Kesehatan Ibu & Anak

Daripada Menyinggung Perasaannya, Ini 7 Pertanyaan yang Sebaiknya Tidak Ditanyakan Pada Ibu Hamil

hamilan

Mengandung anak yang selama ini dinanti-nanti adalah bagian hidup yang paling membahagiakan saat menjadi seorang istri. Kehadiran seorang anak dapat menambah lengkap anggota keluarga, status istri yang sebelumnya disandang pun berubah menjadi “ibu” kettika sang anak lahir ke dunia.

Seperti yang telah diketahui, mengandung selama sembilan bulan lamanya bukanlah hal yang mudah. Tak jarang, ibu yang sedang mengandung perasaannya lebih sensitif atau mudah marah ketika mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan. Termasuk ketika orang-orang di sekitarnya mulai bayak bertanya-tanya tentang kehamilannya.

Daripada menyinggung perasaan ibu hamil yang sedang berjuang dengan kehamilannya, sebaiknya hindari menanyakan 10 pertanyaan ini!

ANAK LAKI-LAKI ATAU PEREMPUAN?

Pertanyaan ini aling sering ditanyakan oleh orang-orang ketika melihat ibu yang sedang mengandung. Pertanyaan ini wajar saja jika ditanyakan oleh keluarga atau kerabat dekat, namun jika Anda tidak terlalu mengenalnya sebaiknya jangan menanyakan, “Ini anak laki-laki atau perempuan?”

Sebagai orang yang tidak terlalu mengenalnya, Anda sebaiknya hanya mendoakan kesehatan sang anak dan ibu yang sedang hamil. Meski terdengar sepele, tak jarang ibu hamil merasa tersiggung karena ia sendiri pun belum mengetahui pasti tentang kelamin anak yang dikandungnya.

APA KEHAMILAN INI DIRENCANAKAN?

Ketika seorang ibu hamil memberitahukan tentang kehamilannya, itu tandanya ia ingin diperhatikan dan sangat senang karena dalam waktu dekat ia akan segera memiliki anak. Seagai orang yang diberi kabar, hal yang sepatutnya Anda lakukan adalah mengucapkan “Selamat!” kepada calon ibu bukan malah bertanya tentang apakah kehamilan tersebut karena sedang mengikuti suatu program tertentu. Turut merasa senang dan memberikan senyuman hangat, sudah cukup untuk membuat hati sang calon ibu merasa bahagia dan dihargai.

BAKAL PUNYA ANAK KEMBAR YA?

Pertanyaaan ini biasanya ditanyakan ketika seseorang melihat seorang ibu hamil dengan perut yang besar dan menyangka sang ibu sedang mengandung anak kembar. Beberapa orang saat hamil perutnya menjadi sangat besar, namun sebagian lagi tidak. Maka dari itu jangan langsung mengira bahwa hamil besar itu anaknya kembar. Daripada Anda menyinggung perasaannya ketika bertanya sesuatu yang tidak penting, lebih baik menanyakan kesehatan ibu yang mengandung.

BOLEH PEGANG PERUTNYA?

Tak jarang orang yang merasa gemas ingin memegang perut ibu hamil tanpa alasan yang jelas. Padahal tidak semua ibu hamil senang dipegang perutnya oleh orang asing karena alasan privasi atau merasa tidak nyaman.

BAGAIMANA RASANYA MENGANDUNG?

Ini juga merupakan pertanyaan tidak penting yang sebaiknya tidak perlu ditanyakan pada ibu hamil. Sebelum bertanya tentang hal tersebut, Anda pasti sudah bisa membayangkan bagaimana beratnya ujian yang perlu ditempuh seorang ibu hamil. Bertanya seperti ini bukan hanya menyinggung perasaannya tapi juga akan membuatnya kesal!

Daripada bertanya bagaimana rasanya mengandung, lebih baik Anda memberinya semangat dan mendoakan agar semuanya baik-baik saja kedepannya.

SAYA RASA ANAK ANDA PEREMPUAN / LAKI-LAKI

Sebagian dari Anda mugkin sering melontarkan pendapat kepada ibu hamil, bila penampilannya terlihat lelah dan tidak suka dandan, sang ibu mengandung seorang anak laki-laki. Sedangkan jika wajah ibu terlihat berseri-seri, bersih, dan gemar dandan, anak yang dikandungnya tersebut adalah perempuan.

Sebaiknya pendapat-pendapat seperti itu dihilangkan dan tidak perlu disampaikan pada seorang ibu yang sedang hamil. Karena belum tentu, ciri-ciri yang telah disebutkan di atas benar-benar mewakili jenis kelamin sang anak karena belum ada penelitian ilmiah yang pasti mengenai hal tersebut.

ANDA NANTI AKAN MENYUSUI KAN?

Entah seorang ibu akan menyusui anaknya atau tidak setelah melahirkan, itu sama sekali bukan urusan Anda! Ada beberapa ibu yang tidak mampu memberikan ASI eksklusif pada anaknya karena berbagai faktor. Bertanya tentang hal ini hanya akan menyakiti perasaan ibu yang tidak bisa menyusui anaknya. Memberikan ASI eksklusif atau tidak, sudah menjadi kewajiban ibu untuk memberikan yang terbaik pada buah hati tercinta. Sang ibu tentunya sudah memiliki rencana tersendiri untuk mengurus hidup anak agar bisa tumbuh dengan baik.

APAKAH ANDA AKAN LANJUT BEKERJA?

Bagi para ibu pekerja, ketika berhasil melahirkan anak dengan kondisi sehat, tentu akan dihadapkan dengan pilihan apakah akan melanjutkan pekerjaan yang telah dilakukan sebelumnya atau menjadi seorang full time mother?
Pertanyaan ini masih wajar untuk ditanyakan pada ibu yang baru saja melahirkan. Namun pastikan bertanya dengan pikiran yang terbuka, jangan sampai menghakimi bahwa ibu yang memilih kembali bekerja ke kantor adalah orang egois.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bun, Begini Tips Apik Naik Motor Matic

aman-naik-motor

Merasa tak asing dengan jenis motor yang satu ini, bunda mungkin pasti akan mengangguk cepat bahwa kendaraan ini memang yang paling tepat untuk kita kaum hawa. Bahkan, jika boleh berkata jujur hampir semua kegiatan yang kita lakukan selalu dilakoni dengan motor matic kesayangan. Tapi jangan asal berkendara saja bun, kita juga perlu untuk memerhatikan kelengkapan kendaraan.

Tak perduli akan bepergian dekat atau tidak, ke jalan raya atau ke dalam komplek saja. Sebab yang namanya bahaya bisa datang kapan saja. Maka kita perlu lakukan aturan yang sudah seharusnya dijalankan. Nah, untuk itu kami akan memberikan beberapa tips yang bisa bunda jadikan acuan dalam menyiapkan segala kelengkapan naik motor matic.

Tak Boleh Ditawar-tawar, Bunda Wajib Pakai Helm dengan Standar Nasional Indonesia atau SNI

1a97d149baaaa655

Dengan berbagai macam alasan, kadang bunda mungkin malas untuk sekedar memakai helm. Padahal ini demi kesalamatan loh bun! Baik bunda atau siapa saja yang diajak naik motor berdua, entah itu teman atau bahkan si kecil yang ingin diantarkan ke sekolah. Pastikan jika semuanya sudah pakai helm sebagai pelindung kepala, begitu pula dengan boncengannya.

Lagipula, sesuai dengan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 57 ayat (1), setiap pengendara bermotor—termasuk pengguna motor matic tentunya—diwajibkan memakai helm standar nasional Indonesia (SNI). kalau bunda berani melanggar? Siap-siap kena tilang hingga denda mencapai Rp 250 juta loh!

Untuk Alasan Kesehatan, Bunda Juga Harus Pakai Jaket dengan Bahan yang Berkualitas

c083cf5e7ca1a963

Gambarannya begini bun, kalau siang mungkin akan panas dan jakeet jelas sangat berguna untuk melindungi tubuh bunda dari teriknya paparan matahari. Lain lagi kalau malam yang lebih sering dingin, dan tak baik buat kesehatan. Akan tetapi pakai jaket selama berkendara akan melindungi bunda dari cuaca yang bisa menganggu kesehatan.

Dengan begitu, kita akan tetap merasa nyaman dan bisa melanjutkan perjalanan dan kegiatan lain dengan baik setiap hari.

Bahkan Area Tangan Pun, Wajib Dilindungi Loh Bun!

175b6cc98c3e50f1

Ayo kita buka-bukaan bun, pasti masih banyak yang suka mengabaikan fungsi sarung tangan kan? Padahal punggung tangan bunda sudah sepatutnya terlindungi supaya tidak belang saat sedang berkendara melawan cuaca terik. Lagipula dilain sisi, saat terik, kulit tangan akan cepat berkeringat dan permukaan tangan jadi lebih licin.

Dan bukan tak mungkin juga jika ini akan menganggu perjalanan kita, sebab susah menarik gas atau rem karena tangan yang sudah berkeringat dan basah. Maka jika bunda pakai sarung tangan, setidaknya ini akan menghindari tangan keringatan. Dengan catatan bunda harus bijak dalam memilih bahan sarung tangan yang akan dipakai, jangan yang berbahan licin ya bun.

Selanjutnya Pakailah Celana Panjang demi Melindungi Area Kaki Selama Perjalanan 

4f32d5cc6d62ac98

Masih memiliki fungsi yang serupa dengan jaket, memakai celana panjang juga berguna untuk alasan kenyamanan. Bunda pasti tak mau kan, jika kaki bawah hingga paha akan belang hanya karena pakai celana pendek saat naik motor siang-siang. Nah, kalau begitu agar kulit kaki tetap terjada dari papasan sinar ultra, kenakanlah celana panjang yang memang berbahan bagus, menyerap keringat datidak terlalu ketat. Kalau bisa panjang sampai mata kaki ya bun.

Dan Untuk Tetap Aman, Pakailah Sepatu yang Nyaman Bukan Sandal Kesukaan

a7f81df72487c105

Demi alasan keamanan, memakai sepatu juga jadi hal wajib yang harus bunda lakukan. Coba bayangkan, jika bunda akan bepergian dalam kondisi hujan dan memakai sandal. Jelas ini akan jadi sesuatu yang mengundang bahaya dalam perjalanan. Sebaliknya, penggunaan sepatu tak akan membuat pijakan jadi terasa licin. Sehingga sangat memudahkan kita sebagai pengendara, setiap kali ingin berhenti. Dengan cepat kaki bisa menopang motor di atas aspal.

Jika memang bunda tak punya sepatu yang memang diperuntukkan khusus untuk naik motor, setidaknya pakailah sepatu yang menutup hingga mata kaki.

 

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Ketika Membuat Jadwal untuk Anak, Jangan Pisahkan Waktu Bermain dan Belajar Ya Bunda

4-Ketika-Waktu-Bermain_-Ayah-dan-Bunda








Bunda pasti ingin si buah hati tumbuh jadi anak yang disiplin. Wajar jika kemudian berusaha menanamkan sikap disiplin tersebut sedari dini. Salah satu cara yang biasa ditempuh adalah dengan membuatkan jadwal untuknya. Kapan waktunya makan, kapan waktunya tidur, kapan bermain, kapan waktunya belajar dan sejumlah jadwal lainnya.

Tentunya membuat jadwal semacam ini tak salah. Tapi tahukah Bunda, khusus untuk si buah hati yang masih usia dini seharusnya jadwal bermain dan belajarnya tidak dipisah.

Meski Belajar itu Penting, Rasa Bahagia Anak Jauh Lebih Penting

1-Meski-Belajar-Itu-Penting-namun-Rasa-Bahagia

Kenapa demikian? Menurut Dr. Sofia Hartati., M.Si Ketua Asosiasi Pendidikan Guru PAUD, sangatlah penting untuk menstimulasi rasa ingin tahu anak, memperkenalkan anak pada banyak hal, dan juga memberikan asupan nutrisi yang baik dan lengkap.

Namun, Dr. Sofia Hartati menambahkan, perlu diingat walaupun belajar itu penting, tapi pengalaman yang menyenangkan menjadi prioritas terpenting bagi anak di usia dini. Untuk itu, sebisa mungkin belajar anak dilakukan sambil bermain.

Salah satu cerita menarik tentang belajar sambil bermain ini dialami sendiri oleh Albert Einstein. Salah satu peristiwa yang menginspirasinya terjadi ketika dia berusia 4 tahun dan ayahnya memberinya alat kompas untuk dimainkan. Einstein selama berjam-jam bermain dengan memutar-mutar kompas tersebut sambil penasaran kenapa jarumnya selalu menunjuk ke arah utara. Rasa penasaran dan kagumnya inilah yang dibawa Einstein hingga dewasa dan membuatnya menjadi tertarik pada ilmu pengetahuan.

Jika Bunda Menjadikan Satu Waktu Bermain dan Belajar, Minat Belajar Anak Bisa Meningkat

3-Jika-Bunda-Memisahkan-Waktu-Bermain-dan-Belajar

Berbeda dengan kita yang dewasa, si kecil justru akan lebih bisa konsentrasi jika waktu belajar dan bermainnya dijadikan satu. Beberapa penelitian menyebutkan soal ini. Salah satu yang sering menyuarakannya adalah Nancy Carlsson Paige, profesor bidang pendidikan dari Lesley University di Cambridge.

Menurutnya emosi anak akan lebih cepat berkembang jika ia tidak dikhususkan waktunya untuk belajar dan dibiarkan lebih banyak bermain. Dengan menjadikan satu waktu belajar dan bermain anak tidak akan mudah stres dan minat belajar dan konsentrasinya akan terus meningkat ketika ia dewasa kelak.

Pilih Permainan yang Mendukung Metode Belajar Sambil Bermain ini ya Bunda

5-Pilih-Permainan-yang-Mendukung-Metode-Belajar-

Nah, untuk mewujudkan pola bermain sambil belajar tentunya dibutuhkan perangkat dan mainan yang bisa mendukung hal tersebut. Permainan itu harus memberikan pengalaman yang menyenangkan sambil membantu si kecil belajar.

Contohnya Bunda bisa mencoba program edukasi Kodomo Challenge dari Benesse. Kodomo Challenge ini dilengkapi dengan kurikulum dan materi ajar berdasarkan penelitian dan diawasi para ahli yang telah disesuaikan dengan usia dan perkembangan anak, baik fisik maupun pikirannya. Sehingga anak bisa menikmati dan mengerti lebih baik permainan dan materi ajar yang dimainkannya.

Apalagi Kodomo Challenge Indonesia ini menggunakan metode pendekatan “multi-platform”. Hal ini membuat pemahaman anak lebih mendalam dimulai dari media favoritnya, baik itu DVD, buku, maupun mainan. Serunya lagi, permainan yang ada pada Kodomo Challenge akan melibatkan peran Bunda sebagai teman bermain bersama si kecil.

Keterlibatan Bunda dalam permainan si kecil ini penting. Menurut hasil penelitian Kathy Hirsh-Pasek and Roberta Michnick Golinkoff, peneliti pendidikan anak usia dini sekaligus pengarang buku best seller Becoming Brilliant: What Science Tells us About Raising Successful Children, keinginan anak untuk bermain meningkat jika ada orang dewasa yang ikut bermain bersamanya. Nah, sejalan dengan hal tersebut permainan yang ada di Program Edukasi Kodomo Challenge ini akan secara aktif melibatkan Ayah atau Bunda untuk ikut bermain bersama buah hati

Penasaran? Sebagai langkah awal, Bunda cukup mendaftar di sini, untuk mendapatkan Free Trial Kit Kodomo Challenge untuk dikirimkan ke rumah.

Dikirim ke rumah? Iya Bunda, inilah bagian paling menyenangkan dari Kodomo Challenge. Setelah mendaftar Free Trial Kit, nantinya kita akan dikirimkan ke rumah buku bergambar, DVD serta buku panduan orang tua.

Bunda akan mendapatkan Free Trial Kit Kodomo Challenge sesuai dengan usia si kecil. Ada Kodomo Challenge Toddler yang diperuntukan bagi anak usia 1-2 tahun dan ada Kodomo Challenge Playgroup untuk anak usia 2-3 tahun. Jadi bisa dipastikan si kecil akan nyaman bermain dan belajar dari Free Trial Kit Kodomo Challenge tersebut karena sesuai dengan perkembangan usianya.

Caranya? Cukup lengkapi form yang ada di sini maka paket Free Trial Kit akan segera dikirim ke alamat rumah Bunda. Kalau Bunda memutuskan mendaftar sekarang, selain mendapatkan Free Trial Kit, Bunda juga bisa mendapatkan konten parenting dan edukasi untuk anak di shimajiro.id sekaligus berkesempatan memenangkan hadiah kejutan berupa bantal, baby bib atau trolley Shimajiro untuk Bunda yang beruntung.

Yuk, Bunda daftar sekarang, jadi Bunda bisa menikmati quality time, bermain sambil belajar bersama si kecil dengan program edukasi Kodomo Challenge!

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Tak Bisa Sembarangan Bun, Pertimbangkan 6 Hal ini Saat Memberi Nama pada Anak

pexels-photo-377058

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Inggris pada Mei 2010 yang melibatkan 3000 orangtua menyimpulkan bahwa 1 dari 5 orangtua mengaku menyesal dengan nama  yang mereka berikan padanya. Wah, padahal sebuah nama pasti akan melekat pada anak itu selamanya. Lantas kalau menyesal, orangtua bisa apa?

Berdasarkan temuan tersebut, terutama untuk Bunda yang hendak menyambut kelahiran buah hati ada baiknya Bunda harus sangat mempersiapkan nama yang hendak diberikan pada putra atau putri nantinya. Apalagi perihal nama, bisa memberi efek psikologis bagi anak-anak nantinya.

pexels-photo-266004

Dalam penelitian yang dilakukan oleh David N. Figlio, PhD, Director Institute for Policy Research dari Northwestern University, Illinois Amerika Serikat menemukan, anak laki-laki yang memiliki nama seperti anak perempuan kemungkinannya besar untuk berperilaku buruk dibanding anak laki-laki dengan nama maskulin. Hal ini terjadi lantaran nama feminine membuat anak laki-laki jadi tak percaya diri dan malu saat mendapat ejekan dari teman-temannya. Nah untuk itu, Bunda harus tahu tips-tipsnya sebelum menentukan sebuah nama untuk buah hati Bunda.

  1. Kalau Bunda tertarik dengan sebuah nama atau kata, pastikan Bunda sudah mencari tahu terlebih dahulu apa artinya secara detail. Pastikan nama tersebut memiliki arti yang positif dan tak akan membuat buah hati Bunda jadi minder dengan nama yang akan melekat sepanjang hidupnya.
  2. Penting! Pastikan nama buah hati adalah nama yang mudah diucapkan dan ditulis. Hal ini akan menolong kelak jika Bunda mengurus data penting seperti akta kelahiran dan dokumen penting lainnya demi meminimalisir kesalahan ketik.
  3. Pastikan nama yang Bunda berikan tak berpotensi untuk diejek. Seperti yang sering terjadi, hindari memberikan nama feminin untuk bayi laki-laki. Dari jauh-jauh hari lebih baik Bunda menyiapkan dua nama untuk jenis kelamin yang berbeda.
  4. Hindari memberikan nama yang terlalu panjang. Demi menghindari kesulitan saat buah hati Bunda hendak menulis data atau mengisi kolom nama pada lembar ujian atau formulir sejenisnya.
  5. Jika hendak memberikan nama unik, pastikan dan cek dengan seksama agar di kemudian hari si anak tak akan bermasalah dengan nama yang sudah melekat padanya.
  6. Terakhir, pilihlah nama panggilan yang sekiranya tak akan menggiring buah hati Bunda ke arah bullying. Seringkali di sekolah terjadi bullying hanya karena teman-teman si anak tak ada rasa bersalah saat mengejek nama temannya sendiri.

 

 

 

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Bunda Ingin Punya Anak Cerdas? Mulailah Rajin Membaca Buku Sejak Buah Hati Dalam Kandungan

pexels-photo-396133

Ibu mana yang tidak ingin punya anak cerdas? Bahkan mungkin segala upaya dilakukan oleh Bunda demi melahirkan si kecil nan cerdas meski buah hati Bunda masih dalam kandungan. Faktanya, demi mendapatkan buah hati yang tangkas dan dikaruniai kecerdasan dalam berpikir, memang ada beberapa hal yang perlu Bunda lakukan dan jadikan kebiasaan demi merangsang kecerdasan si kecil. Berikut ini hal-hal yang bisa Bunda lakukan selama masa kehamilan.

Bacalah Buku Sebelum Tidur demi Merangsang Pembentukan Otak Janin

pexels-photo-59894

Menurut Dr Miriam Stoppard, seorang pakar pola asuh anak, semenjak semester ketiga ibu hamil harus membiasakan diri membacakan buku dongeng untuk janin. Mungkin tak banyak ibu yang menyadarinya, namun ini merupakan latihan awal kemampuan bicara pada si kecil kelak. Bunda perlu tahu, janin di semester ketiga kandungan biasanya sudah mampu menyimpan memori dan bunyi yang biasa didengarnya dari lingkungan sekitarnya. Biasa membacakan buku sebelum tidur akan mempercepat kemampuan bicaranya.

Tetaplah Aktif dan Milikilah Waktu untuk Berolahraga Selama Masa Kehamilan

pexels-photo-618923

Ibu yang tetap aktif dan bersemangat berolahraga akan membuat kandungannya semakin kuat. Ya, janin yang ada di dalam kandungan Bunda pun menyukai energi positif tersebut. Bunda perlu tahu, hormon yang tercipta selama latihan dibawa oleh plasenta sehingga bayi pun ikut memperoleh reaksi kimiawi bahagia selama delapan jam. Dengan sering berolahraga menurut studi bisa meningkatkan perkembangan otak bayi terutama di bagian otak yang nantinya berperan untuk belajar dan menghapal.

Dengarkan Musik Setiap Hari demi Memicu Hormon Bahagia

pregnant-belly-baby-belly-months-157724

Menyetel dan mendengarkan musik klasik telah menjadi teori yang paling umum dan banyak dilakukan oleh ibu hamil. Ya, janin sangat menyukai musik apa  pun genrenya. Mungkin karena musik bisa memicu hormon bahagia yaitu serotonin yang membuat bayi lebih tenang dan bahagia. Rasa bahagia, menurut Dr Stappord akan terus terekam dalam memori bayi sampai ia lahir. Karenanya, saat bayi mendengarkan musik, memorinya akan membawanya kembali ke masa bahagia saat ia menikmati musik dalam kandungan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Menjadi Ibu Tanpa Harus Kehilangan Jati Diri Setelah Melahirkan Si Buah Hati

Tadinya bunda mungkin berpikir, jika berbagai persoalan saat hamil akan usai ketika si kecil lahir. Padahal faktanya tidaklah demikian, pasca melahirkan mau tak mau kita memang harus beradaptasi. Apalagi jika ini adalah pengalaman pertama, berbagai macam keluhan dan rasa tak percaya mungkin masih akan sering bunda rasakan.

Bahkan berdasarkan data yang didapat dari Boldsky, hampir 75 persen perempuan mengalami postpartum blues, yakni semacam perubahan suasana hati, depresi, kelesuan, lekas marah, frustrasi, insomnia, menangis, dan berbagai macam gejala tertentu lainnya.

Ini adalah sesautu yang wajar tentunya, sebab selain rasa bahagia karena kini sudah bisa melihat sang anak di pangkuan kita, ada hal-hal lain yang juga perlu dipertimbangkan sebagai ibu muda yang baru saja melahirkan. Bagaimana kita akan tetap jadi diri sendiri, atau berubah jadi orang asing yang mungkin tak bisa kita kenali.

Menerima Masukan dari Banyak Orang Itu Wajar, Tapi Bunda Boleh Memilah Mana Yang Prioritas

prioritas

“Waktu ibu dulu, menyusui cukup dengan begini, tidak perlu begitu” atau “Kalau sekarang harus begitu, jangan begitu”.

Tak hanya faktor ekonomi dan situasi yang sudah berubah, ada berbagai macam hal lain yang memang tak bisa kita samakan dalam hal mengurus anak. Seba biar bagaimanapun setiap anak datang dengan pembawaan yang berbeda. Barangkali apa yang dikatakan oleh ibu kita berlaku pada zamannya, namun tak selalu bisa diterapkan untuk si kecil yang lahir di era sekarang.

Semua masukan jelas baik, biar bagaimanapun mereka opini yang mereka berikan wajib dihargai. Namun menjadi seorang ibu, bunda tak harus mendengarkan semuanya. Bijaklah dalam hal memilah-milah informasi yang ada, dan sesuaikan dengan kondisi si kecil pula. Sebab seorang ibu, pasti tahu yang terbaik untuk anaknya.

Wajar Kalau Bunda Merasa Gundah, Sebab Ini Jadi Peran Baru yang Belum Pernah Ada Sebelumnya

gundah

Lupakan dulu foto-foto manis dari wajah sumringah ibu-ibu muda yang sering bunda lihat di sosial media. Sebab dibalik itu semua ada berjuta-juta kekhawatiran yang kadang tak bisa dijelaskan.
Bahkan berdasarkan sebuah riset, perempuan sekarang banyak mengalami kesulitan setelah melahirkan. Dengan catatan, ada sekitar 52% mengaku merasa kehilangan identitas diri setelah melahirkan, 55% mengakui bahwa mereka tidak terbiasa dengan fakta bahwa mereka sudah tidak bisa lagi keluar kapan saja, dan 24% berkata bahwa menyusui adalah sebuah tantangan.

Namun menariknya, ada sekitar 8 dari 10 ibu juga mengatakan bahwa mempunyai anak adalah ‘hal terbaik yang pernah mereka lakukan’, dengan kata lain aspek positif dari menjadi ibu jauh melebihi aspek negatif. Maka saat ini, sesuatu yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita tetap menjadi diri sendiri dengan status baru sebagai ibu.

Situasi yang Tak Lagi Sama, Mengubah Kita Selalu Berusaha Untuk Jadi Ibu yang Sempurna

ibu sempurna

Beberapa saat setelah menjadi ibu, ada banyak hal yang tak lagi bisa kita lakukan seorang diri. Bahkan kerap membuat kita merasa telah bersalah pada pasangan, hanya karena tak lagi bisa menyiapkan sarapan, hingga pernah merasa sedih jika suatu kali emosi tak bisa diatasi. Tak perlu merasa khawatir secara berlebihan, sebab ini semua adalah sesuatu yang wajar bun.

Tetap lakoni semua hal semampu yang kita bisa, dengan tetap memastikan bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang terbaik dari segala yang ada. Masa-masa ini memang sering membuat gundah, namun juga membuat kita belajar setiap harinya.

Banyak Hal yang Mesti Dipertimbangkan, Salah Satunya Destinasi Tujuan Saat Ingin Bepergian

destinasi

Ruang lingkup yang baru, jelas membawa kita pada aktivitas yang baru pula. Bunda tak lagi bisa bepergian keluar meski hanya bertemu teman, hingga mengontrol asupan makanan yang jelas berpengaruh pada kesehatan, hingga kegiatan lain yang harus dilakukan demi mendukung pengetahuan agar menjadi orangtua yang baik untuk dia yang tersayang.

Dan tempat bepergian jadi sesuatu yang memang wajib untuk dipikirkan. Katakanlah bunda dan keluarga berencana akan menghabiskan akhir pekan di luar bersama keluarga. Tak hanya jenis makanan, dan posisi tempatnya saja. Hal lain yang kadang harus diperhatikan jelas situasi tempat dan fasilitas yang disajikan pula. Perkara seperti ini jadi salah satu contoh sederhana yang memang harus kita pertimbangkan, ketika sudah menjadi orangtua.

Untuk Itu Buba and Bump Hadir Sebagai Destinasi yang Nampaknya Patut Untuk Dikunjungi

launching buba

Banyak dari bunda mungkin masih merasa kebingungan, tentang tempat asik yang akan menjawab semua keresahan. Tapi berita baiknya, saat ini ada tempat pilihan yang bisa jadi destinasi All in one untuk bunda, keluarga dan si kecil tentunya yakni Buba and Bump Jakarta.

Hadir sebagai jawaban atas keresahan yang mungkin selama ini bunda rasakan ketika menjadi ibu mulai kehamilan hingga pasca melahirkan, Buba and Bump jadi satu-satunya tempat yang memberikan kenyamanan dan edukasi mengenai 1000 hari pertama si kecil. Sebab di sini, bunda juga menemukan berbagai macam workshop edukasi untuk calon ibu, orang tua, bayi, dan balita.

Bahkan fasilitas yang tersedia pun kian beragam, mulai dari kamar nursery untuk ibu dan bayi, area bermain untuk bayi dan balita, kafe sehat untuk orang dewasa dan anak-anak, hingga toko bayi premium.

Dan Tak Berhenti Di situ Saja, Di sini Bunda dan Si Kecil Bisa Belajar dan Menikmati Waktu Bersama Keluarga Seperti Di rumah

seperti di rumah

Tak bisa dipungkiri memang jika rumah jadi satu-satu tempat yang akan membuat kita merasa nyaman dan aman selama beraktivitas seharian. Akan tetapi biar bagaimanapun, sesekali kebosanan pasti akan ada.

Hal itu pulalah yang mendasari ketiga founder yakni Priscilla Angriawan, Kimberly Sarah Yo, dan Cynthia Larasati untuk mendirikan Buba and Bump untuk para ibu dan keluarga. Karena Buba and Bump ingin menjadi partner yang melengkapi dan mempersiapkan para ibu dengan semua pengetahuan yang sedang butuhkan untuk memasuki masa-masa menjadi ibu.

Untuk itu ada berbagai macam kelas yang tersedia, dimulai dari Prenatal Yoga, Childbirth Education, Kelas Menyusui, dan Kelas Newborn Care yang diajarkan oleh Dokter dan instruktur yang sudah disertifikasi.

Dan tidak hanya itu, Buba and Bump juga menawarkan kelas bagi ibu dan orang tua untuk memperkuat ikatan antara buah hati dan orang tua seperti Music Engagement, Kelas Sensory, Kelas Mom & Baby Dance, Kids’ Yoga.

“Saya dulu bahkan sampai ke Singapur, demi belajar bagaimana jadi ibu yang baik untuk anak saya. Karena saya juga seorang ibu, jadi saya tahu bagaimana yang teman-teman butuhkan, seperti tempat pumping, makanan sehat, sampai tempat bermain untuk anak. Untuk itu Buba and Bump kami dirikan” kata Priscilla di acara pembukaan Buba and Bump, Jakarta pada Sabtu, 27 Januari 2018 lalu.

Sebab Bahagia Akan Semakin Sempurna Jika Si Kecil dan Keluarga Pun Turut Serta Bahagia

bahagia

Seperti yang tadi sudah disebutkan, Buba and Bump memang jadi destinasi All in One pertama yang akan memanjakan bunda dan si kecil bersama keluarga. Lupakan dulu janjian di mall dengan teman yang jelas akan membuat bunda kewalahan, sebab di sini bunda akan mendapatkan semua kebutuhan dalam satu lokasi.

produk bayi

Buba and Bump juga menyediakan produk-produk terbaik di pasaran, segala yang tersedia disini adalah produk yang telah dipilih secara seksama dan diberikan review positif oleh ibu-ibu lainnya. Pilihannya pun cukup beragam, mulai dari perawatan kulit bayi alami, pakaian buatan lokal yang unik, mainan edukatif hingga pompa payudara hospital grade dan masih banyak produk lainnya yang bermanfaat untuk 1000 hari pertama si kecil.

Menjadi ibu memang bukanlah peran yang mudah, namun Buba and Bump siap menemani bunda untuk menjalaninya agar lebih berwarna dan mudah #livingthemotherhood.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top