Kesehatan Ibu & Anak

Agar Demam Cepat Turun, Begini Cara Mengompres Anak Yang Benar Bunda

StockSnap_UTUAOA8YLR

Mengompres merupakan kegiatan yang umum dilakukan untuk menurunkan panas pada tubuh. Bukan hanya dilakukan pada orang dewasa saja, Bunda juga dapat mengompres si kecil saat suhu tubuhnya naik.

Demam memang cukup sering dialami oleh anak balita. Banyak faktor yang menyebabkan demam pada anak, seperti akan tumbuh gigi, usai menjalani imunisasi, akan dapat berjalan, dan sebagainya. Untuk menanganinya, Bunda bisa mengompres badan si kecil.

Sebaiknya Bunda tidak mengompres si kecil dengan air dingin, penggunaan air hangat lebih dianjurkan. Dengan menggunakan air hangat maka secara otomatis tubuh akan mengirim pemberitahuan ke pusat tubuh bahwa suhu di sekitarnya telah hangat sehingga perlahan-lahan suhu tubuh pun akan menurun. Nah Bun, agar demam buah hati cepat turun, berikut ini ada beberapa langkah mengompres yang harus Bunda perhatikan.

Siapkan Dahulu Air Hangat Dengan Suhu 35-38ºC Dan Handuk Bersih Atau Waslap Bun!

Seperti yang telah dijelaskan di awal, air hangat jauh lebih baik daripada air dingin dalam hal mengompres buah hati. Untuk itu sebelum memulai proses mengompres, siapkan air hangat dengan suhu suhu 35-38ºC. Letakan air tersebut pada sebuah baskom berukuran sedang. Tak lupa juga siapkan handuk bersih atau waslap sebagai media untuk mengompres. Kemudian basahi handuk atau waslap tersebut dengan air hangat yang telah disiapkan sebelumnya.

Lalu, Tempelkan Kain Kompres di Ketiak dan Lipatan Paha Selama Kurang Lebih 10 Menit. Ulangi Kembali Sampai Suhu Tubuhnya Menurun

Saat Bunda mengompres, buka baju anak lalu letakan handuk atau waslap tersebut di ketiak dan lipatan paha. Mengapa tidak di dahi? Perlu Bunda tahu bahwa kedua bagian ini, yaitu ketiak dan paha merupakan bagian yang dilalui oleh pembuluh darah besar. Dengan meletakan kain kompres di dua bagian tersebut maka pembuluh darah tersebut akan mengirim pemberitahuan ke otak bahwa suhu di sekitar sudah hangat kembali. Langkah ini cukup efektif untuk menurunkan panas pada tubuh. Tempelkan kain kompres di dua bagian tersebut selama kurang lebih 10 menit. Kemudian ulangi lagi sampai suhu badan anak menurun.

Setelah Suhunya Turun, Segera Keringkan Tubuh Anak Dengan Handuk Dan Pakaikan Baju Yang Tidak Terlalu Tebal

Jika dianggap sudah cukup dan ada penurunan suhu, maka Bunda dapat berhenti mengompresnya. Segera keringkan tubuh si kecil dengan handuk yang telah dipersiapkan. Perlu Bunda ketahui, jangan menggosok tubuh anak saat menyeka air sisa kompres yang masih menempel pada tubuh. Tapi pijat dan tekan tubuh si anak dengan lembut.

Setelah tubuh si kecil dianggap sudah kering, maka pakaikan baju. Pilihlah baju yang tipis atau tidak terlalu tebal. Hal ini untuk mempercepat proses menurunkan suhu tubuh anak. jika anak terlihat masih kedinginan, maka berikan selimut tipis padanya. Hal ini bertujuan untuk memberikan sedikit kehangatan pada tubuhnya usai dikompres.

Saat Buah Hati Demam, Berikan Cairan Yang Cukup Agar Tak Dehidrasi

Agar si kecil tak dehidrasi, berikan cairan yang cukup untuknya seperti ASI, sayur sup, jus buah dan sebagainya. Selain itu pastikan anak memiliki waktu istirahat yang cukup. Bunda juga bisa memberikan obat turun panas untuknya. Saat anak demam, jangan arahkan kipas angin langsung ke tubuh si kecil karena hal ini dapat menyebabkan dia masuk angin. Jika dalam waktu 3 hari demamnya belum juga sembuh, segera bawa dia ke dokter ya Bun!

Memang membutuhkan kehati-hatian dan kesabaran untuk menurunkan panas pada anak. belum lagi biasanya anak akan menjadi rewel saat kondisi badannya terasa tidak enak. Namun begitu, kita sebagai orangtua haruslah berusaha untuk menurunkan suhu tubuh anak agar dia dapat sehat kembali. Dalam hal ini, kehati-hatian dan kesabaran jelas menjadi modal utama yang tak bisa ditinggalkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Bukan Hanya Jadi Rutinitas, Tidur Juga Memberi Keuntungan untuk Tumbuh Kembang Anak

pexels-photo-101523

Tidur merupakan kebutuhan setiap manusia. Baik itu balita, anak-anak, orang dewasa, sampai orang tua membutuhkan tidur untuk memberi kesempatan beberapa organ tubuh beristirahat. Jika kita perhatikan, balita atau anak-anak memiliki waktu tidur yang lebih banyak dibandingkan dengan orang dewasa ataupun orang tua. Hal itu dikarenakan kebutuhan tidur balita atau anak-anak memang lebih banyak.

Perlu Bunda ketahui, balita memiliki waktu tidur 12 jam setiap harinya, dan akan berkurang sesuai dengan bertambahnya usia. Namun bukan hanya jumlah jam tidur saja yang perlu diperhatikan loh, Bun. Anak membutuhkan kualitas tidur yang baik agar dapat bermanfaat bagi tubuhnya. Lantas, apa sajakah manfaat tidur untuk tumbuh kembang buah hati?

Meningkatkan Kecerdasan Anak

baby-2598005_640

Menurut Dennis Molfese, Ph.D., anak yang menggunakan waktu tidurnya dengan cukup akan membuat 3 sampai 4 bagian otaknya untuk menyelesaikan tugasnya. Tapi sebaliknya, mengurangi 1 jam tidur setiap malam selama 1 minggu dapat menurunkan konsentrasinya.

Membuat Buah Hati Lebih Bahagia

pexels-photo-1131877

Anak yang memiliki waktu tidur yang cukup dengan kualitas tidur baik ternyata memiliki tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki waktu tidur yang cukup. Sebagaimana hasil penelitian yang dilakukan oleh University of Massachusetts, Amerika menyatakan bahwa anak yang kehilangan separuh jam tidurnya secara teratur akan menyebabkan peningkatan rasa rendah diri dan depresi. Jadi Bunda tidak perlu heran jika si kecil sepanjang hari terus uring-uringan. Bisa jadi dia kurang tidur.

Menyehatkan Jantung Si Kecil

adorable-21998_640

Apakah si kecil sering tidur mendengkur? Banyak orangtua yang menganggap bahwa anak yang tidur mendengkur karena dia kecapekan sehingga menyebabkan mendengkur saat tidur. Tapi tahukah Bunda, jika anggapan itu berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh sekelompok orang di Australia.

Menurut mereka, penyebab tidur mendengkur pada anak adalah karena dia sering terbangun di malam hari. dan ternyata dengkuran tersebut memiliki manfaat bagi kesehatan jantungnya. Masih hasil penelitian dari Australia menyatakan bahwa anak yang tidur mendengkur, meskipun ringan memiliki tekanan jantung dan darah yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan mereka yang tiddak mendengkur saat tidur.

Anak Pun Jadi Memiliki Berat Badan yang Ideal

baby-cute-child-lying-40724

Hasil penelitian dari Harvard Medical School, Amerika menyatakan bahwa balita yang waktu tidurnya kurang dari 12 jam dalam sehari akan memiliki kemungkinan hingga 2 kali lipat memiliki berat badan berlebih saat berusia 3 tahun dibandingkan dengan balita yang memiliki waktu tidur 12 jam setiap harinya. Hasil penelitian lain juga mengatakan bahwa setiap tambahan 1 jam waktu tidur yang melampaui waktu tidur normalnya (12 jam) dapat menurunkan resiko hingga 9% memiliki berat badan yang berlebih. Itu menunjukan bahwa waktu tidur yang cukup sangat penting untuk anak.

Juga Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Buah Hati

pexels-photo-265958

Menurut direktur asosiasi Sleep Center, Jodi Mindell, di The Childrens Hospital of Philadelphia, Amerika menyatakan bahwa orang dewasa yang memiliki jam tidur kurang dari 8 jam setiap malamnya akan meningkatkan resiko terkena penyakit flu. Hal yang sama juga ternyata bisa terjadi pada anak-anak yang kurang waktu tidurnya.

Untuk Mengurangi Resiko Cedera pada Anak

pexels-photo-266061

Anak yang memiliki waktu tidur yang cukup akan memiliki resiko cedera lebih kecil dibandingkan dengan mereka yang memiliki waktu tidur sedikit. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh para peneliti dari University of Rochester School of Nursing, Amerika. Anak-anak yang kurang tidur akan cenderung lebih loyo sehingga dia akan mudah terjatuh.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

7 Makanan Tak Sehat, yang Mungkin Sering Bunda Berikan Pada si Kecil di Rumah

Beberapa anak kecil, sudah terlalu banyak mengkonsumsi gula yang berlebihan bahkan sejak usia mereka masih sangat belia. Padahal hal ini akan mempengaruhi pola makanannya, seiring dengan tumbuh kembangnya. Kandungan gula ini akan jadi sesuatu yang mengurangi kepekaan mereka. Maka tak perlu heran, jika makanan biasa lainnya akan terlihat tak begitu menarik dimata mereka.  Selain itu, ada juga beberapa makanan yang tak boleh dikonsumsi karena karakteristik fisiologis tubuh mereka.

Nah kali ini sayangianak, ingin membantu bunda untuk bisa lebih memahami, manakah makanan sehat yang pantas untuk anak dengan makanan sehat yang sebaiknya masih belum bisa dikonsumsi olehnya.

Daripada Minum Jus, Sebaiknya si Kecil Diberi Buah Saja Bun

charles-etoroma-390116-unsplash

Berkaca dari beberapa tayangan televisi, banyak keluarga yang menyajikan jus sebagai minuman saat sarapan pagi. Atau jangan-jangan bunda juga begitu? Minuman ini boleh dikatakan memang cukup populer, tak hanya untuk orang dewasa tapi anak-anak juga. Apalagi jus kemasan.

Hadir dengan kemasan yang menawarkan kesan berbeda, bunda perlu tahu jika satu gelas jus mengandung 5-6 sendok teh gula. Dan jika minuman ini terlalu sering dikonsumsi oleh si kecil, bisa berpengaruh buruk pada metabolisme karbohidrat dalam tubuhnya.

Sejalan dengan itu, daripada harus memberi si kecil jus The American Academy of Pediatrics, justru lebih menganjurkan si kecil makan buah daripada minum jus. Jika memang masih tetap inginkan jus, lebih baik bunda buatkan jus sendiri saja ya.

Memang sih Mengandung Susu, Tapi Yogurt Tak Selalu Baik untuk Anak

brenda-godinez-228182-unsplash

Langkah pertama yang harus kita perhatikan sebelum memilih yogurt untuk si kecil, adalah memerhatian bahan dan kandungannya. Selain itu, bunda juga dianjurkan untuk lebih memilih yogurt yang disimpan di lemari pendingin daripada yang dibirkan di rak terbuka. Selanjutnya, daripada yang manis lebih baik pilih yogurt yang alami saja.

Kandungan gula, lemak dan kalori yang terdapat dalam yogurt dipercaya akan jadi pemicu yang menyebabkan si kecil menjadi kelebihan berat badan. Serta beresiko pula terkena diabetes.

Disebut Sebagai Salah Satu Pengganti Nasi, Sereal pun Tak Melulu Baik Untuk si Buah Hati

providence-doucet-154365-unsplash

Beberapa jenis makanan yang ditampilkan begitu sehat dalam pajangan, kadang tak semuanya benar. Karena faktanya, makanan yang biasanya bersumber dair jagung dan gandum ini lebih banyak mengandung gula, sedangan vitamin dan mineralnya hilang saat proses produkti. Dan hanya karbohidratlah yang tersisa.

Walau sereal memang bisa jadi penahan rasa lapar, bukan berarti si kecil akan kenyang hanya dengan mengkonsumsi sereal saja. Sebagai gantinya, bunda mungkin bisa memilih oatmeal, dengan tambahan buah dan kacang yang akan menarik perhatiannya. Selain itu, ini juga akan lebih baik untuk tubuhnya.

Selanjutnya, Jangan Pernah Memberi Madu pada si Kecil dibawah Usia 2 Tahun

sonja-langford-313-unsplash

Mengadopsi budaya timur, beberapa pengobatan kadang diselesaikan dengan cara menjadikan madu sebagai salah satu bahan-bahannya. Padahal memberikan madu pada anak yang masih belum memiliki kekebalan tubuh sempurna bisa beresiko menyebabkan penyakit botulisme.

Walau angka penyakit ini masih jarang terdengar, jauh lebih baik mencegah kan bun. Untuk itu, sebaiknya sebelum genap berusia 2 tahun. Cobalah untuk tidak memberikan madu pada is buah hati.

Anggur Memang Buah yang Kaya Nutrisi Tapi Sebaiknya Tak Diberi Pada Si Buah Hati yang Masih Kecil

rohit-tandon-67718-unsplash

Dipercaya mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh anak-anak, tak lantas membuat anggur baik untuk dikonsumsi si kecil. Teksturnya yang licin serta ukurannya yang cenderung cukup besar untuk ukuran anak-anak. Kadang jadi pemicu yang bisa membuat mereka tersedak.

Lagipula buah ini sulit untuk diproses pada saluran percernaan si kecil, jika memang dia masih berusia dibawah 2 tahun. Bunda lebih disarankan untuk memberinya pisang, dengan catatan dilumatkan terlebih dahulu juga ya bun.

Anak-anak Hanya Perlu Vitamin dari Sumber Makanan, Mereka Tak Butuh Sumplemen

sharon-pittaway-562631-unsplash

Hem, memang sih bun perihal vitamin masih jadi pembahasan yang cukup kontroversial. Bahkan kadang kala, sebagai orangtua kita hanya mengandalkan pengetahuan dasar yang kita dapat dari beberapa orang daripada harus beerkonsultasi pada ahlinya.

Anak-anak hanya dianjurkan untuk mendapatkan vitamin dari makanan yang mereka konsumsi. Maka kita tak perlu memberi mereka sumplemen apapun.

Teh atau Milkshake? Bukan Dua-duanya

toa-heftiba-409698-unsplash

Nah, pada situasi seperti ini kadang kita pasti akan menjatuhkan pilihan pada milkshake kan bun. Apalagi kalau si kecil sudah gencar untuk meminta untuk meminumnya. Padahal ternyata, dua jenis minuman ini sama saja. Sama-sama tak baik untuk kesehatah si kecil. Bahkan serupa berbahayanya dengan minuman soda yang juga mengandung lemak dan gula yang banyak.

Dari penelitian terbaru yang dilakukan oleh para ahli, minum minuman berlemak dengan intesitas yang cukup sering akan menyebabkan perkembangan penyakit kardiovaskular. Dan ini sangat berbahaya bagi orang dewasa, apalagi anak-anak yang masih belia.

Benar memang, akan sangat susah untuk tak memberikan mereka makan gula sama sekali. Maka untuk itu, hal yang perlu kita lakukan hanyalah bersikap tegas untuk memberi si kecil pemahaman. Sampaikan pada mereka bahwa mengkonsumsi jenis makanan biasa lain lebih baik daripada makanan makanan yang manis-manis seperti yang mereka sukai.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Berkaca dari Kasus Anak Denada, Bunda Perlu Tahu Apa Saja Tanda-tanda Gejala Leukimia

Cover Denada

Baru-baru ini, ada berita yang cukup menarik perhatian atas anak dari penyanyi Denada. Karena beberapa hari lalu, sang anak divonis mengidap Leukimia atau kanker darah. Sebagai seorang ibu yang memang memiliki ikatan batin yang kuat dengan sang anak, sebelum sang putri Shakira, divonis Leukimia, konon Denada sudah merasa ada yang tak biasa pada anaknya.

“Itu kelihatan mulai dari dia pulang dari liburan. Walau dia tetap ceria, adalah beberapa tanda-tanda dan gejala yang aku lihat secara fisik. Dia lebam-lebam, dua hari setelah kita ketemu, dia demam tinggi.” papar Denada pada salah satu kesempatan wawancara dengan awak media. 

Meski berusaha untuk tetap tak menaruh curiga, kekhawatirannya pun terjawab kala mendengar Vonis yang dijatuhi Dokter beberapa hari lalu atas putrinya tersebut.

chinh-le-duc-132753-unsplash (1)

Hal ini juga jadi pengingat untuk semua orangtua, termaksud bunda-bunda di rumah. Karena berdasarkan data kesehatan, kasus kanker pada anak terus meningkat setiap tahunnya. Termaksud kanker darah atau Leukimia yang diidap putri dari Denada tersebut.

Mengutip dari data di Depertemen Kementrian Kesehatan berupa Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 (Riskesdas), data yang didapat menunjukkan jumlah kasus (prevelensi) kanker anak umur 0-14 tahun sebesar sekitar 16.291 kasus. Sementara jenis kanker yang paling banyak diderita anak di Indonesia yaitu Leukemia.

Gejala penyakit yang satu ini memang sulit dideteksi, apalagi jika sudah menyerang anak yang masih kecil. Sebab, bayi atau si kecil masih belum bisa menceritakan bagaimana gejala yang sedang dialaminya. Disinilah kita sebagai orangtua memiliki peranan yang mungkin bisa menentukan, langkah mana yang harus diambil jika hal tersebut mungkin terjadi.

larm-rmah-216854-unsplash

Jenis penyakit Leukemia sendiri, bisa terjadi karena multifaktor, mulai dari faktor genetik, zat kimia, virus, dan radiasi. Dikutip dari depkes.go.id, kanker dapat menyerang anak mulai dari usia bayi hingga usia 18 tahun. Dan beradasarkan informasi di Bidanku, ada beberapa gejala yang perlu diwaspadai sebagai tanda dari Leukimia.

Demam Malam Hari,

Si kecil sering mengalami demam bahkan hingga mengeluarkan keringat pada malam hari. Sang anak juga sering mengalami demam karena darah putih yang menurun sehingga penderita mudah infeksi.

Wajah yang Terlihat Pucat

Dirinya seringkali mengalami pucat dan kelelahan. Hal ini terjadi dikarenakan, menurunnya sel darah merah dalam tubuhnya. 

Sang Rentan dan Mudah Jatuh Sakit

Kekebalan tubuhnya sering menurun, hingga lelah sedikit saja kadang ia jatuh sakit. Hal ini bisa juga disebabkan oleh sel darah putih yang menurun, sehingga ia mudah pula terkena infeksi. 

Sering Mengeluhkan Nyeri pada Beberapa Bagian Tubuhnya

Anak lebih sering mengalami nyeri-nyeri pada bagian tulang yang disebabkan karena sel darah yang terkena Leukemia masuk ke dalam selaput antara tulang dan juga otot.

Berat Badannya Berangsur Menurun Drastis

Si kecil mengalami penurunan berat badan disertai dengann gangguan kesehatan yang lebih rentan terkena infeksi

Serta yang Terakhir, Terjadi Pembengkakan

Dirinya mengalami pembengkakan pada bagian leher dan juga ketiak. Jika pada kelenjar getah bening terjadi pembengkakan harus segera diperiksakan ke dokter. Si kecil juga mengalami perut yang membesar dikarenakan limfa yang ada di bagian perut mengalami beberapa masalah.

fahri-ramdani-588932-unsplash

Gejala yang khas pada anak yang mengalami leukemia adalah seringkali terjadi mimisan yang disertai dengan bintik-bintik merah ataupun lebam yang terjadi pada beberapa bagian tubuh.

Hal ini dikarenakan terjadi pembengkakan limfa pada anak. Nah, jika beberapa tanda tersebut terlihat pada si kecil. Jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter ya bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top