Hiburan Anak

10 Tips Untuk Mengajarkan Anak Menata Kamar Bersama Bunda

Sumber : fourcheekymonkeys

Kebiasaan bermain, yang kadang merubah semua bentuk barang kadang membuat kita kesal. Tak bisa membaca isi hati kita, bunda mungkin berharap jika si kecil akan berinisiatif untuk mengembalikan posisi segala benda yang baru digunakannya pada tempat semula. Tapi sayangnya, tidak! huh

Berharap ia akan tumbuh jadi menusia yang disiplin, jelas tak salah. Tapi tahukah bunda, jika melibatkan ia dalam beberapa hal bisa jadi ajang pancingan untuk pemahamannya akan menata kamarnya. Gambarannya begini, jika memang bunda ingin ia membereskan mainana seusai bermain. Cobalah untuk menunjukkan langsung, bagaimana tindakan yang seharusnya dikerjakan.

Nah untuk itu, kali ini kami akan berbagai 10 Tips untuk mengajarkan mereka dalam hal menata kamar, yang bisa bunda contek dan peragakan bersama dengan si kecil.

1. Untuk Menumbuhkan Rasa Memiliki, Libatkan Ia dalam Desain yang Akan Kita Pilih Untuk Kamarnya

Sumber : fourcheekymonkeys.com

Sumber : fourcheekymonkeys.com

Apapun yang dirasanya adalah miliknya, pastilah akan dijaga. Begitu pula dengan kamar yang ia punya. Lagipula, jika bunda melibatkan ia dalam mendesain kamarnya sejak awal, ini akan menghindari keluran mereka dikemudian hari. Sehingga bundapun boleh jadikan ini sebagai gertakan kecil untuknya, “Memangnya kakak suka ya, kamar pilihannya berantakan begini?”

Cara untuk melibatkan mereka pun sederhana, cukup tayakan apa yang mungkin ia suka dan kombinasikan dengan hal yang mungkin akan sesuai dengan diri mereka. Entah itu cat dinding, hiasan, ranjang, seprai hingga selimut yang akan dipakainya.

2. Biarkan Mereka Menunjukkan Kepribadiannya Masing-masing

Sumber : fourcheekymonkeys.com

Sumber : fourcheekymonkeys.com

Setiap anak jelas berbeda, bunda mungkin tahu kalau si sulung suka warna-warna cerah tapi si bungsu belum tentu menyukainya. Nah, untuk itu, berikan ruang bagi anak untuk menghias kamarnya sendiri. Entah hiasan dinding, karpet bermain di lantai, bantal besar atau beberapa benda lain yang juga ia suka. Kebebasan yang kita berikan untuk memilih kamar, pasti jadi kesenangan tersendiri untuknya.

3. Dan Taruhlah Beberapa Aturan yang Memang Harus Dijalankan

Sumber : fourcheekymonkeys

Sumber : fourcheekymonkeys

Ini penting bun! Sebab biar bagaimanapun, kita tak mungkin ada setiap waktu bersama dengan ia bermain di kamarnya. Barangkali kala kita sedang sibuk di dapur, memasak, menyuci atau pekerjaan lain yang mengharuskan kita tak berdua dengannya di kamar. Jelaskan pada mereka, bahwa ada beberapa aturan yang perlu dipahami dan tak boleh dilanggar.

Walau ini akan dinilai sebagai sesuatu yang menyebalkan, bunda perlu sampaikan. Dengan demikian ia akan belajar dan menghargai benda-benda yang dimiliki. Mengajak mereka untuk mengikuti aturan adalah salah satu cara untuk membantunya menjadi manusia yang disiplin.

4. Ajak Mereka Untuk Berbagi, Sekiranya di Kamar Itu Akan Tidur dengan Adik atau Kakaknya

Sumber : fourcheekymonkeys

Sumber : fourcheekymonkeys

Memiliki sikap mau berbagi dengan orang lain jadi hal lain yang juga perlu. Untuk itu, sedari kecil ajarkan mereka untuk saling mengasihi satu dengan yang lainnya. Jelaskan pada si kakak, mana area yang menjadi miliknya dan apa saja yang juga harus dipakau bersama. Begitu pula dengan si kecil, yang mungkin akan sering bertindak sesuka hatinya. Usahakan mereka mengerti dan paham, bahwa hidup adalah tentang berbagi. Termaksud berbagi kamar dengan saudarnya.

5. Kemudian Berikan Ruang Pribadi Untuk Tiap-tiap Mereka

Sumber : fourcheekymonkeys

Sumber : fourcheekymonkeys

Ini bukan perkara besar atau kecilnya kamar mereka loh bun, tapi seorang anak akan merasa senang jika ada ruang yang memang kita khususkan untuk masing-masing pribadi mereka. Nah, cara untuk mensiasatinya pun cukup sederhana. Bunda hanya perlu menempatkan meja dan rak milik mereka secara terpisah. Sehingga dengan demikian mereka merasa punya kekuasaan atas sesuatu yang memang menjadi miliknya. Hal ini juga akan menumbuhkan tanggung jawab pada masing-masing mereka.

6. Minta Pendapat Mereka, Bagaimana Gambaran Tempat Mengasikkan yang Benar

Sumber : fourcheekymonkeys

Sumber : fourcheekymonkeys

Tak perlu untuk mengeluarkan pundi-pundi rupiah yang terlalu banyak, sebab hal yang terpenting adalah membuat mereka merasa nyaman. Karena mereka tentu membutuhkan waktu pribadi, entah itu sekedar satu kursi yang bisa dipakainya duduk bersantai. Nah untuk mendapatkan situasi ini, bunda bisa bertanya pada mereka bagaimana kira-kira situasi yang mereka inginkan.

7. Jauhkah Anak yang Masih Kecil dari Hal-hal yang Bisa Menimbulkan Kerusakan

Sumber : fourcheekymonkeys.com

Sumber : fourcheekymonkeys.com

Karena usianya yang masih sangat belia, kadang ia belum bisa membedakan mana sesuatu yang bisa mengundang bahaya atau tidak. Bunda harus memastikan bahwa tak ada benda-benda berbahaya yang bisa dijangkau oleh tangannya. Dan tak lupa pula, beritahu ia bahwa ada benda yang tak boleh dirusak, disentuh atau dimainkan. Jelaskan juga resiko apa yang akan didapat jika ia nekat melanggar.

8. Sediakan Sedikit Ruang Lantai Untuk Area Bermain

Sumber : fourcheekymonkeys

Sumber : fourcheekymonkeys

Tak mungkin kan, jika si kecil akan terus menerus bermain di atas ranjang atau kasur tidur. Maka, bunda bisa memberinya aba-aba. Bahwa lantai kosong yang sudah disediakan lengkap dengan karpet di bawah, adalah ruang bermain yang bisa ia pakai kapanpun ia suka. Dengan catatana, ia harus menjaga kebersihan dan letak benda-benda yang dimainkan akan tetap bisa sama seperti semula.

9. Tempatkan Beberapa Benda Penyimpanan yang Akan Menyimpan Koleksi Mainan Miliknya

Sumber : iconhomedesign.com

Sumber : iconhomedesign.com

Tak hanya membantu bunda dalam hal membereskan kamar saja, kotak-kotak penyimpanan juga berfungsi memudahkan ia menemukan mainan yang ia suka. Sehingga tak perlu membongkar semua benda, ia akan tahu dimana mainan yang ia cari. Hal penting lainnya, bunda perlu memberi tahu mana kotak untuk penyimpanan mainan bola-bola, mobil-mobilan, hingga mainan kecil lain yang juga harus dibedakan. Ini akan sangat akan membantu!

10. Dan Bunda Juga Harus Selalu Berusaha Untuk Kreatif Agar Si Kecil Merasa Senang

Sumber : fourcheekymonkeys

Sumber : fourcheekymonkeys

Yap, sebagai orangtua kita memang dituntut selalu bisa belejar akan banyak hal. Mencintai kembali dunia anak-anak, hingga pada perubahn lain yang harus kita sesuaikan dengannya. Tak bisa ditolak, tidak juga bisa dihindari. Sebagai orangtua kita memang harus Kreatif setiap harinya.

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Jadi Seorang Ibu Tak Ada Sekolahnya, Itu Dulu Bun, Karena Sekarang Sudah Ada!

omar-lopez-716653-unsplash

Menjadi seorang ibu memang bukan perkara mudah, bahkan banyak pula yang menyerah karena merasa tak sanggup untuk menjalaninya. Benar memang, setiap orang memang pula pandangan yang berbeda-beda. Tapi, jika beberapa perempuan akan bilang tak bisa menjadi seorang ibu karena tak paham bagaimana carannya. Kali ini pemerintah Kota Bogor menjawabnya.

Diharapkan akan jadi sarana yang bisa membantu para perempuan mempersiapkan dirinya. Kemarin, pemerintah Kota Bogor, baru saja meresmikan Sekolah Ibu yang juga merupakan wadah pertama di Indonesia, yang akan jadi tempat untuk para ibu bisa belajar. Didirikan sebagai wadah yang akan menyelamatkan keluarga dari berbagai macam masalah, sekolah ini diharapkan akan bisa membantu para perempuan meningkatkan kapasitasnya dalam hal mengurus rumah tangga dan mendidik anak-anaknya kelak.

tanja-heffner-252586-unsplash

“Jadi persiapan Sekolah Ibu ini membutuhkan waktu dua tahun. Harapan kami semoga bisa menjadi solusi bagi keluarga khususnya para ibu untuk menuntaskan permasalahan keluarga yang dihadapi ibu dan masalah di tengah masyarakat,” terang Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Bogor, Yane Ardian, pada hari Selasa, 17 Juli 2018 kemarin.

Rencananya, Sekolah Ibu ini akan mulai berjalan pada Kamis, 19 Juli 2018 besok, secara serentak di seluruh kelurahan di Kota Bogor. Adapun tempat atau ruang pembelajaran yang akan digunakan, adalah aula yang berada di setiap  kantor kelurahan.

Tak hanya meresmikan pembukaan Sekolah Ibu-nya saja, Pemkot Bogor juga melakukan pelantikan untuk beberapa tenaga pengajar yang akan jadi pendidik di Sekolah tersebut. Disamping itu, para pengajarnya pun juga telah diberikan materi yang dirangkum dalam 19 modul. Dimana sebelumnya, mereka juga telah mengikuti pelatihan yang dilakukan selama lima hari di Sekretariat TP-PKK Kota Bogor saat bulan ramadan lalu.

pedro-nogueira-637466-unsplash

Masih dari Yane, ia mengatakan bahwa “Untuk jumlah pengajarnya sendiri ada 68 orang, dengan latar belakang profesi mengajar tentang ilmu ketahanan keluarga. Seperti manajemen keluarga, manajemen keuangan keluarga, mengelola potensi diri, dan memahami kepribadian anggota keluarga,”

Hal lain yang juga dipaparkan pada acara peresmian Sekolah Ibu ini adalah, modul yang diberikan para pengajar ini disusun langsung oleh pengurus TP-PKK. Nah, jika kamu adalah seorang perempuan yang masih belum merasa mampu jadi ibu, ingin belajar jadi ibu atau yang sedang ingin menikah dan akan jadi ibu. Kamu boleh mendaftar di kelurahan masing-masing, yang berarti kamu adalah warga kota Bogor ya. Untuk bahan pembelajaran dan modul nanti akan disesuaikan, dengan kapisitas pertemuan wajib sebanyak 18 kali.

Direktorat Keluarga, Perempuan, Anak, Pemuda, dan Olahraga Badan Perencana Pembangunan Nasional (BAPPENAS) Ani Puji Astuti juga menyambut baik adanya Sekolah Ibu ini. Ia menyebut ibu adalah sosok yang melahirkan generasi penerus.

Nah, para bunda bagaimana?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Berkaca dari Kasus Anak Denada, Bunda Perlu Tahu Apa Saja Tanda-tanda Gejala Leukimia

Cover Denada

Baru-baru ini, ada berita yang cukup menarik perhatian atas anak dari penyanyi Denada. Karena beberapa hari lalu, sang anak divonis mengidap Leukimia atau kanker darah. Sebagai seorang ibu yang memang memiliki ikatan batin yang kuat dengan sang anak, sebelum sang putri Shakira, divonis Leukimia, konon Denada sudah merasa ada yang tak biasa pada anaknya.

“Itu kelihatan mulai dari dia pulang dari liburan. Walau dia tetap ceria, adalah beberapa tanda-tanda dan gejala yang aku lihat secara fisik. Dia lebam-lebam, dua hari setelah kita ketemu, dia demam tinggi.” papar Denada pada salah satu kesempatan wawancara dengan awak media. 

Meski berusaha untuk tetap tak menaruh curiga, kekhawatirannya pun terjawab kala mendengar Vonis yang dijatuhi Dokter beberapa hari lalu atas putrinya tersebut.

chinh-le-duc-132753-unsplash (1)

Hal ini juga jadi pengingat untuk semua orangtua, termaksud bunda-bunda di rumah. Karena berdasarkan data kesehatan, kasus kanker pada anak terus meningkat setiap tahunnya. Termaksud kanker darah atau Leukimia yang diidap putri dari Denada tersebut.

Mengutip dari data di Depertemen Kementrian Kesehatan berupa Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 (Riskesdas), data yang didapat menunjukkan jumlah kasus (prevelensi) kanker anak umur 0-14 tahun sebesar sekitar 16.291 kasus. Sementara jenis kanker yang paling banyak diderita anak di Indonesia yaitu Leukemia.

Gejala penyakit yang satu ini memang sulit dideteksi, apalagi jika sudah menyerang anak yang masih kecil. Sebab, bayi atau si kecil masih belum bisa menceritakan bagaimana gejala yang sedang dialaminya. Disinilah kita sebagai orangtua memiliki peranan yang mungkin bisa menentukan, langkah mana yang harus diambil jika hal tersebut mungkin terjadi.

larm-rmah-216854-unsplash

Jenis penyakit Leukemia sendiri, bisa terjadi karena multifaktor, mulai dari faktor genetik, zat kimia, virus, dan radiasi. Dikutip dari depkes.go.id, kanker dapat menyerang anak mulai dari usia bayi hingga usia 18 tahun. Dan beradasarkan informasi di Bidanku, ada beberapa gejala yang perlu diwaspadai sebagai tanda dari Leukimia.

Demam Malam Hari,

Si kecil sering mengalami demam bahkan hingga mengeluarkan keringat pada malam hari. Sang anak juga sering mengalami demam karena darah putih yang menurun sehingga penderita mudah infeksi.

Wajah yang Terlihat Pucat

Dirinya seringkali mengalami pucat dan kelelahan. Hal ini terjadi dikarenakan, menurunnya sel darah merah dalam tubuhnya. 

Sang Rentan dan Mudah Jatuh Sakit

Kekebalan tubuhnya sering menurun, hingga lelah sedikit saja kadang ia jatuh sakit. Hal ini bisa juga disebabkan oleh sel darah putih yang menurun, sehingga ia mudah pula terkena infeksi. 

Sering Mengeluhkan Nyeri pada Beberapa Bagian Tubuhnya

Anak lebih sering mengalami nyeri-nyeri pada bagian tulang yang disebabkan karena sel darah yang terkena Leukemia masuk ke dalam selaput antara tulang dan juga otot.

Berat Badannya Berangsur Menurun Drastis

Si kecil mengalami penurunan berat badan disertai dengann gangguan kesehatan yang lebih rentan terkena infeksi

Serta yang Terakhir, Terjadi Pembengkakan

Dirinya mengalami pembengkakan pada bagian leher dan juga ketiak. Jika pada kelenjar getah bening terjadi pembengkakan harus segera diperiksakan ke dokter. Si kecil juga mengalami perut yang membesar dikarenakan limfa yang ada di bagian perut mengalami beberapa masalah.

fahri-ramdani-588932-unsplash

Gejala yang khas pada anak yang mengalami leukemia adalah seringkali terjadi mimisan yang disertai dengan bintik-bintik merah ataupun lebam yang terjadi pada beberapa bagian tubuh.

Hal ini dikarenakan terjadi pembengkakan limfa pada anak. Nah, jika beberapa tanda tersebut terlihat pada si kecil. Jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter ya bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Orangtua Muda Perlu Tahu Caranya Membesarkan Anak Demi Tumbuh Jadi Balita yang Selalu Bahagia

pexels-photo-713959 (1)

Menjadi orangtua itu tak ada pendidikan, pelatihan, atau sekolahnya. Semua tugas selama jadi ibu dan ayah semula dilakoni dengan bermodalkan intuisi, keyakinan, dan rasa percaya kalau kita bisa jadi orangtua yang baik untuk anak-anak kita. Tapi pernahkah kita memikirkan, sudah bahagiakah anak kita selama ini? Sebab di usianya, terutama untuk anak Bunda yang masih berusia balita, kebahagiaan ditentukan juga karena pola asuh orangtuanya lho. Selagi ia masih kecil dan masih membutuhkan dua tangan orangtuanya untuk selalu menjaganya, maka kebahagiaan anak adalah tanggung jawab besar setiap orangtua.

Berusaha Tidak Jaim Saat Menghabiskan Waktu Bersama Anak

Ada tipikal anak yang suka aktivitas di luar ruangan dan aktif sekali. Ia suka main sepeda, berlari kesana kemari, bahkan sering mengajak ayah ibunya untuk mau melibatkan diri dengannya alias jadi teman mainnya. Tapi sayangnya, ada tipikal orangtua yang masih merasa jaim sehingga memilih untuk membiarkan si anak main sendiri kendati buah hatinya sudah meminta agar ditemani main. Hmmm, besok-besok coba yuk Bun untuk menepis dahulu rasa malu atau jaim dan utamakan keceriaan si kecil karena puas dan senang bisa bermain dengan orangtuanya.

Menyuapi Anak Tidak Membuat Anak Lantas Jadi Manja, Justru Itu Semakin Membuatmu Akrab dengan Buah Hati

Tak usah ambil pusing perkara omongan orang yang suka bilang kalau terbiasa menyuapi anak justru bisa membuat si anak menjadi manja. Di lain sisi, menyuapi anak sebenarnya memperkuat ikatan orangtua dan kita jadi lebih sering bercengkrama dengan si kecil lho Bun. Si kecl akan merasa diperhatikan dan menemukan kawan yang tepat yang bisa selalu ada untuknya, yaitu Bunda sebagai orangtuanya. Karenanya, jangan pikirkan pendapat orang ya Bun. Kalau mau suapi si kecil, suapi saja sembari mengajaknya bercengkrama.

Mengajarkan Si Kecil Untuk Menganalisis Sesuatu Lebih Baik Dimulai Sejak Ia Masih Kecil, Bun!

Kelak saat ia dewasa, modal yang diperlukan untuk jadi sosok yang bahagia adalah bisa melihat segala sisi dengan tetap positif. Hal ini tak akan diperoleh si kecil kalau sejak dini Bunda tak mengajarkan ia untuk menganalisis sesuatu. Membuat si kecil untuk lebih peka terhadap sekitarnya ya saat usianya masih balita. Ajarkan hal-hal yang sekiranya bisa mengasah intuisinya agar lebih detail dan berempati dalam melihat sekitarnya ya Bun.

Orangtua Pun Punya Peran Mengenalkan Cara Komunikasi yang Baik pada Si Kecil

Bun, soal etika dan perilaku si kecil, ini juga jadi tanggung jawab Bunda. Mendidik si kecil agar tumbuh jadi anak yang sopan akan membuatnya disukai lingkungannya dan akhirnya membuatnya ceria dan tidak jadi anak yang minder. Mendidiknya untuk bisa berkomunikasi dengan baik, tak hanya dengan anak sebaya tapi juga dengan orang dewasa, akan membuat si kecil belajar menghargai dan menumbuhkan semangat positif dalam dirinya.

Orangtua yang Mau Anaknya Bahagia, Tak Akan Pernah Membentak Anak Mereka

Ini juga penting. Ketika anak melakukan kesalahan atau ia sedang sedih namun tak mau menceritakan sesuatu pada orangtuanya, Bunda jangan sampai membentaknya ya. Hal semacam itu hanya membuat psikologisnya jadi terganggu dan menurunkan rasa percaya buah hati ke orangtuanya. Jadilah orangtua yang hangat yang bisa mau melembutkan hati untuk terus memahami si kecil ya Bun!

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top