Parenting

6 Metode Pengasuhan Anak yang dapat Menentukan Masa Depan Anak

polaasuhpositif

Orangtua mana yang tak mengharapan anaknya sukses di masa depan? Semua orang tentu saja mengidamkan anaknya sukses dimasa kini dan masa depan.

Sesungguhnya tidak ada resep parenting khusus dalam membesarkan seorang anak agar menjadi orang yang sukses hingga mampu menjadi seorang yang sukses. Akan tetapi pola asuh orangtua dalam mendidik anaknya dapat menentukan masa depan anak.

Anak menerima pola asuh dengan perhatian positif memiliki tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi, keberhasilan akademis, dan memiliki rasa moralitas yang kuat

Bahkan sebuah penelitian menunjukkan pola asuh dengan perhatian yang tinggi tanpa cara yang keras menghasilkan masa depan lebih sukses dibandingkan dengan orangtua yang keras.

Seperti dikutip laman Science Daily (12/10/2016)Sekelompok penelitian yang dipimpin oleh Nishimura Kazuo, seorang Project Professor di Kobe University Center for Social Systems Innovation, bersama Yagi Tadashi, profesor di Doshisha University Faculty of Economics, dalam surveinya menunjukkan bahwa anak-anak yang menerima pola asuh dengan perhatian positif memiliki tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi, keberhasilan akademis, dan memiliki rasa moralitas yang kuat.

Nishimura dan Yagi pun menemukan adanya metode pengasuhan anak yang dikategorikan sebagai berikut:

1. Mendukung

Rata-rata tingkat kebebasan orangtua cukup diberikan kepada anak dengan memberikan kepercayaan yang tinggi, tingkat minat yang tinggi, dan menghabiskan waktu bersama keluarga dengan intensitas berjumlah besar.

2. Tegas

Tingkat mengasuh yang tegas pada anak menghasilkan kemandirian yang cukup tinggi juga anak dapat mengerjakan hal sesuai dengan aturan yang diberlakukan oleh orangtua. Akan tetapi tegar bukan berarti keras dan melakukan tindakan kekerasan pada anak dalam mendidiknya.

3. Sabar

Pola asuh ini cukup menyeimbangkan antara kepercayaan namun tak terlalu tegas atau galak dan terkadang menghabiskan waktu bersama anak dengan waktu sesering mungkin atau jarang.

4. Santai

Tidak tegas sama sekali mengasuh anak, sedikit menghabiskan waktu bersama anak, namun tetap berada pada aturan yang telah ditentukan oleh orangtua.

5. Keras

Pola asuh ini cenderung tegas dan keras sehingga jarang memberikan kepercayaan yang tinggi kepada anak.

6. Seimbang atau demokratis

Pola asuh ini menjadi kunci sukses dari segalanya. Orangtua dengan pola asuh ini dapat memberikan kepercayaan hingga ketegasan yang berimbang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Hiburan Anak

Punya Banyak Waktu Bersama Anak? Ajak Saja Liburan Keliling Jakarta Saat Akhir Pekan

Menghabiskan waktu dengan keluarga jelas menyenangkan. Terutama untukmu yang sekarang sedang menikmati peran sebagai orangtua baru, rasanya setiap hari ingin rasanya pergi bersama si kecil. Tak perlu khawatir, selagi kamu menetap di Jakarta, sejatinya hal itu mudah kamu wujudkan. Sekalipun mungkin di hari biasa kamu akan disibukkan mengurusi keperluan keluarga, manfaatkan saja waktu di akhir pekan.

Ajak Si Kecil Berkunjung ke TMII Sekaligus Kenalkan Budaya Indonesia

Ini dia tempat yang dari dulu selalu jadi tujuan wisata warga Jakarta, bahkan destinasi ini juga populer bagi pengunjung dari luar Jakarta yang ingin berwisata di Jakarta. Hal ini terbukti dari ribuan pengunjung memadati tempat wisata ini, mayoritas terdiri dari anak-anak, kaum muda, dan orang tua.

child-childrens-baby-children-s

Tiket masuk ke TMII dibagi menjadi tiket pintu masuk perorangan normal yang terhitung untuk umur 3 tahun keatas Rp. 10.000/orang. Mengingat TMII ini merupakan tempat wisata yang cukup luas, akan lebih menyenangkan kalau bisa mengelilingi tempat ini dengan kendaraan pribadi. Penting diingat, jam operasional TMII adalah buka pada Pkl. 07.00 WIB sampai Pkl. 22.00 WIB.

Kalau Untukmu dan Buah Hati yang Ingin Berkeliling Taman Hiburan, Mungkin Taman Impian Jaya Ancol Bisa Jadi Pilihan Menarik

Nah untukmu yang lebih suka berkeliling taman hiburan sembari melihat pemandangan pantai, datang saja ke taman Impian Jaya Ancol tepatnya. Disini kamu bisa menemukan berbagai macam tempat yang bisa kamu pilih untuk rekreasi. Taman Impian Jaya Ancol yang berlokasi di Jakarta Utara, dan untuk dapat mencapai tempat ini juga sangat mudah karena kamu bisa naik kendaraan pribadi ataupun alat transportasi umum.

ancol
Tiket masuk Taman Impian Jaya Ancol yaitu sebesar Rp 25.000/orang. Untuk menikmati kawasan tertentu, kamu masih harus membayar biaya tambahan. Tapi jangan khawatir, ada juga beberapa kawasan yang dapat kamu nikmati secara gratis.

Latih Si Kecil Untuk Tak Takut Ketinggian dengan Menikmati Pemandangan Apik dari Puncak Monas

Tempat yang paling ikonik ini bisa jadi pilihan saat kamu dan buah hati ingin berjalan-jalan santai tapi sekaligus pelesiran ke pusat kota. Monumen ini terbuka untuk umum dan buka setiap hari dari Pukul 08.00 hingga Pukul 15.00 WIB, kecuali pada Senin pekan terakhir setiap bulan biasanya ditutup untuk umum.

monas
Tak perlu merogoh kocek dalam-dalam, sebab untuk harga tiket masuknya, hanya dikenakan biaya Rp 5.000 per orang. Namun kalau kamu ingin mencapai puncak Monas, dikenakan biaya tambahan yaitu Rp 10.000 per orang. Murah meriah, bukan?

Sementara Untukmu yang Memburu Sore Hari Nan Santai, Coba Saja Sambangi Area Kota Tua

Ada sejumlah tempat historis di kawasan Kota Tua, seperti Museum Fatahillah, Pelabuhan Sunda Kelapa, Museum Bank Indonesia, Museum Seni Rupa dan Keramik, Toko Merah, dan masih banyak lagi museum yang ada di kawasan Kota Tua Jakarta. Kamu punya banyak pilihan kalau menyambangi tempat ini.

kota tua

Selain itu, tidak hanya tempat-tempat historis, kamu juga dapat menikmati kuliner bersama si kecil dengan menyempatkan berkunjung ke Cafe Batavia atau Cafe Gazebo, serta kamu dapat menikmati aneka jajanan seperti gado-gado, soto, hingga kerak telor khas Jakarta.

Agar Lebih Seru Coba Ajak Berkendara Dengan Motor

Naik mobil mungkin nyaman, namun kalau anak sudah beranjak besar tak ada salahnya untuk mengajaknya jalan-jalan mengisi liburannya dengan naik motor. Sensasinya akan terasa berbeda, karena si kecil akan bersentuhan langsung dengan sekitarnya ketika dalam perjalanan. Ia jelas akan lebih banyak bicara menghadapi situasi jalanan secara langsung.

Tapi untuk mengajak si kecil tentunya diperlukan motor yang menjamin kenyamanannya. Salah satu yang bisa dijajal adalah Suzuki NEX II Sebagai keluaran terbaru, Suzuki NEX II tampil lebih besar dari generasi sebelumnya. Dari segi panjang, Nex II berukuran 1.890 mm, dengan lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm. Sedangkan generasi pertamanya, Nex, memiliki panjang  1.850 mm, lebar 665 mm, dan tinggi 1.035 mm. Meskipun berukuran lebih besar dari pendahulunya, Nex II masih memiliki prinsip sebagai kendaraan roda dua yang berukuran kompak dan ramping.

nex stronger red

Demi menunjang sisi kenyamanan pengendara, Suzuki pun melakukan perubahan pada posisi jok motor, agar rasa pegal saat riding tidak lagi menjadi musuh utama setiap pengendara. Nah, lebar jok dan panjang jok pun ditingkatkan, yang semula 240 mm dan 620 mm di Nex, menjadi 250 dan 690 untuk bagian lebar dan panjang pada Nex II. Tentunya membonceng anak akan lebih nyaman dengan komposisi macam ini. Ditambah lagi pijakan kaki alias floor boardingnya juga dilebarkan sehingga kaki bisa leluasa selama perjalanan

Menyalakan motor juga sudah dipermudah dengan sudah disematkannya teknologi Suzuki Easy Start System. Sistem kelistrikan ECU-nya akan memastikan listrik tetap stabil sampai motor menyala. Jadi tak ada lagi kekhawatiran motor akan susah hidup dalam kondisi dingin.

nex elegant premium blue

Sebagai pilihan Suzuki NEX II hadirkan 5 varian menarik, yakni Sporty Runner, Fancy Dynamic, Elegant Premium, Elegant dan Standard. Setiap varian dibedakan dari pilihan kelengkapan fitur dan aksesoris yang dimiliki.

1. Suzuki NEX II Standard
Varian NEX II Standard merupakan varian paling dasar dari seluruh pilihan yang tersedia di NEX II. Dibekali kelengkapan fungsional untuk keperluan sehari-hari yang ekonomis dan praktis. NEX II Standard tersedia dalam warna brilliant white, stronger red dan titan black.

2. Suzuki NEX II Sporty Runner
Menggambarkan ekspresi generasi muda yang sporty dan aktif. NEX II Sporty Runner dilengkapi dengan LED Headlight, USB Charger, Sporty Body Striping Set, Meter Visor, Cover Muffler + Hole dan Rim Decal. NEX II Sporty Runner tersedia dalam warna brilliant white, stronger red dan titan black.

3. Suzuki NEX II Fancy Dynamic
Terinspirasi dari kedinamisan dan kreatifitas generasi muda yang stylish, NEX II Fancy Dynamic dibekali fitur LED Headlight, LED Lamp Line, USB Charger, Dynamic Body Striping Set dan Rim Decal.

4. Suzuki NEX II Elegant
Varian NEX II Elegant merupakan pilihan yang lebih ekonomis dan fungsional dengan warna yang tetap mewah yaitu mat stellar blue dan solid black. NEX II Elegant menjadi pilihan bagi yang ingin mulai menunjukkan jati dirinya dengan cara yang mudah.

5. Suzuki NEX II Elegant Premium
Mewakili karakter berkelas, NEX II Elegant Premium dilengkapi dengan LED Headlight, USB Charger, Floorboard Guard dan Cover Muffler. Warna tampilan pun berbeda dan lebih mewah dengan pilihan mat stellar blue dan solid black.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Saat Si Kecil Sudah Mengenal Gawai, Pastikan Bunda Mengenalkan Aplikasi Edukatif Ini padanya

kid-notebook-computer-learns-159533

Bunda, si kecil lahir di zaman yang sangat berbeda dengan orang tuanya. Kalau mungkin Bunda baru mengenal gawai ketika usia sekolah atau kuliah, kini keberadaan gawai sudah ada di sekitar si kecil sejak ia baru lahir ke dunia. Gawai pun bukanlah monster yang harus ditakuti, tapi benda yang harus dikendalikan ya, Bun.

Keberadaannya akan aman-aman saja kalau Bunda bisa bijak kala menggunakannya. Termasuk saat mengenalkannya pada si kecil. Terutama kalau memang si kecil sudah mengenal gawai sebagai media untuk bermain, jangan sampai lupa mengenalkan salah satu bagian penting yang bisa dimanfaatkan lewat keberadaan gawai tersebut yaitu menunjukkan game edukatif padanya.

Supaya Bisa Mengenal Huruf sedari Dini, Kenalkan Game ABC Belajar Membaca yuk, Bun!

Game yang satu ini memang dirasa perlu Bunda ajarkan pada si kecil sebelum Bunda mengajarinya game yang lain. Di Playstore, game ini mendapat rating 4,1 dari ribuan pengguna. Lumayan kan Bun, lebih baik mengenalkannya untuk belajar membaca daripada melihatnya sibuk main Mobile Legend…

Untuk Si Kecil yang Tertarik dengan Flora dan Fauna, Game Planet Puzzle Bisa Jadi Pilihan yang Tepat

Cara main game ini terbilang mudah lho Bun. Cukup menempatkan karakter berdasarkan habitatnya. Saat membuka game ini, akan ada beberapa makhluk hidup di bagian atas yang harus ditempatkan pada planet yang berputar. Lewat game ini, Bunda bisa mengajarkan di mana tempat yang tepat untuk para makhluk hidup itu berada. Sembari mengenalkan nama-nama binatang yang terdapat dalam karakter game.

Kalau Bunda Tertarik untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis, Cobalah Ajak Si Kecil Memainkan Game Crazy Gears

Game ini mengajarkan anak untuk berpikir kritis, pasalnya dalam permainan ini mengharuskan si kecil untuk menyelesaikan masalah, kemampuan eksplorasi, serta melatih pengetahuan soal STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Nah, peran Bunda hanya membantunya memberi informasi yang diperlukan. Selebihnya, biarkan si kecil yang bereksplorasi menyelesaikan masalahnya.

Hitung-hitungan Wajib Bunda Kenalkan Sejak Dini. Karenanya, Bunda Perlu Ajarkan Berhitung lewat Game Marble Math Junior ya Bun!

Sementara itu untuk si kecil yang berusia 5-8 tahun, Bunda bisa mengajaknya bermain Marble Math Junior. Belajar matematika pasti akan lebih mudah dengan game. Ada suara narator yang akan menunjukkan cara bermainnya sehingga si kecil tak akan kesulitan memahami. Kalau si kecil mampu menjawab setiap soal yang ada, akan diberikan reward untuknya.

Melatih Kemampuan Bahasa Asing pun Bisa dengan Mengajaknya Bermain Game Belajar Bahasa Inggris


Terakhir, game Belajar Bahasa Inggris juga bisa Bunda kenalkan. Dalam permainan ini, terdapat beberapa mode pembelajaran seperti membaca angka dan huruf dalam bahasa Inggris yang disertai contoh kata serta cara menulisnya. Kelebihan lainnya, ada pula suara narator yang sangat jelas, sehingga si kecil bisa menirukan pengucapannya dengan benar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Hiburan Anak

Sang Anak Jadi Siswa Terbaik, Deddy Corbuzier Buktikan Jika Anak Broken Home Juga Bisa Berprestasi

Selain kemampuannya dalam dunia hiburan tanah air, hal lain yang sering jadi sorotan dari seorang Deddy Corbuzier adalah caranya mendidik anaknya Azka. Dimedia sosial, ia kerap bercerita tentang bagaimana ia memberikan pemahaman pada Azka, mengajarinya untuk bertata krama, dan tak pernah memaksa anaknya untuk jadi seperti apa yang ia suka.

Dan baru-baru ini, dari laman Instagram pribadinya. Ada berita bahagia yang ia bagikan, tentang betapa bangganya Deddy pada sang anak. Memakai busana hitam lengkap dengan topi kelulusannya dari Sekolah Dasar. Azka tampak berdiri ditengah-tengah antara Ayah dan Ibunya. Kompak untuk berpose senyum, baik Deddy maupun Kalina, mantan istrinya menuangkan rasa bangganya meraka pada keterangan foto yang dibagikan pada Instagram masing-masing.

Dedy

“Pelajar dengan LULUSAN TERBAIK! So who said Broken Home is a broken Kid?
Dari semua anak yang Lulus ke SMP he Got the Best student award!! Yes. THE BEST.
Broken Home u said.. Dislexian u said… Champion I said. Congrats @azkacorbuzier u never fail to amaze me. Again… And again. – A Proud Father.” begitu tulis Deddy.

Dari Deddy dan Kalina, kita bisa belajar bun, bahwa meski memiliki orangtua yang sudah bercerai bukan berarti sang anak akan kehilangan kasih sayang dari keduanya, dan bukan berarti pula ia akan jadi anak yang nakal dan rusak seperti yang selama ini banyak digambarkan.

Keberhasilan Azka yang lulus jadi siswa terbaik jelas adalah hasil dari didikan orangtuanya, yang ternyata tak hanya membuat kedua orangtua bangga. Sebab beberapa netizen di Instagram juga menyampaikan rasa kagum pada kolom komentar foto yang diunggah Daddy.

Wah, selamat buat Azka, sudah jadi Siswa lulusan terbaik, dan selamat juga untuk kedua orangtuanya yang saat ini pasti bangga.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Ketika Membuat Jadwal untuk Anak, Jangan Pisahkan Waktu Bermain dan Belajar Ya Bunda

4-Ketika-Waktu-Bermain_-Ayah-dan-Bunda








Bunda pasti ingin si buah hati tumbuh jadi anak yang disiplin. Wajar jika kemudian berusaha menanamkan sikap disiplin tersebut sedari dini. Salah satu cara yang biasa ditempuh adalah dengan membuatkan jadwal untuknya. Kapan waktunya makan, kapan waktunya tidur, kapan bermain, kapan waktunya belajar dan sejumlah jadwal lainnya.

Tentunya membuat jadwal semacam ini tak salah. Tapi tahukah Bunda, khusus untuk si buah hati yang masih usia dini seharusnya jadwal bermain dan belajarnya tidak dipisah.

Meski Belajar itu Penting, Rasa Bahagia Anak Jauh Lebih Penting

1-Meski-Belajar-Itu-Penting-namun-Rasa-Bahagia

Kenapa demikian? Menurut Dr. Sofia Hartati., M.Si Ketua Asosiasi Pendidikan Guru PAUD, sangatlah penting untuk menstimulasi rasa ingin tahu anak, memperkenalkan anak pada banyak hal, dan juga memberikan asupan nutrisi yang baik dan lengkap.

Namun, Dr. Sofia Hartati menambahkan, perlu diingat walaupun belajar itu penting, tapi pengalaman yang menyenangkan menjadi prioritas terpenting bagi anak di usia dini. Untuk itu, sebisa mungkin belajar anak dilakukan sambil bermain.

Salah satu cerita menarik tentang belajar sambil bermain ini dialami sendiri oleh Albert Einstein. Salah satu peristiwa yang menginspirasinya terjadi ketika dia berusia 4 tahun dan ayahnya memberinya alat kompas untuk dimainkan. Einstein selama berjam-jam bermain dengan memutar-mutar kompas tersebut sambil penasaran kenapa jarumnya selalu menunjuk ke arah utara. Rasa penasaran dan kagumnya inilah yang dibawa Einstein hingga dewasa dan membuatnya menjadi tertarik pada ilmu pengetahuan.

Jika Bunda Menjadikan Satu Waktu Bermain dan Belajar, Minat Belajar Anak Bisa Meningkat

3-Jika-Bunda-Memisahkan-Waktu-Bermain-dan-Belajar

Berbeda dengan kita yang dewasa, si kecil justru akan lebih bisa konsentrasi jika waktu belajar dan bermainnya dijadikan satu. Beberapa penelitian menyebutkan soal ini. Salah satu yang sering menyuarakannya adalah Nancy Carlsson Paige, profesor bidang pendidikan dari Lesley University di Cambridge.

Menurutnya emosi anak akan lebih cepat berkembang jika ia tidak dikhususkan waktunya untuk belajar dan dibiarkan lebih banyak bermain. Dengan menjadikan satu waktu belajar dan bermain anak tidak akan mudah stres dan minat belajar dan konsentrasinya akan terus meningkat ketika ia dewasa kelak.

Pilih Permainan yang Mendukung Metode Belajar Sambil Bermain ini ya Bunda

5-Pilih-Permainan-yang-Mendukung-Metode-Belajar-

Nah, untuk mewujudkan pola bermain sambil belajar tentunya dibutuhkan perangkat dan mainan yang bisa mendukung hal tersebut. Permainan itu harus memberikan pengalaman yang menyenangkan sambil membantu si kecil belajar.

Contohnya Bunda bisa mencoba program edukasi Kodomo Challenge dari Benesse. Kodomo Challenge ini dilengkapi dengan kurikulum dan materi ajar berdasarkan penelitian dan diawasi para ahli yang telah disesuaikan dengan usia dan perkembangan anak, baik fisik maupun pikirannya. Sehingga anak bisa menikmati dan mengerti lebih baik permainan dan materi ajar yang dimainkannya.

Apalagi Kodomo Challenge Indonesia ini menggunakan metode pendekatan “multi-platform”. Hal ini membuat pemahaman anak lebih mendalam dimulai dari media favoritnya, baik itu DVD, buku, maupun mainan. Serunya lagi, permainan yang ada pada Kodomo Challenge akan melibatkan peran Bunda sebagai teman bermain bersama si kecil.

Keterlibatan Bunda dalam permainan si kecil ini penting. Menurut hasil penelitian Kathy Hirsh-Pasek and Roberta Michnick Golinkoff, peneliti pendidikan anak usia dini sekaligus pengarang buku best seller Becoming Brilliant: What Science Tells us About Raising Successful Children, keinginan anak untuk bermain meningkat jika ada orang dewasa yang ikut bermain bersamanya. Nah, sejalan dengan hal tersebut permainan yang ada di Program Edukasi Kodomo Challenge ini akan secara aktif melibatkan Ayah atau Bunda untuk ikut bermain bersama buah hati

Penasaran? Sebagai langkah awal, Bunda cukup mendaftar di sini, untuk mendapatkan Free Trial Kit Kodomo Challenge untuk dikirimkan ke rumah.

Dikirim ke rumah? Iya Bunda, inilah bagian paling menyenangkan dari Kodomo Challenge. Setelah mendaftar Free Trial Kit, nantinya kita akan dikirimkan ke rumah buku bergambar, DVD serta buku panduan orang tua.

Bunda akan mendapatkan Free Trial Kit Kodomo Challenge sesuai dengan usia si kecil. Ada Kodomo Challenge Toddler yang diperuntukan bagi anak usia 1-2 tahun dan ada Kodomo Challenge Playgroup untuk anak usia 2-3 tahun. Jadi bisa dipastikan si kecil akan nyaman bermain dan belajar dari Free Trial Kit Kodomo Challenge tersebut karena sesuai dengan perkembangan usianya.

Caranya? Cukup lengkapi form yang ada di sini maka paket Free Trial Kit akan segera dikirim ke alamat rumah Bunda. Kalau Bunda memutuskan mendaftar sekarang, selain mendapatkan Free Trial Kit, Bunda juga bisa mendapatkan konten parenting dan edukasi untuk anak di shimajiro.id sekaligus berkesempatan memenangkan hadiah kejutan berupa bantal, baby bib atau trolley Shimajiro untuk Bunda yang beruntung.

Yuk, Bunda daftar sekarang, jadi Bunda bisa menikmati quality time, bermain sambil belajar bersama si kecil dengan program edukasi Kodomo Challenge!

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top