan.  Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi si kecil yang cengeng dan gampang marah, yaitu:

  • Jangan memarahinya dan menganganggap tangisannya sebagai kesalahan.  Anda perlu mencari tahu apa penyebab si kecil menangis, jika si kecil menangis karena merasa tidak dipenuhi permintaannya, maka cobalah untuk memberikan penjelasan yang bisa diterimanya tanpa harus membentaknya.  Cobalah untuk memahami kecengengan si kecil sebagai reaksi ketika mereka tidak mampu mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata.  Menghardiknya dengan sebutan ‘anak cengeng’ di depan umum justru akan mempermalukan mereka dan membuat mereka merasa bahwa dirinya memang cengeng.
  • Cobalah untuk meningkatkan sosialiasi anak dengan mengajaknya banyak bertemu dengan orang lain atau bermain bersama teman-teman sebayanya.  Dengan begitu mereka bisa belajar bagaimana temannya bersikap tanpa harus menangis.
  • Cobalah untuk membawanya dalam situasi yang nyaman dan terlindungi, dengan situasi yang nyaman mereka akan merasa aman.  Dan sebisa mungkin hindari untuk menakut-nakuti anak dengan sesuatu yang menakutkan seperti monster atau hantu hanya karena Anda menginginkannya untuk tidur tepat waktu.

Selain cara di atas, Anda bisa juga mengabaikan tangisannya dan jangan terlalu memanjakannya karena hal itu akan membuat cengengnya semakin menjadi-jadi dan justru memanfaatkan situasi tersebut dengan menjadikan tangisan sebagai senjata agar semua keinginannya dipenuhi.  Cobalah untuk mengajaknya berbicara, dan yang terpenting adalah kuasailah emosi Anda ketika menghadapi si kecil yang cengeng.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Anak Anda Cengeng? Ini 6 Faktor Penyebab Anak Cengeng Dan 7 Cara Mendidiknya Yang Dapat Diterapkan | Triple "F" Corner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Orangtua Mana yang Tidak Saya pada Anaknya, 10 Hal yang Tidak Harus Anda Lakukan Untuk Menunjukan Rasa Cinta

memberikan

Kita ingin memberikan anak-anak kita yang terbaik. Kita akan senang untuk memberikan anak-anak kita semua hal yang kita tidak pernah memiliki. Tapi kadang-kadang orang tua terlalu jauh dalam menunjukkan kasih sayang mereka. Dan ini tidak memberikan dampak yang baik untuk anak-anak kita. Karena itu, sebelum terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, perhatikan poin-poin yang tercantum di bawah ini.

memberikan

1. Membuat mereka merasa seperti raja.

Memang penting untuk membuat anak-anak Anda merasa istimewa, tapi kehilangan otoritas Anda kepada mereka hanya akan memiliki konsekuensi negatif. Menegaskan otoritas Anda berarti membangun perbatasan, batas-batas dan keterbatasan Anda dalam membesarkan mereka. Meskipun penting untuk mempercayakan mereka dengan tanggung jawab tertentu, tugas Anda sebagai orang tua adalah untuk membimbing mereka melalui hal itu dan menjadikan keberhasilan sesuai dengan apa yang mereka raih dan lakukan.

2. Percayakan mereka dengan terlalu banyak uang.

Uang adalah alat; bukan hiasan. Semakin awal Anda membuat mereka mengerti ini, semakin paham anak-anak menggunakannya. Meskipun kita hidup berkecukupan dan begitu banyak pilihan yang mudah, tapi tugas Anda adalah untuk mengelola sumber daya, meskipun berlimpah. Mempercayakan mereka dengan satu juta dolar atau membeli perhiasan mahal bagi mereka di tahun-tahun awal mereka akan menjadi terlalu banyak bagi mereka, dan hasil akhirnya: mereka dapat tumbuh menjadi anak yang tidak bersyukur.

3. Tidak membuat mereka bekerja.

Kerja sangat penting dalam kehidupan. Setiap orang dewasa yang bertanggung jawab harus bekerja untuk mencari nafkah. Membuat mereka mengerti ini bermanfaat bagi keberhasilan mereka sebagai orang dewasa. Memang sangat dimaklumi bahwa Anda mungkin ingin melindungi mereka dari segala sesuatu yang melelahkan, tapi mengajarkan mereka pelajaran penting dari pekerjaan akan lebih protektif dari destruktif. Terutama mereka akan menghargainya saat mencoba ke jenjang perguruan tinggi. Biarkan mereka menghargai mendapatkan sesuatu yang bernilai dan merasa bangga karenanya.

4. Tidak mendorong mereka untuk memberi dan menolong tanpa pamrih

Salah satu pelajaran yang paling penting yang diajarkan orang tua dulu adalah adalah membalas kebaikan. Itu adalah aliran kehidupan. Kit amendapatkan sesuatu dan kita memberikan sesuatu. Berikan kebebasan kepada anak yang meminta ijin untuk berbagi, menolong, berbuat baik, dalam hal perbuatan atau amal.

5. Tidak mengharuskan mereka untuk bersyukur.

Anda mungkin merasa anak Anda layak mendapat segala sesuatu yang dia menerima dan tidak berutang apapun. Hal ini akan tidak akan membentuk semangat menghargai bagi mereka. Cobalah membiasakan kata sederhana seperti “terima kasih” sebagai cara untuk membuat mereka memahami pentingnya segala sesuatu yang mereka dapatkan.

6. Memberikan contoh sebagai perengek dan pengeluh

Kita sebagai orang tua seharusnya memimpin dengan contoh. Anak-anak kita harus melihat bahwa tanggung jawab ada dalam diri kita, bahwa kita tegas dan bijaksana. Kita tidak harus merengek dan mengeluh tentang segala sesuatu di depan mereka.

7. Gagal menetapkan batas-batas.

Secara alami, anak-anak ingin dimanja. Ini bukan tugas Anda sebagai orang tua untuk selalu membuat hal ini terjadi. Sebaliknya, Anda perlu mendidik dan memastikan berperilaku baik dan menyenangkan. Untuk melakukan hal ini, Anda perlu memberlakukan pembatasan; jika tidak, anak akan menjadi tidak sopan dan kasar.

8. Membiarkan mereka memilih cara mereka sendiri sepanjang waktu.

Kesemuanya ini adalah tentang memilih apa yang Anda harus berikan kepada mereka dan apa yang tidak. Ada perbedaan dengan menginginkan gadget baru atau memiliki permen. Hal yang tersisa bagi Anda untuk memilih hal-hal yang harus mereka miliki dengan cara mereka dan hal-hal yang tidak sebaiknya mereka miliki.

9. Menawarkan mereka hadiah untuk alasan yang salah.

Jika anak Anda bosan dengan mainan lama, Anda akan membelikan dan menawarkan mainan yang baru sebagai cara untuk menghentikan mereka dari merengek. Jika Anda melakukannya, maka Anda menawarkan mereka hadiah untuk alasan yang salah. Hadiah harus ditawarkan untuk menunjukkan bahwa mereka layak dan telah menunjukkan mereka cukup bertanggung jawab untuk menangani dan mengelola diri mereka sendiri.

10. Mencegah mereka berteman.

Hal ini bukan tentang berteman dengan anak-anak lainnya. Kadang-kadang, banyak manfaat yang bisa dipetik jika Anda membawa mereka ke pertemuan orang tua yang berbagi pengetahuan mendalam. Biarkan mereka melihat manfaat dari bersyukur. Undang orang-orang yang berpartisipasi dalam pekerjaan sukarela ke rumah Anda. Menyesakkan anak dalam hubungan yang tidak sehat akan merusak anak.

11. Melepaskan Anak dari Tanggung Jawab

Anak Anda harus bertanggung jawab atas / tindakannya. Ya anak Anda akan membuat kesalahan, tapi membiarkan mereka lolos dari tanggung jawab untuk kesalahan-kesalahan ini tidak membuat mereka melihat pentingnya belajar dari kesalahan.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Anak Anda Cengeng? Ini 6 Faktor Penyebab Anak Cengeng Dan 7 Cara Mendidiknya Yang Dapat Diterapkan | Triple "F" Corner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Sebelum Tantrum Terjadi pada Anak, Penuhi Dulu ini

4_sebelumanaktantrum

Mungkin Ayah dan Bunda pernah mengalami situasi Anak Tiba Tantrum ? Anak kecil yang gampang marah bahkan mengamuk dalam dunia psikologi biasa disebut “tantrum”.

Tantrum merupakan bagian dari tahap perkembangan anak yang ditandai dengan ledakan emosi. Anak yang menunjukan gejala tantrum, bisa secara tiba-tiba menangis dengan sangat keras, berteriak, memukul, melempar benda, berguling-guling di lantai, menendang, bahkan membentur-benturkan kepala.

Kenali Temper Tantrum pada anak

tantrum

Sebelum Tantrum Terjadi pada Anak, Penuhi Dulu ini
4_sebelumanaktantrum

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Anak Anda Cengeng? Ini 6 Faktor Penyebab Anak Cengeng Dan 7 Cara Mendidiknya Yang Dapat Diterapkan | Triple "F" Corner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top