Kesehatan Ibu & Anak

Anak Susah Makan? Jangan Dipaksa, Ini Akibatnya Memaksa Anak Makan dan Ini 8 Alasan Anak Susah makan

susahmakan

 

Bila orang tua merasa kewalahan dan khawatir karena bayi susah makan? Selamat Anda tidak sendirian! Banyak sekali orang tua yang mengalaminya, bahkan lebih banyak bayi susah makan dibandingkan anak yang nafsu makannya besar.

Sesabar apa pun orang tua menyuapinya, acara makan seakan menjadi ajang “pertengkaran”. Ada saja ulah anak. Dari yang selalu menolak makan dengan menutup rapat mulutnya, sampai menyembur-nyemburkan atau melepeh kembali makanan yang sudah berhasil masuk ke mulutnya.

Saat seperti itu, tak jarang orang tua pun memaksa si kecil menghabiskan makanannya. Sebenarnya memaksa makan tidak baik bagi anak. Apalagi anak dikejar-kejar sampai dua jam hanya untuk makan.

Akibatnya Jika Orang Tua Sering Memaksa Anak Agar Mau Makan

Jika dibiarkan akan membuat anak menjadi tidak pernah mengenal rasa lapar. Pada kondisi lebih lanjut, nantinya makanan hanya akan diemut oleh anak.

Apabila dibiarkan, anak mengemut makanan dapat menyebabkan masalah pada gigi anak seperti infeksi. Maka dari itu sebaiknya para orang tua tidak terlalu memaksa anak jika tidak mau makan.

Jika anaknya tidak mau makan, jangan dipaksakan. Nanti kalau anak merasa lapar, ia akan mau makan

Daripada mekasakan anak makan, sebaiknya orang tua memahami penyebab anak sulit makan.  Seperti di kutif dari tabloinnova.com. berikut alasannya:

1. Tak pernah benar-benar lapar

Tak heran jika makanan yang terdiri atas tiga kali makanan utama dan dua kali makanan selingan membuatnya kenyang. Jadi ketika waktu makan yang berikutnya tiba, ia belum benar-benar lapar. Ditambah lagi rutinitas makan dan minum susu yang bisa membuat anak bosan.

Hal seperti ini akan terbawa terus hingga masa batita awal. Namun orang tua sering lupa dan menganggap perilaku menolak atau melepehkan makanan sebagai masalah besar.

2. Mulai punya selera terhadap rasa

Yang juga kerap terlupakan, di usia batita ini rasa ingin tahu anak sudah semakin besar. Ia sudah punya selera tersendiri terhadap makanan. Itulah kenapa makanan anak usia ini tidak boleh disamakan dengan makanan bayi yang tawar.

Tidak ada salahnya memberikan rasa-rasa tertentu yang dia sukai ke dalam makanannya, seperti garam dan gula. Apa citarasa yang disukai anak, tugas orang tualah untuk menemukannya.

3. Bosan tekstur yang halus dan campur aduk

Rasa bosan bisa juga muncul dari tekstur. Bukan mustahil anak bosan atau sudah merasa mual dengan makanan lunak dan campur aduk seperti makanannya semasa bayi. Dengan demikian orang tua mesti cerdik dalam menyiasati olahan dan penyajian makanan.

Variasikan sedemikian rupa agar anak tetap suka makan, misalnya dengan memisah-misahkan lauknya dan memblender berasnya saja lebih dulu sebelum diolah.

4. Munculnya sikap negativistik

Sikap negativistik yang menjadi ciri usia batita antara lain ditandai dengan sikap penolakan terhadap rutinitas yang selama ini wajib dijalani anak. Namun, lantaran khawatir kecukupan gizi anak tidak terpenuhi, orang tua biasanya makin keras memaksa anaknya makan. Padahal cara ini justru harus dihindari.

Asal tahu saja, semakin dipaksa anak usia ini justru akan makin ngotot melakukan perlawanan sebagai wujud negativistiknya. Realisasinya apalagi kalau bukan penolakan terhadap makanan.

Bisa dimaklumi kalau ada orang yang sampai dewasa emoh makan nasi atau sama sekali tak menyentuh daging. Bisa jadi sewaktu masih kecil yang bersangkutan sempat mengalami trauma akibat perlakuan orang tuanya yang selalu memberinya makan secara paksa.

5. Mulai cari perhatian

Cari perhatian biasanya ditunjukkan dengan mudahnya anak melahap makanannya saat disuapi pengasuh sementara selagi disuapi orang tuanya malah jual mahal.

6. Mulai eksplorasi ke mana-mana

Ketika sudah mahir berjalan, anak akan lebih mengutamakan kegiatan eksplorasi ketimbang acara makan. Lihat saja cara bermainnya yang disertai gerakan berjalan, memanjat, atau berlari seolah tidak pernah lelah. Tak heran jika acara makan dianggapnya sebagai kegiatan buang-buang waktu, apalagi kalau diminta duduk diam.

7. Sedang sakit

Tidak mau makan yang disebabkan alasan medis biasanya disertai ciri-ciri badan lemas, sering demam, bolak-balik diare, berat badannya tak bergerak naik atau malah mengalami penurunan, dan adanya perubahan tingkah laku. Kalau semula anak terlihat aktif, riang dan “cerewet”, maka di kala sakit ia lebih suka diam dan terlihat malas-malasan.

Kalau anak menunjukkan gejala seperti itu, tentu harus segera diperiksakan ke dokter. Sebab dilihat dari indikasinya, besar kemungkinan problema sulit makan ini disebabkan radang tenggorok, lambung terganggu, atau malah kena vlek paru-paru, bahkan TBC.

8. Kebanyakan diberi camilan manis dan gurih

Bisa juga anak tampak lemas tapi tidak memperlihatkan gejala sakit. Yang seperti ini, boleh jadi akibat tidak tercukupinya asupan kalori dari makanan padat. Anak yang sulit makan seperti ini biasanya punya kebiasaan makan yang salah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Sebab Daging Sapi Memiliki Banyak Kebaikan, 5 Resep MPASI Dari Olahan Daging Sapi Giling Ini Pun Bisa Bunda Coba!

pexels-photo-416458

Bukan hanya nikmat, nyatanya daging sapi juga menyimpan banyak protein. Pun daging sap mengandung vitamin B, D, dan zat besi yang baik untuk tubuh. Mengingat kebaikan-kebaikan yang dimiliki oleh daging sapi, anda dapat memasukkan daging sapi dalam MPASI bayi anda.

Agar lebih mudah dicerna, usahakan untuk memberikan daging sapi yang telah digiling untuk bayi anda. Berikan secukupnya. Bila anda masih bingung bagaimana cara membuat MPASI dengan bahan dasar daging sapi giling, anda dapat melihat resep berikut ini!

Bubur Brokoli Daging Sapi Giling Yang Nikmat Bisa Anda Berikan Untuk Si Kecil

Perpaduan antara brokoli dan daging sapi giling akan membuat bayi anda lahap makan. Sudah menjadi rahasia umum jika daging sapi memiliki cita rasa yang lezat. Berikut resepnya.

Bahan:

  • 25 gram beras
  • 50 gram brokoli
  • 25 gram daging giling

Cara Membuat:

  • Masak 25 gram beras dan 25 gram daging giling hingga matang dan menjadi bubur. Kemudian masukkan 50 gram brokoli yang sudah dipotong kecil. Masak hingga matang.

Bubur brokoli daging sapi giling siap disajikan!

 

Bukan Hanya Lezat, Tim Daging Sapi Giling Bayam Merah Bisa Menjadi Sumber Nutrisi Yang Tepat Untuk Buah Hati

Campuran protein dari daging sapi giling dan serat yang terkandung dalam bayam merah akan memberi asupan nutrisi yang cukup untuk bayi anda.

Bahan:

  • 2 sendok makan beras merah
  • 20 gram daging sapi giling
  • 10 gram daun bayam merah
  • 750 ml kaldu sapi

Cara Membuat:

  • Cuci bersih beras merah
  • Giling daging sapi
  • Cuci bersih daun bayam dan iris halus
  • Campur beras merah, daging cincang dan kaldu, masak sampai menjadi bubur
  • Masukkan irisan bayam, masak sampai matang, angkat dari kompor
  • Biarkan sampai hangat, kemudian saring dengan saringan kawat dan siap dihidangkan.

 

Kaserol Daging Sapi Wortel Pasti Akan Disukai Oleh Si Kecil

Perpaduan daging sapi dan rasa wortel yang cenderung manis akan membuat MPASI ini terasa lezat.

Bahan:

  • 1 batang daun sledri
  • 25 gram bawang bombay
  • 50 gram daging sapi giling
  • 20 ml jus apel
  • 40 ml kaldu sapi
  • 15 gram keju cheddar
  • ½ sendok teh mentega tawar
  • 1 sendok teh tepung terigu
  • 30 gram tomat
  • 50 gram wortel

Cara Membuat:

  • Kupas wortel, cuci bersih dan potong kecil-kecil
  • Kupas bawang bombay dan iris halus
  • Haluskan tomat
  • Parut keju
  • Panaskan mentega, tumis bawang bombay hingga harum
  • Tambahkan daging sapi giling, wortel dan tomat. Masak hingga layu dan matang
  • Tambahkan jus apel, kaldu dan daun seledri. Taburi dengan tepung terigu. Masak hingga air berkurang
  • Sajikan dalam mangkok, taburi keju

Sop Daging Kacang Merah Juga Tak Kalah Lezat Loh Bunda

Anda dapat memberikan sup yang berisi daging sapi giling dan kacang merah. Rasa kaldunya yang nikmat akan disukai bayi anda.

Bahan:

  • 25 gram buncis
  • 25 gram daging ayam giling
  • 1 sendok makan daun bawang
  • 1 sendok teh garam
  • 15 gram kacang merah
  • 250 cc kaldu
  • 1 sendok makan margarin
  • 1 sendok teh seledri
  • 25 gram tomat

Cara Membuat:

  • Pertama rebus kacang merah hingga lunak dan tiriskan
  • Kemudian iris halus daun bawang dan seledri
  • Selanjutnya buang serat buncing, cuci bersh, dan potong halus
  • Kemudian cuci tomat dan potong kecil
  • Lalu tumis daun bawang, daging ayam giling, buncis dan tomat dengan margarin
  • Tuang kaldu, rebus hingga sayuran matang
  • Masukkan kacang merah, beri garam,dan seledri
  • Masak hingga matang, angkat
  • Hidangkan sup dengan nasi lembek

 

Agar Si Kecil Tak Bosan Dengan Menu Yang Itu-itu Saja, Tim Jagung Daging Sapi Giling Akan Membuat Dia Lahab Makan

Daging sangat baik untuk bayi. Agar bayi tidak bosan, anda dapat mengkombinasikan daging dengan bahan lainnya. Tim jagung daging sapi giling ini dapat anda berikan untuk bayi anda. Berikut resepnya.

Bahan:

  • 1 siung bawang putih
  • 50 gram daging sapi giling
  • 50 gram jagung serut
  • 1 sendok teh mentega tawar
  • 75 gram nasi tim
  • 25 gram sawi hijau
  • 25 gram wortel parut

Cara Membuat:

  • Tumis 1 siung bawang putih yang sudah dihaluskan menggunakan 1 sendok teh mentega tawar
  • Masukkan 50 gram daging sapi giling, 50 gram jagung serut, dan 25 gram wortel diparut kasar. Masak hingga lunak dan matang
  • Tambahkan 25 gram sawi hijau yang diiris halus. cetak 75 gram nasi tim, tambahkan tumisan daging di atasnya

Selamat Mencoba!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Bagi Anak, Bermain Lebih Menarik Ketimbang Makan. ini Cara Mengatasi Anak Susah Makan

Mengatasi Anak Susah Makan, Anak Susah Makan

Mengatasi anak susah makan memang tak mudah. Anak susah makan menjadi salah satu ke khawatiran buat para orang tua.

Apabla orang tua membiarkan kondisi anak susah makan terlalu lama juga sangat  rentan untuk anak karena bisa-bisa anak kekurangan gizi dan dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangannya kelak. Perlu cara bagaimana mengatasi anak susah makan.

Berikut beberapa tips mengatasi anak susah makan dari beberapa dokter.

Mengatasi Anak Susah Makan, Anak Susah Makan

Berikut ini cara Mengatasi anak susah makan dari dr. Zulaehah hidayati seperti dikutif dari rumahparenting.com (13/05)

1.Buat anak paham tentang perlunya makan dengan cara di waktu khusus yang kita berikan untuk anak, kita dengarkan mereka.

Misalnya Kita pancing mereka dengan cerita Pohon yang kurus dan pohon yang sehat.Nah, kemudian bahas kenapa ada pohon kurus dan pohon sehat.

2. SImpan kegiatan yang disukai anak setelah acara makan.

Contoh lain : Pagi ini bunda sudah makan mau ke supermarket. Adik mau ikut ? Kalau mau ikut jalan-jalan harus sehat dan kuat. Harus sudah makan dulu. Kalau belum selesai makannya, tidak ikut ya…. Bunda berangkat stengah jam lagi. Sampai jarum panjang ke angka 12. Kalau makannya belum selesai, bunda berangkat sama …. (sebutkan nama yang sudah makan) aja.

3.  Adakan acara makan bersama

Makan bersama anak dimana ada orangtua yang tersenyum bahagia melihat anak, sambil mendengarkan cerita anak, sambil membantu anak mengambil makanan, atau memuji nanda yang pintar makan.

4. Kuatkan dengan T (Tanamkan energi positif)

Jika Ibu ingin anaknya pintar makan, hindari mengatakan anaknya sulit makan di depan si anak. Hindari mengeluh di depan anak. Ibu hanya boleh berkomentar positif. Tiap anak makan, silakah sampaikan

“Alhamdulillah, anak bunda memang pintar makan”. Silakan sampaikan kalimat ini berulang2, insya Allah anak bunda akan pintar makan.

5. Untuk mendukung latihan ini, luangkan waktu selama 2 minggu.

Pindahkan semua kegiatan lain di luar jam makan, supaya ayah dan bunda tidak stress. Karena mengerjakan hal lain sambil mempunyai targetan membuat anak makan bisa membuat bunda kurang bisa tersenyum…dan tak sengaja memaksa anak terburu2. Kalau diburu2 anak malah jadi susah menelan makanan

Dr. dr Saptawati Bardosono menyebutkan seperti dkutif dari beritasatu.com, bayi pada usia di bawah lima tahun memang sedang dalam masa perkembangan mengeksplorasi lingkungan. Banyak hal menarik di sekitarnya, contohnya saja bermain yang sering lebih menarik ketimbang makan. Tapi jangan khawatir, trik-trik dari dokter yang akrab disapa Tati ini, mungkin bisa membantu Anda dalam membangun kebiasaan makan yang sehat pada anak.

1. Kenali Dulu Penyebabnya

Jika anak susah makan, tentunya sebagai orangtua, ibu harus tahu apa yang menyebabkan anak enggan untuk menelan makanan yang telah kita siapkan. Apakah ia sedang sakit? Apakah selama ini respons orangtua yang salah dengan pola makan anak? Atau ada masalah psikologis yang membuat sang anak menjadi sulit makan. Penanganan yang terbaik yang sesuai dengan penyebabnya.

2. Jangan Paksakan Anak

Yang juga kerap terlupakan, di usia batita ini rasa ingin tahu anak sudah semakin besar. Ia sudah punya selera tersendiri terhadap makanan. Apa cita rasa yang disukai anak, tugas orangtualah untuk menemukannya.
Namun, menurut Saptawati, yang perlu digarisbawahi adalah anak punya hak memilih kapan mau makan, seberapa banyak yang akan dikonsumsi olehnya. Jangan sampai orangtua mengambil langkah pemaksaan, karena sudah dipastikan anak akan semakin enggan dan kehilangan kepercayaannya terhadap orangtuanya sendiri. Hal ini juga berakibat menghambat anak menentukan kapan waktu yang tepat untuk makan secara rutin.

3. Kenalkan Makanan Baru Secara Bertahap

Secara bertahap perkenalkan makanan baru yang sehat di saat anak paling bisa menerima makanan. Yakni di pagi hari setelah anak memiliki waktu istirahat yang cukup. Misalnya nasi dengan sayur bayam, ditambah lauk ikan goreng, anak akan lebih mudah mengenali rasa masing-masing menu, karena mewakili tiap jenisnya.

4. Ciptakan Suasana Nyaman Saat Anak Makan

Anda bisa mengubah waktu makan menjadi lebih menyenangkan dengan mengajaknya membuat makanan bersama bereksperimen dengan resep baru atau bisa juga dengan menghias makanan yang ia tidak sukai seperti sayur menjadi lebih menarik. Jangan alihkan fokus anak dengan menyetelkan tayangan televisi. Suasana ini bisa membuyarkan emosional yang terbangun antara anak dan orangtua dalam menumbuhkan ketertarikannya pada makanan tersebut.

5. Orangtua Memberi Contoh

Jadilah contoh yang baik bagi anak Anda. Makanlah bersama buah hati, karena siapa tahu anak Anda bungkam, karena melihat Anda tidak pernah makan, dan meniru pola makan Anda yang sedang melakukan program diet.

6. Variasi Model dan Menu Makanan Sesuai Selera Anak

Variasikan hidangan setiap kali makan, baik dari pilihan bahan makanannya maupun penyajiannya. Begitu juga pilihan peralatan makan. Manfaatkan bentuk, gambar dan warna-warna menarik kesukaan anak. Sementara penyajiannya bisa diakali dengan tampilan yang lucu dan menarik seperti hiasan dari tomat, wortel, sayur atau irisan telur di atasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top