Hiburan Anak

4 Manfaat Bacakan Dongeng Anak Sebelum Tidur!

Bunda, pasti sudah sering mendengar tentang manfaat baik membacakan dongeng bagi perkembangan  anak . Tapi, sudah tahukah Bunda, bahwa kebiasaan yang kerap kali disepelekan ini ternyata berdampak besar bagi tumbuh kembang anak, baik dari segi kecerdasan intelektual maupun emosional? Tidak percaya? Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Meningkatkan imajinasi anak

Menurut peneitian yang dilakukan oleh Efnie -psikolog anak- anak  berusia 3 – 7 tahun cenderung memiliki dunia mereka sendiri. Nah, dengan terbiasa membacakan dongeng pengantar tidur setiap malam, Bunda secara tidak langsung telah menstimulus perkembangan daya imajinasi yang positif dan efektif pada buah hati. Tentu saja ini akan membuat sang anak lebih aktif dan efektif dalam mengkritisi hal-hal di sekitarnya karena daya visualisasi otaknya telah dilatih sejak dini melalui penggambaran tokoh hingga kejadian di dunia dongeng. 

2. Kemampuan verbal anak pun jadi bisa berkembang optimal

Bunda, dengan rutin membacakan dongeng anak tentu saja ini sangat bagus untuk meningkatnya perbendaharaan kata si kecil sehingga ia bisa berkomunikasi dengan lebih baik.  Terlebih lagi bagi Bunda yang mempunyai anak belum lancar berbicara. Mendongeng setiap malam terbukti dapat menstimulus otak anak untuk merespon setiap unit wicara yang digunakan, mulai dari intonasi, struktur kalimat, hingga makna pragmatis tuturan.

3. Membentuk karakter anak

Pada buku dongeng, biasanya terselip budi pekerti dan nilai moral yang dapat dijadikan contoh. Jadi tak ada salahnya menyempatkan diri untuk membacakan dongeng setiap malam hari. Kenapa? Menurut Efnie, nilai positif yang diterapkan secara sukarela bersifat lebih efektif dibandingkan dengan nilai yang dipaksakan. Dengan menyimak dongeng yang Bunda bacakan, buah hati dapat berpikir secara mandiri dalam memutuskan mana perilaku yang boleh dilakukan dan mana yang tidak. Hebat bukan Bun?

4. Membangun ikatan emosional

Tahukah Bunda, bahwa momen di mana Bunda membacakan dongeng untuk anak dapat menjadi hal yang terus diingat buah hati  hingga ia dewasa nanti? Fragmen-fragmen kenangan inilah yang membuat hubungan Bunda dengan si kecil semakin dekat, tanpa peduli seberapa dewasa ia kelak. Selain itu, emosi dan afeksi yang Bunda berikan setiap kali mengajak si kecil menyelami dunia khayalan akan turut membentuk kepribadian anak sehingga ia akan tumbuh menjadi pribadi penyayang.

Jadi, masih malas baca dongeng untuk anak?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Hiburan Anak

Punya Banyak Waktu Bersama Anak? Ajak Saja Liburan Keliling Jakarta Saat Akhir Pekan

Menghabiskan waktu dengan keluarga jelas menyenangkan. Terutama untukmu yang sekarang sedang menikmati peran sebagai orangtua baru, rasanya setiap hari ingin rasanya pergi bersama si kecil. Tak perlu khawatir, selagi kamu menetap di Jakarta, sejatinya hal itu mudah kamu wujudkan. Sekalipun mungkin di hari biasa kamu akan disibukkan mengurusi keperluan keluarga, manfaatkan saja waktu di akhir pekan.

Ajak Si Kecil Berkunjung ke TMII Sekaligus Kenalkan Budaya Indonesia

Ini dia tempat yang dari dulu selalu jadi tujuan wisata warga Jakarta, bahkan destinasi ini juga populer bagi pengunjung dari luar Jakarta yang ingin berwisata di Jakarta. Hal ini terbukti dari ribuan pengunjung memadati tempat wisata ini, mayoritas terdiri dari anak-anak, kaum muda, dan orang tua.

child-childrens-baby-children-s

Tiket masuk ke TMII dibagi menjadi tiket pintu masuk perorangan normal yang terhitung untuk umur 3 tahun keatas Rp. 10.000/orang. Mengingat TMII ini merupakan tempat wisata yang cukup luas, akan lebih menyenangkan kalau bisa mengelilingi tempat ini dengan kendaraan pribadi. Penting diingat, jam operasional TMII adalah buka pada Pkl. 07.00 WIB sampai Pkl. 22.00 WIB.

Kalau Untukmu dan Buah Hati yang Ingin Berkeliling Taman Hiburan, Mungkin Taman Impian Jaya Ancol Bisa Jadi Pilihan Menarik

Nah untukmu yang lebih suka berkeliling taman hiburan sembari melihat pemandangan pantai, datang saja ke taman Impian Jaya Ancol tepatnya. Disini kamu bisa menemukan berbagai macam tempat yang bisa kamu pilih untuk rekreasi. Taman Impian Jaya Ancol yang berlokasi di Jakarta Utara, dan untuk dapat mencapai tempat ini juga sangat mudah karena kamu bisa naik kendaraan pribadi ataupun alat transportasi umum.

ancol
Tiket masuk Taman Impian Jaya Ancol yaitu sebesar Rp 25.000/orang. Untuk menikmati kawasan tertentu, kamu masih harus membayar biaya tambahan. Tapi jangan khawatir, ada juga beberapa kawasan yang dapat kamu nikmati secara gratis.

Latih Si Kecil Untuk Tak Takut Ketinggian dengan Menikmati Pemandangan Apik dari Puncak Monas

Tempat yang paling ikonik ini bisa jadi pilihan saat kamu dan buah hati ingin berjalan-jalan santai tapi sekaligus pelesiran ke pusat kota. Monumen ini terbuka untuk umum dan buka setiap hari dari Pukul 08.00 hingga Pukul 15.00 WIB, kecuali pada Senin pekan terakhir setiap bulan biasanya ditutup untuk umum.

monas
Tak perlu merogoh kocek dalam-dalam, sebab untuk harga tiket masuknya, hanya dikenakan biaya Rp 5.000 per orang. Namun kalau kamu ingin mencapai puncak Monas, dikenakan biaya tambahan yaitu Rp 10.000 per orang. Murah meriah, bukan?

Sementara Untukmu yang Memburu Sore Hari Nan Santai, Coba Saja Sambangi Area Kota Tua

Ada sejumlah tempat historis di kawasan Kota Tua, seperti Museum Fatahillah, Pelabuhan Sunda Kelapa, Museum Bank Indonesia, Museum Seni Rupa dan Keramik, Toko Merah, dan masih banyak lagi museum yang ada di kawasan Kota Tua Jakarta. Kamu punya banyak pilihan kalau menyambangi tempat ini.

kota tua

Selain itu, tidak hanya tempat-tempat historis, kamu juga dapat menikmati kuliner bersama si kecil dengan menyempatkan berkunjung ke Cafe Batavia atau Cafe Gazebo, serta kamu dapat menikmati aneka jajanan seperti gado-gado, soto, hingga kerak telor khas Jakarta.

Agar Lebih Seru Coba Ajak Berkendara Dengan Motor

Naik mobil mungkin nyaman, namun kalau anak sudah beranjak besar tak ada salahnya untuk mengajaknya jalan-jalan mengisi liburannya dengan naik motor. Sensasinya akan terasa berbeda, karena si kecil akan bersentuhan langsung dengan sekitarnya ketika dalam perjalanan. Ia jelas akan lebih banyak bicara menghadapi situasi jalanan secara langsung.

Tapi untuk mengajak si kecil tentunya diperlukan motor yang menjamin kenyamanannya. Salah satu yang bisa dijajal adalah Suzuki NEX II Sebagai keluaran terbaru, Suzuki NEX II tampil lebih besar dari generasi sebelumnya. Dari segi panjang, Nex II berukuran 1.890 mm, dengan lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm. Sedangkan generasi pertamanya, Nex, memiliki panjang  1.850 mm, lebar 665 mm, dan tinggi 1.035 mm. Meskipun berukuran lebih besar dari pendahulunya, Nex II masih memiliki prinsip sebagai kendaraan roda dua yang berukuran kompak dan ramping.

nex stronger red

Demi menunjang sisi kenyamanan pengendara, Suzuki pun melakukan perubahan pada posisi jok motor, agar rasa pegal saat riding tidak lagi menjadi musuh utama setiap pengendara. Nah, lebar jok dan panjang jok pun ditingkatkan, yang semula 240 mm dan 620 mm di Nex, menjadi 250 dan 690 untuk bagian lebar dan panjang pada Nex II. Tentunya membonceng anak akan lebih nyaman dengan komposisi macam ini. Ditambah lagi pijakan kaki alias floor boardingnya juga dilebarkan sehingga kaki bisa leluasa selama perjalanan

Menyalakan motor juga sudah dipermudah dengan sudah disematkannya teknologi Suzuki Easy Start System. Sistem kelistrikan ECU-nya akan memastikan listrik tetap stabil sampai motor menyala. Jadi tak ada lagi kekhawatiran motor akan susah hidup dalam kondisi dingin.

nex elegant premium blue

Sebagai pilihan Suzuki NEX II hadirkan 5 varian menarik, yakni Sporty Runner, Fancy Dynamic, Elegant Premium, Elegant dan Standard. Setiap varian dibedakan dari pilihan kelengkapan fitur dan aksesoris yang dimiliki.

1. Suzuki NEX II Standard
Varian NEX II Standard merupakan varian paling dasar dari seluruh pilihan yang tersedia di NEX II. Dibekali kelengkapan fungsional untuk keperluan sehari-hari yang ekonomis dan praktis. NEX II Standard tersedia dalam warna brilliant white, stronger red dan titan black.

2. Suzuki NEX II Sporty Runner
Menggambarkan ekspresi generasi muda yang sporty dan aktif. NEX II Sporty Runner dilengkapi dengan LED Headlight, USB Charger, Sporty Body Striping Set, Meter Visor, Cover Muffler + Hole dan Rim Decal. NEX II Sporty Runner tersedia dalam warna brilliant white, stronger red dan titan black.

3. Suzuki NEX II Fancy Dynamic
Terinspirasi dari kedinamisan dan kreatifitas generasi muda yang stylish, NEX II Fancy Dynamic dibekali fitur LED Headlight, LED Lamp Line, USB Charger, Dynamic Body Striping Set dan Rim Decal.

4. Suzuki NEX II Elegant
Varian NEX II Elegant merupakan pilihan yang lebih ekonomis dan fungsional dengan warna yang tetap mewah yaitu mat stellar blue dan solid black. NEX II Elegant menjadi pilihan bagi yang ingin mulai menunjukkan jati dirinya dengan cara yang mudah.

5. Suzuki NEX II Elegant Premium
Mewakili karakter berkelas, NEX II Elegant Premium dilengkapi dengan LED Headlight, USB Charger, Floorboard Guard dan Cover Muffler. Warna tampilan pun berbeda dan lebih mewah dengan pilihan mat stellar blue dan solid black.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Pastikan Kondisi Bayi Tetap Sehat Walaupun Terserang Cacar Air Saat Hamil

woman-358779_1920

Momen kehamilan menjadi momen yang sangat dinantikan pasangan suami istri. Tentunya, Bunda menginginkan kondisi bayi dalam kandungan agar terus terjaga kesehatannya, bukan? Baik menjaga asupan nutrisinya maupun kondisi kesehatan agar bayi dapat lahir dengan normal.

Namun, bagaimana jika ternyata Bunda harus terserang penyakit cacar air selama masa kehamilan? Akankah membawa pengaruh kesehatan pada kondisi janin? Nah, untuk menjawabnya, mari simak bersama penjelasan berikut ini!

Cacar Air yang Terjadi Saat Kehamilan, Tak Bisa Dianggap Remeh

Cacar air merupakan suatu penyakit yang sangat menular dan bisa menimbulkan risiko kesehatan yang cukup serius, termasuk pada bayi yang sedang di dalam kandungan. Maka, apakah cacar saat hamil dapat membahayakan perkembangan janin di dalam kandungan? Jawabannya, ya!

Karenanya, jika Bunda merasa mengalami cacar air, perhatikan gejala-gejala yang Bunda derita seperti demam, timbul bintik-bintik merah, dan gatal. Lalu, langsunglah periksakan diri Bunda ke dokter, untuk mendapat penanganan yang sesuai.

Jika Bunda telat mendapat penanganan lebih lanjut, cacar air saat hamil dapat menimbulkan komplikasi seperti :

  • Pneumonia, bisa terjadi baik pada bayi atau ibu hamil.
  • Conginetal varicella syndrome

Ini merupakan sebuah sindrom kesehatan yang dapat memengaruhi kondisi calon bayi Bunda. Sindrom ini akan terjadi pada bayi saat cacar air diderita ibu hamil di 20 minggu pertama kehamilan.

Seorang bayi yang terkena sindrom ini bisa saja menderita perkembangan kaki dan tangan yang lebih lambat, pembengkakan pada kedua mata, dan perkembangan otak yang tidak sempurna.

  • Neonatal varicella

Suatu jenis infeksi yang mengancam hidup bayi yang baru lahir. Infeksi ini bisa terjadi jika si ibu menderita cacar air beberapa hari sebelum melahirkan, atau 48 jam sebelum melahirkan.

  • Hepatitis dapat terjadi pada si ibu hamil.

Gejala-gejala Khusus yang Menyertai Cacar Air Pada Ibu Hamil Harus Diperhatikan

Meskipun cacar saat hamil dapat menimbulkan komplikasi di atas, statistik menyebutkan kalau risiko terjadinya komplikasi cukup rendah, kok. Pasalnya, kasus cacar air termasuk jarang kasusnya pada ibu hamil.

Selain itu, kebanyakan ibu hamil yang menderita cacar air bisa sembuh dengan pengobatan, tanpa efek berbahaya bagi si jabang bayi.

Lalu, perlukah dirawat di rumah sakit? Jika Bunda menderita cacar saat hamil, perhatikan pula gejala-gejala yang menyertainya. Perawatan intensif di rumah sakit diperlukan jika Bunda mengalami gejala-gejala khusus, seperti :

  • Sakit kepala, pusing, mual, dan muntah-muntah
  • Timbulnya masalah pernapasan
  • Timbul kemerahan pada kulit yang kemudian berdarah
  • Timbul ruam pada kulit yang parah
  • Pendarahan pada vagina

Apa yang harus dilakukan jika terjadi komplikasi saat bayi lahir?

Saat Bunda menderita cacar air di masa kehamilan, maka tidak ada pengobatan atau penanganan yang dapat mencegah bayi Bunda terhindar dari cacar air. Jika sampai terjadi, dokter nantinya akan merawat bayi Bunda dengan antibodi cacar air yang disebut varicella zoster immune globulin (VZIG).

Nah, itulah serba-serbi kondisi Bunda yang cacar air di masa kehamilan yang harus Bunda ketahui agar kondisi bayi dalam kandungan bisa tetap sehat. Semoga bermanfaat!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Membangun Kembali Budaya Menulis

ab5558b7445aa9a9

Menulis sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia sejak dahulu kala. Mulai dari menulis di atas batu, kulit binatang, hingga penemuan kertas oleh Ts’ai Lun di Tiongkok pada tahun 105 Masehi. Berbagai sejarah besar diwariskan ke generasi selanjutnya melalui tulisan. Di Indonesia sendiri, Bung Karno bahkan kita kenal sebagai sosok proklamator yang gemar menulis dan memakai tulisan-tulisannya untuk membangkitkan semangat revolusi rakyat Indonesia pada awal kemerdekaan.

Sejarah menulis yang kian panjang, seharusnya menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang memiliki budaya menulis dan menghasilkan generasi berkompetensi tinggi. Sebab, menulis memiliki kaitan yang erat terhadap kompetensi.

Menulis dan Kompetensi

Sebuah contoh kasus tentang eratnya kaitan menulis dengan kompetensi bisa kita pelajari dari murid-murid di New Dorp High School, sekolah menengah umum yang terkenal di Staten Island, New York City, Amerika Serikat.

New Dorp High School memiliki pamor sebagai salah satu SMA dengan tingkat prestasi paling rendah secara nasional. Setelah melalui berbagai observasi dan eksperimen, diketahui bahwa masalah yang paling mendasar adalah keterampilan menulis siswa New Dorp yang amat rendah, sehingga mereka tidak memiliki kemampuan untuk memahami pelajaran dan mengambil kesimpulan dari apa yang dipelajari. Terlebih, karena banyak siswa berasal dari keluarga kurang mampu dan tidak mendapatkan pembelajaran menulis yang berkualitas sejak dini. Akibatnya, kemampuan komprehensi dan analisis mereka juga rendah.

New Dorp akhirnya memakai pendekatan menulis dari Metode Hochman yang diterapkan secara intensif dalam kurikulum sekolah. Hasilnya prestasi siswa New Dorp meningkat drastis, disertai pelonjakan angka kelulusan dari 67% di tahun 2009 ke 89% di tahun 2011.

Apa yang terjadi di New Dorp dapat menjadi bahan kajian kita terhadap pendidikan di Indonesia. Mengingat saat ini Indonesia masih berada di urutan bawah perihal kompetensi. Setidaknya menurut laporan The Programme for International Student Assessment (PISA) dari The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), di mana kompetensi siswa-siswi Indonesia disebutkan masih berada di peringkat ke-60 dari 72 negara.

Baru-baru ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, juga berharap agar kompetensi siswa-siswi Indonesia bisa naik di antara negara-negara lain. Oleh sebab itu Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2018 dibuat mengikuti standar internasional, yaitu PISA.

Target Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut dapat didukung salah satunya dengan menumbuhkan kembali budaya menulis di Indonesia.

Tiga Manfaat Utama Menulis Tangan Dibandingkan Gawai

Menurut berbagai studi, menulis setidaknya memiliki tiga manfaat utama, yaitu meningkatkan kecerdasan, kreativitas, dan daya ingat.

Seorang psikolog dari Indiana University, Karin James, mengemukakan bahwa menulis dapat meningkatkan daya ingat. Alasannya, menulis memerlukan pola pikir, pengamatan, dan introspeksi. Menulis juga dapat meningkatkan kecerdasan, karena melatih cara berpikir kritis, sistematis, dan terstruktur. Selain itu menulis juga mendukung tumbuhnya kreativitas, karena melatih daya imajinasi dan mengasah kemampuan menyelesaikan masalah.

Saat menulis di atas kertas, ada lima keterampilan kunci yang kita pelajari. Mulai dari penguasaan huruf, kesadaran fonemik, kosa kata, kefasihan, serta komprehensi. Kelimanya akan berkembang secara bertahap dan terintegrasi jika budaya menulis mulai tumbuh sejak usia dini.

Menulis di Kertas Lebih Baik Dibanding Mengetik di Gawai

Kehadiran internet dan perkembangan gawai yang pesat saat ini membuat anak-anak cenderung lebih akrab menulis di atas gawai dibandingkan kertas. Lembaga riset Childwise yang berbasis di Inggris mengungkapkan bahwa anak masa kini rata-rata menghabiskan waktu 6,5 jam per hari untuk beraktivitas dengan gawainya.

Padahal, menurut sejumlah penelitian internasional, salah satunya yang dimuat di jurnal Psychological Science, menulis di atas kertas, lebih meningkatkan kualitas belajar dibandingkan menggunakan laptop.

Psikolog Karin James juga menungkapkan bahwa hasil magnetic resonance imaging (MRI) menunjukkan perbedaan pada otak anak ketika mengetik dan menulis. Otak anak yang mengetik pada gawai tidak dapat mengenali perbedaan antara huruf dan bentuk, namun otak anak-anak yang menulis dapat mengenalinya.

Psikolog dari Princeton dan Universitas California, Los Angeles, Pam Mueller dan Daniel Oppenheimer, juga menyebutkan bahwa siswa yang mencatat atau menulis kembali pengalamannya di buku, menunjukkan pemahaman lebih mendalam dan dapat mengingat lebih baik.

Tak heran jika banyak pakar psikologi dan pemerhati anak yang gencar mengampanyekan pembatasan penggunaan gawai pada anak. Hal ini tentunya perlu didukung pula agar budaya menulis dapat tumbuh dari masa anak-anak tanpa terganggu oleh penggunaan gawai yang terlalu sering.

 

Ditulis Oleh: Martin Jimi, Consumer Domestic Business Head Sinar Dunia, APP Sinar Mas

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Orangtua Mengeluh Karena Anaknya Suka Memukul, Ini yang Perlu Orangtua Pahami

Tidak sedikit orangtua yang mengeluh karena anaknya suka memukul kalau marah atau keinginannya tidak dituruti. Hal ini memang sebaiknya jangan terus dibiarkan agar tidak berkelanjutan hingga dia dewasa.

Anak usia satu tahun, mereka tidak tahu bahwa memukul berarti menyakiti orang lain.

Pada anak usia satu tahun, mereka tidak tahu bahwa memukul berarti menyakiti orang lain. Mungkin Anda akan melihat anak usia satu tahun akan memukul orang lain sambil tertawa.

Perilaku agresif seperti ini dianggap normal karena bagian dari perkembangan anak. Untunglah, perilaku agresif ini hanya sementara.

anakmemukulorangtuatertawa

Namun kebiasaan anak yang suka memukul  bukan hal yang lucu sehingga anda merespons dengan tertawa

Meski demikian, jangan menganggap perilaku agresif ini sebagai hal yang lucu sehingga Anda merespons dengan tertawa. Sebab dari sini si kecil bisa belajar bahwa memukul bisa membuat Anda tertawa.

Tangan dan gigi merupakan alat sosial pertama mereka, jadi wajar jika mereka belajar bagaimana menggunakannya sebagai respons atas apa yang mereka rasakan. Mereka juga ingin tahu reaksi apa yang terjadi jika mereka menggunakan ‘peralatan’ itu.

Jadi sah-sah saja balita Anda menggunakan ‘peralatannya’ tapi tetap tugas orang tua untuk mengajarkan bagaimana cara terbaik menggunakan ‘peralatan’ itu.

Sebagai orang tua, kita harus mengajari bahwa perilaku agresif tidak bisa diterima dan menujukan cara lain untuk mengekspresikan perasaannya

Meskipun ini bagian normal perkembangan balita usia 18-30 bulan, sebagai orang tua tentu Anda tidak boleh membiarkannya. Anak pun perlu belajar bahwa perilaku agresif tidak bisa diterima. Perlu juga Anda tunjukkan cara lain untuk mengekspresikan perasaannya.

Hati-hati, Perilaku agresif pada anak lebih cenderung muncul dalam kelompok

Perilaku agresif pada anak lebih cenderung muncul dalam kelompok. Sebab dalam sekelompok anak sangat memungkinkan dua balita yang memperebutkan mainan, yang mana hal ini bisa meningkat jadi perkelahian fisik.

Jika anak-anak berinteraksi dengan orang banyak, seperti di penitipan, memukul dan menggigit menjadi keterampilan sosial serta bagian dari naluri kelangsungan hidup mereka

Ketika si kecil memukul Anda atau orang lain, jangan lantas balas memukulnya

Jika Anda balas memukul anak, secara tidak langsung itu menegaskan bahwa tidak apa-apa memukul orang lain. Dengan balas memukul anak sebagai upaya menghukum, pada akhirnya hanya akan mengembangkan rasa takut pada anak. Memberikan ‘pelajaran’ pada anak melalui ketakutannya tidak akan berhasil.

Pada balita yang memahami bahwa memukul merupakan upaya pertahanan diri, saat mereka memukul anak lain, ada baiknya jauhkan dia sejenak dari situasi itu. Lalu berilah penjelasan bahwa memukul itu tidak diperbolehkan karena bisa menyakiti orang lain.

Jangan lupa mintalah maaf atas nama anak Anda pada anak yang dipukul

Pastikan si kecil mendengar Anda sedang minta maaf, agar dia bisa menarik pelajaran tentang empati. Bila anak sudah stabil emosinya, ajaklah juga untuk meminta maaf langsung.

Jika ada orang tua anak tersebut di tempat itu, sampaikan juga permintaan maaf dan katakan bahwa Anda sedang berupaya mengatasi perilaku agresif pada si kecil.

Berikan Pengertian dan Ajarkan Kominikasi

Jika anak memukul karena berebut mainan dengan kakak atau adiknya, sampaikan pengertian padanya, bahwa untuk mendapatkan giliran bermain bukan dengan memukul. Anda bisa mengeset waktu agar setiap anak mendapat giliran bermain.

Yang tak kalah penting, ajari anak berkomunikasi dengan baik. Ketika anak lebih mampu mengatakan apa yang dia inginkan dan menyampaikan apa yang dia rasakan, maka mereka akan lebih mampu mengontrol perilaku agresifnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top