Kesehatan Ibu & Anak

Agar Tak Was-was, Yuk Bunda Kenali Penyebab Dan Cara Mengatasi Kepala Anak Yang Peyang!

baby sleep

Normalnya bayi terlahir dengan bentuk kepala bulat.  Tapi ternyata ada juga bentuk kepala bayi yang berbentuk tidak bulat ataupun rata. Banyak bayi terlahir dengan kepala berbentuk lonjong, yang disebabkan oleh adanya tekanan di jalan lahir pada waktu proses persalinan. Biasanya, bentuk kepala yang lonjong tersebut dapat kembali bulat dengan sendirinya dalam waktu sekitar 6 minggu.

Kepala bayi yang bentuknya tidak bulat, dan bukan disebabkan oleh tekanan pada proses persalinan, sering disebut dengan istilah peyang. Sebenarnya tidak ada penelitian yang menunjukkan jika  bentuk kepala yang tidak rata atau peyang akan mempengaruhi perkembangan otak bayi, hanya saja bentuk kepala bayi yang tidak rata akan mempengaruhi bentuk wajah dan kepala menjadi tidak simetris. Oleh karena itu jangan mengabaikan kondisi tersebut begitu saja ya Bun!

Mari Melihat Kondisi ‘Peyang’ Dari Kaca Mata Medis

Saat bayi dilahirkan, tulang tengkorak mereka masih lunak dan sambungan antar tulang tengkorak masih fleksibel untuk memberi ruang bagi pertumbuhan otak yang terjadi pada tahun pertama kehidupannya. Hal itulah yang membuat kepala bayi dapat berubah bentuk, sampai tulang tengkorak bayi benar-benar keras.

Dalam dunia kedokteran kepala bayi yang peyang biasa disebut plagiocephaly dan brachycephaly. Plagiocephaly merupakan suatu kondisi dimana salah satu sisi kepala bayi datar, sehingga bentuk kepala terkesan asimetris, posisi kedua telinga dapat menjadi tidak sejajar dan kepala terlihat seperti jajar genjang bila dilihat dari atas. Terkadang dahi dan wajah bisa menonjol sedikit di sisi yang sama dengan sisi kepala yang datar. Sedangkan brachycephaly kondisi dimana bagian belakang kepala bayi menjadi rata, menyebabkan kepala terkesan melebar, dan terkadang dahi menonjol ke depan.

Masalah Saat Di Rahim Hingga Salah Posisi Tidur Bayi Bisa Jadi Penyebab Kepala Si Kecil Peyang

Penyebab yang paling umum biasanya dikarenakan posisi tidur bayi. Posisi tidur telentang memang lebih aman bagi bayi, namun tidur telentang selama berjam-jam dengan posisi yang sama dapat menyebabkan kepala bayi menjadi datar pada satu sisi, terutama untuk bayi prematur. Penyebab lainnya adalah masalah pada rahim, tekanan dapat terjadi pada kepala bayi saat belum lahir, yang disebabkan oleh adanya penekanan di dalam rahim atau karena kekurangan cairan ketuban yang berfungsi untuk melindungi bayi.

Penyebab lainnya bisa karena kondisi craniosynostosis, dalam dunia medis kondisi itu bisa disebabkan oleh penyatuan lempeng-lempeng tulang tengkorak yang terlalu dini. Kondisi kepala yang peyang ini tidak menyebabkan rasa sakit pada bayi karena tulangnya yang masih lunak sehingga fleksibel. Sebenarnya bentuk kepala bayi yang peyang tidak berpengaruh pada perkembangan otaknya dan tidak menyebabkan kelainan bentuk kepala dikemudian hari, karena seiring berjalannya waktu bentuk kepala akan kembali normal.

Meskipun Tidak Berbahaya, Sebisa Mungkin Jangan Sampai Kepala Buah Hati Peyang

Meskipun tidak membahayakan kesehatan, kepala bayi peyang sebaiknya jangan diabaikan. Ada beberapa cara yang bisa anda gunakan untuk menghindari atau mengatasi kepala si buah hati yang peyang. Mengubah posisi tidurnya dapat mencegah kepala bayi menjadi peyang. Usahakan agar bayi tidur telentang dengan posisi kepala miring ke sisi kanan atau sisi kiri, secara bergantian.

Cara lain yang bisa dilakukan dengan mengubah posisi tempat tidurnya, bayi akan tertarik melihat benda-benda yang bercahaya terang atau ke arah jendela. Mengubah letak tempat tidurnya akan mendorong bayi untuk menengok ke arah yang berbeda, sehingga tidak selalu menekan di satu sisi saja. Bisa juga divariasikan dengan cara menggendong bayi pada posisi tegak, baik didekap atau dengan posisi miring untuk mengurangi penekanan pada bagian belakang kepalanya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Golongan Darah si Kecil Apa? Pahami si Kecil Berdasarkan Golongan Darahnya

michal-parzuchowski-224092-unsplash

Tanpa bisa kita hindari, setiap anak dicintakan dengan cara unik yang berbeda-beda. Bahkan meski si kecil adalah dua anak kembar, pasti ada satu-dua hal yang membedakan mereka berdua. Namun terlepas dari sikap berbeda dari setiap anak, golongan darah jadi sesuatu yang akan menggabungkan kemiripan mereka.

Yap, golongan darah disebut-sebut sebagai salah satu hal yang akan memudahkan kita untuk tahu bagaimana karakter setiap anak. Dari sini, kita akan bisa menemukan bagaimana cara yang tepat untuk menghadapinya, dan mengawasi tumbuh kembangnya sesuai dengan karakter aslinya.

Si Kecil yang Bergolongan Darah A

enis-yavuz-387710-unsplash

Dia yang memiliki golongan darah A kerap jadi anak manis yang jadi penurut baik. Anak yang memiliki golongan darah A, cenderung untuk memilih menghindari masalah yang mungkin akan membuatnya merasa terbebani. Jadi tak heran, jika ia akan mematuhi semua saran dan aturan yang bunda berikan.

Bahkan jika harus diminta mengalah, dengan senang hati akan ia lakukan. Selama itu jadi sesuatu yang benar. Anak ini mudah belajar sesuatu yang baru, dan senantiasa memegang teguh janji dan tugas yang mungkin kita beri. Tapi sejalan dengan itu, ia sedikit tidak berani. Nah, disinilah peran kita mungkin akan dibutuhkannya. Cobalah bunda berikan suntikan semangat untuk menumbuhkan rasa percaya dirinya lebih besar. Sampaikan padanya, bahwa apapun bisa ia lakukan dengan baik.

Si Kecil dengan Golongan Darah B

Berbanding terbalik dengan si kecil yang bergolongan darah A, anak yang memiliki golongan darah B, cenderung lebih aktif. Ia merasa gelisah jika harus dihadapkan dengan sesuatu yang itu-itu saja secara terus menerus. Dirinya juga dikenal mudah bosan, tapi juga tak pernah kehabisan akal untuk berkreasi sesuka hati.

ashton-bingham-113943-unsplash

Dirinya senang mencobai hal-hal baru, disaat bersamaan bunda mungkin bisa memberikannya wadah yang tepat untuk berkreasi. Jangan sibuk memberi aturan, karena biasanya itu akan dilanggar. Sebaliknya, kita hanya perlu mengawasinya dan memberikan arahan bagaiman bersikap yang benar. Tanpa terkesan sedang menuntunnya untuk mengikuti aturan yang kita buat.

Si Kecil dengan Golongan Darah AB

Sulit ditebak dan sedikit sulit untuk menentukan pilihan, jadi dua gambaran yang akan menunjukkan sikap asli dari anak bergolongan darah AB. Tak hanya itu saja, si kecil ini juga dikenal jadi sosok yang kritis dan idealis. Ia akan bersuara untuk menyatakan hal-hal yang tak ia suka, dan memberikan kita gambaran seperti apa yang ia mau.

jeshoots-com-357165-unsplash

Memang sih, bunda akan sedikit kesulitan dalam hal menghadapinya dirinya. Tapi kita bisa dengan mudah memahami dia ketika kita  mampu membebaskan ia dengan privasinya. Ia tak suka mengambil benda atau mainan orang lain, untuk itu pula ia tak suka ada orang yang mengusiknya. Tapi pelan-pelan, bunda bisa memberinya arahan. Jika berbagi dengan teman, adalah sesuatu yang baik.

Si Kecil dengan Golongan Darah O

tina-floersch-39144-unsplash

Anak yang memiliki golongan darah ini, terbilang spesial. Karena selain terkenal sangat aktif sekali, ia juga memiliki rasa ingin tahu yang tinggi akan semua hal. Dan tak sampai disitu saja, sosoknya juga dipercaya mampu berbaur dengan mudah bersama orang baru.

Ia tak suka menyendiri, untuk itu ia akan merasa sangat senang setiap kali ada beberapa temannya yang datang bermain ke rumah. Tapi, ia terbilang cukup mudah terbawa emosi. Kadang-kadang kala ia akan melakukan sesuatu yang menurutnya menyenangkan. Tapi bunda jangan terlalu khawatirnya, karena kita hanya perlu memberinya pemahaman akan resiko yang akan didapatkan dari semua pilihan.

Berikan ia kebebasan untuk melakukan apapun, tapi ajari juga untuk bertanggung jawab untuk segala hal.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Pola Asuh yang Salah Bisa Membuat Buah Hati Rentan Alami Stres Lho, Bun

pexels-photo (2)

Masa tumbuh kembang buah hati adalah momen yang Bunda dambakan sejak si kecil masih dalam kandungan. Bunda ingin selalu memberikan yang terbaik, termasuk soal urusan pola asuh. Tentu hal ini sah-sah saja, Bun. Hanya saja, sudahkah Bunda rutin berkonsultasi pada dokter anak atau orangtua Bunda mengenai pola asuh yang Bunda terapkan? Terkhusus ibu baru, banyak mungkin yang membekali diri dengan membaca banyak buku parenting. Nyatanya, dalam penerapannya tak selalu berhasil. Alih-alih membuat si kecil merasa nyaman, yang ada pola asuh yang salah justru memicu stres.

Misalnya seperti kasus dimana seorang ibu menerapkan sistem BLW atau Baby Led Weaning pada anaknya. Kalau tak dilakukan dengan tepat, sistem BLW hanya akan membuat anak ‘sengsara’ lho, Bun. Atau mengajak si kecil terlibat dalam aktivitas orangtuanya. Bun, pertimbangkan lagi soal yang satu ini. Sebagai balita, mereka punya hak untuk beristirahat dan punya waktu mainnya sendiri, lho. Jangan lantaran alasan Bunda ingin mengenalkannya pada dunia, tapi membuat Bunda lupa ‘hak-hak’nya sebagai balita. Karena kalau haknya terenggut, jelas saja buah hati Bunda akan rentan stres.

Mengutip saran dari situs Kids Health, kalau si kecil sudah terlanjur merasa stres, bukan hanya pola asuh yang perlu diubah, tapi juga ada tips penanganan yang perlu Bunda lakukan, lho.

Ajak Si Kecil untuk Menarik Napas Panjang
child-children-girl-happy

Sama halnya dengan orang dewasa, anak kecil yang sedang mengalami stres atau merasa tertekan perlu dibimbing untuk menarik napas panjang. Bila stres datang, ajak si kecil duduk di tempat yang tenang, lalu tarik napas lewat hidung secara perlahan. Kemudian minta si kecil untuk menahan napas setidaknya selama lima detik. Lalu arahkan buah hati untuk menghembuskan lewat mulut secara perlahan. Lakukan hal ini selama lima kali dan biarkan si kecil merasakan sendiri ‘terapi’ yang bisa membuatnya jauh lebih lega.

Di Samping Itu, Bunda pun Perlu Membimbingnya untuk Rileks supaya Ototnya Tak Tegang
pexels-photo-122101 (1)

Saat stres, otot pada badan si kecil akan ikut menegang. Bila hal ini terjadi, ajari si kecil untuk mengepalkan tangannya kuat-kuat dan menahannya selama 5 detik. Jika perlu, Bunda juga ikut mengepalkan tangan sambil menunjukkan ekspresi menahan. Kemudian, lepaskan kepalan dengan perlahan. Hal ini akan membimbingnya supaya jauh lebih rileks dan ototnya tidak tegang.

Menutup Mata dan Membayangkan Sesuatu yang Menyenangkan Juga Bisa Jadi Terapi Stres Lho, Bun

pexels-photo-755049

Coba Bunda ajak Si Kecil menutup matanya dan membayangkan hal-hal yang menyenangkan, misalnya makan es krim atau bermain di tempat favoritnya. Saat membayangkan hal indah inilah tingkat stres pada si kecil akan berkurang dengan perlahan. Selanjutnya, giliran Bunda mengajaknya mengobrol baik-baik serta berusaha mengembalikan mood-nya seperti sedia kala ya, Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Untuk Ibu Baru, Tak Usah Didengarkan kalau Dikomentari Soal Ini

newborn-baby-feet-basket-161534

Saat perempuan baru menyandang status sebagai seorang ibu, suasana hatinya akan rentan mengharu biru. Dirinya mau mengusahakan yang terbaik untuk bayinya. Tapi di lain waktu, ibu baru masih menghadapi perubahan hormon yang membuatnya jadi gampang baper. Karenanya, saat mendengar komentar orang lain, bukan tak mungkin seorang ibu baru akan jadi rentan tersinggung ‘kan, Bun?

Nah, khususnya untuk Bunda yang baru saja dianugerahi seorang buah hati, yuk Bun lebih baik maksimalkan waktu untuk memberi yang terbaik bagi buah hati. Kalaupun ada yang melontarkan komentar seperti yang di bawah ini, Bunda jangan patah semangat, ya!

Bila Ada yang Memberi Komentar Bayi Bunda Beruntusan, Jangan Diambil Pusing

pexels-photo-105890 (1)

Menurut seorang konsultan tumbuh kembang dari RSCM, dr Rini Sekartini, SpA(K), beruntusan pada bayi sebenarnya jerawat yang muncul lantaran adanya pengaruh hormon ibu dalam tubuh bayi. Lagi pula, beruntusan pada bayi itu normal lho, Bun. Kalaupun ada yang berkomentar demikian, jangan diambil pusing ya, Bun.

Si Kecil Sering Menangis dan Dikira Kekurangan ASI, Bunda Tak Perlu Panik

newborn-baby-feet-basket-161709

Saat sedang repot-repotnya menenangkan si kecil, tiba-tiba ada yang berkomentar kalau bayi Bunda terus-menerus menangis karena kurang ASI. Bunda tak perlu panik, bayi menangis tak melulu karena lapar, bisa jadi karena bosan, lelah, tak nyaman, atau sebagainya.

Atau coba Bunda perhatikan lagi popok si kecil. Kalau bayi kurang ASI, maka penggantian popoknya kurang dari enam hari sekali. Karena normalnya bayi akan membasahi popoknya 6-8 kali sehari. Tanda bayi kurang ASI juga bisa dilihat dari urinnya. Kalau warnanya kuning pekat, kemerahan bahkan berbau tajam, itu pertanda si kecil kurang ASI.

Ada yang Menyarankan agar Bayi Jangan Terus Digendong, Padahal Bayi Memang Membutuhkan Hal Tersebut

man-person-cute-young

Bila si kecil menangis, sebagai ibu tentu kita refleks mengangkat dan menggendongnya, kan? Tapi justru orang lain berkomentar untuk tidak menggendongnya terus menerus. Katanya ‘bau tangan’. Benarkah begitu?

Linh Nguyen England, MD, dokter spesialis anak di Miller Children’s & Women’s Hospital, Long Beach, California mengatakan kalau pendapat tersebut tak benar. Ia justru menganjurkan agar Bunda sering menggendongnya agar terjadi skin to skin contact dengan buah hati. Berada dalam gendongan orangtuanya adalah kebutuhan bayi agar ia dekat dengan orangtuanya. Bahkan pada bayi baru lahir, digendong bisa membuat mereka tenang.

Jika Ada yang Komentar Soal Ukuran atau Berat Badan Bayi, Abaikan Saja, Bun

baby-sleeping-baby-baby-girl

Namanya saja ibu baru, siapa yang tak sedih bila mendengar komentar perihal berat badan bayi yang dibilang kecil atau apa pun itu. Kendati benar adanya bahwa ada bayi yang terlahir kecil, sejatinya menegaskan ungkapan tersebut di depan orangtuanya adalah suatu hal yang menyakitkan. Untuk Bunda, harus berbesar hati ya, Bun. Bunda perlu tahu, seorang bayi dikatakan punya berat badan lahir rendah bila saat lahir beratnya kurang dari 2.500 gram.

Apalagi kalau Ada yang Berusaha Membandingkan Buah Hati Bunda dengan Bayi yang Lain, Bunda Tak Usah Gubris Komentar yang Seperti Itu

pexels-photo-428388

Rasanya tak ada seorang pun yang suka dibanding-bandingkan, ya Bun? Apalagi saat bayi kita dibandingkan dengan bayi lainnya dan ibunya sendiri yang mengutarakan kalau bayi Bunda tak jauh lebih baik dari bayinya. Cukup menyakitkan, lho.

Memang seringkali kita menemui orang yang merasa lebih tahu, padahal belum tentu tahu. Bunda tak usah ambil pusing dengan tipe ibu yang seperti ini. Yakini saja Bunda selalu bisa memberi yang terbaik untuk anak Bunda dengan menambah wawasan Bunda setiap harinya. Sebab faktanya pengetahuan akan sangat membantu Bunda mengurangi kecemasan lho, Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top