Parenting

10 Hal Yang Membahayakan Anak Ini Sering Dilakukan Oleh Orangtua Tanpa Disadari!

child sit

Setiap orangtua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anak. Terlebih  si kecil memang sedang dalam masa pertumbuhan. Namun membesarkan anak juga bukan perkara mudah. Banyak sekali tantangan yang harus dihadapi orangtua.

Bahkan orangtua kadang melakukan hal yang terbilang lumrah, namun sebenarnya berbahaya bagi anak. Hal itu dapat membahayakan buah hati hingga dia dewasa nanti. Sayangnya, hal-hal tersebut jarang disadari orangtua. Lalu apa saja hal-hal yang sering tidak disadari orangtua, padahal berbahaya bagi anak?

Bergosip Di Depan Anak

Meskipun kelihatannya sepele tetapi aktifitas yang satu ini dapat meninggalkan kesan jelek bagi si kecil. Terlebih lagi anak-anak merupakan makhluk fisual yang paling mudah untuk mencontoh apa yang telah dilihat dan didengar. Bukan tak mungkin buah hati akan menirukan dan mengingatnya. Sebab ingatan anak yang masih kecil sangat kuat dan mudah mencerna. Jadi, sebaiknya bagi anda yang memiliki anak kecil usahakan untuk tidak menggosip di hadapan anak.

Memperlihatkan Fokus Yang Berlebih Pada Tampilan Fisik

Memang memerhatikan fisik merupakan hal yang sangat penting, tetapi ada yang lebih utama lagi ketimbang hal tersebut, yakni memerhatikan kecerdasan emosi dan kepintaran anak. Jadi akan percuma jika penampilan fisik sudah baik tetapi ketika diajak ngobrol tidak nyambung dan kurang pintar mengatur emosinya. Sebagai orangtua, kita harus  paham bahwa fisik dan kepintaran serta kecerdasan anak memiliki kepentingan yang sama untuk dikembangkan.

Terlalu Banyak Mengkritik Diri Sendiri

Sebaiknya sebagai orangtua jangan terlalu banyak mengkritik diri sendiri. Misalnya, “Duh Bunda terlalu gemuk ya kak? Bunda sudah cantik belum?” Kalimat-kalimat semacam ini sama saja mengajarkan anak tidak percaya diri dengan dirinya sendiri. Maka dari itulah, sebagai orantua jangan melakukan hal tersebut agar anak juga bisa mencontoh orang tuanya yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi.

Berusaha Keras Untuk Menjadi Sahabat Anak

Orangtua yang bersahabat dengan anak memang terlihat baik, tetapi sebenarnya anak-anak sudah memiliki sahabat yang banyak. Akan lebih baik bila anak bisa memahami jika orangtuanya memiliki peran dan fungsinya sendiri. Jadi, sebaiknya hindari untuk senantiasa menjadi sahabat untuk anak, tetapi cobalah untuk memaksimalkan peranan anda sebagai orang tua.

Efek Media Sosial Yang Mudah Diakses Siapa Saja, Termasuk Oleh Anak

Sebagai orangtua mungkin anda akan membekali anak dengan gadget. Namun sebelum anda memberikan gadget padanya, jelaskan dulu tentang bagaimana mereka sebaiknya dalam menyikapi pemberitaan diberbagai media sosial. Paling mudah untuk mencontohkannya adalah apabila anda berteman dengan anak di sosial media maka cobalah untuk share berita-berita yang seimbang dengan kapasitas anak anda, tidak mengandung unsur kekerasan baik fisik maupun psikis.

Kelewat Mengontrol Atau Mengawasi Anak

Menurut sebagian orang tua mendidik anak itu bisa diibaratkan seperti menggenggam beras. Jika terlalu ditekan maka ia akan meluber kemana-mana, tetapi, jika genggamannya pas dengan beras tadi, maka bisa tetap aman berada dalam tangan kita. Memang aturan harus ada, namun permasalahannya sekarang bagaimana pihak orang tua memberlakukan peraturan yang manusiawi untuk anak tersebut. Selain itu, penting juga untuk memberikan kepercayaan pada anak karena dengan hal tersebut justru akan membuat mereka jadi bertanggungjawab dengan pilihannya.

Tidak Memberikan Cukup Waktu Berkualitas Bersama Anak

Menurut pakar psikologis, saat bersama anak jangan hanya hadir secara fisik saja, tetapi harus terlibat secara emosi dengan anak. Artinya, jika sedang bersama anak konsentrasi orangtua pun sebaiknya tercurah untuk momen yang sedang terjadi. Jangan malah sibuk sama gadget atau pun hal lainnya Bun!

Berlebihan Dalam Memberikan Pertolongan

Sebagai orang tua sebaiknya jangan terlalu berlebihan dalam memberikan pertolongan. Sebab jika ha itu terjadi akan menjadikan anak selamanya bergantung pada orangtua dan tidak mandiri. Jadi, menolong seperlunya saja. Bukan karena tidak sayang, tetapi justru untuk melatih keberanian anak.

Membiarkan Anak Bebas Menggunakan Handphone

Jika anda termasuk orangtua yang sudah membekali anak dengan handphone, sebaiknya jangan dibiarkan terlalu lama menggunakan handphone. Usahakan untuk menggunakan handphone seperlunya saja, saat berkomunikasi dengan anda dari jarak jauh, atau saat butuh anda untuk melakukan komunikasi. Saat sedang bersama keluarga handphone harus disimpan, begitu juga saat melakukan aktivitas sehari-hari.

Terlalu Fokus Dengan Gender

Biasanya orangtua akan selalu melarang seorang laki-laki mengerjakan tugas perempuan, dan sebaliknya. Hal itu karena mereka berpatokan pada gender yang sudah ada sejak dulu. Meski pun sekarang ini gender sudah berbicara lain bahwa laki-laki dan perempuan memiliki derajat yang setara. Sebaiknya jangan terlalu menonjolkan hal tersebut, sebab tidak bagus untuk tumbuh kembang anak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Baterai Gawai Harus Dihemat Karena Takut Ada Hal Darurat

samson-vowles-191386-unsplash

Gawai alias gadget pasti menemani Bunda kemana-mana saat ini. Mulai dari alat untuk selfie ketika ketemu kawan hingga update urusan sosial media. Terkadang malah kita terlupa fungsi utama dari gawai kita, yaitu untuk komunikasi. Seringkali gawai digunakan terus menerus untuk urusan remeh temeh. Tanpa pernah berpikir jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam keadaan mendesak.

Mulai dari hal sederhana misalnya ketika dalam janji bertemu teman sudah di lokasi malah terkendala memberi kabar. Atau ketika di tengah jalan ingin memesan ojek online, jadi terhambat karena baterai habis. Lalu adakah tipsnya untuk memaksimalkan urusan baterai ini?

Jangan Mengaktifkan WiFi dan Bluetooth, Apabila Tak Memakai Karena Berimbas Kepada Baterai

bernard-hermant-667645-unsplash

Mengaktifkan fitur-fitur tersebut saat tidak menggunakannya akan membuat baterai cepat habis karena wifi dan bluetooth dalam kondisi ON membuat sinyal terus bekerja dan mencari. Sehingga ini berimbas terhadap baterai Bunda yang tergerus secara cepat. Maka dari itu apabila tidak digunakan jangan diaktifkan.

Kunci Gawai Bunda Saat Tidak Digunakan, Jangan Dibiarkan

fabian-albert-450447-unsplash

Langkah lainnya yang dapat Bunda lakukan jangan lupa untuk menguci gawai anda. Karena mengunci gawai menjadikan smartphone ke dalam mode rehat dan istirahat, maka dari itu layar pun dalam kondisi mati tidak stand by saat Bunda mengunci gawai. Hal ini dilakukan agar gawai Bunda dapat bertahan lebih lama.

Jangan Membiasakan Menggunakan Gawai Saat Sedang Dicharge

chelsia-qiao-483318-unsplash

Apabila Bunda menggunakan gawai saat sedang dicharge itu akan memicu kerusakan pada baterai. Memang sekilas terlihat kalau gawai nampaknya normal-normal saja dan tak menghasilkan efek apa saja. Tetapi apabila Bunda kerap mekainnya dalam waktu yang lama dan sering, kondisi baterai akan cepat bocor sehingga gawai gampang sekali untuk lowbatt meskipun pemakaian belum menghabiskan waktu sampai seharian.

Lowbat Itu Tanda, Jangan Diabaikan Begitu Saja

fancycrave-698664-unsplash

Gawai memiliki kekuatan masing-masing tergantung seberapa besar daya yang dimiliki. Apabila daya dimiliki sangat banyak mungkin ia dapat bertahan hingga satu hari penuh. Seperti halnya gawai yang memiliki kapasitas baterai 5.000 mAh. Namun, tak berarti saat sedang lowbat Bunda dapat memakai sesuka hati, karena membiarkan gawai dalam kondisi mati baru charger dapat membuat baterai smartphone cepat rusak.

Miliki Tunggangan yang Bisa Charger, Karena Gawai Menyala itu Penting Jadi Jangan Diambil Pusing

Membawa Powerbank kemana-mana mungkin terlalu ribet, belum lagi kalau powerbank mati karena dayanya habis. Mungkin membeli Suzuki Nex II tak ada salahnya, selain dapat membantu Bunda lebih cepat untuk urusan mobilitas di dalam kota. Kuda besi satu ini menawarkan satu fitur yang berguna di era sekarang yakni USB Charger, yang dapat menyelamatkan Bunda saat kehabisan daya gawai di tengah perjalanan.

nex-brilliant-white2

Ditambah lagi kalau Bunda menempuh perjalanan jauh menggunakan motor maka makin pas saja menggunakan motor ini. Karena ukurannya kompak. Dari segi panjang saja Nex II berukuran 1.890 mm, kemudian lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm, yang sangat nyaman untuk di bawa berkendara selama berjam-jam. Apalagi ruang kakinya sangat lega sehingga bisa mengubah-ubah posisi kaki selama perjalanan.

Macet pun bukan lagi masalah serius bagi Suzuki Nex II. Karena motor ini mengusung Suzuki Eco Performance (SEP) dengan konfigurasi 1 silinder SOHC yang berkapasitas 113 cc mampu menyalurkan tenaga ke roda secara maksimal. Dengan kapasitas tangki penuh 3,6 Liter, konon bahan bakar tersebut bisa dipakai untuk jarak tempuh sejauh 176 km. Jadi Bunda tak perlu sering-sering mengisi bahan bakar.

Layaknya gawai yang selalu melengkapi penampilan Bunda, motor Suzuki Nex II ini juga penampilan yang menarik. Dengan bentuk lampu yang modern berbentuk meruncing disematkan pada bagian depannya. Bunda juga punya banyak pilihan warna dan grafis sesuai dengan selera.

Jadi jangan lupa menerapkan tips di atas agar bisa menjaga gawai selalu online ya Bunda.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top