Parenting

Agar Tak Terjadi Selisih Paham dengan Kakek Nenek Karena Beda Pola Asuh, Cegah dengan Cara Ini Bun

brothers-boys-kids-baby-50601 (1)

Diskusi dengan kakek dan nenek saat Bunda hendak menitipkan si kecil jelas perlu. Hal ini perlu dilakukan mengingat akan ada perbedaan pola asuh antara Bunda sebagai orangtua dengan kakek dan neneknya. Alih-alih didiamkan, jika Bunda tak berdiskusi dahulu dengan orangtua dan mertua mengenai hal ini, potensi berselisih paham karena adanya perbedaan justru rentan terjadi.

Lebih jauh lagi, sebagai orangtua pun kita tak berhak menjauhkan si kecil dari kakek dan neneknya. Dikutip dari todaysparent, menurut Kerry Grier, seorang spesialis pendidik kelas pengasuhan anak di Sunnybrook Health Science Centre, Toronto, Kanada, gaya pengasuhan masyarakat memang telah mengalami perubahan dan perbedaan-perbedaan yang signifikan.

Tapi jangan biarkan perbedaan-perbedaan ini jadi konflik yang kian meruncing. Kerry juga menyarankan agar anak-anak tidak dijauhkan dari kakek-neneknya. Menurutnya, anak-anak berhak mendapat cinta dari kakek-neneknya, dan sebaiknya tidak dihalang-halangi.

Lalu harus bagaimana? Diskusikan hal ini dengan orang tua. Jelaskan seperti apa pola asuh yang Bunda dan pasangan telah sepakati dan sampaikan bahwa Bunda berharap orang tua mau mendukung dengan menerapkannya juga. Tujuh cara ini bisa Bunda lakukan.

  1. Bicarakan secara jelas kepada orang tua atau mertua Anda mengenai kelebihan dan kekurangan teknik pola asuh yang ingin Anda terapkan kepada anak. Diskusi berarti membuka komunikasi. Untuk itu, berkomunikasi dengan orangtua atau mertua jelas disarankan. Kalau menurut Bunda, pola asuh yang cocok dengan si kecil adalah pola asuh yang Bunda terapkan, maka berikan pengertian dengan pelan-pelan pada orangtua dan mertua Bunda, ya.
  1. Ucapkan terima kasih atau pujian atas hal baik dari saran yang diberikan kakek atau nenek. Lakukanlah saat Bunda dan ayah menjemput si kecil di malam hari sepulang beraktivitas, maka jangan sampai tak mengucapkan terima kasih. Sampaikan juga pujian pada mereka. Keputusan untuk melibatkan orangtua dalam mengasuh anak sudah Bunda pilih, untuk itu, jangan lupa untuk memberikan apresiasi pada orangtua dan mertua yang mau direpotkan untuk mengasuh si kecil ya Bun.
  1. Utarakan pendapat Bunda dengan bahasa yang sopan dan dengan nada yang tenang. Biasanya karena terbawa suasana hati yang lelah, Bunda jadi rentan emosi saat melihat adanya perlakuan berbeda yang didapat si kecil saat bersama kakek atau neneknya. Tapi bukan berarti Bunda jadi lupa untuk bersikap sopan, kan? Terlebih ada si kecil, maka bila ada sesuatu yang mengganjal terkait pola asuh orangtua atau mertua Bunda, sampaikan dengan tuturkata yang santun dan tenang akan jauh lebih baik.
  1. Sampaikan kepada mereka pikiran dan harapan Bunda tentang anak ke depannya. Ini pun penting untuk diutarakan. Terlebih dengan perbedaan pola asuh yang ada, harapannya orangtua yang adalah kakek dan nenek dari si kecil pun turut merasakan keterbebanan untuk mewujudkan harapan Bunda sebagai orangtuanya.
  1. Sampaikan juga apa yang bisa dilakukan, dibantu atau didukung dari pihak nenek atau kakek. Sekalipun si kecil akan seharian bersama kakek dan neneknya, bukan berarti Bunda melupakan atau sengaja menomorduakan tugas pengasuhan sebagai orangtua. Justru seharusnya keberadaan kakek dan nenek cukup sebagai pendamping saja selama Bunda bekerja. Untuk itu, ada baiknya bila Bunda menyatakan sendiri apa yang perlu dibantu, bukan menyerahkan seluruh tugas orangtua untuk dilimpahkan pada kakek dan neneknya ya Bun.
  1. Sampaikan pada mereka apa nilai-nilai yang Anda harapkan tertanam pada pola asuh yang ingin diterapkan. Hal ini berguna untuk menyamakan pemahaman antara Anda dan nenek ataupun kakek.
  1. Tekankan pentingnya konsistensi dalam menerapkan pola asuh sehingga semua pihak bisa bekerja sama dengan kompak.

Jangan lupa sampaikan bahwa Bunda khawatir bila tetap terjadi pertentangan, si kecil akan mengalami kebingungan. Biarkan mereka mengerti kalau kepentingan anaklah yang jadi prioritas Anda, bukan soal siapa yang lebih benar, menang atau harus diikuti.

Agar lebih mudah, sesekali Bunda boleh juga lho mengajak orangtua memperbaharui pengetahuan soal pengasuhan anak. Misalnya mengajak mereka serta saat Bunda mengikuti kelas pengasuhan atau seminar laktasi. Bunda juga bisa memberikan bacaan dari sumber referensi terpercaya. Kalau cara ini justru membuat Bunda khawatir kakek atau neneknya tersinggung, coba letakkan saja beberapa buku di meja. Siapa tahu, Kakek atau Nenek si kecil tergelitik untuk membacanya saat Anda pergi bekerja.

Terakhir, cobalah untuk tetap hargai pendapat orang tua Bunda. Mereka mungkin melihat Bunda kewalahan mengurus si kecil sehingga mereka merasa standar Bunda terlalu tinggi, dan ingin sekali bisa membantu. Karenanya, tetaplah hargai pendapat mereka.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Bila Si Kecil Demam, Tak Usah Panik, Hadapi dengan Tips-tips ini Bun…

adorable-21998_640

Semua bayi pasti pernah mengalami demam. Kondisi ini memang umum terjadi pada semua orang, termasuk si Kecil. Bayi dikatakan demam bila suhu tubuhnya mencapai 38 derajat Celcius. Sebagai orang tua, Bunda pasti sempat didera panik dan khawatir mendapati situasi semacam ini. Tenang, tidak perlu tergesa-gesa ke dokter ketika menghadapi situasi semacam ini. Ada kalanya demam pada bayi adalah suatu kondisi yang normal terjadi dan bisa ditangani di rumah.

Demam sendiri sejatinya adalah suatu gejala dimana tubuh si kecil sedang melawan penyakit. Misalnya demam lantaran si kecil baru saja diimunisasi. Pada kondisi ini, demam bisa dianggap menjadi bukti bahwa sistem kekebalan tubuhnya bekerja dengan baik.

Demam juga bisa menyeranng bayi jika terlalu lama beraktivitas di luar ruangan lantaran cuaca panas. Atau bisa juga terjadi ketika Anda memakaikan baju yang terlalu tebal. Karenanya, Bunda tidak perlu khawatir secara berlebihan jika tubuh bayi terasa panas, tapi dia masih terlihat aktif dan masih mau minum susu.

toddler-1245674_640

Bun, demam pada bayi tak selalu menandakan hal yang berbahaya. Namun terdapat kondisi tertentu yang membutuhkan perhatian lebih. Bunda harus waspada ketika bayi mengalami demam yang disertai dengan tanda-tanda seperti tak nafsu makan, terlihat lesu dan tidak bersemangat saat diajak bermain, tidak responsif, si kecil memiliki ruam, diare, sesak napas, bahkan dehidrasi.

Selain itu, demam pada bayi yang usianya masih kurang dari 3 bulan, sebaiknya segera rujuk si kecil ke dokter ya Bun. Karena demam pada usia ini bisa menandakan bahwa bayi mengalami kondisi yang serius. Bayi berusia 3 bulan ke bawah belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik. Ini memungkinkan kuman dan virus dapat lebih mudah menyebar dan merusak jaringan tubuhnya dengan cepat.

adorable-21998_640

Sementara, untuk bayi di atas tiga bulan, Bunda dapat membawanya ke dokter jika demam tidak kunjung turun atau makin parah dalam waktu 24 jam, atau jika bayi tidak mau minum.

Demi Mengatasi Demam Tersebut, Bunda bisa melakukan beberapa langkah sederhana seperti:

  1. Bunda harus bersikap tenang. Sebab bila orangtua panik atau gugup, hal itu akan dirasakan oleh bayi dan gejala demamnya bisa bertambah parah karena ia akan terus menangis.
  2. Memeriksa suhu tubuh bayi. Dengan mengetahui seberapa tinggi suhu tubuhnya, Bunda akan tahu cara tepat menanganinya.
  3. Dan yang terpenting, berikan pengobatan yang sesuai. Bila suhu tubuh bayi 38 derajat celcius, gunakan obat penurun demam bagi bayi dibawah usia 1 tahun. Diatas satu tahun, Bunda bisa memberikan kompres hingga suhu tubuhnya menurun.
  4. Jika kesulitan menghubungi dokter, kendalikan suhu tubuh bayi agar tidak naik. Dan catat obat apa yang diberikan untuk menurunkan demam sebagai bahan laporan jika nanti dokter datang. Dinginkan suhu ruangan dengan membuka jendela agar ruangan terasa lebih sejuk dan tidak pengap. Basahi handuk dengan air dingin, kemudian usapkan pada kening bayi, serta leher dan lengannya. Bunda juga bisa mengusap seluruh tubuh bayi dengan air bersuhu ruang. Jangan gunakan air es karena bisa mengakibatkan gejalanya bertambah parah.
  5. Beri minuman dingin jika bayi cukup umur untuk konsumsi selain ASI
  6. Beri obat penurun demam sesuai anjuran dokter
  7. Menyusui bayi sesuai keinginannya, bila bayi tak ingin menyusu jangan memaksanya
  8. Periksa suhu tubuhnya secara rutin, setiap beberapa jam sekali
  9. Hubungi dokter jika semua perawatan diatas tidak kunjung membuat demamnya turun. Demam bisa menyebabkan bayi mudah terkena dehidrasi, karena itu usahakan untuk memberinya minum yang banyak. Bila sudah MPASI, berikan dia jus buah dan sayuran buatan sendiri. Tubuh yang kekurangan cairan bisa membuatnya sulit melawan demam, karena itu beri cairan yang banyak.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Jangan Biarkan Si Kecil Menghirup Asap Rokok

adult-art-baby-235243

Berhenti merokok berarti memberi diri kesempatan untuk hidup lebih sehat dan lebih lama. Kepada orangtua perokok yang berniat menghentikan kebiasaan buruk ini, tapi masih belum berhasil dengan satu cara, jangan cemas. Masih banyak jalan lain yang dapat dicoba untuk sukses menjalankan cara berhenti merokok.

Sering jadi sesuatu yang membuat dilema, terutama bagi mereka yang ingin berhenti merokok demi anaknya. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar berhasil berhenti merokok. Berikut ini tips-tipsnya.

Lagipula, Merokok Serupa dengan Melakukan Penganiayaan terhadap Sang Bayi

Di lain sisi, paparan asap rokok diketahui bisa meningkatkan risiko tejadinya berbagai gangguan kesehatan dan penyakit. Bayi dan anak-anak yang terpapar asap rokok berisiko tinggi mengalami iritasi mata, infeksi telinga, alergi, asma, bronkitis, pneumonia, meningitis, dan sindrom kematian bayi mendadak. Bahkan, membiarkan bayi terpapar asap rokok sama dengan melakukan penganiayaan lho! Tak percaya? Ini dia alasannya

Ketahui Dulu Cara Agar Si Kecil Bisa Menolak Rokok yang Akan Ia Hadapi di Pergaulan Ketika Nanti Remaja

Si kecil lambat laun akan mengenal dunia luar. Ada banyak hal yang semula tak ia ketahui namun ia jadi penasaran karena pergaulan. Termasuk urusan rokok. Akan ada potensi si kecil nantinya penasaran apa itu rokok dan bagaimana sensasi saat merasakannya. Untuk itu, jika Bunda keberatan si kecil nantinya jadi perokok, ada baiknya sejak kecil diajarkan dan diberi pengertian tentang beberapa hal ini ya Bun.

Namun, Meski Bunda Masih Merokok, Memberi ASI Tak Boleh Ditunda ya Bun

Sementara itu, untuk ibu yang memang sudah jadi perokok aktif, tak perlu minder apalagi melepaskan tanggung jawab memberi ASI ya Bun. Pertanyaan mengenai bolehkah bayi mendapatkan asi dari ibu yang masih merokok, boleh Bunda tilik sendiri di tulisan ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Ingin Berhenti Merokok demi Anak? Berikut Tips-tipsnya!

family-2899274_640

Ada banyak bukti nyata tentang dampak buruk dari merokok. Riset menyebutkan kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko stroke, mengembangkan penyakit jantung, dan kanker tertentu. Layanan kesehatan masyarakat di Inggris (NHS) mengungkapkan, sekitar 85 persen kasus kanker paru-paru terkait dengan gaya hidup merokok.

Banyak orang menyadari bahaya tersebut, namun kesulitan menghentikan kebiasaan merokok. Tak heran bila niat ini menjadi salah satu resolusi pada tiap pergantian tahun. Namun, kenyataannya, kebanyakan orang menyerah dan melupakan resolusi yang dibuatnya hanya beberapa bulan atau bahkan beberapa hari setelah niat itu dicetuskan.

Nah, bagi Bunda atau Ayah yang ingin hidup sehat dengan menghentikan kebiasaan merokok, mulailah dengan melakukan tujuh tips ini.

Tentunya Dimulai dengan Belajar Menghindari Orang-orang dan Tempat yang Membuat Bunda Ingin Merokok

Sebagai orang dewasa, kita selalu merokok saat bersama si A, atau Bunda selalu ingin merokok dibarengi ngopi di kafe bersama si B, maka untuk melancarkan misi kali ini, sebaiknya hindari dulu datang ke tempat-tempat ini. Bunda bisa memilih tempat ngopi tanpa smoking area. Namun jika memang tak sanggup menghindari, maka jangan sungkan memberitahu bahwa kita sedang berusaha berhenti merokok dan minta bantuan mereka untuk tidak “menggoda” Bunda atau Ayah untuk tak merokok di hadapan kita.

Ubahlah Rutinitas yang Biasa Dilakukan Saat Sembari Merokok

Kalau Bunda atau Ayah terbiasa menikmati kopi atau minuman lainnya seperti alkohol sembari merokok, hindari dulu dua minuman ini terutama saat minggu-minggu pertama saat sedang berhenti merokok. Pilih jus atau air putih yang lebih sehat ya Bun.

Jika Bunda merasa “mulut asam” setelah makan makanan tertentu dan membuat diri ingin merokok, hindari dulu makan makanan tersebut ya Bun, Yah. Dan setelah break makan siang, daripada dilanjut merokok, Bunda coba berjalan-jalan saja di sekitar, sambil menenangkan pikiran. Lebih sehat, bukan?

Coba Sibukkan Diri Agar Teralihkan dari Kebiasaan Merokok

Saat diri merasa sedang stres, biasanya berdiam diri hanya justru membuat kita merasakan stress yang semakin lebih lagi dan jauh lebih tertekan. Alih-alih mencari pelarian yang tepat, merokok biasanya dipilih jadi cara yang paling dianggap nyaman untuk menenangkan diri.

Nah, saat Bunda merasa ingin merokok karena sedang stres, coba cari kegiatan lain demi membuat tangan terasa lebih sibuk, seperti menggambar, menyulam atau bahkan membantu menyusun lego bersama si kecil. Kegiatan ini jauh lebih bermanfaat dibanding memanjakan tangan untuk diajak merokok.

Dan Biasakan Bernapas Dalam-dalam

Kendati kelihatan klise, ada kalanya orang memilih merokok karena dianggap bisa menenangkan. Ini sebenarnya disebabkan karaena saat merokok, perokok harus menghirup napas dalam-dalam sembari merokok. Maka saat Anda merasakan keinginan merokok, pejamkan mata, kemudian ambil napas dalam-dalam dan perlahan. Rasakan udara bersih tanpa nikotin masuk ke paru-paru kita dan menyebar ke seluruh tubuh. Sembari melakukan itu, ingat-ingat lagi alasan Bunda daan Ayah berhenti merokok.

Kemudian, Saat Berhasil, Jangan Lupa Beri Hadiah Pada Diri Sendiri

Berhenti merokok bukan perkara mudah. Siapapun yang sudah berhasil patut diberi acungan jempol. Jika Bunda dan Ayah punya budget khusus untuk membeli rokok setiap harinya, pertahankan budget ini saat mulai berhenti merokok. Tapi dibanding untuk beli rokok, lebih baik pakai uang ini di toples khusus. Baru setelah seminggu atau sebulan, buka toples tersebut dan gunakan uangnya untuk makan di restoran favorit, atau membeli barang yang kita inginkan.

Cari Pengganti Rokok Seperti Camilan agar Merasa Sedikit Terdistraksi

Kalau Bunda tak tahan dengan kekosongan mulut, buatlah mulut kita sibuk dengan hal lain selain rokok. Kita bisa mengunyah permen karet bebas gula, mengemut permen, ngemil kuaci, ngemil buah-buahan, bahkan beberapa orang menghalau rasa ingin merokok dengan cara menggigit-gigit sedotan. Selamat mencoba!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top