Mom Life

Ada KB Alami untuk Bunda yang Khawatir Efek Samping Alat Kontrasepsi

kb alamiah

Untuk pasangan yang sedang melakoni program keluarga berencana, tentu sudah paham kalau ada banyak metode berikut alat kontrasepsi yang ditawarkan. Sekalipun ada beragam metode kontrasepsi yang beredar, ternyata menunda kehamilan sejatinya tetap bisa dilakukan dengan cara-cara yang alami.

Cara alami biasanya cocok untuk pasangan yang ragu mencoba metode kontrasepsi modern contohnya seperti kb implan lantaran ada efek samping tertentu yang akan dirasakan tubuh. Sementara mereka yang terbiasa memanfaatkan KB alamiah justru tak mengeluhkan efek samping karena memang terbukti aman.

Nah, supaya Bunda lebih tahu lagi tentang metode apa saja yang perlu diterapkan saat menjalani program KB alamiah ini, yuk Bun simak ulasan berikut ini.

Menunda dengan Metode Kalender

Metode yang satu ini tergolong sederhana. Pada dasarnya pada metode ini bergantung kepada penghitungan masa subur. Bunda dapat menghitungnya dengan menggunakan kalender. Hari pertama dari masa subur perempuan adalah 18 hari sebelum hari pertama mentsruasi, sedangkan hari terakhirnya adalah 11 hari sebelum hari terakhir menstruasi. Dengan mengetahui kapan masa subur, maka Bunda dapat mengatur dan menghindari agar tidak terjadi kehamilan.

Kontrol Kehamilan dengan Metode Pemeriksaan Mucus

Cara alami yang dapat Bunda lakukan adalah dengan metode pemeriksaan mucus. Pada metode ini, Bunda hanya perlu memeriksa mucus atau cairan lengket dan tebal yang disekresikan oleh membran dan kelenjar mukosa yang ada pada vagina.

Mucus sendiri adalah reaksi dari hormon estrogen yang menyerupai putih telur mentah. Jumlah mucus banyak ketika sel telur masih belum dilepaskan dari ovarium. Jika Bunda menemukan mucus dengan jumlah yang banyak, maka sebaiknya Bunda menghindari hubungan suami istri selama tiga hari atau lebih untuk menghindari kehamilan ya Bun.

Baca juga: Ketahui Seluk-Beluk KB Implan atau yang Sering Disebut KB Susuk

Mencegah dengan Melakukan Deteksi Ovulasi

Metode ini dapat berjalan dengan dibantu alat pendeteksi hormon yang biasanya dijual di toko farmasi. Dengan alat tersebut, Bunda dapat mendeteksi hormon yang memfasilitasi proses ovulasi sehingga Bunda dapat menghindari hubungan seksual sampai setelah sel telur dilepaskan untuk menghindari kehamilan. Metode ini cukup sederhana dan mudah dilakukan.

Tunda Kehamilan dengan Menyusui

Metode yang satu ini hanya dapat dilakukan oleh wanita yang baru saja melahirkan dan sedang dalam masa menyusui. Karena dalam masa menyusui setelah kehamilan, maka Bunda tidak sedang didalam masa subur. Pada saat menyusui, masa tidak subur Bunda menjadi lebih panjang daripada biasanya. Namun, metode ini tidak selalu efektif karena Bunda bisa saja mengalami ovulasi dan memasuki masa subur tanpa disadari sebelumnya.

Ejakulasi di Luar Vagina atau Tidak Melakukan Penetrasi untuk Mencegah Kehamilan

Bun, hal lain yang dapat Bunda coba sebagai cara mencegah kehamilan adalah dengan melakukan ejakulasi diluar vagina. Dengan melakukan ejakulasi di luar vagina, Bunda dapat mencegah sperma untuk masuk kedalam sehingga tidak bisa membuahi sel telur.

Dengan melakukan hal ini maka dapat dijamin bahwa Bunda tidak akan mengalami kehamilan yang tidak diharapkan. Atau, hindari penetrasi sama sekali. Ketika tidak dilakukan penetrasi, maka tidak akan ada sperma yang masuk ke dalam vagina sehingga sama seperti metode selanjutnya, sel telur tidak akan dibuahi dan kehamilan dapat dihindarkan. Namun, metode ini dapat dibilang sedikit sulit karena butuh komitmen yang kuat ya Bun.

Baca juga: Cara Mencegah Kehamilan yang Perlu Bunda Ketahui

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mom Life

Berhubungan Intim Terbukti Bantu Cegah Penuaan Pada Seseorang

Manfaat hubungan seks

Bagi pasutri, menikmati seks tentu menyenangkan. Bahkan kegiatan yang satu ini dipercaya melanggengkan hubungan Bunda dan suami. Menariknya, pasutri tak hanya mendapatkan manfaat batin. Sebab menurut penelitian, ada beragam manfaat dari hubungan seks yang perlu disadari oleh para pasutri.

Mengutip Psychology Today, pada tahun 2016, sejumlah peneliti dari Universitas Coventry di Inggris merilis hasil penelitian yang menunjukkan jika pria dan wanita yang aktif secara seksual ternyata memiliki fungsi kognitif yang lebih baik. Mereka yang konsisten berhubungan memiliki skor kognitif yang tinggi dari pada pasangan yang tidak atau jarang melakukan hubungan intim. Nah, berikut ini manfaatnya!

Mencegah Munculnya Penyakit Jantung

Bun, di dalam tubuh terdapat zat kimia yang bernama homosistein. Bila jumlahnya berlebihan maka dapat menyebabkan pembekuan darah di jantung, Bun. Nah, membekunya darah di jantung ini yang akhirnya membuat seseorang rentan mengalami serangan jantung atau gangguan jantung lainnya.

Nah, dikutip dari Hello Sehat, sejumlah penelitian membuktikan bahwa berhubungan seks dapat membantu mencegah penumpukan zat homosistein dengan cara mendorong sirkulasi darah. Namun, hasil penelitian tersebut mengatakan bahwa manfaat berhubungan seks ini lebih banyak didapatkan oleh pria dibanding oleh wanita.

Membantu Tidur Agar Jadi Lebih Nyenyak

Seseorang biasanya merasa langsung mengantuk dan lelah pasca menikmati seks bersama pasangan. Tenang, mengantuk dan lelah pasca bercinta justru baik untuk kesehatan Bunda dan suami. Pasalnya, Bunda jadi tidur lebih nyenyak. Setelah orgasme, tubuh manusia memang akan melepaskan hormon prolaktin yang bisa membuat seseorang jadi sangat nyaman dan gampang mengantuk.

Meningkatkan Fungsi Otak

Bunda perlu tahu, pasangan yang berhubungan intim secara rutin justru membuat fungsi otak mereka meningkat. Sebuah studi dari Oxford University di Inggris ini juga mengatakan bahwa manfaat bercinta ini akan turut mendukung daya ingat seseorang. Saat bercinta, ada banyak sel-sel baru di otak yang tumbuh dan proses peradangan juga akan berkurang.

Mencegah Penuaan

Dokter Psikologi dari Royal Edinburgh Hospital, David Weeks mengatakan bahwa seks yang memuaskan dapat membuat kualitas hidup seseorang jadi bertambah. Selain itu, berhubungan seks juga membantu mencegah penuaan di wajah, baik untuk pria maupun wanita.

Ia juga menjelaskan bahwa orang yang rutin bercinta cenderung terlihat beberapa tahun lebih muda dari usia mereka yang sebenarnya. Ini diduga karena pelepasan hrmon HGH dan endorfin sehabis bercinta dapat memperbaiki kesehatan kulit seseorang dan meregenerasi bahkan mencegah kulit jadi kendur dan keriput.

Mengurangi Stress

Bun, ketika bercinta, ada hormon dopamin dan endorfin yang dilepaskan tubuh sehingga membuat kita merasakan nikmat, puas, dan leganya terutama saat orgasme setelah bercinta. Faktanya, berhubungan intim juga merupakan sebuah aktivitas fisik yang menyenangankan dan dapat meningkatkan suasana hati seseorang serta mengurangi munculnya sinyal stres yang dikirim ke otak.

Membakar kalori

Tahukah Bunda, bercinta bisa membakar hingga 250 kalori. Ya, setelah bercinta, tentu ada orang yang mungkin akan terengah-engah kehabisan dan napas dan merasa lelah layaknya orang yang habis berolahraga. Itulah kenapa seks bisa jadi cara seru nan nikmat untuk membakar kelebihan kalori dalam tubuh.

Memperkuat daya Tahan Tubuh

Bahkan lebih jauh lagi, seorang pakar kesehatan seksual, dr, Yvonne Fulbright, Ph.D mengatakan, orang yang sering bercinta lebih jarang sakit daripada yang jarang berhubungan seks. Hal ini juga bisa dikatakan bahwa berhubungan seks bisa melindungi tubuh Anda dari bakteri atau virus penyebab penyakit.

Namun sejatinya berhubungan seks bukan satu-satunya cara membuat tubuh kita kebal dari bakteri. Jika Bunda dan suami ingin tetap bugar, maka tetaplah menjaga intensitas berhubungan seks dibarengi dengan beberapa hal baik seperti mengonsumsi makanan yang menyehatkan, tetap berolahraga, tidur pun cukup, serta menggunakan alat pelindung bila salah satu memiliki penyakit menular seksual. Hal ini dilakukan agar kekebalan tubuh Anda tetap kuat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mom Life

Cara Berhubungan Intim Agar Menjaga Pernikahan Selalu Awet

gaya hubungan badan

Untuk pasangan yang sudah lama menikah, menjadikan kegiatan di atas ranjang agar tetap bergairah adalah hal yang sulit. Memang butuh perjuangan untuk menjadikan seks tetap istimewa sekalipun Bunda dan suami rasanya sudah kehilangan gairah.

Jika mungkin Bunda sedang berada atau mengalami situasi seperti ini, sebaiknya perbanyak membaca dan mencari tips berhubungan intim dari para pakar agar Bunda menemukan jalan keluarnya.

Tisa Tessina Ph. D, seorang psikoterapis berlisensi punya beberapa tips yang akan membantu Bunda dan suami tak kehilangan percikan asmara di atas ranjang sekalipun sudah lama bersama.

1. Lakukan Quickie

Pernah dengar istilah ini, Bun? Ya, quickie adalah sebuah aktivitas seksual yang cepat tanpa foreplay dan dilakukan dalam waktu yang singkat. Misalnya, mengunjungi istri di jam makan siang untuk melakukan quickie lalu kembali ke kantor.

Atau memberikan oral seks pada suami sebelum dia berangkat kerja juga bisa menjadi pilihan. Melakukan quickie bisa memacu adrenalin, sehingga membuat kalian terpikirkan pasangan seharian, dan tak sabar ingin kembali bertemu untuk melakukan hubungan seksual yang sebenarnya tanpa diburu-buru waktu.

2. Lakukan Seks Secara Sembunyi-sembunyi

Bun, melakukan seks secara sembunyi-sembunyi sejatinya juga memacu adrenalin. Ada perasaan takut ketahuan yang akan menambah ‘panas’ gairah kalian yang membuat orgasme kemudian datang dengan lebih intens. Beranikah Bunda untuk mencobanya?

3. Cobalah Persiapkan Momen yang Romantis

Sesekali, Bunda dan suami juga perlu melakukan hal romantis agar merangsang gairah yang lama terpendam. Misalnya makan malam ditemani cahaya lilin, kemudian mengobrol dari hati ke hati, dan berlanjut ke hubungan seksual yang dilakukan secara perlahan dan penuh kelembutan.

Cobalah lakukan atau persiapkan momen semacam ini seperti di hari kasih sayang, ulangtahun pernikahan, atau kapanpun saat Bunda dan suami merasa perlu meningkatkan level kedekatan dalam relasi suami istri.

4. Reka Ulang Seks Pengantin Baru, Bun

Coba ingat lagi, apa yang Bunda dan suami lakukan di malam pertama setelah menikah? Cobalah reka ulang kembali momen romantis nan emosional itu. Hal ini bisa jadi cara yang efektif membangun kedekatan emosional serta membangun keinginan untuk berhubungan fisik, Bun.

Jika memungkinkan, tidak ada salahnya memakai kembali baju pengantin untuk mengingatkan kembali memori saat pertamakali kalian merasakan surga dunia.

5. Lakukan Seks Setelah Bertengkar dan Jadikan Sedikit Penghiburan

Bunda pasti mengamini, setelah bertengkar hebat, hubungan intim ternyata bisa jadi cara berbaikan yang manis, dan lebih berkesan. Bahkan bila pasangan tengah bersedih atau stres, maka salah satunya harus peka untuk menghiburnya.

Nah, hal ini bisa dilakukan dengan alihkan perhatiannya dari masalah dengan hubungan seksual yang memuaskan sehingga dia bisa merasa rileks setelahnya, dan bisa kembali berpikir jernih untuk menemukan solusi masalah.

6. Berikan Seks yang Santai

Kebalikannya quickie, cara yang satu ini dilakukan dengan santai dan tak terburu-buru. Misalnya di hari libur, Bun. Bunda dan suami bisa melakukan hubungan seksual kapanpun tanpa tekanan, tanpa dikejar waktu atau tuntutan.

Bila ada anak di rumah, untuk sebentar titipkan dia di rumah mertua untuk sehari saja. Agar kalian bisa menikmati waktu berduaan saja, mengulang kembali memori ketika di rumah hanya ada kalian berdua, dan bisa melakukan seks kapan saja di mana saja.

7. Cobalah Seks penuh Fantasi

Melakukan seks dengan tema bisa menjadi hal yang mengasyikkan, bermain peran dengan cara yang membuat kalian terangsan satu sama lain bisa dicoba. Misalnya bermain peran sebagai suster dan dokter, atau pengacara dan sekertaris.

Atau melakukan lakon seperti di film kesukaan kalian. Intinya, jangan membatasi diri dalam bereksplorasi ya Bun. Bila hal itu bisa membahagiakan diri Bunda dan pasangan, kenapa tak mencobanya?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mom Life

Penyebab Telat Haid Tak Selalu Karena Terjadinya Kehamilan

Telat Haid

Umumnya, salah satu tanda kehamilan yang paling dikenali adalah telat menstruasi. Tapi tak selamanya kondisi telat datang bulan menjadi tanda Bunda sedang hamil, justru bisa jadi ada gangguan kesehatan yang sedang mengancam tubuh Bunda. Lantas, apa saja ya penyebab perempuan bisa sampai mengalami kondisi demikian? Berikut ini sederet pemicu menstruasi bisa telat datang, Bun.

1. Didera Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)

PCS merupakan salah stau gangguan ketidakseimbangan hormon kehamilan dimana wanita memiliki folikel (lapisan yang melindungi sel telur) tambahan sehingga membuat sel telur dilepas lebih lama dari biasanya. Kadang kala bila tak ada telur yang dilepaskan, maka tak terjadi menstruasi.

2. Sedang Mengalami Stress

Bun, stress juga bisa memicu Bunda jadi penyebab haid datang terlambat. Ini karena stress sendiri memengaruhi hipotalamus sehingga menyebabkan gangguan hormon yang menstimulus indung telur. Seorang perempuan yang sedang dilanda stres umumnya mengalami menstruasi yang tidak teratur.

3. Penurunan berat badan berlebihan

Apakah Bunda sedang dalam proses diet? Atu sedang mengonsumsi obat penurun berat badan? Akhirnya berat badan yang berkurang drastis pun bisa menyebabkan gangguan hormon yang menyebabkan mensturasi datang terlambat.

“Kehilangan berat badan dan anoreksia berat dapat mematikan hormon stimulasi folikel (FSH) dan hormon luteinizing (LH) yang mengatur ovarium,” kata dr. Vyas, spesialis kandungan dari Houston Methodist Obstetrics and Gynecology Associates.

4. Tumor pituitari

Kendati kondisi ini langka, justru terkadang prolaktima (sejenis tumor pituitari) yang bertugas untuk mengatur hormon prolaktin untuk produksi ASI adalah penyebab telat haid. Jadi bisa Bunda mengalami sakit kepala, penglihatan buram dan muncul cairan dari payudara kendati tak menyusui, sebaiknya periksakan diri Bunda ke dokter guna mengetahui kemungkinan memiliki tumor ini.

5. Kelenjar tiroid terlalu aktif

Bun, penyebab telatnya haid yakni karena kelenjar tiroid yang terlalu aktif. Nah, kelenjar tiroid ini memiliki fungsi mengatur metabolisme tubuh sehingga kadar hormon pun terkontrol. Sementara itu, perubahan hormon juga dikaitkan dengan perubahan gula darah. Karena inilah penderita diabetes yang gula darahnya tidak mampu dikontrol mengalami haid tidak teratur.

6. Olahraga yang Berlebihan

Faktanya, olahraga berat dan berlebihan bisa memicu wanita tak mengalami menstruasi selama tiga siklus berturut-turut atau lebih. Kondisi ini umumnya terjadi pada atlet. Jangan paksakan untuk berolahraga ketika Bunda sedang cedera atau cuaca kurang mendukung.

7. Kadar hormon prolaktin terlalu tinggi

Bun, seorang wanita sedang menyusui biasanya tidak haid, bahkan pada beberapa kasus seorang wanita berhenti haid saat memasuki periode ini. Tanda-tanda kadar hormon prolaktin yang terlalu tinggi dapat terlihat dari keluarnya cairan seperti susu dari puting payudara, baik saat Anda hamil, menyusui, atau tidak keduanya.

Namun kendati tak mensturasi, bukan berarti Anda tidak bisa hamil, pembuahan tetap bisa terjadi meski Anda tidak mendapatkan haid. Setelah menyapih, siklus menstruasi Anda bisa kembali normal dalam waktu 6-8 minggu.

8. Kebiasaan Merokok

Penyebab telat haid juga bisa dipengaruhi oleh kebiasaan seorang wanita yang sering merokok, Bun. Zat-zat yang ada di dalam rokok seperti nikotin, bisa memengaruhi hormon progesteron dan estrogen di mana kedua hormon itu memainkan peran penting dalam siklus menstruasi.

9. Kenaikan Berat Badan

Tidak hanya menurunnya berat badan secara drastis yang menjadi penyebab telat haid, ternyata bertambahnya berat badan juga bisa memicu perubahan hormonal dalam tubuh wanita. Sebuah penelitian mengungkapkan, seorang wanita yang indeks massa tubuhnya berada pada angka 25-30 atau lebih, mempunyai risiko tinggi mengalami telat haid. Guna mengatasi hal ini, Anda disarankan untuk melakukan olahraga dan diet.

10. Menopause Dini

Perempuan di bawah usia 40 tahun biasanya rentan mengalami menopause dini. Untuk itu, perlu diketahui, sebelum seorang wanita mengalami menopause siklus haidnya menjadi tidak teratur. Selain itu wanita pun juga akan mengalami beberapa gejala menopause seperti vagina kering dan berkeringat di malam hari.

Bahkan ada situasi dimana wanita akan sulit mengendalikan buang air kecil serta  area kulit, mata hingga mulut menjadi lebih kering. Menopause pada sebagian besar wanita mengakibatkan gangguan emosi hingga menurunnya gairah seksual. Namun, akan lebih baik apabila menopause dipastikan oleh dokter.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top