Kesehatan Ibu & Anak

5 Alasan Penting, Suami Wajib Temani Istri yang Melahirkan! Jangan Sampai Istri Berjuang Sendirian

melahirkanbersama

Tujuan dari suatu pernikahan adalah mendapat keturunan yang sehat. Pesalinan adalah fase yang harus dihadapi oleh wanita yang telah menikah. Salah satu proses yang sulit untuk dilalui oleh istri pasca hamil. Persoalan hidup dan mati serta menahan rasa sakit yang luar biasa untuk melahirkan si buah hati ke dunia.

Calon ibu di seluruh dunia biasanya akan mengalami ketegangan yang luar biasa saat akan melakukan persalinan. Keberadaan seorang suami sangat diperlukan guna mengurangi rasa cemas dan pikiran buruk yang kerap melanda.

Kehadiran suami dapat memberikan rasa nyaman dan aman pada calon ibu. Istri akan berpikiran dirinya tidak berjuang sendirian ketika hendak melahirkan anak. Maka dari itu sebaiknya suami berada di sisi istri tercinta ketika proses penting ini.

Lima alasan mengapa kehadiran suami penting saat proses persalinan yakni

KEHADIRAN SUAMI DAPAT MENGHIBUR ISTRI KETIKA MERASAKAN SAKIT YANG LUAR BIASA

Keberadaan suami di sisi istrinya ketika akan melahirkan putra atau putrid tercintanya memiliki peranan penting, salah satunya dapat mengurangi rasa sakit yang dirasakan oleh istri saat persalinan terjadi. Penelitian dari “The Fatherhood Institute” yang berbasi di Inggris menemukan bahwa ibu dapat melahirkan dalam waktu yang singkat dan berkurang rasa sakitnya karena ada suami yang menemani sang ibu.

SUAMI YANG TIDAK ADA DI SISI SAAT MELAHIRKAN DAPAT MEMBUAT ISTRI MUDAH CEMAS

Istri akan mudah cemas dan khawatir saat tidak ada sosok suami yang mendampingi di ruang bersalin. Sikap kurang peka dan cuek dari suami bisa dimanfaatkan di saat-saat seperti ini. Suami bisa bersikap lebih tenang ketika menemani ibu yang hendak melahirkan daripada ibu atau adik perempuan yang menemani proses bersalin yang malah justru ikut panik.

MEMBIISIKAN ISTRI DENGAN KATA-KATA POSITIF YANG MEMBERI SEMANGAT ADALAH CONTOH SUAMI IMPIAN

Suami yang melihat istri sambil tersenyum secara tidak langsung akan membuat istri lebih tenang saat melahirkan. Istri akan merasa bahagia dan dicintai karena orang kepercayaannya ikut berjuang bersama membantu buah hati lahir ke dunia. Membisikan kata-kata positif yang dapat membuat semangat bangkit merupakan keinginan istri yang paling besar sehingga proses persalinan lebih lancar.

SUAMI YANG ADA SAAT PERSALINAN AKAN MENINGKATKAN RASA BAHAGIA ISTRI

Menurut penelitian, kadar oksitosin yang Ayah miliki meningkat pada saat pasca melahirkan bayi. Hormon ini adalah hormone yang dapat memicu perasaan bahagia. Kebahagiaan yang terpancar dari wajah suami pada sang istri dapat membuatnya tertular rasa bahagia tersebut. Maka dari itu keberadaan suami merupakan hal yang tidak boleh dianggap sepele. Tidak ada yang bisa menggantikan keberadaan suami ketika istri bersalin.

KEBERADAAN SUAMI DAPAT MEMBERI SEMANGAT YANG LEBIH

Istri akan beranggapan suami yang membelakan datang saat proses persalinan merupakan orang yang sangat memahami kondisi terburuk pada saat melahirkan. Dukungan dan doa yang dihadirkan oleh suami dapat membuat istri lebih semangat ketika melahirkan. Perasaan tidak mudah menyerah akan dipikirkan oleh calon ibu ketika suami yang dicintainya ada tepat di sampingnya. Ia pun akan semangat untuk memikirkan suami dan anak yang akan segera lahir. Ia akan membayangkan memori-memori indah tentang kehidupan keluarganya di masa depan.

Menemaninya sampai sang buah hati lahir ke dunia sudah menjadi kewajiban pokok yang perlu dilakukan suami. Batalkan segala janji ketika momen penting itu terjadi. Bila Anda suka mengabadikan momen tersebut ke dalam foto atau video, Anda bisa merekam persalinan lewat media kamera.

Rekaman pada saat melahirkan akan menjadi kenangan indah untuk dikenang bersama di masa depan. Anda bisa melihat kembali foto atau video di masa tua Anda nanti.

Disarankan ketika menemani istri berada di ruang persalinan, agar para suami tidak ikut panik melihat wajah istri yang terlihat kesakitan. Sikap tenang dan bijaksana sangat diperlukan guna mendukung kelancaran sata melahirkan.

Berikan sentuhan-sentuhan lembut di sekitar kepala, agar istri merasa selalu didukung dan dicintai. Yakinkan dia bahwa anak yang dilahirkannya akan menjadi anak yang berbakti dan membuat bangga orang tuaya. Berikan kalimat-kalimat positif yang dapat membuat mood istri naik dan tidak menyerah.

Gendong anak dengan tangan sendiri ketika lahir ke dnia. Perlihatkan pada istri Anda bahwa perjuangan yang teah dilakukannya begitu lama tidak sia-sia. Berikan senyuman terhangat yang Anda miliki guna menghibur suasana hati yang dirasakan istri.

Sempatkan diri untuk menemani istri saat bersalin, apalagi jika ini merupakan pengalaman pertama saat melahirkan. Kehadiran suami sangatlah penting agar istri tidak mengalami trauma untuk melahirkan lag di kemudian hari. Melahirkan anak ke dunia adalah fase yang menyenangka. Sebisa mungkin jangan lewatkan fase yang satu ini dalam hidup Anda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Risiko Kematian saat Persalinan Sesar lebih Besar Ketimbang Normal, Ini 7 Risiko Operasi Sesar yang Perlu Diketahui Ibu Hamil

cesar

Tak sedikit perempuan yang memilih untuk operasi sesar daripada melahirkan secara normal. Salah satu alasannya adalah untuk menghindari rasa sakit yang berlebih. Namun, apakah kita tahu bahwa operasi sesar juga memiliki risiko yang membahayakan, terlebih bila operasi gagal?

Risiko kematian saat persalinan caesar lebih besar dibandingkan dengan persalinan normal

Sekarang banyak perempuan hamil yang ngotot melakukan operasi caesar meskipun risiko mortalitas (kematian) pada caesar lebih tinggi. Risiko kematian saat persalinan sesar lebih besar dibandingkan dengan persalinan normal melalui jalan lahir vagina

Seperti dikutif dari health.detik.com (5/08/2016)  Dr. dr. Budi Iman Santoso, SpOG(K) mengatakan ” Secara teori risiko untuk mortalitas (kematian) pada persalinan caesar lebih tinggi dibandingkan per vaginam. Risiko kematian pada persalinan caesar lebih tinggi disebabkan karena beberapa faktor, antara lain anestesi (pembiusan) dan jumlah darah yang keluar.

Selain kematian, inilah 7 risiko operasi sesar yang perlu diketahui

1. Operasi sesat dapat menyebabkan dinding perut yang disayat serta rahim menjadi iritasi bahkan infeksi. Infeksi biasanya dapat terjadi di sekitaran sayatan perut, di dalam rahim atau di dekat kandung kemih.

2. Selama proses operasi berlangsung, ada kemungkinan untuk kehilangan darah yang berlebihan, yang kemudian dapat menyebabkan anemia. Banyak wanita yang harus mendapatkan transfusi darah setelah operasi sesar.

3. Wanita hamil juga dapat mengalami cedera kandung kemih dan usus selama operasi berlangsung.

4. Operasi akan memengaruhi usus, termasuk mengganggu gerakan usus setelah operasi selesai. Ini kemudian akan menimbulkan ketidaknyamanan, kembung, pembesaran perut karena disfungsi usus.

5. Selama opesi berlangsung pula, ada kemungkinan terbentuknya jaringan parut di dalam area panggul yang menyebabkan rasa sakit dan penyumbatan. Ini kemudian dapat menyebabkan komplikasi pada kehamilan selanjutnya.

6. Operasi sesar juga memungkinkan untuk dilakukannya operasi tambahan, meliputi perbaikan kandung kemih atau yang lainnya.

7. Risiko operasi sesar yang terakhir adalah ditunjukkan oleh penelitian yang menyebut bahwa dalam beberapa kasus, terdapat reaksi negated untuk anestesi yang diberikan selama operasi, bahkan dengan obat yang dikonsumsi setelah operasi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Agar Lebih Siap Hadapi Persalinan, Kenali Dulu Tahap Pembukaan Menjelang Melahirkan

TahapPembukaan

Persalinan adalah saat yang paling dinantikan oleh para calon ibu. Banyak hal mengenai persalinan yang harus diketahui oleh para ibu, terutama ibu baru. Jadi, ibu harus mempunyai bekal ilmu yang cukup agar bisa lebih siap menghadapi proses persalinan. Berikut penjelasan mengenai proses atau tahapan persalinan:

Pembukaan 1

Pembukaan 1 biasanya akan terjadi dalam waktu beberapa hari, atau minggu. Fase ini akan ibu lalui tanpa merasakan kontraksi yang kurang dari satu menit. Namun, beberapa ibu bisa mengalami kontraksi hingga 24 jam. Apabila kontraksi masih jarang dirasakan, ibu sebaiknya tidak perlu pergi ke rumah sakit. Pada fase ini, mulut rahim ibu akan mengalami pembukaan sebesar 1 cm. Ibu akan merasakan mulas dan nyeri di bagian punggung atau pinggang. Beberapa ibu bahkan mengeluarkan lendir dan darah dari alat kelaminnya. Posisi kepala janin sudah berada di tempat yang tepat menuju arah jalan lahir namun belum terjadi pergerakan menuju rongga panggul.

Pembukaan 2

Fase ini akan ibu lalui selama 12-14 jam apabila menghadapi kehamilan pertama dan selama 6-10 jam untuk kehamilan setelahnya. Pada fase ini, mulut rahim ibu akan terbuka hingga 2 cm. Rasa mulas dan kram yang ibu rasakan seperti sedang datang bulan. Ibu sebaiknya makan makanan ringan, seperti roti. Selain itu, minumlah banyak air putih, karena sistem pencernaan ibu akan menjadi lambat.

Pembukaan 3

Pada fase ini, mulut rahim ibu akan terbuka hingga 3 cm. Kontraksi akan terjadi setiap 30 menit hingga 1 jam sekali. Apabila kontraksi terjadi secara teratur, maka ibu sebaiknya pergi ke rumah sakit. Posisi janin mulai mengarah ke rongga pinggul, meskipun penurunannya belum signifikan.

Pembukaan 4

Mulut rahim ibu yang terbuka hingga 4 cm akan menipis karena sering terjadinya kontraksi. Air ketuban biasanya akan pecah. Posisi janin semakin ke bawah sehingga jalan lahir akan semakin terbuka lebar.

Pembukaan 5

Pada fase ini, ibu akan merasakan kontraksi dalam 30 menit hingga 1 jam di awal. Sedangkan frekuensi kontraksi akan selama 2 hingga 5 menit. Mulut rahim ibu akan terbuka sebesar 5 cm, dan posisi kepala janin berada melintang di salah satu pinggul ibu, yang kemudian akan menuju ronggang panggul ibu.

Pembukaan 6

Ibu akan merasakan kontraksi yang semakin kuat dengan jeda waktu 3 hingga 5 menit. Mulut rahim ibu akan terbuka 6 cm. Posisi kepala jani sudah masuk ke rongga panggul. Idealnya, kepala janin telah melewati bagian panggul paling sempit.

Pembukaan 7

Kontraksi yang dirasakan ibu akan terjadi hingga 2 sampai 3 menit selama 1,5 menit. Mulut rahim ibu akan terbuka melebar hingga 7 cm. Posisi kepala janin akan berputar 90 derajat dan wajahnya akan menghadap ke rectum ibu.

Pembukaan 8

Mulut rahim ibu terbuka hingag 8 cm. Ibu akan merasakan tekanan kuat di bawah punggung dan anus. Ibu akan merasa panas lalu berkeringat dingin. Lendir dan darah yag keluar akan semakin banyak. Bayi akan berusaha untuk keluar melalui jalan lahir karena semakin terbuka lebar. Kontraksi yang dirasakan ibu akan melancarkan bayi untuk bergerak bebas.

Pembukaan 9

Ibu akan mengalami kontraksi yang semakin kuat. Bahkan, rasa sakit yang luar biasa. Bagi banyak ibu, fase ini adalah yang terberat. Ibu akan merasakan mulas dan tekanan yang luar biasa seperti ingin buang air besar.Mulut rahim ibu akan terbuka hingga 9 cm. Dokter atau bidan biasanya akan melarang ibu untuk mengejan apabila pembukaan belum sempurna. Posisi bayi sudah berada di rongga panggul.

Pembukaan 10

Fase dimana ibu akan mengalami pembukaan sempurna. Rasa ingin mengejan semakin hebat dan anus semakin terbuka. Kepala janin mulai terlihat, bagian luar alat kelamin (vulva) ibu akan terbuka dan area di antara paha (perineum) akan meregang. Rasa mulas mulai teratur, cepat, dan kuat setiap 2 hingga 3 menit sekali dengan frekuensi 1 hingga 2 menit. Apabila bagian perineum perlu digunting untuk mencegah terjadinya robekan paksa akibat tekanan janin, maka pihak dokter akan melakukan hal itu. Pada fase ini, janin siap untuk dilahirkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top