Parenting

Agar anak percaya diri, Lakukan 16 cara ini

anakberani

anakberaniBanyak orang tua yang baru menyadari betapa kurangnya percaya diri anak ketika balita mulai memasuki dunia sosial kecilnya, yaitu prasekolah. Sebelum masa itu datang, rasa ragu dan malu yang melanda anak saat harus berinteraksi dengan orang luar masih belum dipandang sebagai masalah dan cenderung dimaklumi. Sebetulnya sejak dini Anda sudah bisa mulai melatih balita agar tidak hanya menjadi “jagoan kandang’ saja.

Jika Anda ingin membantu membangun rasa percaya diri pada anak, cobalah beberapa strategi ini:

1. Bicara dengan anak dan cari tahu apa masalahnya

Komunikasi yang efektif itu penting untuk membangun hubungan sehat dan langgeng. Anak Anda mungkin bingung dan takut serta memiliki banyak pertanyaan tentang dunia ini.

Anak-anak bisa saja merasa tak bisa dan merasa tak aman dengan tubuhnya atau diintimidasi. Hal ini penting untuk membangun kepercayaannya dan membiarkan anak memberitahu Anda mengapa ia merasa tak yakin dengan dirinya sendiri sehingga Anda bisa bekerja sama untuk mencari solusinya.

2. Bantu anak menemukan kegiatan yang membuat ia senang

Beberapa anak dilahirkan dengan suara yang luar biasa, beberapa memiliki telinga yang baik untuk musik, dan lainnya memiliki struktur tulang dan otot yang bisa membuat mereka menjadi atlet hebat, atau memiliki imajinasi luas untuk bercerita.

Cari tahu apa bakat alami anak Anda dan bantulah agar ia terlibat dalam kegiatan yang paling menyenangkan untuknya. Menari, melukis, bermain musik, atau sesuatu yang lebih pragmatis seperti matematika semuanya adalah pilihan yang baik. Hanya saja, pastikan anak Anda termotivasi.

3. Jadilah pemaaf kepada orang lain dan tunjukkan anak Anda bahwa kasih sayang merupakan kebaikan

Semua orang membuat kesalahan dan itu adalah bagian dari pendewasaan dan langkah penting dalam mencapai kebijaksaaan. Dengan berlatih memaafkan, Anda membiarkan anak Anda tahu bahwa apapun yang mereka salah karena sejumlah alasan, itu baik-baik saja.

Hal ini juga menunjukkan kepada mereka bahwa meskipun orang terkadang berdebat dan perasaannya terluka, cobalah berempati dan berkompromi. Anak Anda akan mempelajarinya dari Anda dan mulai berlatih memaafkan dalam kehidupan sehari-hari.

4. Ajarkan anak untuk fokus dalam membangun hubungan bermakna, mencari kebahagiaan dalam hal kecil dan berusaha sukses

Banyak orang mencapai kekayaan, kekuasaan, dan keterampilan pada tingkat tertentu. Namun, mereka tak pernah menaklukkan ketakutan mereka dan tetap yakin dengan diri mereka sendiri. Ajarkan anak Anda tentang nilai persahabatan sejati dan bagaimana orang lain bisa membantu membuat Anda lebih kuat.

Ajarkan mereka beralih ke ratusan hal kecil yang positif dalam hidupnya ketika mencari kebahagiaan serta menjadi ambisius dan gigih.

Kegagalan hanya kesempatan untuk datang kembali bahkan lebih kuat dan Ada teman-teman yang baik di sana yang mendukung Anda. Tak ada cara yang lebih baik membantu anak membangun harga dirinya dibandingkan menunjukkan kepada mereka nilai dari orang lain.

5. Ajarkan anak menetapkan cita-cita yang dicapai

Ingin menjadi manusia pertama di Mars, seorang balerina terkenal di dunia, atau bintang film merupakan cita-cita yang ambisius dan menunjukkan betapa kreatif anak Anda, tapi mereka mungkin tak terjangkau.

Bukan ide yang baik memberikan pujian sepanjang waktu kepada anak Anda dan berikan mereka gambaran yang realistis dari diri mereka serta kemampuannya. Biarkan mereka memilih, tapi tawarkan alternatifnya. Bantu anak-anak Anda merumuskan beberapa tujuan jangka pendek yang mudah dicapai dengan kerja keras dan tujuan yang lebih kecil untuk jangka panjang tapi masih dalam jangkauan.

Misalnya, jika Anda mendaftarkan kelas tari, tujuan jangka pendeknya adalah bisa menguasai gerakan tertentu dan berlatih minimal 2 jam setiap hari, sementara tujuan yang lebih besar mungkin kompetisi tari tingkat lokal. Akhirnya, mereka bisa berusaha meningkatkan dan memenangkan beberapa kompetisi yang lebih besar.

Ketika mereka mencapai cita-citanya, mereka merasa lebih percaya diri dan lebih bahagia.

6. Ajarkan anak bagaimana teratur dan belajar untuk hasil terbaik

Banyak orang percaya belajar adalah duduk dan menatap buku selama berjam-jam. Ini bisa menyebabkan anak frsutasi dan percayalah dia tak menjadi pintar.

Seorang anak membutuhkan keseimbangan yang baik antara belajar, melakukan tugas mereka, dan bersenang-senang. Keseimbangan itu hanya bisa dicapai dengan mengatur waktu secara efektif.

Beberapa mata pelajaran bisa lebih sulit bagi anak-anak dibanding yang lain dan mereka mungkin memiliki masalah ketika berlomba melawan jam. Tes bisa membuat stres dan mengambil semua kesenangan dari belajar.

Anda bisa mencoba membuat belajar menjadi menyenangkan dnegan film, video game, atau contoh-contoh praktis, yang bisa memberikan keajaiban agar anak-anak tertarik.

7. Daftarkan anak Anda di kelas yang fokus pada aktivitas fisik

Pikiran yang sehat berada dalam tubuh sehat. Latihan fisik di siang hari tak hanya bermanfaat untuk kesehatan anak, taoi juga membantu mengembangkan tubuh yang kuat dan lincah yang bisa dibanggakan.

Sambil berolahraga akan memungkinkan anak-anak meningkatkan keterampilan sosialnya.

8. Bermain dengan anak setiap ada kesempatan

Beberapa kontak emosional dan fisik dengan orang lain setiap hari sangat penting bagi anak. Curahkan waktu untuk mendengarkan cerita mereka, terlibat dalam beberapa kegiatan kreatif dan ajarkan mereka beberapa keterampilan berharga.

Apapun yang dibuat menjadi sebuah mainan akan menciptakan banyak kesempatan agar anak mau bekerja tim, memecahkan masalah, dan mengekspresikan dirinya secara bebas.

9. Menjadi teladan baik dengan mempraktikkan apa yang Anda katakan

Anak-anak hanya menyerap informasi dari lingkungan sekitarnya dan akan beralih ke Anda sebagai sumber utama informasi tentang prilaku yang bisa diterima.

Pastikan Anda menunjukkan kepada anak bagaimana seseorang harus bersikap, jangan hanya memberitahukan apa yang harus mereka lakukan dan kemudian lakukan apa yang sering Anda katakan agar mereka tak lakukan.

Jika anak melihat orangtuanya tak takut mengekspresikan dirinya, maka mereka akan mencoba menjadi baik kepada orang lain dan sangat terbuka. Anak akan meniru perilaku percaya diri ini dalam hidup mereka.

10. Ajarkan anak tanggung jawab dan nilai kerja keras

Seorang anak tak boleh diberlakukan standar yang tinggi sama seperti orang dewasa, tapi mereka harus memahami bahwa tindakan mereka mempengaruhi orang lain dan ada orang yang mengandalkan mereka.

Jika anak mengerti mengapa mereka perlu melakukan pekerjaan mereka dan dibutuhkan kerja keras untuk mencari nafkah, ia akan memiliki pandangan yang berbeda tentang kehidupan.

Anak-anak sering senang untuk membantu orang tua mereka dan merasa bangga ketika mereka berkontribusi. Dengan cara ini, anak-anak tahu bahwa mereka mampu dalam banyak hal dan orang-orang bergantung padanya, yang membangun karakter dan membantu membangun kepercayaan diri pada anak.

Saat ingin membantu anak membangun rasa percaya dirinya, penting diingat berkomunikasilah, habiskan waktu dengannya dan biarkan mereka membuat pilihan sendiri

11. Jangan menakut-nakuti

Kadang untuk membuat anak Anda jera atau Anda ingin anak Anda tidak melakukan sesuatu yang tidak Anda harapkan, cara yang paling efisien digunakan adalah dengan menakut-nakutinya. Namun, apakah Anda pernah mempertimbangkan efek jangka panjangnya? Kebiasan menakut-nakuti dalam jangka panjang dapat membuat seseorang menjadi mudah pesimis, kebiasaan tersebut dapat tertanam dalam benak seseorang sehingga pengaruhnya baru kelihatan ketika seseorang akan membuat keputusan. Sebaiknya Anda memberi tahu alasan sebenarnya mengapa hal tersebut dilarang untuk dia lakukan, dengan cara demikian anak memiliki alasan yang jelas untuk tidak melakukannya.

12. Jangan memarahi tanpa sebab yang jelas

Tantangan sebagai orang tua memang berat, adakalanya hal tersebut mempengaruhi emosi Anda. Saya teringat ketika masih kecil suatu kali orang tua saya memarahi saya habis-habisan tanpa sebab yang jelas, sebagai anak saya tidak mampu untuk membela diri dan lebih memilih berdiam diri di kamar. Tentu saja Anda boleh marah, tapi kemarahan Anda haruslah memiliki alasan, dengan demikian anak akan tahu kesalahnnya dan diharapkan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

13. Jangan mengejek

Meskipun dengan tujuan bercanda kebiasaan mengejek tidak dapat dibenarkan. Seorang anak belum memiliki pemahaman yang baik dalam berkomunikasi dengan orang lain, ketika dia membuat kesalahan dan hal tersebut lucu menurut Anda sebaiknya Anda menghindari untuk mengejeknya. Dalam sudut pandang anak kesalahan yang telah dia lakukan meskipun itu lucu adalah hal yang sangat memalukan, sebaiknya Anda tetap memberi dia semangat dan mengajarinya untuk tidak melakukan kesalahan yang sama.

14. Melibatkannya dalam membuat keputusan

Dalam hal-hal tertentu melibatkan anak untuk membuat sendiri keputusan patut Anda coba lakukan. Seperti apa yang harus dia pakai dalam acara perpisahan sekolah atau kado apa yang harus dia berikan kepada temannya. Membiasakan anak untuk membuat sendiri keputusan akan melatih dirinya untuk percaya diri bahwa keputusan yang dia ambil adalah benar dan hal tersebut hendaknya Anda dukung secara terus menerus.

15. Jangan memanjakan anak

Nah untuk ibu-ibu khususnya, saya menyadari bahwa Andalah yang mengandungnya selama 9 bulan. Betapa pun besar rasa sayang Anda kepada buah hati Anda kebiasaan memanjakannya hendaknya sebisa mungkin dihindari, bukannya Anda tidak sayang tapi apakah Anda juga mempertimbangkan masa depannya jika Anda kerap kali memanjakannya. Seorang anak yang sering dimanja akan sangat bergantung seluruhnya kepada orang tuanya dan hal tersebut akan terbawa hingga dia dewasa nanti. Mulai saat ini latihlah anak Anda untuk mengerjakan sendiri tugas sehari-harinya dan pujilah dia atas apa yang telah dia lakukan, cara tersebut terbukti ampuh dalam membangkitkan rasa percaya diri seorang anak.

16. Komunikasi yang aktif

Sesibuk apa pun Anda, sebagai orang tua yang peduli akan perkembangan buah hatinya sebaiknya Anda sering meluangkan waktu untuk bercakap-cakap dengan mereka. Topik-topik ringan seputar sekolah, teman-temannya atau berita-berita terhangat dapat menjadi bahan obrolan Anda. Mintalah mereka mengomentari sebuah isu dan mintalah pendapat mereka akan kejadian itu, ajaklah anak Anda untuk berpikir kritis dalam menyikapi segala sesuatu.

Sebagai orang tua adalah tugas yang sangat luar biasa, ibarat seorang perajin gerabah. Orang tua memiliki “tanah liat” di tangannya yang sedang dia bentuk sesuai yang diinginkannya. Anak Anda pun demikian, mereka seperti tanah liat di tangan Anda. Bentuklah mereka sebaik yang Anda inginkan dan “bakarlah” mereka agar dapat menjadi bentuk yang bisa bermanfaat bagi Anda, dirinya sendiri dan orang lain.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mainan Anak

Mengapa Bermain Sangat Penting bagi Anak-anak? Dengan Bermain Kemampuan Anak bisa Berkembang Secara Sempurna

meimeikarta

Bermain sangatlah penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Dengan bermain kemampuan-kemampuan motorik dan kognitif anak Anda bisa berkembang secara sempurna. Dengan bermain anak-anak belajar berinteraksi, berlatih dan mengembangkan kemampuan-kemampuan dalam diri mereka.Selain itu, kemampuan-kemampuan dasar lainnya seperti perkembangan emosi dan psikis anak Anda akan semakin terasah dengan seringnya anak Anda bermain.

Jadi berilah waktu pada anak Anda bermain, jangan pernah menyepelekan waktu bermain bersama anak Anda. Dengan bermain dia mempelajari semua hal mengenai dirinya dan dunia luar serta bagaimana mengembangkan kemampuan semua indera-indera yang ada pada diri buah hati Anda. Lalu tipe permainan seperti apakah yang mampu mengembangkan dan meningkatkan kemampuan juga tumbuh kembang anak Anda?

Simaklah uraian berikut ini yang mungkin bisa menjadi inspirasi bagi Anda, para orangtua ketika akan bermain bersama buah hati Anda.

Permainan ditentukan oleh usia

Ketahuilah bahwa permainan yang baik haruslah membantu mengembangkan kemampuan fisik dan psikis anak Anda. Dan ketahui pula bahwa setiap usia memiliki tahapan-tahapan perkembangan yang harus dicapai. Jadi ada baiknya Anda bisa memilih permainan yang bisa membantu si kecil mencapai tahapan-tahapan perkembangan tersebut.

Sebagai contoh, anak yang berusia 20 bulan sedang senang-senangnya melakukan kegiatan panjat memanjat, maka permainan terbaik yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kemampuannya tersebut adalah ajak si kecil untuk berolahraga. Pilihlah olahraga yang mengharuskan dia melakukan kegiatan memanjat.

Carilah permainan yang mengharuskan si kecil berinteraksi dengan orang lain

Anak-anak usia 6 bulan-12 bulan mereka sedang berada dalam tahap berinteraksi dengan Anda dan orang di sekitarnya. Berinteraksi dengan orang disekitarnya sangatlah penting dalam tahap tumbuh kembang buah hati Anda. Pada usia ini anak Anda akan sangat menikmati ketika dia tersenyum, tertawa atau memperhatikan lawan bicaranya.

aka dari itu cobalah mengajak si kecil berbicara dan bermain permainan yang mengharuskan dia berinteraksi dengan Anda dan orang sekitar. Misalnya saja Anda mengajak si kecil bermain peekaboo atau cilukba, menggelitik perutnya untuk membuat si kecil tertawa, mengajak si kecil bercanda dengan mimik muka Anda yang dibuat lucu dan banyak berbicara padanya.

Bermain dengan benda-benda di sekitarnya

Anak yang berusia 4 bulan sampai 10 bulan, mereka sedang mengalami fase merasakan indera-inderanya seperti bagaimana menyentuh, memukul, berkata-kata, menendang, melemparkan benda-benda, mendorong dan lain-lain sebagainya. Jadi berilah ruang bagi si kecil untuk bisa mengembangkan indera-inreda pada dirinya dengan bantuan mainan-mainan yang ada di rumah Anda

Biarkan si kecil bermain dengan teman-temannya yang lain

Membiarkan anak Anda bermain sendiri diluar dengan teman-temannya sangatlah penting dan bermanfaat untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan berinteraksi anak dengan lingkungan sekitar.

Bermain dengan teman-temannya akan Anda tak usah khawatir karena harus meninggalkan si kecil bermain sendiri, karena dengan begitu si kecil bisa mempelajari sendiri bagaimana cara berinteraksi dengan baik pada teman-temannya.

Karena Itu Penting Buat Orang Tua Mencari Hunian Yang Mendukung Kebiasaan Bermain Anak

Karena bermain adalah hal yang penting untuk perkembangan si kecil tentunya orang tua harus menyediakan fasilitas yang mendukung berbagai aktivitas bermain ini. Paling awal adalah dengan memberikan hunian yang nyaman dan memudahkan anak untuk beraktivias bermain.

Salah satunya adalah hunian di Meikarta. Apartemen yang dibangun di Meikarta berada di tengah kota baru di daerah Cikarang yang memiliki fasilitas lengkap dari perkantoran, pendidikan, pusat perbelanjaan, hiburan, pusat kesehatan dan rekreasi.

Faktor kenyamanan bagi penghuni apartemen jadi salah satu faktor penting. Hampir seluruh apartemen di Meikarta memiliki fasilitas yang sangat lengkap seperti lapangan tenis, taman bermain untuk anak, kolam renang, sauna, fitness center dan lainnnya.

Semua fasilitas tersebut dapat kita digunakan secara cuma-cuma oleh penghuni.Meikarta telah membangun Central Park, yakni sebuah taman terbuka hijau seluas 100 hektar. Taman ini memiliki berbagai tanaman, lengkap dengan kebun binatang mini hingga jogging track,  membuat taman tersebut cocok digunakan untuk bersosialisasi, rekreasi dan bersantai, sehingga penghuni bisa menikmati kenyamanan.

Dengan segala fasilitas itu, berapa dana yang harus disiapkan ayah bunda? Harga apartemen di Meikarta Rp 5,8 juta per meter persegi, harga ini bisa naik sewaktu-waktu. Lalu disertai dengan kredit pemilikan rumah atau apartemen selama 20-25 tahun, dengan bunga dimulai dari 8,25 persen. Pembeli juga bisa membayar booking fee hanya Rp 2 juta dan selanjutnya uang muka sebesar 10 persen. Sementara biaya perawatan di Meikarta Rp5.000 per meter persegi.

Nah, tak sulit bukan untuk ayah bunda memperhatikan kepentingan bermain si kecil. Yuk perhatikan kebutuhan main mereka sedari sekarang!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top