Parenting

20 Cara Kenalkan Angka Pada Si kecil nih Bun…

kids counting

Mengenalkan angka pada si kecil seringkali dilakukan dengan cara membosankan. Inilah alasan kenapa si kecil pun jadi kurang antusias, Bun. Padahal, mengenalkan angka pada balita bisa dilakukan dengan banyak cara yang tak membosankan, lho.

Justru ini jadi tantangan bagi orangtua supaya menemukan cara yang tepat supaya si kecil antusias belajar angka dan jumlah. Susan A. Miller Ed.D., pakar pendidikan anak usia dini dan profesor di University of Pennsylvania, AS, mengatakan kalau mengajarkan konsep pramatematika dapat menstimulasi anak untuk berpikir logis dan sistematis sejak dini, melalui pengamatan terhadap benda atau gambar di sekitarnya.

Mengutip dari ayahbunda.com, ini dia tips yang bisa Bunda terapkan saat berusaha mengenalkan angka pada si kecil.

1. Menyanyikan Lagu Tentang Angka

Melalui nyanyian, anak akan lebih mudah mengenal konsep angka. Ajak balita bernyanyi bersama lagu Satu-satu Aku Sayang Ibu. Lagu itu mengenalkan anak kepada bilangan dan urutan. Lagu lain yang bisa dinyanyikan, misalnya, Dua Mata Saya. Selain angka, lagu itu juga mengajarkan balita tentang konsep jumlah.

2. Menghitung Mainannya

Bunda bisa menggunakan mainan balita sebagai sarana mengenalkan angka. Saat anak bermain atau membereskan mainan bersama Bunda, ajak ia menghitung jumlahnya, seperti, “Lihat, bonekanya ada dua. Satu… dan dua.” Atau, “Yuk, kita masukkan mobil-mobilannya ke kotak, sambil dihitung. Satu… dua… tiga….” Jadi, setiap bermain, anak akan terbiasa menghitung secara sederhana.

3. Mencocokkan Angka dan Gambar

Caranya, Bunda menulis angka 1 sampai 10 di satu set kartu, lantas menggambar jumlah benda yang sesuai dengan angka yang ditulis (misalnya, 2 lingkaran atau 3 kotak) di set kartu lain. Ambil selembar kartu berisi angka, dan minta balita mencocokkannya dengan gambar yang sesuai jumlahnya.

Sebutkan juga angkanya saat mengambil kartu. Contohnya, Bunda berkata, “Enam,” saat mengambil kartu angka 6. Ajak juga balita menyebutkan angkanya saat ia mencocokkan.

4. Membuat Gambar

Salah satu kegiatan favorit anak adalah menggambar. Nah, Bunda juga bisa mengajarinya tentang jumlah dan angka lewat aktivitas tersebut. Tulis sebuah angka di selembar kertas, dan minta anak Bunda membuat gambar sejumlah angka yang Bunda tulis tadi. Misalnya, jika Bunda menulis angka 1, maka anak menggambar sebuah lingkaran. Bisa juga Bunda menulis angka 1, balita menempelkan sebuah stiker di kertas tersebut.

5. Bermain Engklek

Saat hari cerah, ajak anak melakukan permainan tradisional engklek di luar rumah. Selain mengasah kemampuan motorik kasarnya, engklek juga bisa melatih anak belajar urutan bilangan. Gambarlah kotak-kotak engklek disertai angka-angkanya dengan kapur.

Ajak balita melompat ke kotak nomor 1, lalu nomor 2, dan seterusnya, sembari menyebutkan angka di dalam kotak yang ia pijak.

6. Bergoyang Angka

Ajak anak melakukan goyangan angka. Saat Bunda menyebutkan sebuah angka, anak akan menari dan bergoyang sebanyak angka yang disebutkan. Misalnya, jika Bunda bilang, “Tiga,” balita dapat menari dan menggoyangkan pinggulnya tiga kali.

7. Berburu Angka

Permainan mencari harta karun bisa Bunda modifikasi untuk mengajarkan anak mengenal angka dan jumlah. Bunda tulis masing-masing angka di selembar kertas, dan letakkan di beberapa tempat di rumah. Misalnya, di dalam lemari, di balik bantal, atau di bawah kursi.

Anak harus mencari angka-angka tersebut dan menyerahkan kepada Bunda, sambil menyebutkan angka yang ia temukan. Minta juga ia menemukan empat buah krayon atau dua buah buku yang sudah Bunda taruh sebelumnya.

8. Menebak Angka

Ajak balita bermain tebak-tebakan angka. Minta ia menebak angka berdasarkan petunjuk yang Bunda berikan. Misalnya, Bunda katakan, “Aku ada sebelum angka 5 dan sesudah angka 3. Angka berapakah aku?” Jika balita sudah mulai mahir, minta ia yang memberikan petunjuk, dan Bunda yang menebaknya.

9. Menghitung Cucian

Ubah rutinitas mencuci pakaian yang membosankan menjadi permainan menghitung untuk anak. Ajak balita membantu memisahkan antara pakaian putih dan pakaian berwarna, sambil menghitungnya. Selain belajar menghitung, anak juga bisa mengenal aneka warna. Namun, jangan biarkan anak berada dekat mesin cuci yang sedang menyala.

10. Membilang Sambil Berbelanja

Bahkan momen belanja bulanan atau mingguan bisa menjadi cara menyenangkan buat balita untuk mengenal jumlah. Saat berbelanja, katakan kepada anak bahwa Bunda perlu 4 buah jeruk dan 6 buah apel. Ajak ia membantu menghitungnya, saat Bunda mengambil dan memasukkan buah-buahan tersebut ke keranjang belanja.

11. Memasak Bersama

Aktivitas memasak di dapur juga bisa Bunda manfaatkan untuk mengajarkan balita keterampilan berhitung secara sederhana. Minta ia, misalnya, memberi dua sendok teh garam ke dalam masakan, mengambil tiga buah tomat atau lima siung bawang putih. Usai memasak, Bunda dan balita bisa menikmati makanan yang dibuat bersama-sama itu.

12. Bermain Lego

Mainan Lego memang seru! Bunda bisa menggunakan Lego untuk mengajarkan anak konsep angka, jumlah, atau menghitung secara sederhana. Tuliskan angka di selembar kertas, dan minta anak mengambil Lego sesuai jumlah angka yang tertulis di kertas. Bunda juga bisa mengajak anak belajar berhitung, misalnya, 1 buah Lego dengan 2 buah Lego digabung menjadi 3 buah Lego.

13. Mencari Jumlah Benda di Rumah

Benda-benda di rumah juga bisa menjadi sarana belajar angka. Minta balita menghitung jumlah pintu di rumah, bantal di sofa ruang tamu, atau kursi di ruang makan. Ia juga bisa belajar menghitung benda-benda yang ada di kamarnya sendiri.

14. Bermain Ular Tangga

Siapa yang tidak kenal dengan permainan ular tangga? Permainan itu merangsang balita belajar berhitung sederhana, yaitu saat membilang mata dadu yang keluar, dan langkah yang harus dilakukan pada kotak-kotak papan permainan. Ia bisa mengajak teman-temannya bermain bersama juga. Ajarkan mereka aturan permainan terlebih dulu, jika mereka belum terlalu mengerti permainan ini.

15. Menghitung Kelopak Bunga

Jika aktivitas belajar angka di dalam rumah membuat balita bosan, Bunda bisa mengajak ia pergi ke taman di dekat rumah. Di sana, Bunda dan anak akan melihat bunga beraneka rupa dan warna. Ajak ia menghitung jumlah kelopak bunga. Tanyakan ia, bunga mana yang memiliki jumlah kelopak terbanyak.

16. Menghubungkan Titik

Kegiatan ini juga populer sebagai sarana edukasi anak belajar angka. Bunda bisa membuat gambar sendiri di sehelai kertas, mencetak gambar dari internet, atau men-download app-nya di smartphone. Minta anak menghubungkan titik-titik dengan garis sesuai urutan angka, lantas menyebutkan gambar apakah itu. Setelah selesai, ia bisa mewarnai gambar dengan warna-warna favoritnya.

17. Menyebutkan Jumlah Kendaraan

Biasanya saat melakukan perjalanan jauh dengan kendaraan, anak akan merasa lekas jemu. Untuk mengusir kebosanannya, Bunda bisa mengajak ia menghitung kendaraan di jalan. Minta ia menyebutkan jumlah mobil berwarna merah yang lewat, atau bus yang ada di jalan. Tidak perlu banyak-banyak, cukup sampai hitungan kelima.

18. Melahap Camilan

Saat snack time balita, Bunda bisa menyajikan buah-buahan yang dipotong kecil-kecil. Lalu, ambil sebuah dadu, dan minta anak melempar dadu tersebut. Jika mata dadu yang keluar adalah dua, maka anak akan memakan 2 potong buah. Begitu seterusnya, hingga semua buah habis dimakan. Permainan ini bisa membuat snack time balita jadi lebih menarik.

19.  Jalan-jalan di Kompleks

Di lingkungan rumah Bunda juga terdapat banyak tBunda berkaitan dengan angka, seperti nomor rumah atau jalan. Jadi, saat mengajak anak jalan-jalan di sekitar kompleks, Bunda juga bisa sekalian mengenalkan angka. Ajak juga ia membilang dari 1 sampai angka yang tertera di nomor rumah Bunda, misalnya. Atau, hitung jumlah mobil yang diparkir di tepi jalan, pohon, bahkan kucing yang ia temui di jalan.

20.  Memancing Ikan Kertas

Bunda bisa membuat sendiri kolam-kolaman kecil dari kotak bekas sepatu yang berisi potongan kertas berwarna biru, beberapa ekor ikan, dan alat pancingnya. Gambar bentuk ikan di atas kertas karton atau lembaran busa warna-warni, lantas gunting. Tulis angka 1 sampai 6 di setiap badan ikan, dan selipkan klip kertas.

Taruh ikan-ikan tersebut di “kolam” buatan Bunda. Siapkan alat pancing yang terbuat dari seutas tali yang satu ujungnya diikatkan pada sebuah tusuk satai, dan ujung yang lain pada magnet kecil. Sediakan juga dadu. Minta anak melempar dadu, kemudian memancing ikan yang memiliki angka sesuai dengan jumlah yang ditunjukkan oleh mata dadu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Cerita Donna Agnesia Urus Tiga Buah Hati yang Beranjak Remaja

donna

Bun, sebagai seorang ibu, tentu kita punya tantangan masing-masing dalam menjalankan peran ya. Nah, hal ini juga yang dirasakan oleh Donna Agnesia. Perempuan yang menikah dengan Darius Sinathrya ini dikaruniai tiga orang anak yaitu Lionel Nathan Sinathrya Kartoprawiro, Diego Andres Sinathrya dan Quinesha Sabrina Sinathrya.

Sebagai wanita karier sekaligus ibu dengan tiga anak, Donna pun dituntut untuk dapat membagi waktu. Bagi Donna, salah satu hal penting yang harus diperhatikan oleh ibu bekerja adalah memastikan kebutuhan anak-anaknya terpenuhi, meskipun tak bisa mendampingi selama 24 jam.

“Saya pergi keluar rumah, saya pastikan anak-anak di rumah kebutuhannya terpenuhi. Dia tidak pernah kehilangan kasih sayang, walaupun papa mamanya sibuk bekerja,” kata Donna Agnesia seperti dikutip dari Kumparan, Selasa (25/6).

Donna mengatakan seorang ibu harus bisa menguasai banyak hal. Bukan hanya pintar mengatur keuangan dan anak, tapi juga bisa melihat bakat dan masa depan anak-anaknya.

“Aku juga masih belajar terus jadi ibu yang sempurna, paling enggak buat anak-anak saya dan oh ya, happy mom, happy life. Happy mom, happy kids,” tuturnya.

Ia juga mengatakan, sosok seorang ibu pun harus mampu menjadi teman, kakak, bahkan menjadi sosok ayah untuk anak-anaknya. Ia pernah merasakan peran sebagai ayah ketika Darius meninggalkan rumah untuk bekerja dalam waktu yang lama.

Kendati demikian, tanggung jawab untuk mengurus buah hati bukan hanya ada di tangan ibu saja. Kehadiran ayah juga penting untuk tumbuh kembang anak-anaknya.

“Saya bilang ke Darius, ‘kita punya dua anak laki-laki, tapi di rumah isinya perempuan semua, butuh figur laki-laki. Jadi, kalau kamu lagi punya waktu di rumah manfaatkanlah itu untuk quality time sama anak-anak’,” ujar Donna.

Darius pun selalu menanamkan cara menjadi laki-laki yang baik kepada anak-anaknya ketika mereka sedang berkumpul bersama.

“Supaya anak bisa jadi laki-laki yang baik dan membangun keluarga, enggak bisa salah satu. Anak-anak bahagia itu, kalau melihat orang tuanya akur, rukun, gitu kan anak-anak jadi rasakan di keluarga,” tutup Donna Agnesia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mom Life

Tips Me Time untuk Ibu Muda Ala Cynthia Riza

cynthia rizaa

Sebagai seorang ibu, ada baiknya Bunda tak hanya bekerja, tapi juga merawat diri sendiri atau melakukan self-care. Setelah bekerja seharian, entah di kantor atau merapikan rumah, maka Bunda punya hak istimewa yaitu melakoni me time guna relaksasi atau membuat seorang ibu jadi lebih percaya diri. Nah, salah satu ibu muda yang selalu menyediakan waktu untuk me time yakni Cynthia Riza, influencer sekaligus istri Giring Ganesha.

Cynthia bercerita setiap hari ia bangun setidaknya 1 jam sebelum suami dan anak-anaknya. Tujuannya, agar ia punya quality time untuk diri sendiri di pagi hari.

“Aku bangun jam 5 setiap hari. Biasanya aku siapin sarapan dulu, keperluan sekolah anak setelah semua beres baru aku mandi, pakai make-up, bangunin suami deh. Jadi aku bangunin suami udah cantik dan wangi. Merawat diri di pagi hari itu penting buat bikin mood enak sepanjang hari,” papar Cynthia.

Tak hanya di pagi hari, Cynthia juga meluangkan waktu untuk “mandi mewah” setiap sore. Yang dimaksud mandi mewah adalah mandi tanpa diteriaki anak sehingga ia tak perlu buru-buru. Tentu momen seperti itu langka ya, Moms, bagi para ibu. Namun karena dukungan suami dan anak-anaknya, Cyntia bisa menikmati mandi mewah ini setiap sore.

“Setiap hari aku butuh quality time di mandi sore aku. Anak-anak sudah tahu, kalau mama mandi sore, butuh 15 menit minimal, jangan diganggu dulu. Biasanya aku mandi sambil dengerin musik, nyanyi lagu kesukaan, kadang juga luluran. Keluar juga, sudah happy lagi,” cerita Cyntia.

Selain itu, Giring juga mendukung Cyntia untuk merawat diri dengan memberinya waktu untuk ke salon. Dalam seminggu, ia bisa 2-3 kali pergi ke salon. Cynthia mengaku kegiatan self-care ini membuatnya lebih nyaman dengan dirinya sendiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

KPAI Ungkapkan Keuntungan PPDB dengan Sistem Zonasi Nih Bun

children-close-up-crowd-764681

Tahukah Bunda, sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ternyata masih menuai pro dan kontra di berbagai kalangan. Kalau Bunda melihat dan membaca berita, masih banyak bahkan ratusan orang tua rela antre untuk mendaftarkan anaknya di sekolah pilihan. Lalu, ada pula yang melakukan protes lantaran anaknya dirasa pintar namun tak bisa melanjutkan pendidikan di sekolah unggulan.

Mengenai polemik sistem zonasi ini, ternyata KPAI punya pandangannya tersendiri. Menurut Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia bidang pendidikan, Retno Listyarti justru akan ada beberapa keuntungan yang dirasakan betul oleh anak lewat sistem zonasi PPDB 2019.

“Kami dari KPAI menilai bahwa mendekatkan anak dari rumah ke sekolah adalah kepentingan terbaik bagi anak. Sebagaimana amanat pada undang-undang perlindungan anak. Bayangkan anak yang rumahnya dekat, dia sehat enggak perlu naik kendaraan, cukup jalan kaki atau sepeda,” ujarnya kepada awak media, Rabu (19/6/2019).

Anak-anak Diharapkan Jadi Lebih Sehat

Anak-anak khususnya yang ada di Jakarta terbiasa berangkat ke sekolah sejak pagi hari sebelum jam enam. Untuk yang rumahnya jauh dari sekolah, hal ini membuat anak-anak melewatkan momen sarapan. Padahal, kalau bisa bersekolah di sekolah yang dekat rumah, kesehatan anak akan jauh lebih baik karena mereka jadi lebih sempat sarapan. Dengan jarak ke sekolah yang dekat, makanan siang bisa diantar orang rumah. Dari masalah gizi, kesehatan pencernaan bisa teratasi.

“Ketiga, anak ini karena dekat rumahnya dengan sekolah. Maka temannya di sekolah sama dengan teman mainnya di rumah. Kenal orang tuanya, keluarganya, ini akan menutup akses terkait dengan tawuran. Semuanya kenal, enggak mugkin tawuran. Ini kan baik dengan anak-anak,” kata Retno.

Sistem Zonasi Dianggap Mampu Menurunkan Angka Kekerasan

Retno melanjutkan, karena dekat dengan sekolah, jadi orang tua bisa terlibat dan memantau beragam kegiatan anak. Bahkan lebih jauh lagi, sistem zonasi dapat menurunkan angka kekerasan dalam pendidikan termasuk tawuran yang rentan meresahkan.

“Ketika mereka bergaul dengan teman yang diketahui sejak kecil. Bagus untuk tumbuh kembang anak. Apalagi kan anak SD, ngapain sih jauh-jauh sekolah? Kalau SMA, taruhlah di tempat yang agak jauh misalnya, mungkin pilihannya bisa lebih. Kalau SMA, mungkin dia mau lebih jauh, pergaulan yang luas. Ini orang tua mempermasalahkan nanti anaknya kurang pergaulan. Padahal sekarang semuanya lewat gadget, enggak terbatas ruang dan waktu,” tutur Retno.

Orangtua Pun Dapat Mengawasi Anak

KPAI memandang ini lebih penting bagi tumbuh kembang anak terutama anak SD. Sekarang kalau kita lihat yang anak SD, Bun, pasti semuanya dijemput dengan mobil, motor karena sekolahnya jauh. Jika dekat rumah, menurut Retno, kita sebagai orang tua bisa awasi anak.

“Semua hal yang membahayakan anak bisa kita minimalkan. Saat anak SMA atau SMK, misalnya pakai zonasi, mau lebih jauh, kita bisa lepas. Enggak ada syaratnya kalau SD. KPAI sepakat dengan sistem zonasi. Kita harus bersabar saat ini, hasilnya belum kelihatan karena baru mulai. Tapi perlahan akan mulai kelihatan contohnya di Kota Bekasi, di sana sudah membuka tujuh sekolah baru,” ujar Retno.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top