Kesehatan Ibu & Anak

Bunda Perlu Tahu, Ini 7 Makanan Tak Sehat, yang Sering Bunda Berikan Pada si Kecil

Beberapa anak kecil, sudah terlalu banyak mengkonsumsi gula yang berlebihan bahkan sejak usia mereka masih sangat belia. Padahal hal ini akan mempengaruhi pola makanannya, seiring dengan tumbuh kembangnya. Kandungan gula ini akan jadi sesuatu yang mengurangi kepekaan mereka. Maka tak perlu heran, jika makanan biasa lainnya akan terlihat tak begitu menarik dimata mereka.  Selain itu, ada juga beberapa makanan yang tak boleh dikonsumsi karena karakteristik fisiologis tubuh mereka.

Nah kali ini sayangianak, ingin membantu bunda untuk bisa lebih memahami, manakah makanan sehat yang pantas untuk anak dengan makanan sehat yang sebaiknya masih belum bisa dikonsumsi olehnya.

Daripada Minum Jus, Sebaiknya si Kecil Diberi Buah Saja Bun

charles-etoroma-390116-unsplash

Berkaca dari beberapa tayangan televisi, banyak keluarga yang menyajikan jus sebagai minuman saat sarapan pagi. Atau jangan-jangan bunda juga begitu? Minuman ini boleh dikatakan memang cukup populer, tak hanya untuk orang dewasa tapi anak-anak juga. Apalagi jus kemasan.

Hadir dengan kemasan yang menawarkan kesan berbeda, bunda perlu tahu jika satu gelas jus mengandung 5-6 sendok teh gula. Dan jika minuman ini terlalu sering dikonsumsi oleh si kecil, bisa berpengaruh buruk pada metabolisme karbohidrat dalam tubuhnya.

Sejalan dengan itu, daripada harus memberi si kecil jus The American Academy of Pediatrics, justru lebih menganjurkan si kecil makan buah daripada minum jus. Jika memang masih tetap inginkan jus, lebih baik bunda buatkan jus sendiri saja ya.

Memang sih Mengandung Susu, Tapi Yogurt Tak Selalu Baik untuk Anak

brenda-godinez-228182-unsplash

Langkah pertama yang harus kita perhatikan sebelum memilih yogurt untuk si kecil, adalah memerhatian bahan dan kandungannya. Selain itu, bunda juga dianjurkan untuk lebih memilih yogurt yang disimpan di lemari pendingin daripada yang dibirkan di rak terbuka. Selanjutnya, daripada yang manis lebih baik pilih yogurt yang alami saja.

Kandungan gula, lemak dan kalori yang terdapat dalam yogurt dipercaya akan jadi pemicu yang menyebabkan si kecil menjadi kelebihan berat badan. Serta beresiko pula terkena diabetes.

Disebut Sebagai Salah Satu Pengganti Nasi, Sereal pun Tak Melulu Baik Untuk si Buah Hati

providence-doucet-154365-unsplash

Beberapa jenis makanan yang ditampilkan begitu sehat dalam pajangan, kadang tak semuanya benar. Karena faktanya, makanan yang biasanya bersumber dari jagung dan gandum ini lebih banyak mengandung gula, sedangan vitamin dan mineralnya hilang saat proses produkti. Dan hanya karbohidratlah yang tersisa.

Walau sereal memang bisa jadi penahan rasa lapar, bukan berarti si kecil akan kenyang hanya dengan mengkonsumsi sereal saja. Sebagai gantinya, bunda mungkin bisa memilih oatmeal, dengan tambahan buah dan kacang yang akan menarik perhatiannya. Selain itu, ini juga akan lebih baik untuk tubuhnya.

Selanjutnya, Jangan Pernah Memberi Madu pada si Kecil dibawah Usia 2 Tahun

sonja-langford-313-unsplash

Mengadopsi budaya timur, beberapa pengobatan kadang diselesaikan dengan cara menjadikan madu sebagai salah satu bahan-bahannya. Padahal memberikan madu pada anak yang masih belum memiliki kekebalan tubuh sempurna bisa beresiko menyebabkan penyakit botulisme.

Walau angka penyakit ini masih jarang terdengar, jauh lebih baik mencegah kan bun. Untuk itu, sebaiknya sebelum genap berusia 2 tahun. Cobalah untuk tidak memberikan madu pada is buah hati.

Anggur Memang Buah yang Kaya Nutrisi Tapi Sebaiknya Tak Diberi Pada Si Buah Hati yang Masih Kecil

rohit-tandon-67718-unsplash

Dipercaya mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh anak-anak, tak lantas membuat anggur baik untuk dikonsumsi si kecil. Teksturnya yang licin serta ukurannya yang cenderung cukup besar untuk ukuran anak-anak. Kadang jadi pemicu yang bisa membuat mereka tersedak.

Lagipula buah ini sulit untuk diproses pada saluran percernaan si kecil, jika memang dia masih berusia dibawah 2 tahun. Bunda lebih disarankan untuk memberinya pisang, dengan catatan dilumatkan terlebih dahulu juga ya bun.

Anak-anak Hanya Perlu Vitamin dari Sumber Makanan, Mereka Tak Butuh Sumplemen

sharon-pittaway-562631-unsplash

Hem, memang sih bun perihal vitamin masih jadi pembahasan yang cukup kontroversial. Bahkan kadang kala, sebagai orangtua kita hanya mengandalkan pengetahuan dasar yang kita dapat dari beberapa orang daripada harus beerkonsultasi pada ahlinya.

Anak-anak hanya dianjurkan untuk mendapatkan vitamin dari makanan yang mereka konsumsi. Maka kita tak perlu memberi mereka sumplemen apapun.

Teh atau Milkshake? Bukan Dua-duanya

toa-heftiba-409698-unsplash

Nah, pada situasi seperti ini kadang kita pasti akan menjatuhkan pilihan pada milkshake kan bun. Apalagi kalau si kecil sudah gencar untuk meminta untuk meminumnya. Padahal ternyata, dua jenis minuman ini sama saja. Sama-sama tak baik untuk kesehatah si kecil. Bahkan serupa berbahayanya dengan minuman soda yang juga mengandung lemak dan gula yang banyak.

Dari penelitian terbaru yang dilakukan oleh para ahli, minum minuman berlemak dengan intesitas yang cukup sering akan menyebabkan perkembangan penyakit kardiovaskular. Dan ini sangat berbahaya bagi orang dewasa, apalagi anak-anak yang masih belia.

Benar memang, akan sangat susah untuk tak memberikan mereka makan gula sama sekali. Maka untuk itu, hal yang perlu kita lakukan hanyalah bersikap tegas untuk memberi si kecil pemahaman. Sampaikan pada mereka bahwa mengkonsumsi jenis makanan biasa lain lebih baik daripada makanan makanan yang manis-manis seperti yang mereka sukai.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Baterai Gawai Harus Dihemat Karena Takut Ada Hal Darurat

samson-vowles-191386-unsplash

Gawai alias gadget pasti menemani Bunda kemana-mana saat ini. Mulai dari alat untuk selfie ketika ketemu kawan hingga update urusan sosial media. Terkadang malah kita terlupa fungsi utama dari gawai kita, yaitu untuk komunikasi. Seringkali gawai digunakan terus menerus untuk urusan remeh temeh. Tanpa pernah berpikir jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam keadaan mendesak.

Mulai dari hal sederhana misalnya ketika dalam janji bertemu teman sudah di lokasi malah terkendala memberi kabar. Atau ketika di tengah jalan ingin memesan ojek online, jadi terhambat karena baterai habis. Lalu adakah tipsnya untuk memaksimalkan urusan baterai ini?

Jangan Mengaktifkan WiFi dan Bluetooth, Apabila Tak Memakai Karena Berimbas Kepada Baterai

bernard-hermant-667645-unsplash

Mengaktifkan fitur-fitur tersebut saat tidak menggunakannya akan membuat baterai cepat habis karena wifi dan bluetooth dalam kondisi ON membuat sinyal terus bekerja dan mencari. Sehingga ini berimbas terhadap baterai Bunda yang tergerus secara cepat. Maka dari itu apabila tidak digunakan jangan diaktifkan.

Kunci Gawai Bunda Saat Tidak Digunakan, Jangan Dibiarkan

fabian-albert-450447-unsplash

Langkah lainnya yang dapat Bunda lakukan jangan lupa untuk menguci gawai anda. Karena mengunci gawai menjadikan smartphone ke dalam mode rehat dan istirahat, maka dari itu layar pun dalam kondisi mati tidak stand by saat Bunda mengunci gawai. Hal ini dilakukan agar gawai Bunda dapat bertahan lebih lama.

Jangan Membiasakan Menggunakan Gawai Saat Sedang Dicharge

chelsia-qiao-483318-unsplash

Apabila Bunda menggunakan gawai saat sedang dicharge itu akan memicu kerusakan pada baterai. Memang sekilas terlihat kalau gawai nampaknya normal-normal saja dan tak menghasilkan efek apa saja. Tetapi apabila Bunda kerap mekainnya dalam waktu yang lama dan sering, kondisi baterai akan cepat bocor sehingga gawai gampang sekali untuk lowbatt meskipun pemakaian belum menghabiskan waktu sampai seharian.

Lowbat Itu Tanda, Jangan Diabaikan Begitu Saja

fancycrave-698664-unsplash

Gawai memiliki kekuatan masing-masing tergantung seberapa besar daya yang dimiliki. Apabila daya dimiliki sangat banyak mungkin ia dapat bertahan hingga satu hari penuh. Seperti halnya gawai yang memiliki kapasitas baterai 5.000 mAh. Namun, tak berarti saat sedang lowbat Bunda dapat memakai sesuka hati, karena membiarkan gawai dalam kondisi mati baru charger dapat membuat baterai smartphone cepat rusak.

Miliki Tunggangan yang Bisa Charger, Karena Gawai Menyala itu Penting Jadi Jangan Diambil Pusing

Membawa Powerbank kemana-mana mungkin terlalu ribet, belum lagi kalau powerbank mati karena dayanya habis. Mungkin membeli Suzuki Nex II tak ada salahnya, selain dapat membantu Bunda lebih cepat untuk urusan mobilitas di dalam kota. Kuda besi satu ini menawarkan satu fitur yang berguna di era sekarang yakni USB Charger, yang dapat menyelamatkan Bunda saat kehabisan daya gawai di tengah perjalanan.

nex-brilliant-white2

Ditambah lagi kalau Bunda menempuh perjalanan jauh menggunakan motor maka makin pas saja menggunakan motor ini. Karena ukurannya kompak. Dari segi panjang saja Nex II berukuran 1.890 mm, kemudian lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm, yang sangat nyaman untuk di bawa berkendara selama berjam-jam. Apalagi ruang kakinya sangat lega sehingga bisa mengubah-ubah posisi kaki selama perjalanan.

Macet pun bukan lagi masalah serius bagi Suzuki Nex II. Karena motor ini mengusung Suzuki Eco Performance (SEP) dengan konfigurasi 1 silinder SOHC yang berkapasitas 113 cc mampu menyalurkan tenaga ke roda secara maksimal. Dengan kapasitas tangki penuh 3,6 Liter, konon bahan bakar tersebut bisa dipakai untuk jarak tempuh sejauh 176 km. Jadi Bunda tak perlu sering-sering mengisi bahan bakar.

Layaknya gawai yang selalu melengkapi penampilan Bunda, motor Suzuki Nex II ini juga penampilan yang menarik. Dengan bentuk lampu yang modern berbentuk meruncing disematkan pada bagian depannya. Bunda juga punya banyak pilihan warna dan grafis sesuai dengan selera.

Jadi jangan lupa menerapkan tips di atas agar bisa menjaga gawai selalu online ya Bunda.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Si Kecil Terus Minta Makan Bukan Pertanda Baik, Bunda Harus Tahu Cara Mengatasinya

kidsss

Seiring tumbuh kembangnya, si kecil memang akan memerlukan asupan gizi yang lebih banyak demi mendukung aktivitasnya. Belum lagi di usianya, metabolisme anak juga sedang meningkat di tahun-tahun pertamanya sehingga ia jadi mudah lapar. Karenanya, ada beberapa anak yang akhirnya mudah merasa lapar dan harus langsung mengasup makanan.

Kalau tak ada makanan, mereka pun jadi terdorong untuk jajan terus menerus. Ditambah lagi, ukuran perut anak lebih kecil sehingga ia tidak bisa tetap kenyang dalam waktu lama. Kendati begitu, Bunad tak boleh begitu saja membiarkan si kecil makan berkali-kali.

Kebanyakan makan lama-lama bisa memicu obesitas pada anak. Sebelum si anak merajuk dan marah karena merasa dibatasi oleh orangtuanya, lebih baik simak tips ini dulu yuk Bun.

Selalu Sediakan Makanan Yang Menyehatkan di Rumah

Anak yang ingin makan terus cenderung suka jajan demi memuaskan rasa laparnya. Nah, untuk mencegah hal ini, baiknya orangtua selalu siap sedia makanan dan camilan di rumah. Yuk Bun, bawakan juga bekal untuknya selama di sekolah. Dengan begini, Bunda bisa mengontrol makanan apa saja yang ia makan dan berapa banyak porsinya agar tidak berlebihan. Ini juga penting untuk membangun kebiasaan anak agar lebih suka makan di rumah.

Berikan Makan yang Bergizi dan Bikin Kenyang Lama

Melihat anak yang antusias untuk terus makan, jangan biarkan anak membeli permen, donat, atau keripik. Kita bisa gunakan kesempatan ini untuk mengenalkan makanan-makanan sehat. Misalnya, roti gandum panggang dengan irisan alpukat, telur orak-arik dengan keju, sereal gandum dengan susu, potongan pisang yang dicocol selai kacang, atau kacang-kacangan panggang (almond, kacang mete, dan lainnya). Kita juga bisa membuatkan smoothies buah yang lebih mengenyangkan dari jus biasa.

Ajarkan Si Kecil untuk Membedakan Rasa Lapar yang Sebenarnya dengan yang Palsu

Kadang rasa lapar belum tentu disebabkan lantaran si kecil benar-benar lapar dan butuh makan lho Bun. Bisa saja ini disebut lapar palsu atau false hunger. Karenanya, merunut dari apa kata dr Joanna McMillan dalam laman Essential Kids, coba Bunda tanyakan dulu apa yang dia rasakan saat hendak minta makan lagi.

Ketika si kecil bilang “Aku lapar, Bu” tetapi hanya ingin satu makanan saja, misalnya es krim padahal kita sudah menawarkan makanan lainnya. Itu bukanlah rasa lapar melainkan hanya keinginannya saja.

Nah, mengatasi hal ini, solusinya coba tawarkan anak minum satu gelas air putih atau sekeping biskuit gandum terlebih dahulu dan tunggu sampai 20 menit. Jika setelahnya ia tetap merasa lapar, ini artinya ia memang benar-benar butuh makan nasi. Jika ia tidak lagi rewel minta makan, tandanya ia cuma pengen makan es krim.

Imbangi dengan aktivitas fisik

Kalau memang si kecil sering makan karena mudah lapar, sudahkah Bunda mengajaknya untuk rutin bergerak aktif? Jangan biasakan “menyuap” anak dengan gadget agar ia tidak lagi rewel minta makan. Ajak anak untuk main di luar, misalnya dengan main bola atau bersepeda bersama anak-anak lainnya.

Kita bisa juga mengajaknya berenang atau sekadar jalan-jalan ke taman lho Bum. Aktivitas fisik yang rutin membantu anak membakar kalori yang ia dapat setelah makan banyak sehingga tidak terus menumpuk jadi lemak penyebab kenaikan berat badan berlebih.

Ajak Si Kecil untuk Makan Sesuai Jadwal

Dilansir dari parents.com, Bunda dapat mengambil cara yang disarankan oleh dokter Dina DiMaggio, M.D. dan Nimali Fernando, M.D., M.P.H, cara terbaik untuk mengatasi kebutuhan makan anak Mama adalah tetap berpegang pada rutinitas atau jadwal.

Makan pagi, makan siang, makan malam, dan satu atau dua cemilan pada waktu yang sama setiap hari, jadi dia belajar kapan waktunya makan. Jangan lupa, Bunda pun harus rutin memberikan dia banyak air juga. Karena mungkin saja, sebenarnya dia sedang bingung sebenarnya dia sedang lapar atau haus.

Coba Alihkan Perhatiannya ke Obyek Lain

Anak-anak seusia ini mungkin ingin makan hanya karena mereka sedang merasa bosan lho Bun. Mungkin kalau si kecil minta makanan, Bunda bisa alihkan perhatiannya ke tempat lain. Sesekali, ajak saja ia pergi ke taman atau jalan-jalan ke tempat yang disukainya. Kalau memang tetap ingin di rumah, Bunda kenalkan saja pada kegiatan membaca buku atau menari bersama ke lagu kesukaannya.

Ajarkan Si Kecil untuk Mengunyah Secara Perlahan

Kecepatan menguyah makanan membuat si Kecil berisiko tersedak dan menyulitkan mereka untuk menyadari bahwa sebenarnya perutnya sudah penuh. Bun, biasakan agar si kecil tak makan terburu-buru. Pelajaran penting lainnya, Bunda harus mengajarkan agar si Kecil terbiasa makan di meja makan.

Di lain sisi, usahakan untuk selalu memberikan makanan berserat tinggi, seperti buah dan sayuran ya Bun. Kalau si kecil masih harus disuapi, Bunda mungkin perlu menurunkan kecepatan saat menyuapi. Berikanlah waktu pada si kecil untuk menikmati waktu makannya dan biarkan ia mengunyah dengan pelan-pelan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Menangani Bayi yang Lahir dengan Berat Badan Rendah Kuncinya Jangan Minder Bun

babyyy

Tidak semua Bunda dapat melahirkan buah hatinya dengan berat badan normal. Ada sebagian lain yang harus bergumul dengan realita kalau bayi yang dilahirkannya memiliki berat badan rendah. Situasi semacam ini pasti membuat khawatir ibu manapun ya Bun.

Bahkan menurut Karen Mathewson, PhD, dari McMaster University mengatakan penelitian yang dilakukan membuktikan kalau individu yang memiliki berat lahir sangat rendah berisiko lebih tinggi mengalami masalah psikologis dibanding individu yang memiliki berat lahir normal.

Kondisi yang diderita bisa berupa masalah kecemasan dan masalah sosial. Tapi tak usah takut atau khawatir berlebihan Bun. Kemungkinan untuk bertahan hidup pada bayi dengan berat badan lahir rendah semakin meningkat seiring peningkatan perawatan untuk bayi prematur dan lemah. Sekarang waktunya untuk bersikap proaktif, yaitu dengan melakukan hal-hal ini.

  1. Menyusui: Jangan sampai Bunda menolak untuk memberikan ASI untuk si kecil ya. Sebab keberadaan ASI tak hanya meningkatkan berat badannya lho Bun. Melainkan juga memperkuat sistem kekebalan tubuhnya. Dengan kondisi bayi lahir dengan berat badan rendah, intensitas menyusui pun perlu Bunda tingkatkan lagi
  2. Jangan lupa untuk mengecek kesehatannya juga ya Bun. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur. Bawa bayi ke dokter secara teratur untuk memahami tumbuh kembangnya.
  3. Awasi terus soal berat badan bayi ya Bun. Saat bayi bertambah besar, coba periksa dengan rutin Bun soal penambahan berat badannya. Bila berat badannya meningkat drastis, hati-hati lho Bun. Hal itu justru berbahaya karena bisa menyebabkan masalah berat dan tinggi badan padanya.
  4. Pastikan berat badannya bertambah dan si kecil tetap sehat. Cukup berikan ASI secara rutin. Hal penting lainnya, hindari memberi gula tambahan untuk bayi dengan tujuan agar berat badannya bertambah. Tetap menyusui atau berikan susu formula hingga ia mencapai usia 6 bulan. Tawarkan makanan bernutrisi setelah usianya 6 bulan.
  5. Terpenting, Bunda harus tetap positif. Menambah berat adalah proses bertahap, dan bisa butuh waktu berbulan-bulan. Lakukan apa yang Bunda bisa dan jangan kehilangan harapan. Bersabar dan tetap berpikir positif.

Bunda, langkah-langkah di atas bisa bermanfaat bila berat badan bayi yang rendah masih bisa diatasi. Tapi bila beratnya terlalu rendah, bayi kemungkinan akan butuh penanganan di rumah sakit. Umumnya penanganan untuk bayi dengan berat badan lahir rendah akan dirawat di Neonatal Intensive Care Unit atau NICU.

Pun dengan asupan gizi si kecil. Biasanya ada perlakuan khusus soal pemberian makanan dimana bayi mendapat makanan melalui selang langsung ke mulut bila ia tidak bisa menghisap atau bisa juga menggunakan infus.

Ada sebab kenapa bayi mengalami berat lahir yang rendah Bun. Faktor keturunan pun salah satunya. Tak hanya itu, faktor lainnya meliputi:

Bayi Lahir Prematur

Bayi dianggap prematur bila lahir sebelum minggu 37 kehamilan. Janin mendapat tambahan berat badan di tahap akhir kehamilan. Karenanya, bayi yang lahir awal punya waktu lebih sedikit untuk tumbuh dan berkembang di rahim ibu. Ini sebabnya bayi prematur beratnya kurang atau tidak bisa memiliki berat badan rata-rata.

Ibu Masih Berusia Remaja

Di penelitian tahun 2010 pada bayi yang lahir di Inggris, peneliti menemukan kalau ibu usia remaja lebih mungkin melahirkan prematur, dan bayi mereka lebih mungkin memiliki berat lahir rendah. Ini terutama terjadi pada kehamilan kedua. Peneliti juga menemukan, ibu usia remaja kurang mungkin mendapat perawatan kehamilan yang baik.

Penyakit Menular Seksual

Infeksi menular seksual bisa menyebabkan bencana pada seluruh tubuh wanita, dan ini termasuk serviks dan organ lainnya. Ada beberapa konsekuensi yang sangat serius pada bayi, termasuk kebutaan. Bila wanita mengidap penyakit menular seksual, ia perlu berkonsultasi ke dokter dan menjalani perawatan selama hamil dan menggunakan kondom untuk menghindarinya sejak awal.

Pola makan vegetarian

Ada beberapa Bunda yang menerapkan pola makan vegetarian dan sangat sehat selama kehamilan, tapi Bunda harus sangat berhati-hati dalam memastikan jumlah protein yang cukup dan makanan kaya zat besi lainnya. Kacang, bayam, rumput laut, dan kedelai menjadi penyedia zat besi yang bagus, tapi sering kali dokter menyarankan orang yang menerapkan pola makan sehat untuk mengonsumsi suplemen zat besi.

Kehamilan Kembar

Bila Anda hamil lebih dari satu bayi, berat masing-masing bayi akan di bawah 2,5 kg. Ini karena bayi berkompetisi untuk memperoleh nutrisi, sehingga membuat rahim kencang dan memberi tekanan lebih pada ibu.

Tekanan Darah Tinggi

Bila Bunda mengalami tekanan darah tinggi, aliran darah ke bayi dari plasenta akan terganggu, dan menyebabkan berat badan lahir rendah pada bayi.

Konsumsi Obat Terlarang dan Alkohol

Konsumsi obat-obatan dan alkohol selama hamil akan mempengaruhi pertumbuhan bayi dan berdampak pada berat badannya. Alkohol dan narkotika melepas bahan kimia berbahaya di plasenta yang mengganggu persediaan oksigen untuk bayi dan karenanya menghambat pertumbuhan dan perkembangannya.

Masalah Plasenta

Bila Bunda mengalami masalah terkait plasenta, baik plasenta pervia dimana posisi plasenta di rahim menutup serviks atau preeklampsia dimana Bunda mengalami komplikasi kehamilan, hal tersebut bisa mempengaruhi aliran darah dan nutrisi ke janin, sehingga membuat bayi memiliki berat badan lahir rendah.

Diabetes

Diabetes biasanya terkait dengan bayi besar, tapi juga menyebabkan persalinan prematur di beberapa kasus yang akan mempengaruhi berat badan lahir bayi.

Abnormal pada Serviks

Serviks yang abnormal bisa menstimulasi kelahiran prematur sehingga menyebabkan berat badan lahir rendah pada bayi. Tapi dokter mengatasi kondisi ini dengan menggunakan teknik jahitan yang disebut cerclage, dan Bunda disarankan untuk menjalani bed rest total selama melakukan perawatan tersebut.

Dengan penanganan tepat, beberapa bayi bisa berhasil mengatasi berat lahir rendah dalam beberapa bulan pertama. Kuncinya, Bunda jangan cemas bila dokter memberitahu tentang berat bayi yang rendah. Kecemasan Bunda tidak membantu menambah berat badan bayi.

Bila situasi semacam ini sedang Bunda alami, jangan sungkan untuk bicara pada bidan atau dokter. Terpenting, cintailah tubuh Bunda dan usahakan untuk tetap hidup sehat baik fisik maupun mentalnya ya Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Boleh Saja Memakai Peralatan Plastik untuk Si Kecil, Asal…

gambarpertama

Si kecil mulai memasuki masa dimana MPASI diperlukan. Bunda pasti menyambutnya dengan perasaan gembira dan berharap masa-masa ini akan jadi momen yang menyenangkan. Apalagi ini tandanya si kecil tengah siap menikmati tahapan baru dalam perkembangannya. Satu hal yang mungkin kurang diperhatikan oleh para orangtua yaitu soal peralatan yang sering digunakan selama proses pemberian MPASI nih Bun.

Seringkali untuk fase MPASI, orang tua memberikan bahan makanan berbahan plastik pada si kecil. Piring, mangkuk, sendok, garpu, gelas, bahkan celemek plastik. Alat makan berbahan plastik memang memberikan kenyamanan. Selain alasan tidak mudah pecah, bahan ini juga ringan dibandingkan dengan bahan gerabah, gelas, atau stainless.

Dibandingkan dengan peralatan makan berbahan kayu, permukaan plastik yang rata dan halus memiliki kelebihan. Serat kayu pada permukaan peralatan makan dari kayu berpotensi menyakiti si kecil. Tapi bicara soal peralatan plastik, coba Bunda amati, apakah peralatan makan anak dari plastik memang aman? Cermati unsur-unsur berikut untuk memastikan bahwa peralatan makan plastik yang Bunda beli aman untuk sang buah hati ya.

Pertama, Cobalah Perhatikan, Adakah Label Food Grade Sebelum Membeli Peralatan Tersebut?

Peralatan makan berbahan plastik memang melibatkan unsur kimia. Tapi Bunda tak perlu khawatir kalau semua yang dari plastik tak aman untuknya. Demi memastikan bahwa peralatan makan dari plastik bisa dipakai untuk si kecil, pastikan Bunda membeli yang berlabel food grade. Peralatan makan dengan label ini tidak mengandung toxic dan aman untuk aktivitas konsumsi.

Coba Perhatikan Juga Bun, Adakah Keterangan BPA-Free?

BPA (Bisphenol-A) adalah zat kimia sintetis yang sering digunakan pada peralatan makan berbahan plastik agar terlihat lebih bening dan strukturnya lebih keras atau kokoh. Beberapa studi menyatakan bahwa BPA dapat menjadi faktor pengganggu hormon pada masa pertumbuhan anak.

Selain itu, BPA juga berpotensi menganggu metabolisme tubuh lho Bun. Nah, untuk mengetahui kandungan BPA dalam peralatan makan Bunda, coba yuk Bun cari simbol segitiga yang biasanya ada di bagian bawah peralatan makan berbahan plastik.  Jika di dalam simbol segitiga bertuliskan nomor 7 atau ada tanda huruf PC, maka peralatan tersebut mengandung BPA. Umumnya peralatan makan yang BPA-free berwarna sedikit kusam dan agak lentur.

Peralatan Plastik Perlu Memiliki PP 5, Bun!

Selain simbol segitiga yang mencantumkan kandungan BPA, peralatan makan juga mencantumkan PP (Polypropylene).PP merupakan material plastik yang aman untuk aktivitas konsumsi karena memiliki ketahanan kimia yang baik, daya serap air rendah, dan tahan terhadap unsur asam dan basa. Material plastik dengan PP 5 tahan panas, dapat dicuci ulang, serta dapat digunakan berkali-kali dalam jangka waktu lama.

Dan yang Pasti Bebas PVC

Tak hanya BPA nih Bun, kandungan lainnya yang perlu dihindari yaitu PVC atau Poly Vinyl Chloride. PVC merupakan material plastik yang umumnya digunakan untuk pembuatan bahan bangunan. Sejauh ini, beberapa penelitian menunjukkan bahwa terlalu banyak terpapar senyawa kimia ini dapat menyebabkan kanker. Untuk itu, sekalipun Bunda hendak membeli peralatan makan berbahan plastik, pikirkan lagi soal bahan-bahan pembuatnya ya Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top