Buzz

10 Hal yang Akan Dirasakan Ibu Menyusui. Dan Nomor 8, Ibu Pasti Merasakan Kehilangan

Makanan untuk Ibu Menyusui

Asi adalah Hak Bayi. Selain karena memang itu penting untuk bayi, dalam undang-undang juga diatur. Sudah banyak ibu, organisasi dan komunitas-komunitas yang mengkampanyekan betapa pentingnya ASI.

Bahkan Para Ayah juga sudah banyak ikut terlibat dan peduli dalam proses ASI ini. Salah satu komunitasnya adalah Komunitas ayah ASI. Ia memberikan dorongan semangat dan motivasi,  ia memberikan bantuan para Ibu untuk tetap memberikan Asi ekskklif pada Buah hatinya.

 

Akan tetapi, ada hal-hal yang tidak bisa dirasakan oleh Ayah. Hal-hal ini hanya akan dirasakan Ibu Menyusui:

1. Walau Lelah Selepas Melahirkan,  Proses IMD (Inisiasi Menyusui Dini) itu luar biasa, apalagi untuk Ibu anak pertama

Ini adalah proses menyusui pertama, rasanya tentu campur aduk. Ada cemas, ada  bahagia bisa merasakan ini. Bisa mengelus bayi, merasakan tarikan nafas dan melihat ubun-ubunnya yang naik turun.

2. Rasa lapar dan Haus Berlebihan itu wajar karena butuh untuk kecukupan ASI

Hal ini wajar terjadi, karena seorang ibu menyusui butuh ekstratenaga dan banyak cairan untuk kecukupan air susu ibu. Mungkin ada Ibu akan kuatir menjadi kegendutan, tapi sebenarnya badan ibu akan menjadi lebih susut.

3. Stress adalah minggu pertama sampai setidaknya sebulan menyusui

iya, aplagi jika putinya lecet.  Setiap waktunya menyusui tegang minta ampun, stress minta ampun nahan sakitnya.

Ibu umumnya menderita sekali  diawal awal menyusui. Disini peran ayah  penting untuk memberikan dorongan movitasi, semangat dan mungkin pijat ibu.

4. Tidak Bisa Tidur Nyaman, Ini yang hal yang sering terjadi

Apalagi di 3 bulan pertama. Bayi akan terus menerus minta disusui karena mudah lapar bisa jadi hanya dalam beberapa menit. Sifat ASI yang lebih cair dan lambung bayi yang masih kecil membuatnya mudah merasa lapar.  Terkadang ibu akan menjadi kurang tidur.

5. Mungkin Juga pernah merasakan Lecet dan perih

Rasa sakit pada payudara akibat puting yang lecet sering  dialami. Bahkan saat bayi berusia 6 bulan.

6. Terkadang salah posisi atau posisi menyusui tidak tepat

Bayi menyusui memakan waktu 20-30 menit, bisa lebih jika ia ngempeng.
Namanya juga baru belajar menyusui, terkadang salah posisi atau posisi menyusui tidak tepat. Kalau dari awal menyusui posisinya sudah salah, akibatnya pegel pegel.

7. Sakit punggung adalah hal yang paling perangi dalam proses menyusui

Seorang ibu menyusui akan menghadapi berbagai macam perubahan dalam tubuhnya. Sakit punggung adalah hal yang paling perangi dalam proses menyusui. Ada rasa capek dan pegal yang tak kunjung sembuh, rasa ngilu di sekujur tubuh dan gigi sensitif menjadi teman saat menyusui. Agar sukses menyusui dan tidak menyerah, maka ibu perlu berdamai dengan keadaan, selalu berpikiran positif dan menjaga nutrisi.

8. Ibu tentu saja akan kehilangan “Me Time”

Ketika memiliki seorang bayi maka hilanglah semua masa-masa me time hingga anak berusia lebih dari 2 tahun.  Tak jarang, bagi ibu yang sudah terlalu capek apalagi ia pun masih bekerja menjadi lebih “kusut” dan “memiliki kantong mata” besar.  Selain mengurus anaknya ia pun harus mengatur rumah tangga juga melayani suaminya.

9.  Menjadi Mudah Pelupa, Harapa Maklum

Harap memaklumi jika Ibu menyusui menjadi lebih pelupa. Hal ini karena ibu kekurangan cairan tubuh yang membuatnya kurang konsentrasi. Cairan tubuh ibu otomatis terbagi untuk suplai ASI. Hal ini akan semakin parah terjadi bila ibu kurang minum.

10. Digigit, hal yang membuat beberapa Ibu tak mau menyusui

Salah satu hal yang membuat beberapa Ibu tak mau menyusui, yaitu takut sakit digigit. Ketika digigit rasa sakitnya bisa sampai ke ubun-ubun. Tetapi janganlah gentar karena hal tersebut tidak berlangsung terus-menerus.
Pastinya memang hal ini terjadi saat bayi tumbuh gigi, namun sebenarnya bisa diatasi sejak dini, yaitu dengan cara menyusui yang benar.

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Ingin Bayimu Cerdas? Lakukan Hal Ini Ya Mam… ! - Moodster

  2. Tati Yulianti

    October 11, 2017 at 8:05 pm

    Anakku baru berumur 14 bulan..giginya lagi tumbuh..ASI gamau..malah digigit terus2an..sudah 2 hari nih..memang bisa selama itu ya kalo lagi tumbuh gigi terus gamau minum ASInya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bun, Begini Tips Apik Naik Motor Matic

aman-naik-motor

Merasa tak asing dengan jenis motor yang satu ini, bunda mungkin pasti akan mengangguk cepat bahwa kendaraan ini memang yang paling tepat untuk kita kaum hawa. Bahkan, jika boleh berkata jujur hampir semua kegiatan yang kita lakukan selalu dilakoni dengan motor matic kesayangan. Tapi jangan asal berkendara saja bun, kita juga perlu untuk memerhatikan kelengkapan kendaraan.

Tak perduli akan bepergian dekat atau tidak, ke jalan raya atau ke dalam komplek saja. Sebab yang namanya bahaya bisa datang kapan saja. Maka kita perlu lakukan aturan yang sudah seharusnya dijalankan. Nah, untuk itu kami akan memberikan beberapa tips yang bisa bunda jadikan acuan dalam menyiapkan segala kelengkapan naik motor matic.

Tak Boleh Ditawar-tawar, Bunda Wajib Pakai Helm dengan Standar Nasional Indonesia atau SNI

1a97d149baaaa655

Dengan berbagai macam alasan, kadang bunda mungkin malas untuk sekedar memakai helm. Padahal ini demi kesalamatan loh bun! Baik bunda atau siapa saja yang diajak naik motor berdua, entah itu teman atau bahkan si kecil yang ingin diantarkan ke sekolah. Pastikan jika semuanya sudah pakai helm sebagai pelindung kepala, begitu pula dengan boncengannya.

Lagipula, sesuai dengan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 57 ayat (1), setiap pengendara bermotor—termasuk pengguna motor matic tentunya—diwajibkan memakai helm standar nasional Indonesia (SNI). kalau bunda berani melanggar? Siap-siap kena tilang hingga denda mencapai Rp 250 juta loh!

Untuk Alasan Kesehatan, Bunda Juga Harus Pakai Jaket dengan Bahan yang Berkualitas

c083cf5e7ca1a963

Gambarannya begini bun, kalau siang mungkin akan panas dan jakeet jelas sangat berguna untuk melindungi tubuh bunda dari teriknya paparan matahari. Lain lagi kalau malam yang lebih sering dingin, dan tak baik buat kesehatan. Akan tetapi pakai jaket selama berkendara akan melindungi bunda dari cuaca yang bisa menganggu kesehatan.

Dengan begitu, kita akan tetap merasa nyaman dan bisa melanjutkan perjalanan dan kegiatan lain dengan baik setiap hari.

Bahkan Area Tangan Pun, Wajib Dilindungi Loh Bun!

175b6cc98c3e50f1

Ayo kita buka-bukaan bun, pasti masih banyak yang suka mengabaikan fungsi sarung tangan kan? Padahal punggung tangan bunda sudah sepatutnya terlindungi supaya tidak belang saat sedang berkendara melawan cuaca terik. Lagipula dilain sisi, saat terik, kulit tangan akan cepat berkeringat dan permukaan tangan jadi lebih licin.

Dan bukan tak mungkin juga jika ini akan menganggu perjalanan kita, sebab susah menarik gas atau rem karena tangan yang sudah berkeringat dan basah. Maka jika bunda pakai sarung tangan, setidaknya ini akan menghindari tangan keringatan. Dengan catatan bunda harus bijak dalam memilih bahan sarung tangan yang akan dipakai, jangan yang berbahan licin ya bun.

Selanjutnya Pakailah Celana Panjang demi Melindungi Area Kaki Selama Perjalanan 

4f32d5cc6d62ac98

Masih memiliki fungsi yang serupa dengan jaket, memakai celana panjang juga berguna untuk alasan kenyamanan. Bunda pasti tak mau kan, jika kaki bawah hingga paha akan belang hanya karena pakai celana pendek saat naik motor siang-siang. Nah, kalau begitu agar kulit kaki tetap terjada dari papasan sinar ultra, kenakanlah celana panjang yang memang berbahan bagus, menyerap keringat datidak terlalu ketat. Kalau bisa panjang sampai mata kaki ya bun.

Dan Untuk Tetap Aman, Pakailah Sepatu yang Nyaman Bukan Sandal Kesukaan

a7f81df72487c105

Demi alasan keamanan, memakai sepatu juga jadi hal wajib yang harus bunda lakukan. Coba bayangkan, jika bunda akan bepergian dalam kondisi hujan dan memakai sandal. Jelas ini akan jadi sesuatu yang mengundang bahaya dalam perjalanan. Sebaliknya, penggunaan sepatu tak akan membuat pijakan jadi terasa licin. Sehingga sangat memudahkan kita sebagai pengendara, setiap kali ingin berhenti. Dengan cepat kaki bisa menopang motor di atas aspal.

Jika memang bunda tak punya sepatu yang memang diperuntukkan khusus untuk naik motor, setidaknya pakailah sepatu yang menutup hingga mata kaki.

 

 

 

 

 

 

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Ingin Bayimu Cerdas? Lakukan Hal Ini Ya Mam… ! - Moodster

  2. Tati Yulianti

    October 11, 2017 at 8:05 pm

    Anakku baru berumur 14 bulan..giginya lagi tumbuh..ASI gamau..malah digigit terus2an..sudah 2 hari nih..memang bisa selama itu ya kalo lagi tumbuh gigi terus gamau minum ASInya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Ketika Membuat Jadwal untuk Anak, Jangan Pisahkan Waktu Bermain dan Belajar Ya Bunda

4-Ketika-Waktu-Bermain_-Ayah-dan-Bunda








Bunda pasti ingin si buah hati tumbuh jadi anak yang disiplin. Wajar jika kemudian berusaha menanamkan sikap disiplin tersebut sedari dini. Salah satu cara yang biasa ditempuh adalah dengan membuatkan jadwal untuknya. Kapan waktunya makan, kapan waktunya tidur, kapan bermain, kapan waktunya belajar dan sejumlah jadwal lainnya.

Tentunya membuat jadwal semacam ini tak salah. Tapi tahukah Bunda, khusus untuk si buah hati yang masih usia dini seharusnya jadwal bermain dan belajarnya tidak dipisah.

Meski Belajar itu Penting, Rasa Bahagia Anak Jauh Lebih Penting

1-Meski-Belajar-Itu-Penting-namun-Rasa-Bahagia

Kenapa demikian? Menurut Dr. Sofia Hartati., M.Si Ketua Asosiasi Pendidikan Guru PAUD, sangatlah penting untuk menstimulasi rasa ingin tahu anak, memperkenalkan anak pada banyak hal, dan juga memberikan asupan nutrisi yang baik dan lengkap.

Namun, Dr. Sofia Hartati menambahkan, perlu diingat walaupun belajar itu penting, tapi pengalaman yang menyenangkan menjadi prioritas terpenting bagi anak di usia dini. Untuk itu, sebisa mungkin belajar anak dilakukan sambil bermain.

Salah satu cerita menarik tentang belajar sambil bermain ini dialami sendiri oleh Albert Einstein. Salah satu peristiwa yang menginspirasinya terjadi ketika dia berusia 4 tahun dan ayahnya memberinya alat kompas untuk dimainkan. Einstein selama berjam-jam bermain dengan memutar-mutar kompas tersebut sambil penasaran kenapa jarumnya selalu menunjuk ke arah utara. Rasa penasaran dan kagumnya inilah yang dibawa Einstein hingga dewasa dan membuatnya menjadi tertarik pada ilmu pengetahuan.

Jika Bunda Menjadikan Satu Waktu Bermain dan Belajar, Minat Belajar Anak Bisa Meningkat

3-Jika-Bunda-Memisahkan-Waktu-Bermain-dan-Belajar

Berbeda dengan kita yang dewasa, si kecil justru akan lebih bisa konsentrasi jika waktu belajar dan bermainnya dijadikan satu. Beberapa penelitian menyebutkan soal ini. Salah satu yang sering menyuarakannya adalah Nancy Carlsson Paige, profesor bidang pendidikan dari Lesley University di Cambridge.

Menurutnya emosi anak akan lebih cepat berkembang jika ia tidak dikhususkan waktunya untuk belajar dan dibiarkan lebih banyak bermain. Dengan menjadikan satu waktu belajar dan bermain anak tidak akan mudah stres dan minat belajar dan konsentrasinya akan terus meningkat ketika ia dewasa kelak.

Pilih Permainan yang Mendukung Metode Belajar Sambil Bermain ini ya Bunda

5-Pilih-Permainan-yang-Mendukung-Metode-Belajar-

Nah, untuk mewujudkan pola bermain sambil belajar tentunya dibutuhkan perangkat dan mainan yang bisa mendukung hal tersebut. Permainan itu harus memberikan pengalaman yang menyenangkan sambil membantu si kecil belajar.

Contohnya Bunda bisa mencoba program edukasi Kodomo Challenge dari Benesse. Kodomo Challenge ini dilengkapi dengan kurikulum dan materi ajar berdasarkan penelitian dan diawasi para ahli yang telah disesuaikan dengan usia dan perkembangan anak, baik fisik maupun pikirannya. Sehingga anak bisa menikmati dan mengerti lebih baik permainan dan materi ajar yang dimainkannya.

Apalagi Kodomo Challenge Indonesia ini menggunakan metode pendekatan “multi-platform”. Hal ini membuat pemahaman anak lebih mendalam dimulai dari media favoritnya, baik itu DVD, buku, maupun mainan. Serunya lagi, permainan yang ada pada Kodomo Challenge akan melibatkan peran Bunda sebagai teman bermain bersama si kecil.

Keterlibatan Bunda dalam permainan si kecil ini penting. Menurut hasil penelitian Kathy Hirsh-Pasek and Roberta Michnick Golinkoff, peneliti pendidikan anak usia dini sekaligus pengarang buku best seller Becoming Brilliant: What Science Tells us About Raising Successful Children, keinginan anak untuk bermain meningkat jika ada orang dewasa yang ikut bermain bersamanya. Nah, sejalan dengan hal tersebut permainan yang ada di Program Edukasi Kodomo Challenge ini akan secara aktif melibatkan Ayah atau Bunda untuk ikut bermain bersama buah hati

Penasaran? Sebagai langkah awal, Bunda cukup mendaftar di sini, untuk mendapatkan Free Trial Kit Kodomo Challenge untuk dikirimkan ke rumah.

Dikirim ke rumah? Iya Bunda, inilah bagian paling menyenangkan dari Kodomo Challenge. Setelah mendaftar Free Trial Kit, nantinya kita akan dikirimkan ke rumah buku bergambar, DVD serta buku panduan orang tua.

Bunda akan mendapatkan Free Trial Kit Kodomo Challenge sesuai dengan usia si kecil. Ada Kodomo Challenge Toddler yang diperuntukan bagi anak usia 1-2 tahun dan ada Kodomo Challenge Playgroup untuk anak usia 2-3 tahun. Jadi bisa dipastikan si kecil akan nyaman bermain dan belajar dari Free Trial Kit Kodomo Challenge tersebut karena sesuai dengan perkembangan usianya.

Caranya? Cukup lengkapi form yang ada di sini maka paket Free Trial Kit akan segera dikirim ke alamat rumah Bunda. Kalau Bunda memutuskan mendaftar sekarang, selain mendapatkan Free Trial Kit, Bunda juga bisa mendapatkan konten parenting dan edukasi untuk anak di shimajiro.id sekaligus berkesempatan memenangkan hadiah kejutan berupa bantal, baby bib atau trolley Shimajiro untuk Bunda yang beruntung.

Yuk, Bunda daftar sekarang, jadi Bunda bisa menikmati quality time, bermain sambil belajar bersama si kecil dengan program edukasi Kodomo Challenge!

 

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Ingin Bayimu Cerdas? Lakukan Hal Ini Ya Mam… ! - Moodster

  2. Tati Yulianti

    October 11, 2017 at 8:05 pm

    Anakku baru berumur 14 bulan..giginya lagi tumbuh..ASI gamau..malah digigit terus2an..sudah 2 hari nih..memang bisa selama itu ya kalo lagi tumbuh gigi terus gamau minum ASInya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top