Parenting

Agar Tak Malah Membuat Kulit Bayi Iritasi, Bunda Harus Cermat Memilih Kosmetik Untuknya

pexels-photo-207820

Bukan hanya orang dewasa saja, bayi dan balita pun membutuhkan kosmetik untuk aktivitas sehari-hari. Kulit bayi yang masih sensitif, membuatnya membutuhkan kosmetik agar terhindar dari masalah kulit. Selain itu, kosmetik juga memberikan rasa nyaman dan kehangatan pada bayi.

Namun begitu Bunda tidak boleh sembarangan dalam membeli kosmetik untuk bayi. Kandungan bahan kimia yang ada di dalamnya adalah faktor utama yang paling penting untuk diperhatikan. Lebih baik menggunakan kosmetika yang tak sesuai dengan selera tapi memiliki kandungan yang tidak berbahaya bagi bayi. Perlu Bunda tahu, harga mahal bukan berarti kosmetik tersebut aman untuk bayi.

Untuk Sabun, Bunda Bisa Memilih Sabun Bayi Dalam Bentuk Cair Dan Batangan. Namun Beberapa Bayi Kurang Cocok Dengan Sabun Cair

Sabun termasuk produk perawatan bayi yang banyak digunakan. Sebagian besar sabun yang ada di pasaran mengandung deterjen yang memang dibuat khusus agar aman untuk kulit. Tak terkecuali dengan sabun bayi. Ada Secara umum sabun bayi yang beredar di pasaran ada dua macam, yaitu sabun batangan dan sabun cair. Keduanya sama namun beberapa bayi tidak cocok dengan sabun bayi berbentuk cair. Hal itu dikarenakan kandungan pewangi dan pewarna yang terkandung di dalamnya.

Gunakan Sampo Khusus Bayi Bun, Sehingga Tidak Pedih Di Mata

Sama seperti sabun, sampo bayi pun mengandung deterjen yang memang dibuat khusus untuk bayi sehingga tidak menyebabkan pedih di mata. Namun begitu janganlah terlalu sering mengeramasi bayi karena walau bagaimana pun dalam sampo bayi tetap mengandung deterjen. Selain itu, aktivitas bayi yang belum terlalu banyak menjadikan kulit kepala bayi tidak mudah kotor sehingga tidak perlu terlalu sering dikeramas.

Saat Membeli Baby Lotion Untuk Bayi, Perhatikan Dengan Seksama Komposisi Yang Ada Di Dalam Produk Tersebut

Banyak orangtua jaman sekarang memberikan baby lotion kepada bayinya. Produk perawatan bayi yang satu ini terbuat dari percampuran antara air dengan minyak. Bunda harus melihat komposisi yang ada dalam produk baby lotion tertentu. Selain itu, pengunaan baby lotion yang berlebihan dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Untuk itu, gunakanlah produk perawatan bayi tersebut secukupnya saja.

Pilih Minyak Telon Yang Tidak Terlalu Panas Untuk Kulit Si Kecil Agar Tidak Mengakibatkan Iritasi

Secara umum fungsi dari minyak telon adalah untuk menghangatkan tubuh bayi. Jenis kosmetika yang satu ini sangat pas diterapkan pada bayi yang tinggal di daerah dingin. Selain itu, minyak telon juga pas digunakan setelah mandi. Kulit yang basah setelah mandi akan kembali hangat dengan minyak telon. Sebaiknya pilihlah jenis minyak telon yang tidak terlalu panas untuk kulit bayi karena minyak yang terlalu panas bisa menyebabkan iritasi pada kulit.

Meski Membuat Si Kecil Jadi Harum, Jika Terdapat Gatal, Kulit Merah Dan Gejala Lainnya, Sebaiknya Bunda Menghentikan Pemakaian Dan Beralih Pada Produk Lain

Bedak termasuk jenis kosmetika bayi yang banyak digunakan. Biasanya bedak bayi daplikasikan setelah pemakaian minyak telon. Produk perawatan bayi yang satu ini berfungsi untuk membuat tubuh bayi harum sepanjang hari. Efek samping yang ditimbulkan dari bedak tersebut juga harus diperhatikan, jika terdapat gatal, merah, atau gejala-gejala lainnya pada kulit maka hentikan pemakaian bedak.

Boleh Saja Pakai Hair Lotion, Namun Jika Terdapat Gejala Ketidakcocokan Segera Hentikan Pemakaian

Beberapa orang tua menginginkan anaknya untuk memiliki rambut yang tebal dan indah. untuk itu, orang-orang jaman dulu menggunakan seledri sebagai cara untuk menyuburkan rambut. Namun kini telah hadir hair lotion. Kosmetika yang satu ini berfungsi untuk menyuburkan rambut agar indah dan tebal. Namun sebaiknya Bunda menghentikan pemakaian jika terdapat gejala adanya ketidakcocokan. Jangan paksakan rambut si kecil tumbuh lebat dan indah karena rambut tipis pada bayi adalah hal yang biasa.

Meskipun masih banyak jenis kosmetika bayi lainnya yang beredar di pasaran namun pada umumnya 6 jenis kosmetika di ataslah yang banyak digunakan oleh para orangtua. Penting untuk mengamati efek yang timbul akibat pemakaian kosmetika tertentu dan jangan ragu untuk menghentikan pemakaian jika terjadi efek buruk pada si kecil.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Apa Bunda Termasuk Orang Yang Bahagia? Simak hasil surveynya yuk!

Bahagia itu sederhana, begitu katanya. Tapi sebetulnya apa bahagia itu? Jawabannya mungkin relatif dan berbeda untuk masing-masing orang. Namun beberapa lembaga mencoba untuk membuat pengukuran kebahagian ini. Salah satunya adalah Badan Pusat Statistik alias BPS.

Lembaga ini melakukan survei yang terdiri atas indeks komposit yang disusun oleh tiga dimensi. Dimana ketiga dimensi ini terdiri dari Kepuasan Hidup (Life Satisfaction), Perasaan (Affect), dan Makna Hidup (Eudaimonia). Nah, berdasarkan tiga kompenen inilah kemudian ditentukan kategori orang-orang yang bahagia itu.

Kalau Bunda Mau Lebih Bahagia Mungkin Bisa Pindah Dari Kota

desa

Lupakan dulu materi dan infrastruktur yang ada, mari bicara soal bahagia dari dalam diri setiap orang. Mereka yang tinggal di desa tentu memiliki lebih banyak waktu untuk sekedar bercengkrama dengan tetangga rumahnya. Sangat jauh berbeda dengan orang-orang yang hidup di kota, dengan predikat yang sangat individualis.

Jika di desa Bunda tak akan susah payah untuk mendapatkan hasil bumi dan tanaman. Sebaliknya di kota Bunda sering kelabakan akan harga dari barang yang sering menguras pendapatan.

Hal ini tercermin dari hasil survei dari BPS. Mulai dari tingkat kenyamanan dan juga keamanan, nilai dari kepuasan hidup di desa terbukti lebih unggul daripada mereka yang di kota. Dengan nilai perbandingan 71,64% untuk orang desa menyatakan dirinya puas dan bahagia. Berbanding hanya 69,75% bagi mereka yang hidup di kota.

Bunda Tinggal Di Provinsi Mana? Maluku Utara Terpilih Sebagai Provinsi Paling Bahagia Loh

maluku

Yap, penduduk dari provinsi yang resmi berdiri sejak 4 Oktober 1999 ini memang nampaknya beda dari penduduk lain di Nusantara. Provinsi yang terdiri dari 1.474 pulau ini jadi urutan pertama untuk gelar provinsi paling bahagia dengan angka 75,68.

Suhariyanto selaku ketua BPS, menyebutkan bahwa hal yang membuat Maluku Utara menjadi provinsi paling bahagia adalah kemampuan mereka dalam soal memaknai hidup jauh lebih tinggi dibanding beberapa provinsi lainnya. Maka tak heran jika provinsi ini jadi provinsi paling bahagia se-Indonesia.

Mana Lebih Bahagia Laki-laki Atau Perempuan? Hasilnya Hanya Selisih Sedikit

lakiperempuan

Ini mungkin bisa jadi perdebatan tiada akhir. Soal mana yang lebih bahagia antara laki-laki dan perempuan. Apalagi struktur sosial di Indonesia belum bisa dikatakan sama kesempatannya untuk laki-laki dan perempuan.

Tapi hasil data dari BPS menujukan bahwa bahagia antara laki-laki dan perempuan cenderung sama. Malah angka tepatnya perempuan justru lebih unggul. Berdasarkan nilai yang dihasilkan, wanita bisa bahagia dengan indeks sebesar 71,12% lebih unggul sedikit dari laki-laki yang cuma 70,30% saja.

Dan Meski Kalah dengan Orang Tua Dalam Hal Pengalaman, Orang Muda Menang Pada Indeks Kebahagiaan

orang-tua

Data terakhir yang disajikan oleh BPS menyebutkan, bahwa kepuasan para milenial lebih tinggi dibandingkan mereka yang sudah lebih senior. Karena semakin seseorang memasuki usia tua, indeks kepuasan hidup personal semakin menurun.

Fakta ini diambil dari usia rata-rata orang tua yang telah 65 Tahun, hanya mendapat indeks kebahagiaan di angka 69,18% sedang mereka kaum muda yang masih 24 tahun berada di nilai 71,29%. Survei indeks kebahagiaan yang dilakukan oleh BPS ini, diambil pada waktu April 2017 di 487 kabupaten atau kota di 34 provinsi, dengan sampel sekitar 72.317 rumah tangga.

Selain BPS, Tabolid Otomotif Juga Mengadakan Survei Kebahagian, Hasilnya…

address

Nah tabloid otomotif juga mengadakan survei tentang kebahagian. Fokusnya adalah soal Indeks Kebahagiaan Berkendara. Indeks Kebahagiaan Berkendara merupakan formulasi dari kepuasan berkendara, kondisi kendaraan dan tingkat emosi saat berkendara yang semuanya mempengaruhi seberapa besar kebahagiaan seseorang dalam berkendara.

Survey IKB 2017 ini diadakan pada bulan Juli hingga Agustus 2017. Melibatkan responden yang berusia lebih dari 18 tahun, mengendarai kendaraan sendiri, tahun produksi kendaraan minimal tahun 2000, serta kendaraan milik pribadi. Para responden yang terdiri dari pria dan wanita dengan kategori SES A sampai SES C melakukan survei IKB 2017 dengan mengisi angket online di website OTOMOTIFNET melibatkan pengguna kendaraan motor dan mobil.

piagam address

Hasilnya? Mereka yang memakai motor Suzuki Address FI merajai kategori Skutik 110-125 cc dalam hal kebahagian berkendara. berkat transmisi CVT yang membuatnya semakin nyaman dikendarai. Apalagi Address FI dilengkapi dengan mesin SOHC 4 langkah kapasitas 113 cc yang menghasilkan performa yang baik. Teknologi full injectionnya mampu menekan konsumsi bahan bakar dengan perbandingan kompresi yang mencapai 9.4:1.

Selain itu, walau memiliki kabin yang luas bodi Suzuki Address FI cukup ramping dengan desain sporty yang menjadi andalan ke-210 responden yang mengendarai motor. Dimensi bodi panjang 1855 mm, lebarnya 655 mm dan tinggi 1095 mm serta memiliki jarak sumbu roda atau wheelbase 1260 mm. Bodi yang cukup mungil dengan jarak pijak hanya 120 mm dan ramping karena hanya memiliki bobot sebesar 97 Kg.

Itu dia list kategori mereka yang bahagia, jadi Bunda sudah masuk kategori mereka yang bahagia atau belum?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Bunda, Jaga Kulit Lembut Bayi Agar Tak Kering Dengan Perlindungan Menyeluruh

baby-cute-child-lying-40724

Tahukah Bunda jika tubuh bayi dibekali kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ada di sekitarnya? Termasuk juga dengan kulitnya. Jika kita perhatikan, kulit bayi tidak sama dengan orang dewasa. Ketebalan kulit bayi hanya 2/3 ketebalan kulit orang dewasa. Selain itu, kulit bayi pun 5 kali lebih cepat kehilangan kelembaban alaminya. Dengan produksi minyak pelembab alami yang lebih sedikit membuat kulit bayi jadi lebih mudah iritasi.

Sebenarnya Ada Beberapa Penyebab Kulit Bayi Menjadi Kering

Ada beberapa faktor yang membuat kulit bayi menjadi kering yang harus Bunda ketahui. Antara lain cuaca dingin dan juga udara yang kering, pemanas ataupun pendingin ruangan yang dioperasikan secara berlebihan, akibat terpapar sinar matahari yang menyengat, terkena air laut, atau klorin yang ada di dalam air kolam renang.

Agar Kulit Bayi Tak Jadi Kering, Bunda Perlu Memberikan Perhatian Khusus Pada Saat Dia Mandi

Ketika bayi mandi maka kulit akan kehilangan minyak alaminya. Hal ini akibat dari kotoran yang menempel pada kulit tersapu oleh sabun dan air. Kondisi tersebut dapat membuat kulit bayi menjadi kering.

Agar kulit bayi tak jadi kering, sebaiknya Bunda membatasi waktu mandinya tidak lebih dari 10 menit, gunakan air suam-suam kuku atau hangat untuk mandi, pilihlah sabun mandi yang lembut, tanpa pewangi, dan sudah teruji hipoalergenik. Sebisa mungkin jangan biarkan bayi berendam dalam air sabun, keringkan kulit bayi dengan menepuk-nepuk handuk secara perlahan pada badan bayi, dan pilihkan pakaian yang sesuai dengan kondisi cuaca saat itu.

Menggunakan Pelembab Kulit Juga Akan Membuat Kulit Bayi Tetap Lembut

Bukan hanya orang dewasa, bayi juga membutuhkan pelembab kulit agar kulitnya tidak kering. Hal ini untuk menjaga agar kelembaban kulit bayi tidak hilang. Produk ini paling baik dipakai 3 menit sebelum mandi. Meski begitu, Bunda juga harus tetap jeli dalam memilih pelembab kulit yang cocok untuk buah hati ya Bun!

Berikan Perlindungan Saat Si Kecil Bermain Air Di Kolam Renang Bun

Perlu Bunda tahu bahwa setelah bayi bermain air di kolam renang, kulitnya akan kering. Hal ini disebabkan oleh kandungan klorin dan garam yang berada di dalam air tersebut. Untuk itu, memandikan bayi setelah berenang tetap harus Bunda lakukan. Agar efektif, gunakan air dan sabun agar klorin hilang dari kulitnya.

Agar Kulitnya Tak Iritasi, Bunda Juga Harus Mencukupi Kebutuhan Cairan Si Kecil

Selain perlindungan secara eksternal, Bunda juga perlu melakukan perlindungan dari dalam. Mencukupi kebutuhan cairan bayi adalah langkah yang bagus untuk mengatasi kulit bayi yang kering. ASI, susu formula, sayur-sayuran, buah-buahan, dan air putih dapat Bunda berikan pada si kecil untuk mencukupi kebutuhan cairannya.

Sesuaikan Bahan Pakaian Yang Digunakan Si Kecil Dengan Kondisi Udara Ya Bun!

Indonesia merupakan negara yang memiliki iklim tropis. Sebagai negara yang beriklim tropis tentunya memiliki kondisi udara yang bervariasi. Untuk mengatasi hal ini, lindungi si kecil dari perubahan cuaca.

Saat dingin, lindungi bayi dengan pakaian yang tebal dan hangat. Sebaliknya, saat udara terasa panas, berikan dia pakaian yang tidak membuat badannya kian gerah. Perhatikan juga bahan pakaian yang digunakan. Sebaiknya gunakan pakaian yang dapat menyerap keringat.

Selain itu, Bunda perlu memperhatikan pendingin ruangan yang digunakan. Sebaiknya beri jeda beberapa saat pada bayi agar tidak terus menerus berada di dalam ruangan ber-AC. Atau Bunda juga bisa menggunakan air humidifier agar kelembaban udara di ruangan tetap terjaga.

Bunda juga bisa mengurangi penggunaan bahan-bahan pakaian yang membuat rasa gatal dan tidak nyaman, seperti bahan wol dan sebagainya. Selain itu, penggunaan detergen yang komposisinya terlalu keras juga akan berpengaruh pada kulit bayi.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Dear Calon Ibu; Begini Ciri Tempat Tidur yang Aman dan Nyaman untuk Bayi!

pexels-photo-266061

Setiap orangtua tentu ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya. Termasuk dalam hal memilihkan tempat tidur untuk bayi. Apa lagi sebagian besar bayi memang akan menghabiskan waktunya di atas tempat tidur.

Dengan demikian, maka Bunda pun harus memilih tempat tidur yang aman dan nyaman untuk bayi. Mengingat bayi yang baru lahir bisa tidur selama 16-20 jam dalam sehari. Lantas bagaimana kriteria tempat tidur yang aman dan nyaman untuk bayi? Simak ulasan di bawah ini Bun!

Pilih Tempat Tidur Dengan Jarak Antar Bilah Kurang Dari 6 Cm Agar Kepala Bayi Tak Terselip Di Antara Bilah

Saat memilih tempat tidur untuk bayi Bunda juga harus memperhatikan keamanan bayi. Salah satunya dengan memperhatikan jarak antar bilah. Tentu akan sangat berbahaya bila kepala bayi terselip di antara bilah tempat tidurnya. Oleh karena itu, sebaiknya Bunda mengantisapasi hal itu dengan memilih tempat tidur yang jarak antar bilahnya kurang dari 6 cm.

Sebaiknya Hindari Tempat Tidur yang Bilahnya Bisa Dinaikan atau Diturunkan

Tempat tidur seperti ini sebaiknya Bunda hindari, karena terkadang bisa saja terjadi kesalahan ketika merakitnya dengan desain bilah yang semacam itu. Apabila salah dalam merakit, maka bayi bisa terjepit atau terjatuh pada saat sedang berpegangan pada bilah yang kurang kokoh.

Perhatikan Baut, Sekrup, Paku, dan Bahan-bahan Material Lainnya

Pastikan material tersebut terpasang dengan kencang supaya tempat tidur bayi bisa berdiri dengan kuat dan kokoh. Akan lebih baik jika Bunda rutin mengeceknya demi memastikan keamanan bayi. Sebab bukan tak mungkin jika pemasangan baut, sekrup, dan paku pada tempat bayi yang tidak sempurna bisa berakibat fatal pada buah hati.

Sangat Dianjurkan untuk Membeli Tempat Tidur yang Baru demi Kenyamanan dan Keamanannya

Perlu Bunda ketahui bahwa tempat tidur yang telah lama dibuat terkadang menggunakan cat yang mengandung bahan beracun, seperti halnya timah. Nah, untuk menghindari resiko tersebut, sebaiknya Bunda membeli tempat tidur yang baru. Apa lagi bayi dikenal suka menggerogoti benda-benda yang ada di dekatnya. Jangan sampai keputusan Bunda untuk tidak membeli tempat tidur baru, justru jadi berdampak fatal bagi buah hati!

Perhatikan Juga Matras Yang Akan Digunakan Bayi

Untuk tempat tidur bayi sebaiknya menggunakan matras yang didesain khusus. Beberapa produsen ada yang menjual tempat tidur tanpa diberi matras.Ketika Bunda memilih matras, maka pilihlah matras yang didesain khusus untuk bayi. Matras yang didesain untuk bayi pada umumnya sangat kuat, kokoh, serta keras untuk mencegah terjadinya SIDS (sudden infant death sydrome) atau sindrom kematian bayi mendadak, dan mampu menopang tulang punggung bayi. Tetapi hindari pula menggunakan matras yang terlalu empuk.

Sesuaikan Luas Matras dengan Ukuran Bayi

Sebaiknya Bunda juga memberikan matras yang sesuai dengan ukuran bayi, Dengan begitu si kecil akan merasa nyaman. Usahakan jangan sampai ada celah sedikit pun antara matras dengan bilah. Pastikan telah melepas plastik sebelum memasang matras ya Bun!

Barang-barang yang Lembut pun Sebaiknya Dihindari

Meski terlihat lucu dan menggemaskan, barang-barang yang lembut seperti boneka berbulu halus, selimut, sprai, dan bantal yang lembut sebaiknya dihindari  dengan tujuan untuk mencegah SIDS. Barang dengan tekstur lembut bisa menjadikan bayi sulit bernafas karena memiliki resiko menutupi wajah si kecil.

Setelah Itu, Sebaiknya Bunda Menidurkan Bayi Dalam Posisi Terlentang Untuk Mencegah Terjadinya SIDS

Mama, sebaiknya bayi tidur dalam posisi terlentang, hal itu untuk menghindari kesulitan bernafas yang bisa mengakibatkan SIDS. Untuk mencegah terjadinya SIDS pada bayi sebaiknya tempat tidur bayi diletakan di kamar Bunda. Sehingga sewaktu-waktu bayi menangis atau memerlukan pertolongan, Bunda bisa dengan cepat menanganinya.

Sebaiknya hindarilah meletakan tempat tidur bayi di dekat jendela, hal ini untuk menghindari segala sesuatu yang tidak diinginkan, tertimpa besi yang menopang tirai misalnya. Selain itu penempatan tempat tidur di dekat jendela juga bisa membuat leher bayi terlilit tirai.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Bunda, Produk Perawatan Bayi Ini Bisa Diandalkan Untuk Mengatasi Kulit Bayi Yang Sensitif

baby-feet-847202_640

Bayi memiliki kulit yang sangat halus dan lembut. Kulit bayi juga tipis, serta lebih rentan jika dibandingkan dengan kulit anak-anak maupun orang dewasa, baik itu dari segi strukturnya, fungsi, maupun komposisinya.

Ketebalan kulit bayi yang hanya 2/3 dari kulit orang dewasa membuatnya memiliki pelindung alami yang belum optimal. Kondisi ini menyebabkan kulit bayi rawan mengalami iritasi, kering, dan juga lebih sensitif terhadap beberapa benda-benda yang ada di sekitarnya. Lalu bagaimanakah untuk mengatasinya?

Sebenarnya Ada Beberapa Hal Yang Menyebabkan Kulit Bayi Menjadi Lebih Sensitif

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan kulit bayi menjadi sensitif. Tidak dapat dipungkiri bahwa pada bayi berusia antara 0-6 bulan memiliki kulit yang lebih tipis. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab sensitifnya kulit bayi. Penggunaan popok yang tidak tepat juga bisa menyebabkan kulit bayi menjadi sensitif. Bahan popok yang terlalu kerap ataupun penggantian popok yang sering terlambat pun menjadi salah satu faktor penyebab kulit bayi menjadi sensitif.

Makanan ternyata memiliki pengaruh terhadap sensitifnya kulit bayi. Area kurang bersih seperti kasur, selimut, lantai, dan tempat-tempat lain yang seringkaliimenjadi pusat aktivitas bayi dapat menjadi penyebab sensitifnya kulit bayi. Tempat-tempat tersebut jika tidak dijaga kebersihannya akan menyebabkan kulit bayi menjadi sensitif.

Untuk Mengatasi Kulit Sensitif Pada Bayi, Bunda Dapat Memanfaatkan Baby Oil

Syarat utama untuk menjaga kualitas kulit bayi adalah dengan menjaga agar kulit bayi tetap dalam kondisi yang lembab dan tidak teriritasi dengan benda-benda yang ada di sekitarnya. Untuk mengatasinya Bunda dapat menggunakan baby oil.

Hampir setiap ibu mengenal minyak bayi yang satu ini. Baby oil dibuat dari minyak mineral yang sangat bagus untuk kulit bayi. Baby oil dapat menjaga kelembaban kulit bayi sehingga kulit pun akan terus dalam kondisi yang lembab. Hal ini dapat mengatasi iritasi yang terjadi pada kulit bayi.

Bedak Bayi Juga Memiliki Khasiat Untuk Menangani Kulit Sensitif Si Kecil

Produk perawatan bayi lainnya yang bisa digunakan untuk mengatasi kulit sensitif bayi adalah dengan memanfaatkan bedak bayi. Saat ini sudah banyak produsen kosmetika bayi yang menawarkan bedak untuk mengatasi kulit sensitif pada bayi. Bunda dapat memanfaatkan produk perawatan yang satu ini untuk mengatasi kulit sensitif pada bayi.

Baby Lotion Bisa Bunda Andalkan Untuk Menjaga Kelembapan Kulit Bayi

Selain baby oil dan bedak, Bunda juga bisa memanfaatkan baby lotion. Baby lotion adalah produk perawatan bayi yang dibuat dari campuran minyak dan air. Selain bisa menghaluskan kulit, baby lotion pun dapat dimanfaatkan untuk menjaga kelembaban kulit bayi. Dengan terjaganya kelembaban kulit bayi, maka tingkat sensitivitas kulit bayi pun akan berkurang.

Meski Begitu, Bunda Juga Harus Tetap Cermat Dalam Memilih Produk Perawatan Bayi yang Cocok Untuk Si Kecil

Jeli dalam memilih produk perawatan bayi juga harus Bunda lakukan. Produk perawatan bayi memang dapat diguankan untuk mengatasi kulit sensitif pada bayi, tapi disisi lain juga produk tersebut bisa menjadi penyebab sensitifnya kulit bayi. Untuk itulah, pilih produk perawatan bayi yang sesuai dengan kulit bayi Bunda.

Tentu setiap anak memiliki kecocokan yang berbeda-beda terhadap produk kosmetika bayi. Untuk itu, amati perkembangan kulit bayi saat Bunda memutuskan untuk menggunakan kosmetika bayi dari produk tertentu. Jika tidak ada perubahan apa pun maka artinya kulit bayi Bunda cocok dengan produk tersebut, tapi jika muncul bintik-bintik ataupun gatal-gatal pada kulit bayi, maka hentikan pemakaian. Itu berarti kulitnya tidak cocok dengan produk perawatan bayi yang Bunda pilih.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top